Anda di halaman 1dari 12

SENSOR KAPASITIF

SENSOR

Sensor kapasitif banyak digunakan sebagai pendeteksi perpindahan yang sangat kecil. Jadi sensor kapasitif ini terbentuk dari 2 plat sejajar dengan bahan dielektrik sebagai pemisah. Terdapat 10 bahan dielektrik diantaranya vakum, air, silikon, keramik. Setiap bahan dielektrik ini mempunyai nilai permitivitas sendiri, dimana nilai ini sangat berpengaruh pada nilai kapasitansi yang dihasilkan.

sangat berpengaruh pada nilai kapasitansi yang dihasilkan. Dari 2 plat sejajar dalam sensor kapasitif, 1 plat

Dari 2 plat sejajar dalam sensor kapasitif, 1 plat dengan posisi tetap dan 1 plat lainnya akan berubah sesuai perpindahan obyek yang diukur. Persamaan dari sensor kapasitif ini adalah C = e A/d. Salah satu jenis sensor kapasitif adalah mikropon kapasitif. Selain untuk mendeteksi perpindahan, sensor kapasitif juga dapat digunakan untuk mengukur tekanan (pressure). Sebenarnya pengukuran tekanan ini juga bisa dianggap mengukur perpindahan, hanya saja perpindahan secara vertikal. Dengan memanfaatkan karakteristik dari bahan dielektrik, sensor kapasitif digunakan juga bisa untuk mengukur kelembapan.

Dengan memanfaatkan karakteristik dari bahan dielektrik, sensor kapasitif digunakan juga bisa untuk mengukur kelembapan. 1

1

Dengan memanfaatkan karakteristik dari bahan dielektrik, sensor kapasitif digunakan juga bisa untuk mengukur kelembapan. 1

RANGKAIAN ELEKTRONIK TRANSDUSER KAPASITIF

RANGKAIAN ELEKTRONIK TRANSDUSER KAPASITIF Kapasitas sebuah kapasitor dapat ditentukan oleh perubahan jarak antara

Kapasitas sebuah kapasitor dapat ditentukan oleh perubahan jarak antara konduktor, tipe dielektrik atau luas penampang konduktor. Sebuah transducer kapasitif adalah variabel kapasitor yang kapasitansinya berubah karena kondisi fisik misalnya tinggi cairan, jenis cairan kimia,

tekanan, dan ketebalan atau vibrasi. Hubungannya dapat ditentukan

C

0

kA

d

Perubahan salah satu dari 3 faktor tersebut menghasilkan perubahan kapasitansi. Gambar 2.22. menunjukkan sensor kapasitif di mana kapasitansi sebanding dengan jarak antara alat diafragma dengan plat statis sebagai akibat tekanan eksternal. Perubahan kapasitansi dapat diukur dengan sebuah rangkaian jembatan atau rangkaian oscilator.

Bila digunakan pada rangkaian osilator, perubahan kapasitas menghasilkan perabahan frekuensi oscilator sebanding dengan perubahan tekanan pada alat diafragma.

SENSOR INDUKTIF

menghasilkan perabahan frekuensi oscilator sebanding dengan perubahan tekanan pada alat diafragma. SENSOR INDUKTIF 2

2

Sensor induktif adalah alat yg merasakan keberadaan suatu objek logam. Prinsip kerjanya adalah jika ada logam mendekat maka aka nada arus listrik dibangkitkan pada sensor tersebut. Suatu pemakaian diperlihatkan pada gambar 4-3 (c).Sensor kedekatan ( A’ dan B’ ) mendeteksi target A dan B yg bergerak pada arah yg diperlihatkan oleh anak panah. Ketika A mencapai A’ mesin berbalik arah putarnya, mesin berbalik lagi ketika B mencapai B’. Pada prinsipnya sensor induktif terdiri dari kumparan, osilator, rangkaian detektor dan output elektronis

kumparan, osilator, rangkaian detektor dan output elektronis LVDT Fig. 7.9. Circuit diagram of the LVDT Arus

LVDT

osilator, rangkaian detektor dan output elektronis LVDT Fig. 7.9. Circuit diagram of the LVDT Arus eksitasi
osilator, rangkaian detektor dan output elektronis LVDT Fig. 7.9. Circuit diagram of the LVDT Arus eksitasi

Fig. 7.9. Circuit diagram of the LVDT

Arus eksitasi pada bagian primer; Vout: tegangan induksi

Sensor magnet yang populer adalah LVDT (Linear Variable Differential Transformer). Kerja dari LVDT ini adalah kerja yang memanfaatkan faktor induksi magnet. Jadi batangan magnet akan digerakkan pada bagian lilitan primer dari LVDT yang akan mengakibatkan induksi magnet pada lilitan sekunder. Induksi magnet yang terbangkitkan pada lilitan sekunder menyebabkan keluarnya tegangan listrik. Tegangan listrik ini yang akan diukur sehingga besaran magnet dapat diukur.

3

SENSOR HALL EFFECT V H : Potensial Hall K H : Faktor sensitivitas (tetapan Hall)

SENSOR HALL EFFECT

SENSOR HALL EFFECT V H : Potensial Hall K H : Faktor sensitivitas (tetapan Hall) (Volt/Gauss)
SENSOR HALL EFFECT V H : Potensial Hall K H : Faktor sensitivitas (tetapan Hall) (Volt/Gauss)

VH: Potensial Hall KH: Faktor sensitivitas (tetapan Hall) (Volt/Gauss)

Sensor Hall Effect dapat merespon intensitas medan magnet yang terdapat disekitarnya. Sensor ini mempunya 3 pin. Apabila tidak ada magnet disekitar (dekat) sensor tersebut, maka tegangan outputnya sama dengan setengan tegangan supply.

Jika ada kutub selatan sebuah magnet berada di dekat sensor tersebut, maka tegangan output naik. Nah, besarnya kenaikan tegangan output secara proporsional tergantung dari pada kekuatan medan magnet yang ada. Jika ada kutub utara sebuah magnet berada di sekitar sensor tersebut, maka tegangan output akan turun.

Salah satu tipe sensor hall effect adalah UGN3503. Sensor ini membutuhkan tegangan supply antara 4,5V sampai 6V.

4

Sensor Hall Effect dapat merespon intensitas medan magnet yang terdapat disekitarnya. Sensor

ini mempunya 3 pin. Apabila tidak ada magnet disekitar (dekat) sensor tersebut, maka tegangan

outputnya

tegangan supply.

sama

dengan

setengan

PRINSIP PENGUKURAN HALL EFFECT

supply. sama dengan setengan PRINSIP PENGUKURAN HALL EFFECT Di dalam sensor ini sudah dibangun sebuah penguat

Di dalam sensor ini sudah dibangun sebuah penguat yang memperkuat sinyal dari rangkaian

sensor dan menghasilkan tegangan output ditengah-tengah tegangan suplai. Pada sensor ini jika mendapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub utara maka akan menghasilkan pengurangan pada tegangan output sebaliknya jika terdapat pengaruh medan magnet dengan polaritas kutub selatan maka akan menghasilkan peningkatan tegangan pada outputnya. Sensor

ini dapat merespon perubahan kekuatan medan magnet mulai kekuatan medan magnet yang statis

maupun kekuatan medan magnet yang berubah-ubah dengan frekuensi sampai 20KHz.

Sensor Optikal (sensor serat optik)

Sensor serat optik dapat digunakan secara efektif sebagai pendekteksi ketinggian permukaan. Pendeteksi ketinggian permukaan cairan dengan 2 fiber dan sebuah prisma ditunjukkan oleh gambar berikut

5

Pendeteksi ini memanfaatkan perbedaan antara indeks bias udara dan cairan yang terukur. Ketika sensor berada

Pendeteksi ini memanfaatkan perbedaan antara indeks bias udara dan cairan yang terukur. Ketika sensor berada di atas permukaan cairan, serat penyebar (sebelah kiri) mengirimkan hampir keseluruhan cahayanya ke serat penerima (sebelah kanan) akibat refleksi internal total pada prisma. Namun beberapa sinar cahaya yang mendekati permukaan prisma reflektif pada sudut yang kurang dari sudut refleksi internal total hilang ke lingkungan. Ketika prisma mencapai permukaan cairan, sudut refleksi internal total berubah karena indeks bias cairan lebih tinggi dari indeks bias udara.

Versi lain dari sensor serat optik adalah fabry-perot sensors. Untuk mengukur perpindahan yang sangat kecil dengan presisi yang tinggi di lingkungan yang keras dapat digunakan rongga optik Fabry-Perot. Rongga terdiri dari kaca-kaca semireflektif yang saling berhadapan dan dipisahkan oleh jarak sebesar L (perhatikan gambar (A) di bawah ini).

oleh jarak sebesar L (perhatikan gambar (A) di bawah ini). Cahaya dari sumber yang diketahui (misalnya

Cahaya dari sumber yang diketahui (misalnya laser) masuk ke dalam rongga dan foton yang berada dalam rongga memantul diantara 2 kaca dan saling berinterferensi satu sama lain. Sebenarnya rongga ini adalah tank penyimpanan cahaya.

6

Sensor Ultrasonik

Untuk pengukuran jarak non-kontak, sensor aktif yang mentransmisikan beberapa jenis sinyal pemandu dan menerima dan menerima sinyal pantul dapat dapat dibentuk. Energi yang ditransmisikan mungkin dalam bentuk radiasi apapun, elektromagnetik pada jarak optik, elektromagnetik pada jarak gelombang mikro, akustik, dan seterusnya.

pada jarak optik, elektromagnetik pada jarak gelombang mikro, akustik, dan seterusnya. Jarak ke objek: Pizoelektrik 7

Jarak ke objek:

pada jarak optik, elektromagnetik pada jarak gelombang mikro, akustik, dan seterusnya. Jarak ke objek: Pizoelektrik 7

Pizoelektrik

pada jarak optik, elektromagnetik pada jarak gelombang mikro, akustik, dan seterusnya. Jarak ke objek: Pizoelektrik 7

7

Jenis yang paling umum dari perangkat eksitasi yang dapat menghasilkan gerakan permukaan dalam rentang ultrasonik adalah transduser piezoelektrik. Gambar di atas menunjukkan tegangan masukan diberikan ke elemen keramik sehingga menjadi lentur dan mentransmisikan gelombang ultrasonik. Karena piezoelektrik adalah fenomena yang reversibel, elemen dapat bekerja sebagai pentransmisi dan penerima. Frekuensi operasi dari piezoelektrik ini adalah sekitar 32 kHz.

operasi dari piezoelektrik ini adalah sekitar 32 kHz. Gambar di atas adalah diagram sensitivitas arah. Diagram

Gambar di atas adalah diagram sensitivitas arah. Diagram ini penting untuk aplikasi tertentu. Semakin sempit diagram, semakin semakin sensitif transduser.

Detektor Microwave

Prinsip kerja detektor microwave didasarkan pada radiasi gelombang e.m pada frekuensi radio (RF) 10.525 GHz dan 24.125 GHz yang menuju ke objek.

Efek Doppler adalah dasar pengukuran/detektor ultrasonik dan microwave.

adalah dasar pengukuran/detektor ultrasonik dan microwave. Beda fasa gelombang transmisi dan gelombang pantulan

Beda fasa gelombang transmisi dan gelombang pantulan berkaitan langsung dengan jarak ke target. Perlu rangkaian detektor peka fasa.

Frekuensi gelombang yang dipantulkan adalah

langsung dengan jarak ke target. Perlu rangkaian detektor peka fasa. Frekuensi gelombang yang dipantulkan adalah atau

atau

langsung dengan jarak ke target. Perlu rangkaian detektor peka fasa. Frekuensi gelombang yang dipantulkan adalah atau

8

Frekuensi Doppler:

Frekuensi Doppler: Detektor Fasa ( Untuk v/c 0 <<1 ) Detektor fasa bekerja dengan cara membandingkan
Frekuensi Doppler: Detektor Fasa ( Untuk v/c 0 <<1 ) Detektor fasa bekerja dengan cara membandingkan

Detektor Fasa

( Untuk v/c0 <<1 )

Detektor fasa bekerja dengan cara membandingkan nilai frekuensi referensi dengan nilai frekuensi dari n-devider. Keluaran akan bernilai 0 volt apabila frekuensi referensi dan frekuensi dari n-devider bernilai sama. Sedangkan keluaran akan bernilai besar atau kecil dari 0 apabila frekuensi referensi dan frekuensi dari n-devider yang dihasilkan berbeda.

dan frekuensi dari n-devider yang dihasilkan berbeda. Capacitive Occupancy Detector Tubuh manusia yang konduktif

Capacitive Occupancy Detector

yang dihasilkan berbeda. Capacitive Occupancy Detector Tubuh manusia yang konduktif memudahkan terbentuknya

Tubuh manusia yang konduktif memudahkan terbentuknya kapasitor antara tubuh dengan medium di sekitarnya.

9

Salah satu aplikasi dari capacitive occupancy detector (detektor kepemilikan) adalah detektor kehadiran orang pada mobil.

Salah satu aplikasi dari capacitive occupancy detector (detektor kepemilikan) adalah detektor kehadiran orang pada mobil.

kepemilikan) adalah detektor kehadiran orang pada mobil. Gambar di atas mengilustrasikan sistem keamanan kapasitor

Gambar di atas mengilustrasikan sistem keamanan kapasitor untuk automobile. Sensor pemeriksaan ditanam pada kursi mobil. Sensor pemeriksaan membentuk satu plat kapasitor Cp. Keping kapasitor yang lainnya terbentuk oleh badan mobil atau keping kapasitor terpisah yang diposisikan di tikar lantai mobil. Kapasitor referensi Cx terdiri dari kapasitor yang mudah ditentukan posisinya atau mudah diseimbangkan yang mana ditempatkan dekat dengan probe kursi. Keping probe dan kapasitor referensi masing-masing terhubung ke dua input dari detektor (resistro R1 dan R2). Konduktor sebaiknya dipelintir untuk mengurangi sinyal-sinyal pengganggu.

dipelintir untuk mengurangi sinyal-sinyal pengganggu. Jika ada orang yang duduk di kursi menghasilkan kapasitor

Jika ada orang yang duduk di kursi menghasilkan kapasitor yang paralel dengan Cp, sehingga amplitudo spike akan bertambah. Penambahan ini dapat dideteksi oleh komparator.

10

Triboelectric Motion Detector

Setiap objek dapat mengumpulkan listrik statis pada permukaannya. Ini terjadi secara alami timbul dari efek listrik tribo. Biasanya, udara mengandung ion positif dan ion negatif yang dapat ditarik tubuh manusia, sehingga mengubah muatannya.

dapat ditarik tubuh manusia, sehingga mengubah muatannya. Gambar di atas menunjukkan detektor gerakan triboelektrik

Gambar di atas menunjukkan detektor gerakan triboelektrik monopolar. Detektor ini terdiri dari elektroda konduktif yang terhubung ke konverter impedansi analog dibuat dengan MOS transistor Q1 resistor bias R1, kapasitansi masukan C0, tahapan penambahan, dan jendela komparator.

Setiap objek dapat bermuatan elektrostatik sehingga membentuk medan listrik yang dapat menginduksi muatan ke objek lainnya. Nilai R1 harus besar dari 10^10 ohm agar sensitif terhadap gerakan objek.

Optoelectronic Motion Detector

Prinsip operasi dari detektor gerakan optoelektronik didasarkan pada deteksi cahaya pada objek yang bergerak. Detektor aktif membutuhkan sumber cahaya tambahan (misalnya (LED). Detektor pasif merasakan emisi inframerah jarak jauh dari objek yang memiliki suhu yang berbeda dari sekitarnya.

Objek memancarkan atau memantulkan cahaya. Perubahan intensitas dapat dideteksi. Salah satu contoh aplikasi dari detektor gerakan optoelektrik adalah CCTV.

11

Termokopel Termokopel adalah perangkat yang terdiri dari dua konduktor yang berbeda (biasanya paduan logam) yang

Termokopel

Termokopel adalah perangkat yang terdiri dari dua konduktor yang berbeda (biasanya paduan logam) yang menghasilkan tegangan yang proporsional dengan suhu perbedaan antara kedua ujung pasangan konduktor. Termokopel banyak digunakan sensor suhu untuk pengukuran dan kontrol dan juga dapat digunakan dengan konektor standar, dan dapat mengukur berbagai suhu.

Setiap persimpangan logam berbeda akan menghasilkan potensial listrik yang berhubungan

dengan suhu.

Termokopel banyak digunakan dalam ilmu pengetahuan dan industri; aplikasi

termasuk pengukuran suhu untuk kiln , turbin gas buang, diesel engine, dan proses industri lainnya.

gas buang, diesel engine, dan proses industri lainnya. DAFTAR PUSTAKA Jacob Fraden.Handbook of Modern Sensors

DAFTAR PUSTAKA

Jacob Fraden.Handbook of Modern Sensors Physics Designs and Applications.2004

http:// wikipedia.com/thermocouple

12