Anda di halaman 1dari 5

Akhlak Baik Terhadap Tuhan.

Yang Meliputi Antara Lain;


I. Bertaubat (Al-taubah); ialah suatu sikap yang menyesali perbuatan buruk yang
pernah di lakukan dan berusaha menjauhinya, beserta melakukan perbuatan baik
II. Bersabar (Al-sabru); ialah suatu sikap yang betah atau dapat menahan diri pada
kesulitan yang dihadapinya. Maka sabar yang dimaksud adalah sikap yang diawali dengan
ikhtiar,lalu diakhiri dengan sikap menerima dan ikhlas bila seorang dilanda cobaan dari Allah
SWT.
III. Bersyukur (As-shukru); ialah suatu sikap yang selalu ingin memanfaatkan
dengan sebaik-baiknya, nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
IV. Bertawakkal (Al-tawakkalu); ialah menyerahkan segala urusan kepada allah
setelah berbuatse maksimal mungkin,untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkannya.
V. Ikhlas (Al-ikhlas); ialah menjauhkan diri dari riya (menunjuk-nunjukkan
kepada orang lain) ketika mengerjakan amal baik. Maka amalan seseorang dapat dikatakan
jernih,bila dikatakan dengan ikhlas.
VI. Raja (Al-raja); ialah sikap jiwa yang sedang menunggu (mengharapkan)
sesuatu oleh allah swt setelah melakukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya sesuatu yang
diharapkannya. Oleh karena itu bila tidak mengerjakan penyebabnya, lalu menunggu sesuatu
yang diharapkan, maka hal itu disebuttamaniatau hayalan.
VII. Bersikap takut (Al-khauf); ialah suatu sikap yang sedang menunggu sesuatu
yang tidak di senangi dari ALLAH SWT.

B. Akhlak Buruk Terhadap Tuhan.


Yang meliputi antara lain:
I. Takabbur (Al-kibru); suatu sikap yang menyombongkan diri, sehingga tidak
mau mengakui kekuasaan Allah d alam ini, termasuk mengingkari nikmat Allah yang berada
pada dirinya.
II. dengan menganggap bahwa ada suatu makhluk yang menyamai kekeuasaan
Nya.
III. Murtad (Ar-riddah); ialah sikap yang meninggalkan atau keluar dari agama
islam, untukmenjadi Musyrik (Al-Isyrak); ialah suatu sikap yang memper sekutukan Allah
dan makhluknya,
IV. kafir.
V. Munafiq(An-Nifaq);ialah suatu sika yang menampilkan dirinya bertentangan
dengan kemauan hatinya
VI. Riya (Ar-Riya); ialah suatu sikap yang selalu menunjuk-nunjukkan perbuatan
baiknya yang di lakukannya. Semata-mata bukan karna Allah melainkan hanya ingin di puji
oleh semua orang.
VII. Boros atau berfoya-foya (Al-Israf); ialah perbuatan yang melampaui batas-
batas ketentuan agama.
VIII. Rakus atau Tamak (Al-hirsu atau Al-Tamau); ilah suatu sikap yang tidak
pernah merasa cukup, sehingga selalu ingin menambah apa yang seharusnya ia miliki tampa
memperhatikan hak-hak orang lain.

C. Akhlak Baik Terhadap Manusia.


Yang meliputi antar lain:
I. belaskasih atau sayang(al-shafaqah); ialah sikap jiwa selalu ingin berbuat baik
dan menyantuni orang lain.
II. rasa persaudaraan(al-ikha); ialah sikap jiwa yang selalu ingin berhubungan baik
dan bersatu dengan orang lian, karena ada keteriakan batin dengannya.
III. Memberi nasehat (An- Nasihah); ialah suatu upaya untuk memberi patunjuk-
petunjuk yang baik kepada orang lain dengan menggunakan perkataan; baik ketika orang di
nasehati telah melakukan hal-hal yang buruk,maupun belum.
IV. memberi pertolongan (an-nashru); ialah suatu upaya untuk mebantu orang lain,
agar tidak mengalami suatu kesulitan.
V. menahan amarah (kazmu al- ghaizi); ialah upaya menahan emosi, agar tidak
dikuasai oleh perasaan marah terhadap orang lain.
VI. sopan-santun (al-hilmu); ialah sikap jiwa yang lemah-lembut terhadap orang
lain, sehingga dalam perkataan dan pembuatannya selalu mengandung adap-kesopanan yang
mulia.
VII. suka memaafkan (al- `afwu); ialah sikap dan perilaku seseorang yang suka
memaafkan kesalahan orang lain yang pernah di perbuat terhadapnya.

D. Akhlaq Buruk Terhadap Sesama Manusia.


Yang meliputi antara lain:
I. Mudah Marah (Al- Ghodab); ialah kondisi emosi seseorang yang tidak dapat
menahan kesabarannya, sehingga menonjolkan sikap dan perilaku yang tidak menyenangkan
orang lain.
II. Iri Hati Atau dengki ( al-hasadu atau al- hiqdu); ialah sikap kejiwaan seseorang
yang selalu menginginkan agar kenikmatan dan kebahagiaan hidup orang lain bisa hilang
sama sekali.
III. Mengadu-adu (an-namimah); ialah suatu perilaku yang suka memindahkan
perkataan seseorang kepada orang lain,dengan maksud agar hubungan sosial keduanya rusak.
IV. Mengupat (al-ghibah); ialah suatu perilaku yang suka membicarakan keburukan
seseorang kepada orang lain.
V. Bersikap congkap (al-ashar); ialah suatu sikap dan perilaku yang menampilkan
kesombongan, baik dilihat dari tingkah lakunya, maupun perkataannya.
VI. Sikap kikir (al-bukhlu); ialah suatu sikap yang tidak mau memberikan nilai
materi dan jasa kepada orang lain.
VII. Berbuat aniaya (al-zulmu); ialah suatu perbuatan yang merugikan orang lain,
baik kerugian materiil maupun non materiil.

E. Akhlak Kepada Anggota Masyarakat/Lingkungan.


Kewajiban muslim terhadap muslim yang lain, yang secara langsung apabila
dilakukan adalah juga merupakan pendidikan bagi yang bersangkutan.
Pada umumnya orang yang berkedudukan yang lebuh rendah mempunyai
kekurangan-kekurangan dan nasib ditentukan oleh orang yang mempunyai kedudukan yang
lebih tinggi. Dan sembilan sarana yang telah kami sebutkan diatas dikaji agak mendalam
sebagai berikut yang berkaitan dengan akhlak anggota masyarakat;
I. Tata Cara Berbahasa
Setiap muslim (umat islam) dan semua orang diperintahkan untuk selalu berbahasa
dengan bahasa yang jelas dan yang baik, bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara
sesuai tingkat usia, masyarakat dan tingkat kedudukannya. Didalam islam ada peribahasa
yang menyatakan bahwa Bahasa Menunjukkan Taqwa
II. Tata Cara Salam
Salam adalah penganjuran bagi orang yang hidup dimsyarakat atau dirumah sendiri. Dan
bila dilihat lebih jauh salam meningkatkan kepedulian sosial.
III. Tata Cara Makan Dan Minum
Cara memegang sesuatu (makan dan minum) yang baik adalah dengan tangan kanan. Dimulai
membasuh sebelum makan, membaca basmalah dan diakhiri mengucapkan
alhamdulillah.
IV. Tata Cara Majlis Pertemuan
Bagaimana adab kita dimajlis pertemuan? Jawabannya adalah pertama kali baru masuk harus
memberi salam, kemudian baru dapat duduk yang telah disediakan, menyalami tamu yang
mendahului duduk, jangan sekali-kali menggeser tempat duduk milik orang lain.
V. Tatacara Meminta Izin Masuk
Aturan islam bagi seseorang yang ingin masuk rumah orang lain, maka paling awal yang
dilakukan adalah memberi salam.
VI. Tata Cara Memberi Ucapan Selamat
Tujuh rangkaian (munasabah) yang ada dalam islam ketika mengucapkan Ucapan Selamat.
Ketujuh rangkaian tersebut antara lain;
Dalam rangka acara pernikahan
Dalam rangka kelahiran seorang bayi kepada ibunya
Kembalinya seorang musafir (yang berpergian)
Pulangnya seseorang dari jihat
Sekembalinya dari haji
Pada hari raya idul fitri dan idul adha
Ketika seseorang mendapat kenikmatan tertentu seperti kenaikan pangkat,mendapat hadiah
apa saja yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan.
VII. Tata Cara Berkelakar (Bercanda)
Didalam ajaran islam, berkelakar atau bercanda diperbolehkan. Namun hal itu bukan berrti
bebas,, sesuka hati ,sehingga tak ingat norma sosial. Ada tiga syarat diperbolehkan bercanda
yaitu;
Tidak boleh berlebih-lebihan sehingga menjadikan lupa kepada allah
Tidak boleh berkelakar sehingga menyakiti baik yang bersikap jasmani atau rohani. Seperti
ucapan hina.
Tidak bersifat dusta atau penipuan dan kata-kata kotor.
VIII. Tata Cara Menjenguk Orang Sakit
Seseorang yang hidup dimasyarakat, mau mengunjungi orang sakit tetangganya (jamaah)
adalah suatu tindakan terpuji. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan, dalam kunjungan
orang sakit yaitu;
Segera mungkin setelah ada orang sakit
Mengucapkan dengan kata-kata yang meringankan beban batinnya orang yang sakit
Ajaran doa peringan perih pada bagian tubuh
Mendoakan secara khusus bagi si sakit ketika masuk
Mintalah ia mendoakan kita
Bila sudah gawat ajari si sakit dengan kalimat tauhid dan bacaan surat yasin
IX. Tata Cara Taziah
Taziah dilakukan jamaah (masyarakat) dalam rangka meringankan beban lahir batin bagi
keluarga yang ditimpa musibah. Menurut ajaran islam, tata cara taziah antara lain;
a. Mengucapkan perkataan yang pernah diucapkan oleh Nabi Muhammad Saw dan para
sahabatnya
b. Memberi makan keluarga yang kena musibah
c. Menunjukkan rasa belasungkawa
d. Memberi nasehat yang baik
F. Pengertian Akhlak diMasyarakat
Islam sejak semula mempunyai ibadah-ibadah tertentu yang wajib dilaksanakan oleh
kaum muslimin (penganutnya). Karena hal tersebut telah sama diakui dan telah pula
ditetapkan menjadi kewajiban mereka. Dan kaum muslimin tidak ada hubungan dengan
pemeluk agama lain dalam masalah ibadah tersebut.
Namun demikian ajaran akhlak tidak dilihat dari segi ini. Umat islam diperintahkan
saling kenal mengenal dan saling berhubungan satu sama yang lain dengan seluruh penghuni
jagat raya ini dalam aspek kebaikan dan keutamaan yang tidak diragukan lagi.
Setiap muslim wajib melaksanakan berbuat jujur. Baik antara sesama muslim dengan
muslim, maupun antara dengan non muslim demikian pula berbuat toleran . menepati janji,
sportif, kerja sama, pemurah dan lain sebagainya.