Anda di halaman 1dari 19

ALAT OPTIK

H:

KELOMPOK 6

Alpenti Ginting (4153321002)

Chintya Maretti (4133321006)

Melani Dwi Putri (4153321023)

Siti Hartinah Lubis (4153321039)

EKSTENSI FISIKA 2015

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-
Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Alat-alat Optik ini. Makalah ini diajukan guna
memenuhi tugas mata kuliah Gelombang Optik. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Tentunya kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna baik dalam
penulisan dan penyusunan. Makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena
itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan.yang
berperan serta dalam semua penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir demi perbaikan atas
segala kekurangannya dan supaya makalah ini mengalami perubahan untuk kedepannya. Semoga
Tuhan YME senantiasa memberkati segala usaha kita. Amin. Sekian dan terima kasih.

Medan, 21 Maret 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................... 1


Daftar Isi ................................................................................................................... 2

BAB I :
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 3
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan ............................................................................................................... 3
BAB II :
PEMBAHASAN
PETA KONSEP. ...................................................................................... 4
Mata dan Kacamata.................................................................................. 7
Lup ..................................................................................................11
Sejarah penemuan Lup.11

Prinsip kerja Lup..11

Fungsi Lup12

Bagian-bagian Lup13

BAB III :

PENUTUP

3.1. Kesimpulan .......................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................17

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada bab ini, Kita akan diajak untuk dapat menerapkan konsep dan prinsip kerja alat-alat
optik dengan cara menganalisis alat-alat optik secara kuantitatif serta menerapkan alat-alat optik
dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah Anda bertanya, bagaimana kamera itu bekerja? Kamera
merupakan salah satu alat optik. Dewasa ini, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi,
kualitas gambar yang dihasilkan kamera semakin baik. Hasil foto pun dapat diolah lagi. Hal ini
tidak terlepas dari berkembangnya kamera digital yang hasilnya dapat dibaca dan diolah dengan
bantuan komputer. Bukan hanya kamera yang termasuk alat optik, tetapi masih terdapat banyak
benda yang termasuk alat optik, seperti lup, mikroskop, dan teropong. Bahkan, mata kita juga
termasuk ke dalam alat optik.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa bagian-bagian mata beserta fungsinya?
2. Bagaimana pembentukan bayangan pada mata normal dan pada cacat mata?
3. Bagaimana prinsip kerja kacamata bagi mata yang bergangguan?
4. Bagaimana sejarah penemuan Lup?
5. Bagaimana prinsip kerja Lup?
6. Apa fungsi Lup dan bagian-bagian Lup?
7. Bagaimana pembentukan bayangan pada Lup?
C. TUJUAN
1. Mengetahui bagian-bagian mata beserta fungsinya
2. Mengetahui pembentukan bayangan pada mata normal dan pada cacat mata
3. Mengetahui prinsip kerja kacamata bagi mata yang bergangguan
4. Mengetahui sejarah penemuan Lup
5. Mengetahui prinsip kerja Lup
6. Mengetahui fungsi Lup dan bagian-bagian Lup
7. Mengetahui pembentukan bayangan pada Lup

BAB II :

PEMBAHASAN

PETA KONSEP

3
ALAT OPTIK

Macam-macam alat Optik


Alami Buatan

Berfungsi sebagai
Mata Kacamata Kamera Lup Mikroskop Teleskop

Melihat objek atau benda Mengambil gambar Melihat


Memperbesar
fotograf benda-benda
bayangan Melihat
mikroskopis
benda-benda jauh
Membantu penglihatan pada cacat mata

4
1. Mata dan Kacamata
Mata merupakan indra penglihatan dan merupakan organ yang dapat menangkap
perubahan dan perbedaan cahaya. Organ ini bekerja dengan cara menerima,memfokuskan, dan
mentransmisikan cahaya melalui lensa untuk menghasilkan bayangan objek yang dilihatnya.

a. Bagian-bagian mata

1. Kornea
Kornea merupakan selaput tipis yang berfungsi melindungi bagian dalam mata dari
pengaruh luar. Kornea mata memiliki indeks bias sekitar 1,376. Dibelakang kornea mata
terdapat cairan yang disebut aqueous humor. Cairan ini memiliki indeks bias sama
dengan air, yaitu 1,33. Aqueous humor berfungsi sebagai pembasuh mata.
2. Iris

Iris adalah selaput bola mata yang membentuk celah lingkaran.Iris memberikan warna
pada mata.

3. Pupil

Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk iris.Pupil berfungsi mengatur cahaya yang
masuk ke mata. Pada saat cahaya yang masuk kemata sedikit, iris akan mengendur dan
pupil akan membesar sehingga lebih banyak cahya yang masuk ke mata. Namun ketika
cahaya yang masuk ke mata banyak, iris akan menegang dan pupil akan mengecil sehingga
cahaya yang masuk ke mata berkurang.

4. Lensa mata

5
Lensa mata berupa lensa cembung yang berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke
mata.

5. Retina

Retina juga disebut selaput jala. Retina terletak di bagian belakang dan berfungsi
sebagai layar untuk menagkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Bayangan yang
terbentuk di retina bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Dalam retina permukaan retina
dilapisi jutaan sel peka cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut. Semua sel bermuatan ke
syaraf optilk yang meneruskan informasi ke otak. Bayangan yang terbentuk di retina
berkebalikan dengan benda aslinya, namun otak tetap memiliki kesan bahwa bayangan itu
tegak.

Mata kita memiliki bagian-bagian penting. Tetapi yang memiliki sifat unik sehubungan
dengan optic adalah lensa mata. Lensa mata ini memiliki sifat yang dapat berubah-ubah.
Kemampuan mata untuk mengubah ketebalan lensa ini disebut daya akomodasi. Lensa
mata akan menipis saat melihat benda jauh dan keadaan palingtipisdisebut akomodasi
minimum. Dan saat melihat benda dekat, lensa mata akan menebal hingga paling tebal
disebut akomodasi maksimum.

b. Pembentukan bayangan pada mata normal

Mata yang normal memiliki batas-batas normal akomodasi. Mata normal


berakomodasi maksimum saat melihat benda pada jarak terdekat 25 cm dan berakomodasi
minimum saat melihat benda dijauh tak hingga. Jarak terdekat yang dapat dilihat mata
disebut titik dekat (Punctum Proximum = PP) dan jarak terjauh yang dapat dilihat disebut
titik jauh (Punctum Remotum = PR).

6
Pembentukan bayangan pada mata normal

c. Gangguan pada mata

- Miopi
Miopi atau rabun jauh disebut juga mata dekat karena hanya dapat melihat jelas
benda-benda yang dekat. Mata ini tidak dapat berakomodasi minimum secara normal.
Titik jauh matanya kurang dari jauh tak hingga (PR < ~). Untuk melihat benda jauh tak
hingga, bayangan yang dibentuk oleh mata miopi akan terbentuk didepan retina. Hal ini
menyebabkan penderita miopi tidak dapat melihat benda yang jauh dengan jelas. Untuk
melihat benda jauh tak hingga maka mata ini dapat dibantu dengan kacamata berlensa
negatif (lensa cekung).

Pembentukan bayangan penderita miopi

Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita miopi dapat ditentukan dengan rumus:

7
100
P=
PR ( miopi)

Keterangan : P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), P R(miopi) adalah jarak titik
jauh penderita miopi (dalam satuan cm).

Kacamata Berlensa Cekung untuk Miopi

Seperti telah dibahas sebelumnya, mata miopi tidak dapat melihat dengan jelas benda-
benda yang jauh atau titik jauhnya terbatas pada jarak tertentu. Lensa kacamata yang digunakan
penderita miopi harus membentuk bayangan benda-benda jauh (S ~ ) tepat di titik jauh mata atau
S' = PR, dengan PR singkatan dari punctum remotum, yang artinya titik jauh. Tanda negatif
pada S' diberikan karena bayangan yang dibentuk lensa kacamata berada di depan lensa tersebut
atau bersifat maya. Jika nilai S dan S' tersebut Anda masukkan ke dalam Persamaan, diperoleh :

Persamaan menunjukkan bahwa jarak fokus lensa kacamata adalah negatif dari titik jauh
mata miopi. Tanda negatif menunjukkan bahwa keterbatasan pandang mata miopi perlu diatasi
oleh kacamata berlensa\negatif (cekung atau divergen).

Bayangan benda jauh yang dibentuk lensa untuk miopi harus jatuh di titik jauh mata.

Jika Persamaan (13) dimasukkan ke dalam Persamaan (12), diperoleh :

8
(1-4)

dengan PR dinyatakan dalam satuan m (meter) dan P dalam dioptri.

- Hipermetropi
Hipermetropi atau rabun dekat disebut juga mata jauh karena hanya dapat melihat jelas
benda-benda yang jauh. Mata ini tidak dapat berakomodasi maksimum secara normal
berarti titik dekatnya lebih besar dari 25cm (PP > 25 cm). Karena sifat tersebut maka setiap
melihat benda pada titik baca normal (25 cm) bayangannya akan berada di belakang retina.
Hal ini menyebabkan penderita hipermetropi tidak dapat melihat benda yang dekat dengan
jelas. Untuk melihat benda berjarak dekat maka mata ini dapat dibantu dengan kacamata
berlensa positif (lensa cembung).

Pembentukan bayangan penderita hipermetropi


Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita hipermetropi dapat ditentukan dengan
rumus.
100 100
P=
S P P (h yp)

Ket : P adalah kekuatan lensa ( dalam satuan dioptri),

S adalah jarak benda dari mata (dalam satuan cm), jika tidak disebutkan S = 25cm.

9
Kacamata Berlensa Cembung untuk Hipermetropi
Karena hipermetropi tidak dapat melihat benda-benda dekat dengan jelas, lensa
kacamata yang digunakannya haruslah lensa yang dapat membentuk bayangan benda-benda
dekat tepat di titik dekat matanya. Benda-benda dekat yang dimaksud yang memiliki jarak 25
cm di depan mata. Oleh karena itu, lensa kacamata harus membentuk bayangan benda pada
jarak S = 25 cm tepat di titik dekat (PP, punctum proximum) atau S' = PP. Kembali tanda
negatif diberikan pada S' karena bayangannya bersifat maya atau di depan lensa.

Jika nilai S dan S' ini dimasukkan ke dalam Persamaan (11) dan (12), diperoleh :

dengan PP dinyatakan dalam satuan meter (m) dan P dalam dioptri. Karena PP > 0,25 m,
kekuatan lensa P akan selalu positif. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang yang bermata
hipermetropi perlu ditolong oleh kacamata berlensa positif (cembung atau konvergen).

- Presbiopi
Presbiopi disebut juga mata tua yaitu mata yang titik dekat dan titik jauhnya telah
berubah.Titik dekatnya menjauh dan titik jauhnya mendekat. Berarti mata presbiopi tidak
bisa melihat benda dekat maupun benda jauh dengan jelas. Mata yang memiliki sifat
seperti ini mengalami miopi dan hipermetropi. Cara menanganinya adalah menggunakan
kaca mata rangkap.

10
Pembentukan bayangan penderita presbiopi
- Astigmatisma
Astigmatisma adalah sebuah gejala penyimpangan dalam pembentukkan bayangan pada
lensa, hal ini disebabkan oleh cacat lensa yang tidak dapat memberikan gambaran atau
bayangan garis vertikal dengan horizotal secara bersamaan. Cacat mata ini sering di sebut
juga mata silinder.Astigmatisma disebabkan karena kornea atau lensa mata tidak berbentuk
sferik (irisan bola), melainkan lebih melengkung pada satu bidang dari pada bidang
lainnya, sehingga sinar yang masuk ke dalam mata tidak akan bertemu di satu titik retina.
Sinar akan dibiaskan tersebar di retina. Akibatnya benda yang berupa titik difokuskan
sebagai garis.Mata astigmatisma juga memfokuskan sinar-sinar pada bidang vertikal lebih
pendek dari sinar-sinar pada bidang horisontal. Cara mengkoreksi astigmatisma adalah
dengan memberikan lensa silinder.

Pembentukan bayangan penderita astigmatisma

Kacamata untuk Presbiopi dan Astigmatisma


Penderita presbiopi merupakan gabungan dari miopi dan hipermetropi. Oleh karena itu, kaca
mata yang digunakannya haruslah berlensa rangkap atau bifokal, yakni lensa cekung pada bagian
atas untuk melihat benda jauh dan lensa cembung pada bagian bawah untuk melihat benda-benda
dekat. Sementara itu, astigmatisma dapat diatasi dengan menggunakan lensa silindris.

1. Lup (Kaca Pembesar)

A. Sejarah Penemu Lup

11
Lup atau kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang mempunyai titik fokus yang
dekat dengan lensanya. Benda yang akan diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau
jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup
tersebut. Bayangan yang dihasilkan bersifat tegak, nyata, dan diperbesar. Lup ditemukan oleh
seorang dari Arab bernama Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham. Abu Ali Muhammad al-Hassan
ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham lahir (Basra,965 Kairo 1039), dikenal dalam kalangan cerdik
pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang
sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan
penyelidikan mengenai cahaya, dan telah memberikan ilham kepada ahli sains barat seperti
Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.

B. Cara Kerja Lup

Alat optik yang paling sederhana adalah lup atau kaca pembesar (magnifying glass). Kaca
pembesar terdiri atas lensa cembung ganda, yang kedua sisi luarnya melengkung ke luar.
Sinar-sinar cahaya yang melewati lensa itu membelok ke dalam untuk mengumpul di sebuah
titik focus pada kedua sisi lensa. Jarak dari pusat lensa ke titik fokus, kira-kira 12 cm pada kaca
pembesar yang umum, disebut jarak fokus.
Sebuah kaca pembesar dipegang di atas sebuah benda pada jarak yang lebih pendek
daripada jarak fokus (ruang I), benda itu tampak tegak dan diperbesar.Bayangan macam ini
disebut bayangan maya. Pada jarak yang sama (ruang II) atau lebih panjang daripada jarak fokus
(ruang III), lensa akan menghasilkan suatu bayangan terbalik, dan disebut bayangan nyata.
Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda yang akan dilihat pada ruang satu
(antara lensa dan fokus lensa) sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya.
Perbesaran yang dihasilkan oleh lup adalah perbesaran anguler atau perbesaran sudut.

Perbesaran anguler atau perbesaran sudut


Perbesaran sudut
M = perbesaran sudut
PP = titik dekat mata dalam meter
f = Jarak focus lup dalam meter

1. Menggunakan lup dalam keadaan mata berakomodasi maksimum

12
Mata berakomodasi maksimum yaitu cara memandang obyek pada titik dekatnya (otot
siliar bekerja maksimum untuk menekan lensa agar berbentuk secembung-cembungnya).
Pada penggunaan lup dengan mata berakomodasi maksimum, maka yang perlu diperhatikan
adalah:
1. bayangan yang dibentuk lup harus berada di titik dekat mata / Punctum Proksimum (PP)
2. benda yang diamati harus diletakkan di antara titik fokus dan lensa
3. kelemahan : mata cepat lelah
4. keuntungan : perbesaran bertambah (maksimum)
5. Sifat bayangan : maya, tegak, dan diperbesar
2. Mata Tak Berakomodasi
Mata tak berakomodasi yaitu cara memandang obyek pada titik jauhnya (yaitu otot siliar
tidak bekerja/rileks dan lensa mata berbentuk sepipih-pipihnya).
Pada penggunaan lup dengan mata tak berakomodasi, maka yang perlu diperhatikan adalah:
1. maka lup harus membentuk bayangan di jauh tak hingga
2. benda yang dilihat harus diletakkan di titik fokus (So = f)
3. keuntungan : mata tak cepat lelah
5. Kerugian : perbesaran berkurang (minimum)
Dalam hal ini objek harus berada di titik fokus lensa (s= f ).
C. Fungsi Lup
Lup berfungsi untuk mengamati benda-benda kecil sehingga tampak menjadi besar dan
lebih jelas yang tidak dapat dilihat dengan mata secara langsung dengan menggunakan sebuah
lensa cembung atau lensa positif .

D. Bagian- Bagian Lup

Lup merupakan alat optic yang sangat sederhana, namun sangat membantu dalam proses p
engamatan yang mudah dan praktis.

1. Tangkai Lup
Tangkai atau pegangan lup digunakan pengamat untuk memegang Lup Pada proses
penggunaanya. Tangkai ini dapat dipisahkan dengan lingkaran Pegangan Lensa.
2. Skrup Pengendali
Skrup penghubung ini berfungsi menghubungkan antara tangkai Lup dengan kepala
Lup, berupa logam tipis yang juga berfungsi menguatkan

13
pegangan kepala Lup terhadap Lensa cembungnya
3. Kepala/bingkai Lup
Lingkaran penuh yang digunakan sebagai bingkai dari Lensa cembung pada Lup.
Bingkai ini mirip dengan bingkai kacamata yang memegang Lensa, akan tetapi bingkai kepala
Lup berupa Lingkaran penuh.
4. Lensa Cembung Lup
Lup menggunakan lensa cembung, yang berfungsi memperbesar benda
berukuran kecil sehingga tampak besar.

Untuk menentukan perbesaran sudut lup, perhatikan gambar dibawah ini. Sudut
pandangan mata ketika objek yang dilihat berada pada jarak Sn, yakni titik dekat mata,
diperlihatkan pada Gambar (a), sedangkan sudut pandangan mata ketika menggunakan lup
diperlihatkan pada Gambar (b).

Menentukan perbesaran lup :


(a) sudut pandang mata tanpa menggunakan lup. (b) saat menggunakan lup.

Perbesaran sudut lup secara matematis didefinisikan sebagai :

(2.1)

14
Dari gambar, diperoleh bahwa :

dan

(2.2)
Untuk sudut-sudut yang sangat kecil berlaku :

dan,

Jika persamaan terakhir dimasukkan ke Persamaan (2.1), perbesaran sudut lup dapat ditulis
menjadi :

(2.3)

dengan :

Sn= titik dekat mata (25 cm untuk mata normal), dan


S = letak objek di depan lup.

Perlu dicatat bahwa objek yang akan dilihat menggunakan lup harus diletakkan di depan
lup pada jarak yang lebih kecil daripada jarak fokus lup atau S f (f = jarak fokus lup). Ketika
objek diletakkan di titik fokus lup, S = f, bayangan yang dibentuk lup berada di tak terhingga, S'
= .Ketika bayangan atau objek berada di tak terhingga, mata dalam keadaan tanpa

15
akomodasi. Jika S = f dimasukkan ke Persamaan (2.2), diperoleh perbesaran sudut lup untuk
mata tanpa akomodasi, yaitu :

(2.4)

Persamaan (2.2) menunjukkan bahwa semakin kecil jarak fokus lup, semakin besar
perbesaran sudut lup tersebut. Apabila mata berakomodasi maksimum mengamati bayangan
dengan menggunakan lup, bayangan tersebut akan berada di titik dekat mata atau S' = Sn (tanda
negatif karena bayangannya maya). Sesuai dengan persamaan umum diperoleh :

atau,

Berdasarkan hasil tersebut, Persamaan (2.2) menjadi :

sehingga diperoleh perbesaran sudut ketika mata berakomodasi maksimum,


yaitu :

(2.4)

16
BAB III :
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN :

1. Bagian-bagian mata iris, pupil, lensa, kornea, aqueous humor, dan retina.

2. Cacat mata di antaranya emetropi (mata normal), miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun
dekat), presbiopi (rabun tua), dan astigmatisme.

3. Kacamata merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengatasi cacat mata.

4. Rumus kacamata berlensa cekung untuk miopi

f = PR

5. Rumus kacamata berlensa cembung untuk hipermetropi :

17
6. Kamera merupakan alat optik yang menyerupai mata. Elemen-elemen dasar lensa adalah
sebuah lensa cembung, celah diafragma, dan film (pelat sensitif).

7. Lup atau kaca pembesar (atau sebagian orang menyebutnya suryakanta) adalah lensa cembung
yang difungsikan untuk melihat benda-benda kecil sehingga tampak lebih jelas dan besar.

8. Rumus perbesaran sudut lup untuk mata tanpa akomodasi

9. Rumus perbesaran sudut ketika mata berakomodasi maksimum

DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, Asep.2008. Fisika. Bogor: CV. Dian Bogor

Tipler.P.A. 1998.Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1 (Terjemahan). Jakarta: Erlangga

http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/01/alat-alat-optik-mata-dan-kacamata-teropong-
mikroskop-lup-kamera.html#ixzz2yXxx8hit

18