Anda di halaman 1dari 18

FILTER PRESS

I. TUJUAN PERCOBAAN

a. Dapat memahami mekanisme proses filtrasi


b. Dapat mengoperasikan alat filter press
c. Dapat menyelesaikan problem yang berhubungan dengan filtrasi

II. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN

a. Pompa tangan
b. Ember ukuran 20 Liter
c. Neraca teknis
d. Stop watch
e. Kapur padat
f. Air bersih

III. DASAR TEORI

Untuk memisahkan partikel padat dari suatu larutan suspense atau slurry dapat
dilakukan dengan cara filtrasi, diantaranya dengan menggunakan filter press.
Filter press terdiri dari seperangkat pinggan atau lempeng (plate) yang dirancang
untuk memberikan sederetan ruang dimana zat padat dpaat ditahan. Lempeng
(plate) itu ditutup dengan medium filter atau kanvas. Slurry umpan masuk ke
dalam masing-masing komponen itu dengan tekanan cairannya lewat melalui
kancas dan keluar melalui pipa pengeluaran dan meninggalkan zat padat basah
didalam ruang itu. Pinggan yang digunakan berbentuk plate dan frame (pinggan
dan bingkai).
Pinggan disusun silih berganti, diletakkan secara vertical pada rak logam dan
kain dipasang menutupi setiap bingkai dan dirapatkan dengan bantuan sekrup atau
ram hidrolik. Slurry mengalir melalui saluran yang terpasang memanjang pada
salah satu sudut rakitan, dan dari bidang ini melalui saluran tambahan mengalir
kedalam masing-masing bingkai.
Disini zat padat itu dapat ditahan pada permukaan plate, filtratnya akan
menembus kain filter melalui alur pada muka pinggan, sampai keluar dari filter
press. Slurry umpan dipompakan dari tangki pada tekanan 3-10 atm. Filtrasi
dioperasikan hingga tidak ada lagi zat cair yang keluar dan tekanan filtrasi akan
naik dengan tajam. Hal ini dapat terjadi bila bingkai sudah penuh dengan zat padat
sehingga slurry tidak dapat lewat lagi. Proses selanjutnya adalah pencucian
dengan cara mengalirkan cairan pencuci untuk membersihkan zat padat agar hasil
yang didapat lebih murni.
Persamaan umum filtrasi
Laju alir filtrate dapat ditentukan dari persamaan dasar :

dV A r
dt = r L

.. (1)

Dimana : A = Luas area dari zat padat yang tertahan (cake)

P = Perbedaan tekanan sepanjang cake

L = Tebal cake

= Viskositas fluida

r = Tahanan jenis (spesifik Kristal) dari fluida

Selama proses berlangsung tebal cake akan bertambah dan laju filtrasi akan
menurun, atau dapat juga dikatakan pertambahan volume cake sebanding dengan
pertambahan volume filtrate .

LA = V atau .(2)

LA = kV.(3)

Dimana : K = Konstantas pembanding

V = Volume filtrate
Sehingga,

LA
=K = Konstanta(4)
V

Substitusi harga L pada persamaan (1) didapat

dV A2 P
dt = r = vK

.(5)

Pada saat T = 0, maka V = 0, sehingga integral persamaan (5) adalah

A 2 rdt
Rdv = rK

2 A2
2
V = t
rK

Persamaan diatas mengasumsikan bahwa resistensi terhadap aliran adalah


hanya disebabkan oleh lapisan homogeny dari cake dengan tebal. Dalam praktek
resistensi terhadap aliran dapat disebabkan oleh lapisan homogeny cake itu sendiri
dan kain atau kertas saringnya, sehingga didapat persamaan yang baru :

dV Ap
dt = r ( L+ L' ) .

(6)

Substitusikan dengan cara diatas didapatkan :

Disusun kembali didapat 2A r

t rK rpL
Plot s Vs V didapat slope 2 A2 P intercept, A P

Nilai r didapat dari slope dan L dari intercept.

Poses filtrasi diteruskan sampai tidak ada lagi zat cair yang keluar dan tekanan
filtrasi naik secara signifikan. Hal ini terjadi bilai bingkai sudah penuh dengan zat
padat sehingga slurry tidak dapat masuk lagi. Filter tersebut disebut Jammed.
Setelah itu, cairan pencuci dapat dialirkan untuk membersihkan zat padat dari
bahan-bahan pengotor yang dapat larut. Cake tersebut kemudian ditutup dengan
uap atau udara untuk membuang sisa-sisa zat cair tersebut sebanyak mungkin.
Filter itu lalu dibongkar, cake padatannya dikeluarkan dari medium filter sehingga
jatuh ke konveyor menuju tempat penyimpanan. Pada kebanyakan press filter,
operasi tersebut berlangsung secara otomatis.

Sampai cake bersih, proses pencucian memakan waktu beberapa jam karena
cairan pencuci cenderung mengikuti jalur termudah dan melangkahi bagian-
bagian cake yang terlihat rapat. Jika cae tidak terlalu rapat, sebagian besar cairan
pencuci tidak efektif membersihkan cake. Jika diinginkan pencucian sampai benar
bersih, biasanya dibuat slurry lagi dengan cake yang belum tercuci sempurna.
Pencucian lebih lanjut dapat menggunakan zat cair pencuci dalam kuantitas besar
dan menyaringnya kembali dengan shell-and-leaf filter sehingga memungkinkan
pencucian yang lebih efektif dari pada plate and frame filter.

Shell and leaf filter

Shell and leaf filter memiliki beberapa keuntungan, antara lain :

a. Dapat digunakan untuk proses filtrasi tekanan tinggi


b. Tenaga manusia yang diperlukan sedikit
c. Hasil pencucian cake lebih efektif

Salah satu model shell and leaf filter adalah tangki horizontal, dimana
seperangkat lempengan disusun pada suatu rak yang dapat ditarik keluar. Pada
waktu operasi, lempengan-lempengan itu terletak didalam selonsong yang
tertutup. Umpan masuk melalui sisi tangki, filtrasi lewat melalui daun dan keluar
melalui system pipa pembuangan.

Press filter continue

Filter ini biasanya memerlukan banyak tenaga manusia unuk operasinya.


Untuk mengatasinya digunakan tekanan vacuum. Namun filter vacuum ini juga
kadang kurang ekonomis pada zat padat yang sangat halus, tekanan uap zat cair
tinggi, viskositas rendah lebih dari 1cP, atau bila zat cair berupa larutan jenuh
yang akan mengkristal.

Filtrasi adalah suatu operasi pemisahan campuran antara padatan dan cairan
dengan melewatkan umpan (padatan+cairan) melalui medium penyaring. Proses
filtrasi banyak dilakukan di industry, misalnya pada pemurnian air minum,
pemisahan Kristal-kristal garam dari cairan induknya, pabrik kertas dan lain-lain.

Untuk semua proses filtrasi, umpan mengalir disebabkan adanya tenaga


dorong berupa beda tekanan, sebagai contoh adalah akibat gravitasi atau tenaga
putar. Secara umum filtrasi dilakukan bila jumlah padatan dalam suspense relative
lebih kecil dibandingkan zat cairannya.

Menurut prinsip kerjanya filtrasi dapat dibedakan atas beberapa cara yaitu :

a. Pressure filtration
Filtrasi yang dilakukan dengan menggunakan tekanan
b. Gravity filtration
Filtrasi yang cairannya mengalir karena gaya berat
c. Vacum filtration
Filtrasi dengan cairan yang mengalir karena prinsip hampa udara
(penghisapan)

Plate and frame filter

Alat ini akan bekerja berdasarkan driving force yaitu perbedaan tekan. Alat ini
dilengkapi dengan kain penyaring yang disebut filter cloth, yang terletak pada tiap
sisi plate nya. Plate and frame filter digunakan untuk memisahkan padatan cairan
dengan media berpori yang meneruskan cairannya dan menahan padatannya.
Secara umum filtrasi dilakukan bila jumlah padatan dalam suspense relative kecil
dibandingkan zat cairnya.

1. Open delivery filter press


Saluran untuk slurry dan wash (pencuci) melalui satu saluran masuk dan tiap
plate untuk saluran cairannya
2. Closed delivery filter press
Memiliki beberapa saluran slurry dan wash water. Umpan slurry masuk
melalui lubang saluran masuk. Filter cloth terletak disetiap sisi frame tekanna
diberikan terhadap slurry agar melewati filter cloth untuk dapat masuk kedalm
plate and frame filter. Kemudian keluar melalui lubang plate sebagai filtrate.
Padatan akan terakumulasi atau tertinggal dan menempel pada cloth. Setelah
beberapa lalma maka ruang antar plate akan tertumpuk oleh slurry dan lama
kelamaan umpan akan berhenti mengalir. Jika hal ini terjadi maka cloth harus
segera dicuci. Pencucian ini dilakukan dengan mengeluarkan air bersih
kedalam plate dan keluar melalui frame. Hal ini merupakan kebaikan dari
proses filtrasi (closed delivery)

Berdasarkan kompresibilitasnya cake (slurry yang menempel pada cloth) dibagi


menjadi 2 yaitu :

1. Compressible cake
Cake akan mengalami perubahan struktur apabila mengalami tekanan
sehingga ruang kosong dalam cake akan semakin kecil akibatnya proses
penahanan semakin besar dan proses filtrasi semakin sulit
2. Incompressible cake
Cake yang tidak mengalami perubahan jika terjadi perubahan tekanan. Pada
kenyataannya hampir tidak ada, tetapi tekanan yang digunakan kecil maka
cake dapat dianggap incompressible cake. Untuk proses filtrasi umumnya
terjadi pada beda tekanan tetap. Jika medium filter primer telah dilapisi cake
dan filtrate telah jenuh maka tekanan akan bertambah sampai maksimum.
Diperlukan waktu yang optimum untuk melakukan satu kali siklus. Waktu
filtrasi optimum adalah waktu filtrasi yang diperlukan agar jumlah volume
filtrate persatuan waktu maksimum, dalam filtrasi yang disebut waktu siklus
adalah waktu keseluruhan yang diperlukan untuk melakukan proses filtrasi.

dV
Laju filtrasi ( dt )

Variabel-variabel yang mempengaruhi laju filtrasi :

a. Beda tekanan cake dan filter (-P)


b. Viskositas cairan ()
c. Luas filter (A)
d. Tahanan cake (Rc) dan tahanan media filter (Rm)

dV A( P)
dt = ( Rc+ Rm )

Persamaan untuk pencucian ampas filter dan total per siklus

Untuk menghitung laju pencucian, diasumsikan selama pencucian dengan


kondisi pada filtrasi. Untuk filtrasi tekanan konstan dengan menggunakan tekanan
yang sama pada pencucian, maka laju pencucian dapat dihitung kembali. Laju
pencucian dari hasil percobaan kemungkinan lebih kecil dari hasil prediksi karena
tetrjadi konsolidasi, channeling dan pembentukan cracks. Laju pencucian untuk
plate and frame filter press sekitar 70-92% laju prediksi. Setelah pencucian selesai
jumlah total waktu per siklus adalah jumlah dari waktu filtrasi ditambah waktu
pencucian dan pembersihan.

Aplikasi

Filter press banyak digunakan dalam industry, mulai dari pemurnian air hingga
plasma darah. Filter press juga digunakan didalam industry minyak dan industry
gula. Filter press juga digunakan didalam industry minyak sirup, seperti sirup
maple dikanada.
IV. PROSEDUR PERCOBAAN

A. Pembuatan larutan umpan :


1. Memasukkan 120 L larutan suspense kapur 5% berat ke tangki
berpengaduk
2. Menghidupkan motor pengaduk

B. Persiapan alat :
1. Memasang kain filter ke frame dari alat
2. Merapatkan sekrup dengan putaran manual
3. Memeriksa penyambungan pipa-pipa, tangki, pompa unit alat dari unit
buangan

C. Pelaksanaan proses
1. Menghidupkan motor pompa
2. Mengatur aliran masuk pada tekanan 3 bar
3. Mencatat waktu setiap 1 Liter (dan kelipatannya) filtrate yang didapat
4. Menghentikan proses setelah 1 jam
5. Membuka plate dan frame
6. Mengambil kain filter dengan hati-hati, mengukur tebal cake sebelum
dikeringkan
7. Mengulangi percobaan untuk tekanan 2,5 bar; 2 bar; dan 1,5 bar

V. KESELAMATAN KERJA
1. Jangan memasukkan tangan kedalam tangki ketika motor pengaduk sedang
dioperasikan
2. Hindarkan mata dari percikan larutan dalam tangki ketika pengadukan sedang
berlangsung
3. Menggunakan sarung tangan dan pakaian bengkel pada saat praktikum

VI. DATA PENGAMATAN


a. Tinggi tangki umpan = 53 cm
b. Diameter tangki umpan = 93 cm
c. Diameter tangki filtrate = 55 cm
d. Massa kapur = 18 Kg
e. Volume air = 0,359 m3
f. Panjang sisi plate dan frame = 37 cm = 0,37 m
g. Panjang cake = 37 cm
h. Tinggi cake = 1 cm

P = 1 bar
Tinggi Waktu Volume t
(cm) (detik) (m3) v

0 0 0 0
5 4,5 0,0118 381,3559322
10 10,62 0,0237 448,1012658
15 17,19 0,0356 482,8651659
20 27,74 0,0474 543,0379747
25 36,27 0,059 614,7457627
30 103,27 0,071 1454,507042

P = 2 bar
Tinggi Waktu Volume t
(cm) (detik) (m3) v

0 0 0 0
5 14,49 0,0118 1227,966102
10 23,13 0,0237 975,9493671
15 33,79 0,0356 949,1573034
20 57,55 0,0474 1214,135021

VII. DATA PERHITUNGAN

a. = 1 cp
= 1000 kg/mS
b. Konsentrasi padatan dalam slurry

Massa kapur
Cs = V . air
18 Kg
3
= 0,359m = 50,139 Kg/m
3

c. Luas total filter yang digunakan

A = 2S2
= 2 ( 0,37 m )2
= 0,2738 m2

1. Perhitungan tekanan 1 bar

P = 1 bar = 105 Kg/mS2


Persamaan polynomial = 2.107 X3 2.106 X2 + 53239 X 13,086
Slope = 53239
Kp = 106478
Intersept = 13,086

a. Tahanan spesifik ampas ()

. . Cs
2 A2 ( P) = slope

kg
1000 . .50,139 kg /m3
ms
2 2 5 2
=53239
2 ( 0,2738 m ) (10 kg /m S )

kg
1000 . .50,139 kg /m3
ms
=53239
14993,288

= 15920,2948

b. Tahanan cake (Rc)

.Cs . V
Rc = A
kg
15920,2948 . 50,139 3
. 0,071 m3
= m
2
0,02738 m
= 206991,1027 kg/m2
c. Tahanan media filter (Rm)
. Rm
=intercept
A ( P)

1000. Rm
=13,086
0,2738m 2 .105 kg /m S2

Rm = 358,2947 m2/s

d. Waktu filtrasi

Kp 2
V + BV
t = 2

106478
( 0,071 )2+13,086 (0,071)
= 2

= 269,3069 s

e. Laju filtrasi

dv A ( P)
dt = ( Rc+ Rm )

0,2738 m2 .10 5 kg /m S2
= ( 206991,1027+ 358,2947 ) 1000

= 1,3205.10-4 m3/s

2. Perhitungan tekanan 2 bar

P = 2 bar = 2.105 Kg/mS2


y = 9.107 X3 7.106 X2 + 166459 X 23,755
Slope = 166459
Kp = 2 x 166459 = 332914
Intercept = 23,755

a. Tahanan spesifik ampas ()

. . Cs
2
2 A ( P) = slope
kg
1000 . .50,139 kg /m3
ms
2
=166459
2 ( 0,2738 m2 ) (2.105 kg /mS 2)

= 99553,9491

b. Tahanan cake (Rc)

.Cs . V
Rc = A
kg
995553,9491. 50,139 3
. 0,0474 m3
= m
2
0,02738 m
= 86412,9508 kg/m2
c. Tahanan media filter (Rm)

. Rm
=intercept
A ( P)

1000. Rm
2 5 2
=23,755
0,2738m .2.10 kg /m S

Rm = 1300,8328 m2/s

d. Waktu filtrasi

Kp 2
V + BV
t = 2

332914 2
=
( 0,0474 m3 ) +23,755(0,0474 m3)
2

= 375,1149 s

e. Laju filtrasi

dv A ( P)
dt = ( Rc+ Rm )

0,2738m2 .2.10 5 kg /m S2
= ( 864129,9508+1300,8238 ) 1000
= 6,3274.10-5 m3/s

VIII. ANALISA PERCOBAAN

Berdasarkan percobaan dapat dianalisa bahwa untuk memisahkan partikel


padat dari suatu larutan suspense atau slurry dapat dilakukan dengan cara filtrasi,
diantaranya dengan menggunakan filter press. Filter press merupakan alat yang
terdiri dari seperangkat pinggan atau lempeng (plate) yang dirancang untuk
memberikan sederetan ruang dimana zat padat dapat ditahan.
Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini bahan yang digunakan
yaitu kapur padat yang dicampur air kedalam tangki berpengaduk. Tangki
berpengaduk ini telah disambungkan dengan pompa dan juga alat filter press.
Lempeng (plate) pada alat filter press harus ditutup dengan medium filter atau
kanvas. Slurry umpan masuk ke dalam masing-masing komponen tersebut
menggunakan tekanan, cairannya lewat melalui kanvas dan keluar melalui pipa
pengeluaran dan meninggalkan zat padat basah didalam ruang tersebut.
Pinggan pada alat filter press berbentuk plate dan frame yang disusun silih
berganti dan dipasang dengan bantuan skrup atau ram hidrolik. Slurry yang
mengalir pada alat filter press akan mengalir kedalam masing-masing bingkai.
Dan disinilah zat padat kapur dapat ditahan pada permukaan plate, filtratnya akan
menembus kain filter melalui alur pada muka pinggan dan kemudian keluar dari
alat filter press.
Factor-faktor yang mempengaruhi proses filter filter press diantaranya
pemasangan plate-plate lempeng yang harus disusun dengan benar dan mencegah
kebocoran. Hal lain yang menjadi factor ialah tebal cake, karena semakin tebal
cake maka cairan yang lewat akan semakin jernih karena pori-pori cake yang
semakin rapat. Factor berikutnya yaitu waktu, pada waktu, semakin lama proses
filtrasi berlangsung maka hasil yang didapat akan semakin jernih dan laju alir
semakin lambat, yang dikarenakan cake yang tertahan pada plate.
Pada tahanan cake dengan tekanan 1 bar didapatkan sebesar 206991,1027
kg/m2 dan pada tekanan 2 bar tahanan cake yang didapat sebesar 86412,9508
kg/m2.

IX. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan filter press yang telah dilakukan, dapat


disimpulkan bahwa :

1. Filter press bekerja dengan memanfaatkan tekanan


2. Semakin lama waktu penyaringan maka semakin tebal endapan dan
menyebabkan semakin jernih filtrate yang dihasilkan
3. Factor factor yang mempengaruhi filter press diantaranya cara pemasangan
plate lempeng yang harus benar dan rapat, tebal cake, dan waktu filtrasi yang
digunakan
4. P = 1 bar, Rc = 206991,1027 kg/m2
P = 2 bar, Rc = 86412,9508 kg/m2
DAFTAR PUSTAKA

Timpenyusun.2015.Penuntun praktikum satuan operasi 1. Palembang : Politeknik Negeri


Sriwijaya

Jobsheet.2014.Praktikum perlakuan mekanik modul plate and frame filter press. Bandung :
Politeknik Negeri Bandung

Tiarafani,ulfia.2014.Laporan praktikum perlakuan mekanik modul plate and frame filter


press.Bandung: Politeknik Negeri Bandung

GRAFIK PERCOBAAN
Grafik Pada Tekanan 1 Bar
1600
1400
f(x) = 18807544.47x^3 - 1801091.99x^2 + 53239.22x - 13.09
1200 R = 0.98
1000
800 1 bar Polynomial (1 bar )
t/v
600
400
200
0
0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08

VOLUME (m3)
Grafik Pada Tekanan 2 Bar
1400

1200
f(x) = 88862403.08x^3 - 7183471.53x^2 + 166458.72x + 23.75
1000 R = 0.96

800
2 bar Polynomial (2 bar)
t/v 600

400

200

0
0 0.01 0.01 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.04 0.05 0.05

VOLUME (m3)

GAMBAR ALAT
Seperangkat alat filter press