Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah, karena berkat-Nya lah kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul Abstrak dan Daftar Pustakaini .
Dalam makalah ini penulis mencoba untuk menjelaskan tentang abstrak dan daftar
pustaka yang ada dalam bahasa Indonesia yang kita gunakan dalam keseharian kita.
Penulis sadar bahwa penulis sebagai orang yang mengerjakan makalah ini, masih banyak
kekurangan sehingga makalah ini jauh dari kata sempurna. Kami sebagai penulis akan sangat
menerima jika ada masukan dan saran untuk meningkatkan kinerja kami selanjutnya. Terima
kasih.

B. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian abstrak?
b. Apa fungsi abstrak?
c. Apa saja tipe-tipe abstrak?
d. Bagaimana cara penggunaan abstrak?
e. Apa pengertian daftar pustaka?
f. Apa saja jenis-jenis daftar pustaka?
g. Bagaimana cara penulisan daftar pustaka?
h. Apa saja fungsi daftar pustaka?
i. Apa saja unsur-unsur yang terdapat dalam daftar pustaka?

C. Tujuan Penulisan
1. Memahami lebih dalam tentang bahasa Indonesia, terutama dalam bidang abstrak dan
daftar pustaka.
2. Memudahkan mahasiswa untuk lebih memahami tentang bahasa Indonesia.
3. Meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa agar dapat bersaing dalam masyarakat
luas.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Abstrak
Pengertian umum abstrak adalah penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada
tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat
kepada pembaca.Sedangkan pengertian khusus abstrak adalah sesuatu yang dilihat tidak
mengacu kepada obyek atau peristiwa khusus. Abstraksi menyajikan secara simbolis atau
secara konseptual serta secara imajinatif sesuaru yang tidak dialami secara langsung. Jadi
abstrak adalah kata yang menunjukan kepada sifat, kondisi dan kegiatan yang dilepas dari
objek tertentu.Pemahaman akan pengertian abstrak sepertinya masih dianggap sebagai suatu
yang sulit bahkan tak teraplikasi.Sebagaimana tertera di atas, suatu aliansi adalah suatu
pengertian abstrak (dalam arti tidak dapat dilihat dengan mata), maka suatu perjanjian adalah
suatu peristiwa atau kejadian yang konkret. Misalnya: Perjanjian jual beli.

B. Fungsi Abstrak.
Fungsi abstrak adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat perihal hasil
penelitian yang telah dilakukan.Uraian yang hanya satu halaman tersebut memudahkan
abstrak dimasukkan dalam jaringan internet. Hal ini dimaksudkan memudahkan Anda
mengetahui hasil penelitian tanpa harus membaca keseluruhan penelitian yang berlembar
lembar. Sehingga abstrak membantu Anda dalam mencari referensi dalam penelitian yang
Anda cari.
Adanya abstrak akan menghindari tindakan plagiasi oleh pihak yang tidak bertanggung
jawab. Sebuah penelitian akan terlindungi jika hanya abstraknya saja yang ditampilkan dan
diperluas di internet.
C. Tipe-Tipe Abstrak
Abstrak dalam seuah penulisan karya ilmiah memiliki beberapa jenis penulisan
berdasarkan isinya. Abstrak dapat diklasifikasikan dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.
Abstrak indikatif adalah abstrak yang menyajikan uraian secara singkat mengenai masalah
yang terkandung dalam laporan atau karya ilmiah lengkapnya. Abstrak indikatif bertujuan
agar pembaca mengetahui isi informasi tanpa memadatkan isi informasi aslinya dan hanya
memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan. Maka, pembaca dapat mempertimbangkan
apakan tulisan asli perlu dibaca atau tidak.
Abstrak informatif adalah miniatur laporan atau karya ilmiah asli dengan menyajikan data
dan informasi secara lengkap sehingga pembaca tidak perlu lagi membaca tulisan aslinya,
kecuali untuk mendalaminya. Dalam ringkasan informatif, disajikan keseluruhan tulisan asli
dalam bentuk mini. Seperti, judul, penulis, institusi, tujuan, metode dan analisis laporan, hasil
penelitian, dan kekakuan.

D. Cara Penggunaan Abstrak


Membuat ringkasan tidaklah mudah, namun juga bukan merupakan hal yang
menakutkan. Ada beberapa tips khusus untuk Anda dalam membuat abstrak, sehingga dapat
terhindar dari kesalahan yang sifatnya umum..Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam penulisan abstrak.
a. Semua bagian harus seimbang. Jangan hanya menonjolkan hanya salah satu aspek saja,
seperti judul saja atau penggunaan metode penelitian saja, tetapi mengomentari hasil
penelitian lebih ditekankan.
b. Pastikan penulisan abstrak menggunakan unsure 5W + 1H dengan lengkap.
c. Harus ada hubungan yang kohesif antar unsure penelitiannya. Harus ada benang merah dari
hasil penelitian yang telah dilakukan.
d. Pilihlah kata kunci yang sesuai dengan subjek dan objek penelitian yang telah dilakukan.
Salah satu fungsi dari daftar pustaka adalah untuk memberikan arah bagi para pembaca buku
atau karya tulis yang ingin melanjutkan studi atau untuk melakukan pengecekan ulang
terhadap karya tulis yang bersangkutan. Fungsi dari daftar pustaka adalah untuk memberikan
apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil
karyanya yang turut menyumbang peraran dalam penulisan karya tulis yang kita tulis. Dan
fungsi lain daftar pustaka yang tak kalah penting adalah menjaga profesionalitas kita (jika
kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Daftar Pustaka


Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita
pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul
buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian
dengan sebuah karangan (contohnya: thesis).

B. Jenis-Jenis Daftar Pustaka


1. Kelompok Textbook
a. Penulis perorangan
b. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor
c. Buku yang ditulis / dibuat oleh lembaga
d. Buku terjemahan

2. Kelompok Jurnal
a. Artikel yang disusun oleh penulis
b. Artikel yang disusun oleh lembaga
c. Kelompok makalah yang diresentasikan dalam seminar / konferensi /
simposium

3. Kelompok disertasi / tesis

4. Kelompok makalah / informasi dari Internet


C. Cara Penulisan Daftar Pustaka
a.Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama
depan.
b.Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
c. Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku
diberi tanda titik (.).
d. Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua
(:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik.
e. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber
dirilis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di antara kedua
sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.

Untuk penulisan daftar pustaka yang berasal dari internet ada beberapa rumusan pendapat :
1. Menurut Sophia (2002), komponen suatu bibliografi online adalah:
a. Nama Pengarang
b.Tanggal revisi terakhhir
c. Judul Makalah
d. Media yang memuat
e. URL yang terdiri dari protocol/situs/path/file
f. Tanggal akses.
2. Menurut Winarko memberikan rumusan pencantuman bibliografi online di daftar pustaka
sebagai berikut:
a. Artikel jurnal dari internet: Majalah/Jurnal Online
b. Penulis, tahun, judul artikel, nama majalah (dengan singkatanresminya), nomor,
volume, halaman dan alamat website.*)
c. Nama majalah online harus ditulis miring.
d. Artikel umum dari internet dengan nama: Penulis, tahun, judul artikel, [jenis media],
alamat website (diakses tanggal ).*) Judul artikel harus ditulis miring.
e. Artikel umum dari internet tanpa nama: Anonim, tahun, judul artikel, [jenis media],
alamat website (diakses tanggal ).*) Anonim dapat diganti dengan _____. Judul
artikel harus ditulis miring.

D. Fungsi Daftar Pustaka


Fungsi sebuah Daftar Pustaka hendaknya secara tegas dibedakan dari fungsi sebuah
catatan kaki. Referensi pada catatan kaki dipergunakan untuk menunjuk kepada sumber dan
pernyataan atau ucapan yang dipergunakan dalam teks. Sebab itu referensi itu harus
menunjuk dengan tepat tempat. dimana pembaca dapat menemukan pernyataan atau ucapan
itu. Dalam hal ini selain pengarang, judul buku dan sebagainya. harus dicantumkan pu/a
nomor halaman di mana pernyataan atau ucapan itu bisa dibaca. Sebaliknya sebuah Daftar
Pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara
keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan Daftar Pustaka seluruhnya tumpang-tindih
satu sama lain.
Di pihak lain Daftar Pustaka dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu a berfungsi
sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Mengapa Daftar Pustaka itu dapat pula dilihat
sebagai pelengkap? Karena bila seorang pembaca ingin mengetahui lebih lanjut tentang
referensi yang terdapat pada catatan kaki. maka ia dapat mencarinya dalam Daftar Pustaka.
Dalam Daftar Pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku
atau majalah itu.

F. Macam-Macam Daftar Pustaka


a. Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai
pokok yang digarap itu.
b. Buku-buku khusus : yaitu buku-buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-
bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
c. Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari topik yang digarap penulis.

G. Unsur Unsur Daftar Pustaka

Unsur-unsur daftar pustaka agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan daftar pustaka,
tiap penulis harus mengetahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling
penting yang harus dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:
1. Nama penulis atau nama pengarang, yang dikutip secara lengkap
a. Apabila nama penulis terdiri lebih dari satu kata, maka nama yang paling belakang
diletakkan di depan.
Misalnya : nama penulis Sultan Takdir Alisyahbana maka di tulis dalam daftar pustaka :

Alisyahbana, Sultan Takdir. 1957. Sejarah Perjuangan dan

Pertumbuhan Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Rakyat.

b. Apabila penulisnya ada 2 penulis, maka yang dibalik cukup nama penulis yang
pertama saja.

Misal : nama penulis Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto maka di tulis dalam daftar
pustaka :

Ekosusilo, Madyo dan Bambang Triyanto. 1995. Pedoman

Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Dahara Prize.

c. Apabila penulisnya lebih dari 2 penulis, maka yang ditulis cukup nama penulis yang
pertama saja dan diberi singkatan dkk. (dan kawan-kawan) atau et.al.

Misal : Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The

Behavioral Sciences. San Francisco: WH. Freeman and Company

d. Apabila dalam sebuah daftar pustaka terdapat dua atau lebih buku yang ditulis oleh
penulis yang sama, maka pengurutannya berdasarkan tahun terbitnya, dan nama
penulis cukup ditulis sekali dan selanjutnya digantikan dengan garis.
e. Pemisahan antara nama belakang dan nama depan menggunakan tanda koma (,).
f. Setelah unsur nama penulis diakhiri tanda titik (.).

2. Judul buku, termasuk judul tambahannya.

a. Semua huruf pertama dari tiap kata ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata tugas.

b. Jika daftar pustaka diketik dengan komputer, maka judul ditulis dengan huruf miring.
Jika ditulis tangan, maka diberi garis bawah.
c. Pemisahan antara judul buku dengan tahun terbit menggunakan tanda titik.

3. Data publikasi seperti tahun terbit, tempat terbit, nama penerbit, cetakkan ke-berapa,
nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.

a. Tahun terbit

Apabila ada 2 buku atau lebih yang ditulis oleh penulis yang sama, maka yang
dituliskan lebih dulu adalah yang tahun terbitnya paling dulu. Apabila buku tersebut tidak
diketahui tahun terbitnya, maka cukup ditulis dengan t.t. (tanpa tahun).

b. Tempat terbit

Cukup menyebutkan kota lokasi penerbit buku.Pemisahan antara unsur tempat terbit
dengan nama penerbit menggunaka titik dua (:).

c. Nama penerbit

Cukup menuliskan nama perusahaan penerbitnya, Setelah unsur nama penerbit


diakhiri tanda titik(.).

4. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah,
jilid, nomor dan tahun.

Berikut ini contoh pembuatan tahun dalam daftar pustaka

Informasi dari sebuah buku :

Tahun Penerbitan : 1988

Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia

Penulis : Sabarti Akhadiah

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : PT. Gelora Aksara Permata

Maka dalam daftar pustaka kita tuliskan seperti di bawah ini :

Akhadiah, Sabarti. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT.
Gelora Aksara Permata.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
a. Abstrak adalah penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi
bagian tersendiri.

b.Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai
untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah.

c. Daftar Pustaka dapat pula dilihat dan segi lain. yaitu a berfungsi sebagai pelengkap dan
sebuah catatan kaki.

d.Pokok yang paling penting yang harus dimasukkan dalam sebuah Daftar Pustaka adalah:(1)
Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.(2) Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
(3) Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan
tebal (jumlah halaman) buku tersebut.(4) Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel
yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.

B.Saran
Perlu diperhatikan bahwasanya dalam pembuatan Daftar Pustaka Ada 7 (Tujuh) hal,
diantaranya :
a. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
b. Nama penulis diurut menurut abjad.
c. Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis
mencantumkan gelar.
d. Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.
f. Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi.
g. Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi.
h.Baris pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris
berikutnya digunakan indensi empat/tujuh ketukan.

DAFTAR PUSTAKA

Chandra, Frangky, Jago elektronika rangkaian sistem otomatis, Kawan Pustaka, Jakarta,
2011.
Gunawan, Hanapi. Prinsip-prinsip elektronik. (Malvino), PT Gelora Aksara Pratama
(erlangga), Jakarta, 1981.

http://esayunus.blogspot.co.id/2015/01/makalah-kutipan-abstrak-dan-daftar.html

http://tokofun.blogspot.com/2012/04/daftar-pustaka-arti-dan-fungsi-daftar.html