Anda di halaman 1dari 3

Kemitraan

Dalam rangka menjamin ketersediaan stok pangan yang cukup terutama beras untuk kebutuhan penyaluran di seluruh wilayah
Indonesia dan turut berperan serta dalam usaha memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi sosial
masyarakat/lingkungan sekitar, maka Perum BULOG membuka Program Kemitraan melalui:

I. Mitra Kerja Pengadaan (MKP) Dalam Negeri


Mitra Kerja Pengadaan selanjutnya disebut MKP adalah perusahaan yang berbadan hukum, badan usaha atau usaha perseorangan
dan Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani (Poktan/Gapoktan) yang memenuhi persyaratan untuk melakukan kerja sama
pengadaan gabah/beras dan pangan lainnya. Landasan Kemitraan antara Perum BULOG dengan Mitra Kerja Pengadaan
dilaksanakan berdasarkan pada :

1. Komitmen bersama untuk mencapai keberhasilan Kemitraan Pengadaan Pangan DN sesuai sasaran yang
ditentukan
2. Tujuan bersama memenuhi target Pengadaan Pangan DN sesuai Instruksi Presiden Rl tentang Kebijakan
Perberasan Nasional yang berlaku dan kebijakan pangan lainnya
3. Berorientasi jangka panjang dalam kurun waktu tertentu disesuaikan dengan kondisi industri pangan nasional

Persyaratan MKP

Persyaratan Administrasi Persyaratan Teknis


Memiliki dokumen yang sah sebagai berikut: Memiliki dan/atau
Surat Permohonan Menjadi MKP ditujukan kepada menguasai secara sah sarana dan prasarana
Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog pengeringan gabah, yaitu:
Akta Notaris pendirian perusahaan bagi MKP yang berbadan Lantai Jemur
hukum atau badan usaha dan/atau
Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) Pengering
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Mekanis
Surat Keterangan Tidak Mengganggu Lingkungan (HO) Memiliki dan/atau
menguasai secara sah sarana dan prasarana
Surat Ijin Usaha Penggilingan Padi dan/atau Penyosohan
pengolahan padi, sekurang-kurangnya yaitu:
Beras (sesuai perijinan daerah masing-masing)
Mesin Pemecah
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Nomor Pokok
Kulit
Pengusaha Kena Pajak (NPPKP), bagi MKP yang telah dikukuhkan sebagai Pengusaha
Mesin Penyosoh
Kena Pajak (PKP)
Kontrak atau Surat Kuasa yang dinotarilkan dari pemilik Alat Pemisah
penggilingan, bagi yang tidak memiliki tetapi menguasai sarana penggilingan Beras (grader) atau Ayakan
Seluruh dokumen yang dipersyaratkan harus masih berlaku dan Sarana lain yang diharapkan dimiliki MKP:
dokumen yang habis masa berlakunya harus dilampiri surat keterangan dalam proses dari Mesin Pemisah
instansi yang berwenang Gabah dan Beras Pecah Kulit
Dalam rangka pembinaan, bagi calon MKP yang belum memiliki Pemisah batu
kelengkapan administrasi, dapat diikutsertakan proses seleksi sebagai MKP. MKP yang (destoner)>
bersangkutan harus membuat surat pernyataan kesanggupan untuk melengkapi persyaratan Mesin Pemisah
administrasi dimaksud paling lama 3 (tiga) bulan warna (colour shorter)
Calon MKP hanya diperbolehkan mengajukan 1 (satu) nama perusahaan Khusus untuk MKP
dalam 1 (satu) wilayah Divre Operasional atau Subdivre/Kansilog komoditi pangan lainnya, memiliki dan/atau
Calon MKP dapat mengajukan permohonan sebagai MKP di wilayah menguasai secara sah sarana prasarana
Subdivre lainnya dalam satu wilayah kerja Divre dengan syarat memiliki sarana pengolahan pangan dimaksud dan pendukung
penggilingan, pengolahan dan persyaratan teknis lainnya di wilayah Subdivre dimaksud lainnya
Dalam rangka pemenuhan persediaan pangan, MKP dapat melakukan
pengadaan di luar Wilayah kerja Divre/Subdivre/Kansilog dimana MKP tersebut terdaftar
Persyaratan Administrasi Persyaratan Teknis
dengan tetap memprioritaskan melaksanakan pengadaan di wilayah asal MKP

Persyaratan Poktan/Gapoktan

Persyaratan Administrasi dan Teknis


Surat Permohonan menjadi MKP, ditujukan kepada Kadivre/Kasubdivre/Kakansilog
Surat Rekomendasi dari Dinas Pemerintah Kabupaten/Kota setempat yang membidangi pertanian
Daftar Nama dan Alamat petani Anggota Poktan/Gapoktan sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat oleh Pengurus
Poktan/Gapoktan
Keterangan lokasi dan Iuas lahan yang dikuasai yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa/Kecamatan setempat
Poktan/Gapoktan yang telah memiliki dan/atau menguasai sarana penggilingan/pengolahan dapat diikutkan dalam
pengadaan gabah, beras, kedele, dan jagung
Poktan/Gapoktan yang belum memiliki dan/atau menguasai sarana penggilingan dan pengolahan pangan lainnya hanya
diikutkan dalam pengadaan gabah

Klasifikasi

Klasifikasi MKP dilakukan untuk MKP gabah/beras berdasarkan kelengkapan dan kapasitas sarana dan prasarana pasca panen
yang dimiliki/dikuasai MKP. MKP diklasifikasikan ke dalam 3 (tiga) Kelas, yaitu Kelas A, Kelas B dan Kelas C. Untuk MKP
jagung dan kedelai serta pangan lainnya tidak dilakukan klasifikasi.

Syarat Minimal MKP Kelas A MKP Kelas B MKP Kelas


C/Poktan/
Gapoktan
Pengeringan Kapasitas minimal 30 ton Kapasitas minimal 20 ton Kap
GKG per hari GKG per hari asitas minimal 5 ton
Sarana berupa lantai Sarana berupa lantai GKG per hari
jemur atau pengering mekanis jemur atau pengering mekanis Sara
na berupa lantai jemur

Mesin Pembersih Kapasitas minimal 30 ton Kapasitas minimal 20 ton -


Gabah per hari per hari
Sarana berupa pre-cleaner Sarana berupa pre-cleaner
atau seed cleaner atau seed cleaner.

Penggilingan/Rice Kapasitas lebih dari 3 ton Kapasitas 1 ton sampai Kap


Milling Plant GKG per jam dengan 3 ton GKG per jam asitas sampai dengan 1
(RMP) Rangkaian Mesin terdiri Rangkaian Mesin terdiri ton GKG per jam
dari: Seed Cleaner, Husker, Paddy dari: Seed Cleaner, Husker, Paddy Ran
Separator, Destoner, Double Separator, Destoner, Double gkaian Mesin terdiri
Polisher, Colour Polisher, Colour dari: Husker, Polisher,
Shorter, Whitener, Grader, Packaging Shorter, Whitener, Grader, Packaging Ayakan beras manual,
Timbangan dan mesin
(untuk Colour (untuk Colour jahit
Shorter, Whitenerdan Packaging sebaiknya Shorter, Whitenerdan Packaging sebaiknya
ada tetapi tidak diharuskan) ada tetapi tidak diharuskan)

Sarana Kapasitas penyimpanan Kapasitas penyimpanan Kap


Penyimpanan minimal 3.000 ton minimal 2.000 ton asitas penyimpanan
Bentuk bangunan berupa Bentuk bangunan berupa minimal 100 ton
Gudang Konvensional atau SILO Gudang Konvensional atau SILO Bent
uk bangunan berupa
Gudang atau ruangan
menyatu dengan
bangunan RMU
Syarat Minimal MKP Kelas A MKP Kelas B MKP Kelas
C/Poktan/
Gapoktan
Sarana Angkutan Kapasitas angkutan Kapasitas angkutan -
minimal 50 ton minimal 30 ton
Jenis alat angkut truk minimal 5 unit Jenis alat angkut truk minimal 3 unit

Kelengkapan Laboratorium Kecil (mini Peralatan survey terdiri -


Pemeriksaan lab) ada dengan disediakan ruangan khusus dari:
Kualitas Peralatan survey terdiri Alat Ukur
dari: Kadar Air (Moisture Tester)
Alat Ukur Grain Analyst
Kadar Air (Moisture Tester) Tester (GAT)
Grain Analyst Ayakan butir
Tester (GAT) patah dan menir
Ayakan butir Memiliki petugas
patah dan menir pemeriksa kualitas (Quality Control)
Memiliki petugas
pemeriksa kualitas (Quality Control)

Indikator Penilaian Kinerja MKP

48. Kontribusi MKP dalam pencapaian target pengadaan Divre Operasional/Subdivre/Kansilog


49. Kualitas Beras
50. Peningkatan Kuantum Pasokan MKP
51. Pembinaan petani di wilayah kerja MKP

Lokasi Pengajuan dan Informasi

Untuk proses pengajuan dan informasi lebih lanjut, MKP/Poktan/Gapoktan dapat menghubungi Divre (propinsi) atau Subdivre
(kabupaten) Perum Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

II. On-Farm
Program kemitraan On-Farm diselenggarakan dalam rangka kegiatan pengembangan usaha guna memberikan kontribusi bagi
perusahaan dan mendukung kegiatan pelayanan public serta mensukseskan Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis
Korporasi (GP3K) yang merupakan program kerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara untuk mendukung Program
Ketahanan Pangan Nasional

Kegiatan On-Farm dilaksanakan dengan Pola sebagai berikut:


1. On-Farm Mandiri, yaitu kegiatan usaha tani yang terdiri dari :
On-Farm Mandiri BULOG, yaitu kegiatan usaha tani yang didanai dan dikelola oleh Perum
BULOG di lahan milik sendiri dan/atau lahan sewa milik pihak lain
On-Farm Mandiri Petani, yaitu kegiatan usaha tani yang didanai dan dikelola oleh Mitra Kerja On-
Farm di lahan milik sendiri dan/atau lahan sewa milik pihak lain, dan Perum BULOG dapat melakukan pendampingan serta
membeli hasil panennya
2. On-Farm Kemitraan, yaitu kegiatan kerjasama usaha tani antara Perum BULOG dan Mitra Kerja On-Farm,
dengan kewajiban Perum BULOG memberikan paket pinjaman Saprodi, dan kewajiban Mitra Kerja On-Farm membayar kembali
setelah panen
3. On-Farm Sinergi, yaitu kegiatan kerjasama usaha tani antara Perum BULOG, Mitra Kerja On-Farm, dan
pihak Perbankan atau Distributor Saprodi, dengan kewajiban Perbankan menyediakan pembiayaan usaha tani atau Distributor
Saprodi menyediakan Saprodi, dengan jaminan dari Mitra Kerja On-Farm, dan Perum BULOG dapat membeli hasil panennya