Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH

Analisis Kritis Buku BSE Kelas X Materi Virus

(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta Biologi yang dibina

oleh Bapak Dr. Lud Waluyo, M. Kes.)

Biologi yang dibina oleh Bapak Dr. Lud Waluyo, M. Kes.) Oleh : Tila Watur Rochmah (201310070311100)

Oleh :

Tila Watur Rochmah

(201310070311100)

Biologi VI C

Program Studi Pendidikan Biologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Muhammadiyah Malang

2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya

maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Analisis

Kritis Buku BSE Kelas X Materi Virus”. Penulisan makalah ini merupakan salah

satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Kapita Selekta

Biologi di Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penulisan makalah ini,

penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak

yang membantu dalam menyelesaikan tugas ini, khususnya kepada:

1. Bapak Dr. Lud Waluyo M.Kes, selaku dosen mata kuliah Kapita Selekta Biologi

yang

telah

meluangkan

waktu,

tenaga,

dan

pikiran

dalam

pelaksanaan

bimbingan, pengarahan, dorongan dalam rangka penyelesaian tugas ini.

2. Teman-teman Biologi VI C yang telah ikut berpartisipasi dalam membantu

penyelesaian tugas ini.

Dalam penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada

teknis penulisan materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk

itu kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan

makalah ini.

Malang, 18 Maret 2016

DAFTAR ISI

Cover Halaman

1

Kata pengantar

2

 

Daftar Isi

3

Bab I (Pendahuluan)

4

1.1 Latar Belakang

4

1.2 Rumusan Masalah

5

 

1.3 Tujuan

5

1.4 Manfaat

5

Bab II (Pembahasan)

7

2.1

Materi Pokok

7

2.1.1 Virus

8

2.1.2 Ciri-ciri Virus

9

2.1.3 Perkembangbiakan virus

10

2.1.4 Peranan virus

11

2.2

Kajian Analisis Kritis

13

2.2.1 Perbandingan dengan Materi Perkuliahan

14

2.2.2 Perbandingan antar Buku Contoh dan Buku Pembanding

15

2.2.3 Perbandingan Peta Konsep Buku Contoh dan Buku Pembanding

18

2.2.4 Kesesuaian Gambar Pendukung Isi Materi

24

2.2.5 Kesesuaian Isi dan Konsep Serta Penulisan Istilah yang Benar

27

Bab III (Penutupan)

31

3.1 Kesimpulan

31

 

3.2 Saran

31

Daftar Pustaka

32

1.1 Latar Belakang

BAB 1

PENDAHULUAN

Cabang biologi yang mempelajari tentang virus adalah virologi. Virus

berasal dari bahasa Latin yang berarti ’racun’. Hampir semua ”virus” menimbulkan

penyakit pada makhluk hidup lain. Virus digolongkan ke dalam kingdom tersendiri

karena sifatnya. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Setiap orang,

baik anak-anak maupun orang dewasa, dapat terserang virus. Beberapa penyakit

menular yang disebabkan oleh infeksi virus adalah influenza, batuk, pilek, tifus,

gondong, cacar air, herpes, AIDS, dan hepatitis ( Sulistyorini, 2009 ). Adanya

penyakit menyebabkan manusia mencari tahu tentang penyebab penyakit dan upaya

mencegah tertularnya penyakit tersebut serta cara pengobatannya.

Virus memiliki golongan sendiri

yang sering dikenal sebagai “The

Invisible Kingdom” atau sebagai kerajaan yang tak terlihat. Hal itu dikarenakan

virus merupakan makhluk hidup sangat kecil yang tidak dapat diamati dengan mata

telanjang. Virus merupakan garis batas antara hidup dan tak hidup. Apabila dia

berada di dalam sel hidup, maka dia sebagai makhluk hidup, tetapi jika berada di

luar sel hidup dapat dikatakan sebagai makhluk tak hidup (Kistinnah, 2009).

Pentingnya materi bahan ajar mengenai virus, juga dibutuhkan akan

sumber belajar yang baik tentunya. Namun, pada faktanya masih terdapat banyak

perbedaan konsep yang terdapat pada beberapa sumber bahan belajar pada tingkat

pendidikan tertntu. Adanya perbedaan penulisan, judul, peta konsep, isi, gambar

pendukung serta penulisan istilah-istilah pada beberapa sumber belajar/ buku ajar

dapat menyebabkan terjadinya perbedaan pemahaman konsep. Kesesuaian antara

judul, peta konsep, isi serta materi pendukung sangatlah berpengaruh terhadap

pemahaman oleh para pembaca. Oleh karena itu, pengkajian ulang terhadap

kesesuaian isi dan materi pendukung pada buku bahan ajar sangatlah dibutuhkan.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun perumusan masalah yang dapat disusun dalam karya tulis ini adalah:

a. Adakah perbedaan judul, peta konsep, isi materi maupun materi pendukung antar buku Biologi kelas X mengenai Virus?

b. Apakah terdapat perbedaan isi pembahasan maupun penulisan istilah antar buku Biologi kelas X mengenai Virus?

c. Bagaimana keterkaitan isi materi Virus dari perkuliahan dengan buku

Biologi kelas X mengenai Virus?

1.3 Tujuan

Adapun tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah :

a. Mengetahui adanya perbedaan dalam penulisan judul, peta konsep, isi materi maupun materi pendukung antar buku Biologi kelas X mengenai materi Virus.

b. Mengetahui adanya perbedaan dan kesamaan isi pembahasan maupun penulisan istilah antar buku Biologi kelas X mengenai materi Virus.

c. Mengetahui keterkaitan isi materi Virus dari perkuliahan dengan buku

Biologi kelas X mengenai virus.

1.4 Manfaat

Melalui penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi

yang bermanfaat kepada para pembaca terkait isi materi virus pada buku-buku

Biologi kelas X saat ini. Dilakukannya analisis kritis tentang perbandingan materi

Virus di perkuliahan dengan buku-buku Biologi kelas X maka dapat diketahui

kejelasan perbedaan serta persamaan isi materi. Hal tersebut sangatlah dibutuhkan

mengingat pentingnya kesamaan dan kebenaran materi agar tidak terjadi kesalah

pahaman pembaca serta para pengguna buku.

BAB II

2.1.Materi Pokok

PEMBAHASAN

2.1.1.

Virus Cabang biologi yang mempelajari tentang virus adalah Virologi. Virus

berasal dari bahasa Latin yang berarti ’racun’. Hampir semua ”virus” menimbulkan

penyakit pada makhluk hidup lain. Virus digolongkan ke dalam kingdom tersendiri

karena sifatnya. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron (Campbell,

2010). Menurut Widayati (2009), virus merupakan substansi atau bentuk peralihan

antara benda hidup (makhluk hidup) dan benda mati. Virus disebut benda mati

karena virus lebih dominan mempunyai ciri-ciri sebagai benda mati daripada ciri-

ciri makhluk hidup. Virus berbentuk seperti molekul atau partikel yang disebut

virion. Tetapi virus juga menunjukkan ciri-ciri makhluk hidup karena virus

mempunyai materi genetik berupa asam nukleat yang terdiri dari dari ADN (Asam

Deoksiribo Nukleat) atau ARN (Asam Ribo Nukleat), serta dapat melakukan

perkembangbiakan yang dinamakan replikasi.

Sejarah penemuan virus dimulai tahun 1883 oleh ilmuwan Jerman yang

bernama Adolf Meyer. Ia melakukan penelitian pada tanaman tembakau. Pada

suatu ketika ia menemukan adanya daun tembakau yang tidak normal. Penyakit ini

disebabkan oleh mikroorganisme yang kita sebut virus. Sekitar tahun 1892, virus

digunakan untuk agen penyebab penyakit oleh Von Iwanovski (Rusia). Dia

menemukan penyebab penyakit pada daun tembakau (mosaik tembakau) yang

mampu menembus saringan bakteri. Jika daun sakit disentuhkan pada daun sehat,

daun sehat akan tertular penyakit ini. Pada tahun 1893 ada penelitian baru yang

mematahkan kesimpulan Iwanovski karena hasil ekstrak daun tembakau yang

terserang penyakit mosaik tembakau yang telah disaring dengan saringan keramik

yang tidak tertembus oleh bakteri dioleskan pada daun sehat maka daun sehat tetap

tertular penyakit mosaik. Dengan demikian, dia menduga bahwa penyebab penyakit

mosaik daun ini adalah bakteri yang sangat kecil. Eksperimen M. Beijerinck (1897)

dari Belanda mendukung teori Iwanovski. Eksperimen yang dilakukan adalah

eksperimen

berjenjang

terhadap

penyakit

mosaik

tembakau.

Dia

juga

berkesimpulan bahwa penyebab penyakit mosaik daun adalah bakteri patogen yang

berukuran sangat kecil dan mampu berkembang biak. Pada tahun 1935 kesimpulan

Iwanovski dan M. Beijerink digugurkan oleh Wendell M. Stanley, ilmuwan

Amerika Serikat. Dia berpendapat bahwa penyakit mosaik tembakau disebabkan

oleh virus. Wendell mengisolasi dan mengkristalkan virus. Dia berpendapat bahwa

virus bukan sel karena dapat dikristalkan. Virus merupakan peralihan antara benda

hidup dan tak hidup. Virus tidak sama dengan bakteri karena jika kristal virus ini

disuntikkan ke dalam tanaman tembakau yang sehat, virus akan aktif kembali dan

melakukan penggandaan sehingga menyebabkan penyakit (Sulistyorini, 2009).

2.1.2. Ciri-Ciri Virus

Virus

memiliki

ciri

ataupun

mikroorganisme lain, meliputi :

karakteristik

yang

membedakannya

dari

a. Dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, ADN atau ARN

saja;

b. Virus mempunyai ukuran sekitar 20 300 nanometer (nm)

c.

Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan tidak

mempunyai protoplasma.

d.

Dapat

digolongkan

benda

hidup,

karena

memiliki

kemampuan

metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat.

e.

Bentuk virus bermacam-macam, yaitu silindris, kotak, oval, memanjang,

dan polihedron atau bentuk T.

 

f.

Virus hidup sebagai parasit obligat (parasit sejati) hanya dapat hidup secara

parasit pada sel organisme lain.

 

g.

Struktur tubuh virus terdiri atas bagian-bagian kepala yang dilindungi oleh

selubung protein (kapsid) dan satu unit pembentuk kapsid disebut dengan

kapsomer, selubung, dan ekor.

 

2.1.3.

Perkembangbiakan Virus

Virus bukanlah sel yang dapat berkembang biak sendiri. Virus hanya dapat

berkembang

biak

pada

sel-sel

hidup

dan

untuk

reproduksinya

virus

hanya

memerlukan asam nukleat. Karena dapat melakukan reproduksi, maka virus

dianggap sebagai makhluk hidup. Di dalam proses reproduksi, virus memerlukan

lingkungan sel hidup (di dalam jaringan tubuh) sehingga virus memerlukan

organisme lain sebagai inang atau hospesnya. Contoh organisme yang menjadi

hospes virus adalah bakteri, jaringan embrio, hewan, tumbuhan, dan manusia.

Proses

reproduksi

virus

disebut

replikasi

(penggandaan

diri

tubuh

virus)

(Widayati,dkk., 2009). Menurut Campbell (2010) menyebutkan bahwa Virus tidak

memiliki enzim-enzim metabolisme dan peralatan untuk membuat protein, misalya

ribosom. Virus merupakan parasit intraseluler obligat; dengan kata lain hanya dapat

bereproduksi dalam sel inang. Boleh saja menyebut virus dalam kondisi isolasi tak

lebih dari sekadar kemasan seperangkat gen yang sedang berpindah dari satu sel

inang ke sel inang yang lain.

Replikasi terjadi di dalam sel inang. Untuk dapat mereplikasi asam nukleat

dan

mensintesis

protein

selubungnya,

virus

bergantung

pada

sel-sel

inang.

Replikasi ini menyebabkan rusaknya sel inang. Setelah itu, virus akan keluar dari

sel inang. Di luar sel inang, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut virion.

Ada beberapa tahapan dalam replikasi virus, yaitu tahap adsorpsi (penempelan)

virus pada inang, tahap injeksi (masuknya) asam inti ke dalam sel inang, tahap

sintesis (pembentukan), tahap perakitan, dan tahap litik (pemecahan sel inang).

Berdasarkan tahapan tersebut, siklus hidup virus dapat dibedakan lagi menjadi

siklus litik dan siklus lisogenik (Sulistyorini, 2009).

Siklus litik adalah replikasi virus yang disertai dengan matinya sel inang

setelah terbentuk anakan virus yang baru. Siklus litik virus yang telah berhasil

diteliti oleh para ilmuwan adalah siklus litik virus T (Bacteriophage), yaitu virus

yang menyerang bakteri Escherichia coli (bakteri yang terdapat di dalam colon atau

usus besar manusia). Siklus litik Bakteriofag terdiri atas 5 fase, yaitu

- fase adsorbsi (fase penempelan) : virus melekatkan tubuhnya pada sel inang

dengan enzim yang dihasilkan,

- fase penetrasi sel inang : seluruh tubuh virus atau asam nukleat (ADN atau ARN)

menembus (penetrasi) ke dalam sel,

- fase eklifase : Pada fase ini, setelah bercampur dengan sitoplasma bakteri, ADN

virus mengambil alih kendali ADN bakteri.

- fase replikasi, dan fase pemecahan sel inang.

Pada siklus lisogenik, ADN atau ARN virus menempel pada kromosom

sel inang (membentuk profage) dan mengadakan replikasi. Bedanya dengan siklus

litik, pada siklus lisogenik sel inang tidak pecah atau mati, sehingga setiap kali sel

inang membelah di dalamnya juga terdapat virus-virus yang berkembangbiak

(Suwarno, 2009).

2.1.4. Peranan Virus

Dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan virus dapat merugikan

dan menguntungkan. Pada umumnya virus merugikan tubuh makhluk hidup yang

menjadi inangnya. Virus bisa merugikan karena menimbulkan penyakit baik pada

manusia,

hewan,

maupun

tumbuhan.

Tetapi

ternyata

ada

juga

virus

yang

menguntungkan, terutama bagi manusia. Berikut peranan virus bagi kehidupan

manusia:

a. Peran positif virus bagi kehidupan manusia

Virus juga bisa memberikan peranan bagi kehidupan manusia, sehingga virus dapat

dimanfaatkan dalam beberapa teknologi. Virus dimanfaatkan dalam kloning gen,

yaitu produksi ADN

yang identik secara genetis, untuk

dimanfaatkan bagi

kepentingan manusia Beberapa contoh jenis virus ini adalah:

- Virus yang digunakan untuk membuat hormon insulin, untuk menyembuhkan

penyakit gula (diabetes melitus). Hal ini merupakan rekayasa yang berguna di

bidang kedokteran.

- Virus yang bermanfaat untuk mengendalikan serangga yang dapat merusak

tubuh tanaman. Sehingga bisa digunakan untuk membasmi hama dalam bidang

pertanian.

- Virus untuk terapi gen. Terapi gen adalah upaya penyembuhan suatu penyakit

keturunan yang disebabkan oleh pewarisan gen.

Selain itu, salah satu manfaat virus berdasarkan hasil penelitian adalah Protein JSU

dan JTat diduga dapat menginduksi kekebalan yang protektif pada sapi Bali

terhadap penyakit Jembrana sehingga keduanya sangat berpotensi untuk dipakai

sebagai vaksin rekombinan (Singh SM & A K Panda, 2005).

b. Peran negatif virus bagi kehidupan manusia

Beberapa

virus

memiliki

peran

manusia, yang meliputi :

1. Penyebab penyakit pada manusia

negatif/merugikan

bagi

kehidupan

- HIV (Human Immunodefi ciency Virus) penyebab AIDS

- Virus ebola (ebola virus) penyebab penyalit Ebola

- Virus hepatitis (Hepatitis virus) penyebab penyakit Hepatitis B

- Measles virus penyebab penyakit cacar

- Herpes Simplex virus penyebab penyakit herpes

- Human Papilomavirus penyebab penyakit kutil pada manusia

- Adeno virus Virus ini menyebabkan gangguan pada sistem respirasi dan

menyebabkan tumor rahim pada wanita.

- Mumps virus Virus ini menyebabkan penyakit gondong atau parotitis

- Orthomycovirus menyebabkan penyakit influenza.

- Rabiez virus (Virus rabies) Virus rabies menyerang sistem syaraf pada

hewan atau manusia. Penyakit ini disebut penyakit anjing gila

- Poliomyelitis (Virus polio) Virus ini menyerang sistem syaraf, yaitu pada

sistem alat gerak anak balita, sehingga menyebabkan kelumpuhan pada

anggota gerak bagian bawah (kaki).

2. Penyebab penyakit pada hewan

- Paramyxovirus

Virus

ini

menyebabkan

penyakit

NCD

(New

Castle

Desease), menyerang sistem syaraf pada unggas (misal: ayam).

- Rhabdo virus Virus ini menyerang sistem syaraf pada hewan (anjing,

kucing, kera), menyebabkan penyakit rabies.

- Rous Sarcoma Virus (RSV) Virus ini menyebabkan penyakit tumor pada

ayam.

3. Penyebab Penyakit pada tumbuhan

- Virus

Mosaik

Tembakau

(Tobacco

Mosaic

Virus,

TMV)

Virus

ini

menyebabkan penyakit mosaik pada daun tembakau.

- Virus

Tungro

Virus

ini

menyerang

batang

dan

akar

padi,

sehingga

tumbuhan padi menjadi kerdil (pertumbuhan yang tidak normal).

- Virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) Virus ini menyebabkan

penyakit degenerasi (penyakit tumor) pada batang dan daun jeruk.

2.2. Kajian Analisis Kritis

Materi Virus pada tingkat Sekolah Menengah Atas merupakan salah satu

materi yang penting dalam pembelajaran biologi hingga Perguruan Tinggi untuk

mengetahui peran positif maupun negatifnya bagi kehidupan. Kajian analisis kritis

pada materi Virus Biologi kelas X SMA bertujuan agar di dapat materi/konsep yang

benar mengenai materi ini. Kajian analisis kritis menganilisis Buku Sekolah

Elektronik (BSE) Karangan Subardi, dkk yang di terbitkan pada tahun 2009. Selain

itu analisis juga dilakukan pada buku-buku BSE lain sebagai pembanding yang

meliputi karangan beberapa penulis seperti Sri Widayati, Moh. Anshori Joko,

Riana, Fictor Ferdinand, Ari Sulistyorini, Idun Kistinah serta Suwarno. Analisis

buku-buku pembanding dilakukan agar diperoleh kesamaan maupun perbedaan

konsep pada masing masing buku karaya masing-masing penulis.

2.2.1. Perbandingan dengan Materi Perkuliahan

Materi Virus pada buku Biologi SMA kelas X karangan Subardi meliputi

ciri-ciri dan struktur, replikasi dan peranan. Awal materi pada buku karangan

Subardi, dkk kurang adanya penjelasan mengenai Virus dan langsung masuk pada

ciri-ciri virus, sehingga kurang memeberikan umpan balik pada peserta didik.

Selain itu penjelasan ciri-ciri masih terdapat beberapa hal yang kurang tepat,

misalnya

ukuran

pada

Virus

yang

disebutkan

dengan

satuan

milimikron.

Seharusnya satuan pada virus ialah nanometer. Hal tersebut berdasarkan kajian dari

beberapa sumber yang menyebutkan satuan nm.

Pembahasan materi Virusjuga terdapat pada perkuliahan salah satunya

tercantum pada buku Campbell Reece Biologi Jilid 1. Pada buku perkuliahan materi

tentang virus lebih dijabarkan lebih jelas dan lengkap. Materi di jelaskan meliputi

pemahan konsep mengenai virus terdiri atas asam nukleat yang diselubungi protein,

Virus bereproduksi hanya dalam sel inang, Virus merupakan patogen bagi

kehidupan.

Pembahasan selain ciri-ciri ialah pembahasan mengenai reproduksi virus,

dimana pada buku BSE karang Subardi hanya menjelaskan replikasi virus secara

singkat dan sederhana tanpa menjelasakan tahap-tahapnya. Sedangkan pada buku

Biologi Campbell (2010) reproduksi virus dapat terjadi dalam sel inang, dan dapat

bereplikasi secara sederhana, namun juga terdapat ciri-ciri umum siklus reproduksi

virus yang dapat melalui dua mekanisme alternatif yaitu siklus lisis (litik) dan

lisogenik.

2.2.2. Perbandingan Antar Buku Contoh dengan Buku-Buku Pembanding

Setiap buku memiliki perbedaan isi konsep maupun tujuan yang berbeda

beda, hal tersebut dapat dilihat dari berbagai judul dan tujuan yang dicantumkan

oleh para penulis. Berdasarkan hasil analisis judul dan tujuan dari setiap penulis

pada buku BSE memiliki masing-masing perbedaan. Judul dan tujuan juga

mencerminkan isi pembahasan yang akan di ulas. Berikut penulisan judul dan

tujuan serta letak Bab pembahasan pada masing-masing buku BSE yang di analisis:

 

Nama

Judul

Letak

 

NO.

Pengarang

Materi

Bab

 

Tujuan Pembelajaran

 
 

Subardi,

   

Dapat mendeskripsikan ciri-ciri virus,

1.

Nuryani, Shidiq

Virus

Bab 2

dapat mendeskripsikan replikasi virus,

Pramono

dapat

mendeskripsikan

peran

virus

(Buku Utama)

dalam kehidupan.

 
       

Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi,

2

Ari Sulistyorini

Virus

Bab 3

dan peran virus dalam kehidupan

 

sehari-hari.

 
       

Mampu

mendeskripsikan

ciri-ciri,

Fictor

replikasi,

dan

peran

virus

dalam

Virus dan

 

3

Ferdinand dan

Bab 2

kehidupan, serta mendeskripsikan ciri-

Monera

Moekti A.

ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan

perannya bagi kehidupan.

 
       

Mampu mendeskripsikan ciri-ciri virus

Idun Kistinah

4.

dan Endang Sri

Virus

Bab 3

dan

replikasinya

sehingga

Anda

mengetahui

peranan

virus

dalam

Lestari

 

kehidupan.

 
 

Moch. Anshori

   

Dapat lebih mengenal tentang virus

5.

dan Djoko

Virus

Bab 3

sehingga dapat mengetahui kegunaan

dan bahayanya bagi kehidupan, serta

Martono

menjauhkan

diri

dari

hal-hal

yang

16

       

berpotensi

untuk

penularan

virus

HIV/AIDS dengan melakukan hal-hal

yang bermanfaat.

 
       

Membedakan

virus

dengan

Riana Yani,

 

Musarofah,

makhluk

hidup

lainnya,

6.

Tintin A., dan

Virus

Bab 2

menjelaskan

karakteristik

virus,

menjelaskan

peran

virus

dalam

Widi P.

 

kehidupan.

   

Virus dan

   

Sriwidayati, Siri

Peranannya

7.

Nur R., dan

Bab 2

dalam

Zubedi

Kehidupan

       

Dapat

mengurangi

kerugian

akibat

8.

Suwarno

Virus

Bab 2

virus

dalam

kehidupan,

misalnya

mencegah penyakit akibat virus.

 

(Tabel 1 : Tabel 1 Perbandingan Judul Materi Serta Tujuan Pembelajaran)

Hasil analisis yang diperoleh pada tabel diatas, pada umunya materi virus terletak

pada bab ke 3. Namun, pada tujuan pembelajaran terdapat beberapa perbedaan antar

penulis serta perbedaan pada silabus Kurikulum 13 saat ini. Tujuan pembelajaran

pada silabus K 13 ialah :

- Dapat memahami pemahaman tentang virus.

- Dapat mengidentifikasi ciri-ciri virus, menggambarkan struktur virus.

17

- Dapat menjelaskan tahapan-tahapan reproduksi/replikasi virus.

- Dapat menyebutkan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus

- Dapat menjelaskan peranan virus dalam kehidupan.

Tujuan pembelajaran dari buku teranalisis yang lebih mendekati kesesuaian dengan

silabus K 13 di tunjukkan pada buku BSE karangan Riana, Ari Sulistyorini serta

Idun Kistinah.

2.2.3. Perbandingan Peta Konsep Buku Contoh dan Buku Pembanding

Selain dilihat dari penulisan judul dan tujuan, pada penulisan peta konsep

juga banyak terdapat perbedaan. Pada buku BSE karangan Subardi, dkk memiliki

peta konsep yang sangat sederhana hanya meliputi Ciri dan Struktur, Replikasi

serta Peranan saja, terlihat seperti pada gambar berikut:

serta Peranan saja, terlihat seperti pada gambar berikut: (Sumber : Subardi,dkk., 2009) Sehingga pembahasan materi

(Sumber : Subardi,dkk., 2009)

Sehingga pembahasan materi Virus yang termuat kurang begitu luas dan lengkap.

Tidak semua dari 8 buku yang dianalisis terdapat peta konsep. Terdapat beberapa

buku seperti karangan Ferdinand, dkk., dan Widayati, dkk

tidak mnuliskan peta

konsep pada materi Virus. Peta Konsep yang dapat di rekomendasikan untuk

pembelajaran materi virus ini ialah dari buku BSE karangan Ari Sulistyorini dan

karangan Yani, Riana, dkk., dikarenakan dari kedua buku tersebut peta konsep lebih

jelas dan lebih rinci. Namun masih terdapat beberapa kekurangan. Berikut peta

konsep peta konsep dari buku buku pembanding.

terdapat beberapa kekurangan. Berikut peta konsep peta konsep dari buku buku pembanding. Sumber : Anshori, dkk.,

Sumber : Anshori, dkk., 2009

Sumber : Kistinnah, dkk., 2009 (Sumber : Yani R., dkk., 2009) 20

Sumber : Kistinnah, dkk., 2009

Sumber : Kistinnah, dkk., 2009 (Sumber : Yani R., dkk., 2009) 20

(Sumber : Yani R., dkk., 2009)

(Sumber : Sulistyorini, 2009) (Sumber : Suwarno, 2009) Kekurangan dari peta konsep buku BSE karangan

(Sumber : Sulistyorini, 2009)

(Sumber : Sulistyorini, 2009) (Sumber : Suwarno, 2009) Kekurangan dari peta konsep buku BSE karangan Yani,

(Sumber : Suwarno, 2009)

Kekurangan dari peta konsep buku BSE karangan Yani, dkk., 2009 terletak

pada perbanyakan virus serta kelompok virus. Sedangkan pada buku BSE karangan

Ari Sulistyorini terletak pada cara hidup virus yang dapat dimasukkan dalam ciri-

ciri virus, serta peranan virus merugikan dapat dibagi/dikelompokkan menjadi 3

meliputi virus yang merugikan bagi tubuh manusia, virus yang merugikan bagi

hewan dan virus yang merugikan bagi tumbuhan. Oleh karena itu contoh peta

konsep

yang

direkomendasikan

penulius

telah

disesuaikan

dengan

tujuan

pembelajaran dalam silabus kurikulum 13 serta isi materi telah disesuaikan dengan

beberapa sumber literatur yang dipercaya, sehingga di dapatkan isi materi dan

pemahaman konsep yang lebih rinci dan sesuai. Peta konsep materi virus yang baik

dan benar digambarkan sebagai berikut :

Peta Konsep Rekomendasi

Peta Konsep Rekomendasi (Gambar : Peta Konsep Virus Rekomendasi Penulis, 2016) 23

(Gambar : Peta Konsep Virus Rekomendasi Penulis, 2016)

2.2.4.

Kesesuaian Gambar Pendukung Isi Materi

Virus memiliki bentuk dan struktur yang berbeda dari bakteri. Bentuk serta

srtuktur pada virus dapat diperjelas dengan adanya gambar. Tercantumnya gambar

Virus pada buku Biologi BSE kelas X merupakan salah satu pendukung dari isi

materi. Adanya Gambar dapat menunjukkan bentuk, struktur serta bagian-bagian

pada virus. Berikut contoh beberapa gambar dari buku Biologi Kelas X:

NO.

Nama Pengarang

Contoh Gambar Virus

Subardi, Nuryani,

Kelas X: NO. Nama Pengarang Contoh Gambar Virus Subardi, Nuryani, 1. Shidiq Pramono (Buku Utama) 2.

1. Shidiq Pramono

(Buku Utama)

Kelas X: NO. Nama Pengarang Contoh Gambar Virus Subardi, Nuryani, 1. Shidiq Pramono (Buku Utama) 2.

2. Ari Sulistyorini

Fictor Ferdinand dan Moekti A. 3. Idun Kistinah dan 4. Endang Sri Lestari Moch. Anshori

Fictor Ferdinand dan

Moekti A.

3.

Idun Kistinah dan

4.

Endang Sri Lestari

Fictor Ferdinand dan Moekti A. 3. Idun Kistinah dan 4. Endang Sri Lestari Moch. Anshori dan

Moch. Anshori dan

5.

Djoko Martono

Fictor Ferdinand dan Moekti A. 3. Idun Kistinah dan 4. Endang Sri Lestari Moch. Anshori dan
Riana Yani, Musarofah, Tintin A., dan Widi P. 6. Sriwidayati, Siri Nur 7. R., dan

Riana Yani,

Musarofah, Tintin A.,

dan Widi P.

6.

Sriwidayati, Siri Nur

7.

R., dan Zubedi

A., dan Widi P. 6. Sriwidayati, Siri Nur 7. R., dan Zubedi 8. Suwarno (Tabel 2

8.

Suwarno

P. 6. Sriwidayati, Siri Nur 7. R., dan Zubedi 8. Suwarno (Tabel 2 : Tabel Perbandingan

(Tabel 2 : Tabel Perbandingan Gambar Bentuk Serta Struktur ADN)

Gambar-gambar bentuk dan struktur ADN pada masing-masing buku berdasarkan

hasil analisis memiliki banyak perbedaan. Terdapat beberapa buku yang memiliki

perbedaan yang sangat jauh dari buku utama/terpilih serta pembanding lainnya,

yaitu buku karangan Idun Kistinah serta Riana Yani, pada buku tersebut kurang

dijelaskan bentuk dari virus jenis apa serta kurang jelas dari bagian-bagian yang di

tunjukkan. Untuk pemahaman konsep sebaiknya gambar bentuk dan struktur yang

diberikan dapat disertai keterangan contoh dari nama bakteri serta diberi keterangan

bagian-bagiannya. Pada buku karangan Subardi sudah terdapat keterangan bagian-

bagian gambar Virus, namun kurang ada penjelasan bahwa gambar contoh

merupakan bentuk dari virus bentuk T (Bakteriofage). Namun, masih terdapat

beberapa buku yang sudah memberi keterangan bentuk, jenis virus serta keterangan

pada bagian struktur virus tersebut yaitu pada buku karangan Ari Sulistyorini,

Fictor Ferdinand dan Moekti Aribowo serta Moh. Anshori Joko. Kejelasan

keterangan serta kejelasan gambar sebagai pendukung materi sangatlah penting

untuk pemahaman konsep bagi para pembaca khususnya bagi para peserta didik.

2.2.5 Kesesuaian Isi dan Konsep Serta Penulisan Istilah Yang Benar

Banyak buku yang ditulis serta diterbitkan dengan tujuan yang sama yaitu

untuk memberikan sumber belajar serta pengetahuan bagi para pembacanya.

Namun, isi dari masing masing buku terkadang masih kurang jelas. Sehingga

diperlukan beberapa buku untuk pemahaman satu konsep materi. Virus pada materi

SMA merupakan materi dasar yang diberikan agar para siswa dapat mengenal

bentuk, struktur ciri serta peranannya bagi kehidupan, baik kehidupan manusia,

hewan maupun tumbuhan. Diawali dari pemahaman bagaimana virus ditemukan

yang berawal dari sekitar akhir abad ke-19. Selanjutnya penyebutan ukuran struktur

virus, bentuk-bentuk tubuh virus serta reproduksi dari virus itu sendiri. Hal-hal

tersebut dari masing masing buku memiliki pembahasan yang sedikit berbeda-beda.

Banyak kerancuan yang ditemukan dari hasil analisis penulisan sejarah

penemuan virus yang tertulis pada buku Biologi kelas X BSE. Buku karangan

Subaradi sebagai menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh M. Bejerink

seorang ahli dari Belanda dilaksanakan pada tahun 1887, sedangkan pada buku-

buku lain disebutkan bahwa penelitian dari M. Bejerink dilaksanakan pada tahun

1897/1898. Perbedaan juga terdapat dalam penulisan nama tokoh dari buku

karangan Subardi menyebutkan Windell Stanley, namun pada umumnya buku lain

menyebutkan dengan Wendell Stanley. Selain itu, penulisan ukuran dari Virus pada

buku BSE karangan Subardi disebutkan dalam konversi millimikron, sedangkan

untuk saat ini kebanyakan penyebutan ukuran dari virus sudah disebutkan menjadi

nanometer.

ukuran dari virus sudah disebutkan menjadi nanometer. (Sumber : Subardi, dkk., 2009) (Sumber : Subardi ,

(Sumber : Subardi, dkk., 2009)

disebutkan menjadi nanometer. (Sumber : Subardi, dkk., 2009) (Sumber : Subardi , dkk., 2009) (Sumber :

(Sumber : Subardi , dkk., 2009)

: Subardi, dkk., 2009) (Sumber : Subardi , dkk., 2009) (Sumber : Subardi, dkk.,2009) Adanya kerancuan

(Sumber : Subardi, dkk.,2009)

Adanya kerancuan penulisan istilah juga terdapat pada buku-buku BSE karangan

penulis lainnya seperti pada buku karangan M. Anshori menyebutkan ukuran

terkecil dan terbesar virus yaitu antara 20nm-80nm, padahal

menurut Campbel

(2010) serta sumber lain menyebtkan bahwa ukuran virus ialah antara 20nm

300nm. Dalam buku karangan M. Anshori juga terdapat perbedaan penulisan

Bakteriofage menjadi Bakteriofaga. Selain itu istilah replikasi pada buku karangan

Ari Sulistyorini tersebut tertulis multiplikasi. Sedangkan menurut Sriwidayati

perbedaan arti kata terletak pada kata virus yang berarti ‘menular’ berbeda dengan

sumber buku lain yang menyebutkan bahwa virus berasal dari bahasa latin yang

berarti ‘racun’.

virus berasal dari bahasa latin yang berarti ‘racun’. (Sumber: Anshori, dkk., 2009) (Sumber: Anshori, dkk., 2009)

(Sumber: Anshori, dkk., 2009)

yang berarti ‘racun’. (Sumber: Anshori, dkk., 2009) (Sumber: Anshori, dkk., 2009) (Sumber: Sulistyorini, 2009)

(Sumber: Anshori, dkk., 2009)

(Sumber: Anshori, dkk., 2009) (Sumber: Anshori, dkk., 2009) (Sumber: Sulistyorini, 2009) (Sumber: Sriwidayati, dkk.,

(Sumber: Sulistyorini, 2009)

(Sumber: Anshori, dkk., 2009) (Sumber: Sulistyorini, 2009) (Sumber: Sriwidayati, dkk., 2009) Perbedaan lain pada buku

(Sumber: Sriwidayati, dkk., 2009)

Perbedaan lain pada buku karangan Ari Sulityorini , Fictor Ferdinand serta Suwarno

khususnya pada penulisan serta penyebutan ukuran pada virus. Berikut tabel

perbedaan penulisan ukuran virus dari ketiga buku tersebut :

(Sulistyorini, 2009)

(Ferdinand, dkk., 2009)

(Suwarno, 2009)

(Sulistyorini, 2009) (Ferdinand, dkk., 2009) (Suwarno, 2009)
(Sulistyorini, 2009) (Ferdinand, dkk., 2009) (Suwarno, 2009)
(Sulistyorini, 2009) (Ferdinand, dkk., 2009) (Suwarno, 2009)

Tabel 3 : Perbandingan penulisan ukuran pada virus.

Banyaknya perbedaan serta kerancuan dalam penulisan istilah antar buku

dapat menyebabkan kerancuan dalam hal pemahaman konsep isi materi yang

terdapata pada materi virus terhadap para pembaca khususnya para peserta didik.

Hal ini merupakan hal yang perlu perhatian khusus serta adanya pengkajian pada

buku-buku bahan ajar ataupun buku pembelajaran.

30

3.1. Kesimpulan

BAB III

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis buku BSE Biologi kelas X pada materi Virus

dengan buku karangan Subardi dan 7 buku pembanding lainnya, dapat disimpulkan

bahwa masih banyak terdapat kerancuan serta perbedaan peta konsep antar buku

atau pengarang. Gambar-gambar pendukung isi materi masih banyak yang tidak

jelas serta banyaknya kerancuan penulisan istilah antar pengarang buku dapat

menyebabkan kesalahpahaman konsep oleh pembaca terhadap isi materi yang

disajikan. Selain itu isi materi pokok yang termuat dalam buku BSE Biologi kelas

X khususnya pada materi Virus masih sangat sederhana serta masih sangat minim

akan materi. Sehingga diperlukan adanya sumber belajar lain untuk memahami isi

dari materi pokok.

3.2. Saran

Adanya pengkajian serta koreksi ulang terhadap buku-buku bahan ajar sekolah

sangalah di perlukan, agar tidak terjadi kesalahpahaman konsep bagi para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Anshori, Moch dan Martono. J. 2009. Biologi 1 Untuk Sekolah Menengah Atas

(SMA)-

Madrasah

DEPDIKNAS

Aliyah

(MA);

BSE.

Jakarta.

Pusat

Perbukuan

Campbell, Reece. 2010. Biologi Jilid 1 edisi 8. Jakarta. Erlangga.

Ferdinand, Fictor dan Ariebowo M. 2009. Biologi BSE (Untuk SMA/MA) kelas X.

Jakarta. Pusat Perbukuan DEPDIKNAS

Kistinnah, I., Lestari,S.L., 2009. Biologi (Makhluk Hidup dan Lingkungannya)

SMA/MA kelas X BSE. Jakarta. Pusat Perbukuan DEPDIKNAS

Singh SM and AK Panda. 2005. Solubilization and refolding of bacterial inclusion

body proteins. Journal o fBioscience and Bioengineering 99 (4), 303-

310.

Subardi, Nuryani, Pramono, S., 2009. Biologi BSE 1 untuk SMA/ MA kelas X.

Jakarta. Pusat Perbukuan DEPDIKNAS

Sulistyorini, Ari. 2009. Biologi BSE 1 untuk SMA/ MA kelas X. Jakarta. Pusat

Perbukuan DEPDIKNAS

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi BSE untuk SMA/MA kelas X.

Jakarta. Pusat Perbukuan DEPDIKNAS

Widayati, S., Rochmah, S.N., Zubedi. 2009. Biologi BSE 1 untuk SMA/ MA kelas

X. Jakarta. Pusat Perbukuan DEPDIKNAS

Yani, R., Musarofah, Atikah, T., Purwaningsih,T. 2009. Biologi BSE 1 untuk SMA/

MA kelas X. Jakarta. Pusat Perbukuan DEPDIKNAS