Anda di halaman 1dari 2

Rangkuman Pertemuan 10

ARITMIA JANTUNG & TERAPI LISTRIK

Dosen : Ajat Sudrajat, S.Kep.,Ners


Tanggal : 24 Maret 2017

Isi Rangkuman

A. Aritmia jantung
a. Early akses:
Kecepatan menemukan penderita, meminta tolong (SPGDT)
b. Early CPR :
Kecepatan melakukan CPR
c. Early defibrilasi :
RJP dengan defibrilasi dalam 3-5 menit awal, dapat meningkatkan
angka keberhasilan antara 49% - 75% 4.
d. Early ALS :
Kecepatan dalam pemberian tindakan lanjut.
B. Aritmia yang mengancam
a. Ventrikel fibrilasi
b. Ventrikel tracikardi tanpa nadi
c. Pulsles elektric activite (PEA)
d. Asistol
C. PEA
Pada gambaran di monitor terlihat adanya gambaran aktivitas listrik
jantung tetapi pada saat di palpasi denyut nadi tidak teraba.
D. Asistol
Pada gambaran monitor tidak terekam gambaran aktifitas listrik
jantung dan nadi tidak teraba.

E. Pengertian Defibrilator
Suatu tindakan pengobatan menggunakan aliran listrik secara asinkron
a. Digunakan pada kasus VF/VT tanpa nadi
b. Energi yg digunakan 360, untuk defibrilasi monofasik
c. Defibrilasi bifasik, energi yg digunakan 120-200
F. Fungsi Defibrilator
1. Memantau irama jantung
2. Defibrilasi
3. Kardioversi
4. Pacu jantung transkutan ( TCP )
G. Prosedur Defribilator
1. Hidupkan defibrilasi
2. Pilih paddles atau ( lead I, II, III ) tombol lead,select.
3. Oleskan jeli pada paddle
4. Pilih energi yg diperlukan
5. Letakan paddle pada apex dan sternum
6. Nilai irama pada monitor, VF/VT tanpa nadi
7. Tekan tombol pengisian energi (charge) pada peddle apex / pada
unit defibrilator.
8. Setelah energi tercapai, berikan aba aba yg jelas (mis; Energi
siapSaya siap.Area siap)
9. Berikan tekanan 10 Kg pd paddle
10. Nilai kembali irama EKG, bila masih VF/VT tanpa nadi tekan
tombol discharge pada kedua paddle
11. Apabila masih VF/VT tanpa nadi lakukan tahap ACLS berikutnya.