Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOKIMIA

pH OPTIMUM

Kelompok 11:

Dwi Eri Retno Widowati (131511133024)

Gali Wulan Sari (131511133025)

Ferly Anas Priambodo (131511133027)

Rizky Sekartaji (131511133028)

Luluk Mardianty (131511133115)

Zulfia Rahmih (131511133116)

Firdha Lailil Fadila (131511133117)

Talia Puspita Adianti (131511133118)

Pembimbing :

dr. Citrawati DKW

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURABAYA

2015
A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Ada 2 alasan untuk menyelidiki pengaruh tingkat keasaman atau pH terhadap
aktivitas enzim, yaitu sebagai produk makhluk hidup secara teori selalu ada
kemungkinan dari pengaruh pH ini terhadap aktivitas biologis enzim dalam
hubungannya dengan metabolisme tubuh dan sebagai suatu protein enzim tidak
berbeda dengan protein. Enzim merupakan suatu kelompok protein yang berperan
penting di dalam aktivitas bilogis. Keberadaan dan pemeliharaan rangkaian enzim
yang lengkap dan seimbang merupakan hal yang esensial untuk menguraikan
nutrien menjadi energi dan bahan dasar kimiawi. Enzim memiliki beberapa fungsi,
antara lain adalah sebagai biokatalisator yaitu mempercepat reaksi kimia dalam
proses metabolism. Selain itu, ia memiliki sifat spesifik (teori lock and key)
dimana sisi aktif enzim (catalityc site) sesuai dengan substratnya. Dengan begitu,
enzim dapat dikatakan sebagai pengkatalis yang paling efektif.

Seperti molekul protein lainnya, sifat biologis enzim sangat dipengaruhi


oleh berbagai faktor fisika-kimia. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
antara lain suhu dan pH. Di samping itu, kecepatan reaksi enzimatik dipengaruhi
pula oleh konsentrasi enzim maupun substratnya. Derajat keasaman atau pH dapat
dikatakan optimum ketika aktivitas enzim yang maksimum dan dapat
menghasilkan produk (substrat yang dicerna) dalam jumlah besar. Namun hal ini
juga dipengaruhi oleh lamanya waktu kerja enzim dengan substratnya. Semakin
lama waktu yang digunakan maka semakin banyak produk yang dihasilkan.

Jika ditinjau dari pengaruh pH, maka jumlah produk yang dihasilkan akan
berbeda- beda. Karena tiap enzim memiliki pH optimum sendiri-sendiri. pH yang
ekstrem (terlalu tinggi atau terlalu rendah) depat mengakibatkan enzim mengalami
denaturasi atau kerusakan. Sehingga sisi aktif enzim tidak sesuai lagi dengan
substratnya, dan enzim pun tidak bisa bekerja secara optimal. Berdasarkan teori
tersebut, maka dilakukanlah percobaan ini untuk mengaplikasikan, membuktikan
dan menguji kebenaran dari teori tersebut agar dapat lebih mudah untuk dipahami
dan dipelajari

B. TUJUAN PRAKTIKUM

Percobaan ini dimaksudkan untuk mempelajari pengaruh pH pada kerja suatu


enzim.

C. PRINSIP PERCOBAAN

Aktivitas suatu enzim dapat dinyatakan sebagai jumlah produk yang terbentuk,
atau jumlah substrat yang dicerna, per satuan waktu. Enzim "E" mencerna substrat "S"
secara bertahap. Substrat "S" adalah suatu polisakarida yang akan berwarna biru bila
bereaksi dengan yodium (Iodium). Hasil akhir dari pencernaan substrat "S" oleh enzim
"E" antara lain (terutama) suatu disakarida yang tidak berwarna bila direaksikan
dengan yodium. Oleh karena substrat adalah suatu senyawa yang berwarna bila
bereaksi dengan Iodium, maka jumlah substrat yang tersisa pada reaksi enzimatik di
atas pada setiap saat dapat diketahui dengan mengukur intensitas warna yang timbul
secara kolorimetrik atau dengan mengukur kepekatan optiknya (optical density)
menggunakan alat spektrofotometer .
Untuk mengetahui pengaruh pH pada reaksi enzimatik, dilakukan percobaan
pada beberapa pH yang berbeda. Faktor-faktor lain yang berpengaruh pada reaksi
enzimatik tersebut dibuat sama.

D. METODE PRAKTIKUM
1. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini
1) Larutan enzim E 0,1% (w/v)
2) Larutan NaCL 0,9% (w/v)
3) Larutan substrat S 1% (w/v)
4) Larutan penyangga, masing-masing kelompok dengan satu macam pH (pH
4; 5; 6,5; 8; dan 10)
5) Larutan KI-KIO3 (akan melepaskan I2 dalam suasana asam)
komposisi dan larutan larutan KI-KIO3 :
KI 5,0 gr
KIO3 0,357 gr
NaOH 1M 2,0 ml
Aqua ad 1L
Larutan HCL 0,05 M.
6) Biuret
2. Alat
1) Tabung reaksi
2) Rak tabung reaksi
3) Erlenmeyer
4) Pipet skala 1 mL
5) Stopwatch
6) Spektrofotometer.

3. Metode Kerja
Memasukkan 15 ml larutan penyangga (sesuai dengan Ph yang telah
ditentukan), 3 ml larutan substrat S dan 6 ml larutan NaCL 0,9% (w/v) ke dalam
sebuah labu erlenmeyer. Mengocok semua larutan agar tercampur. Kemudian,
mengisi tiap tabung reaksi dengan 10 ml larutan HCL 0,05 M. Mengambil 1 ml
cairan dari labu erlenmeyer menggunakan pipet dan memasukkan ke dalam tabung
reaksi dengan tanda 0. Mengocok sebentar agar tercampur rata. Setelah selesai,
menambahkan 1 ml larutan enzim E ke dalam labu erlenmeyer dan mencampur
dengan cepat. Tepat pada saat penambahan enzim ini mencatat juga waktu pada
petunjuk waktu atau jalankan stopwatch. Mendekati 5 menit setelah enzim
dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer, mengambil 1 ml larutan dari labu
erlenmeyer menggunakan pipet. Memasukkan larutan dalam pipet ke dalam
tabung reaksi bertanda 5, tepat pada saat penunjuk waktu menunjukkan 5 menit.
Kocok sebentar. Demikian seterusnya: tepat setiap 5 menit kemudian memasukkan
1 ml larutan dari labu erlenmeyer berturut-turut ke dalam tabung-tabung reaksi
dengan tanda 10,15,dan 20 seperti di atas. mengocok sebentar. Setelah semua
selesai, ke dalam tiap tabung reaksi tambahkan 1 ml larutan KI-KIO3 , mencampur
baik-baik sampai merata 5-10 menit. Dan yang terakhir ,menulis hasil yang
didapat pada papan tulis, kemudian berdasarkan data tersebut membuat grafik
yang menunjukkan hubungan antara % substrat yang dicerna (ordinat) dengan
waktu (absis).

E. BAGAN ALUR TAHAP TAHAP PRAKTIKUM

Campurkan:
15 mL larutan penyangga pH ...
Pipetlah 1 ml larutan
3 mL larutan substrat S
Isi tiap tabung reaksi
6 dari erlenmeyer
mL larutan NaClke0.9
tabung
%
Masukkan
dengan 1 mL
10 ml larutan
larutan
reaksi 5 menit,KI-KIO
1 ml larutan kocok.
3
dari
HCL erlenmeyer
0,05
Tambahkan M 1 mlke tabung
larutan enzim E
Tentukan intensitas warna
reaksi 0 menit dengan
menggunakan
Teruskan
Campur Spektrofotometer
sampai
cepat dan ke tabung reaksi 20
catat
Ke masing-masing tabung. Tunggu 10-15 menit
waktu menit.
BAB II

METODE PRAKTIKUM

F. HASIL PRAKTIKUM

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, data hasil praktikum yang dapat
diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Data Hasil Percobaan adalah sebagai berikut:
Menit ke- Absorbsi Waktu t pH Warna
0 1,180 8 Hitam Pekat
5 0,116 8 Kuning
10 0,048 8 Kuning
15 0,049 8 Kuning
20 0,042 8 Kuning

Tabel 1. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 8

2. Perhitungan presentase substrat yang dicerna:


Menit Absorbsi Absorbsi Presentase Presentase Substrat
ke- Waktu r Waktu ro Substrat Tidak yang Dicerna
Dicerna (s = 100% - x)
( x = r/ro x 100 %)
0 1,180 1,180 100 % 0%
5 0,116 1,180 9,8305 % 90,1695 %
10 0,048 1,180 4,0677 % 95,932 %
15 0,049 1,180 4,1525 % 95,8475 %
20 0,042 1,180 3,559 % 96,441 %

Tabel 2. Data Perhitungan Presentase Substrat yang Dicerna pada pH 8

Perincian Perhitungan Data Presentase Substrat yang Dicerna:

0' : 1,180 % substrat sisa = (Abs. r / Abs. ro) x 100 %


= (1,180 : 1,180) x 100%
= 100%
% Substrat yang dicerna = 100% -{ (Abs. waktu t / Abs.waktu to) x 100 % }
= 100% - { (1,180 : 1,180) x 100% }
= 100% - {100%}
= 0%

5' : 0,116 % substrat sisa = (Abs. r / Abs. ro) x 100 %


= ( 0,116 : 1,180 ) x 100%
= 9,8305 %
% Substrat yang dicerna= 100% -{ (Abs. waktu t / Abs.waktu to) x 100 % }
= 100% - { (0,116 : 1,180) x 100% }
= 100% - {9,8305}
= 90,1695 %
10' : 0,048 % substrat sisa = (Abs. r / Abs. ro) x 100 %
= ( 0,048 : 1,180 ) x 100%
= 4,0677 %
% Substrat yang dicerna = 100% -{ (Abs. r / Abs. ro) x 100 % }
= 100% - { (0,048 : 1,180) x 100% }
= 100% - {4,0677 %}
= 95,932 %

15' : 0,049 % substrat sisa = (Abs. r / Abs. ro) x 100 %


= ( 0,049 : 1,180) x 100%
= 4,1525 %
% Substrat yang dicerna = 100% -{ (Abs. r / Abs. ro) x 100 % }
= 100% - { (0,49 : 1,180) x 100% }
= 100% - {4,1525 %}
= 95,8475 %

20' : 0.042 % substrat sisa = (Abs. r / Abs. ro) x 100 %


= ( 0,042 : 1,180 ) x 100%
= 3,559 %
% Substrat yang dicerna = 100% -{ (Abs. r / Abs. ro) x 100 % }
= 100% - { (0,042 : 1,180) x 100% }
= 100% - {3,559 %}
= 96,441 %

G. PEMBAHASAN PRAKTIKUM KELOMPOK 11 (Sebelas)


Dalam praktikum menentukan pH optimum yang mempengaruhi aktifitas enzim,
dengan enzim yang dipakai yaitu enzim amilase, karena substrat yang digunakan berupa
polisakarida murni yakni amilum. Enzim amilase merupakan enzim yang bekerja untuk
merubah glukosa menjadi zat tepung. Enzim ini bekerja secara optimum pada pH 5,0-6,0.
Di luar pH optimum tersebut enzim amilase mengalami denaturasi yakni dengan tidak
bekerja secara optimum dalam menguraikan substrat amilum menjadi zat tepung. Enzim
ini bekerja optimum dengan menguraikan substrat yang menggunakannya menjadi
katalisator, substrat yang terurai secara sempurna oleh enzim amilase pada pH 5,0-6,0.
Jika enzim amilase pada praktikum ini akan merubah warna substrat menjadi kuning
jernih.
Pada praktikum kelompok 11 dengan perlakuan mencampurkan larutan substrat
amilum dengan enzim amilase dan tambahan larutan NaCl 0,9 %, HCl 0,05 N, dan KI-
KIO3 pada kelima tabung reaksi yang sudah diberikan label 0, 5, 10, 15, dan 20 menit.
Setelah kelima tabung reaksi diberikan perlakukan dengan tabung reaksi awal diberikan
isi HCl 0,05 N sebanyak 1 ml pada masing-masing tabel yang sudah berlabel, yang
kemudian ditambahkan dengan campuran larutan NaCl 0,9 % sebanyak 6 ml, larutan
penyangga berupa pH 8,0, dan enzim amilase sebanyak 1 ml dari erlenmeyer pada
masing-masing tabel sebanyak 1 ml pada waktu yang sudah ditentukan (5, 10, 15, dan 20
menit) kecuali pada tabung reaksi yang berlabel 0 menit tidak diberikan campuran NaCl
dan enzim amilase. Dan terakhir pada masing-masing tabung ditambahkan 1 ml larutan
KI-KIO3 dan ditunggu hingga 10 menit. Perlakuan tersebut untuk mendapatkan hasil pada
pengaruh pH pada aktifitas enzim.

Dari perlakuan tersebut didapatkan hasil yang sudah tertera pada tabel hasil 2 yakni,
pada 0, 5, 10, 15, dan 20 menit di dapatkan hasil substrat sisa masing-masing tabung
reaksi sebanyak 100%, 9,8305%, 4,0677%, 4,1525%, dan 3,559%. Sedangkan pada hasil
akhir didapatkan hasil substrat yang dicerna (S) pada masing-masing tabung reaksi yang
berlabel 0, 5, 10, 15, dan 20 menit sebesar 0% pada tabung reaksi berlabel 0 menit,
90,1695% pada tabung reaksi berlabel 5 menit, 95,932% pada tabung reaksi berlabel 10
menit, 95,8475% pada tabung reaksi berlabel 15 menit, dan 96,441% pada tabung reaksi
berlabel 20 menit. Dan dari kelima tabung tersebut menunjukkan warna biru kehitaman
dan kuning orange.

Hasil tersebut dapat dianalisis bahwa kerja enzim amilase pada praktikum kelompok
11 dengan pH 8,0 tidak bekerja secara optinum. Dapat dikatakan bahwa enzim amilase
bekerja optimum hanya pada pH 5,0-6,0, pada pH kurang dari pH optimum enzim amilase
mengalami denaturasi sedangkan lebih dari pH optimum enzim amilase mengalami
kerusakan sehingga tidak didapatkan hasil kerja secara optimum.

H. HASIL PRAKTIKUM KESELURUHAN pH


Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, data hasil praktikum yang dapat
diperoleh adalah sebagai berikut:
a. Data Hasil Percobaan adalah sebagai berikut:
1) pH 4
Menit ke- % Substrat pH
Tercerna
0 0% 4
5 0,77 % 4
10 0,96 % 4
15 2,39 % 4
20 7,66 % 4

Tabel 3. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 4

2) pH 4
Menit ke- % Substrat pH
Tercerna
0 0% 4
5 15,2 % 4

10 12,1 % 4

15 13,9 % 4

20 13,9 % 4

Tabel 4. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 4

3) pH 5

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 5
5 61,73 % 5

10 86,43 % 5

15 95,21 % 5

20 95,4 % 5

Tabel 5. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 5

4) pH 5

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 5
5 67,89 % 5

10 89,2 % 5

15 95,49 % 5
20 96,06 % 5

Tabel 6. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 5

5) pH 5

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 5

5 93,55 % 5

10 95,60 % 5

15 97,55 % 5

20 97,30 % 5

Tabel 7. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 5

6) pH 6,5

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 6,5

5 95,715 % 6,5

10 96,35 % 6,5

15 96,27 % 6,5

20 96,27 % 6,5

Tabel 8. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 6,5

7) pH 6,5

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 6,5

5 91,86 % 6,5

10 93,46 % 6,5

15 93,46 % 6,5

20 96,20 % 6,5
Tabel 9. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 6,5

8) pH 6,5

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 6,5

5 91,97 % 6,5

10 93,42 % 6,5

15 92,74 % 6,5

20 92,82 % 6,5

Tabel 10. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 6,5

9) pH 8

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 8

5 91,55 % 8

10 93,02 % 8

15 95,6 % 8

20 96,95 % 8

Tabel 11. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 8

10) pH 8

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 8

5 90,169 % 8

10 95,93 % 8

15 95,84 % 8

20 96,44 % 8

Tabel 12. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 8


11) pH 10

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 10

5 3,6 % 10

10 6,7 % 10

15 8,49 % 10

20 14,8 % 10

Tabel 13. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 10

12) pH 10

% Substrat
Menit ke- pH
Tercerna
0 0% 10

5 9% 10

10 11 % 10

15 7 % 10

20 9% 10

Tabel 14. Data Hasil Percobaan pH Optimum pada pH 10

I. PEMBAHASAN PRAKTIKUM KESELURUHAN pH


Pada pH 8 didapatkan hasil yakni pada percobaan dengan waktu 0 sampai 20 menit
tabung reaksi memberikan hasil warna biru kehitaman pada menit ke-0, dan warna kuning
pada menit ke 5, 10, 15 dan 20. Pada menit ke-5 sampai menit ke-20 didapatkan enzim
amilase secara optimum karena terjadi penguraian amilum secara optimum meskipun
tidak seperti pada penggunaan pH 5 dan 6,5. Selain itu pada pengukuran dengan
menggunakan spektofotometer didapatkan hasil yakni pada menit 0, 5, 10, 15, dan 20
sebesar 0%, 90,1695%, 95,932%, 95,8475%, dan 96,441%. Dari data tersebut didapatkan
juga bahwa enzim bekerja secara optimum pada pH 8 pada menit ke-5, 10, 15, dan 20
menit (adanya perlakuan pemberian enzim).
Grafik Aktivitas Enzim pada pH 4, 5, 6,5, 8 dan 10

J. SIMPULAN
Berdasarkan hasil pada tabel praktikum kelompok 6 dapat disimpulkan bahwa enzim
amilase tidak bekerja secara optimum. Hal tersebut dapat dilihat pada warna yang terlihat
pada tabung reaksi dari masing-masing tabung reaksi yang sudah diberikan label 0, 5, 10,
15, dan 20 menit, warna yang tampak adalah warna biru kehitaman. Warna tersebut
berbeda dengan warna yang sebenarnya pada kerja optimum enzim amilase pada pH 5,0-
6,0 yakni warna kuning jernih. Sedang pada praktikum kelompok 6 enzim mengalami
denaturasi yakni dengan tidak bekerja secara optimum sehingga penguraian substrat tidak
terjadi secara optimum pada pH 4,0.
Dan pada hasil keseluruhan dari hasil praktikum satu kelas dengan pH 4, 5, 6,5, 8,
dan 10 dapat terlihat warna yang terbentuk yang sesuai dengan teori bahwa pH optimum
dari enzim amilase adalah 5,0-6,0 yakni pada pH 5, 6,5 dan 8. Pada pH 5 pada saat waktu
5, 10, 15, dan 20 menit menunjukkan warna kuning. Untuk pH 6,5 pada waktu 5, 10, 15,
dan 20 menit menunjukkan warna kuning jernih. Dan untuk pH 8 pada waktu 10, 15, dan
20 menit menunjukkan warna kuning (pada menit ke-10) dan kuning jernih (pada menit
ke-15 dan 20). Data tersebut menunjukkan kerja optimum dari enzim amilase dan
penguraikan substrat amilum secara optimum.

Lampiran Kegiatan Praktikum