Anda di halaman 1dari 3

Putri Adiva Zahira

11E
Religion 11
Quiz: Term II

1. Peta Kosa Kata dari "Taqwa


Contoh:
Kategori: Mematuhi
Sinonim: Sifat
Memelihara perintah Allah
SWT
Menjaga
Melaksanakan
Mengikuti Contoh:
Menjauhkan diri
Kata: dari larangan
Taqwa Allah SWT
Antonim:
Lalai
Tidak taat Contoh:
Berbuat baik
Membangkang
secara
muamalah

Definisi:
Memelihara diri dengan menjalani hidup
sesuai tuntunan Allah SWT.

Arti daripada taqwa sendiri dapat didefinisikan sebagai sifat seorang muslim
dimana ia menjauhkan diri dari kemurkaan Allah dengan melaksanakan segala
perintahNya, menjauhi segala laranganNya, serta menjauhi hal-hal yang dapat
mengarahkan pada larangan-laranganNya. Kata memilihara diri yang digunakan
dalam definisi taqwa berarti menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarangNya, karena
hal-hal tersebut dapat merusak batin kita sebagai seorang muslim serta nanti di
akhirat. Ajarannya dalam menjalani hidup, seperti contohnya berbuat baik kepada
sesama mahlukNya, tidak hanya merupakan aplikasi dari rasa sayang kita terhadap
ciptaannya, namun juga kita dapat mendatangkan kebaikan dari orang lain. Sama
halnya seperti menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarangNya, bukan hanya karena
pahala, namun memang karena hal-hal tersebut mempunyai dampak yang riil dalam
kehidupan sehari-hari, serta nanti di akhirat.
Latar belakang daripada membangun sifat ini adalah karena rasa sayang
yang besar, rasa berterima kasih yang besar, serta rasa takut akan kehilanganNya.
Namun rasa sayang ini tidak hanya dapat diaplikasikan dari melakukan ibadah yang
tertera dalam rukun Islam, namun juga dapat disalurkan dari perbuatan yang bersifat
muamalah. Untuk menjadi seorang muslim yang bertaqwa seharusnya adalah
menjadi tujuan tertinggi kita, karena dengan begitu kita memiliki kepekaan batin
untuk menjaga diri kita sendiri dari hukumanNya dan malah mendapatkan balasan
rasa sayang langsung dari Allah SWT. Oleh karena itu, jika kita sholat, tujuannya
bukan untuk pahala saja, namun untuk sepenuhnya mendekatkan diri denganNya
dan menjauhkan diri dari murkaNya.

2. Puisi Tata Cara Bertaqwa


Walaupun aku merasa sedang tersesat dengan dunia,
TuntunanMu selalu menbawaku ke jalan yang benar,
Yaitu untuk selalu bershalawat dan beribadah kepadaMu.

Disaat aku sedang merasa kehilangan di dunia,


Perintah dan laranganMu selalu membawaku ke jalan yang benar,
Yaitu untuk menjauhi hal-hal yang buruk untukku.

Terkadang terasa seperti aku lupa menjadi muslim di dunia,


Namun ajaranMu selalu mengingatkan kembali hal-hal yang penting disini,
Yaitu untuk berbuat baik secra muamalah.

3. Contoh Pengaplikasian Taqwa


Pengaplikasian taqwa di kehidupan sehari-hari seorang muslim adalah disaat
seorang muslim mematuhi segala kewajiban-kewajibannya sebagai orang
yang beragama Islam dan menjauhi segala larangan-larangan yang Allah
berikan sebagai realisasi rasa sayangnya terhadap Allah SWT di
kehidupannya sehari-hari. Beberapa contoh pengaplikasian taqwa secara
ibadah dan muamalah adalah untuk meminggirkan kepentingan dunia untuk
sholat, seperti saat meeting kantor lalu keluar sebentar untuk sholat;
bersedekah dengan ikhlas setiap kali menggunakan masjid umum; menjauhi
makanan haram dan minumam keras walaupun sedang bersama teman-
teman; dan menghormati binatang. Walaupun hal-hal ini memang hukumnya
wajib, orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang melakukan kewajiban
tersebut dengan rasa sayang, bersyukur, dan terima kasih, sehingga semua
kewajiban tersebut dapat dilakukan tanpa beban. Rasa sayang inilah yang
membedakan sekedar orang yang beriman dan orang yang bertaqwa.

4. Kendala Bertaqwa dan Solusinya


Kendala yang diterima seorang muslim saat bertaqwa adalah adanya
godaan-godaan yang selalu ada kapanpun dan dimanapun seorang muslim
berada. Namun salah satu kendala yang paling besar bagi seorang muslim
untuk bertaqwa adalah kepentingan duniawinya, Terkadang seorang muslim
terlalu sibuk dengan masalah pekerjaan dunia atau untuk bersosialisasi
manusia lainnya sehingga ia lupa atau lalai untuk melakukan kewajibannya
sebagai seorang muslim. Contohnya adalah jika ia sedang memiliki tenggat
waktu, maka ia akan meninggalkan sholatnya untuk bisa menyelesaikan
pekerjaannya pada tepat waktu. Solusinya adalah untuk menjaga sebuah
keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Jika apa yang kita lakukan di
dunia mengambil terlalu banyak waktu dan energi, maka pilihlah tanggung
jawab yang lebih mudah sehingga kita bisa membagi waktu untukNya juga.