Anda di halaman 1dari 4

ALAT PELINDUNG DIRI / APD

445/001/SOP-
No. Dokumen :
PELAYANAN/KM.A/2017
S No. Revisi : Ditetapkan Oleh
PimpinanPuskesmas
Puskesmas Tanggal Terbit : 2 Januari 2017
Karang Mulya
Karang Mulya O Halaman : 1/4
dr. MARYANI
NIP. 19780222201001 2 007
P STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

1. Pengertian Alat bantu perlindungan diri untuk mengurangi dan mencegah terhadap resiko dan
bahaya yang ditimbulkan saat melakukan pekerjaan
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:
1. Mengurangi atau menghilangkan pemajanan terhadap zat/ bahan yang berbahaya.
2. Memberikan perlindungan yang cukup terhadap bahaya yang dihadapi tenaga kerja
atau sesuai sumber bahaya yang ada.
3. Kebijakan Surat keputusan Pimpinan Puskesmas Karang Mulya nomor :
Tentang jenis-jenis pelayanan Puskesmas Karang Mulya
4. Referensi Buku pedoman pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja untuk praktek dan
praktikum. Program D3 teknik kesehatan gigi fakultas kedokteran gigi Universitas
Airlangga Surabaya - 2008
5. Langkah- Yang harus diperhatikan pada pemakaian alat pelindung diri:
langkah 1. Kenakan APD sebelum kontak dengan pasien, umumnya sebelum memasuki
ruangan.
2. Gunakan dengan hati-hati jangan menyebarkan kontaminasi
3. Lepas dan buang secara hati-hati jangan sampai menyebarkan kontaminasi.
4. Lepas dan buang secara hati-hati ke tempat limbah infeksius yang telah disediakan
di ruang ganti khusus. Lepas masker di luar ruangan.
5. Segera lakukan pembersihan tangan dengan langah-langkah membersihkan tangan
sesuai pedoman.

Pada pelepasan APD:


1. Lepaskan semua APD sesegera mungkin setelah selesai memberikan pelayanan
dan hindari kontaminasi : ligkungan di luar ruang isolasi, para pasien atau pekerja
lain, dan diri anda sendiri.
2. Buang semua perlengkapan APD dengan hati-hati dan segera bersihkan tangan.
3. Perkiraan resiko terpajan cairan tubuh atau area terkontaminasi sebelum
melakukan.

ALAT PELINDUNG DIRI / APD

No. 445/001/SOP-
:
S Dokumen PELAYANAN/KM.A/2017
No. Revisi : Ditetapkan Oleh
Tanggal : 2 Januari 2017 PimpinanPuskesmas
O Terbit Karang Mulya
Puskesmas Halaman : 2/4
P
Karang Mulya
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
dr. MARYANI
NIP. 19780222201001 2 007

4. Kegiatan perawatan kesehatan.


5. Pilih APD sesuai dengan perkiraan resiko terjadinya pajanan.
6. Menyediakan sarana APD bila emergensi dibutuhkan untuk dipakai

Sarung Tangan:
1. Cuci tangan.
2. Buka pembungkus sarung tangan.
3. Ambil salah satu sarung tangan dengan memegang pada sisi sebelah dalam
lipatannya, yaitu bagian yang akan bersentuhan dengan kulit tangan saat
dipakai.
4. Posisikan sarung tangan setinggi pinggang dan gantungkan ke lantai, sehingga
bagian lubang jari-jari tangan terbuka. Masukkan sarung tangan (jaga sarung
tangan supaya tidak menyentuh permukaan).
5. Ambil sarung tangan ke dua dengan cara menyelipkan jari-jari tangan yang
sudah memakai sarung tangan ke bagian lipatan, yaitu bagian yang tidak akan
bersentuhan dengan kulit tangan saat dipakai.
6. Pasang sarung tangan yang ke dua dengan cara memasukkan jari-jari tangan
yang belum memakai sarung tangan , kemudian luruskan lipatan, dan atur posisi
sarung tangan sehingga terasa pas dan enak di tangan.

Prosedur Melepaskan Sarung Tangan:


1. Pegang salah satu sarung tangan pada liatan lalu tarik ke arah ujung-ujung jari-
jari tangan sehingga bagian dalam dari sarung pertama menjadi sisi luar
2. Jangan dibuka sampai terlepas sama sekali, biarkan sebagaian masih berada
pada tangan sebelum melepas sarung tangan yang tangan kedua. Hal ini penting
untuk mencegah terpajannya kulit tangan yang terbuka dengan permukaan
sebelah luar sarung tangan

ALAT PELINDUNG DIRI / APD

445/001/SOP-
No. Dokumen :
PELAYANAN/KM.A/2017
S No. Revisi : Ditetapkan Oleh
Tanggal PimpinanPuskesmas
: 2 Januari 2017
Terbit Karang Mulya
Puskesmas O
Halaman : 3/4
Karang Mulya

P STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR dr. MARYANI


NIP. 19780222201001 2 007

3. Biarkan sarung tangan pertama sampai disekitar jari-jari, lalu pegang sarung
tangan yang kedua pada lipatannya lalu tarik ke arah ujung jari sehingga bagian
dalam sarung atangan menjadi sisi luar, demikian dilakukan secara bergantian.
4. Pada akhir setelah hampir diujung jari, maka secara bersamaan dan dengan sangat
hati-hati sarung tangan tadi dilepas
5. Perlu diperhatikan bahwa tangan yang terbuka hanya boleh menyentuh bagian
dalam sarunga tangan.
6. Cuci tangan setelah sarung tangan dilepas, ada kemungkinan sarung tangan
berlubang namun sangat kecil dan tidak terlihat. Tindakan mencuci tangan setelah
melepas sarung tangan ini akan memperkecil resiko terpajan.

Penggunaan gaun pelindung/celemek kedap air


Ketentuan:
1. Hanya bagian luar gaun saja yang terkontaminasi, karena tujuan pemakaian gaun
untuk melindungi pakaian dari infeksi.
2. Hanya bagian depan atas gaun bedah (di atas pinggang) saja yang dianggap steril
dan boleh bersinggungan dengan lapangan.
3. Cara memakai gaun bedah mengikuti proses tanpa singgung, yaitu dengan
mengusahakan agar bagian luar gaun tidak bersinggungan langsung dengan kulit
tubuh pemakai.
4. Gaun dapat dipakai sendiri oleh pemakai atau dipakaikan oleh orang lain
5. Selalu digunakan dalam ruangan tindakan dan tidak di bawa keluar kecuali untuk
dicuci, termasuk keruangan makan atau yang lainnya.
6. Satu gaun pelindung dikenakan untuk menangani satu pasien
7. Celemek kedap air dipakai disebelah dalam gaun pelindung bedah

ALAT PELINDUNG DIRI / APD

No. 445/001/SOP-
:
Dokumen PELAYANAN/KM.A/2017
No. Revisi : Ditetapkan Oleh
S PimpinanPuskesmas
Tanggal
: 2 Januari 2017 Karang Mulya
Puskesmas Terbit
Karang Mulya O Halaman : 4/4

dr. MARYANI
P STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR NIP. 19780222201001 2 007

Penggunaan gaun pelindung steril/celemek


1. Keringkan tangan dan lengan satu per satu bergantian dimulai dari tangan
kemudian lengan bawah memakai handuk steril
2. Jaga agar lengan tidak menyentuh gaun pelindung steril/celemek taruh handuk
bekas pada suatu wadah
3. Ambil gaun pelindung dengan memegang bagian dalam yaitu pada bagian
pundak. Biarkan gaun pelindung terbuka, masukkan tangan-tangan ke dalam
lubang. Posisi lengan diletakkan setinggi dada, menjauh dari tubuh
4. Gerakkan lengan dan tangan ke dalam lubang gaun pelindung
5. Bagian belakang gaun ditutup/diikat dengan bantua petugas lain yang tidak
steril.

6. Unit Terkait Ruang Tindakan, Layanan Imunisasi, KIA/KB

7. Dokumen Arsip
Terkait
8. Rekaman
Historis No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan