Anda di halaman 1dari 5

Empat Teori Pers Dunia

( The Four Theories of Press)

1. Teori Pers Otoritarian


Teori ini muncul di iklim otoritarian, akhir jaman Renaisans pada abad 16 dan
17, setelah ditemukannya mesin cetak. Teori ini menganggap bahwa raja atau
penguasa adalah pemilik kebenaran karena mereka memiliki hubungan yang
sangat dekat dengan Tuhan. Kebenaran bukan berasal dari masyarakat, melainkan
dari orang-orang bijak yang membimbing dan mengarahkan pengikutnya. Oleh
karena itu, setiap orang yang menentang atau pun meragukan ideologi dari
penguasa dapat dikenai hukuman. Cara-cara yang dapat dilakukan untuk
mengontrol pers ada tiga, yaitu menyensor materi yang akan dicetak atau
disiarkan, menyuap editor agar mau mengikuti kemauan pemerintah, dan
mengancam pers dengan hukuman penjara.
Pers di jaman ini pun menjadi sangat pasif. Mereka hanya digunakan sebagai
alat untuk menyampaikan informasi tentang kebijakan pemerintah untuk
mendukung posisi kepemimpinannya sendiri. Sehingga pers kehilangan
fungsinya sebagai pengawas pemerintahan dan hanya mengabdi pada
kepentingan penguasa. Dan yang boleh memiliki pers hanyalah kelompok atau
orang tertentu yang mendapat ijin khusus dari penguasa itu sendiri.

2. Teori Pers Libertarian


Teori ini disebut juga teori kebebasan pers, di mana pers menuntut kebebasan
yang sepenuhnya. Teori ini mengungkapkan bahwa manusia sudah dapat
membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan yang
buruk. Kebenaran bukan lagi milik penguasa, melainkan merupakan hak asasi
manusia untuk mencarinya. Oleh karena itu, di sini pers berfungsi sebagai mitra
untuk mencari kebenaran dengan cara memberikan bukti dan argumen untuk
landasan dalam mengawasi pemerintahan dan menentukan sikap. Sehingga pers
sendiri memiliki tujuan untuk menemukan kebenaran, memberi informasi,
menafsirkan, dan menghibur masyarakat.
Munculnya teori ini pun didasari oleh asumsi-asumsi dasar filosofis sebagai
berikut :
- Hakikat manusia
Manusia memiliki pemikiran yang rasional dan memiliki tujuan
sendiri, serta mampu membuat keputusan. Kemampuannya digunakan untuk
berpikir dan mengingat, sedangkan pengalamannya digunakan untuk
membuat keputusan.
- Hakikat masyarakat
Masyarakat memiliki tujuan untuk menciptakan kebahagiaan dan
kesejahteraan manusia. Sedangkan fungsinya adalah untuk memajukan
kepentingan anggota dan menciptakan perlindungan agar masyarakat tidak
mengambil alih peran utama dan menjadi tujuan itu sendiri.
- Hakikat negara
Negara menyediakan lingkungan bagi masyarakat dan individu agar
mereka dapat menggunakan kemampuannya untuk mencapai tujuan.
- Hakikat pengetahuan dan kebenaran
Manusia diberi kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan
mana yang salah untuk memperoleh kebenaran. Sedangkan, kebenaran itu
sendiri adalah sesuatu yang dapat ditemukan dan diperlihatkan kepada
manusia lain untuk diperdebatkan dan melalui musyawarah akan dapat
mengakhiri perdebatan dan hasilnya dapat diterima oleh akal.
Ada tiga hal yang menyebabkan pers sangat menentang adanya proses
penyensoran, yaitu :
- Sensor melanggar hak alamiah manusia untuk berekspresi dengan bebas.
- Sensor bisa menguntungkan salah satu pihak dengan mengorbankan
kepentingan masyarakat.
- Sensor menghalangi masyarakat untuk mencari kebenaran.

3. Teori Pers Tanggung Jawab Sosial


Teori ini muncul pada abad ke-20 di Amerika Serikat. Asumsi yang mendasari
teori ini adalah bahwa kebebasan itu juga mengandung tanggung jawab yang
sepadan, di mana pers memiliki tanggung jawab untuk menginformasikan,
mendidik, dan memajukan masyarakat. Dan di sini, media berperan dalam
mengindikasikan sebuah cerminan tentang keanekaragaman dalam masyarakat
dan juga sebagai akses untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Sehingga,
opini masyarakat, etika, dan reaksi konsumen lah yang menjadi kontrol atas
kinerja pers. Selain itu, tak jarang terjadi munculnya konflik yang dapat
membawa masyarakat ke forum diskusi untuk menyelesaikan suatu
permasalahan.
Di Amerika Serikat, amandemen pertama dalam konstitusi AS tahun 1774
telah melarang pemerintah atau negara untuk membuat aturan yang membatasi
atau menghalangi kebebasan pers. Dan komisi kebebasan pers yang dimiliki oleh
AS telah memberikan daftar materi yang harus diperhatikan sebagai kewajiban
pers terhadap masyarakat, yaitu adanya berita yang bersifat informatif,
mengandung kebenaran, keakuratan, objektifitas, dan memiliki komposisi yang
seimbang atau proporsional.
Ada enam tugas pokok yang harus dilakukan oleh pers dalam teori tanggung
jawab sosial ini, yaitu :
- Melayani sistem politik dengan menyediakan informasi, diskusi, dan
perdebatan dalam masyarakat.
- Memberi penerangan agar masyarakat dapat mengambil sikap atas
fenomena yang terjadi di sekelilingnya.
- Menjaga hak perorangan dengan cara mengawasi jalannya pemerintahan.
- Melayani sistem ekonomi melalui penayangan iklan untuk mempertemukan
penjual dengan pembeli secara tidak langsung.
- Hiburan
- Mengupayakan biaya sendiri agar tidak tergantung terhadap orang atau
kelompok tertentu.

4. Teori Pers Soviet Komunis


Teori ini muncul saat Uni Soviet masih berdiri, disertai dengan tradisi Marxis.
Teori ini menganggap bahwa dalam suatu masyarakat, orang-orang seharusnya
tidak berbeda pandangan, musyawarah tanda kelemahan, dan hanya ada satu
pandangan yang benar yang dapat dipertemukan dan dipertahankan, disebarkan,
dan digalakkan.
Sesungguhnya kekuasaan bersifat sosial dan berada pada pribadi tiap orang,
tersembunyi di lembaga sosial, dan dipancarkan dalam tindakan masyarakat.
Namun, pers sendiri hanya digunakan sebagai alat propaganda dan agitasi yang
selalu terkait dengan kekuasaan dan pengaruh partai. Sehingga tidak
dimungkinkan adanya kepemilikan pers yang bersifat privat.
Selain empat teori pers yang diungkapkan oleh Fred. S. Siebert, Theodore B.
Peterson, dan Wilbur Schram dalam karangannya yang berjudul Four Theories of
The Press, yang terbit pada tahun 1965, ada pula Willian A.Hachten yang
mengungkapkan adanya lima sistem pers yang berlaku di dunia. Hal ini
diungkapkannya dalam bukunya yang berjudul The World News Prism, yang terbit
pada tahun 1981. Lima sistem pers tersebut adalah sebagai berikut :
1. Otoritarian
2. Komunis
3. Revolusioner
4. Konsep Barat : Merupakan gabungan dari sistem libetarian dan tanggung
jawab sosial
5. Pembangunan : Merupakan gabungan dari sistem otoritarian, komunis, dan
tanggung jawab sosial.

Tabel Perbandingan Empat Teori Pers

Otoriter Liberal Tanggung jawab Komunis soviet


sosial

Berkembang Di Ingris abad 16 Di praktikan di Di kembangkan Lahir di Uni Soviet


dan 17, diterapkan Inggris setelah di AS pada abad berkembang di Negara
di beberapa negara tahun 1688, juga di 20 Negara komunis
AS dan Eropa timur. Dalam
berkembang ke beberapa hal
seluruh dunia disuburkan oleh Nazi
Jerman dan fasisme
itali
Sumber Dari falsafah Dari karya karya Dari tulisan W. Marxisme, Leninisme
(Asumsi kekuasaan mutlak Milton, Locke, E Hocking, daj pembaruan pikiran
dasar) kerjaan dan Mill, falsafah rumusan komisi pikiran hegel serta
pemerintah atau umum rasionalisme kebebasan pers cara berpikir Rusia
keduanya dan hak hak alam para praktisi abad 19
jurnalistik dank
ode etik media
Tujuan utama Mendukung dan Memberi informasi, Member Membantu suksesnya
mengembangkan menghibur,menjual, informasi, dan berlangsungnya
kebijaksanaan tapi terutama untuk menghibur, system sosialisme
pemerintahan yang menemukan menjual, tapi soviet, khususnya
sedang berkuasa kebenaran dan terutama kelangsungan dictator
dan untuk untuk mengontrol mengangkat partai
mengabdi pada pemerintah konflik pada
negara forum diskusi
Pihak yang Mereka yang Siapa saja yang Setiap orang Para anggota partai
dapat mendapat izin dari mempunyai sarana yang merasa yang setia dan ortodok
menggunakan kerajaan atau ekonomi punya sesuatu
media pemerintah untuk
disampaikan

Kontrol Media dikontrol Media dikontrol Dikontrol Dikontrol dengan


media oleh pemerintah, melalui proses dengan pengawasan ketat,
terbit hanya atas kebebasan berpikir pendapat serta tindakan-
izin pemerintah, untuk menemukan masyarakat, tindakan ekonomi dan
bahkan kadang- kebebaran, juga tindakan politik pemerintah
kadang sensor melalui proses konsumen dan
pemerintah pengadilan etika profesi
Yang tidak Mengkritik Melakukan Memuat tulisan Mengkritik tujuan
boleh mekanisme pencemaran nama yang melanggar partai dan
dilakukan pemerintah dan baik, penghinaan, hak-hak pribadi kebijaksanaannya
pejabat yang pornografi, tidak yang diakui oleh
sedang berkuasa sopan, dan hokum, dilarang
melawan melanggar
pemerintah pada kepentingan
waktu perang vital masyarakat
kepemilikan Swasta yang Pada umumnya Swasta, kecuali Sepenuhnya dimiliki
mendapat izin adalah swasta jika pemerintah oleh pemerintah
pemerintah, atau merasa perlu
pemerintah demi keamanan
dan demi
kepentingan
umum
Masalah Media merupakan Media merupakan Media harus Menonjolkan control
pokok/cirri sarana efektif bagi alat mengecek memenuhi ketat oleh
khas kebijaksanaan pemerintah dan kewajiban pemerintahan dan
pemerintah, meski memenuhi social, jika media massa benar
tidak harus kebutuhan utama ingkar maka benar menjadi alat
dimilikipemerintah masyarakat masyarakat negara
akan membuat
media tersebut
mematuhinya

Sumber :
Ardianto, Elvinaro & Lukiati Komala , 2007. Komunikasi Massa: Suatu Pengantar,Jakarta,
Simbiosa Rekatama Media
Effendy, Onong Uchjana.( 2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Bandung : PT.Citra
Aditya Bakti.
F.S. Siebert, T.B. Peterson, W. Schramm, dalam Severin & Tankard. Communication
Therories : Origins, methods, And Uses In The Mass Media (1992 : 286 287)
Soehoet, A. M. Hoeta. Filsafat komunikasi 2. Jakarta :YayasanKampusTecinta - IISIP.