Anda di halaman 1dari 4

1.

Rumah Adat dan Pakaian Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Rumah Krong Bade atau juga biasa dikenal dengan nama rumoh Aceh adalah
rumah adat dari provinsi terbarat di Indonesia, Nanggroe Aceh Darussalam.
Rumah Krong Bade merupakan rumah panggung dengan satu buah tangga
depan yang biasa digunakan untuk berlalu lalang. Rumah adat Aceh ini
keberadaannya sekarang semakin langka. Orang-orang Aceh pada umumnya
saat ini lebih memilih untuk tinggal di rumah dengan gaya modern. Alasannya,
selain karena biaya pembangunannya yang lebih mahal, rumah Krong Bade juga
membutuhkan biaya perawatan yang tidak sedikit.

Pakaian adat Aceh bernama pakaian Ulee Balang. Pakaian ini untuk pria disebut
baju Linto Baro, sedangkan pakaian untuk wanita disebut baju Daro Baro.
Dahulunya, pakaian ini hanya digunakan oleh para sultan dan pembesar
kerajaan, namun sekarang keduanya lebih sering dipakai oleh para pengantin.
Kedua pakaian tersebut punya keunikan tersendiri sebagai ciri khas di setiap
bagian-bagiannya.
2.Rumah Adat dan Pakaian Adat Sumatera Barat

Rumah Gadang (Godang) adalah rumah adat Minangkabau yang hingga kini
masih banyak ditemui di provinsi Sumatera Barat. Mengingat kebudayaan
melayu yang menyebar di sekitar semenanjung Malaya tempo dulu, Rumah adat
ini juga hingga kini dapat kita jumpai di beberapa wilayah di Malaysia. Jadi, jika
suatu saat Anda menemukan rumah gadang di negeri tetangga, jangan anggap
jika mereka mencuri kebudayaan kita.

Pakaian adat Sumatera Barat yang bernama pakaian adat Bundo Kanduang.
Semua segi dan aksesoris pakaian ini memiliki nilai filosofis yang berhubungan
dengan peran seorang ibu dalam keluarga dan strata sosial.
3. Rumah Adat dan Pakaian Adat Riau

Rumah Selaso Jatuh Kembar adalah rumah adat di Indonesia khas Provinsi Riau
yang digunakan sebagai balai desa atau tempat bermusyawarah. Selaso jatuh
kembar sendiri memiliki arti rumah yang memiliki dua selasar dengan lantai
yang lebih rendah dari ruangan tengah.
Letak provinsi Kepulauan Riau yang begitu strategis dalam jalur pelayaran masa
silam telah membuat budaya masyarakat provinsi ini menjadi sangat khas.
Proses akulturasi budaya melayu sebagai penduduk lokal dengan budaya para
pendatang seperti budaya China, Arab, dan Eropa menghasilkan bentuk budaya
unik yang salah satu bentuknya bisa kita temukan pada pakaian adat Kepulauan
Riau saat ini yaitu pakaian adat kebaya labuh dan teluk belanga.