Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

PERANCANGAN ELEMEN STRUKTUR

4.1. Perancangan Pelat Lantai


Pelat lantai direncanakan menggunakan Floor Deck, data perencanaan adalah
sebagai berikut:
Beam section = W 16 x 77
Beam span = 7.5 m --> 24.505 ft
Beam spacing = 2.5 m --> 8.021 ft
Dead load = 150 kg/m --> 30.72 lbs/ft
Live load = 300 kg/m --> 61.88 lbs/ft
Beam yield stress = 50 ksi
Concrete strength = 4.5 ksi
Topping concrete thick = 8 cm --> 3.1496 in
Shear stud diameter = 0.75 in
Rib height = 7 cm --> 2.7559 in

Analisa pelat komposit dilakukan dengan perhitungan sebagai berikut :


Cek dimensi yang dibutuhkan :

t0 = 3.1496 in > 2 in [OK]


hr = 2.7559 in < 3 in [OK]
f = 3/4 in < 3/4 in [OK]
4.255
Hs = hr + 1.5 = 9 in > 3 in [OK]
s= 2 in o.c. < 36 in o.c. [OK]
wr = 3 in > 2 in [OK]
Tentukan composite properties :

Cek kapasitas momen dan geser :


Check kapasitas shear connector :

Check defleksi dan beban pada non komposit

Check defleksi beban hidup pada komposit


4.2. Perancangan Balok Anak
Pada perhitungan balok anak , End release terhadap momen lentur dilakukan pada
ujung balok ini. Balok ini dirancang untuk menerima beban gravitasi dan
meneruskannya ke kolom.

Dari hasil analisis struktur diperoleh gaya-gaya dalam pada balok seperti gambar di
bawah ini.

Gambar xx Gaya-gaya pada Sambungan Balok Bagian Dalam

Tabel xx. Dimensi Balok Anak

Balok Anak
WF 14 x 48 Satuan Konversi Satuan
bf 8.03 in 203.962 mm
db 13.80 in 350.520 mm
tf 0.60 in 15.113 mm
tw 0.34 in 8.636 mm
A 14.10 in2 9096.756 mm2
ry 1.41 in 35.814 mm
Z
78.40 in3 1284745.818 mm3
x

Periksa kelangsingan balok


bf
2 tf
<0.38
E
=
203.962
F y 2(15.113)
< 0.38

200000
350
6.74< 9.08 ---> OK
h
tw
<3.76

E 350.52(2 x 15.113)
Fy
=
8.636
< 3.76
200000
350
37.08<89.88 ---> OK
Maka penampang balok kompak

Periksa kekuatan geser


V u < V V n
Dimana Vu didapat dari hasil Etabs yaitu 13.88 ton = 138.8 kN
Nilai Vn = 0.6 Fy Aw Cv
h
E
Bila T < 2.24 F =37.08<63.36 maka :
w y

Cv = 1
v = 1
Nilai Vn adalah = 0.6 x 350 x 350.52 x 8 x 10-3 = 635.68
Maka: : V u < V V n=138.8 kN <635.68 kN
Jadi balok WF 14 x 48 Dapat dipakai.

4.2.1 Desain Sambungan Balok Anak


Balok disambung dengan sambungan sederhana yang dapat menyalurkan gaya
geser Perhitungan sambungan dilakukan dengan cara berikut :

Digunakan baut ASTM A325 diameter 19 mm


Fnt = 90 ksi = 620 Mpa
n = 0.75

Periksa kekuatan nominal tumpu dan geser pada ujung balok :


- Diameter lubang, h = 19 + 1/16 = 20.59 mm

- Untuk lubang dibagian tepi


Le = 40 mm
h 20.95
Lc = Le - 2 = 40 - 2 = 29.71

Rn < 2.4 d t Fu = 1.2 x Lc t Fu < 2.4 d t Fu


= 1.2 x Lc t Fu = 123.14 kN
= 2.4 d t Fu = 157.52 kN

- Untuk lubang lainnya dengan jarak (s) = 75 mm


Le = s h = 75 20.59 = 54.41 mm
Rn < 2.4 d t Fu = 1.2 x Lc t Fu < 2.4 d t Fu
= 1.2 x Lc t Fu = 225.55 kN
= 2.4 d t Fu = 157.72 kN
Rn = 157.72 kN
Periksa kekuatan baut terhadap geser
Ab = x x d2 = x x 192 = 283.38 mm
Fnv = 48 ksi = 330 Mpa
Rn =Fnv Ab = 93.52 kN

Hitung jumlah baut


Rn = 93.52 kN (geser yang menentukan)
V u 138.8
Jumlah baut diperkirakan = Rn = 93.52 =1.48

= diketahui digunakan 1.48 baut, dicoba


menggunakan 3 baut diameter 19 mm

Periksa interaksi geser dan tarik baut


Perhitungan interaksi geser dan tarik baut dilakukan dengan perhitungan
berikut :

Moment terhadap garis netral


MNA = 2 rt ( 112.5 + 37.5 + 37.5 + 112.5)
= 600 rt
Mu = Pu e = 138.8 kN x 70 x10-3
= 9.72 kN m
600 rt = 9.72 x 106
= 16193.33 N
= 16.19 kN

Gaya geser perbaut dengan diketahui total banyak baut adalah 6 buah =
138.8 / 6 = 23.13 kN
Gaya geser perbaut
Fv = Ab

23.13 x 10 3
= 283.38
= 81.63
F nt
Fnt =1.3 Fnt - F nv Fv < Fnt
620
= 1.3 x 620 x x 81.63 < 620
0.75 x 330
= 601.6 Mpa < 620 Mpa
= 601.6 Mpa

Untuk mengetahui kelayakan sambungan diketahui dengan perhitungan


berikut
Rn > rt
Rn = 0.75 Fnt Ab
= 0.75 x 601.6 x 283.35 x 10-3
= 127.84 kN
127.84 kN > 16.19 kN ---> OK
Maka diketahui bahwa baut yang digunakan untuk sambungan memenuhi
syarat yang diperlukan

4.3. Perancangan Link Beam (EBF)


Link arah x
Gaya-gaya dalam (Output ETABS) :
PD = PL = PQE =
VD = VL = VQE =
MD = ML = MQE =

4.4. Perancangan Balok Induk (EBF)

Pada perhitungan balok induk, End release terhadap momen lentur dilakukan pada
ujung balok. Balok ini dirancang untuk menerima beban gravitasi dari balok anak
dan meneruskannya ke kolom. Balok anak berfungsi sebagai penahan lateral
sehingga Lb = 2500m.

Pada perhitungan ini ditinjau balok 2 CD lantai 3 yang dianggap mewakili gaya-
gaya dalam yang terjadi. Dari hasil analisis struktur diperoleh gaya-gaya dalam pada
balok seperti gambar di bawah ini.

Gambar xx Gaya-gaya pada Sambungan Balok Induk


Tabel xx. Dimensi Balok Induk

Balok
WF 16 x 77 Satuan Konversi Satuan
bf 10.30 in 261.620 mm
db 16.50 in 419.100 mm
tf 0.76 in 19.304 mm
tw 0.46 in 11.557 mm
A 22.60 in2 14580.616 mm2
ry 2.47 in 62.738 mm
Z
150.00 in3 2458059.600 mm3
x

Periksa kelangsingan balok


bf
2 tf
<0.38
E
=
261.20
F y 2(19.304)
<0.38
200000
350
6.77<9.08 ---> OK

h
tw
<3.76

E 419.1( 2 x 19.304 )
Fy
=
11.557
<3.76
200000
350
32.92<89.88 ---> OK
Maka penampang balok kompak

Periksa lateral-torsional buckling (tekuk torsi lateral)


Lp>2000 mm=1.76 r y
E

Fy
> 2500 mm

1.76(62.738)
200000
350
> 2500 mm

2639.516>2500 mm ---> OK
Jadi tidak ada masalah dengan lateral-torsional buckling

Periksa kekuatan geser


V u < V V n
Dimana Vu didapat dari hasil Etabs yaitu 27.63 ton = 276.3 kN
Nilai Vn = 0.6 Fy Aw Cv
h E

Bila T < 2.24 F =32.92< 63.36 maka :
w y

Cv = 1
v = 1
Nilai Vn adalah = 0.6 x 350 x 419.100 x 8 x 10-3 = 1017.14
Maka: : V u < V V n=276.3 kN <1017.14 kN
Jadi balok WF 16 x 77 Dapat dipakai.

4.4.1 Desain Sambungan Balok Induk ke Kolom


Balok disambung dengan sambungan sederhana yang dapat menyalurkan gaya
geser tapi tidak menyalurkan momen lentur ke kolom.
Perhitungan sambungan dilakukan dengan cara berikut ;
Digunakan baut ASTM A325 diameter 19 mm
Fnt = 90 ksi = 620 Mpa
n = 0.75

Periksa kekuatan nominal tumpu dan geser pada ujung balok :


- Diameter lubang, h = 19 + 1/16 = 20.59 mm
- Untuk lubang dibagian tepi
Le = 40 mm
h 20.95
Lc = Le - 2 = 40 - 2 = 29.71

Rn < 2.4 d t Fu = 1.2 x Lc t Fu < 2.4 d t Fu


= 1.2 x Lc t Fu = 164.79 kN
= 2.4 d t Fu = 210.79 kN

- Untuk lubang lainnya dengan jarak (s) = 75 mm


Le = s h = 75 20.59 = 54.41 mm
Rn < 2.4 d t Fu = 1.2 x Lc t Fu < 2.4 d t Fu
= 1.2 x Lc t Fu = 301.84 kN
= 2.4 d t Fu = 210.79 kN
Rn = 210.79 kN

Periksa kekuatan baut terhadap geser


Ab = x x d2 = x x 192 = 283.38 mm
Fnv = 48 ksi = 330 Mpa
Rn =Fnv Ab = 93.52 kN
Hitung jumlah baut
Rn = 93.52 kN (geser yang menentukan)
V u 276.3
Jumlah baut diperkirakan = Rn = 93.52 =2.95

= diketahui digunakan 2.95 baut, dicoba


menggunakan 4 baut diameter 19 mm

Periksa interaksi geser dan tarik baut pada sayap kolom


Balok pada sayap kolom mengalami kombinasi geser dan tarik.
Gambar xxxx Interaksi Geser dan Tarik

Moment terhadap garis netral


MNA = 2 rt ( 112.5 + 37.5 + 37.5 + 112.5)
= 600 rt
Mu = Pu e = 276.3 kN x 70 x10-3
= 19.34 kN m
600 rt = 19.34 x 106
= 32235 N
= 32.24 kN

Gaya geser perbaut dengan diketahui total banyak baut adalah 8 buah =
276.3 / 8 = 34.53 kN
Gaya geser perbaut
Fv = Ab

34.53 x 10 3
= 283.38
= 121.87
F nt
Fnt =1.3 Fnt - F nv Fv < Fnt
620
= 1.3 x 620 x x 121.87 < 620
0.75 x 330
= 500.77 Mpa < 620 Mpa
= 500.77 Mpa

Untuk mengetahui kelayakan sambungan diketahui dengan perhitungan


berikut
Rn > rt
Rn = 0.75 Fnt Ab
= 0.75 x 500.77 x 283.35 x 10-3
= 106.433 kN
106.433 kN > 32.24 kN ---> OK
Maka diketahui bahwa baut yang digunakan untuk sambungan memenuhi
syarat yang diperlukan

4.5. Perancangan Kolom (EBF)

Pemeriksaan akan dilakukan pada pangkal kolom terhadap pengaruh P-. Kolom
akan dihubungkan dengan balok yang di-release pada ujung ujung terhadap momen
lentur sehingga momen lentur tidak masuk ke kolom baik arah X maupun arah Y.
Kolom ditinjau pada kolom 2 C dimana gaya yang terjadi pada kolom tersebut
dianggap mewakili kolom secara keseluruhan.

Tabel xx Dimensi Kolom yang Digunakan

Kolom
WF 12 x 79 Satuan Konversi Satuan
bc
12.10 in 307.34 mm
f
dc 12.40 in 314.96 mm
tcf 0.90 in 22.86 mm
tw 0.47 in 11.94 mm
Zx 119.00 in3 1950060.62 mm3
Zy 54.30 in3 889817.58 mm3
ry 3.05 in 77.47 mm
Ag 23.1 in2 14903.20 mm2

Pemeriksaan kelangsingan penampang kolom sebagai berikut

bf
2 tf
<0.38
E
Fy
6.72<9.08 ---> OK

h
tw
<3.76

E
Fy
22.55<89.88 ---> OK

Penampang kolom kompak sehingga Mn = Mp, untuk arah sumbu lemah


kolom :
Mny = Zx Fy = 889817.58 x 350 x 10-6
= 311.43 kN m

Setelah kapasitas momen kolom diketahui, selanjutnya dihitung kapasitas aksial


kolom :
k L k L 1 x 4500
Maksimum = =
r ry 77.47
= 58.087 < 200 --> OK

=
kL
ry
<4.71
E

Fy
= 50.087 < 112.59
2 E
Fe = 2

2 200000
= 50.0872 = 584.42 Mpa

Fcr = (0.658Fy/Fe) Fy
= (0.658 350/584.42)350
= 272.4
Pn = Fcr Ag
= 4059.63 kN

Gambar xxxx Pengaruh P

Hasil analisis menujukkan perpindahan lateral pada arah X dan Y setelah


diambil nilai yang terbesar adalah 21.5 mm. karena ujung ujung balok pada arah
X dan Y di-release terhadap momen lentur maka gaya aksial akibat gempa tidak
masuk pada kolom ini sehingga Pu = 1832 kN bekerja pada arah X dan Y,
menimbulkan momen sebesar

P = 1832 x 21.5 x 10-3 = 39.388 kN - m

Selanjutnya dicoba dihitung pengaruh momen tambahan akibat P ini yang


dianggap bekerja di rangka kolom. Arah yang akan ditinjau adalah arah lemah
kolom karena lebih menentukan, dimana syaratnya :

Pu
> 0.2
Pn

Dimana :
Pu 1832
=
Pn 0.9 x 4059.63
= 0.501

Maka :
0.501 > 0.2 ---> OK

Persamaan interaksi aksial lentur menjadi :


Pu 8 Mux Muy
+ ( +
Pn 9 Mnx Mny )<1

= 0.5013 + 0.02513
= 0.5265
Maka:
0.5265 < 1 --> OK

Kolom dapat menahan pengaruh P pada saat struktur mengalami simpangan


inelastik desain.