Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PULP AND PAPER (KERTAS TULIS)


Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teknologi Pulp &
Paper yang diampu oleh Dosen Prima Astuti H, S.T.,M.T.

Disusun oleh:
Wilda Asyrofa (5213415008)
Tias Ardhiani (5213415048)
Muhammad Yasir Adhi U(52134150)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016
1. Bahan Baku
Bahan dasar pembuatan kertas adalah selulosa, suatu produk fotosintesa
tumbuh-tumbuhan, yang berarti bahwa produksi kertas menggunakan bahan baku
yang senantiasa dapat diperbaharui (renewable rescurce). Selulosa ini adalah
polisakarida (C6H10O5)nyang berupa serat dan berwarna putih ( n = 250-1500 ).
Adapun rumus bangunnya sebagai berikut :

Atas dasar kelarutannya dalam larutan NaOH 17,5 % dikenal 3 jenis selulosa,
yaitu :
a. - selulosa, tidak larut dalam pelarut tersebut pada 200C.
b. - selulosa, larut dan mengendap lagi bila ditambahkan asam.
c. - selulosa, larut dan mengendap bila ditambah alkohol.
Bahan pembuat kertas adalah - selulosa, sedangkan yang larut (-
selulosa, - selulosa, pentosa, heksosa, dan lain-lain )disebut hemi selulosa. Sifat
kimia selulosa sesuai dengan gugus aktif alcohol yang demikiannya (dapat
mengalami oksidasi), dan derajat polimerisasinya ( panjang serat ). Semakin
panjang rantai selulosa semakin kuat dan tahan degradasi baik secara panas, kimia
maupun biologis. Sedangkan sifat fisiknya tergantung dari dimensi serat (panjang
rantai 500-1000 A, lebar 9 A, tebal 4,7 A), semakin panjang semakin kuat.
Beberapa contoh jenis serat yang dapat diperoleh di indonesia adalah :

Karakteristik Bambu Kayu Kayu Bagase Jerami


Serat Lunak Kertas
Panjang serat 3-4 1,6 - 2,7 0,7 - 1,6 1,7 1,5
Diameter serat 14 32 - 43 20 - 40 20 8,5
% Abu 1-3 1 1 2 10 - 15
% Lignin 22 - 30 26 - 30 18 - 25 19 - 21 14 - 21
% Pentosan 16 - 20 6-9 16 - 18 30 - 32
% Selulosa 50 - 52 40 45 38 49 40 43 30 - 38
Pada proses pembuatan pulp dan kertas, bahan baku yang digunakan
adalah kayu. Kualitas pulp sangat ditentukan oleh jenis kayu yang digunakan.
Diharapkan jenis kayu yang digunakan untuk menghasilkan kualitas pulp yang
bagus adalah kayu yang mempunyai kandungan selulosa yang tinggi, lignin yang
rendah, tidak rapuh, tidak banyak getah dan tidak berkulit tebal.
Dalam proses pembuatan pulp digunakan dua jenis bahan baku, yaitu:
a. Bahan baku primer
Untuk memperoleh serat ini diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dengan jenis
kayu (wood) atau bukan kayu (non wood).
1. Kayu (wood)
Kayu dapat dibedakan berdasarkan ukuran daun yang dimiliki yaitu kayu
berdaun lebar (hard wood), dan kayu berdaun jarum (soft wood).Kayu
berdaun lebar (hard wood), umumnya menggugurkan daunnya pada
musim kemarau seperti Albazia falcatera, Euclyptus sp, dan Antochehalus
candabia.Sedangkan kayu berdaun jarum (soft wood), sering disebut kayu
jarum adalah jenis daun yang bersal dari pohon berdaun jarum.Jenis pohon
ini selalu hijau sepanjang tahun dan tidak menggugurkan daunnya pada
musim kemarau, seperti Pinlis sp (tusam) dan Aganthis sp (dammar).
Analisis sifat pengolahan kayu digunakan untuk mengetahui jenis kayu
yang cocok sebagai bahan baku pulp. Analisis ini meliputi rendemen pulp,
konsumsi alkali, bilangan permanganate, panjang putus dan factor retak.
Jenis kayu yang banyak digunakan dalam pembuatan kertas adalah:
- Kayu lunak (softwood), adalah kayu dari tumbuhan konifer contohnya
pohon pinus.
- Kayu keras (hard wood), adalah kayu dari tumbuhan yang menggugurkan
daunnya setiap tahun.
Kayu lunak yang memiliki panjang dan kekasaran lebih besar digunakan
untuk memberi kekuatan pada kertas. Kayu keras lebih halus dan kompak
sehingga menghasilkan permukaan kertas yang halus. Kayu keras juga lebih
mudah diputihkan hingga warnanya lebih terang karena memiliki lebih sedikit
lignin. Kertas umumnya tersusun atas campuran kayu keras dan kayu lunak untuk
mencapai kekuatan dan permukaan cetak yang diinginkan pembeli.
Kayu sebagai bahan dasar dalam industri kertas mengandung beberapa komponen
antara lain :
- Selulosa, tersusun atas molekul glukosa rantai lurus dan panjang yang
merupakan komponen yang paling disukai dalam pembuatan kertas karena
panjang, kuat.
- Hemiselulosa, tersusun atas glukosa rantai pendek dan bercabang.
Hemiselulosa lebih mudah larut dalam air dan biasanya dihilangkan dalam
proses pulping.
- Lignin, adalah jaringan polimer fenolik tiga dimensi yang berfungsi
merekatkan serat selulosa sehingga menjadi kaku. Pulping kimia dan proses
pemutihan akan menghilangkan lignin tanpa mengurangi serat selusosa secara
signifikan
- Ekstraktif, meliputi hormon tumbuhan, resin, asam lemak dan unsur lain.
Komponen ini sangat beracun bagi kehidupan perairan dan mencapai jumlah
toksik akut dalam efluen industri kertas.

2. Bukan Kayu (non wood)


Beberapa jenis tumbuhan bukan kayu merupakan sumber serat untuk
bahan baku pulp, baik itu yang berasal dari kulit batang, daun, tangkai,
buah/biji dan bulu biji. Berdasarkan sumber serat, tumbuhan bukan kayu
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Serat kulit batang : Fax, Jule, Hemo, Rami Kenaf, Haramay
Serat daun : Manila, Abaca, Sisal, Palm, Nenas
Serat bulu biji : Kapas, Kapuk
Serat rerumpunan : Merang, Jerami, Baggase, Bambu, Gelaga

Tabel: Rata-rata komposisi kimia kayu dan bukan kayu

Kandungan Serat Panjang Serat Pendek Bukan Kayu


Bahan Kimia (soft wood) (hard wood) (non wood)
Selulosa 42 +/- 2 % 40 +/- 2 % (36 38) %
Hemiselulosa 27 +/- 2 % 30 +/- 5 % (38 40) %
Lignin 28 +/- 3 % 28 +/- 3 % (12 16) %
Zat ekstraktif 5 +/- 3 % 3 +/- 3 % -
b. Bahan Baku Sekunder
Guna penghematan atau efisiansi serat dari bahan baku primer, maka
dewasa ini telah diusahakan pemanfaatan kertas bekas (waste paper) dari berbagai
jenis kertas dan karton sebagai bahan baku pulp. Serat yang dihasilkan dari kertas,
karton bahkan dari baju bekas yang dikenal sebagai sebutan serat primer.
Kayu merupakan hasil hutan dari sumber kekayaan alam dan merupakan
bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai kemajuan
teknologi.

2. Pembuatan Pulp
Pulping adalah proses pembuburan. Dalam pulping ini digunakan alat
yang disebut Pulper. Pulper yang digunakan berbentuk bejana kerucut terbalik
yang atasnya terbuka sebagian dan mempunyai rotor. Pulper ini dinamakan hydra
pulper. Hydra Pulper mempunyai rotor untuk mensirkulasikan bubur dan
menguraikan serat, rotor pisau tersebut digerakkan oleh motor dari arah bawah.
Kapasitas pulper mencapai 22 ton.
2.1 Proses pembuatan pulp
a. Proses Mekanik
Disini pulp dibuat dengan tidak memakai zat-zat kimia, cukup dengan mesin
saja tanpa pereaksi-pereaksi kimia. Pembuatan pulp secara mekanis ini
memerlukan biaya yang sangat besar, disebabkan disini tidak dipakai
pereaksi-pereaksi kimia untuk menghancurkan potongan-potongan kayu,
yang akan dijadikan pulp atau kertas. Pada proses ini, terjadi pemberian
tekanan pada kayu sehingga menghasilkan panas yang berfungsi untuk
mengurangi gesekan antara komponen dalam kayu sehingga fiber terpisah
dari lignin dengan sedikit kerusakan. Proses pembuatan pulp secara mekanik
sangat jarang digunakan
b. Proses Kimia
Pembuatan pulp secara kimia biasanya menggunakan NaOH secara langsung
maupun tidak langsung. Lignin dilarutkan dari bagian lapisan sehingga fiber
terpisah. Dalam proses ini, kulit kayu diambil dan batang kayunya dibuat
keping-keping kayu kemudian dihancurkan dalam tekanan pada temperatur
yang dibutuhkan. Proses pembuatan pulp secara kimia,yaitu:
Proses Sulfat ( proses kraft )
Cara pembuatan:
Mula-mula kayu dipotong-potong dengan mesin pemotong hingga
ukuran kurang lebih 5cm, potong-potongan ini kemudian diayak. Kayu
yang halus dimasukkan kedalam tempat penampung yang kemudian akan
digester (dimasak). Setelah potongan-potongan kayu tersebut di
masukkan ke dalam digester, kemudian dimasukkan pula natrium sulfida
dan NaOH, kemudian dipanaskan dengan uap dan di aduk dengan suatu
alat pengaduk yang terdapat dalam digester tersebut.
Digester ini dibuat dari logam steel dan tekanan uapn110lb/in2. Pulp
yang telah jadi dikeluarkan dan dicuci dengan air dalam tanki pencuci
sehingga liquornya akan terpisah. Liquor yang dihasilkan dimasukkan ke
dalam tanki penampung untuk direcovery. Pulp yang sudah dicuci
disaring lagi dengan saringan rotary drum filter, kemudian hasilnya
diputihkan dengan kalsium hipoklorit sehingga hasilnya sudah agak
putih. Selanjutnya diinetralkan dengan CaO atau NaOH, dicuci dan
dikeringkan. Hasilnya terbentuklah pulp kering.
Proses Soda
Proses ini lebih sederhana dari pada proses sulfat karena hanya memakai
NaOH. Kayu yang digunakan bisa dari berbagai macam jenis kayu. Bisa
juga bahan baku seperti jerami, lalang, serat nenas, tebu, dan lain-lain.
Digester yang dipakai dibuat dari steel, sama seperti proses sulfat. Waktu
memasak 2-3 jam dengan memakai uap (tekanan 118lb/in2 dan
temperatur 3440F). Pulp yang sudah jadi dikeluarkan dari digester
melalui lubang dibawah digester.
Liquor yang dihasilkan dimasukkan kedalam tanki penampung untuk
direcovery. Pulp yang sudah dicuci disaring dengan saringan rotary drum
filter, kemudian hasilnya diputiihkan dengan kalsium hipoklorit sehingga
hasilnya sudah agak putih. Selanjutnya dinetralkan dengan NaOH, dicuci
dan dikeringkan. Hasilnya terbentuklah pulp kering.
Proses Sulfit
Mula-mula sulfur dicairkan dalam tanki pencair atau pelebur, kemudian
dipanaskan dalam pemanas yang berputar sambil dialiri udara untuk
mengoksidasi. Dalam pemanasan ini sulfur diuapkan dan selanjutnya
dimasukkan dalam ruang pembakaran dengan dialiri udara. Pengaliran
udara ini dikontrol agar SO3 tidak terbentuk. SO2 terjadi didinginkan
dengan cepat dalam suatu pipa yang melingkar-lingkar yang dikelilingi
air. Proses selanjutnya adalah absorbsi gas oleh air dengan menambahkan
senyawa kalsium dan magnesium karbonat.
S + O2 SO2
2SO2 + H2O + CaCO3 Ca ( HSO3)2 + CO2
2SO2 + H2O + MgCO3 Mg ( HSO3)2 + CO2
Menara absorbsi dibuat minimal 2 buah. Penguliran air dari atas ke
bawah dengan spray berlawanan dengan aliran SO2 yang dimasukkan ke
menara absorbsi. Liquor yang keluar dari menara berisi sejumlah SO2
yang bebas lalu dimasukkan dalam reclain tank. Akhirnya liquor
dimasukkan dalam digester sebagai larutan kalsium dan magnesium bi
sulfit. Berdasarkan analisa kira-ira 4,5% total SO2 dan 3,5% SO2 bebas.
Digester ini diisi penuh dengan potongan-potongan kayu halus dan asam
pemasak dengan kapasitas dari 1 ton sampai 35 ton serabut kayu dan
3000 sampai 51000 galon asam-asam. Digester dipanaskan secara
langsung dengan steam (uap) dengan tekanan 70-160 lb/in2 tergantung
dari jenis kayu yang dipakai. Waktu yang diperlukan 10-11 jam dengan
suhu 1050-1550 C.
Setelah pemanasan dalam digester selesai dan sudah masak, pulp
dikeluarkan dan masuk dalam blowpit dengan diberi air jernih. Dari
blowpit ini pulp dimasukkan, diayak dan seterusnya disaring dengan
rotary drum filter untuk dipadatkan dengan jalan membuang airnya
dengan mesin ayakan 80. Kemudian pulp dimasukkan dalam tangki
pemutih dan diputihkan dengna klorin dengan penambahan cairan kapur
sebagai penetralnya. Selesai pemutihan pulp dimasukkan dalam mesin-
chest dan dikeringkan. Selanjutnya dibuat roll-roll pulp.
c. Proses Semi kimia
Pulp yang dibuat dengan metode semikimia pertama kali ditemukan oleh
Mitscherlich pada tahun 1984. Tujuan proses ini adalah menghasilkan
perolehan yang maksimal yang setara dengan proses dari tingkat kekuatan
dan kebersihan yang paling baik.
Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam proses ini adalah:
1. Menggunakan larutan kimia untuk menghancurkan dan mencerna kayu.
Larutan kimia yang biasa digunakan adalah NaOH, Na2CO3, Na2SO4.
Dalam proses ini, sebagian besar hemiselulosa harus sudah tercerna.
2. Menghancurkan bahan secara mekanik, Salah satu proses terkenal pembuatan
pulp secara semikimia adalah proses Neutral Sulfite Semichemical (NSCC).
Proses pencernaan kayu merupakan proses yang memiliki arti yang sangat
penting. Proses ini diatur sedemikian rupa dengan kondisi terbaik mulai dari
temperature, tekanan, dan larutan kimia.
Proses pulping ditambahkan pula bahan tambahan, antara lain :
1. Dyestuff berfugsi sebagai bahan kertas, zat ini dapat juga dicampurkan pada
proses pembentukan kertas paper machine.
2. Fluorescent Agent disebut juga Optical Brigthening Agent (OBH) yang dapat
memberikan efek pemutihan.

2.2 Cleaning
Cleaning adalah proses pembersihan/pencucian bubur serat yang telah
dihancurkan dalam pulper. Pencucian pulp secara efisien sangat penting dilakukan
untuk memastikan kebutuhan maksimal zat kimia dalam proses pulping dan
mengurangi jumlah limbah organik yang terbawa oleh pulp dalam proses
pemutihan. pulp yang kurang tercuci membutuhkan dosis zat pemutih yang lebih
besar.
Pencucian pulp dilakukan mengikuti masing-masing proses untuk
menghilangkan materi yang tidak diinginkan dalam pulp. Hasil samping berupa
black liquor, debu, lignin, dan pemutih dihilangkan setelah tiap tahapan proses
selesai. Efisiensi pencucian diukur berdasarkan tingkat kebersihan bubur kertas
dan jumlah air yang digunakan untuk mencapai tingkat kebersihan tersebut.
Alat alat yang digunakan dalam proses cleaning adalah :
a. Magnetic Separator, Magnetic yang bekerja secara magnetic, yaitu
memisahkan kotoran yang mengandung logam seperti kawat pengikat pulp,
seng serta partikel - partikel lainnya yang bersifat magnet.
b. HCC (High Consistency Cleaner) bekerja secara sentrifugal, yaitu
memisahkan kotoran yang ukurannya hampir sama dengan serat berdasarkan
berat jenisnya

2.3 Refining
Refining adalah proses penggilingan bubur serat lebih lanjut untuk
menghasilkan bubur serat yang lebih halus. Setelah itu bubur serat tersebut diolah
kembali dengan cara dipotong dan digiling dengan menggunakan 2 buah pisau
pemotong yang berbentuk disc plate.
2.4 Oksigen Delignification
Penghilangan lignin (delignifikasi) menggunakan oksigen diperlukan
untuk menghilangkan sisa lignin dari brownstock yang merupakan tahap
prebleaching. Dengan mengurangi lignin akan dihasilkan bubur kayu yang lebih
putih. Oksigen dan larutan putih ditambahkan ke dalam brownstock dalam reaktor
pemanas. Senyawa lignin akan lepas dan dihilangkan dengan pencucian dan
ekstraksi. Oksigen delignification akan mengurangi jumlah klorin yang
dibutuhkan dalam proses pemutihan (bleaching).
2.5 Bleaching
Bleaching dilakukan dalam beberapa tahap dengan tujuan menghilangkan
lignin tanpa merusak selulosa. Dalam industri kertas terdapat beberapa tahap
dalam proses pemutihan. Masing-masing tahapan dijabarkan di bawah ini :
a. Tahap klorinasi, menggunakan Cl2 dalam media asam
b. Extraksi Alkali, untuk melarutkan hasil degradasi lignin yang terbentuk
pada tahap sebelumnya dengan larutan NaOH.
c. Klorin dioksida, mereaksikan ClO2 dengan pulp pada kondisi asam
d. Oksigen, digunakan pada tekanan tinggi dan suasana basa
e. Hipoklorit, mereaksikan NaClO dalam media basa
f. Peroksida, reaksi dengan hidrogen peroksida (H2O2) dalam kondisi basa
g. Ozon, menggunakan ozon (O3) dalam kondisi asam
h. Xylanase, Biobleaching dengan enzim murni mikroba dalam kondisi
netral.
Proses pemutihan bubur kertas menggunakan kimia pemutih atau bleach,
yang tujuan utamanya khusus untuk membuat kertas cetak atau kertas budaya.
Jadi proses pemutihan sangat relatif tergantung pada jenis kertas yang akan
dibuat.
2.6 Mixing
Mixing adalah pencampuran bahan atau bubur serat dan aditif. Bahan
penunjang bubur kertas yaitu, cationic starch. Penambahan aditif untuk mengikat
ion ion kertas agar jaringan kertasnya kuat.
2.7 Blending
Blending adalah proses pengadukan campuran bubur serat yang akan
dikirim ke proses pembentukan kertas. Pada bagian ini kekentalan bubur serat
dikontrol oleh alat yang dinamakan CRC (Consistence Recording Controller).

3. Pembuatan Paper
Pulp yang sudah diputihkan kemudian dibawa ke mesin pembuat kertas
dimana akan dibentuk lembaran pulp pada screen. Air dihilangkan dari lembaran
dengan kombinasi vakum, panas, dan tekanan yang diberikan di bagian
penggulung (roller). Kertas jadi dapat dibuat dengan berbagai jenis berat dan
digulung menjadi gulungan besar untuk diproses lebih lanjut.
. Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock
preparation. Bagian ini berfungsi untuk meramu bahan baku seperti:
menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi,
menambahkan filler (untuk mengisi pori - pori diantara serat kayu), dll. Bahan
yang keluar dari bagian ini di sebut stock 9 campuran pulp, bahan kimia dan air)
Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu
dengan alat yang disebut cleaner. Dari cleaner stock masuk ke headbox. headbox
berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas
fourdinier table. Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam
stock (dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar
padatnya sekitar 20 %.
Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar
padatnya mencapai 50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). Cara
kerja press part ini adalah kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu roll
bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. Bagian ini dapat
menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat (air sudah dibuang 30
%). Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6
%.
Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang
besar (paper roll). Paper roll ini yang dipotong - potong sesuai ukuran dan dikirim
ke konsumen.
Untuk pembentukan kertas pulp masih perlu ditambah beberapa bahan penolong
lainnya antara lain:
Bahan pengisi (filter), yang berfungsi sebagai perata permukaan (clay),
atau untuk memperbaiki keputihannya (TiO2, BaCO4, ZnS). Penambahan
filter mengurangi daya lipat.
Bahan sizing, baik ssecara internal yang dicampurkan beserta pulp atau
secara surfacesizing yang diberikan hanya dipermukaannya saja. Gunanya
untuk mencegah penetrasi zat cair pada pori-pori kertas, selain juga untuk
memperbaiki disperse serat dan menaikkan retensi filter. Contohnya : resin
size, resin sintetis, kanji, dan sebagainya.
Alum (Al2(SO4)3, 18 H2O), ditambahkan sebagai koagulan untuk
mendapatkan sizing agent diatas permukaan serat.
Bahan penambah lainnya seperti zat pewarna atau resin sintetis untuk
meningkatkan kekuatan kertas basah (resin amino-aldehida).
Fungsi dari masing-masing perangkat adalah sebagai berikut :
Dari cleaner stock masuk ke headbox, headbox berfungsi untuk
membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas fourdinier table.
Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock
(dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar
padatnya sekitar 20%.
Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar
padatnya mencapai 50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer).
Cara kerja press part ini adalah. Kertas masuk diantara dua roll yang
berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web.
Bagian ini dapat menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat
(air sudah dibuang 30 %).
Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai
6 %. Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas
yang besar (paper roll).Paper roll ini yang dipotong - potong sesuai ukuran
dan dikirim ke konsumen.

Secara umum gambaran proses pembuatan pulp dan kertas adalah sebagai
beriku
4. Kesimpulan
Pulp dibuat secara mekanis, kimia maupun samikimia dengan memisahkan
serat kayu atau selulosa dari bahan lain. Dalam proses kraft pulping, larutan
campuran antara sodium hidroksida dan sodium sulfida digunakan untuk
melarutkan bahan tidak berserat. Pulp kemudian diputihkan untuk menghasilkan
kertas yang putih. Beberapa zat kimia digunakan dalam proses pemutihan
(bleaching) antara lain gas klorin, sodium hidroksida, kalsium hipoklorit, klorin
dioksida, hidrogen peroksida dan sodium peroksida. Setelah penambahan filter
dan pewarna, bubur kertas dibuat menjadi kertas.