Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa Pengertian dari pancasila, agama, norma, etika, moral dan hukum
2. Bagaimana hubungn pancasila dengan agama, norma, etika, moral daan hukum

1.3 Tujuan
1. Agar mengetahui apa itu pancasila, agama, norma, etika, moral dan hukum.
2. Agar mengetahui bagaimana hubungan antara agama, norma, etika, moral dan hukum
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dari pancasila, agama, norma, etika, moral dan hukum.

a. Pengertian pancasila

b. Pengertian Agama
1. Menurut Bahasa Sanskerta
Agama yang sudah menjadi bahasa Indonesia, secara etimologis berasal dari
bahasa Sanskerta terdir dari kata : a artinya tidak, gama artinya kacau. Agama
berarti tidak kacau. Hal itu mengandung pengertian bahwa agama adalah suatu
peraturan yang mengatur kehidupan manusia agar tidak kacau. Sebagian yang
lain mengartikan a adalah cara, gama adalah jalan. Agama berarti cara jalan,
maksudnya cara menempuh keridhoan Tuhan.
2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan
peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang
berhubungan dengan pergaulan manusia danmenusia serta lingkungannya. Kata
agama berasal dari bahasa Sansekerta, agama yang berarti tradisi.
3. Menurut Bahasa Inggris
Dalam bahasa Inggris agama disebut religion berasal dari bahasa latin relegere
artinya mengumpulakan, membaca. Religion mengandung pengertian kumpulan
cara-cara peribadatan yang terdapat dalam kitab suci yang harus dibaca.
4. Menurut Bahasa Arab
Dalam bahasa Arab agama adalah Din yang secara etimologis memiliki arti:
balasan atau pahala, ketentuan, kekuasaan, pengaturan, perhitungan, taat dan
patuh, kebiasaan. Agama memang membawa peraturan, hukum yang harus
dipatuhi, menguasai dan menuntut untuk patuh kepada Tuhan yang menjalankan
ajarannya, membawa kewajiban yang jika tidak dilaksanakan akan menjadi
hutang yang akan membawa balasan baik kepada yang taat, dan memberi
balasan buruk kepada yang tidak taat.
5. Menurut Hasby as-Shiddiqi
Secara tertimonologis, Hasby as-Shiddiqi mendefinisikan agama sebagai dustur
(undang-undang) ilahi yang di datangkan Allah untuk menjadi pedoman hidup
dan kehidupan manusia di alam dunia untuk mencapai kerajaan dunia dan
kesentosaan di akhirat. Agama adalah peraturan Tuhan yang di berikan kepada
manusia yang berisi sistem kepercayaan, sistem penyembahan dan sistem
kehidupan manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
6. Menurut Endang Saefudin Anshari
Endang Saefudin Anshari menyimpulkan bahwa agama meliputi : sistem kredo
kepercayaan atasa adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia, sistem ritus tata
cara peribadatan manusia kepada yang mutlak, dan sistem norma atau tata
kaidah yang mengatur hubungan manusia dan hubungan dengan alam
lainnyasesuai dan sejalan dengan tata keimanan dan tata peribadatan tersebut.
Di lihat dari sudut kategori pemahaman manusia,agama memiliki dua segi yang
membedakan dalam perwujudannya, sebagai berikut:
1. Segi kejiwaan
2. Seni objektif

c. Pegertian Moral
Kata Moral berasal dari Bahasa Latin Moralitas, adalah istilah manusia menyebut ke
manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak
memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di
mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia.
Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu,
tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang
memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari
sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan
manusia harus memiliki moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya.

Moral adalah ajaran baik dan buruk yang ukurannya adalah tradisi yang berlaku di
suatu masyarakat. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.
Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat
tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu
dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk dari budaya
dan agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem
nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa moral merupakan kondisi pikiran, perasaan,


ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk.

D. Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno, yang terdiri dari kata ethikos, berarti
timbul dari kebiasaan adalah segala sesuatu dimana dan bagaimana cabang
utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan
penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep
seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Dengan demikian Etika adalah ajaran yang berbicara tentang baik dan buruk dan yang
menjadi ukuran baik dan buruknya adalah akal karena memang etika adalah bagian dari
filsafat. Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat
spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis
kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu
untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

E. Pegertian Norma

Norma adalah ukuran (benar salahnya, tepat tidak tepatnya, pantas atau tidaknya )
perilaku seseorang dalam masyarakat. Norma adalah serangkaian sanksi bagi para
pelanggarnya dan larangan yang dilengkapi sanksi bagi para pelanggarnya kita sudah
membahas mengenai nilai. Nilai umumnya dijabarkan lebih lanjut menjadi norma. Dengan
demikian, nilai menjadi landasan pembentukan norma. Nilai menjadi dasar pembenar bagi
norma. Dalam Norma terdapat fungsi norma atau tujuan norma dalam kehidupan bersama
warga masyarakat sehingga Norma dapat berarti dengan melihat fungsi-fungsi norma dimana
kita ketahui bahwa norma beraneka ragam atau macam-macam norma dan disetiap macam
norma tersebut memiliki fungsi-fungsi tersendiri. Untuk mengetahui lebih banyak pengertian
Norma, lihat berbagai definisi yang dikemukakan para ahli mengenai apa itu norma.
Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

F. Pengertian Hukum

Hukum adalah sebuah salah satu yang berasal dari norma yang terdapat di dalam
masyarakat. Norma hukum mempunyai hukuman yang lebih tegas lagi. Hukum digunakan
dalam untuk menghasilkan adanya keteraturan di dalam masyarakat, agar dapat terwujudkan
sebuah keseimbangan didalam masyarakat dimana masyarakat tidak dapat dengan sebebas-
bebasnya dalam bqsermasyarakat, maka mesti terdapat sebuah batasan agar ketidakbebasan
tersebut bisa dalam menghasilkan keteraturan

2.2 Bagaimana hubungn pancasila dengan agama, norma, etika, moral daan hukum
a. Hubungan Pancasila dengan Agama
Seperti yang kita ketahui didalam sila pertama itu berlambang bintang yaitu :
Ketuhanan yang maha esa. Pancasila sangat kuat kaitannya dengan agama karna
didalam sila pertama saja sudah disebutkan ketuhanan yang maha esa. Setiap
seseorang yang ingin menjadi pemimin pasti akan melakukan sumpah atas nama
tuhan. Indonesia juga disebut sebagai Benika Tunggal ika artinya walau pun kita
berbeda-beda tapi kita tetap satu. Warga Indonesia berbagai agama dan suku walau
pon kira terpecah menjadi berbagai agama atau kepercayaan tapi dengan adanya
pancasila sebagai landasan Negara indoesia maka warga Indonesia tetap bersatu
dengan panutan pancasila.
b. Hubungan Pancasila dengan norma dan hukum
Norma berhubungan dengan pancasila sesuai dengan sila ke2 yaitu Kemanusia yang
adil dan beradap, norma dibuat agar masyarakat Indonesia tidak melakukan segala
sesuatu dengan semenah-menah, dengan adanya norma maka masyarakat tau bahwa
Indonesia memiliki hukum dimana yang masyarakat melanggar norma akan terkena
hukuman.
c. Hubungan Pancasila dengan etika
Hubungan pancasila dengan etika baik atau burunya sifat atau sikap seseorang. Pada
dasarnya jika kita berpegang teguh kepada pancasil hubungan kita antra sesama
masyarakt akan sejahterah dan makmur dikarnakan masyrakatnya mamiliki sikap
saling mengharagai.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sebagai warga Negara Indonesia kita memiliki landasan Negara yang disebut sebagai
pancasila yang berlambang Burung Garuda. Pancasila sangat erat hubungannya dengan
Agama, moral, etika, norma dan agama karana disetiap sila-sila itu sudah sangat jelaas bahwa
mereka saling berhubungan maka dari itu pada lambang garuda itu bintangnya terletak
ditengah dengan maksud dan tujuan agar mampu menyinari lambing-lambang yang lain.
3.2 Saran
Sebagai warga Indonesia sebaiknya kita jangan melanggar sila-sila yang ada dan
patuh terhadap norma-norma yang ada dan berpegang teguh terhadap pancasila dan agama
DAFTAR PUSTAKA