Anda di halaman 1dari 20

Survei Kimia Fluida dan Gas

Interpretasi Kondisi Reservoir


Survei Tanah dan Udara Tanah
EKSPLORASI GEOKIMIA PANASBUMI :

mempelajari komposisi fluida dan


proses-proses yang mempengaruhinya untuk
mengetahui kondisi reservoir panasbumi
EKSPLORASI GEOKIMIA PANASBUMI

Analisa komposisi air panas :


Manifestasi permukaan, kenampakan alamiah
(mis. mata air panas, fumarola, kolam panas)
Sumur pemboran, weirbox
Mengetahui distribusi berbagai jenis air
Mempelajari efek boiling dan mixing
Menafsirkan suhu dan pH reservoir
Menduga terbentuknya pengendapan dan korosi pada
pipa alir
Memonitor perubahan reservoir terhadap waktu
Permukaan
Manifestasi panasbumi mencerminkan
kondisi reservoir & proses yang terjadi
pada fluida panasbumi
Pengambilan sampel

Kedalaman < 2 km
Kedalaman 1 hingga 5 km Boiling : fluida panasbumi akan
Terjadi interaksi antara air- membentuk air & uap
batuan/mineral Unsur non-volatil (Cl, SiO2)
Kondisi reservoir dihitung tinggal di air
berdasarkan geotermometer Unsur volatil (CO2, H2)
berada pada fasa uap
Mixing : dua atau lebih fluida
bercampur membentuk fluida
dengan komposisi baru
Kondisi reservoir diketahui
dengan memperhitungkan fraksi
uap & cair yang terbentuk pada
suhu boiling tertentu
DIAGRAM FASA AIR

(374C)

(0.00603 atm)

(triple point)
240oC
Unsur-unsur dalam Fluida Panasbumi

Berasal dari interaksi antara batuan dan fluida (+ proses magmatik),


terdiri dari :

1. Unsur-unsur pembentuk batuan


Solubilitasnya dipengaruhi oleh kesetimbangan antara
mineral dan air
mis. kation Na, K, Ca, Mg, Rb, Cs, Mn, Fe dan Al

2. Unsur-unsur terlarut
Lebih banyak berada di larutan dibanding dalam mineral
Tidak mudah bereaksi = unsur konservatif
mis. Cl, B, Li dan Br
Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Kimia Fluida

1. Asal air

2. Penambahan unsur-unsur volatil magmatik


Cl sebagai HCl, C sebagai CO2, S sebagai SO2
Kenampakan isotop Helium (3He/4He)

3. Kesetimbangan fluida-mineral
Mineral (jenis batuan)
Suhu
Dominasi batuan

4. Boiling dan mixing (dilution)


Fluida Panasbumi
Air Klorida (Cl)

Menunjukkan air reservoir


Mengandung 0,1 hingga 1,0 wt.% Cl
Mengandung kation utama : Na, K, Ca dan Mg
Kaya SiO2 dan sering terdapat HCO3-
Perbandingan Cl/SO4 umumnya tinggi
Berasosiasi dengan gas CO2 dan H2S
pH sekitar netral, dapat sedikit asam dan basa tergantung
CO2 terlarut
Sangat jernih, warna biru pada mataair natural
Terbentuk endapan permukaan sinter silika (SiO2)
Air Asam Sulfat (SO4)

Terbentuk di bagian paling dangkal


Akibat kondensasi uap air ke dalam air permukaan (steam
heated water)
SO4 tinggi (mencapai 1000 ppm) akibat oksidasi H2S di zona
oksidasi dan menghasilkan H2SO4 :
H2S + O2 = H2SO4
Mengandung beberapa ppm Cl
Bersifat asam
Ditunjukkan dengan kenampakan kolam lumpur dan pelarutan
batuan sekitar
Tidak dapat digunakan sebagai geotermometer
Di lingkungan gunung api : air asam SO4-Cl terbentuk akibat
kondensasi unsur volatil magmatik menjadi fasa cair
Air Bikarbonat (HCO3)

Terbentuk pada daerah pinggir dan dangkal


Akibat adsorbsi gas CO2 dan kondensasi uap air ke dalam
air tanah (steam heated water)
Anion utama HCO3 dan kation utama adalah Na
Rendah Cl dan SO4 bervariasi
Di bawah muka air tanah bersifat asam lemah, tetapi dapat
bersifat basa oleh hilangnya CO2 terlarut di permukaan
Kehadiran batugamping di bawah permukaan dapat
membentuk endapan sinter travertin (CaCO3) di permukaan
Air apakah ini?
pH
Li Na K Ca Mg Fe Cl SO4 HCO2 B SiO2
(20oC)

1. ElT 7,3 45 4.340 520 272 0,5 0,1 7.922 30 46 178 260

2. Wrk 8,6 1,2 230 17 12 1,7 2,7 11 680 0,5 191

3. Thr 5,9 56 14 14 6 8 105 375 0,1 230

4. Wtp 1,8 <0,05 4 6,2 14 0,8 2,5 <2 1.047 151

5. Tia 8.0 510 14 23,1 3,6 377 252 534 36

6. Rua 1,2 1,6 740 79 1.200 1.030 900 29.450 9.950 13,8 852

7. Btk 8,5 127 51 31 24,0 0,1 74 190 275 0,2 226

8. Any 8,4 0,9 1.199 73 55 38,5 0,3 1.381 0 310 0,3 261

9. Ban2 8,5 0,1 93 36 71 45,8 22,3 38 269 238 253


Gas-gas Panasbumi
Gas-gas reaktif (mis. H2O, CO2, H2S, NH3, H2, N2, CH4)
kondisi bawah permukaan

Gas-gas inert atau konservatif (eg. gas-gas mulia, hidrokarbon


selain metana) sumber gas

Kesetimbangan gas panasbumi

Reaksi pemisahan metana atau Fischer-Tropsch:


CH4 + 2H2O = CO2 + 4H2

Reaksi pemisahan amonia:


2NH3 = N2 + 3H2
Pengaruh Komposisi Gas/Uap

T & P reservoir panasbumi


Kandungan gas pada fluida reservoir
Solubilitas gas pada fasa liquid
Koefisien distribusi massa gas (Bgas) dalam fasa uap
dan liquid
T & P boiling
Reaksi yang terjadi saat uap naik ke permukaan
(mis. kondensasi, oksidasi, kontaminasi, dsb)
dsb
CO2
Gas terbanyak pada sistem panasbumi (kadang lebih dari
95 wt.% atau vol.%

0.035% di atmosfer dan 0.2-4% v/v di udara tanah

Mengontrol kimia air, densitas, pH, BPD, alterasi batuan, dan


pengendapan mineral sekunder dan scaling.

Terbentuk dari :
Alterasi termal batuan/mineral karbonat
Degradasi material organik pada batuan sedimen
Larut dalam air meteorik
Magmatik

pH fluida dikontrol oleh kesetimbangan CO2/HCO3


H 2S

2-3 kali lebih mudah terlarut dibanding CO2

Terbentuk dari :
Alterasi termal batuan reservoir
Magmatik

Gas reaktif dan akan hilang oleh interaksi dengan batuan


sekitar membentuk sulfida besi.

Rasio CO2/H2S meningkat dengan penambahan migrasi.

Rasio CO2/H2S turun dengan semakin intensifnya boiling.