Anda di halaman 1dari 177

PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN, KEPERCAYAAN DAN RISIKO

TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN E-BANKING

PADA PT BANK BNI SYARIAH KC YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E.)

DISUSUN OLEH

MUAMAR AZIZI
NIM: 213-12-016

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SALATIGA

2016
0
PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN, KEPERCAYAAN DAN RISIKO

TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MENGGUNAKAN E-BANKING

PADA PT BANK BNI SYARIAH KC YOGYAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat

Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

DISUSUN OLEH

MUAMAR AZIZI
NIM: 213-12-016

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

SALATIGA

2016
i
ii
iii
iv
v
vi

MOTTO

Saya datang, saya bimbingan, saya ujian, saya revisi dan

saya menang

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka

apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan

sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada

Tuhanmulah hendaknya kamu berharap

(Qs. Al Insyirah: 5-8)


vii

VI
PERSEMBAHAN

Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT atas rahmat, hidayah dan

inayah-Nya, serta dengan penuh cinta dan sayang skripsi ini saya

persembahkan kepada:

1. Allah SWT yang telah memberikan kelancaran, dan kemudahan dalam

melakukan penulisan skripsi ini.

2. Kedua Orang Tuaku, Bapak Slamet Robani dan Ibu Siti Rofiqoh serta

kakakku Chikmatun Fatmawati dan adekku Muamar Qaddafi tercinta yang

selalu memberikan motivasi dan doa untukku.

3. Teman-teman angkatan 2012 khususnya yang membantu proses

terselesaikannya skripsi ini.

4. Almamater ku S1 fakultas ekonomi dan bisnis islam yang kubanggakan.


viii

VII
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan

rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nyalah penyusun dapat menyelesaikan

Skripsi yang berjudul Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kepercayaan, dan

Risiko Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan E-banking Pada PT Bank

BNI Syariah KC Yogyakarta.

Penulisan Skripsi ini dapat selesai berkat kerja sama, bimbingan dan

dorongan dari berbagai pihak, oleh karenanya penulis mengucapkan terima

kasih kepada:

1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. selaku Rektor Institut Agama Islam

Negeri Salatiga.

2. Dr. Anton Bawono, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Islam IAIN Salatiga dan Dosen Pembimbing yang telah bersedia

meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk memberikan pengarahan dan

bimbingan dalam menyusun skripsi ini.


ix

3. Fetria Eka Yudiana, S.E. M.Si, selaku Ketua Jurusan Perbankan Syariah

S1.

4. Segenap Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN

Salatiga, yang telah membekali berbagai ilmu pengetahuan , sehingga


VIII
penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini.

5. Ibu Aprilina Pitra Ardiati selaku Branch Manager, Ibu Prita Sari Dewi

selaku Adminitration Assistant dan seluruh karyawan PT Bank BNI

Syariah KC Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan penelitian di

PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta.

6. Kak Andina Fistammy selaku Cash Office Manager, Kak Primada Selvy

N.H selaku Customer Service, Kak Gusti Aji Damarjati selaku Teller PT

Bank BNI Syariah KK PKU Muhammadiyah Yogyakarta, serta Kak Anis

Hajizah selaku Operational Assistant dan Kak Agus Wijayanto selaku

karyawan PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta yang telah banyak

memberikan ilmu pengetahuan dan mendorong serta memberikan bantuan

kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

7. Kedua orang tuaku, Bapak Slamet Robani dan Ibuku Siti Rofiqoh serta

kakakku Chikmatun Fatmawati dan adikku Muamar Qaddafi yang tak

henti-hentinya memberikan dorongan, motivasi dan mendoakan.


x

8. Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis

dalam menyelesaikan skripsi ini.

Semoga atas bantuan semua tersebut akan mendapatkan limpahan berkah

dari Allah SWT.


IX

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan

Skripsi ini, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demi

bertambahnya pengetahuan dan wawasan Penulis.

Harapan penulis semoga Skripsi ini berguna bagi para pembaca.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Salatiga, 18 Juli 2016


Penulis

Muamar Azizi
xi

ABSTRAK
X

Azizi, Muamar. 2016. Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kepercayaan dan Risiko


terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan Menggunakan E-banking pada
PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam, Jurusan Perbankan Syariah S1, Institut Agama Islam Negeri Salatiga.
Pembimbing: Dr. Anton Bawono, M.Si.
Electronic banking (e-banking) merupakan suatu aktivitas layanan perbankan
dimana layanan ini menggabungkan antara sistem informasi dan teknologi. Layanan
ini banyak memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Kemudahan yang
diberikan sistem teknologi tidak lepas dari kepercayaan yang diberikan oleh nasabah.
Selain itu, e-banking juga mempunyai risiko salah satunya risiko yang dilakukan
oleh pelaku cyber.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada pengaruh persepsi
kemudahan, kepercayaan dan risiko terhadap keputusan menggunakan produk
layanan e-banking. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nasabah PT
Bank BNI Syariah KC Yogyakarta dalam satu semester dengan jumlah 696 nasabah.
Sampel yang digunakan sebagai objek dalam penelitian ini sejumlah 127 nasabah.
Teknik pengumpulan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling,
yaitu pengambilan sampel berdasarkan kapasitas dan kapabelitas atau
kompeten/benar-benar paham di bidangnya diantara anggota populasi. Teknik analisis
data dilakukan dengan metode regresi linier berganda dengan uji statistik terlebih
dahulu. Uji statistik terdiri dari uji ttest, Ftest, koefisien determinasi (R2). Pengolahan
data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistic 20.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persamaan regresi linear berganda Y =
8,801 + 0,179X1 + 0.353X2 + 0.308X3. Hasil uji ttest menunjukkan bahwa variabel
persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap memutuskan
menggunakan e-banking, variabel kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap memutuskan menggunakan e-banking, dan variabel risiko yang semakin
kecil berpengaruh positif dan signifikan terhadap memutuskan menggunakan e-
banking. Uji Ftest menunjukkan bahwa F hitung 32.998 dengan nilai signifikansi
0.000. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, kepercayaan, risiko secara
bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan menggunakan e-banking. Sedangkan
hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,432 ini berarti kontribusi variasi variabel
independen (persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko) mampu menjelaskan
xii

variasi variabel dependen (e-banking) sebesar 43,2% sedangkan sisanya sebesar


56,8% dijelaskan variasinya oleh variabel di luar model penelitian.
Kata Kunci: Persepsi Kemudahan, Kepercayaan, Risiko, E-banking

XI
xiii

DAFTAR ISI

SAMPUL ..................................................................................................... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................... iii

PENGESAHAN KELULUSAN ................................................................. iv

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ................................................... v

MOTTO ....................................................................................................... vi

PERSEMBAHAN ....................................................................................... vii

KATA PENGANTAR ................................................................................. viii

ABSTRAK .................................................................................................. xi

DAFTAR ISI ............................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ...................................................................................... . xvii

DAFTAR GAMBAR .................................................................................. xix

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... xx

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .... ...................................................... 1

B. Rumusan Masalah ........................ ............................................ 10

C. Tujuan Penelitian .................................................................... 11

XII
xiv

D. Manfaat Penelitian ................................................................... 12

E. Sistematika Penulisan .............................................................. 13

BAB II LANDASAN TEORI

A. Telaah Pustaka ....................................................................... 15

B. Kerangka Teori ...................................................................... 20

1. Bank Syariah ................................................................. 20

2. Teori Pemasaran ............................................................ 22

3. Perilaku Konsumen ....................................................... 24

4. Perilaku Konsumen Dalam Islam ................................... 27

5. Persepsi Kemudahan ...................................................... 30

6. Kepercayaan ................................................................. 33

7. Risiko ............................................................................. 37

8. Electronic Banking (E-banking) ..................................... 40

C. Kerangka Penelitian ................................................................ 45

D. Hipotesis ............................................................................... 47

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian .................................................................... 53

B. Lokasi Penelitian Dan Waktu Penelitian ................................. 53

C. Populasi Dan Sampel .............................................................. 54

D. Teknik Pengumpulan Data ..................................................... 56

E. Skala Pengukuran .................................................................. 58

XII
xv

F. Definisi Konseptual Dan Definisi Operasional ......................... 58

G. Uji Instrumen Penelitian .......................................................... 62

H. Alat Analisis .......................................................................... 64

BAB IV ANALISIS DATA

A. Deskripsi Obyek Penelitian .................................................... 75

1. Identitas Obyek Penelitian .............................................. 75

2. Sejarah PT Bank BNI Syariah ........................................ 75

3. Visi dan Misi PT Bank BNI Syariah .............................. 79

4. Struktur Organisasi PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta ..................................................................... 80

B. Gambaran Umum Responden ................................................. 82

1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............... 83

2. Profil Responden Berdasarkan Status Pernikahan ............ 83

3. Profil Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir ....... 84

4. Profil Responden Berdasarkan Penghasilan Perbulan ..... 85

5. Profil Responden Berdasarkan Layanan E-banking .......... 86

C. Analisa Data .......................................................................... 86

1. Hasil Uji Instrumen ...................................................... 86

a. Uji Reabilitas ........................................................... 87

b. Uji Validitas ........................................................... 88

2. Hasil Uji Kecocokan Model ....................................... 89

XIV
xvi

a. Uji ttest .................................................................... 89

b. Uji Ftest .................................................................... 92

c. Uji R2 ....................................................................... 92

3. Hasil Uji Asumsi Klasik ................................................. 93

a. Uji Multikolinieritas ................................................ 94

b. Uji Heteroskedastisitas ............................................ 95

c. Uji Normalitas ......................................................... 97

d. Uji Linieritas ........................................................... 98

D. Pengujian Hipotesis ................................................................. 99

E. Pembahasan ............................................................................. 101

1. Pengaruh Kemudahan Terhadap Keputusan Nasabah

Menggunakan Produk Layanan E-banking ..................... 102

2. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Keputusan

Nasabah Menggunakan Produk Layanan E-banking....................103

3. Pengaruh Risiko Terhadap Keputusan Nasabah

Menggunakan Produk Layanan E-banking ..................... 105

4. Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kepercayaan dan

Risiko Secara Bersama-sama Terhadap Keputusan

Nasabah Menggunakan Produk Layanan E-banking...................... 107

XV
xvii

5. Pengaruh Variabel Persepsi Kemudahan Paling

Dominan Terhadap Keputusan Nasabah

Menggunakan E-banking .. 110

BAB V PENUTUP ............................................................................... 111

A. Kesimpulan ............................................................................ 111

B. Saran ...................................................................................... 113

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 114

LAMPIRAN

XVI
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Research Gap....................................................................... 15

Tabel 3.1 Rencana Kegiatan Penelitian ............................................... 54

Tabel 3.2 Pembobotan Nilai untuk Jawaban Responden

Terhadap Kuisioner ............................................................. 58

Tabel 4.1 Jenis Kelamin Responden .................................................... 83

Tabel 4.2 Status Pernikahan................................................................. 83

Tabel 4.3 Pendidikan Terakhir ............................................................. 84

Tabel 4.4 Penghasilan Perbulan ........................................................... 85

Tabel 4.5 Layanan E-banking .............................................................. 86

Tabel 4.6 Hasil Uji Reliabilitas Data ................................................... 87

Tabel 4.7 Hasil Uji Validitas Data ....................................................... 88

Tabel 4.8 Hasil Uji ttest ......................................................................... 90

Tabel 4.9 Hasil Uji Ftest ........................................................................ 92

Tabel 4.10 Hasil R2 ................................................................................ 93

Tabel 4.11 Hasil R2 (Koefisien determinasi majemuk) regresi utama... 94

xvii
XVI
I
xviii

Tabel 4.12 Perbandingan R2 dan r2 ........................................................ 95

Tabel 4.13 Hasil Uji Heteroscedasticity (Metode Glejser) .................... 96

Tabel 4.14 Hasil Uji Normalitas ............................................................ 98

Tabel 4.15 Hasil Uji Linieritas .............................................................. 99

XVIII
xix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Penelitian ............................................................. 46

Gambar 4.1 Logo PT Bank BNI Syariah ................................................. 75

Gambar 4.2 Struktur Organisasi PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta 2016 .................................................................. 80

XIX
xx

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I Curriculum Vitae

Lampiran II Kuesioner Penelitian

Lampiran III Tabulasi Jawaban Karakteristik Nasabah

Lampiran IV Hasil Analisis Data

XX
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Mendengar kata bank sebenarnya tidak asing lagi bagi kita, terutama yang

hidup di perkotaan. Bahkan, di pedesaan sekalipun saat ini kata bank bukan

merupakan kata yang asing dan aneh. Menyebut kata bank setiap orang selalu

mengaitkannya dengan uang sehingga selalu saja ada anggapan bahwa yang

berhubungan dengan bank selalu ada kaitannya dengan uang. Hal ini tidak

salah karena bank memang merupakan lembaga keuangan atau perusahaan

yang bergerak dibidang keuangan. Sebagai lembaga keuangan bank

menyediakan berbagai jasa keuangan. Di negara-negara maju bank bahkan

sudah merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat setiap kali bertransaksi.

Dalam bahasan manajemen perbankan (Darmawi, 2011: 1), perbankan

sendiri diartikan salah satu badan usaha finansial yang menghimpun dana dari

masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat

dalam bentuk kredit dan/atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka

meningkatkan hidup masyarakat banyak. Lembaga perbankan Indonesia

terdiri atas Bank Sentral, Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat.

Di zaman sekarang perkembangan teknologi begitu pesat. Perkembangan

teknologi membuat kebutuhan manusia terhadap informasi semakin

kompleks. Hal ini terlihat dari mulai banyaknya perusahaan yang


1
2

mengoptimalkan usahanya melalui teknologi informasi untuk dapat bertahan

dan menang dalam persaingan di pasar global.

Persaingan yang ketat menuntut perusahaan untuk melihat berbagai

kesempatan yang ada mencari strategi untuk menarik konsumen baru dan

mempertahankan konsumen lama. Perusahaan harus mampu membaca

peluang dan ancaman yang ada dan memiliki strategi serta perencanaan yang

baik agar dapat bertahan di tengah persaingan.

Bank merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Sistem informasi dan teknologi telah diterapkan di industri perbankan dan

hasilnya sukses luar biasa. Salah satu hasil dari kemajuan sistem informasi di

bidang perbankan adalah lahirnya e-banking. Pada awalnya e-banking atau

electronic banking hanya digunakan oleh para pebisnis, tetapi akhir-akhir ini

banyak digunakan oleh nasabah bank pada umumnya. Hal tersebut

menunjukkan betapa mudahnya penggunaan e-banking sehingga banyak yang

menggunakan.

Pola transaksi yang masyarakat ketahui adalah sistem pelayanan bank

pada umumnya. Dimana pola transaksinya tidak jauh dengan penulisan data

terlebih dahulu, mengantri, tatap muka langsung atau dengan kata lain

transaksi secara langsung antara nasabah dengan teller bank yang

membutuhkan waktu tidak sedikit. Sehingga layanan e-banking diberikan oleh

bank dengan tujuan memberikan kemudahan kepada para nasabah. Salah satu

alasan munculnya e-banking adalah karena kesibukan serta kebutuhan


3

manusia yang semakin meningkat, di mana diperlukan sesuai yang lebih

praktis dan tidak terlalu membuang waktu lama.

Kebanyakan dari pelanggan, terutama pada nasabah bank menginginkan

suatu pelayanan yang bersifat simple dan praktis. Atau dengan kata lain, para

nasabah dapat bertransaksi tanpa harus mencatat terlebih dahulu serta tanpa

membuang banyak waktu untuk mengantri pada barisan. Pelayanan yang

manual seperti itu dirasa kurang efisien dan praktis. Oleh karena itu,

diciptakan sebuah sistem yang akan membantu pelayanan dengan

menggunakan telepon selular dan internet. Nasabah bank tidak perlu lagi

repot-repot untuk mengantri dan membuat catatan pada saat membutuhkan

pelayanan.

Perpaduan antara teknologi telepon selular dengan teknologi internet

belakangan ini semakin marak dibahas. Telepon selular, saat ini banyak

digunakan untuk mendapatkan informasi serta berbagai layanan yang

dibutuhkan oleh konsumen. Maraknya pengguna teknologi canggih di sektor

perbankan dipastikan akan mengubah pola transaksi. Bank yang tadinya lebih

banyak disibukkan oleh transaksi yang berkaitan dengan uang tunai,

penarikan dan atau penyetoran uang akan menjadi lebih praktis dan cepat

tanpa harus repot-repot untuk antri dan menulis setoran.

Elektronik banking merupakan layanan perbankan yang meliputi Internet

Banking, mobile banking, sms banking dan phone banking. Fasilitas yang

disediakan perusahaan perbankan melalui benda elektronik misal: handphone,


4

computer, dan telephone untuk mengganti kebutuhan bertransaksi yang

biasanya dilakukan oleh ATM. Dengan kata lain, nasabah dapat melakukan

transaksi perbankan melalui handphone ataupun internet seperti transaksi

dimesin ATM. Electronik banking membuka paradikma baru, struktur baru

dan strategi bagi retail bank, dimana bank menghadapi keremapatan dan

tantangan yang baru (Amanullah, 2014: 5).

Menurut Harlan (2014: 16) e-banking dapat didefinisikan sebagai jasa dan

produk bank secara langsung kepada nasabah melalui elektronik, saluran

komunikasi interaktif. E-banking meliputi sistem yang memungkinkan

nasabah bank, baik individu ataupun bisnis untuk mengakses rekening,

melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank

melalui jaringan pribadi atau public, termasuk internet. Nasabah dapat

mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti computer/PC,

laptop, PDA, ATM atau telephone.

Perkembangan teknologi yang begitu pesat telah mempengaruhi

perkembangan aktivitas baik ekonomi maupun sosial masyarakat, termasuk

aktivitas dan transaksi keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Perkembangan teknologi internet diadopsi oleh industri perbankan untuk

meningkatkan pelayanan, peluang ini juga digunakan oleh bank-bank yang

ada di Indonesia, baik bank syariah ataupun bank konvensional. Hal ini

dikarenakan media internet merupakan suatu inovasi yang cukup memberikan

peluang dan menantang dalam pengembangannya. Perkembangan pelayanan


5

yang dilakukan perbankan berbasis teknologi dalam bentuk electronic banking

saat ini menjadi perhatian utama dan senjata yang revolusioner strategis

operasional bank untuk menyampaikan maupun untuk persaingan antar bank

(Aidi, 2015: 2).

E-banking merupakan salah satu hasil pengembangan teknologi yang

digunakan dalam domain komersial. E-banking ini mengkombinasikan

teknologi informasi dan aplikasi bisnis secara bersama. Dengan adanya e-

banking, nasabah bisa mendapatkan layanan perbankan 24 jam sehari tanpa

harus mendatangi kantor cabang bank untuk transaksi personal (Muasyaroh,

2014: 3). Dengan fasilitas ini, setiap orang memiliki ponsel dapat dengan

mudah bertansaksi dimana saja dan kapan saja. Hal ini membuat bank

menyediakan fasilitas sms banking, internet banking dan phone banking demi

mendapatkan kepuasan dalam menggunakan berbagai macam produk dan jasa

yang diberikan oleh pihak bank.

Pelayanan yang ditawarkan oleh lembaga perbankan diantaranya

kemudahan dalam melakukan transaksi. Namun juga kemudahan dan efisiensi

yang diberikan oleh layanan e-banking tidak serta merta menjamin

keamanannya. Oleh karena itu, persoalan tentang risiko menjadi hal yang

sangat penting untuk diantisipasi. Banyak juga kejahatan yang terjadi melalui

e-banking. Berikut ini cyber crime di dunia dari tahun ke tahun, seperti dikutip

dari Koran Sindo Kamis (16/4/2015). Pada Maret 2012, seorang hacker Rusia

dijatuhi hukuman dua tahun penjara Amerika Serikat (AS) atas aksinya
6

membobol ratusan rekening bank dengan malware Zeus. Dia berhasil

mengeruk uang sebesar US$3 juta dari beberapa kali peretasan. Pada Mei

2013, sekelompok hacker yang beroperasi di 26 negara menerobos keamanan

data base kartu kredit AS dan mengeruk uang jutaan dolar. Serangan kedua,

mereka berhasil membobol dana Bank Muscat (Oman) senilai US$45 juta.

Pada Februari 2015, carbanak merupakan geng kriminal yang diisi orang-

orang Ukraina, Rusia, China dan beberapa negara lain membobol 100

lembaga keuangan di 30 negara sejak 2013. Dari serangkaian aksi itu, singkat

hacker ini telah mengumpulkan uang hingga US$1 miliar.

Risiko sendiri diartikan suatu keadaan uncertainty yang dipertimbangkan

orang untuk memutuskan atau tidak melakukan transaksi secara online.

Orang-orang benar-benar mempertimbangkan jarak dan suasana impersonal

dalam transaksi online dan infrastruktur global yang banyak mengandung

risiko. Risiko didefinisikan sebagai perkiraan subyektif konsumen untuk

menderita kerugian dalam menerima hasil diinginkan menurut Pavlou (dalam

Amijaya, 2010: 15). Menurut Sjoberg (dalam Andriyanto, 2014: 50) persepsi

risiko adalah penaksiran subyektif mengenai probabilitas tipe yang

kekhawatiran akan konsekuensi yang ditimbulkan. Persepsi risiko mencakup

evaluasi kemungkinan atas konsekuensi dari akibat yang negative.

Adanya tindak kejahatan seperti ini bisa jadi menimbulkan keraguan atau

ketidak percayaan nasabah terhadap perbankan. Terkait dengan kejahatan

cyber yang terjadi di dunia termasuk Negara Indonesia saat ini adalah tingkat
7

keamanan, yang meliputi rasa aman secara fisik, secara finansial dan rahasia

yang dapat dijamin perusahaan.

Faktor kepercayaan merupakan faktor yang memberi pengaruh terhadap

penerimaan e-banking sehingga bank harus membentuk sikap yang positif

yang dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap teknologi yang

diterapkan (Tjini dan Baridwan, 2011: 5). Ketika suatu bank mampu

memberikan keamanan bagi nasabahnya maka kepercayaan akan diperoleh

dari nasabah. Kepercayaan terhadap suatu sistem layanan e-banking akan

menentukan keputusan konsumen untuk melakukan sistem ini.

Menurut Sari (2013: 21) persepesi kepercayaan adalah kepekaan individu

terhadap nilai-nilai yang di bagi antar pihak kedua pihak yang sifatnya

menguntungkan bagi kedua pihak, jadi kepercayaan terhadap e-banking

merupakan proses pertukaran nilai-nilai antara bank dengan nasabahnya yang

nilai-nilai ini menguntungkan bagi pihak bank manapun bagi pihak nasabah.

Persepsi kepercayaan menurut Al (2003) dalam Harlan (2014: 26) adalah

individual-individual membentuk kepercayaan-kepercayaan mengenai

teknologi informasi selain dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, dan

institusional dimana mereka berinteraksi. Dengan demikian, kepercayaan

terhadap teknologi informasi merupakan kepercayaan sentral yang dibentuk

dan dipengaruhi oleh faktor-faktor individual, sosial, dan intitusional.

Sedangkan menurut (Bella, 2014: 7) kepercayaan didefinisikan sebagai

kemauan seseorang untuk peka terhadap tindakan orang lain berdasarkan pada
8

harapan bahwa orang lain akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang

mempercayainya, tanpa tergantung pada kemampuannya untuk mengawasi

dan mengendalikannya. Dengan kata lain, kepercayaan akan mengukur

apakah seseorang mempercayai pihak lain sebagai pihak yang dapat

dipercaya.

Kemudahan penggunaan mampu mengurangi usaha seseorang baik waktu

maupun tenaga untuk mempelajari system atau teknologi karena individu

yakin bahwa system atau teknologi tersebut mudah untuk dipahami. Intensitas

penggunaan dan interaksi antara pengguna (user) dengan system juga dapat

menunjukkan kemudahan penggunaan. System yang lebih sering digunakan

menunjukkan bahwa system tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan

dan lebih mudah digunakan oleh penggunanya (Cahaya, 2014: 27).

Sedangkan, menurut Widjana dalam Andriyanto (2014: 43) menyatakan

bahwa persepsi kemudahan penggunaan berarti keyakinan individu bahwa

menggunakan sistem teknologi informasi tidak akan merepotkan usaha yang

besar pada saat digunakan (free of effort).

Dalam penelitian ini, produk yang dimaksud adalah e-banking atau biasa

disebut elektronic banking. Adapun promosi yang dimaksud adalah promosi

e-banking dimana PT Bank BNI Syariah biasanya mempromosikan e-banking

langsung kepada nasabah yang akan membuka rekening atau pada saat

bertanya pada customer service mengenai produk maupun layanan yang ada di

PT Bank BNI Syariah. Aktivasi layanan e-banking dapat melalui bantuan


9

customer service bank tersebut. Sehingga semakin baiknya layanan e-banking,

maka nasabah pun akan memutuskan menggunakan fasilitas tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi khususnya

teknologi informasi memaksa industri perbankan untuk memformulasi ulang

strategi teknolgi informasi yang mereka terapkan untuk tetap bisa bersaing.

Nasabah sekarang menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar layanan

perbankan. Salah satu bank yang memiliki fasilitas e-banking adalah PT Bank

BNI Syariah. PT Bank BNI Syariah adalah bank yang mengkombinasikan

antara idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani dalam operasinya. Slogan dari

PT Bank BNI Syariah adalah memberikan yang terbaik sesuai kaidah.

Selain itu setiap tahunnya mendapatkan banyak penghargaan. Antara lain

dalam Indonesian Corporate Secretary Communication Award 2016 The

Best Website for Indonesian Syariah Bank Company, Anugerah Perbankan

Indonesia 2015 Peringkat I Risk Management, BestSyariah 2014 Kategori

Bank Syariah Aset Lebih Dari 10 T dalam Majalah Investor, Delivering

Positive Customer Experience-Excellent Service Experience Award 2013 dan

lain-lainnya.

Sedangkan tarif e-banking berbeda-beda tergantung transaksi yang

dilakukan atau sesuai keperluan nasabah. Sehinga semakin murah tarif yang

ditawarkan, maka nasabah cenderung berminat menggunakan e-banking. Dan

begitu sebaliknya, semakin mahal tarif sebuah produk, maka nasabah

cenderung tidak berminat menggunakan.


10

Sebagai salah satu faktor penentu dalam pemasaran, teknologi memiliki

peranan yang sangat penting dalam meraih pelanggan. Semakin mudah

informasi mengenai suatu produk didapat akan semakin meningkatkan

peluang untuk meraih pelanggan dan semakin meningkatkan kesadaran

masyarakat akan suatu produk.

Bagi nasabah, keputusan untuk menggunakan jasa tentunya didasarkan

pada berbagai pertimbangan. Sebuah premis dasar dalam teori perilaku

nasabah adalah bahwa masyarakat cenderung untuk memilih barang atau jasa

yang memberikan nilai paling tinggi.

Berangkat dari latar belakang masalah diatas maka peneliti mencoba

mencari faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam

menggunakan e-banking. Oleh karena itu, judul yang diambil dalam penelitian

ini yaitu PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN, KEPERCAYAAN

DAN RISIKO TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH

MENGGUNAKAN E-BANKING PADA PT BANK BNI SYARIAH KC

YOGYAKARTA.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diperoleh rumusan

sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh persepsi kemudahan terhadap keputusan nasabah

menggunakan produk layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta?
11

2. Bagaimana pengaruh kepercayaan terhadap keputusan nasabah

menggunakan produk layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta?

3. Bagaimana pengaruh risiko terhadap keputusan nasabah menggunakan

produk layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta?

4. Bagaimana pengaruh secara bersama-sama antara kemudahan,

kepercayaan dan risiko terhadap keputusan nasabah menggunakan produk

layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta?

C. Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini ada empat yang ingin dicapai dalam penelitian ini,

adalah:

a. Untuk mengetahui pengaruh kemudahan terhadap keputusan nasabah

menggunakan produk layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta.

b. Untuk mengetahui pengaruh kepercayaan terhadap keputusan nasabah

menggunakan produk layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta.

c. Untuk mengetahui pengaruh risiko terhadap keputusan nasabah

menggunakan produk layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta.
12

d. Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama antara kemudahan,

kepercayaan dan risiko terhadap keputusan nasabah menggunakan produk

layanan e-banking PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi Akademisi, yaitu:

a) Dapat memberikan manfaat berupa tambahan kepustakaan/referensi

mengenai masalah seputar e-banking.

b) Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan pemikiran dalam

meningkatkan strategi pemasaran di masa mendatang.

c) Dapat memberikan kontribusi terhadap literature manajemen

pemasaran.

d) Diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam

pengembangan ilmu ekonomi Islam kedepan, khususnya perbankan

syariah.

2. Bagi Perusahaan

a) Diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pengambil

keputusan di bidang perbankan dalam mengelola sistem layanan e-

bangking dalam meningkatkan privacy nasabahnya agar nasabah

semakin yakin dan percaya pada layanan e-bangking terutama pada

nasabah PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta.


13

b) Diharapkan dapat memberikan informasi kepada pihak bank yang

berkenaan dengan peningkatan dengan peningkatan kualitas layanan e-

banking.

3. Bagi Penulis

a) Menyelesaikan salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana.

b) Sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu yang didapat saat kuliah

dan penerapan dalam praktek nyata.

E. Sistematika Penulisan

Sistematika pembahasan ini bertujuan untuk menggambarkan alur

pemikiran penulis dari awal hingga kesimpulan akhir. Adapun rencana

sistematika pembahasan dari awal hingga akhir kesimpulan adalah sebagai

berikut:

BAB I PENDAHULUAN, Bab ini terdiri dari latar belakang masalah,

rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sitematika

pembahasan.

BAB II LANDASAN TEORI, Bab ini terdiri dari landasan teori,

telaah pustaka, kerangka pikir, hipotesis

BAB III METODE PENELITIAN, Bab ini terdiri dari jenis

penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel, devinisi variabel penelitian,

metode pengumpulan data, instrumen penelitian, teknik analisis data.


14

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN, Bab ini

berisikan penyajian data-data dari lapangan atau berupa dokumen-dokumen

yang dianalisis setelah melakukan penelitian

BAB V PENUTUP, Bab ini memaparkan kesimpulan, dan saran dari

hasil analisis data yang berkaitan dengan penelitian.


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Telaah Pustaka

Penelitian terdahulu merupakan kumpulan hasil-hasil penelitian yang

telah dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu dan mempunyai kaitan dengan

penelitian yang akan dilakukan. Hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan

pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko terhadap keputusan

nasabah menggunakan electronic banking telah diteliti pada berbagai

penelitian terdahulu.

Guna mendukung penelitian dengan penelitian sebelumnya, berikut

akan dibahas beberapa penelitian yang terkait dengan penelitian penulis yang

berjudul pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta.

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

Isu: Pengaruh persepsi kemudahan terhadap keputusan nasabah


menggunakan e-banking.
Penelitian Terdahulu:
Terdapat persamaan hasil penelitian pengaruh persepsi kemudahan
terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking
Pengaruh persepsi Andriyanto, 2014 Hasil penelitian ini ditemukan
kemudahan terhadap terdapat pengaruh positif dan
keputusan nasabah signifikan persepsi kemudahan
15
16

menggunakan e- terhadap minat menggunakan


banking. rekening ponsel pada nasabah
CIMB Niaga Daerah Istimewa
Yogyakarta.
Cahyo, 2014 Hasil penelitian ini ditemukan
terdapat pengaruh positif
persepsi kemudahan
penggunaan terhadap
penggunaan online banking
pada mahasiswa S1 Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri
Yogyakarta.

Amijaya, 2010 Penelitian ini menyatakan


bahwa variabel kemudahan
dalam penggunaan
berpengaruh positif terhadap
minat ulang nasabah
menggunakan internet banking.
Harlan, 2014 Penelitian ini menyimpulkan
bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan
kemudahan penggunaan
terhadap minat bertransaksi
menggunakan electronic
banking pada UMKM di kota
Yogyakarta.
Istiarni, 2014 Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa persepsi
kemudahan penggunaan
berpengaruh tidak langsung
terhadap minat penggunaan
berulang internet banking dan
berpengaruh langsung terhadap
sikap penggunaan internet
banking.
17

Isu: Pengaruh kepercayaan terhadap keputusan nasabah menggunakan e-


banking
Penelitian Terdahulu:
Terdapat persamaan hasil penelitian pengaruh kepercayaan terhadap
keputusan nasabah menggunakan e-banking.
Pengaruh Saputro, 2013 Penelitian ini menyatakan
kepercayaan bahwa terdapat pengaruh
terhadap keputusan positif dan signifikan pada
nasabah kepercayaan terhadap minat
menggunakan e- menggunakan internet banking
banking pada nasabah Bank Mandiri
Yogyakarta.
Andriyanto, 2014 Penelitian ini menyatakan
bahwa terdapat pengaruh
positif dan signifikan
kepercayaan terhadap minat
menggunakan rekening ponsel
pada nasabah CIMB Niaga
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sari, 2013 Penelitian ini ditemukan
tedapat kepercayaan
berpengaruh positif dan
signifikan terhadap
penggunaan electronic banking
pada mahasiswa S1 Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri
Yogyakarta.
Cahyo, 2014 Hasil penelitian ini menyatakan
bahwa terdapat pengaruh
positif kepercayaan terhadap
penggunaan online banking
pada mahasiswa S1 Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri
Yogyakarta.
Susanti, 2015 Hasil penelitian menunjukkan
secara parsial, variabel persepsi
kepercayaan berpengaruh
18

signifikan pada alpha 5%


terhadap minat menggunakan
mobile banking.
Isu: Pengaruh risiko terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking
Penelitian Terdahulu:
Terdapat perbedaan hasil penelitian pengaruh risiko terhadap keputusan
nasabah menggunakan e-banking.
Pengaruh risiko Sakti, 2013 Penelitian ini terdapat
terhadap keputusan pengaruh yang signifikan yaitu
nasabah risiko berpengaruh pada minat
menggunakan e- nasabah bank dalam
banking menggunakan ATM.
Pertiwi, 2013 Pada penelitian ini
menunjukkan bahwa variabel
persepsi risiko mempunyai
pengaruh terhadap kepercayaan
nasabah dalam menggunakan
internet banking. Hal ini
menunjukkan bahwa unsure
risiko seperti kehilangan
financial, kehilangan waktu
dan sebagainya terbukti
mempengaruhi persepsi risiko
terhadap kepercayaan nasabah
dalam menggunakan internet
banking.
Harlan, 2014 Dalam penelitian ini
menyatakan bahwa terdapat
negatif signifikan risiko
persepsian terhadap minat
bertransaksi menggunakan
electronic banking pada
UMKM di kota Yogyakarta.
Amijaya, 2014 Dalam penelitian ini
menyatakan bahwa variabel
risiko berpengaruh positif
terhadap minat ulang nasabah
19

dalam menggunakan internet


banking pada nasabah Bank
BCA.
Susanti, 2015 Menyatakan bahwa terdapat
persepsi risiko berpengaruh
signifikan terhadap minat
menggunakan mobile banking.
Sumber: Andriyanto (2014), Cahyo (2014), Amijaya (2010), Harlan (2014),
Istiarti (2014), Saputro (2013), Sari (2013), Susanti (2015), Sakti (2013),
Pertiwi ( 2013),
Hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh persepsi

kemudahan terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking telah diteliti

pada berbagai penelitian terdahulu. Diantaranya yang dilakukan oleh

Andriyanto (2014), menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif dan

signifikan persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan rekening ponsel

pada nasabah CIMB Niaga Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini

menunjukkan semakin meningkat persepsi kemudahan mengakibatkan minat

menggunakan rekening ponsel juga akan tinggi, begitu pula dengan persepsi

kemudahan yang semakin rendah maka minat menggunakan rekening ponsel

akan menurun.

Perbedaan penelitian terdahulu yaitu penelitian ini menggabungkan

beberapa variabel yakni kemudahan, kepercayaan, risiko dan e-banking. Serta

terletak pada objek penelitian. Objek yang diambil adalah PT Bank BNI

Syariah KC Yogyakarta. Karena BNI Syariah banyak memiliki keunggulan,

yaitu:
20

1. BNI Syariah Card Silver sebagai kartu ATM pada jaringan ATM (ATM

BNI, ATM Bersama, ATM Link, ATM Prima & Cirrus) dan kartu

belanja (Debit Card) di merchant berlogo MasterChard di seluruh dunia.

2. Dapat melakukan transaksi di counter teller BNI Konvensional dan BNI

Syariah seluruh Indonesia.

Dan alasan mengambil objek penelitian di BNI Syariah KC

Yogyakarta karena BNI Syariah KC Yogyakarta merupakan satu dari lima

kota di Indonesia yang mengawali operasional PT Bank BNI Syariah.

Tercatat BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta sudah beroperasi sejak

tanggal 29 April 2000. Pada akhir tahun 2015 aset produktif BNI Syariah

Cabang Yogyakarta sudah mencapai 480 miliar dan dapat menghasilkan

keuntungan sebesar 168 miliar. Diperkirakan aset dan keuntungan BNI

Syariah KC Yogyakarta akan bertambah hingga akhir tahun 2016 dengan

bantuan dari kantor cabang dan kantor kas yang tersebar di wilayah Provinsi

D.I. Yogyakarta. Oleh karena itu, maka perlu untuk diteliti.

B. Kerangka Teori

1. Bank Syariah

Di Indonesia berbagai macam lembaga keuangan salah satunya bank.

Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam

bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk dan

atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup


21

banyak orang. Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa kegiatan

perbankan adalah menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat ke

masyarakat.

Dalam perkembangannya, perbankan berusaha untuk memenuhi

kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Salah satunya munculnya

perbankan syariah. Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan

usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jesnisnya terdiri atas

Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (UU

Republik Indonesia No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah pasal

1 ayat 7).

Menurut Muhammad (2005: 78-80), dalam menjalankan aktivitasnya,

Bank Syariah menganut prinsip-prinsip sebagai berikut:

a. Prinsip Keadilan

Adanya sistem operasioanal profit and loss sharing system ini

yang menjadikan perbedaan antara bank syariah dan bank

konvensional. Perbedaan ini Nampak jelas bahwa dalam sistem bagi

hasil terkandung dimensi keadilan dan pemerataan.

b. Prinsip Kesederajatan

Prinsip kesederajatan tercemin dalam hak, kewajiban, risiko dan

keuntungan yang berimbang antara nasabah penyimpan dana, nasabah

pengguna dana, maupun bank. Selain itu konsep syariah mengajarkan


22

menyangga usaha secara bersama, baik dalam membagi keuntungan

maupun kerugiannya.

c. Prinsip Ketentraman

Tujuan pendirian bank syariah salah satunya adalah menciptakan

keseimbangan sosial ekonomi masyarakat agar mencapai

ketentraman. Oleh karena itu, produk-produk bank syariah harus

mencerminkan world view Islam atau sesuai dengan prinsip dan

kaidah muamalah Islam.

2. Teori Pemasaran

Pemasaran adalah suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses

untuk menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberikan nilai kepada

pelanggan dan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang

menguntungkan organisasi (Kotler, 2009: 5). Pemasaran juga dapat

dikatakan sebagai proses sosial dan manajerial yang membuat seseorang

dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan.

Terdapat dua jenis dalam suatu sistim pemasaran, yaitu pemasaran barang

dan pemasaran jasa. Dalam penelitian ini, difokuskan pada sistim

pemasaran jasa.

Jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh

suatu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak

mengakibatkan kepemilikan apapun (Kotler, 2001: 11). Jasa juga tidak


23

dapat juga tidak dapat dilihat, namun dapat dirasakan. Sehingga jasa

yang diberikan diharapkan memberikan pelayanan yang baik bagi para

penggunanya.

Menurut Ciptono (2011: 25-26), terdapat lima karakteristik jasa,

diantaranya:

a. Intangibility yaitu jasa yang tidak dapat dilihat, dirasa, dicium,

didengar, atau diraba sebelum dibeli dan dikonsumsi. Adanya

karakteristik ini konsumen dalam membuat keputusan dipengaruhi

oleh kredibilitas sumber informasi.

b. Inseparability yaitu jasa pada umumnya dijual terlebih dahulu, baru

kemudian diproduksi dan dikonsumsi pada waktu dan tempat yang

sama. Dalam hal ini konsumen ikut terlibat dalam memproduksi jasa.

c. Variability yaitu jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non

standardized output, artinya banyak variasi bentuk, kualitas dan jenis,

tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi.

d. Perishability yaitu jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan.

Hal ini bisa dilihat dengan permintaan jasa dimana permintaan

pelanggan terhadap jasa sangat fluktuatif.

e. Lack of Ownership yaitu dalam hal ini pelanggan tidak dapat memiliki

jasa. Artinya, pada pembelian jasa, pelanggan mungkin hanya


24

memiliki akses personal atas suatu jasa atau jangka waktu yang

terbatas.

3. Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan suatu interaksi yang dinamis antara

afeksi, dan kognisi, perilaku dan lingkungannya dimana manusia

melakukan kegiatan pertukaran dalam kehidup mereka (Nugroho J, 2003:

3). Perilaku konsumen (costumer behavior) dapat dikatakan sebagai

kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam

mendapatkan dan mempergunakan barang atau jasa termasuk didalamnya

proses pengambilan keputusan (Danang, 2013: 66). Perilaku konsumen

juga tidak lepas dari langkah bagaimana untuk menyusun strategi

pemasaran. Strategi yang tepat diharapkan dapat memberikan kepuasan

bagi konsumen dengan pemberian layanan yang baik.

Menurut Kotler (2009: 166-172) perilaku konsumen dapat

dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

a. Faktor Budaya, adalah segala nilai, pemikiran dan symbol yang

mempengaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang

dalam masyarakat (Sumarwan, 2011:227). Budaya dapat

mempengaruhi cara berpikir dan pengambilan keputusan seseorang

dalam kehidupan sehari-hari, termasuk keputusan pembelian. Dengan

adanya budaya, pemasar harus memperhatikan cara terbaik untuk

memasarkan produknya.
25

b. Faktor Sosial

1) Kelompok referensi, merupakan kelompok yang mempunyai

pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap

seseorang. Kelompok referensi digunakan oleh seseorang untuk

memberikan pertimbangan untuk memutuskan membeli dan

mengkonsumsi.

2) Keluarga merupakan lingkungan dimana sebagian orang tinggal

dan berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain. Anggota

keluarga akan saling mempengaruhi satu sama lain dalam

mengambil keputusan membeli produk atau jasa (Sumarwan,

2011: 277).

3) Peran sosial seseorang dapat berbeda-beda ketika seseorang

menyandang status sosial. Individu yang berada dikelas atas

cenderung mempunyai gaya hidup yang berada dengan kelas

bawah.

c. Faktor Pribadi

1) Usia menjadi faktor pribadi karena konsumen yang berbeda usia

akan mengkonsumsi produk dan jasa yang berbeda. Perbedaan

usia ini mengakibatkan selera dan kesukaan juga berbeda

(Suryani, 2013: 252). Dari usia ini pemasar dapat melihat apa saja

yang dibutuhkan oleh konsumen.


26

2) Pekerjaan dan Pendidikan

Pekerjaan dan pendidikan merupakan dua karakteristik

konsumen yang saling berkaitan. Tingkat pendidikan seseorang

dapat mempengaruhi cara berpikir, cara pandang dan memiliki

produk (Suryani, 2013: 254). Bagi pemasar, tingkat pendidikan

seorang konsumen mempunyai kebutuhan yang berbeda, sehingga

dapat membuat berbagai inovasi produk untuk memenuhi

konsumen.

3) Kepribadian merupakan sekumpulan karakteristik yang

memadukan sifat, temperamen, kemampuan umum dan bakat

yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh lingkungan

(Suryani, 2013: 47). Bagi konsumen, produk dan jasa yang

digunakan dapat sesuai dengan kepribadiannya.

4) Gaya hidup merupakan pola kehidupan seseorang. Gaya hidup

seseorang ini dicerminkan dari kegiatan, minat dan opini dari

seseorang. Gaya hidup dapat membantu seorang pemasar untuk

memahami nilai atau kebutuhan yang berubah dan berpengaruh

pada perilaku pembelian.

d. Faktor Psikologis

1) Motivasi merupakan daya yang ada pada diri konsumen. Motivasi

muncul karena ada kebutuhan. Kebutuhan yang dirasa oleh


27

seseorang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam

menggunakan suatu produk.

2) Persepsi merupakan proses dimana seseorang memilih, mengatur

dan menginterprestasi sebuah informasi. Persepsi seseorang

terhadap suatu objek berbeda-beda karena pemikiran seseorang

juga berbeda.

3) Pembelajaran digambarkan dari perubahan perilaku yang muncul

karena pengalaman yang telah terjadi. Pembelajaran ini

berpengaruh terhadap apa yang diputuskan, apa yang dibeli dan

apa yang dikonsumsi.

4. Perilaku Konsumen dalam Islam

Perbedaan antara ilmu ekonomi modern dan ekonomi Islam dalam hal

konsumsi terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan

seseorang. Pada teori konsumsi Islam, atribut produk yang mendapat

urutan paling penting adalah yang sesuai dengan prinsip syariah. Karena

manusia muslim, individu maupun kelompok dalam lapangan ekonomi

ataupun bisnis di satu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan

sebesar-besarnya. Namun di sisi lain, terikat dengan iman dan etika

sehingga tidak bebas mutlak dalam menginvestasikan modalnya atau

membelanjakan hartanya.
28

Dalam Islam, perilaku konsumen harus mencerminkan hubungan

dirinya dengan Allah SWT. Konsumen dalam hal ini memilih barang atau

jasa yang tidak haram, tidak kikir, tidak tamak.

Menurut Suprayitno (2008: 109-110) pedoman perilaku konsumsi

menurut Islam yaitu sebagai berikut:

a. Prinsip Kesederhanaan

Prinsip ini mengandung makna bahwa dalam melakukan konsumsi

tidak boleh berlebihan dan tidak melampaui batas. Ayat dibawah ini

menyebutkan tentang larangan untuk berlebih-lebihan.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu


mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan Allah
kepadamu, dan janganlah kamu melampaui batas.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas.(Q.S Almaidah:87)
Dari ayat di atas disebutkan bahwa agar kita sebagai umat

manusia untuk tidak berlebih-lebihan. Allah tidak menyukai sikap

berlebihan dari umatnya karena berlebih-lebihan adalah salah satu

sifat setan. Dalam kehidupan sehari-hari seseorang di syaratkan untuk

selalu bersikap sederhana agar tercipta kehidupan yang lebih baik.


29

b. Prinsip Moralitas

Islam sangat memperhatikan nilai-nilai moral dan spiritual

manusia, oleh karenanya seseorang diakarkan agar senantiasa

menyebut asma Allah dan bersyukur atas karunia yang diberikan

kepadanya. Ayat dibawah ini menyebutkan tentang bagaimana

seseorang untuk selalu berperilaku baik:

Artinya: Dialah Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain
Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik. (QS At
Thoha:8)
Dari ayat di atas dijelaskan bahwa Allah mempunyai 99 sifat yang

disebut dengan Asmaul Husna. Sehingga Rasulullah memerintahkan

umatnya agar meneladani sifat-sifat Allah. Dengan demikian,

meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-hari dapat

menjadikan pedoman untuk berperilaku yang baik sesuai dengan

moral dan norma sosial yang ada di masyarakat.

Selain perilaku konsumen dalam Islam juga mengklasifikasikan

transaksi syariah. Menurut Mufraini (2011: 58) terdapat prinsip dasar

dari transaksi syariah adalah sebagai berikut:

a. Semua bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali jika ada dalil

yang melarang atau mengharamkannya.


30

b. Bebas membuat kontrak berdasarkan kesepakatan bersama, tapi

tidak dibolehkan untuk membuat kesepakatan yang menghalalkan

sesuatu yang haram.

c. Adanya pelarangan dan penghindaran terhadap: riba, gharar dan

masyir.

d. Prinsip moral transaksi syariah menetapkan bahwa tidak ada

return tanpa risiko dan tidak ada pendapatan tanpa pengeluaran.

e. Etika (akhlak) saat melakukan transaksi harus dijalankan sepenuh

hati.

5. Persepsi Kemudahan

Persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dapat

didefinisikan bahwa seseorang percaya menggunakan suatu teknologi

akan bebas dari usaha. Persepsi kemudahan (perceived ease of use)

merupakan kepercayaan sesorang dimana dalam menggunakan suatu

teknologi dapat dengan mudah digunakan dan dipahami (Tjini dan

Baridwan, 2011: 6).

Kemudahan dalam bertransaksi dengan menggunakan e-banking

disediakan oleh pihak perbankan agar mudah untuk dipahami dan mudah

untuk digunakan. Adanya kemudahan ini menjadikan nasabah tidak

memerlukan usaha yang tinggi untuk mempelajarinya. Selain itu

kemudahan yang diberikan oleh layanan e-banking dapat dilakukan

dimana saja dan kapan saja. Hal ini bisa dikatakan bahwa sistem
31

tekhnologi e-banking bekerja untuk memudahkan penggunanya daripada

seseorang yang tidak menggunakan sistem tersebut.

Kemudahan sesuai dengan firman Allah dalam Al-quran Q.S Al-

Insyirah ayat 5-6 :

) ( ( )

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,


sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S Al-
Insyirah ayat 5-6)
Dari ayat di atas Allah SWT mengatakan bahwa kesulitan yang

diberikan dalam kehidupan pasti dibaliknya ada kemudahan. Dalam

konteks kemudahan, ayat tersebut dapat dipahami terkait dengan

electronic banking bahwa kemudahan penggunaan dapat mengurangi

usaha seseorang baik waktu maupun tenaga dalam menggunakan suatu

sistem. Nasabah tidak perlu kesulitan untuk datang ke bank dan harus

mengantri. Penggunaan produk layanan e-banking diharapkan dapat

mempermudah bagi pengguna layanan dalam bertransaksi.

Menurut Widjana (dalam Andriyanto, 2014: 43) persepsi kemudahan

berarti keyakinan individu bahwa menggunakan sistem teknologi

informasi tidak akan merepotkan atau membutuhkan usaha yang besar

pada saat digunakan (free of effort).

Selanjutnya menurut Andi (dalam Andriyanto, 2014: 44) persepsi

kemudahan memberikan indikasi bahwa suatu system dirancang bukan


32

untuk menyulitkan pemakaiannya, akan tetapi penggunaan sistem justru

mempermudah seseorang dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan

kata lain, seseorang yang menggunakan system akan bekerja lebih mudah

dibandingkan dengan seseorang yang tidak menggunakan system atau

manual. Sedangkan menurut Novi (dalam Amanullah, 2014: 24) persepsi

kemudahan didefinisikan sebagai penilaian seseorang mengenai suatu

teknologi bahwa tidak perlu kemampuan yang tinggi untuk

menggunakannya.

Persepsi kemudahan penggunaan juga didefinisikan sebagai sejauh

mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu tekhnologi akan

bebas dari usaha (Jogiyanto, 2007:115). Dari definisi tersebut dapat

diketahui bahwa kemudahan penggunaan ini juga merupakan suatu

keyakinan tentang proses pengambilan keputusan. Jika seseorang merasa

yakin bahwa sistem informasi mudah digunakan maka dia akan

menggunakannya. Sebaliknya jika seseorang merasa yakin bahwa system

informasi tidak mudah digunakan maka dia tidak akan menggunakannya.

Dari definisi di atas, diketahui bahwa persepsi kemudahan

penggunaan merupakan suatu sikap di mana seseorang berpikir bahwa

menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Variabel

kemudahan penggunaan teknologi e-banking didefinisikan sebagai suatu

keyakinan dimana seseorang berpikir bahwa penggunaan layanan e-

banking tersebut dapat dengan mudah untuk dipahami, dipelajari dan


33

digunakan. Dalam penelitian ini persepsi kemudahan bagi nasabah

percaya bahwa bertransaksi menggunakan e-banking akan memberikan

waktu yang lebih efisien dan akan berkelanjut di masa yang akan datang.

Apabila nasabah beranggapan e-banking mudah dipelajari, maka

layanan tersebut mudah untuk digunakan dan akan sering digunakan oleh

nasabah. Apabila para nasabah beranggapan bahwa e-banking mudah

dipahami, simpel dan mudah pengoperasiannya, maka layanan tersebut

mudah untuk dijalankan dan tidak membutuhkan banyak usaha.

Sebaliknya, jika para nasabah beranggapan e-banking tidak mudah untuk

dipelajari, tidak simpel, terlalu rumit dan susah dalam pengoperasiannya,

maka layanan e-banking tersebut tidak menimbulkan rasa Minat bagi

para nasabah untuk menggunakannya. Jika para nasabah beranggapan

penggunaan layanan e-banking tidak membutuhkan banyak usaha dan

ketika menggunakan layanan tersebut mereka merasa bahwa pekerjaan

yang diinginkan akan lebih mudah, maka e-banking akan sering

digunakan.

6. Kepercayaan

Kepercayaan adalah kekuatan kepercayaan bahwa suatu produk

memiliki atribut tertentu (Irmadhani, 2011: 4). Kepercayaan konsumen

ini bisa digambarkan melalui sikap dengan menyukai atau tidak menyukai

suatu objek atau sistem. Kepercayaan dalam menggunakan layanan e-


34

banking ditunjukkan melalui kemanan maupun manfaat yang diberikan

oleh produk tersebut.

Kepercayaan juga bisa dikatakan sebagai keyakinan bahwa

seseorang akan menemukan apa yang diinginkan itu sesuai dengan

harapannya. Kepercayaan merupakan tindakan atau keyakinan suatu

pihak dalam menjalin hubungan dengan pihak lain bahwa tindakan yang

dilakukan akan menghasilkan sesuatu yang positif.

Menurut Morgan dan Hunt (dalam Widiastuti, 2010: 34) bahwa

kepercayaan menjadi ada dan eksis manakala suatu pihak memiliki

keyakinan atas kemampuan dan integritas dari pihak lain. Menurut Kanter

(dalam Widiastuti, 2010: 34) kepercayaan berkembang arti pengertian

yang saling menguntungkan yang berdasar pada nilai-nilai yang dibagi

dan hal ini sangat penting bagi loyalitas.

Kepercayaan didefinisikan sebagai kemauan seseorang untuk peka

terhadap tindakan orang lain berdasarkan pada harapan bahwa orang lain

akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang mempercayainya,

tanpa tergantung pada kemampuannya untuk mengawasi dan

mengendalikannya menurut (Bella, 2014: 43).

Pendapat lain seperti Mayer dan Rahmawati (dalam Bella, 2014: 9)

mendefinisikan kepercayaan sebagai kemauan seseorang untuk peka

terhadap tindakan orang lain berdasarkan pada harapan bahwa orang lain

akan melakukan tindakan tertentu pada orang yang mempercayainya,


35

tanpa tergantung pada kemampuannya untuk mengawasi dan

mengendalikannya.

Kepercayaan konsumen atau pengetahuan konsumen menyangkut

kepercayaan bahwa suatu produk memiliki berbagai atribut, dan manfaat

dari berbagai atribut tersebut. Para pemasar perlu memahami atribut mana

yang digunakan untuk mengevaluasi suatu produk. Pengetahuan berguna

dalam mengkomunikasikan atribut suatu produk kepada konsumen

(Sumarwan, 2011: 166).

Ganesan dan Shankar menjelaskan bahwa kepercayaan itu

merupakan refleksi dari dua komponen, yaitu:

a. Credibility: yang didasarkan kepada besarnya kepercayaan kemitraan

dengan organisasi lain dan membutuhkan keahlian untuk

menghasilkan efektivitas dan kehandalan pekerjaan.

b. Benevelonce: yang didasarkan pada besarnya kepercayaan

kemitraan, yang memiliki tujuan dan motivasi yang menjadi kelebihan

untuk organisasi lain pada saat kondisi yang baru muncul, yaitu

kondisi dimana komitmen tidak terbentu.

Menurut Jasfar (2009: 165), kepercayaan merupakan hal yang sangat

penting bagi perusahaan penyedia jasa, karena perusahaan menjanjikan

produk yang tidak perlu dilihat. Kepercayaan menjadi sesuatu yang

penting ketika seseorang menggunakan sistem teknologi e-banking.


36

Kepercayaan ini didukung oleh pihak perbankan yang mampu

menyediakan sistem yang baik. Suatu sistem e-banking yang berjalan

dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan manfaat dan keamanan

dalam bertransaksi. Sehingga kepercayaan dalam menggunakan sistem e-

banking dapat memberikan minat bagi pemakainya.

Dari beberapa uraian di atas, bahwa variabel Kepercayaan

merupakan suatu dasar dalam menjalin suatu hubungan dalam

kecenderungan nasabah untuk mempercayai akan keandalan suatu produk

bank. Dapat dinyatakan bahwa kepercayaan yaitu kepercayaan pihak

tertentu terhadap pihak lain dalam melakukan hubungan antara kedua

belah pihak berdasarkan keyakinan bahwa pihak yang dipercayainya

tersebut akan memenuhi segala kewajiban sesuai yang diharapkan. Untuk

menimbulkan rasa kepercayaan terhadap pihak bank, kepercayaan harus

dibangun dari awal dan membutuhkan proses untuk menimbulkan rasa

percaya tersebut.

Para nasabah lebih cenderung meragukan aspek percaya terhadap

bank dan para nasabah juga cenderung meragukan aspek keamanan yang

ditawarkan oleh pihak bank. Kepercayaan memiliki pengaruh yang tinggi

pada ketertarikan dalam bertransaksi secara online.


37

7. Risiko

Menurut Supranto dan Hakim (2003: 33) dalam bukunya yang

berjudul Pengambilan Risiko secara strategis pengambil keputusan bisnis

menerangkan bahwa risiko bisa didefiniskan sebagai uncertainty dimana

risiko berhubungan dengan ketidakpastian. Risiko dihubungkan dengan

kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tak diinginkan atau

tidak terduga. Menurut Holton dua hal yang dibutuhkan agar terjadi risiko

yaitu adanya ketidak pastian tentang hasil dari suatu eksperimen dan the

outcome have to matter in terms of providing utility (hasilnya bisa

menimbulkan keuntungan atau kerugian).

Risiko bisa dikelompokkan kedalam dua tipe risiko, (Hanafi, 2013:

6) yaitu:

a. Risiko murni (pure risk) adalah risiko dimana kemungkinan

kerugian ada, tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada.

b. Risiko spekulatif adalah risiko dimana kita mengharapkan terjadinya

kerugian dan juga keuntungan.

Risiko merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, risiko akan

terjadi ketika terbentuknya selisih antara keuntungan actual atau manfaat

yang diterima dengan yang diharapkan. Risiko menjadi sebuah

pertimbangan seseorang dalam memberikan suatu keputusan.


38

Menurut Amijaya (2010: 36) risiko adalah suatu keadaan

uncertainty yang dipertimbangkan orang untuk memutuskan atau tidak

melakukan transaksi secara online. Orang-orang benar

mempertimbangkan jarak dan suasana impersonal dalam transaksi online

dan infrastruktur global yang banyak mengandung unsur risiko.

Pendapat lainnya Pavlou (dalam Amijaya, 2010: 50) persepsi risiko

adalah suatu persepsi-persepsi tentang ketidakpastian dan konsekuensi-

konsekuensi tidak diinginkan dalam melakukan suatu kegiatan tertentu.

Menurut Al (dalam Amijaya, 2010: 50) persepsi risiko adalah penaksiran

subyektif mengenai probabilitas tipe yang menspesifikkan kecelakaan

yang terjadi dan bagaimana kekhawatiran akan konsekuensi yang

ditimbulkan.

Pendapat Javenpaa (dalam Amijaya, 2010: 51) menyatakan bahwa

persepsi risiko memainkan peranan yang kuat untuk mengurangi minat

konsumen untuk mengambil bagian dalam e-commece sehingga persepsi

risiko dimungkinkan akan berpengaruh negative untuk melakukan

transaksi secara online.

Terdapat banyak risiko yang dipertimbangkan konsumen. Salah

satunya dari Hacoby dan Kapalan menjelaskan ada enam jenis risiko yang

dipersepsikan oleh konsumen, (Suryani, 2013: 86-87) yaitu:

a. Risiko keuangan merupakan risiko yang diakibatkan oleh kerugian

dari aspek keuangan yang akan dialami konsumen. Risiko keuangan


39

akan menjadi pertimbangan penting ketika daya beli konsumen

rendah atau konsumen mempunyai keterbatasan financial.

b. Risiko kinerja merupakan risiko yang diakibatkan karena produk

tidak dapat memberikan kemampuan seperti yang diharapkan.

c. Risiko psikologis adalah risiko psikologis dalam pembelian produk

berupa, citra diri yang buruk dan harga diri yang menjadi rendah.

d. Risiko fisiologis merupakan risiko akibat pembelian produk yang

dapat berupa terganggunya fisik atau kesehatan fisik atau kesehatan

konsumen.

e. Risiko sosial ialah risiko yang muncul akibat pembelian produk yang

berupa kurang diterimanya konsumen di lingkungan masyarakat.

f. Risiko waktu adalah risiko yang diterima berupa hilangnya waktu

konsumen akibat pembelian produk.

Tingkat risiko yang disarankan oleh seseorang dapat dipengaruhi

oleh kategori produk. Hal ini dapat terjadi karena konsumen merasa

bahwa pengambilan keputusan penggunaan jasa lebih berisiko tinggi

daripada produk. Begitupun dalam penggunaan e-banking, ketika

perbankan mampu memberikan pelayanan sistem yang baik maka

diharapkan risiko yang ditimbulkan rendah.

Ketidakpastian terhadap penggunaan sistem online menjadi

pertimbangan bagi seseorang untuk menggunakan atau tidak


40

menggunakan suatu transaksi secara online. Risiko yang terjadi pada e-

banking biasanya berkaitan dengan keamanan pada sistem itu sendiri.

Suatu risiko yang ditimbulkan e-banking setidaknya memberikan jaminan

bagi penggunanya. Sehingga dapat memberikan rasa aman bagi pengguna

layanan e-banking.

Besarnya Risiko mempengaruhi minat terhadap e-banking sehingga

memproses transaksi melalui e-banking nasabah sering menganggap

bahwa ada risiko yang tinggi walaupun risiko tersebut rendah. Nasabah

mempunyai lebih banyak informasi mengenai kelebihan mengenai e-

banking akan beranggapan risikonya rendah dan karena itu mereka

mempunyai kepercayaan yang lebih dalam transaksinya. Risiko menjadi

salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh nasabah dalam membuat

keputusan apakah akan menggunakan e-banking atau tidak. Semakin

tinggi risiko persepsiannya, maka nasabah akan mengurungkan minatnya

menggunkan e-banking.

8. Electronic Banking (E-Banking)

Perbankan electronic atau e-banking merupakan suatu sitem yang

berfungsi untuk melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya

yang dilengkapi sistem keamanan. E-banking juga dapat dikatakan

sebagai suatu aktifitas layanan perbankan yang merupakan gabungan

antara sistem informasi dan teknologi (Dwitama dan Mukhyi, 2012: 139).
41

Pelaksanaan electronic banking merupakan penerapan atau aplikasi

teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk

menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan layanan

cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat dan dapat diakses

dari mana saja.

Menurut Tampubolon (dalam Widiastuti, 2010: 20) e-banking adalah

salah satu jasa bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh

informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan

melalui jaringan, dan bukan merupakan bank yang hanya

menyelenggarakan layanan perbankan melalui internet.

Menurut Hartanto (2010: 8) menyatakan e-banking atau electronic

banking merupakan layanan aktivitas perbankan seperti mengelola

rekening, membayar tagihan, melakukan transfer dana, membeli

instrument financial, dan lain sebagainya, melalui internet sebagai

medianya.

Layanan e-banking adalah layanan yang diakses jarak jauh, nasabah

tidak lagi dilayani oleh teller ataupun costumer services. Dalam akses

jarak jauh tentunya nasabah membutuhkan rasa percaya. Kepercayaan

akan terjadi apabila seseorang memiliki kepercayaan diri dalam sebuah

pertukaran dengan mitra yang memiliki integritas dan dapat dipercaya

menurut Morgan dan Hunt (dalam Sari, 2013: 6).


42

Kemudian layanan e-banking sendiri diartikan oleh Irmadhani (2011:

4) merupakan layanan perbankan yang meliputi Internet Banking, Mobile

Banking, SMS Banking, dan Phone Banking. Layanan electronic banking,

memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan tanpa

harus bertemu dengan teller. Dengan layanan ini pihak bank biasanya

menyediakan website tertentu yang dapat digunakan oleh nasabah untuk

melakukan transaksi via web tersebut. Web yang hanya dapat digunakan

untuk mengakses informasi tertentu mengenai bank yang bersangkutan

tanpa bisa digunakan untuk melakukan transaksi tidak termasuk dalam

kategori internet banking.

Berikut adalah beberapa saluran e-banking yang telah diterapkan

bank-bank di Indonesia:

a. Internet Banking, ini termasuk saluran teranyar e-banking yang

memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan

menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat

dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk

bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindah bukuan antar

rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik dan telepon), pembelian

(voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran

ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan

informasi secara lengkap tertampang di layar computer/PC atau PDA.


43

b. SMS/m-Banking, saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari

Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via

HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu

informasi saldo rekening, pemindah bukuan antar rekening,

pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian

voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan,

namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini

sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya masih

merepotkan karena nasabah harus menghafal kode-kode transakasi

dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama

dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu Sim

Tool Kit (SKT) pada simcardnya.

c. Phone Banking, ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah

untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya

lazim diakses melalui telepom rumah, namun seiring dengan makin

populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses

khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada.

Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu

untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta

dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya

kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar

rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian


44

(voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain, serta dilayani oleh

Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih

praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup

menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa

melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.

d. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini

adalah saluran e-banking paling popouler yang kita kenal. Setiap kita

pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur

tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan

melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin

bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindah bukuan

antar rekening, pembayaran (kartu kredit, listrik dan telepon),

pembelian (voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain

(dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui

mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di

tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal

ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula

ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai

Cash Deposit Machine/CDM.

Di balik kemudahan e-banking tersimpan pula risiko, untuk itu

diperlukan pengaman yang baik. Untuk ATM, nasabah diberikan kartu


45

ATM dan kode rahasia pribadi (PIN), sedangkan untuk phone banking,

internet banking dan sms banking nasabah diberikan kode pengenal (user

id) dan PIN.

Apabila teknologi informasi dalam electronic banking akan

meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas sekaligus

meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih

efektif. Dengan adanya layanan e-banking memberikan pilihan bagi

masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan dimana saja dan kapan

saja.

Berdasarkan uraian di atas, e-banking dapat didefinisikan sebagai

jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui ektronik

dan saluran komunikasi internet. Nasabah tidak perlu berlama-lama

mengantri di bank, cukup bermodalkan handphone, mesin ATM dan

koneksi internet para nasabah dapat melakukan transaksi.

C. Kerangka Penelitian

Dengan e-banking bahwa kemudahan penggunaan dapat mengurangi

usaha seseorang baik waktu maupun tenaga dalam menggunakan suatu

system. Nasabah tidak perlu kesulitan untuk datang kebank dan harus

mengantri. Penggunaan e-banking diharapkan dapat memepermudah bagi

pengguna layanan dalam bertransaksi. Kemudahan yang diberikan system

teknologi tidak lepas dari kepercayaan yang diberikan oleh nasabah.


46

Kepercayaan konsumen ini bisa digambarkan melalui sikap dengan

menyukai atau tidak menyukai suatu objek atau system kepercayaan dalam

menggunakan layanan e-banking ditunjukkan melalui keamanan maupun

manfaat yang diberikan oleh produk tersebut. Selain itu e-banking juga

mempunyai risiko, salah satunya risiko yang dilakukan oleh pelaku cyber.

Risiko sendiri dapat diartikan suatu keadaan yang dipertimbangkan orang

untuk memutuskan atau melakukan transaksi secara online.

Untuk memperjelas faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan

nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta, penulis membuat kerangka penelitian sebagai berikut:

Persepsi kemudahan
H1

Kepercayaan e-banking

H2

Risiko H3

Gambar 2.1.

Kerangka Penelitian
47

D. Hipotesis

Hipotesis penelitian merupakan dugaan awal atau kesimpulan

sementara hubungan pengaruh antara variabel independen terhadap variabel

dependen sebelum dilakukan penelitian dan harus dibuktikan melalui

penelitian. Hipotesis dipakai untuk menentukan apakah jawaban teoritis yang

terkandung dalam pernyataan hipotesis didukung oleh fakta yang

dikumpulkan dan dianalisis dalam proses pengujian data (Supomo, 2011:

191).

Berdasarkan uraian kerangka pemikiran di atas, maka penulis menarik

hipotesis sebagai berikut:

1. Pengaruh Persepsi Kemudahan Terhadap Keputusan Nasabah

Menggunakan E-Banking

Persepsi kemudahan (Perceive ease of use) terhadap kemudahan

dalam menggunakan diyakini menjadi dasar dalam menentukan

penerimaan dan penggunaan bermacam-macam teknologi informasi.

Perceive ease of use diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya

bahwa menggunakan sistem tidak diperlukan usaha. Persepsi kemudahan

teknologi berhubungan dengan sikap pengguna teknologi. Sikap pada

penggunaan sesuatu adalah sikap suka atau tidak suka untuk

menggunakan suatu teknologi. Dalam penggunaan suatu sitem layanan e-

banking mampu memberikan kemudahan bagi pengguna.


48

Andriyanto (2014: 136) menyatakan bahwa persepsi kemudahan

terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap menggunakan rekening

ponsel (Studi Kasus Pada Nasabah CIMB Niaga Daerah Istimewa

Yogyakarta). Selain itu pada penelitian yang dilakukan oleh Cahyo (2014:

121) menunjukkan Persepsi Kemudahan berpengaruh positif dan

signifikan terhadap penggunaan online banking. Lain halnya pada

penelitian yang dilakukan oleh Harlan (2014: 92) yang menunjukkan

bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kemudahan penggunaan

untuk menggunakan e-banking pada UMKM di kota Yogyakarta.

Berangkat dari hal di atas, dalam penelitian ini dirumuskan

hipotesis yaitu:

H1: Ada pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan

terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank

BNI Syariah KC Yogyakarta.

2. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Keputusan Nasabah

Menggunakan E-Banking

Kepercayaan (trust) merupakan asset yang sangat berharga dalam

dunia bisnis, dan kepercayaan ini hanya dapat muncul dibenak konsumen

jika dalam diri kita sebagai pemasar tertanam nilai-nilai kejujuran yang

diwujudkan dalam segala transaksi bisnis (Kartajaya dan Hermawan,


49

2006: 42). Selain itu kepercayaan terhadap suatu produk atau jasa dapat

mempengaruhi perilaku seseorang dalam mengkonsumsi produk atau jasa

(Kotler, 2001: 218).

Saputro (2013: 36) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif

dan signifikan kepercayaan terhadap minat menggunakan internet

banking. Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Harlan

(2014: 92) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan

kepercayaan terhadap minat bertransaksi menggunakan e-banking pada

UMKM di kota Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan oleh Cahyo (2014:

120) menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara kepercayaan

terhadap penggunaan online banking pada mahasiswa S1 Fakultas

Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Berangkat dari hal di atas, dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis

yaitu:

H2: Ada pengaruh positif dan signifikan antara kepercayaan terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI

Syariah KC Yogyakarta.

3. Pengaruh Risiko Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan

E-Banking

Risiko yang dipersepsikan (perceived risk) didefinisikan sebagai

ketidakpastian yang dihadapi konsumen ketika mereka tidak mampu

melihat kemungkinan yang akan terjadi akibat keputusan pembelian yang


50

dilakukan. Amijaya (2010: 56) menunjukkan bahwa resiko berpengaruh

positif dan signifikan terhadap minat ulang nasabah dalam menggunakan

internet banking. Lain halnya penelitian yang dilakukan oleh Susanti

(2015: 70) persepsi risiko berpengaruh signifikan terhadap minat

menggunakan mobile banking. Penelitian lain yang dilakukan oleh

Andriyanto (2013: 9) menyatakan bahwa risiko berpengaruh pada minat

nasabah bank dalam menggunakan ATM. Kemudian penelitian yang

dilakukan oleh Harlan (2014: 78) risiko terdapat negatif signifikan

terhadap betransaksi menggunakan e-banking.

Berangkat dari hal di atas, dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis

yaitu:

H3: Ada pengaruh positif dan signifikan antara risiko terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI

Syariah KC Yogyakarta.

4. Pengaruh Kemudahan, Kepercayaan, dan Risiko Secara Bersama-

Sama Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan E-Banking

Andriyano (2014: 146) menunjukkan bahwa pengaruh pesepsi

kemudahan, persepsi kebermanfaatan, persepsi risiko dan kepercayaan

berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap minat menggunakan

Rekening Ponsel pada Bank CIMB Niaga. Semakin tinggi persepsi

kemudahan seseorang, maka semakin tinggi minat menggunakan

Rekening Ponsel karena nasabah berkeyakinan bahwa penggunaan


51

Rekening Ponsel tersebut dapat memberikan pengaruh positif dan dapat

meningkatkan kinerjanya. Semakin tinggi persepsi risiko nasabah, maka

semakin rendah minat menggunakan Rekening Ponsel karena masih

terdapat pemikiran nasabah mengenai risiko yang mungkin akan dialami

oleh nasabah tersebut atas suatu ketidakpastian dan konsekuensi-

konsekuensi negatif lainnya yang mungkin dapat diterima dalam

penggunaan Rekening Ponsel. Dan semakin tinggi kepercayaan nasabah,

maka semakin tinggi minat menggunakan Rekening Ponsel karena

nasabah mempercayai pada bank.

Lain halnya pada penelitian yang dilakukan oleh Harlan (2014: 88)

menunjukkan bahwa pengaruh kemudahan penggunaan, kepercayaan dan

risiko persepsian terhadap minat bertransaksi menggunakan e-banking

pada UMKM di kota Yogyakarta berpengaruh positif signifikan secara

bersama-sama terhadap minat bertransaksi menggunakan e-banking pada

UMKM di kota Yogyakarta.

Berangkat dari hal di atas, dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis

yaitu:

H4: Ada pengaruh positif dan signifikan antara kemudahan, kepercayaan,

dan risiko secara bersama-sama terhadap keputusan nasabah

menggunakan e-banking pada PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta.


52

5. Pengaruh Variabel Persepsi Kemudahan Paling Dominan

Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan E-banking

Bella (2014: 87) bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap niatan

menggunakan e-banking pada mahasiswa dan paling dominan dari

variabel lainnya. Penelitian lain yang dilakukan oleh Susanti (2014: 75)

menyatakan bahwa kepercayaan terdapat pengaruh signifikan terhadap

minat menggunakan internet banking dan paling dominan diantara

variabel lainnya. Lain halnya penelitian yang dilakukan oleh Harlan

(2014: 93) menyatakan bahwa kemudahan yang paling dominan diantara

variabel lainnya.

Berangkat dari hal di atas, dalam penelitian ini dirumuskan hipotesis

yaitu:

H5: Variabel persepsi kemudahan memenuhi pengaruh paling dominan

terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank

BNI Syariah KC Yogyakarta.


BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field

research). Oleh karena itu, dalam penelitian ini pengumpulan data dari

nasabah dilakukan secara langsung di lapangan dengan cara membagikan

kuisioner. Sugiyono (2010: 2) mengemukakan metode penelitian diartikan

sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan

tertentu Sementara pendekatan penelitian dengan menggunakan pendekatan

penelitian kuantitatif, yaitu penelitian dengan menggunakan alur berfikir

deduktif.

Penelitian ini bersifat kuantitatif yang berupa angka-angka atau besaran

terntentu yang sifatnya pasti, sehingga data tersebut memungkinkan untuk

dianalisis menggunakan pendekatan statistik.

B. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini, penulis melakukan penelitian pada PT Bank

BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta dengan alamat Jl Kusumanegara

No.112, Umbulharjo, Yogyakarta Telp. (0274) 417222 Fax. (0274)

417111.

53
54

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, dengan rincian sebagai

berikut:

Tabel 3.1

Rencana Kegiatan Penelitian

Bulan
No Rencana Kegiatan Mei Juni Juli
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan Proposal
2 Pembuatan
instrument
pengumpulan data
3 Pengumpulan data
dilapangan
4 Pengujian validitas
dan reabilitas
5 Pengajuan BAB I
6 Pengajuan BAB II
7 Pengajuan BAB III
8 Analisa Data
9 Pengajuan BAB IV
10 Pengajuan BAB V
11 Penyempurnaan hasil
laporan

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau

subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang


55

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 80). Sedangkan menurut Bawono (2006:

28) populasi adalah keseluruhan wilayah objek dan subjek penelitian

untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan oleh peneliti. Dalam penelitian ini,

populasi yang digunakan penulis adalah nasabah PT Bank BNI Syariah

KC Yogyakarta selama satu semester kurang lebih 696 orang.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh

populasi, dimana dalam pengambilan sampel yang dilakukan dapat

mewakili populasi (Sugiyono, 2011: 81). Sedangkan menurut Bawono

(2006: 28-29) sampel adalah objek atau subjek penelitian yang dipilih

guna mewakili keseluruhan dari populasi. Hal ini dilakukan untuk

menghemat waktu dan biaya. Sehingga didalam menentukan sampel harus

hati-hati, karena kesimpulan yang dihasilkan, nantinya merupakan

kesimpulan dari populasi.

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik

purposive sampling, menurut Hikmat (2011: 64) purposive sampling

(pengambilan sampel berdasarkan tujuan) yakni pengambilan sampel

berdasarkan kapasitas dan kapabelitas atau yang kompeten/benar-benar

paham di bidangnya diantara anggota populasi.


56

Menuut pendapat Bawono (2006: 29) dalam penentuan jumlah

sampel, dapat ditentukan dengan cara berikut:

S=

( P . e2 ) + 1
696

S=

( 696 . 0,082 ) + 1
696

S=

5,4544
S = 127,6 = 127

Dimana :

S : Sampel

P : Populasi

e : error atau tingkat kesalahan yang diyakini

Menggunakan rumus tersebut, maka penulis akan menggunakan

tingkat kesalahan 8%, sehingga penulis akan mengambil sampel sebanyak

127 responden.

D. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Arikunto (2006: 175), teknik pengumpulan data adalah cara

yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Dalam

penggunaan teknik pengumpulan data, peneliti memerlukan instrument yaitu


57

alat bantu agar pengerjaan data yang lebih mudah. Lain halnya menurut

Bawono (2006: 29), teknik atau metode pengumpulan data adalah teknik atau

cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang akan

dianalisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Teknik pengumpulan data

yang akandigunakan dalam penelitian ini diantaranya:

1. Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan survey

langsung ke PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta sebagai

objek penelitian. Data primer dalam penelitian ini akan diperoleh melalui

angket (questionare).

Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada objek

penelitian yang mau memberikan respon sesuai dengan permintaan

pengguna (Bawono, 2006: 29). Penelitian yang dilakukan memperoleh

data dan informasi yang diperoleh dari buku-buku, hasil penelitian

sebelumnya seperti skripsi, tesis, jurnal dan bahan bacaan yang lain.

2. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung atau

peneliti arsip yang memuat peristiwa masa lalu. Data sekunder dapat

diperoleh dari jurnal, majalah, buku, data statisitik maupun dari internet

(Bawono, 2006: 30).


58

E. Skala Pengukuran

Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah persepsi

kemudahan, kepercayaan dan risiko sebagai variabel bebas (independent

variable), sedangkan e-banking sebagai variabel terikat (dependent variable).

Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala

interval. Yaitu skala yang digunakan jika jawaban untuk berbagai hal atau

atribut yang bisa dianggap oleh 5 butir, 7 butir atau 10 butir dan dapat dirata-

rata untuk seluruh hal atribut (Supranto, 2000: 128).

Skala 0-10 dipilih dengan pertimbangan memudahkan responden

dalam menentukan kategori sangat tidak setuju sampai dengan sangat setuju

dengan penilaian interval 0 sebagai kategori rendah dan 10 sebagai kategori

paling tinggi. Berikut adalah rentang penilaian dalam skala interval:

Tabel 3.2

Pembobotan Nilai untuk Jawaban Responden Terhadap Kuisioner

Sangat Tidak Sangat


0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Setuju Setuju
F. Definisi Konseptual dan Definisi Operasional

1. Definisi Konseptual

Persepsi kemudahan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang

percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha

Jogiyanto (dalam Andriyanto, 2014:43).


59

Kepercayaan adalah individual-individual membentuk kepercayaan-

kepercayaan mengenai teknologi informasi selain dipengaruhi oleh faktor-

faktor sosial, dan institusional dimana mereka berinteraksi. Dengan

demikian, kepercayaan terhadap teknologi informasi merupakan

kepercayaan sentral yang dibentuk dan dipengaruhi oleh faktor-faktor

individual, sosial, dan intitusional menurut Al (dalam Harlan, 2014: 26).

Risiko memainkan peranan yang kuat untuk mengurangi minat

konsumen untuk mengambil bagian dalam e-commece sehingga persepsi

risiko dimungkinkan akan berpengaruh negative untuk melakukan

transaksi secara online Javenpaa (dalam Amijaya, 2010: 51).

Menurut Tampubolon (dalam Widiastuti, 2010: 20) e-banking adalah

salah satu jasa bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh

informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan

melalui jaringan, dan bukan merupakan bank yang hanya

menyelenggarakan layanan perbankan melalui internet.

2. Definisi Operasional

Menurut Harlan (2014: 42) persepsi kemudahan penggunaan

merupakan suatu sikap di mana seseorang percaya bahwa menggunakan

suatu teknologi akan bebas dari usaha. Pengguna e-banking berpikir

bahwa produk e-banking lebih fleksibel, mudah dipahami, tidak rumit,

mudah dipelajari dan mudah dalam pengoperasiannya (compatible)


60

sebagai karakteristik kemudahan penggunaan. Variabel persepsi

kemudahan diukur dengan indikator sebagai berikut :

a. Mudah dipelajari

b. Mudah dipahami

c. Simpel

d. Mudah pengoperasiannya

e. Efisiensi waktu

Menurut Jasfar (2009: 165), kepercayaan merupakan hal yang sangat

penting bagi perusahaan penyedia jasa, karena perusahaan menjanjikan

produk yang tidak perlu dilihat. Kepercayaan menjadi sesuatu yang

penting ketika seseorang menggunakan sistem teknologi e-banking.

Kepercayaan ini didukung oleh pihak perbankan yang mampu

menyediakan sistem yang baik. Suatu sistem e-banking yang berjalan

dengan baik, maka diharapkan dapat memberikan manfaat dan keamanan

dalam bertransaksi. Sehingga kepercayaan dalam menggunakan sistem e-

banking dapat memberikan minat bagi pemakainya. Untuk

mempresentasikan variabel kepercayaan agar dapat mencapai tujuan yang

ditentukan, maka dalam penelitian ini menggunakan indikator-indikator,

yang selanjutnya indikator tersebut dijabarkan dalam item-item

pernyataan kuisioner. Indikator-indikator untuk mengukur variabel

kepercayaan menurut (Harlan, 2014: 43) adalah:


61

a) Sistem keamanan

b) Sistem kepercayaan dan

c) Memberikan manfaat

Menurut Amijaya (2010: 36) risiko adalah suatu keadaan uncertainty

yang dipertimbangkan orang untuk memutuskan atau tidak melakukan

transaksi secara online. Orang-orang benar mempertimbangkan jarak dan

suasana impersonal dalam transaksi online dan infrastruktur global yang

banyak mengandung unsur risiko. Untuk mempresentasikan variabel

risiko agar dapat mencapai tujuan yang ditentukan, maka dalam penelitian

ini menggunakan indikator-indikator, yang selanjutnya indikator tersebut

dijabarkan dalam pernyataan di dalam kuesioner. Indikator-indikator

risiko menurut (Amijaya, 2010: 29) yaitu:

a) Besarnya risiko

b) Keamanan transaksi

c) Jaminan keamanan dari bank

Layanan e-banking adalah layanan yang diakses jarak jauh, nasabah

tidak lagi dilayani oleh teller ataupun costumer services. Dalam akses

jarak jauh tentunya nasabah membutuhkan rasa percaya. Kepercayaan

akan terjadi apabila seseorang memiliki kepercayaan diri dalam sebuah

pertukaran dengan mitra yang memiliki integritas dan dapat dipercaya

menurut Morgan dan Hunt (dalam Sari, 2013: 6). Untuk


62

mempresentasikan variabel e-banking agar dapat mencapai tujuan yang

ditentukan, maka dalam penelitian ini menggunakan indikator-indikator,

yang selanjutnya indikator tersebut dijabarkan dalam item-item

pernyataan di dalam kuesioner. Indikator penggunaan e-banking menurut

(Sari, 2013: 44) yaitu:

a) Frekuensi Penggunaan

b) Diversi transaksi dan

c) Menggunakan di masa depan.

G. Uji Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk

mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Heni, 2014: 47).

Pengumpulan data penelitian ini adalah dengan angket atau kuesioner, yaitu

untuk mengumpulkan data dari sertiap variabel yang ada. Angket dibuat

dengan memperhatikan konsep atau teori yang sudah ada dan disesuaikan

dengan kondisi studi kasus. Kemudian setelah jadi, kuesioner yang berupa

butir-butir pertanyaan untuk diberi tanggapan oleh responden yaitu nasabah

PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta. Kuisioner tersebut terdiri dari empat

bagian, yaitu :

1. Bagian pertama berisi tentang identitas responden yang meliputi, nama,

alamat, nomor telepon, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan

terakhir, penghasilan perbulan dan layanan e-banking.


63

2. Bagian kedua, ketiga, keempat dan kelima berisi tentang pertanyaan-

pertanyaan.

a. Uji Reliabilitas

Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu

kuisioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu

kuisioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang

terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu

(Ghazali, 2013: 47).

Analisis ini dipakai untuk mengetahui sejauh mana pengukuran

data dapat memberikan hasil relative konsisten atau tidak berbeda jika

diukur ulang pada subyek yang sama, sehingga dapat diketahui

konsistensi atau keterandalan alat ukur (kuisioner) (Hadi, 1991 dalam

Bawono, 2006: 63).

Suatu variabel dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha >

0,60. Sehingga data tersebut bisa dikatakan reliable untuk pengukuran

dan meneliti selanjutnya (Bawono, 2006: 68).

b. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya

suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada

kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur

oleh kuisioner tersebut (Ghazali, 2013:52).


64

Analisis ini dipakai untuk mengukur seberapa cermat suatu test

melakukan fungsi ukurnya atau telah benar-benar dapat mencerminkan

variabel yang diukur (Hadi, 1991 dalam Bawono, 2006:68).

Adapun kriteria penilaian uji validitas menurut Bawono (2006:

69) dengan taraf signifikan () = 0,05, jika r hitung > r tabel, maka

kuesioner sebagai alat pengukur dikatakan valid atau ada korelasi yang

nyata antara kedua variabel tersebut.

H. Alat Analisis

1. Metode Deskriptif

Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah IBM SPSS

Statistic 20 merupakan sebuah program komputer statistik yang berfungsi

untuk membantu dalam memproses data-data statistik secara cepat dan

tepat, serta menghasilkan berbagai output yang dikehendaki oleh para

pengambilan keputusan.

2. Metode Kuantitatif

a. Uji Kecocokan Model

1) Uji ttes (uji secara individu)

Uji ini digunakan untuk melihat tingkat signifikansi variabel

independen mempengaruhi variabel dependen secara individu atau

sendiri-sendiri. Pengujian ini dilakukan secara parsial atau

individu, dengan menggunakan uji t statistik untuk masing-masing


65

variabel bebas, dengan tingkat kepercayaan tertentu (Bawono,

2006: 89).

Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh persepsi

kemudahan, kepercayaan dan risiko terhadap keputusan nasabah

menggunakan e-banking.

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a) Ho: 1 = 0 artinya masingmasing variabel independen

(kemudahan dan kepercayaan) secara individual tidak

mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap variabel

dependen (e-banking).

b) Ha: 1 0 artinya variabel independen (risiko) secara

individual mempunyai pengaruh signifikan negatif terhadap

variabel dependen (e-banking).

Dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:

1) Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi.

a) Apabila angka probabilitas signifikansi > 0.05, maka Ho

diterima dan Ha ditolak.

b) Apabila angka probabilitas signifikansi < 0.05, maka Ho

ditolak dan Ha diterima.


66

2) Dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel.

a) Jika t hitung > t tabel, Ha diterima dan Ho ditolak,

berarti ada pengaruh yang signifikan antara masing

masing variabel bebas dan variabel terikat.

b) Jika t hitung < t tabel, Ho diterima dan Ha ditolak,

berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara masing

masing variabel bebas dan variabel terikat (Bawono,

2006: 90-91).

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui

seberapa besar pengaruh persepsi kemudahan (X1), kepercayaan

(X2), risiko (X3) terhadap keputusan nasabah menggunakan e-

banking pada PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta

(Y). Persamaan regresi berganda dapat berupa sebagai berikut.

Y = 0 + 1X1 + 2X2 + 3X3

Keterangan:

Y = e-banking

0 = Konstanta (constant)

1-3 = koefisien regresi

X1 = Persepsi Kemudahan

X2 = Kepercayaan

X3 = Risiko
67

2) Uji Ftest (Uji Secara Serempak)

Uji F dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa

jauh semua variabel independen secara bersama-sama dapat

mempengaruhi variabel dependen (Bawono, 2006: 91).

Pengujian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variabel

independen terhadap variabel dependen secara simultan. Uji F bisa

dilakukan dengan melihat hasil perhitungan SPSS Anova yang

membandingkan Mean Square dari regresi dan Mean Square dari

residual sehingga diperoleh F hitung. Adapun hipotesis nol yang

akan diuji apakah semua parameter dalam model sama dengan nol

yang bisa dirumuskan sebagai berikut:

H0: 1: 2: 3 = 0, berarti semua variabel independen (X1,

X2, X3) bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap

variabel independen (Y).

Ha: 1: 2: 3 0, berarti semua variabel independen (X1,

X2, X3) bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap

variabel dependen (Y) (Ghozali, 2005: 107).

Pengambilan kesimpulannya adalah dengan melihat nilai

signifikansi dengan ketentuan sebagai berikut:

1) Jika nilai sig. < 0,05 atau Fhitung < Ftabel, maka variabel

independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel

dependen.
68

2) Jika nilai sig. > 0,05 atau Fhitung < Ftabel, maka variabel

independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap

variabel dependen (Ghozali, 2005: 88).

3) Uji R2 (koefisien Determinasi)

Menurut Bawono (2006: 92) koefisien determinasi (R2)

menunjukkan sejauh mana tingkat hubungan antara variabel

dependen (Y) dengan variabel independen (X1,2,3,). Nilai R2

terletak antara 0 dan 1. Bila nilai R2 mendekati 0, berarti sedikit

sekali variasi variabel dependen yang diterangkan oleh variabel

independen. Jika R2 bergerak mendekati 1 berarti semakin besar

variasi variabel dependen yang dapat diterangkan oleh variabel

independen, jika ternyata dalam perhitungan nilai R2 sama dengan

0 maka ini menunjukkan bahwa variabel dependen tidak bisa

dijelaskan oleh variabel independen.

b. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan tahapan yang penting dalam

proses analisis regresi, hal itu kaitannya dalam pencapaian model

regresi yang handal sesuai dengan kaidah BLUE (Best Linier

Unbiased Estimator) (Bawono, 2006: 115). Untuk menghindari gejala-

gejala asumsi klasik, maka akan dilakukan pengujian multicollinearity,

heteroscedasticity, normality dan linearity.


69

1) Uji Multicollinearity

Uji Multicollinearity digunakan untuk menguji adanya

korelasi antar variabel bebas. Masalah multikoliniaritas biasanya

muncul pada data time series, dan masalah ini serius dapat

mengakibatkan berubahnya tanda parameter etimasi (Bawono,

2006: 116).

Menurut Ghazali (2013: 105) untuk mendeteksi ada atau

tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi adalah sebagai

berikut:

a. Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi

empires sangat tinggi, tetapi secara individual variabel-variabel

independen banyak yang tidak signifikan mempengaruhi

variabel dependen.

b. Menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen. Jika

antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi

(umumnya di atas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi

adanya multikolinieritas. Multikolinieritas dapat disebabkan

karena adanya efek kombinasi dua atau lebih variabel

independen.

c. Multikolinieritas dapat juga dilihat dari (a) nilai tolerance dan

lawannya (b) variance inflation factor (VIF). Kedua ukuran ini

menunjukkan setiap variabel independen manakah yang


70

dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dalam pengertian

sederhana setiap variabel independen menjadi variabel

dependen (terikat) dan diregres terhadap variabel independen

lainnya. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen

yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen

lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF

tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cutoff yang umum

dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah

nilai Tolerance < 0,10 atau sama dengan VIF > 10. Setiap

peneliti harus menentukan tingkat kolonieritas yang masih

dapat ditolerir.

Dalam penelitian ini, gejala multicollinearity dideteksi dengan

melakukan auxiliary regresi antar variabel independen untuk

mendapatkan nilai r2, kemudian membandingkan hasil nilai r2

dengan R2. r2 didapat dengan cara meregresikan antar variabel

independen untuk mengetahui nilai koefisien determinasi parsial r2

pada setiap variabel independen yang diregresikan, kemudian nilai

(r2) dibandingakn dengan nilai koefisien determinasi majemuk R2

utama. Gejala multikolinieritas terjadi ketika r2 X1 Xn > R2 X1

Xn dan ketika terjadi kebalikan dari fungsi tersebut, maka

dipastikan tidak terjadi multikolinieritas dan data dapat digunakan

untuk interprestasi nilai regresi (Baihaqi, 2014: 72).


71

Dan jika tidak ditemukan gejala-gejala multikolinieritas, maka

bisa dikatakan model regresi yang digunakan terbebas dari gejala

multikolinieritas, demikian juga sebaliknya.

2) Uji Heteroscedasticity

Gejala heteroscedasticity terjadi ketika varian dari variabel

pengganggu tidak sama untuk semua observasi, yang

mengakibatkan penaksir tidak bisa tetapi tidak efisien lagi untuk

digunakan dalam sempel besar maupun kecil, selain itu dalam

pengujian T-test dan F-test akan menyebabkan kesimpulan yang

salah (Bawono, 2006: 133).

Uji heteroscedasticity bertujuan menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual

satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

Homoskesdatisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas

(Ghazali, 2013: 139).

Dalam penelitian ini, pengujian ada atau tidaknya gejala

heteroscedasticity dilakukan dengan menggunakan metode glejser.

Menurut Gujarati dalam Bawono (2006: 141), glejser mengusulkan

untuk meregresikan nilai absolute residual yang diperoleh atas

variabel bebas. Adapun prosedur pengujiannya adalah dengan cara

meregresi nilai absolute residual terhadap variabel dependen atau


72

undstandardized residual sebagai variabel dependen, sedangkan

variabel independennya adalah variabel X1, X2, X3. Sedangkan

dasar pengambilan keputusannya adalah jika t-test > t tabel, maka

Ho ditolak artinya dalam persamaan regresi tersebut terdapat

heteroskendastisitas dan jika t-test < t tabel, maka Ho diterima

artinya dalam persamaan regresi tersebut tidak terdapat

heteroskendastisitas.

3) Uji Normality

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model

regresi dari kedua variabel (variabel dependen dan variabel

independen) yang kita pakai mempunyai distribusi normal atau

tidak. Sebuah data penelitian yang baik adalah yang datanya

berdistribusi normal (Bawono, 2006: 174).

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi

normal. Dalam regresi linier disturbance error, mengikuti ditribusi

normal disekitar rata-rata.

Dalam penelitian ini, penulis melakukan uji normalitas

menggunakan kolmogorov-smirnov. Yang di maksud dengan One

Sample Kolmogorov Smirnove adalah dengan membandingkan

distribusi data (yang akan diuji normalitasnya) dengan distribusi

normal baku. Distribusi normal baku adalah data yang telah


73

ditransformasikan ke dalam bentuk Z-Score dan diasumsikan

normal. Jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda

antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku.

Seperti pada uji beda biasa, jika signifikansi di bawah 0,05 berarti

terdapat perbedaan yang signifikan, dan jika signifikansi di atas

0,05 maka tidak terjadi perbedaan yang signifikan. Penerapan pada

uji Kolmogorov Smirnov adalah bahwa jika signifikansi di bawah

0,05 berarti data yang akan diuji mempunyai perbedaan yang

signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak

normal.

Uji normalitas dilakukan dengan menguji nilai residual dari

persamaan regresi dengan menggunakan uji kolmogorov-smirov

dengan membuat hipotesis:

1) Jika probabilitas lebih besar dari 0,05 ( > 0,05) maka Ho

diterima, yaitu variabel residual terdistribusi normal.

2) Jika probabilitas lebih kecil dari 0,05 ( < 0,05) mak Ho ditolak,

yaitu variabel residual tidak terdistribusi normal (Sugiyono,

2008: 151-152).

4) Uji Linearity

Pengujian linieritas digunakan untuk menguji apakah

spesifikasi model yang kita gunakan sudah tepat atau lebih baik
74

dalam spesifikasi model bentuk lain, spesifikasi model dapat

berupa linier, kuadratik atau kubik (Bawono, 2006: 179).

Untuk menguji linieritas, penulis akan menggunakan uji

langrange multiplier yang dikembangkan oleh Engle tahun 1982

(Bawono, 2006: 184). Untuk mendapatkan nilai 2 hitung,

kemudian dibandingkan dengan nilai 2 tabel, 2 hitung didapatkan

dengan mengalikan jumlah data observasi dengan R2 atau n*R2

dengan kriteria analisis:

a. Jika 2 hitung > 2 tabel, maka spesifikasi model persamaan

linier tidak benar.

b. Jika 2 hitung < 2 tabel, maka spesifikasi model persamaan

linier adalah benar.


BAB IV

ANALISIS DATA

A. Deskripsi Obyek Penelitian

1. Identitas PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta

Nama Perusahaan : PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta

Alamat : Jl. Kusumanegara No. 112 Yogyakarta 55165

Telepon/Fax : (0274) 417222/ 417111

Website : http://www.bnisyariah.co.id

Logo :

Gambar 4.1

Logo BNI Syariah

2. Sejarah PT Bank BNI Syariah

Tempaan krisis moneter tahun 1997 membuktikan ketangguhan sistem

perbankan syariah. Prinsip Syariah dengan 3 (tiga) pilarnya yaitu adil,

transparan dan maslahat mampu menjawab kebutuhan masyarakat

terhadap sistem perbankan yang lebih adil. Dengan berlandaskan pada


75
76

Undang-undang No.10 Tahun 1998, pada tanggal 29 April 2000 didirikan

Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta,

Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus

berkembang menjadi 28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.

Disamping itu nasabah juga dapat menikmati layanan syariah di

Kantor Cabang BNI Konvensional (office channelling) dengan lebih

kurang 1500 outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di dalam

pelaksanaan operasional perbankan, BNI Syariah tetap memperhatikan

kepatuhan terhadap aspek syariah. Dengan Dewan Pengawas Syariah

(DPS) yang saat ini diketuai oleh KH. Maruf Amin, semua produk BNI

Syariah telah melalui pengujian dari DPS sehingga telah memenuhi aturan

syariah.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Bank Indonesia Nomor

12/41/KEP.GBI/2010 tanggal 21 Mei 2010 mengenai pemberian izin

usaha kepada PT Bank BNI Syariah. Dan di dalam Corporate Plan UUS

BNI tahun 2000 ditetapkan bahwa status UUS bersifat temporer dan akan

dilakukan spin off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal

19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum

Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas

dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan

diterbitkannya UU No.19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah

Negara (SBSN) dan UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.


77

Disamping itu, komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan

syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk

perbankan syariah juga semakin meningkat. Juni 2014 jumlah cabang BNI

Syariah mencapai 65 Kantor Cabang, 161 Kantor Cabang Pembantu, 17

Kantor Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point.

BNI Syariah Yogyakarta merupakan satu dari lima kota di Indonesia

yang mengawali operasional PT Bank BNI Syariah. Tercatat BNI Syariah

Kantor Cabang Yogyakarta sudah beroperasi sejak tanggal 29 April 2000.

Pada akhir tahun 2015 aset produktif BNI Syariah Cabang Yogyakarta

sudah mencapai 480 miliar dan dapat menghasilkan keuntungan sebesar

168 miliar. Diperkirakan aset dan keuntungan BNI Syariah Cabang

Yogyakarta akan bertambah hingga akhir tahun 2016 dengan bantuan dari

kantor cabang dan kantor kas yang tersebar di wilayah Provinsi D.I.

Yogyakarta.

Hingga saat ini BNI Syariah Cabang Yogyakarta telah memiliki empat

kantor cabang pembantu dan tiga kantor kas yang terebar di seluruh

wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Bahkan saat ini telah ada rencana

untuk menambah dua kantor kas baru yaitu di Rumah Sakit PKU

Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman dan di Kampus Pusat

Universitas Islam Indonesia yang berlokasi di Jalan Kaliurang Km. 14.

Berikut adalah kantor-kantor pelayanan BNI Syariah Cabang Yogyakarta

(Sumber: BNI Syariah Yogyakarta) yaitu:


78

a. BNI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta

Alamat : Jl. Kusumanegara No.112, Umbulharjo, Yogyakarta

Telp. : (0274) 417222

Fax : (0274) 417111

b. BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Bulaksumur

Alamat : Komplek Bulaksumur H No.4, Yogyakarta

Telp : (0274) 557087, 557088

Fax : (0274) 557088

c. BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Godean

Alamat : Jl. Godean Km.4,5, Modinan, Banyuraden, Gamping,

Sleman, Yogyakarta

Telp. : (0274) 626464

Fax. : (0274) 626725

d. BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Kaliurang

Alamat : Jl. Kaliurang Km.5, No.35, Caturtunggal, Depok, Sleman,

Yogyakarta

Telp. : (0274) 581642

Fax : (0274) 581641

e. BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Bantul

Alamat : Jl. Jend. Sudirman No156, Bantul, Yogyakarta

Telp. : (0274) 6469100, 6469050

Fax : (0274) 6469044


79

f. BNI Syariah Kantor Kas Rumah Sakit Mata Dr. YAP

Alamat : Jl. Cik Dik Tiro No.5, Yogyakarta

Telp. : (0274) 554144

Fax. : (0274) 550163

g. BNI Syariah Kantor Kas FE UII

Alamat : Jl. Prawirokuwat No.146, Condongcatur, Yogyakarta

Telp. : (0274) 4477513

Fax. : (0274) 4477512

h. BNI Syariah Kantor Kas RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

Alamat : Jl. K.H. Ahmad Dahlan No.20, Yogyakarta

Telp. : (0274) 565118

Fax. : (0274) 560957

3. Visi dan Misi PT Bank BNI Syariah

Visi BNI Syariah adalah Menjadi bank syariah pilihan masyarakat

yang unggul dalam layanan dan kinerja.

Misi BNI Syariah adalah:

a. Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peduli pada

kelestarian lingkungan.

b. Memberikan solusi bagi masyarakat untuk kebutuhan jasa perbankan

syariah.

c. Memberikan nilai investasi yang optimal bagi investor.


80

d. Menciptakan wahana terbaik sebagai tempat kebanggaan untuk

berkarya dan berprestasi bagi pegawai sebagai perwujudan ibadah.

e. Menjadi acuan tata kelola perusahaan yang amanah.

f.

4. Struktur Organisasi PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta

Branch Manager
(BM)

Branch Internal
Control (BIC)

SBM OM

RRH SMEF SH PH CSH FAH BOH COM

SO PA CS FAA OA
RRH AO
Asisstant
Teller ADA
SA CA

FO

FA

Gambar 4.2
Struktur Organisasi PT. Bank BNI Syariah KC Yogyakarta 2016
81

Keterangan:

Branch Manager : Aprilina Pitra Ardiati

Branch Internal Control : Laela Qadria

Operational Manager : Heryana

Sub Branch Manager : Tantri Vermiliana

Recovery & Remedial Head : Ruri Supriadi

SME Financing Head : Erlyana

Account Officer : Cita Nareswari

Risky Suryo K.

Sales Head : Sugiyati

Sales Officer : Hendy Regar

Funding Officer : Agung Putranta

Funding Assistant : Sekar Aditya Pranawa

Ratna Sekar Pramudita

Processing Head : Daryoko


82

Processing Assistant : Wiryawan

Collection Assistant : Andri

Customer Service Head : Desy Septianie

Financing Adminitration Head : Fitri Rah Utami

Financing Adminitration Ass : Reza Adi

RM Miftakhul K A

Back Office Head : Diah Kusuma

Operational Assistant : Anis Hajizah

Adminitration Assistant : Muamar Kadafi

Prita Sari Dewi

Sumber: Adminitration Assistant BNI Syariah KC Yogyakarta 2016

B. Gambaran Umum Responden

Gambaran umum pada penelitian ini meliputi jenis kelamin, status

pernikahan, pendidikan terakhir, penghasilan perbulan dan layanan e-banking.


83

1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin


Tabel 4.1

Jenis Kelamin Responden

Jenis_Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
laki-laki 43 33.9 33.9 33.9
Valid perempuan 84 66.1 66.1 100.0
Total 127 100.0 100.0
Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa responden terdiri dari

66,1% perempuan yaitu sebanyak 84 responden, dan 33,9% laki-laki yaitu

sebanyak 43 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang

digunakan dalam penelitian ini di PT BNI Syariah KC Yogyakarta

mayoritas perempuan.

2. Profil Responden Berdasarkan Status Pernikahan


Tabel 4.2

Status Pernikahan

Status_Pernikahan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative


Percent

Lajang 53 41.7 41.7 41.7


Valid
Menikah 58 45.7 45.7 87.4
84

Janda/Duda 16 12.6 12.6 100.0

Total 127 100.0 100.0

Sumber :Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa responden status pernikahan

masih lajang sebanyak 41,7% yaitu sebanyak 53 responden, status

pernikahan sudah menikah sebanyak 45,7% yaitu sebanyak 58 responden

sedangkan untuk status pernikahan janda/duda sebanyak 12,6% yaitu

sebanyak 16 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden PT BNI

Syariah KC Yogyakarta mayoritas status pernikahannya menikah.

3. Profil Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tabel 4.3

Pendidikan Terakhir
Pendidikan_Terakhir
Frequency Percent Valid Cumulative
Percent Percent
SMP 6 4.7 4.7 4.7
SMA 26 20.5 20.5 25.2
AKADEMI/DIPLOMA 24 18.9 18.9 44.1
Valid S1 45 35.4 35.4 79.5
S2 15 11.8 11.8 91.3
S3 11 8.7 8.7 100.0
Total 127 100.0 100.0
Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)
85

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa 54,7% atau 6 responden

pendidikan terakhir adalah SMP, untuk SMA sebanyak 20,5% atau 26

responden, 18,9% atau 24 responden pendidikan terakhir

Akademi/Diploma, 35,4% atau 45 responden pendidikan terakhir S1,

11,8% atau 15 responden pendidikan terakhir S2 dan 8,7% atau 11 orang

pendidikan terakhir S3. Dengan begitu menunjukkan bahwa responden

PT BNI Syariah KC Yogyakarta mayoritas berpendidikan S1.

4. Profil Responden Berdasarkan Penghasilan Perbulan

Tabel 4.4

Penghasilan Perbulan
Penghasilan_Perbulan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
<5juta 82 64.6 64.6 64.6
5juta-<25juta 34 26.8 26.8 91.3
Valid
25juta-<50juta 11 8.7 8.7 100.0
Total 127 100.0 100.0
Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Dari tabel di atas menunjukkan 64,6% atau sebanyak 82 responden

berpenghasilan < Rp 5 Juta, sebanyak 26,8% atau 34 responden

berpenghasilan Rp 5 Jt - < Rp 25 Jt, sedangkan sisanya sebanyak 8,7%

atau 11 responden berpenghasilan Rp 25 Jt - < Rp 50 Jt. Hal ini

menunjukkan bahwa 50% dari responden PT BNI Syariah KC Yogyakarta

berpenghasilan < Rp 5 Juta.


86

5. Profil Responden Berdasarkan Layanan E-Banking

Tabel 4.5

Layanan E-Banking
Layanan_ebanking
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
ATM 44 34.6 34.6 34.6
Credit card 17 13.4 13.4 48.0
internet banking 18 14.2 14.2 62.2
Valid mobile banking 23 18.1 18.1 80.3
phone banking 14 11.0 11.0 91.3
sms banking 11 8.7 8.7 100.0
Total 127 100.0 100.0

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Dari tabel di atas, diketahui bahwa sebagian besar nasabah PT BNI

Syariah KC Yogyakarta menggunakan fasilitas layanan e-banking pada

layanan ATM. Hal ini menunjukkan bahwa ATM memiliki kemudahan,

kepercayaan yang tinggi, serta sedikitnya risiko. Sehingga nasabah PT

BNI Syariah KC Yogyakarta mayoritas menggunakan layanan e-banking

ATM.

C. Analisa Data

1. Hasil Uji Instrumen

Agar penelitian menghasilkan data yang akurat, maka instrument yang

digunakan diuji terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan uji

reliabilitas. Uji validitas dilakukan untuk mengungkapkan apakah


87

pertanyaan pada questioner yang digunakan benar atau tidak sedangkan

uji reliabilitas digunakan untuk melihat konsistensi pengukuran dari suatu

variabel (Bawono, 2006: 63).

a. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi alat

ukur sehingga dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama. Suatu

variabel dikatakan reliable jika nilai cronbach alpha > 0,6 (Nunnally

dalam Bawono, 2006: 68). Hasil pengujian reliabilitas dapat dilihat

pada tabel berikut ini:

Tabel 4.6

Hasil Uji Reliabilitas Data

Variabel Cronbachs Alpha Kesimpulan


Kemudahan (X1) 0,812 Reliable
Kepercayaan (X2) 0,822 Reliable
Risiko (X3) 0,650 Reliable
E-Banking (Y) 0,730 Reliable
Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Hasil pengujian reliabilitas konstruk variabel yang digunakan

dalam penelitian ini diperoleh nilai Cronbach Alpha yang lebih besar

dari 0,60. Hal ini berarti bahwa seluruh instrument dalam penelitian ini

reliable, sehingga semua butir pertanyaan dapat dipercaya dan dapat

digunakan untuk penelitian selanjutnya.


88

b. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur seberapa cermat suatu

test melakukan fungsi ukurnya atau telah benar-benar mencerminkan

variabel yang diukur (Hadi, 1991 dalam Bawono, 2006: 68). Item

kuisioner dinyatakan valid apabila nilai pearson correlation berbintang

dua dengan tingkat signifikansi pada level 5% dan berbintang satu

dengan tingkat signifikansi pada level 1%. Berikut merupakan tabel

hasil pengujian validitas:

Tabel 4.7

Hasil Uji Validitas Data

Variabel Item Total Score Keterangan


Pertanyaan Correlation
Persepsi Kemudahan 1 .780** Valid

Kemudahan Kemudahan 2 .820** Valid

Kemudahan 3 .732** Valid

Kemudahan 4 .702** Valid

Kemudahan 5 .752** Valid

Kepercayaan Kepercayaan 1 .722** Valid

Kepercayaan 2 .794** Valid

Kepercayaan 3 .786** Valid

Kepercayaan 4 .721** Valid


89

Kepercayaan 5 .808** Valid

Risiko Risiko 1 .672** Valid

Risiko 2 .779** Valid

Risiko 3 .657** Valid

Risiko 4 .687** Valid

e-banking e-banking 1 .696** Valid

e-banking 2 .621** Valid

e-banking 3 .728** Valid

e-banking 4 .701** Valid

e-banking 5 .724** Valid

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Berdasarkan tabel di atas, diketahui semua pertanyaan yang

digunakan dalam kuisioner adalah valid, semua item pertanyaan dalam

variabel berbintang dua yang menunjukkan signifikan pada level 5% ,

sehingga tidak ada item pertanyaan yang dihapus dan semua item

pertanyaan dapat digunakan pada keseluruhan model pengujian.

2. Hasil Uji Kecocokan Model

a. Uji ttest

Uji ini digunakan untuk melihat tingkat signifikansi variabel

independen mempengaruhi variabel dependen secara individu atau

sendiri-sendiri. Pengujian ini dilakukan secara parsial atau individu,


90

dengan menggunakan uji t statistik untuk masing-masing variabel

bebas, dengan tingkat kepercayaan tertentu (Bawono, 2006: 89). Hasil

uji ttest dapat dilihat dibawah ini:

Tabel 4.8
Hasil Uji ttest

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 8.801 2.994 2.939 .004
Kemudahan_X1 .179 .077 .199 2.313 .022
1
Kepercayaan_X2 .353 .087 .359 4.069 .000
Risiko_X3 .308 .089 .262 3.476 .001
a. Dependent Variable: ebanking_Y
Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Dari tabel coefficient, dapat dibuat model persamaan regresi

sebagai berikut:

Y = 0 + 1X1 + 2X2 + 3X3

Y = 8.801 + 0.179X1+ 0.353X2 + 0.308X3

Dimana :

Y = Memutuskan Menggunakan E-Banking

X1 = Persepsi Kemudahan

X2 = Kepercayaan

X3 = Risiko
91

Apabila nilai signifikansi kurang dari nilai alfa 0.05 maka

variabel tersebut dinyatakan positif mempengaruhi variabel

dependennya. Berdasarkan hasil uji t, peneliti mendapatkan nilai t

hitung masing-masing untuk persepsi kemudahan (X1), kepercayaan

(X2) dan risiko (X3), yaitu:

1) Variabel persepsi kemudahan (X1) dengan t hitung 2.313 dan

signifikansi 0.022, dimana nilai signifikansi lebih kecil dari nilai

alfa 0.05 maka dapat dikatakan bahwa variabel persepsi

kemudahan (X1) secara statistik berpengaruh positif dan signifikan

terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking (Y).

2) Variabel kepercayaan (X2) dengan t hitung 4.069 dan signifikansi

0.000, dimana nilai signifikansi lebih lebih kecil dari nilai alfa 0.05

maka dapat dikatakan bahwa variabel kepercayaan (X2) secara

statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

nasabah menggunakan e-banking (Y).

3) Variabel risiko (X3) dengan t hitung 3.476 dan signifikansi 0.001

dimana nilai signifikansi lebih lebih kecil dari nilai alfa 0.05 maka

dapat dikatakan bahwa variabel risiko (X3) secara statistik

berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan nasabah

menggunakan e-banking (Y). Artinya risiko semakin kecil, maka

akan semakin banyak keputusan nasabah menggunakan e-banking.


92

b. Uji Ftest

Uji F test dilakukan untuk mengatur seberapa jauh variabel

independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel independen.

Uji F test dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.9
Hasil Uji Ftest

a
ANOVA

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.


b
Regression 857.317 3 285.772 32.998 .000

1 Residual 1065.202 123 8.660

Total 1922.520 126

a. Dependent Variable: ebanking_Y


b. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1, Kepercayaan_X2

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Pada tabel di atas, menunjukkan bahwa F hitung 32.998 dengan

nilai signifikansi 0.000. Karena probabilitas signifikan jauh lebih kecil

dari 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa

H4 yaitu persepsi kemudahan, kepercayaan, risiko secara bersama-sama

berpengaruh terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking.

c. Uji R2

Menurut Bawono (2006: 92) koefisien determinasi (R2) menunjukkan

sejauh mana tingkat hubungan antara variabel dependen dengan variabel

independen atau sejauh mana kontribusi variabel independen

mempengaruhi variabel dependen.


93

Tabel 4.10
Hasil Uji R2
Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the


Square Estimate
a
1 .668 .446 .432 2.94282

a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1, Kepercayaan_X2

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Tabel di atas menjelaskan bahwa koefisien Adjusted R Square

sebesar 0.432 ini berarti kontribusi variasi variabel independen (persepsi

kemudahan, kepercayaan dan risiko) mampu menjelaskan variasi

variabel dependen (e-banking) sebesar 43,2% sedangkan sisanya sebesar

56,8% dijelaskan variasinya oleh variabel di luar model.

3. Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan untuk menghasilkan model regresi

yang handal sesuai dengan kaidah best linier unbiased estimator, yang

menghasilkan model regresi tidak bias (Bawono, 2006: 115) sehingga

dapat digunakan sebagai alat memprediksi yang handal. Uji asumsi

klasik yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah uji

multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas dan uji linearitas.


94

a. Hasil Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji ada tidaknya

korelasi di antara variabel bebas satu dengan variabel bebas lainnya.

Dalam pengujian ini, peneliti melakukan auxiliary regresi antar

variabel independen untuk mendapatkan r2, kemudian dibandingkan

dengan R2 dari regresi antar variabel dengan hasil uji regresi utama :

Tabel 4.11
Hasil R2 (Koefisien determinasi majemuk) regresi utama

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the


Square Estimate
a
1 .668 .446 .432 2.94282

a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1, Kepercayaan_X2

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Dibawah ini adalah hasil r2 untuk setiap variabel independen

yang diregresikan, setelah mendapatkan r2 untuk setiap variabel

independen, maka nilai dari r2 dibandingkan dengan nilai R2 untuk

mengetahui ada atau tidaknya penyakit multikolinieritas yang

diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :


95

Tabel 4.12
Perbandingan r2 dan R2
Variabel Independen r2

Persepsi Kemudahan = f (Kepercayaan, Risiko) 0.391

Kepercayaan = f (Persepsi Kemudahan, Risiko) 0.421

Risiko = f (Persepsi Kemudahan, Kepercayaan) 0.209

R2 = 0.446

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juni 2016 (Lampiran IV)

Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa R2 dari regresi lebih

besar dari nilai r2 variabel persepsi kemudahan, kepercayaan dan

risiko, sehingga dinyatakan variabel persepsi kemudahan, kepercayaan

dan risiko model yang kita pakai tidak memiliki gejala

multikolinieritas.

b. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroscedasticity bertujuan menguji apakah dalam model

regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan

ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan

ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskesdatisitas dan jika

berbeda disebut Heteroskedastisitas (Ghazali, 2013: 139). Dalam

pengujian ini, peneliti menggunakan pengujian dengan metode Glejser

yaitu glejser mengusulkan untuk meregres nilai absolute residual

terhadap variabel independen (Gujarati dalam Ghozali, 2013: 142).


96

Prosedur penyajiannya adalah dengan cara meregresi nilai absolute

residual terhadap variabel dependen atau undstandardized residual

sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independennya adalah

variabel X1, X2 dan X3, sedangkan pengambilan keputusannya adalah

jika nilai signifikansi lebih dari nilai alfa 0,05 maka data tidak

mengandung heteroskedatisitas, jika nilai signifikansi kurang dari 0,05

maka terdapat gejala heteroskedastisitas. Adapun hasil uji

heteroscedasticity sebagai berikut:

Tabel 4.13
Hasil Uji Heteroscedasticity
Metode Glejser

a
Coefficients

Model Unstandardized Standardized T Sig.


Coefficients Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) 1.450 .624 2.325 .022

Kemudahan_X1 -.026 .016 -.186 -1.628 .106


1 Kepercayaan_X2 .006 .018 .039 .332 .741

Risiko_X3 .003 .018 .014 .140 .889

a. Dependent Variable: Abs_Ut

Sumber : Data Primer yang Diolah, Juli 2016 (Lampiran IV)

Dari tabel di atas diketahui nilai signifikansi kemudahan (X1)

0,106, berarti data termasuk homogen karena lebih dari nilai 0,05.

Nilai signifikansi untuk variabel kepercayaan (X2) sebesar 0,741, ini


97

berarti data termasuk homogen karena lebih dari nilai 0,05. Kemudian

untuk nilai signifikansi variabel risiko (X3) sebesar 0,889, ini berarti

data termasuk homogen karena lebih dari nilai 0,05. Jadi dapat

disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya

heteroskedastisitas, sehingga asumsi persamaan regresi baik.

c. Hasil Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel

independen dan variabel dependen dalam model regresi memiliki

distribusi normal atau tidak (Bawono, 2006: 174). Model regresi

yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati

normal. Dalam pengujian ini, peneliti menggunakan pengujian dengan

metode One-Sample Kolmogorov Smirnov test.

Uji Kolmogorov Smirnov merupakan pengujian normalitas

yang banyak dipakai, terutama setelah adanya banyak program

statistik yang beredar. Kelebihan dari uji ini adalah sederhana dan

tidak menimbulkan perbedaan persepsi di antara satu pengamat yang

lain, yang sering terjadi pada uji normalitas dengan menggunakan

grafik. Adapun hasil uji komolgorov smirnov sebagai berikut :


98

Tabel 4.14
Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Predicted
Value

N 127
Normal Mean 38.4015748
Parameter
a,b
Std. Deviation 2.60846817
s
Most Absolute .056
Extreme Positive .039
Differences Negative -.056
Kolmogorov-Smirnov Z .635
Asymp. Sig. (2-tailed) .815

a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.

Sumber: Data Primer yang Diolah, Juli 2016 (Lampiran IV)

Tabel di atas menunjukkan N= 127 yang berarti jumlah sampel

yang diambil sebanyak 127, nilai kolmogorov-smirnov z menunjukkan

angka 0,635 dan Asymp. Sig. (2-tailed) menunjukkan angka 0,815.

Dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal karena

Asymp. Sig. (2-tailed) lebih dari 0,05 atau 5%.

d. Hasil Uji Liniearitas

Uji Linieritas dilakukan untuk menguji apakah spesifikasi yang

kita gunakan sudah tepat atau lebih baik dengan model lain. Dalam

pengujian ini, peneliti menggunakan uji langrange multiplier

untuk mendapatkan nilai 2 hitung, kemudian dibandingkan


99

dengan nilai 2 tabel. Berikut merupakan tabel hasil perkalian

jumlah data dengan R2:

Tabel 4.15
Hasil Uji Liniearitas

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the


Square Estimate
a
1 .022 .001 -.024 2.94208037

a. Predictors: (Constant), Risiko_X32, Kemudahan_X12,


Kepercayaan_X22
Sumber : Data Primer yang Diolah, Juli 2016 (Lampiran IV)

Pengujian liniearitas menggunakan uji lagrange multiplier

ditujukan untuk mencari perbandingan 2 hitung dan 2 tabel, yang

mana 2 hitung= n * R2= 127 * 0.001= 0.127. Dengan tingkat

signifikan 5% dan df : 123 maka 2 tabel = 154.302.

Dengan begitu maka nilai 2 hitung < 2 tabel sehingga

spesifikasi model persamaan regresi linier adalah benar.

D. Pengujian Hipotesis

1. Uji Hipotesis 1 (H1)

Dari hasil uji ttest nilai t hitung variabel kemudahan sebesar

2,313 dengan taraf signifikan 0,022 dan nilai 1X1 sebesar 0,179.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh

yang positif dan signifikan antara variabel persepsi kemudahan

terhadap keputusan nasabah menggunakan e-banking. Dengan


100

demikian dinyatakan terdapat pengaruh persepsi kemudahan terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank

BNI Syariah KC Yogyakarta sehingga hipotesis H1 diterima.

2. Uji Hipotesis 2 (H2)

Dari hasil uji ttest nilai t hitung variabel kepercayaan sebesar

4,069 dengan taraf signifikan 0,000 dan nilai 2X2 sebesar 0,353.

Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh

yang positif dan signifikan antara variabel kepercayaan terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking. Dengan demikian

dinyatakan terdapat pengaruh kepercayaan terhadap keputusan

nasabah menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank BNI Syariah

KC Yogyakarta sehingga hipotesis H2 diterima.

3. Uji Hipotesis 3 (H3)

Dari hasil uji ttest nilai t hitung variabel risiko sebesar 3,476

dengan taraf signifikan 0,001 dan nilai 3X3 sebesar 0,308. Dengan

demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang

positif dan signifikan antara variabel risiko terhadap keputusan

nasabah menggunakan e-banking. Dengan demikian dinyatakan

terdapat pengaruh risiko terhadap keputusan nasabah menggunakan e-

banking pada nasabah PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta sehingga

hipotesis H3 ditolak.
101

4. Uji Hipotesis 4 (H4)

Dari hasil uji Ftest perbandingan nilai F hitung sebesar 32.998 dengan

nilai signifikansi 0.000. Karena probabilitas signifikan jauh lebih kecil

dari 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa

variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel

dependen secara signifikan. Dengan demikian maka H4 diterima.

5. Uji Hipotesis 5 (H5)

Dari hasil uji ttest nilai 1X1, 2X2, 3X3 sebesar 0,179, 0,353 dan

0,308. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien

variabel kepercayaan lebih besar dari nilai koefisien variabel lain,

sehingga variabel independen yang paling dominan mempengaruhi

keputusan nasabah menggunakan e-banking adalah variabel kepercayaan

bukanlah variabel persepsi kemudahan atau risiko, sehingga hipotesis H5

ditolak.

E. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengujian statistik, terlihat bahwa variabel-variabel

independen secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap variabel

dependen. Pengaruh dari ketiga variabel tersebut bersifat positif dan

signifikan, dengan kata lain persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko

di PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta akan meningkatkan keputusan

nasabah untuk menggunakan e-banking. Hal tersebut sesuai dengan


102

hipotesis yang diajukan serta hasil penelitian sebelumnya. Pengaruh

variabel-variabel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Pengaruh Kemudahan Terhadap Memutuskan Menggunakan

Produk Layanan E-banking

Hasil penelitian hipotesis (H1) membuktikan terdapat pengaruh antara

kemudahan terhadap memutuskan menggunakan e-banking. Hasil uji

statistik yang telah dilakukan menunjukkan nilai t hitung variabel

kemudahan sebesar 2.313 dengan taraf signifikansi sebesar 0,022 lebih

kecil dari 0,05. Pengujian ini membuktikan bahwa kemudahan

berpengaruh positif dan signifikan tehadap keputusan nasabah

menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan

oleh Andriyanto (2014: 136) terdapat pengaruh positif dan signifikan

persepsi kemudahan terhadap minat menggunakan rekening ponsel (Studi

Kasus Pada Nasabah CIMB Niaga Daerah Istimewa Yogyakarta). Selain

itu pada penelitian yang dilakukan oleh Cahyo (2014: 121) menunjukkan

persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap

penggunaan online banking. Lain halnya pada penelitian yang dilakukan

oleh Harlan (2014: 92) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh

positif dan signifikan kemudahan penggunaan untuk menggunakan e-

banking pada UMKM di kota Yogyakarta. Pada penelitian yang dilakukan

oleh Amijaya (2010: 56) menyatakan bahwa variabel kemudahan


103

berpengaruh positif terhadap minat ulang nasabah dalam menggunakan

internet banking.

Persepsi kemudahan dalam menggunakan sistem teknologi bagi

seseorang itu lebih mempermudah aktivitasnya daripada yang tidak

menggunakan. Salah satu kemudahan yang diberikan oleh e-banking

adalah efisiensi waktu karena sistem ini dapat dilakukan dimana saja.

Ketika kemudahan diberikan oleh sistem teknologi maka seseorang akan

cenderung menggunakannya.

Kemudahan dalam melakukan transaksi e-banking bagi nasabah

memberikan ketertarikan untuk menggunakan. Kemudahan ini tidak

mengharuskan seseorang nasabah untuk memiliki waktu datang ke bank

untuk melakukan transaksi. Selain itu adanya kesadaran nasabah bahwa

suatu sistem e-banking telah dibuat untuk memberikan kemudahan dalam

bertransaksi dan mengoperasikannya. Sehingga transaksi perbankan dapat

dilakukan kapan saja dan dimana saja.

2. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Memutuskan Menggunakan

Produk Layanan E-banking

Hasil pengujian hipotesis (H2) membuktikan terdapat pengaruh antara

kepercayaan terhadap memutuskan menggunakan produk layanan e-

banking. Hasil uji statistik menunjukkan nilai t hitung variabel

kepercayaan sebesar 4.069 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 yang

mana nilai itu lebih kecil dari 0,05. Pengujian ini membuktikan bahwa
104

kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan tehadap keputusan

nasabah menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan

Saputro (2013: 36) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan

signifikan kepercayaan terhadap minat menggunakan internet banking.

Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Harlan (2014: 92)

menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kepercayaan

terhadap minat bertransaksi menggunakan e-banking pada UMKM di kota

Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan oleh Hanur (2014: 120)

menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara kepercayaan terhadap

penggunaan online banking pada mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian lain yang dilakukan oleh

Susanti (2015: 70) variabel persepsi kepercayaan berpengaruh signifikan

pada alpha 5% terhadap minat menggunakan mobile banking

Kepercayaan merupakan dasar dalam satu hubungan, tidak terkecuali

hubungan terhadap jasa perbankan. Kepercayaan ini sangat dibutuhkan

antara pihak bank dengan nasabah agar terjalin ikatan keduanya.

Kepercayaan seseorang terhadap pihak lain dalam hubungan transaksi

berdasarkan keyakinan bahwa orang yang dipercayai akan memenuhi

kewajibannya dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam

sistem elektronik kepercayaan akan muncul ketika suatu sistem mampu

memberikan apa yang diharapkan konsumen.


105

Kepercayaan yang diberikan oleh nasabah terhadap layanan e-banking

akan terjadi ketika suatu sistem teknologi memberikan keamanan untuk

bertransaksi bagi nasabah. Selain itu, kecepatan akses dan perlindungan

terhadap data-data nasabah menjadikan nasabah tertarik untuk

menggunakan layanan e-banking. Sehingga sistem teknologi yang dapat

memberikan kepercayaan dapat menarik keputusan nasabah untuk

menggunakan e-banking.

3. Pengaruh Risiko Terhadap Memutuskan Menggunakan Produk

Layanan E-banking

Hasil pengujian hipotesis (H3) membuktikan terdapat pengaruh antara

risiko terhadap memutuskan menggunakan e-banking. Hasil uji statistik

menunjukkan nilai t hitung variabel risiko sebesar 3.476 dengan taraf

signifikan 0,001 yang mana nilai itu lebih kecil dari 0,05. Pengujian ini

membuktikan bahwa risiko yang semakin kecil berpengaruh positif dan

signifikan tehadap keputusan nasabah menggunakan e-banking pada

nasabah PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta. Artinya apabila risiko

yang semakin kecil, maka semakin banyak nasabah PT Bank BNI Syariah

KC Yogyakarta untuk menggunakan e-banking. Sebaliknya, apabila risiko

semakin besar maka keputusan nasabah menggunakan e-banking akan

cenderung mengalami penurunan. Hasil ini mendukung penelitian

sebelumnya yang dilakukan oleh Amijaya (2010: 56) menunjukkan bahwa

resiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat ulang nasabah


106

dalam menggunakan internet banking. Lain halnya penelitian yang

dilakukan oleh Susanti (2015: 70) persepsi risiko berpengaruh signifikan

terhadap minat menggunakan mobile banking. Penelitian lain yang

dilakukan oleh Andriyanto (2013: 9) menyatakan bahwa risiko

berpengaruh pada minat nasabah bank dalam menggunakan ATM.

Kemudian penelitian lain yang dilakukan oleh Pertiwi (2014: 433)

menyatakan bahwa variabel persepsi risiko mempunyai pengaruh terhadap

kepercayaan nasabah terbukti mempengaruhi persepsi risiko terhadap

kepercayaan nasabah dalam menggunakan internet banking. Pada

penelitian yang dilakukan Farizi (2014: 14) menyatakan bahwa konstruk

persepsi risiko berpengaruh terhadap minat menggunakan internet

banking.

Risiko merupakan konsekuensi yang terjadi karena adanya suatu

keputusan, termasuk dalam menggunakan layanan e-banking. Keputusan

dalam memakai suatu sistem akan menjadi sebuah pertimbangan ketika

suatu sistem akan menjadi sebuah konsekuensi atau ketidakpastian.

Pengaman terhadap penyalahgunaan sistem teknologi menjadi hal penting

ketika terjadi penyalahgunaan dan kecurangan terhadap sistem tersebut.

Tingginya peristiwa kejahatan cyber menjadi salah satu risiko yang

ditimbulkan system teknologi e-banking. Sehingga kekhawatiran nasabah

dalam menggunakan e-banking semakin tinggi. Nasabah menyadari

bahwa risiko keamanan informasi yang ditimbulkan oleh e-banking itu


107

ada. Namun ketika perbankan dapat memberikan jaminan keamanan pada

suatu risiko maka nasabah masih tertarik untuk menggunakan. Hal ini

dapat diwujudkan pihak perbankan dengan pemakaian sistem pengamanan

berlapis.

4. Pengaruh Persepsi Kemudahan, Kepercayaan dan Risiko Secara

Bersama-Sama Terhadap Memutuskan Menggunakan Produk

Layanan E-banking.

Hasil pengujian hipotesis keempat diperoleh nilai F hitung sebesar

32,998 dengan nilai signifikansi 0,000. Dengan nilai signifikansi kurang

dari 0,05 (0,000 < 0,05) dapat disimpulkan bahwa persepsi kemudahan,

kepercayaan dan risiko berpengaruh terhadap keputusan nasabah

menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persepsi

kemudahan, kepercayaan dan risiko semakin kecil maka akan

meningkatkan keputusan nasabah menggunakan layanan e-banking pada

PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta. Berdasarkan hasil dari nilai

adjusted R square (R2) yang diperoleh 0,432 (43,2%). Hal ini berarti

persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko berpengaruh positif dan

mempengaruhi 43,2% perubahan pada penggunaan e-banking, sedangkan

sisanya sebesar 56,8% dijelaskan variasinya oleh variabel lain di luar

model.
108

Persepsi kemudahan dapat mempengaruhi nasabah dalam memutuskan

menggunakan layanan e-banking. Semakin tinggi persepsi kemudahan,

maka semakin tinggi keputusan nasabah menggunakan layanan e-banking

karena nasabah berkeyakinan bahwa penggunaan e-banking tersebut dapat

dengan mudah untuk dipahami dan digunakan.

Kepercayaan dapat mempengaruhi keputusan nasabah menggunakan

layanan e-banking. Semakin tinggi kepercayaan nasabah, maka semakin

tinggi keputusan nasabah menggunakan layanan e-banking karena

nasabah mempercayai pada bank sebagai penyedia layanan dan layanan e-

banking itu sendiri.

Tingkat risiko yang kecil dapat mempengaruhi keputusan nasabah

menggunakan layanan e-banking. Risiko yang semakin kecil, maka

semakin banyak keputusan nasabah menggunakan layanan e-banking

karena terdapat pemikiran pada nasabah mengenai risiko yang kecil maka

akan memiliki keamanan yang tinggi dan dapat menjamin kebutuhan

nasabah dalam melakukan beberapa transaksi e-banking.

Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan

Andriyano (2014: 146) menunjukkan bahwa pengaruh pesepsi

kemudahan, persepsi kebermanfaatan, persepsi risiko dan kepercayaan

berpengaruh positif secara bersama-sama terhadap minat menggunakan

Rekening Ponsel pada Bank CIMB Niaga. Semakin tinggi persepsi

kemudahan seseorang, maka semakin tinggi minat menggunakan


109

Rekening Ponsel karena nasabah berkeyakinan bahwa penggunaan

Rekening Ponsel tersebut dapat memberikan pengaruh positif dan dapat

meningkatkan kinerjanya. Semakin tinggi persepsi risiko nasabah, maka

semakin rendah minat menggunakan Rekening Ponsel karena masih

terdapat pemikiran nasabah mengenai risiko yang mungkin akan dialami

oleh nasabah tersebut atas suatu ketidakpastian dan konsekuensi-

konsekuensi negatif lainnya yang mungkin dapat diterima dalam

penggunaan Rekening Ponsel. Dan semakin tinggi kepercayaan nasabah,

maka semakin tinggi minat menggunakan Rekening Ponsel karena

nasabah mempercayai pada bank.

Lain halnya pada penelitian yang dilakukan oleh Harlan (2014: 88)

menunjukkan bahwa pengaruh kemudahan penggunaan, kepercayaan dan

risiko persepsian terhadap minat bertransaksi menggunakan e-banking

pada UMKM di kota Yogyakarta berpengaruh positif signifikan secara

bersama-sama terhadap minat bertransaksi menggunakan e-banking pada

UMKM di kota Yogyakarta.

Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Cahyo (2014: 117)

menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi kebermanfaatan,

keamanan, kepercayaan, dan persepsi kemudahan penggunaan secara

bersama-sama terhadap penggunaan Online banking pada mahasiswa S1

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Hal ini menunjukkan

bahwa semakin tinggi persepsi kebermanfaatan, keamanan, kepercayaan,


110

dan persepsi kemudahan penggunaan maka akan meningkatkan

penggunaan online banking pada mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Yogyakarta.

5. Pengaruh Variabel Persepsi Kemudahan Paling Dominan

Terhadap Keputusan Nasabah Menggunakan E-banking

Dari hasil uji ttest nilai 1X1, 2X2, 3X3 sebesar 0,179, 0,353

dan 0,308. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa nilai

koefisien variabel kepercayaan lebih besar dari nilai koefisien variabel

lain, sehingga variabel independen yang paling dominan mempengaruhi

keputusan nasabah menggunakan e-banking adalah variabel kepercayaan

bukanlah variabel persepsi kemudahan atau risiko

Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Bella

(2014: 87) bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap niatan menggunakan

e-banking pada mahasiswa dan paling dominan dari variabel lainnya.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Susanti (2014: 75) menyatakan bahwa

kepercayaan terdapat pengaruh signifikan terhadap minat menggunakan

internet banking dan paling dominan diantara variabel lainnya. Lain

halnya penelitian yang dilakukan oleh Harlan (2014: 93) menyatakan

bahwa kemudahan yang paling dominan diantara variabel lainnya.


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari data primer yang diperoleh dari penyebaran kuisioner, maka

dilakukan pengujian reliabilitas untuk mengetahui konsistensi jawaban

responden dari waktu ke waktu, serta pengujian validitas untuk

menyatakan sah atau tidaknya kuisioner. Hasil pengujian reliabilitas dan

validitas dari data yang dipakai di PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta

menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan dinyatakan reliabel dan valid.

Setelah melakukan statistik, data diuji asumsi klasik yang

meliputi uji multikolinieritas, uji heteroskendastisitas, uji normalitas dan uji

linieritas yang menunjukkan bahwa dalam model regresi yang digunakan

tidak ditemukan gejala multikolinieritas, heteroskendastisitas, berdistribusi

normal dan dinyatakan bahwa persamaan regresi linier adalah benar.

Dengan begitu berdasarkan pembahasan analisis mengenai

pengaruh persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko terhadap keputusan

nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta, maka penelitian ini menyimpulkan empat hipotesis diterima dan

satu ditolak. Dengan keterangan sebagai berikut :

1. Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI Syariah


111
112

KC Yogyakarta. Sehingga semakin tinggi persepsi kemudahan maka

semakin tinggi untuk keputusan nasabah menggunakan e-banking pada

PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta. Dengan demikian Ha1 terbukti.

2. Kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan

nasabah menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank BNI Syariah KC

Yogyakarta. Sehingga semakin tinggi kepercayaan maka semakin tinggi

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI Syariah

KC Yogyakarta. Dengan demikian Ha2 terbukti.

3. Risiko yang semakin kecil berpengaruh positif dan signifikan terhadap

keputusan nasabah menggunakan e-banking pada nasabah PT Bank BNI

Syariah KC Yogyakarta. Sehingga semakin kecil risiko, maka semakin

banyak keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT Bank BNI

Syariah KC Yogyakarta. Dengan demikian Ha3 terbukti.

4. Persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko secara simultan

mempengaruhi keputusan nasabah menggunakan e-banking pada PT

Bank BNI Syariah KC Yogyakarta. Dengan kata lain, seorang karyawan

PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta harus dapat melayani nasabah

sesuai standar yang sudah ditentukan. Sehingga tercipta adanya

kemudahan, kepercayaan bagi nasabah dalam menggunakan layanan e-

banking, serta dengan adanya tingkat risiko dalam layanan tersebut

semakin rendah maka semakin tinggi keputusan nasabah menggunakan e-

banking pada PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta.


113

5. Variabel paling dominan dalam mempengaruhi keputusan nasabah

menggunakan e-banking adalah kepercayaan, kepercayaan pada dasarnya

ditunjukkan melalui keamanan maupun manfaat yang diberikan oleh

produk tersebut. Sehingga semakin produk tersebut dapat dipercayai oleh

nasabah, maka semakin banyak keputusan nasabah menggunakan produk

layanan e-banking pada PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta.

B. Saran

1. Bagi PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta, penelitian ini dapat

digunakan sebagai bahan evaluasi dan masukan pihak manajemen guna

meningkatkan suatu produk melalui peningkatan kemudahan, kepercayaan

dan tingkat risiko terhadap suatu produk yang telah dipasarkan, sehingga

nasabah dapat menyukai produk-produk tersebut dan pencapaian prestasi

perusahaan serta keuntungan yang diperoleh menjadi lebih baik.

2. Bagi peneliti, bahasan penelitian ini masih terbatas pada pengaruh

persepsi kemudahan, kepercayaan dan risiko terhadap keputusan nasabah

menggunakan e-banking sehingga masih banyak kajian yang belum

disentuh dalam penelitian ini, maka peneliti selanjutnya diharapkan dapat

lebih mengembangkan penelitian ini.

3. Bagi peneliti selanjutnya juga dapat menjadikan penelitian ini sebagai

bahan acuan dan referensi dalam penelitian sejenis.


114

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Bambang Setiyo Pambudi. 2014. Pengaruh Persepsi Manfaat, Persepsi


Kemudahan, Keamanan Dan Ketersediaan Fitur Terhadap Minat Ulang
Nasabah Bank Dalam Menggunakan Internet Banking (Studi Pada
Program Layanan Internet Banking BRI), Jurnal Studi Manajemen,
Vol.8, No.1, April 2014.

Aidi, Royansyah. 2015. Pengaruh Layanan Fitur Internet Banking Terhadap


Loyalitas Nasabah PT. Bank BRISyariah Cabang Banjarmasin. Skripsi.
Fakultas Syariah Dan Ekonomi Islam IAIN Antasari.

Amanullah, Bastian. 2014. Pengaruh Persepsi Manfaat, Kemudahan Penggunaan,


Dan Kepercayaan Terhadap Sikap Positif Penggunaan Layanan Mobile
Banking (Survey Pada Nasabah Bank BCA Semarang). Skripsi.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.

Amijaya, Gilang Rizky. 2010. Pengaruh Persepsi Teknologi Informasi,


Kemudahan, Resiko Dan Fitur Layanan Terhadap Minat Ulang Nasabah
Bank Dalam Menggunakan Internet Banking (Studi Pada Nasabah Bank
BCA). Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Andriyanto, Yaufi. 2014. Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi


Kebermanfaatan, Persepsi Risiko Dan Kepercayaan Terhadap Minat
Menggunakan Rekening Ponsel (Studi Kaus Pada Nasabah CIMB
NIAGA Daerah Istimewa Yogyakarta). Skripsi. Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Yogyakarta.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Baihaqi, Ahmad. 2014. Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi dan Religiusitas


Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Unza Vitalis Salatiga.
Skripsi. Program Studi Perbankan Syariah S1 Sekolah Tinggi Agama
Islam Negeri Salatiga.
Bawono, Anton. 2006. Multivariate Analysis dengan SPSS. Salatiga: STAIN
Salatiga Press.
115

Bella, Hannum Sansa. 2014. Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Kepercayaan


Dan Computer Self Efficacy Terhadap Niatan Menggunakan E-Banking
Pada Mahasiswa. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Muhammadiyah Surakarta.
Darmawi, Herman. 2011. Manajemen Perbankan. Jakarta: Bumi Aksara.

Cahyo, Wanandi Yoso Hanur. 2014. Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan,


Keamanan, Kepercayaan Dan Persepsi Kemudahan Penggunaan
Terhadap Penggunaan Online Banking Pada Mahasiswa S1 Fakultas
Ekonomi Negeri Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas
Yogyakarta.

Ciptono, Fandy. 2011. Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Bayumedia Publishing.

Danang. Sunyoto. 2013. Teori Kuesioner dan Analisis Data untuk Pemasaran
dan Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Farizi, Hadyan dan Syaefullah. 2014. Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi


Kemudahan, Persepsi Risiko dan Kepercayaan Terhadap Minat
Menggunakan Internet Banking. Jurnal Ilmiah. Fakultas Ekonomi
Bisnis Universitas Brawijaya.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Cet
ke-3. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS
21, Cet ke-7. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hanafi, Mahmud M. 2014. Manajemen Risiko. Yogyakarta: UPP
STIMPYKPN.

Harlan, Dwimasta. 2014. Pengaruh Kemudahan, Kepercayaan Dan Risiko


Persepsian Terhadap Bertransaksi Menggunakan E-Banking Pada
UMKM Di Kota Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas
Negeri Yogyakarta.

Hartanto, Andi. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan


Layanan Internet Banking: Studi Kasus Terhadap Bank XYZ. Karya
Akhir. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Hermawan, Kartajaya. 2006. Syariah Marketing. Bandung: Mizan.
116

Hikmat, Mahi M. 2011. Metode Penelitian Dalam Perspektif Ilmu Komunikasi


dan Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Irmadhani. 2011. Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan


Penggunaan dan Self Efficacy terhadap Penggunaan Online Banking
pada Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Iroes, Feery N. 2008. Manajemen Risiko Perbankan: Pemahaman Pendekatan 3


Pillar Kesepakatan Basel II Terkait Aplikasi Regulasi dan
Pelaksanaannya di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Istiarni, Panggih Rizki Dwi. 2014. Analisis Pengaruh Persepsi Manfaat,


Kemudahan Penggunaan Dan Kredibilitas Terhadap Minat Penggunaan
Berulang Internet Banking Dendan Sikap Penggunaan Variabel
Intervening (Studi Empiris: Nasabah Layanan Internet Banking di
Indonesia). Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Jasfar, Farida. 2009. Manajemen Jasa: Pendekatan Terpadu. Bogor: Ghalia


Indonesia.
Jogiyanto. 2007. Sistem Teknologi Keperilakuan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kotler, Philip, dkk. 2009. Manajemen Pemasaran edisi-13. Jakarta: Erlangga.

Muasyaroh, Heni Husnni. 2014. Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Minat


Nasabah Menggunakan E-banking PT BNI Syariah Yogyakarta.
Skripsi. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri
Yogyakarta.

Mufraini, Muhammad Arief. 2011. Etika Bisnis Islam. Jakarta: Gramata.

Muhammad. 2005. Bank Syariah: Problem dan Praktek Perkembangan Di


Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nugroho, Setiadi J. 2003. Perilaku Konsumen: Perspektif Kontemporer pada


Motif, Tujuan dan Keinginan Konsumen. Jakarta: Kencana.
117

Pertiwi, Fita dan Vidya Vitta Adhivinna. 2014. Pengaruh Risiko, Manfaat dan
Kemudahan Penggunaan Terhadap Kepercayaan Nasabah dalam
Menggunakan Internet Banking di Yogyakarta (Studi Kasus pada
Nasabah Bank Mandiri). Jurnal Ekonomi. Universitas PGRI
Yogyakarta.
Philip, Kotler. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga

Sakti, Mahisa Bima,dkk. 2013. Pengaruh Persepsi pengguna Teknologi,


Kemudahan, Risiko, Fitur Layanan terhadap Minat dan Penggunaan
Anjungan Tunai Mandiri (Studi Kasus Pada Nasabah Bank Rakyat
Indonesia Unit Ponggok Kabupaten Blitar). Jurnal Administrasi Bisnis
Vol. 6 no. 1. Universitas Brawijaya

Saputro, Brian Dwi. 2013. Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan,


Kepercayaan, Kecemasan Berkomputer dan Kualitas Layanan terhadap
Minat Menggunakan Internet Banking. Jurnal Nominal Vol. 02 no. 01.
Universitas Negeri Yogyakarta.

Sari, Reipita. 2013. Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Kepercayaan, Dan


Computer Self Efficacy Terhadap Penggunaan E-Banking Pada
Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Sugiyono. 2010. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.
Sugiyono. 2012. Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, cet ke-14.
Bandung: Alfabeta.
Sumarwan, Ujang. 2011. Perilaku Konsumen: teori dan Penerapannya dalam
Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Supomo, Bambang. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi dan
Manajemen. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Supranto, J. 2003. Metode Riset Aplikasinya dalam Pemasaran. Jakarta:


Rineka Cipta.

Supranto, Johannes dan Luqman Hakim. 2013. Pengambilan Risiko secara


Strategis Bagi Pengambil Keputusan Bisnis. Jakarta: Rajawali
Suprayitno, Eko. 2008. Ekonomi Mikro Perspektif Islam. Malang: UIN Malang
Press.
118

Suryani, Tatik. 2012. Perilaku Konsumen di Era Internet: Implikasi pada


Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Susanti, Anik. 2015. Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan,
Persepsi Risiko dan Persepsi Kepercayaan Terhadap Minat
Menggunakan Mobile Banking. Skripsi. Fakultas Syariah dan Hukum
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Tjini, Sartika Sari Ayu dan Zaki Baridwan. 2011. Pengaruh Kepercayaan,
Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, dan Persepsi Kenyamanan
terhadap Minat Pengguna Sistem Internet Banking. Jurnal Ilmiah.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

UU RI No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Pasal 1 ayat 7.

Widiastuti, Berlian. 2010. Studi Tentang Intensitas Penggunaan Electronic


Banking Oleh Nasabah PT. Bank Central Asia, Tbk (BCA) Kantor
Cabang Utama Semarang. Tesis. Program Magister Manajemen
Universitas Diponegoro.

Widiyono, Try. 2016. Aspek Hukum Operasional Transaksi Produk Perbankan


Di Indonesia. Bogor: Ghalia Indonesia

Website:

http://www.bi.go.id, akses 12 Mei 2016


http://m.okezone.com, akses 12 Mei 2016
http://www.bnisyariah.co.id/awards, akses 16 Mei 2016
http://www.bnisyariah.co.id/logo, akses 16 Mei 2016

http://www.bnisyariah.co.id/sejarah-bni-syariah, akses 16 Mei 2016

http://www.bnisyariah.co.id/visi-dan-misi, akses 16 Mei 2016


http://www.statistikian.com/2012/09/uji-normalitas-dengan-kolmogorov-
smirnov.html, akses 2 Juli 2016
119

LAMPIRAN-LAMPIRAN
120

Lampiran I

CURRICULUM VITAE

Nama : Muamar Azizi

Tempat tanggal lahir : Temanggung, 22 Agustus 1994

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Alamat : Banjarsari RT02/ RW02, Kel. Kebumen, Kec. Pringsurat,


Kab. Temanggung

WhatsApp : 08562933562

Email : muamar_azizi@yahoo.co.id

Pendidikan :MI KEBUMEN tahun lulus 2006

MTs N GRABAG MAGELANG tahun lulus 2009

MAN 1 TEMANGGUNG tahun lulus 2012

Demikian daftar riwayat hidup ini kami buat dengan sebenar-benarnya.

Salatiga, 14Juli 2016

Muamar Azizi
NIM: 21312016
121

Lampiran II

Yogyakarta, Juni 2016

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Nasabah
PT Bank BNI Syariah KC Yogyakarta
Di
Tempat

Perihal: Permohonan Menjawab Kuisioner

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama-tama kami sampaikan bahwa sebagai salah satu syarat dalam meraih
gelar kesarjanaan jenjang studi S1 di Institut Agama Islam Negeri Salatiga, kami
harus melaksanakan penelitian skripsi. Kami bermaksud melaksanakan penelitian
dengan judulPengaruh Persepsi Kemudahan, Kepercayaan dan Risiko terhadap
Keputusan Nasabah Menggunakan E-banking pada PT Bank BNI Syariah KC
Yogyakarta.

Demi tercapainya tujuan penelitian ini, kami memohon kesediaan


Bapak/Ibu/Saudara/i untuk membantu proses pelaksanaan penelitian ini dengan
memberikan jawaban pada item-item pertanyaan yang telah disediakan sesuai dengan
keadaan sebenarnya.

Kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk


membantu penelitian ini dan apabila terdapat tutur kata ataupun sikap kami yang
kurang berkenan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Hormat kami,
Peneliti

Muamar Azizi
122

DAFTAR PERTANYAAN PENELITIAN

A. Identitas Responden
Berilah tanda () pada kotak yang sesuai dengan pilihan anda.

Nama : .

Alamat : .

No. Tlp/HP : .

Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan

Status Pernikahan : Lajang Menikah Janda/Duda

Pendidikan Terakhir : SD SMP SMA/sederajat

Akademi/Diploma S1 S2 S3

Penghasilan per bulan : < Rp. 5 juta Rp. 25 Jt - < 50 Jt Rp. 100 Jt - < 500 Jt

Rp. 5 Jt < 25 Jt Rp. 50 Jt - < Rp. 100 Jt > = Rp. 500 Jt

Layanan e-Banking : ATM Credit Card Internet Banking

Mobile Banking Phone Banking SMS Banking

B. Kuisioner Penelitian
Petunjuk Pengisian Angket
Berikanlah tanda bulatan (O) pada kolom yang Saudara anggap sesuai dengan jawaban
Saudara.
KETERANGAN :
STS = Sangat Tidak Setuju Skor = 0 2
TS = Tidak Setuju Skor = 3 4
CS = Cukup Setuju Skor = 5 6
S = Setuju Skor = 7 8
SS = Sangat Setuju Skor = 9 10
123

1. VARIABEL PERSEPSI KEMUDAHAN (X1)

NO INDIKATOR VARIABEL BOBOT


1 E-banking sangat mudah digunakan dan
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
hasillnya cepat diketahui
2 Pengoperasian e-banking mudah dipahami
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
dan tidak rumit
3 Pengoperasian e-banking sangat simpel 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
4 Menggunakan e-banking dapat
mengefesiensi waktu nasabah karena tidak 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
perlu pergi ke lokasi bank
5 Saya dapat melakukan transaksi e-banking
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
kapan saja tanpa batas waktu

2. VARIABEL KEPERCAYAAN (X2)

NO INDIKATOR VARIABEL BOBOT


1 Saya percaya e-banking aman untuk
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
digunakan
2 Saya percaya dengan kemampuan
ketersediaan layanan sistem yang baik pada 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
bank
3 Transaksi transfer dana, pembelian pulsa dan
pembayaran tagihan melalui e-banking dapat 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
dipercaya
4 Transaksi dengan e-banking dapat dilakukan
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
dengan cepat
5 E-banking dapat memberikan manfaat yang
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
maksimal untuk memenuhi kebutuhan saya
124

3. VARIABEL RISIKO (X3)

NO INDIKATOR VARIABEL BOBOT


1 Menggunakan e-banking tidak memiliki
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
risiko yang tinggi
2 Transaksi melalui e-banking memiliki
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
keamanan yang tinggi
3 Dapat menjamin kebutuhan nasabah dalam
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
melakukan beberapa transaksi e-banking
4 Gangguan jaringan e-banking sangat rendah 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
4. VARIABEL PENGGUNAAN E-BANKING (Y)
5. VARIABEL PENGGUNAAN E-BANKING (Y)

NO INDIKATOR VARIABEL BOBOT

1 Saya memutuskan menggunakan e-banking


karena memberikan keamanan bagi 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
penggunanya
2 Saya memutuskan menggunakan e-banking
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
karena tidak adanya biaya registrasi
3 Saya memutuskan menggunakan e-banking untuk
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
melakukan transfer dana ke rekening lain
4 Saya memutuskan menggunakan e-banking untuk
mengakses informasi (misal: saldo tabungan,
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
informasi transaksi terakhir rekening, suku
bunga deposito, suku bunga tabungan)
5 Saya memutuskan untuk menggunakan layanan
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
e-banking di masa yang akan datang
125

Lampiran III

Tabulasi Jawaban Karakteristik Nasabah

Jenis Status Pendidikan Penghasilan Layanan e-


No
Kelamin Pernikahan Terakhir Per Bulan banking
1 1 1 3 1 3
2 1 1 4 1 3
3 1 1 6 3 2
4 2 1 4 1 1
5 2 1 6 2 2
6 2 1 3 1 1
7 1 1 6 2 5
8 1 1 6 2 2
9 2 1 7 3 2
10 1 1 5 1 4
11 1 3 3 1 1
12 1 2 2 1 1
13 1 2 4 1 5
14 1 2 3 1 3
15 2 2 2 1 3
16 1 2 2 1 3
17 2 2 5 1 4
18 1 2 7 3 2
19 2 2 5 1 3
20 1 2 3 1 6
21 2 2 3 1 3
22 1 2 5 1 5
23 1 2 4 1 5
24 2 1 4 1 3
25 1 1 5 2 3
26 1 1 6 3 2
27 2 1 4 1 5
28 2 1 4 1 6
29 2 2 4 1 5
30 2 2 5 2 2
31 2 2 3 1 4
32 2 2 3 1 4
126

33 2 1 5 2 5
34 2 1 6 3 2
35 2 2 2 1 4
36 2 3 3 1 6
37 2 1 6 3 2
38 2 1 6 3 2
39 1 3 4 1 4
40 1 2 5 2 4
41 1 3 5 1 6
42 1 1 3 1 5
43 2 1 5 2 2
44 2 2 2 1 4
45 1 2 4 1 5
46 1 3 4 1 1
47 2 2 3 1 4
48 2 1 5 1 4
49 1 1 3 1 5
50 2 2 3 1 3
51 1 2 5 2 2
52 2 1 5 1 5
53 2 2 5 2 3
54 2 1 6 2 4
55 1 2 2 1 4
56 2 2 3 1 6
57 2 1 3 1 5
58 2 2 3 1 3
59 1 1 6 3 3
60 2 3 5 3 2
61 2 2 5 1 4
62 2 2 4 1 1
63 1 1 4 1 1
64 1 1 4 1 1
65 1 1 4 1 1
66 1 1 5 1 1
67 2 1 7 3 1
68 2 1 5 2 1
69 2 2 5 1 1
70 1 3 7 3 4
127

71 1 3 5 2 3
72 2 2 5 1 4
73 1 2 3 1 1
74 2 1 5 2 1
75 2 2 5 1 1
76 1 2 3 1 4
77 1 2 3 1 6
78 2 1 5 1 4
79 1 2 5 2 3
80 2 1 5 1 1
81 1 1 5 1 1
82 2 1 5 1 1
83 1 1 3 1 1
84 2 2 5 1 1
85 1 2 3 1 6
86 2 2 5 2 5
87 2 3 7 2 3
88 2 3 7 2 4
89 2 2 3 1 6
90 2 2 7 1 1
91 2 1 4 1 1
92 2 3 4 1 1
93 2 1 6 1 6
94 2 2 3 1 1
95 2 1 5 1 4
96 2 3 6 1 4
97 2 2 3 1 6
98 2 1 5 1 1
99 2 1 4 1 6
100 2 1 4 2 6
101 2 1 4 1 6
102 2 1 6 2 1
103 2 1 5 2 1
104 2 1 5 1 1
105 2 3 7 2 1
106 2 2 3 1 1
107 2 2 7 1 1
108 2 1 6 1 1
128

109 2 2 7 1 1
110 2 2 4 2 1
111 2 1 5 1 1
112 2 1 5 1 1
113 2 2 7 2 1
114 2 2 3 2 2
115 2 3 5 1 4
116 2 3 4 1 1
117 2 2 7 2 1
118 2 1 5 1 1
119 2 3 5 1 1
120 2 2 5 2 3
121 2 2 5 2 2
122 2 2 5 2 1
123 2 2 7 2 1
124 1 2 4 2 2
125 1 2 4 2 4
126 1 2 5 2 1
127 2 2 5 2 1

Persepsi
Kepercayaan Risiko E-Banking
No Kemudahan
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 1 2 3 4 5
1 8 9 7 8 9 9 8 8 8 9 9 8 8 8 8 8 8 9 9
2 8 8 7 9 8 10 10 7 7 9 7 7 8 6 10 7 7 9 7
3 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
4 8 8 7 8 8 8 7 6 7 7 9 7 8 6 7 6 7 7 9
5 7 7 8 7 7 8 8 7 7 8 7 5 7 6 8 7 7 8 7
6 8 8 9 8 7 8 9 7 7 8 8 7 7 8 9 7 7 8 8
7 8 8 7 9 8 8 8 7 7 8 8 8 7 7 8 7 7 8 8
8 9 8 8 8 8 9 8 8 8 8 9 7 8 7 8 8 8 8 9
9 9 7 7 7 8 8 7 7 6 7 8 6 6 6 7 7 6 7 8
10 9 8 8 9 9 9 8 7 8 8 8 8 8 8 8 7 8 8 8
11 7 7 7 7 8 8 8 8 8 7 8 7 8 8 8 8 8 7 8
12 7 7 7 7 7 8 7 7 8 8 8 7 8 8 7 7 8 8 8
13 8 8 7 8 7 8 8 8 9 7 7 8 9 9 8 8 9 7 7
14 8 8 8 9 9 8 9 8 7 7 9 8 7 8 9 8 7 7 9
129

15 8 8 8 9 9 8 8 8 7 7 9 8 7 7 8 8 7 7 9
16 7 8 8 9 9 8 8 7 8 8 9 8 8 7 8 7 8 8 9
17 8 8 8 8 9 8 8 8 7 7 8 7 7 9 8 8 7 7 8
18 8 8 9 8 7 8 7 8 7 8 7 8 8 7 7 8 7 8 7
19 6 7 7 8 8 5 7 8 7 8 8 7 7 8 7 8 7 8 8
20 9 8 8 10 8 9 8 9 8 8 8 8 9 8 8 9 8 8 8
21 7 8 8 9 8 7 8 7 8 7 9 6 7 7 8 7 8 7 9
22 8 9 7 8 8 7 7 8 7 8 9 6 7 7 7 8 7 8 9
23 9 7 7 9 7 7 8 7 7 7 7 9 9 9 8 7 7 7 7
24 8 7 7 8 9 10 8 8 7 8 8 8 8 7 8 8 7 8 8
25 8 8 9 8 8 8 7 7 7 8 7 7 6 7 7 7 7 8 7
26 8 8 7 8 8 6 7 9 6 8 7 8 7 9 7 9 6 8 7
27 10 8 8 10 10 6 6 8 8 6 8 6 7 5 6 8 8 6 8
28 9 8 8 9 9 8 8 9 9 8 9 9 8 8 8 9 9 8 9
29 9 8 8 9 9 8 8 8 8 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8
30 8 7 6 8 7 8 6 6 8 8 8 6 6 6 6 6 8 8 8
31 7 7 7 8 8 6 6 7 6 6 8 6 7 6 6 7 6 6 8
32 6 8 7 8 7 7 5 6 7 8 7 6 7 5 5 6 7 8 7
33 8 9 9 8 9 9 8 7 8 9 9 8 6 7 8 7 8 9 9
34 7 7 7 9 7 6 8 5 7 10 7 5 6 3 8 5 7 10 7
35 5 6 7 7 7 7 7 7 5 8 6 7 7 7 7 7 5 8 6
36 7 8 7 7 7 9 7 8 9 7 8 6 7 8 7 8 9 7 8
37 10 10 8 9 9 8 9 7 9 9 10 5 6 8 9 7 9 9 10
38 10 8 10 8 8 8 10 8 9 9 10 8 8 9 10 8 9 9 10
39 7 10 10 10 10 10 8 6 7 8 9 10 6 5 8 6 7 8 9
40 9 8 8 8 8 9 7 8 10 10 10 7 6 8 7 8 10 10 10
41 10 8 4 10 10 9 6 7 9 10 9 4 8 8 6 7 9 10 9
42 10 10 10 10 10 7 5 8 10 5 8 5 8 8 5 8 10 5 8
43 9 9 9 9 9 7 8 6 9 9 9 8 9 8 8 6 9 9 9
44 8 8 8 8 8 7 9 7 8 8 8 7 7 7 9 7 8 8 8
45 9 8 7 8 7 7 8 9 8 7 8 7 7 6 8 9 8 7 8
46 8 9 9 8 9 9 9 9 9 8 8 8 7 8 9 9 9 8 8
47 10 8 8 9 9 8 8 9 8 9 9 8 8 7 8 9 8 9 9
48 9 8 9 8 9 7 8 7 8 7 9 7 8 9 8 7 8 7 9
49 9 9 9 8 9 8 6 7 6 7 8 6 6 7 6 7 6 7 8
50 9 9 9 10 10 8 9 8 10 9 9 9 8 8 9 8 10 9 9
51 9 8 9 8 8 9 9 6 8 7 8 9 8 8 9 6 8 7 8
52 9 7 7 8 9 8 5 7 8 7 8 7 4 8 5 7 8 7 8
130

53 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
54 8 9 8 6 8 8 8 6 8 7 6 6 8 7 8 6 8 7 6
55 8 7 9 8 8 8 8 7 9 8 8 7 8 9 8 7 9 8 8
56 8 8 8 9 10 9 9 7 7 9 9 8 7 9 9 7 7 9 9
57 9 9 8 10 7 8 9 6 7 10 9 9 6 6 9 6 7 10 9
58 9 8 8 8 7 7 5 5 8 8 6 6 6 6 5 5 8 8 6
59 10 9 9 9 10 8 9 7 8 8 10 7 6 9 9 7 8 8 10
60 9 9 8 9 8 8 6 8 10 9 9 7 7 8 6 8 10 9 9
61 9 9 9 9 9 8 8 5 8 8 8 8 8 8 8 5 8 8 8
62 7 7 6 7 8 8 8 8 7 8 7 9 6 6 8 8 7 8 7
63 8 6 7 8 8 9 8 9 8 8 8 8 7 7 8 9 8 8 8
64 7 7 8 7 8 8 7 7 8 8 8 8 7 7 7 7 8 8 8
65 9 9 9 8 8 8 8 7 9 9 9 8 8 7 8 7 9 9 9
66 6 7 6 6 6 7 7 8 8 8 8 6 6 7 7 8 8 8 8
67 8 8 9 8 7 8 9 9 8 7 7 7 8 9 9 9 8 7 7
68 8 6 7 7 6 8 6 7 6 7 8 8 7 7 6 7 6 7 8
69 8 9 10 9 9 9 5 5 6 5 6 8 6 3 5 5 6 5 6
70 8 8 9 9 8 7 6 7 7 8 8 7 6 8 6 7 7 8 8
71 9 7 7 7 9 7 5 7 5 7 5 9 4 4 5 7 5 7 5
72 7 7 8 7 6 5 6 7 7 6 7 8 7 8 6 7 7 6 7
73 8 10 10 10 10 9 9 10 10 10 9 9 9 9 9 10 10 10 9
74 9 10 8 6 9 8 9 9 5 9 9 9 9 9 9 9 5 9 9
75 5 7 5 5 5 5 5 3 3 4 7 7 5 7 5 3 3 4 7
76 6 7 6 7 6 6 7 6 7 7 6 6 6 6 7 6 7 7 6
77 7 7 8 5 8 6 8 8 8 8 5 8 7 9 8 8 8 8 5
78 5 4 6 7 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8 7 7 8 8 8
79 7 8 8 9 9 7 9 10 9 9 9 8 9 8 9 10 9 9 9
80 8 8 8 8 8 8 7 7 7 7 8 7 7 7 7 7 7 7 8
81 8 8 8 8 8 8 7 8 9 9 8 9 9 9 7 8 9 9 8
82 7 7 8 8 8 7 7 7 6 6 7 7 7 8 7 7 6 6 7
83 6 6 5 7 6 7 6 7 8 8 9 8 7 7 6 7 8 8 9
84 9 8 8 8 8 9 8 8 8 8 9 7 8 7 8 8 8 8 9
85 9 7 7 7 8 8 7 7 6 7 8 6 6 6 7 7 6 7 8
86 9 8 8 9 9 9 8 7 8 8 8 8 8 8 8 7 8 8 8
87 7 7 7 7 8 8 8 8 8 7 8 7 8 8 8 8 8 7 8
88 7 7 7 7 7 8 7 7 8 8 8 7 8 8 7 7 8 8 8
89 9 9 9 8 7 8 8 8 9 7 7 9 9 9 8 8 9 7 7
90 8 7 8 9 9 8 9 8 7 7 9 7 8 8 9 8 7 7 9
131

91 9 7 6 9 9 8 8 8 7 7 9 7 7 7 8 8 7 7 9
92 6 5 5 9 9 8 8 7 8 8 9 5 7 7 8 7 8 8 9
93 10 9 9 8 9 8 8 8 7 7 8 9 9 9 8 8 7 7 8
94 9 8 8 8 7 8 7 8 7 8 7 8 7 7 7 8 7 8 7
95 5 5 6 8 8 5 7 8 7 8 8 5 8 8 7 8 7 8 8
96 6 6 6 10 8 9 8 9 8 8 8 6 8 8 8 9 8 8 8
97 8 6 6 9 8 7 8 7 8 7 9 6 7 7 8 7 8 7 9
98 7 7 6 8 8 7 7 8 7 8 9 7 7 7 7 8 7 8 9
99 9 7 7 9 7 7 8 7 7 7 7 9 9 9 8 7 7 7 7
100 8 7 7 8 9 10 8 8 7 8 8 8 8 7 8 8 7 8 8
101 8 8 9 8 8 8 7 7 7 8 7 7 6 7 7 7 7 8 7
102 8 8 7 8 8 6 7 9 6 8 7 8 7 9 7 9 6 8 7
103 9 8 8 9 9 8 8 9 9 8 9 9 8 8 8 9 9 8 9
104 9 8 8 9 9 8 8 8 8 9 8 8 8 8 8 8 8 9 8
105 8 7 6 8 7 8 6 6 8 8 8 6 6 6 6 6 8 8 8
106 7 7 7 8 8 6 6 7 6 6 8 6 7 6 6 7 6 6 8
107 6 8 7 8 7 7 5 6 7 8 7 6 7 5 5 6 7 8 7
108 8 9 9 8 9 9 8 7 8 9 9 8 6 7 8 7 8 9 9
109 7 7 7 9 7 6 8 5 7 10 7 5 6 3 8 5 7 10 7
110 5 6 7 7 7 7 7 7 5 8 6 7 7 7 7 7 5 8 6
111 7 8 7 7 7 9 7 8 9 7 8 6 7 8 7 8 9 7 8
112 10 10 8 9 9 8 9 7 9 9 10 5 6 8 9 7 9 9 10
113 10 8 10 8 8 8 10 8 9 9 10 8 8 9 10 8 9 9 10
114 7 9 7 9 8 9 8 6 7 8 9 10 6 5 8 6 7 8 9
115 9 8 8 8 8 9 7 8 10 10 10 7 6 8 7 8 10 10 10
116 10 8 4 10 10 9 6 7 9 10 9 4 8 8 6 7 9 10 9
117 8 4 5 5 8 7 5 8 10 5 8 5 8 8 5 8 10 5 8
118 7 7 8 8 9 7 8 6 9 9 9 8 9 8 8 6 9 9 9
119 8 7 7 7 7 7 9 7 8 8 8 7 7 7 9 7 8 8 8
120 9 7 8 9 8 9 8 8 8 9 9 8 8 8 8 8 8 9 9
121 9 8 7 5 8 10 10 7 7 9 7 7 8 6 10 7 7 9 7
122 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8 8
123 7 7 7 5 8 8 7 6 7 7 9 7 8 6 7 6 7 7 9
124 7 6 5 7 7 8 8 7 7 8 7 5 7 6 8 7 7 8 7
125 8 7 7 8 7 8 9 7 7 8 8 7 7 8 9 7 7 8 8
126 7 8 8 8 7 8 8 7 7 8 8 8 7 7 8 7 7 8 8
127 8 7 7 7 8 9 8 8 8 8 9 7 8 7 8 8 8 8 9
132

Lampiran IV

HASIL ANALISIS DATA


1. Gambaran Umum Responden

a. Jenis Kelamin Responden

Jenis_Kelamin
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
laki-laki 43 33.9 33.9 33.9
perempuan 84 66.1 66.1 100.0
Valid
Total 127 100.0 100.0

b. Status Pernikahan

Status_Pernikahan
Frequency Percent Valid Cumulative
Percent Percent
Lajang 53 41.7 41.7 41.7
Menikah 58 45.7 45.7 87.4
Valid
Janda/Duda 16 12.6 12.6 100.0
Total 127 100.0 100.0
c. Pendidikan Terakhir

Pendidikan_Terakhir
Frequency Percent Valid Cumulative
Percent Percent
SMP 6 4.7 4.7 4.7
SMA 26 20.5 20.5 25.2
AKADEMI/DIPLOMA 24 18.9 18.9 44.1
S1 45 35.4 35.4 79.5
Valid S2 15 11.8 11.8 91.3
S3 11 8.7 8.7 100.0
Total
127 100.0 100.0
133

d. Penghasilan Perbulan
Penghasilan_Perbulan
Frequency Percent Valid Percent Cumulative
Percent
<5juta 82 64.6 64.6 64.6
5juta-<25juta 34 26.8 26.8 91.3
e.Valid
L 25juta-
11 8.7 8.7 100.0
a <50juta
y Total 127 100.0 100.0

f. Layanan e-banking

Layanan_ebanking
Frequency Percent Valid Cumulative
Percent Percent
ATM 44 34.6 34.6 34.6
Credit card 17 13.4 13.4 48.0
internet banking 18 14.2 14.2 62.2
Valid mobile banking 23 18.1 18.1 80.3
phone banking 14 11.0 11.0 91.3
sms banking 11 8.7 8.7 100.0
Total 127 100.0 100.0

2. Uji Instrumen

a. Uji Reliabilitas

1) Variabel Persepsi Kemudahan


Case Processing Summary
N %
Valid 127 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 127 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.
134

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of
Items
.812 5

Item-Total Statistics
Scale Scale Corrected Cronbach's
Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Item Deleted Correlation Deleted
Deleted
Kemudahan1 31.3386 12.067 .622 .769
Kemudahan2 31.6299 12.156 .701 .745
Kemudahan3 31.7480 12.587 .551 .792
Kemudahan4 31.2520 13.269 .527 .797
Kemudahan5 31.2598 13.178 .614 .773

2) Variabel Kepercayaan
Case Processing Summary
N %
Valid 127 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 127 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of
Items
.822 5
Item-Total Statistics
Scale Scale Corrected Cronbach's
Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item
3) V Item Item Deleted Correlation Deleted
a Deleted
r
Kepercayaan1 30.8425 10.769 .546 .807
i
Kepercayaan2 31.0866 10.667 .673 .772
a
Kepercayaan3 30.9606 10.086 .633 .781
b
Kepercayaan4 30.8583 10.837 .549 .806
e
Kepercayaan5 30.8346 10.409 .688 .766
135

33) Variabel Risiko


Case Processing Summary
N %
Valid 127 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 127 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.650 4

Item-Total Statistics
Scale Mean Scale Corrected Cronbach's Alpha
if Item Variance if Item-Total if Item Deleted
Deleted Item Deleted Correlation
Risiko1 21.7795 7.141 .386 .612
Risiko2 21.8031 6.207 .546 .494
Risiko3 21.7559 7.630 .417 .593
Risiko4 21.7087 6.859 .384 .617

4) Variabel E-banking

Case Processing Summary


N %
Valid 127 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 127 100.0
a. Listwise deletion based on all
variables in the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.730 5
136

Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Corrected Cronbach's
Item Deleted Variance if Item-Total Alpha if Item
Item Deleted Correlation Deleted
ebanking1 30.8661 10.212 .479 .689
ebanking2 31.0709 11.177 .401 .717
ebanking3 30.7795 9.888 .525 .670
ebanking4 30.5512 10.424 .506 .678
ebanking5 30.3386 10.416 .550 .663

b. Uji Validitas

1) Persepsi Kemudahan

Correlations
Kemudaha Kemudaha Kemudaha Kemudaha Kemudaha Kemuda
n1 n2 n3 n4 n5 han_X1
Pearson
1 .565** .418** .419** .524** .780**
Correlation
Kemudahan
Sig. (2-
1 .000 .000 .000 .000 .000
tailed)
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.565** 1 .653** .416** .464** .820**
Correlation
Kemudahan
Sig. (2-
2 .000 .000 .000 .000 .000
tailed)
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.418** .653** 1 .299** .360** .732**
Correlation
Kemudahan
Sig. (2-
3 .000 .000 .001 .000 .000
tailed)
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.419** .416** .299** 1 .553** .702**
Correlation
Kemudahan
Sig. (2-
4 .000 .000 .001 .000 .000
tailed)
N 127 127 127 127 127 127
Kemudahan Pearson ** ** ** **
.524 .464 .360 .553 1 .752**
5 Correlation
137

Sig. (2-
.000 .000 .000 .000 .000
tailed)
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.780** .820** .732** .702** .752** 1
Correlation
Kemudahan
Sig. (2-
_X1 .000 .000 .000 .000 .000
tailed)
N 127 127 127 127 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

2) Kepercayaan
Correlations
Kepercayaa Kepercayaa Kepercayaa Kepercayaa Kepercayaa Kepercayaa
n1 n2 n3 n4 n5 n_X2
Pearson
1 .547** .392** .318** .501** .722**
Kepercayaan Correlation
1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.547** 1 .585** .408** .532** .794**
Kepercayaan Correlation
2 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson **
.392 .585** 1 .476** .530** .786**
Kepercayaan Correlation
3 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson **
.318 .408** .476** 1 .552** .721**
Kepercayaan Correlation
4 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.501** .532** .530** .552** 1 .808**
Kepercayaan Correlation
5 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson **
.722 .794** .786** .721** .808** 1
Kepercayaan Correlation
_X2 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
138

3) Risiko
Correlations
Risiko1 Risiko2 Risiko3 Risiko4 Risiko_X3
Pearson
1 .618** .116 .117 .672**
Correlation
Risiko1
Sig. (2-tailed) .000 .194 .190 .000
N 127 127 127 127 127
Pearson
.618** 1 .274** .260** .779**
Correlation
Risiko2
Sig. (2-tailed) .000 .002 .003 .000
N 127 127 127 127 127
Pearson
.116 .274** 1 .527** .657**
Correlation
Risiko3
Sig. (2-tailed) .194 .002 .000 .000
N 127 127 127 127 127
Pearson
.117 .260** .527** 1 .687**
Correlation
Risiko4
Sig. (2-tailed) .190 .003 .000 .000
N 127 127 127 127 127
Pearson ** **
.672 .779 .657** .687** 1
Risiko_ Correlation
X3 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

4) E-banking
Correlations
ebanking1 ebanking2 ebanking3 ebanking4 ebanking5 ebanking_
Y
Pearson
1 .330** .239** .448** .373** .696**
Correlation
ebanking1
Sig. (2-tailed) .000 .007 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.330** 1 .373** .194* .274** .621**
Correlation
ebanking2
Sig. (2-tailed) .000 .000 .029 .002 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.239** .373** 1 .395** .499** .728**
Correlation
ebanking3
Sig. (2-tailed) .007 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
139

Pearson
.448** .194* .395** 1 .397** .701**
Correlation
ebanking4
Sig. (2-tailed) .000 .029 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson
.373** .274** .499** .397** 1 .724**
Correlation
ebanking5
Sig. (2-tailed) .000 .002 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
Pearson ** **
.696 .621 .728** .701**
.724** 1
ebanking_ Correlation
Y Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000
N 127 127 127 127 127 127
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

3. Uji Statistik

Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
ebanking_Y 38.4016 3.90616 127
Kemudahan_X1 39.3071 4.34524 127
Kepercayaan_X2 38.6457 3.97318 127
Risiko_X3 29.0157 3.32853 127

Correlations
ebanking_Y Kemudahan_ Kepercayaan Risiko_
X1 _X2 X3
ebanking_Y 1.000 .519 .594 .493
Pearson Kemudahan_X1 .519 1.000 .612 .381
Correlation Kepercayaan_X2 .594 .612 1.000 .433
Risiko_X3 .493 .381 .433 1.000
ebanking_Y . .000 .000 .000
Kemudahan_X1 .000 . .000 .000
Sig. (1-tailed)
Kepercayaan_X2 .000 .000 . .000
Risiko_X3 .000 .000 .000 .
ebanking_Y 127 127 127 127
Kemudahan_X1 127 127 127 127
N
Kepercayaan_X2 127 127 127 127
Risiko_X3 127 127 127 127
140

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Method
Removed
Risiko_X3,
1 Kemudahan_X1, . Enter
Kepercayaan_X2b
a. Dependent Variable: ebanking_Y
b. All requested variables entered.
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
a
1 .668 .446 .432 2.94282
a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1,
Kepercayaan_X2

ANOVAa
Model Sum of df Mean Square F Sig.
Squares
Regression 857.317 3 285.772 32.998 .000b
1 Residual 1065.202 123 8.660
Total 1922.520 126
a. Dependent Variable: ebanking_Y
b. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1, Kepercayaan_X2

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 8.801 2.994 2.939 .004
Kemudahan_X1 .179 .077 .199 2.313 .022
1
Kepercayaan_X2 .353 .087 .359 4.069 .000
Risiko_X3 .308 .089 .262 3.476 .001
a. Dependent Variable: ebanking_Y
141

4. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Multicollinearity dengan metode auxilary regresi

1) Regression (Uji Multikolinearitas Auxilary Regresi Utama)

Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
ebanking_Y 38.4016 3.90616 127
Kemudahan_X1 39.3071 4.34524 127
Kepercayaan_X2 38.6457 3.97318 127
Risiko_X3 29.0157 3.32853 127
Correlations
ebanking_ Kemudahan_ Kepercayaan Risiko_
Y X1 _X2 X3
ebanking_Y 1.000 .519 .594 .493
Pearson Kemudahan_X1 .519 1.000 .612 .381
Correlation Kepercayaan_X2 .594 .612 1.000 .433
Risiko_X3 .493 .381 .433 1.000
ebanking_Y . .000 .000 .000
Sig. (1- Kemudahan_X1 .000 . .000 .000
tailed) Kepercayaan_X2 .000 .000 . .000
Risiko_X3 .000 .000 .000 .
ebanking_Y 127 127 127 127
Kemudahan_X1 127 127 127 127
N
Kepercayaan_X2 127 127 127 127
Risiko_X3 127 127 127 127

Variables Entered/Removeda
Mode Variables Entered Variables Method
l Removed
Risiko_X3,
1 Kemudahan_X1, . Enter
b
Kepercayaan_X2
a. Dependent Variable: ebanking_Y
b. All requested variables entered.
142

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
a
1 .668 .446 .432 2.94282
a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1,
Kepercayaan_X2

ANOVAa
Model Sum of Df Mean Square F Sig.
Squares
Regression 857.317 3 285.772 32.998 .000b
1 Residual 1065.202 123 8.660
Total 1922.520 126
a. Dependent Variable: ebanking_Y
b. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1, Kepercayaan_X2

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 8.801 2.994 2.939 .004
Kemudahan_X1 .179 .077 .199 2.313 .022
1
Kepercayaan_X2 .353 .087 .359 4.069 .000
Risiko_X3 .308 .089 .262 3.476 .001
a. Dependent Variable: ebanking_Y

2) Regression Uji Multikolinearitas Auxilary Regresi X1 = f (X2,X3)

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Method
Removed
Risiko_X3,
1 . Enter
Kepercayaan_X2b
a. Dependent Variable: Kemudahan_X1
b. All requested variables entered.
143

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
a
1 .626 .391 .382 3.41691
a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kepercayaan_X2

ANOVAa
Model Sum of df Mean Square F Sig.
Squares
Regression 931.287 2 465.644 39.883 .000b
1 Residual 1447.736 124 11.675
Total 2379.024 126
a. Dependent Variable: Kemudahan_X1
b. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kepercayaan_X2

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 10.629 3.343 3.179 .002
1 Kepercayaan_X2 .602 .085 .550 7.084 .000
Risiko_X3 .187 .101 .143 1.840 .068
a. Dependent Variable: Kemudahan_X1

3) Regression Uji Multikolinearitas Auxilary Regresi X2 = f (X1,X3)


Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method
Risiko_X3,
1 . Enter
Kemudahan_X1b
a. Dependent Variable: Kepercayaan_X2
b. All requested variables entered.
Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
a
1 .649 .421 .412 3.04684
a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1
144

ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 837.934 2 418.967 45.132 .000b
1 Residual 1151.121 124 9.283
Total 1989.055 126
a. Dependent Variable: Kepercayaan_X2
b. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 11.760 2.915 4.035 .000
1 Kemudahan_X1 .479 .068 .523 7.084 .000
Risiko_X3 .278 .088 .233 3.154 .002
a. Dependent Variable: Kepercayaan_X2

4) Regression Uji Multikolinearitas Auxilary Regresi X3 = f (X2,X1)

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Method
Removed
Kepercayaan_X2,
1 . Enter
Kemudahan_X1b
a. Dependent Variable: Risiko_X3
b. All requested variables entered.

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
a
1 .457 .209 .196 2.98472
a. Predictors: (Constant), Kepercayaan_X2,
Kemudahan_X1
145

ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 291.307 2 145.653 16.350 .000b
1 Residual 1104.662 124 8.909
Total 1395.969 126
a. Dependent Variable: Risiko_X3
b. Predictors: (Constant), Kepercayaan_X2, Kemudahan_X1

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 13.100 2.800 4.679 .000
1 Kemudahan_X1 .142 .077 .186 1.840 .068
Kepercayaan_X2 .267 .085 .319 3.154 .002
a. Dependent Variable: Risiko_X3

b. Uji Heteroscedasticity dengan metode Glejser

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Method
Removed
Risiko_X3,
1 Kemudahan_X1, . Enter
b
Kepercayaan_X2
a. Dependent Variable: Abs_Ut
b. All requested variables entered.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Std. Error of
Square the Estimate
a
1 .161 .026 .002 .61307
a. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1,
Kepercayaan_X2
b. Dependent Variable: Abs_Ut
146

ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression 1.227 3 .409 1.089 .357b
1 Residual 46.230 123 .376
Total 47.457 126
a. Dependent Variable: Abs_Ut
b. Predictors: (Constant), Risiko_X3, Kemudahan_X1,
Kepercayaan_X2

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) 1.450 .624 2.325 .022
Kemudahan_X1 -.026 .016 -.186 -1.628 .106
1
Kepercayaan_X2 .006 .018 .039 .332 .741
Risiko_X3 .003 .018 .014 .140 .889
a. Dependent Variable: Abs_Ut

Residuals Statisticsa
Minimum Maximum Mean Std. N
Deviation
Predicted Value .4492 .9962 .7260 .09870 127
Residual -.80098 2.28622 .00000 .60572 127
Std. Predicted Value -2.805 2.738 .000 1.000 127
Std. Residual -1.307 3.729 .000 .988 127
a. Dependent Variable: Abs_Ut
147

c. Uji Normalitas dengan Uji Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized
Predicted Value
N 127
Mean 38.4015748
Normal Parametersa,b Std.
2.60846817
Deviation
Absolute .056
Most Extreme Differences Positive .039
Negative -.056
Kolmogorov-Smirnov Z .635
Asymp. Sig. (2-tailed) .815
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

d. Uji Linearitas dengan Metode Langrange Multiplier

Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Method
Removed
Risiko_X32,
1 Kemudahan_X12, . Enter
b
Kepercayaan_X22
a. Dependent Variable: Unstandardized Residual
b. All requested variables entered.

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the
Square Estimate
a
1 .022 .001 -.024 2.94208037
a. Predictors: (Constant), Risiko_X32, Kemudahan_X12,
Kepercayaan_X22
148

ANOVAa
Model Sum of df Mean F Sig.
Squares Square
Regression .534 3 .178 .021 .996b
1 Residual 1064.668 123 8.656
Total 1065.202 126
a. Dependent Variable: Unstandardized Residual
b. Predictors: (Constant), Risiko_X32, Kemudahan_X12,
Kepercayaan_X22

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Beta
Error
(Constant) .246 1.576 .156 .876
Kemudahan_X12 2.066E-005 .001 .002 .021 .983
1
Kepercayaan_X22 .000 .001 -.026 -.222 .825
Risiko_X32 .000 .002 .007 .073 .942
a. Dependent Variable: Unstandardized Residual