Anda di halaman 1dari 4

DIELEKTRIK

Dielektrik adalah sejenis bahan isolator listrik yang yang dapat dikutubkan dengan cara

menempatkan bahan dielektrik dalam medan listrik. Suatu material nonkonduktor, seperti kaca,

kertas, atau kayu, disebut dielektrik. Ketika ruang di antara dua konduktor pada suatu kapasitor

diisi dengan dielektrik, kapasitansi naik sebanding dengan faktor yang merupakan karakteristik

dielektrik dan disebut konstanta dielektrik. Hal ini ditemukan secara eksperimental oleh Michael

Faraday. Kenaikan kapasitansi ini disebabkan oleh : melemahnya medan listrik di antara keping

kapasitor akibat kehadiran dielektrik. Dengan demikian, untuk jumlah muatan terententu pada

keping kapasitor, perbedaan potensial menjadi lebih kecil dan rasio Q/V bertambah besar.

Dielektrik dapat memperlemah medan listrik antara keping-keping suatu kapasitor

karena dengan hadirnya medan listrik molekul-molekul dalam dielektrik akan menghasilkan

medan listrik tambahan yang arahnya berlawanan dengan medan listrik luar. Jika molekul-

molekul dalam dielektrik bersifat polar, dielektrik tersebut memiliki momen dipol permanen.

Momen dipol secara normal tersebar secara acak (Gambar 21-3a). Dalam pengaruh medan listrik

di antara keping-keping kapasitor, momen dipol menerima suatu gaya torka yang memaksa

momen dipol tersebut menyearahkan diri dengan arah medan listrik


Gambar 1 (a) Dipol-dipol listrik yang tersebar secara acak dari suatu dielektrik polar tanpa kehadiran

medan listrik luar. (b) Dalam pengaruh medan listrik luar, dipol-dipol menyerahkan dirinya sejajar dengan

arah medan listrik.

Kemampuan momen dipol untuk menyearahkan diri dengan medan listrik bergantung

pada kuat medan dan temperatur. Pada temperatur tinagi, gerak v termal molekul-molekul yang

bersifat acak, cenderung menghambat proses penyearahan. Jika molekul-molekul dielektrik

bersifat non polar, maka dalam pengaruh suatu medan listrik luar, molekul-molekul dielektrik

akan menginduksi momen-momen dipol yang searah dengan arah medan.

Suatu dielektrik dengan mornen-momen dipol yang searah dengan medan listrik

dikatakan terpolarisari oleh medan, tidak peduli apakah polarisari tersebut disebabkan oleh

penyearahan momen-momen dipol permanen dari suatu molekul-molekul polar atau akibat

terjadinya momen-momen dipol induksi dalam molekul-molekul non-polar. Pada kedua kasus,

dipol-dipol, molekular menghasilkan suatu medan listrik tambahan yang arahnya berlawanan

dengan medan awal, sehingga dapat melemahkan medan awal.

Pengaruh total dari polarisasi suatu dielektrik homogen adalah hadirnya muatan

permukaan pada bidang batas antara dielektrik dan keping kapasitor seperti ditunjukkan pada

Gambar 2. ketika suatu dielektrik diletakkan antara keping-keping kapasitor, medan listrik dari

kapasitor mempolarisasikan molekul-molekul dielektrik. Hasilnya adalah terdapat suatu muatan

terikat pada permukaan dielektrik yang menghasilkan medan listrik yang berlawanan dengan

medan listrik luar. Dengan demikian, medan listrik antara keping-keping kapasitor menjadi

lemah dengan adanya dielektrik.


Gambar 2 Muatan permukaan pada bidang batas antara dielektrik dan keping kapasitor Muatan

permukaan yang terikat pada dielektrik ini menghasilkan medan listrik yang berlawanan dengan

arah medan listrik yang disebabkan oleh muatan-muatan bebas pada konduktor-konduktor.

Akibatnya medan listrik di antara keping kapasitor menjadi lebih lemah seperti diilustrasikan

pada Gambar 3.

Densitas muatan pada permukaan dielektrik disebabkan oleh pergeseran muatan-muatan

molekular negatif dan positif di sekitar pemukaan akibat medan listrik luar dari kapasitor.

Muatan-muatan tersebut pada dielektrik disebut muatan terikat karena muatan-muatan tersebut

terikat pada molekul-molekul dielektrik, sehingga tidak dapat bergerak seperti halnya muatan-

muatan bebas dalam keping-keping konduktor pada suatu kapasitor. Walaupun muatan-muatan
terikat tidak ditemukan lagi jika medan listrik ditiadakan, muatan-muatan terikat juga dapat

menghasilkan suatu medan listrik seperti halnya muatan lain.

FERROELEKTRIK

Ferroeletrik merupakan gejala terjadinya polarisasi listrik spontan, tanpa menerima

medan lisrik dari bahan luar. Sementara polarisasi itu sendiri merupakan jumlah momen dipole

persatuan luas.

Momen dipol memiliki posisi masing-masing seperti yang diperlihatkan di atas, namun ketika

diusik/digangu dengan suatu medan sebesar E, maka momen dipol akan menjadi searah, ketika

sydah searah semua dan E tetap dinaikan, maka jumlah momen dipol yang searah tetap sama

(karena semua momen dipole sudah searah). Kondisi semacam ini dinamakan keadaan jenuh

Kemudian ketika usikan tersebut diturunkan, dalam artian besarnya E dikurangi atau

diturunkan maka momen dipol ada yangb tetap searah dan ada momen dipol yang balik arah

(tidak semua bergerak kearah sebelum diberi medan listrik E). ini dinamakan dengan medan

koersif sperti diilustrasikan pada gambar berikut.