Anda di halaman 1dari 11

KAPITALISME INDUSTRI DAN GLOBALISASI

1. Kapitalisme
a. Pemahaman
Kapitalisme pada dasarnya adalah sistem ekonomi yang terutama
didasarkan pada prinsip kebebasan pemilikan aktor produksi oleh individu
atau koorporasi (private). Kapitalisme secara etimologis menuju pada kata
capitale atau capital yang bahasa katanya berasal dari bahasa Latin
caput yang berarti kepala. Kapitalisme atau Kapital adalah sistem
ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi
dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan
dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk
meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kapitalisme merupakan suatu
bentuk dari kegiatan organisasi perekonomian dalam usaha penanaman
modal atau kekayaan yang dipergunakan untuk menghasikan modal yang
lebih besar sehingga semakin mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Pengertian kapitalisme menurut para ahli:
1) Bottomore mengemukakan bahwa, kapitalisme ialah sebuah istilah
yang mengacu kepada sebuah cara produksi dimana terdapat modal
(kapital) dan juga bermacam bentuknya yang merupakan suatu alat
utama dalam produksi.
2) Max Weber menganggap bahwa kapitalisme ialah sebagai suatu
kegiatan ekonomi yang dituju pada suatu pasar dan juga yang
dipacu untuk dapat menghasilkan laba dengan adanya pada
pertukaran pasar.
Dalam kapitalisme terdapat 2 golongan yaitu, golongan kapitalisme dan
golongan pekerja. Golongan yang pertama memiliki semua sarana
produksi (peralatan dan sumber daya alam) yang terdapat dalam sistem
ekonominya. Sedangkan golongan pekerja atau buruh bergantung pada
keberadaan pemilik modal.
Tujuan setiap kapitalitas adalah sebanyak mungkin memperbesar
keuntungan (sewa dan laba atas modal), bukan saja untuk menaikkan taraf
hidupnya sendiri, tetapi yang lebih besar dan penting lagi untuk
mendapatkan dana-dana investasi untuk dapat bersaing dengan kapitalitas
yang lain. Dengan demikian sistem kapitalisme menetapkan individu
sebagai titik sentral pemilik sah dari apa yang dimilikinya tanpa ada
ketentuan-ketentuan sosial.
b. Ciri ciri Kapitalisme
1) Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
2) Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu
mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri
3) Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal dan
bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya.
4) Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
5) Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (swasta)
6) Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar dan campur
tangan pemerintah sangat minim
7) Kompetisi antar individu dilakukan secara bebas dalam memenuhi
kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar
keuntungan
c. Prinsip Kapitalisme
Tiga Asumsi Kapitalisme Menurut Ayn Rand
Ayn Rand dalam Capitalism (1970) menyebutkan tiga asumsi dasar
kapitalisme, yaitu:
(a) kebebasan individu,
(b) kepentingan diri (selfishness), dan
(c) pasar bebas.
Menurut Rand, kebebasan individu merupakan tiang pokok kapitalisme,
karena dengan pengakuan hak alami tersebut individu bebas berpikir,
berkarya dan berproduksi untuk keberlangsungan hidupnya. Pada
gilirannya, pengakuan institusi hak individu memungkinkan individu
untuk memenuhi kepentingan dirinya. Menurut Rand, manusia hidup
pertama-tama untuk dirinya sendiri, bukan untuk kesejahteraan orang lain.
Rand menolak keras kolektivisme, altruisme, mistisisme. Konsep dasar
bebas Rand merupakan aplikasi sosial dan pandangan epistemologisnya
yang natural mekanistik. Terpengaruh oleh gagasan "the invisible hand"
dari Smith, pasar bebas dilihat oleh Rand sebagai proses yang senantiasa
berkembang dan selalu menuntut yang terbaik atau paling rasional. Smith
pernah berkata: "...free marker forces is allowed to balance equitably the
distribution of wealth".
Prinsip kapitalisme menurut Calhoun:
1) Private ownership of means of production
Merupakan alat-alat (faktor) produksi dikuasai oleh perseorangan
atau korporasi (perusahaan) bukan oleh negara (pemerintah).
Contoh:
- Berbagai perusahaan penyedia barang dan jasa yang dimiiki
oleh perorangan atau korporasi.
- Swastanisasi perusahaan BUMN
2) Self interest and the profit motive
Bagaimana masyarakat membuat pilihan-pilihan ekonominya
sendiri.
Contoh:
- Konsumen bebas menentukan baraang dan jasa yang
dibutuhkannya.
- Tenaga kerja bebas menentukan pilihan pekerjaannya sesuai
dengan kemampuannya.
- Produsen bebas menentukan barang dan jasa yang akan dijual
kepada masyarakat.
3) Competitive markets for the labor, raw materials, products
- Pasar yang kompetitif terhadap tenaga, bahan produksi dan
hasil produksi.
- Agar dapat berkompetisi maka harus efisien dalam penggunaan
bahan dan tenaga kerja (mekanisasi-teknologi).
Harus efisien karena:
- Jika hasil produksi tidak sesuai keinginan konsumen dan
harganya mahal, konsumen akan beralih pada produsen lain.
- Jika produsen mengurangi upah, dikhawatirkan akan
mengurangi mutu pekerjaan.
- Jika produsen menekan harga bahan baku, maka dapat
mengganggu keberlangsungan produksi.
Proses tersebut akan menghasilkan society benefits
- Upah buruh yang terbuka
- Penggunaan sumber-sumber yang efisien
- Harga barang produksi yang terjangkau
- Keuntungan kapitalis yang wajar
4) Capital accumulation (investment, expanding productive facilities)
- Pengumpulan modal (keuntungan) untuk investasi
- Jika tidak melakukan investasi maka akan kalah dengan
kapitalis lain (pesaing-competitors) yng melakukan perubahan.
Contoh:
Coba amati bagaimana para produsen, makanan, pakaian, hasil
pertanian, kendaraan, dll, dalam usahanya untuk bersaing dipasar.
d. Perkembangan Kapitalisme Modern
- Penggunaan alat-alat mesin pada awal revolusi industri
- Specilization and division of labor
- Efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja
- Pengembangan pemasaran hasil produksi: tidak hanyaa untuk
kepentingan lokal atau nasional saja, tetapi juga antar negara
(international)
- Maka mulai dibangun sarana distribusi (rel kereta dan kapal laut)
- Impor bahan baku dari negara-negara lain.
Kapitalisme modern terjadi dengan ciri-ciri:
Perkembangan modal terjadi karena monopoli dagang dan ekspor
modal
Hambatan terjadi dari dalam proses produksi
Barang yang di produksi dengan melihat permintaan masyarakat atau
peluang masyarakat.
Ciri khas kapitalis modern adalah tinggat produksi yang tinggi dimana
permintaan akan barang tersebut terus meningkat. Akibatnya adalah
kecenderungan menuju peningkatan standar hidup rata-rata yang terus
naik.
e. Fase Perkembangan Kapitalisme
Perkembangan Kapitalisme dikelompokkan menjadi 3 fase:
1) Fase Pertama, Kolonialisasi: Ekspansi secara fisik memenuhi
kebutuhan bahan baku (penjajahan)
2) Fase Kedua, Era Pembangunan (idiologi): Fase ditandai dengan
kemerdekaan berbagai negara jajahan, tetapi dominasi negara-
negara maju (penjajah) tetap dominan melalui idiologi
pembangunan (modernisasi).
Contoh: masuknya berbagai pinjaman (hutang) luar negeri untuk
dana pembangunan.
3) Fase Ketiga, Globalisasi (abad 20): ditandai dengan adanya
kesepakatan pasar bebas.
Sejarah kapitalisme:
1) Kapitalisme Awal
Pada akhir abad pertengahan (abad 16- abad 18), Industri di Inggris
sedang terkonsentrasi pada industri sandang. Industri sandang di
Inggris menjadi industri sandang terbesar di Eropa. Meskipun
banyak masalah yang di hadapi akan tetapi industri sandang di
Inggris menjadi industri yang sangat pesat. Industri sandang inilah
yang menjadi pelopor lahirnya kapitalisme di Eropa sebagai suatu
sistem sosial dan ekonomi.
Awal terbentuknya kapitalisme antara lain:
- Dukungan agama bagi kerja keras dan sikap hemat.
- Pengaruh logam logam mulia dari dunia baru terhadap
perkembangan relatif pendapatan atas upah, laba dan sewa.
- Peranan negara negara dalam membantu dan secara langsung
melakukan pembentukan modal dalam bentuk benda benda
modal aneka guna.
2) Kapitalisme Klasik
Pada fase ini, Kapitalisme mulai masuk dan merupakan pergeseran
dari perdagangan public ke bidang industri. Pada fase ini ditandai
dengan adanya Revolusi Industri di Inggris. Di Inggris mulai
banyak diciptakan mesin- mesin besar yang sangat berguna untuk
menunjang industri. Di fase inilah mulai dikenal tokoh yang
disebut bapak kapitalisme yaitu Adam Smith. Adam Smith
bersama dengan bukunya yang sangat terkenal yaitu the Wealth Of
Nations ( 1776 ). Buku ini mencerminkan ideologi kapitalisme
klasik. Salah satu poin ajarannya laissez faire dengan invisible
hand-nya (mekanisme pasar).
3) Kapitalisme Lanjut
Peristiwa besar yang menandai fase ini adalah terjadinya Perang
Dunia I. Kapitalisme lanjut sebagai peristiwa penting ini ditandai
paling tidak oleh tiga momentum.
Momentum yang pertama, pergeseran dominasi modal dari
Eropa ke Amerika.
Kedua, bangkitnya kesadaran bangsa- bangsa di Asia dan
Afrika sebagai akses dari kapitalisme klasik, yang kemudian
memanifestasikan kesadaran itu dengan perlawanan.
Ketiga, revolusi Bolshevik Rusia yang berhasrat
meluluhlantakkan institusi fundamental kapitalisme yang
berupa pemilikan secara individu atas penguasaan sarana
produksi, struktur kelas sosial, bentuk pemerintahan dan
kemapanan agama. Darisana muncul ideologi tandingan yaitu
komunisme.
f. Dampak Kapitalisme Bagi Masyarakat Indonesia
Dampak Positif
Memungkinkan Indonesia untuk mendapatkan suntikan dana
investasi dari Negara kapitalis. Apabila investasi tersebut dapat
digunakan dengan baik dan memperoleh laba maka labanya akan
dibagi dengan si kapitalis tersebut (bagi hasil).
Modal asing yang masuk ke Indonesia menyebabkan
perkembangan pembangunan dan ekonomi Indonesia semakin
maju.
Dampak Negatif
Kekayaan sumber daya Indonesia masih dieksploitasi oleh negara-
negara asing seperti pertambangan emas besar di Irian Jaya yang
merupakan aset negara yang di kelola oleh pihak asing.
Banyak pemilik modal yang mengeruk kekayaan untuk
kepentingannya sendiri sehingga menyebabkan kesenjangan yang
semakin besar antara kelas-kelas sosial yang ada.

2. Globalisasi
a. Pengertian
Kata globalisasi berasal dari dua kata yaitu:
Global : menyeluruh atau universal (mendunia)
Lization : proses
Jadi, globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa
informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia
Definisi Globalisasi adalah suatu proses yang menyeluruh atau mendunia
dimana setiap orang tidak terikat oleh negara atau batas-batas wilayah,
artinya setiap individu dapat terhubung dan saling bertukar informasi
dimanapun dan kapanpun melalui media elektronik maupun cetak.
Pengertian globalisasi menurut bahasa yaitu suatu proses yang mendunia.
Globalisasi dapat menjadikan suatu negara lebih kecil karena kemudahan
komunikasi antarnegara dalam berbagai bidang seperti pertukaran
informasi dan perdagangan.
Pengertian globalisasi menurut para ahli:
1) Laurence E. Rothernberg mengatakan globalisasi ialah percepatan dari
intensifikasi interaksi dan Apa itu Globalisasi? Ini Pengertian, Penyebab,
dan Dampak Globalisasi integrasi antara orang-orang, perusahaan dan
pemerintah dari negara yang berbeda.
2) Anthony Giddens mengatakan bahwa globalisasi adalah intensifikasi
hubungan sosial secara mendunia sehingga menghubungkan antara
kejadian yang terjadi dilokasi yang satu dengan yang lainnya serta
menyebabkan terjadinya perubahan pada keduanya.
3) Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan mengatakan lobalisasi adalah proses yang
meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi transnasional dan
transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.
4) Emanuel Ritcher mengatakan globalisasi adalah suatu jaringan kerja
global yang mempersatukan masyarakat secara bersamaan yang
sebelumnya tersebar menjadi terisolasi kedalam saling ketergantungan dan
persatuan dunia.
5) Martin Albrow mengatakan globalisasi adalah seluruh proses penduduk
yang terhubung ke dalam komunitas dunia tunggal, komunitas global.
6) Malcom Waters mengatakan globalisasi adalah sebuah proses sosial yang
berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya
menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.
7) Marshall McLuhan: Globalisasi merupakan bentuk baru dari tatanan
kehidupan di dunia ini yang digambarkan sebagai desa dunia atau global
village
8) Joseph Stiglitzs: Digambarkan sebagai bentuk terintergrasinya seluruh
negara, bangsa, dan umat manusia di muka bumi menjadi satu kehidupan
bersama, menyatu, dan dibarengi dengan relatif lenyapnya batas-batas
ruang dan waktu
b. Contoh Globalisasi
Bidang Ekonomi
Banyaknya Supermarket
Adanya jual beli online yang memungkinkan melakukan transaksi
dengan orang yang jauh
Adanya Ekspor dan Impor
Masuknya produk luar negeri dengan mudah
Terbukanya pasar bursa Internasional
Bidang Budaya
Masuk dan menyebarnya budaya asing
Masuknya mode-mode pakaian luar negeri
Banyaknya imigrasi
Terjadinya pertukaran budaya Internasional
Hilangnya budaya-budaya tradisional secara perlahan
Bidang Sosial
Bahasa Asing masuk dengan mudahnya
Perempuan bekerja sudah tidak asing lagi
Masyarakat semakin heterogen
Hilangnya rasa gotong royong
Timbulnya rasa egoisme diantara masyarakat
Bidang Politik
Dibentuknya PBB
Timbulnya kerjasama antar negara
Timbulnya politik negara
Hubungan bilateral maupun multirateral antar negara dapat dengan
mudah dilakukan
Munculnya ideologi-ideologi asing
Bidang IPTEK
Munculnya berbagai macam handphone untuk memudahkan
berhubungan dengan orang yang jauh
Adanya internet untuk memudahkan berkomunikasi dan
mendapatkan informasi
Munculnya video call yaitu kita dapat bertatap muka dengan orang
yang jauh
Informasi-informasi dan menyebar dengan cepat dan luas
Kita dapat melihat suatu kejadian dimanapun secara langsung
dengan menggunakan televisi, internet, dan hp
c. Global Village
Global Village adalah konsep mengenai perkembangan teknologi
komunikasi dimana dunia dianalogikan menjadi sebuah desa yang sangat
besar. Marshall McLuhan memperkenalkan konsep ini pada awal tahun
60-an dalam bukunya yang berjudul Understanding Media: Extension of A
Man. Global Village menjelaskan bahwa tidak ada lagi batas waktu dan
tempat yang jelas. Informasi dapat berpindah dari satu tempat ke belahan
dunia lain dalam waktu yang sangat singkat, menggunakan
teknologi internet. McLuhan menyatakan bahwa desa global terjadi
sebagai akibat dari penyebaran informasi yang sangat cepat dan massive di
masyarakat. Penyebaran yang cepat dan massive ini menggunakan
teknologi informasi dan komunikasi (media massa). manusia pada masa
itu akan lebih menyukai komunikasi audiovisual yang atraktif, informatif,
dan menghibur.
d. Proses Perkembangan Globalisasi
James Petras mengemukakan bahwa proses globalisasi terjadi dalam 3
tahapan, yaitu sebagai berikut.
Fase Pertama, Globalisasi telah dimulai sejak abad ke-15. Seiring
dengan perkembangan kapitalismne dan ekspansi ke negara dan
daerah lain. Proses globalisasi juga telah dimulai sejak terjadi
penaklukan subah negri atas Asia, Afrika, dan Amerika Latin serta
pendudukan bangsa kulit putih atas tanah di Amerika Utara dan
Australia.
Fase Kedua, Globalisasi dibangun pada era interimperial trade atau
perdagangan antar kaum penjajah. Perdagangan antarnegara di
Eropa selanjutnya dengan Amerika, merupakan serangkaian kerja
sama lokal dalam satu kawasa untuk mendukung kekuatan
dominan dalam kawasan tersebut. Dalam konteks ini, globalisasi
telah melibatkan kompetisi dan kolaborasi antara perusahaan
multinasional di satu negara untuk merebut pasar dunia.
Fase Ketiga, Globalisasi masuk ke dalam fase international trade
atau perdagangan internasional. Perdagangan internasional atas
komoditas dan jaringan pasar global maupun regional telah
memberi karakter kelas dalam globalisasi, di mana globalisasi telah
menjadi arena bagi konflik kelas dan konflik perdagangan.
Perkembangan Globalisasi
1. Globalisasi mulai jalan sejak diciptakan kebijakan free trade.
Contoh:
GATT (General Agreement on Tarif and Trade-1994)
WTO ( World Trade Organization-1995)
NAFTA (The North American Free Trade Agreement (AS
dengan Mexico).
APEC (The Asia Pacific Economic Conference)
SIJORI ( Singapura, Johor dan Riau) Otorita Batam
2. Ekspansi sistem produksi global, yaitu masuknya perusahan
TNCs (Trans Nasional Corporations) ke negara-negara ketiga
sebagai perluasan pasar dan investasi.
3. Masuknya lembaga keuangan global (IMF) yang ikut menentukan
kebijakan ekonomi negara penerima dana.
e. Bagaimana Realitanya (kritik)
Fred Wibowo mengatakan globalisasi yang dibayangkan McLuhan tidak
sepenuhnya terjadi, karena tidak tercipta kebudayaan desa yang memiliki
kekentalan nilai manusiawi yang saling perhatian, kebersamaan dan saling
menolong.
Richard Falk menggambarkan globalisasi sebagai predatoric globalization.
Rian Nugroho mengatakan globalisasi adalah sebuah jebakan bagi negara
berkembang untuk terus bergantung pada negara maju. Jebakan ini disebut
dengan The Pentagon Trap yang meliputi liberalisasi perdagangan, HAM,
Intelektual property rights, lingkungan hidup dan demokrasi.
f. Dampak Globalisasi Bagi Masyarakat Indonesia
Dampak Positif
Aspek ekonomi: Terbukanya pasar internasional (ekspor,
meningkatkan lapangan pekerjaan dan devisa negara, pasar produk
dalam negeri meluas).
Aspek politik: Pemerintahan dijalankan secara terbuka dan
demokratis dan Memudahkan dalam membangun hubungan
dengan negara lain.
Aspek sosial budaya: Meniru pola berpikir yang baik seperti etos
kerja yang tinggi dan disiplin.
Aspek IPTEK: Ditemukannya teknologi-teknologi untuk
membantu dan mempermudah manusia.
Aspek HanKam: Adanya hubungan kerjasama antar bangsa,
khususnya bidang pertahanan dan keamanan
Dampak Negatif
Aspek ekonomi: Hilangnya nasionalisme dan rasa cinta terhadap
produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri yang
membanjir di Indonesia.
Aspek politik: Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara
yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Aspek sosial budaya: Sikap dan perilaku, serta gaya hidup yang
meniru orang orang barat yang bertentangan dengan norma dan
nilai nilai budaya bangsa.
Aspek IPTEK: Teknologi canggih yang disalahgunakan.
Aspek HanKam: Penjahat dari dalam negeri mudah melarikan diri
ke Negara lain dan menetap di sana bahkan para penjahat politik
dapat memperoleh suaka politik. Hal ini sangat merugikan bagi
bangsa Indonesia.