Anda di halaman 1dari 9

PENCARIAN

CARI
MASUK|DAFTAR
HUKUMONLINEENGLISH|HUKUMPEDIA
BERITA
Utama
Fokus
IsuHangat
Tajuk
Kolom
Jeda
Resensi
Tokoh
Info
Aktual
IniDiaTimFHUnpaddiLigaDebatHukumOnlineNasional2016

PutusanSP3KarhutlaPoldaRiauDibacakanHariIni

PERADIAkanGelarInternationalFriendlyGamesdenganTheMalaysianBar
PUSATDATA
KLINIK
ProfesiHukum
Pertanahan&Perumahan
Telekomunikasi&Teknologi
HakAsasiManusia
Kenegaraan
PerlindunganKonsumen
HakKekayaanIntelektual
Bisnis&Investasi
IlmuHukum
HukumPerusahaan
HukumKeluargadanWaris
Buruh&TenagaKerja
HukumPerdata
HukumPidana
TALKS!
Talks
KegiatanTerkini
KalenderKegiatan
ArsipKegiatan
CoffeeBreak
Narasumber
Produk
LegalandFinancingAspectsofBuildOperateTransferProjects
LEGALNETWORK
Karir
English
Hukumpedia
SuratPembaca
Rechtschool
Komunitas

4TipsKepemimpinanalaBupatiuntukMahasiswaHukum

KampusPerubahanButuhOrangOrangAbnormal

MengapaPermahiTakKomunikasidenganKejaksaan?
PRODUK&JASA


BERITA

Tweet 45
0
Share

Share

Minggu,07Agustus2016
5KelemahanRegulasiIurandanDendaBPJSKesehatan
BerpotensimengurangipenerimaaniuranolehBPJSKesehatan.Tapimembukapeluangbagipesertatidak
mampuagartidakdikenakandenda.
ADYTDACHMAD Dibaca:4763Tanggapan:0

KartuBPJSKesehatan.Foto:BAS
BERITATERKAIT

BPJSTegaskanAksesInformasiPasien
HindariPemalsuanKartuBPJS,IniyangHarusDilakukanWarga
MauLayananRawatJalanEksekutif?BacaPeraturannya

Iuran merupakan pemasukan utama BPJS Kesehatan dan penting untuk menjaga keberlanjutan program
JKN/KIS.DalamrangkamendukunghaltersebutBPJSKesehatantelahmenerbitkanPeraturanBPJSKesehatan
No. 2 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan dan Pembayaran Denda Akibat
KeterlambatanPembayaranIuranJaminanKesehatan.

Peraturan itu dikeluarkan sebagaimana amanat Perpres No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan yang
diubah menjadi Perpres No. 28 Tahun 2016. Beleid terbaru itu mengatur sanksi kepada mereka yang telat
membayariuran.Sanksinyabisaberupapenghentianlayananjaminankesehatanhinggaiurandilunasi.

KoordinatorAdvokasiBPJSWatch,TimboelSiregar,menilaiada5kelemahanPeraturanBPJSKesehatanNo.2
Tahun 2016 itu. Pertama, unsur upah yang dijadikan dasar pembayaran iuran harusnya upah pokok dan
tunjangantetap.Namun,pasal1ayat(10)PeraturanBPJSKesehatanitutidakmenjelaskansecarajelasbasis
upahyangdigunakanuntukmenghitungiuran.

Penjelasan basis upah itu menurut Timboel penting guna memastikan tunjangan tidak tetap yang diterima
peserta sebagai pekerja/buruh tidak masuk dalam komponen yang dihitung untuk membayar iuran. Lewat
penjelasan yang rinci itu diharapkan mencegah pemberi kerja yang membayar iuran bagi pekerjanya hanya
sebatasupahpokok.

Kedua,pasal6ayat(1),pasal10ayat(1)danpasal13ayat(1)PeraturanBPJSKesehatanNo.2Tahun2016
mewajibkanpemberikerjamemungutdanmembayariurandariparapekerjanyakepadaBPJSKesehatanpaling
lambattanggal10setiapbulan.Ketentuanitukurangrincidibandingkanpasal17ayat(3)PerpresNo.19Tahun
2016yangmenyebutjikatanggal10jatuhpadahariliburmakaiurandibayarkanharikerjaberikutnya.

Ketiga, tata cara pembayaran iuran peserta yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (pemda) sebagaimana
diaturdalampasal5mestinyamenjadibagianpasal8PeraturanBPJSKesehatanini.Sebab,pasal8mengatur
tentangpenyampaiantagihaniurankepadapemda,penyetoraniurandanrekonsiliasiiuran.

Keempat, Peraturan BPJS Kesehatan ini sebagaimana amanat Perpres No. 19 Tahun 2016 berpotensi
mengurangi penerimaan iuran BPJS Kesehatan. Pasalnya, jumlah bulan yang digunakan sebagai acuan
pengaliandendapelayananrawatinapmaksimal12bulan.SeharusnyapemberikerjaataupesertaPBPUtetap
membayar sesuai jumlah bulan tertunggak. Hal ini bisa kecualikan bagi peserta PBPU yang masuk kategori
miskin,kataTimboeldiJakarta,Jumat(05/8).

Kelima,ketentuanpasal24ayat(2)dirasabelumlengkapmenjelaskanbagaimanastatuskepesertaanyangtidak
membayar kekurangan pembayaran denda tapi terus membayar iuran sesuai bulan berjalan. Kemudian,
ketentuan tentang kekurangan atau kelebihan pembayaran denda itu mestinya dilakukan secara transparan
sehinggapesertamengetahuidenganpasti.

AdaPengecualian
Walau mengkritik sejumlah ketentuan, Timboel mengapresiasi pasal 25 Peraturan BPJS Kesehatan ini karena
adapengecualianbagipesertayangtidakmampuyangterdaftardikelas3.Sayangnya,pasal25ayat(3)tidak
menjelaskandetailmaksudfrasa'instansi yang berwenang setempat yang menyatakan peserta sebagai orang
tidak mampu sesuai peraturan perundangundangan.' Ketentuan itu perlu diperjelas agar peserta tidak
mengalamikebingungan.

Timboel menyambut baik ketentuan pasal 25 ayat (8) yang membuka peluang BPJS Kesehatan mengusulkan
kepada dinas sosial atau instansi yang berwenang untuk mendaftarkan peserta tidak mampu untuk menjadi
peserta penerima bantuan iuran (PBI) yang didaftarkan oleh pemerintah pusat atau pemda. Saya berharap
ketentuaninidilaksanakandenganbaikkarenamasihbanyakorangmiskinyangtidakmasuksebagaipeserta
PBI,urainya.

Sebelumnya, Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, mengatakan Peraturan BPJS Kesehatan No. 2 Tahun 2016
menguntungkan peserta karena menghapus denda keterlambatan pembayaran iuran sebesar 2 persen setiap
bulan. Tapi dalam regulasi ini ada aturan baru yaitu peserta yang telat bayar iuran lebih dari 1 bulan
penjaminannyaakandihentikansementara.Kemudianadadendapelayananrawatinapbagipesertayangsudah
melunasitunggakaniurantapidalamjangkawaktu45harisetelahmembayartunggakaniuranitumembutuhkan
pelayananrawatinap.

Denda untuk mendapat pelayanan rawat inap itu sebesar 2,5 persen dari total diagnosis sesuai tarif INA
CBGs,paparFachmi.
PERATURANTERKAIT

PeraturanMenteriKesehatanNomor49Tahun2016
PeraturanMenteriKesehatanNomor44Tahun2016
PeraturanGubernurProvinsiDKIJakartaNomor169Tahun2016
PeraturanMenteriKesehatanNomor43Tahun2016
PeraturanMenteriLingkunganHidupDanKehutananNomor..

KLINIKTERKAIT

WajibkahPerusahaanBerbentukPersekutuanMendaftarkan..
PerlukahPemberitahuanKepadaDebiturDalamPengalihanPiutang?
DasarHukumIuranRukunTetangga
SanksiJikaAdaKandunganNonHalalPadaProdukBersertifikatHalal
LangkahHukumyangDapatDilakukanPasienyangMengalamiSalah..

TANGGAPAN
Belumadatanggapan
KirimTanggapan
NAMA

EMAIL
JUDUL

TANGGAPAN

Typethetext
Privacy&Terms

Kirim
DisclaimerComment
Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masingmasing penulis tanggapan. Redaksi
hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan
kepatutansertanormanormayangberlaku.

ARTIKELPOPULER

4KampusSiapBertandingdiSemifinalLigaDebatHukumOnlineNasional2016
24AdvokatIniSiapBelaAhok
PlusMinusPutusanMKtentangPerjanjianPerkawinan
Advokat:BerbedadenganSuap,PemberiPungliTakBisaDipidana
PengadilanTinggiDKIPerberatHukumanDewieYasinLimpo
MahasiswaKedokteranMenangLawanPolisidiPraperadilan
SalamJessicadanAmanatOttodiSeminarInternasionalPERADI
DuaHakimIniDisebutTemuiPengacaradiLuarSidangBicarakanPerkara
ResmiDigelar,UjianPPATPatokPassingGradeMinimal7
BeginiTafsirKonstitusionalPutusanPerjanjianKawin
Produk

Awal
KenapaKami?
ProdukdanJasa
DaftarGratis
Mobile

Perusahaan

KebijakanPrivasi
TentangKami
KodeEtik
Karier
PedomanMediaSiber

Support

HelpCenter
FAQ
Sitemap

Kontak

Layanan
Marketing
Talks

Informasiyangtersediadiwww.hukumonline.comtidakditujukansebagaisuatunasehathukum,namunhanya
memberikangambaranumumterhadapsuatuinformasiataupermasalahanhukumyangsedangdihadapi.Akses
danpenggunaansitusinitundukpadaSyaratdanKetentuan2009.