Anda di halaman 1dari 3

Tahapan Komunikasi Interpersonal dan Penyampaian Berita Buruk

Oleh Chintya Putri Erlianti, 1606890265

Judul

: 1. Interpersonal Relationship Stages

2.

6-Step Protocol for Communicating Bad News

Penulis

: 1. Joseph A. Devito

2. Robert Buckman

Data Publikasi : 1. The Interpersonal Communication Book, 13th Edition, 2013

2. How to Break Bad News: A Guide for Health Care Professionals, 1992

Pendahuluan

Pengertian dari komunikasi interpersonal menurut Joseph A. Devito adalah penyampaian pesan oleh satu orang serta penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera. Komunikas Interpersonal merupakan hal yang harus dikuasai oleh indivdu, karena hal tersebut merupakan suatu aspek yang cukup penting untuk membangun social skill seseorang. Komunikasi Interpersonal harus dilakukan oleh seseorang karena melalui komunikasi antar pribadi ini kita dapat mengetahui bagaimana cara memahai diri kita, bagaimana memahami orang lain, bahkan bagaimana cara melihat melalui sudut pandang mereka.

Isi Bacaan

Komunikasi interpersonal akan sangat erat hubungannya dengan penyampaian berita buruk yang akan dibahas kali ini. Untuk menyampaikan berita buruk kepada pasien atau kepada orang lain dibutuhkan etika dan cara-cara yang tepat dan perlu dipelajari lebih dalam.

Kali ini saya akan membahas tahapan-tahapan dari komunikasi interpersonal dan cara penyampaian berita buruk kepada pasien atau orang lain dengan pendekatan interpersonal.

Devito, dalam bukunya The Interpersonal Communication, memberikan gambaran tahapan hubungan melalui “model hubungan lima tahap” yang menguraikan tahap-tahap penting dalam pengembangan hubungan. Kelima tahap itu diantaranya :

1. Kontak (contact)

Pada tahap pertama kita membuat kontak. Pada tahap inilah penampilan fisik begitu penting, karena dimensi fisik paling terbuka untuk diamati secara mudah. Namun demikian, kualitas-kualitas lain seperti sikap bersahabat, kehangatan, keterbukaan dan dinamisme juga terungkap pada tahap ini. Jika kita menyukai orang ini dan ingin melanjutkan hubungan kita berlanjut ke tahap kedua

2. Keterlibatan (involvement)

Tahap keterlibatan adalah tahap pengenalan lebih jauh, ketika kita ingin mengikatkan diri kita untuk lebih mengenal orang lain dan juga mengungkapkan diri kita

3. Keakraban (intimacy)

Pada tahap keakraban, kita mengikatkan diri kita lebih jauh pada orang ini. Kita mungkin membina hubungan primer (primary relationship), dimana orang ini menjadi sahabat baik atau orang terdekat lainnya.

4. Perusakan (deterioration)

Dua tahap berikutnya merupakan penurunan hubungan, ketika ikatan di antara kedua pihak mulai melemah. Pada tahap perusakan kita mulai merasa bahwa hubungan ini mungkin tidaklah sepenting yang kita kira sebelumnya. Kita berdua mulai semakin jauh, makin sedikit waktu senggang yg dilalui bersama. Kalaupun kita saling bertemu, hanya berdiam diri tak bicara untuk mengungkapkan diri. Jika tahapan ini berlanjut, kita memasuki tahap pemutusan.

5. Pemutusan (disso lution)

Tahap pemutusan adalah pemutusan ikatan yang mepertalikan kedua pihak. Jika bentuk ikatan itu adalah pernikahan, pemutusan hubungan dilambangkan dengan perceraian, walaupun pemutusan hubungan aktual dapat berupa hidup berpisah.

Kelima tahap tersebut kemudian akan berhubungan dengan bagaimana kita menyampaikan berita buruk kepada pasien. Disini, saya akan menyebutkan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam menyampaikan berita buruk kepada pasien. Berikut ini merupakan teknik atau tahapan-tahapan menyampaikan berita buruk terhadap pasien menurut Buckman (1992) dalam bukunya “How to Break Bad News: A Guide for Health Care Professionals, 1992”, diantaranya:

1. Melakukan persiapan.

2. Menanyakan apa yang pasien tau tentang penyakitnya.

3. Menanyakan seberapa besar keingintahuan pasien terhadap penyakitnya.

4. Menyampaikan berita.

5. Memberikan respon terhadap pasien.

6. Merencanakan tindak lanjut.

Penutup

Kesimpulannya, dari tahapan-tahapan menjalin hubungan interpersonal dan teknik penyampaian berita buruk, keduanya berhubungan sangat erat. Apabila kita, sebagai tenaga ahli kesehatan nantinya tidak menyampaikan berita tersebut dengan melakukan prosedur yang telah ditentukan, maka kemungkinan buruk yang akan dihadapi pasien atau keluarga dari pasien tersebut pasti ada. Kemungkinan buruk tersebut dapat berupa perasaan traumatik dari pasien atau keluarga pasien yang seharusnya dapat kita minimalisir. Karena, sebagai calon ahli kesehatan di masa depan, kita harus mengerti bahwa pada dasarnya hal terpenting dari penyampaian berita buruk adalah attitude (sikap dan perilaku) penyampai berita, informasi yang jelas, privasi dan kemampuan penyampai berita menjawab pertanyaan. Kemampuan penyampaian berita itu sendiri dapat kita latih dengan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal.

Daftar Pustaka

Buckman R. How to Break Bad News: A Guide for Health Care Professionals. Baltimore, MD: The Johns Hopkins University Press; 1992

DeVito JA. The Interpersonal Communication. 13th Edition. New Jersey: Pearson Education; 2013.