Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.

Karburator pertama kali ditemukan oleh Karl Benz pada tahun 1885 dan dipatenkan
pada tahun 1886. Pada tahun 1893 insinyur kebangsaan Hungaria bernama Jnos Csonka dan
Dont Bnki juga mendesain alat yang serupa. Pada dasarnya karburator bekerja
menggunakan Prinsip Bernoulli: semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan
statis-nya namun makin tinggi tekanan dinamis-nya.tuas gas sebenarnya mengendalikan
katup dalam karburator untuk menentukan besarnya aliran udara yang dapat masuk kedalam
ruang bakar. Udara bergerak dalam karburator inilah yang memiliki tekanan untuk menarik
serta bahan bakar masuk kedalam ruang bakar.
Karburator merupakan bagian yang penting pada sepeda motor. Hampir semua sepeda
motor menggunakan karburator karena umumnya sepeda motor menggunakan bensin sebagai
bahan bakarnya. Karena itu karburator yang baik harus mampu membuat gas yang sempurna
dan sesuai dengan kebutuhan mesin pada setiap tingkat penggunaan dan kecepatan putaran
mesin. Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna dibutuhkan perbanbingan bensin dan
udara dalam percampuran gas, menurut teoritis adalah 1:15. Artinya 1 gram bensin harus
dicampur dengan 15 gram udara. Apabila perbandingan campurannya lebih dari 1:15 maka
biasanya dikatakan campuran miskin contoh 1:18. Apabila perbandingan campuran kurang
dari 1:15 maka dikatakan campuran kaya contoh 1:12. Didalam praktek pada umumnya
digunakan campuran kaya, ini untuk mendapatkan daya mesin yang lebih besar (boros
mesin). Dan dengan sebaliknya apabila menghendaki bahan bakar yang ekonomis maka bisa
digunakan campuran miskin. Untuk campuran miskin ini biasa digunakan pada mesin 4 tak
karena gerakan motor ini tak secepat kerja motor 2 tak.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun masalah yang ada pada karburator yaitu karburator kotor, Kebersihan dan
penyetelan yang tepat pada karburator sangat berpengaruh pada kinerja mesin secara
keseluruhan. Karburator yang tidak berfungsi dengan baik dapat mempengaruhi suplai
bahan bakar, dan bila itu terjadi maka pembakaran menjadi tidak sempurna, akibatnya
sepeda motor kurang bertenaga bahkan bisa mogok.semua itu dapat di atasi dengan cara
membersihkan.

1
1.3 Tujuan penulisan

Adapun tujuan dari penulisan adalah sebagai berikut :


1. Untuk memenuhi kewajiban atau sebagai salah satu persyaratan sebagai
mahasiswa di lembaga PTK FKIP UNDANA.
2. Untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Praktek Industri.
3. Dapat menerapkan dan mengaplikasikan ilmu pendidikan yang diperoleh di
bangku kuliah dengan Praktek Kerja Lapangan sebagai dunia kerja yang nyata.
4. Menumbuhkembangkan dan memantapkan sikap professional yang diperlukan
mahasiswa untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan bidang
keahlihannya.
5. Meningkatkan pengalaman dan untuk melatih mahasiswa agar lebih terampil
dan mengatasi berbagai masalah yang akan dihadapi dilapangan.
1.4 Manfaat penulisan

1. Mahasiswa
a. Dapat menerapkan ilmu yang diperoleh kedalam kenyataan yang sebenarnya,
b. Menambah wawasan tentang dunia kerja industri, dan
c. Melatih keterampilan dan meningkatkan wawasan tentang dunia permesinan.
2. Jurusan/ program studi
a. Menyiapkan dan menciptakan calon guru yang handal dan berkualitas,
b. Menjadikan jurusan/ program studi sebagai salah satu lembaga pendidikan yang
berkualitas.
3. Industri Perbengkelan
a. Sebagai wadah pembinaan keterampilan terhadap generasi muda,

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

KARBURATOR SEPEDA MOTOR

2
Karburator berfungsi mencampur bahan bakar dengan udara dalam ukuran yang tepat
(sesuai kebutuhan) untuk kemudian disalurkan ke dalam ruang pembakaran (silinder) dalam
bentuk kabut.
Campuran bahan bakar yang ideal yaitu 1:15. Karburator harus dapat mempertahankan
komposisi campuran tersebut baik pada putaran rendah, menengah, tinggi serta beban
maksimum.

Tipe Karburator

Type karburator yang digunakan pada mesin motor ada 2 macam yaitu :

1. Karburator Arus Datar Yaitu karburator yang arah masuknya gas kedalam motor
dengan arah datar, biasanya banyak digunakan pada motor buatan jepang.

2. Karburator Arus Turun Yaitu karburator yang arah masuknya gas kedalam motor
dengan arah turun, biasanya banyak digunakan pada motor vespa, Lambretta, Bajaj
dan sebagian pada motor jepang type SUZUKI FD 110 XC.

2.1 PRINSIP KERJA KARBURATOR


Pada waktu mesin di hidupkan silinder mengadakan gerak isap maka isapan tersebut
mengisap udara luar masuk ke dalam motor melalui spoeyer/jet, maka tekanan udara di
permukaan jet rendah dan dari dalam spoeyer tadi memancarkan bensin. Sedangkan pancaran
tersebut berupa kabut bensin/atomisasi yang disebabkan oleh adanya udara yang mengalir
melalui saluran udara ke masing-masing spoeyer. Baik itu merupakan slow jet atau main jet.
Sehingga dengan mudah bercampur udara menjadi gas yang diperlukan oleh motor dan
pencampuran ini disebut venture. Dan inilah cara kerja karburator pada umumnya baik pada
putaran mesin rendah maupun tinggi.

1. Tekanan atmosfir

2. Kevakuman

3. Prinsip kerja venturi

1. Tekanan atmosfir
Tekanan atmosfir adalah tekanan udara yang berada disekitar kita.
2. Vacum

3
Vacum adalah keadaan tidak ada udara sama sekali/hampa dalam satu ruangan
tertutup.

Gerakan Piston Saat Langkah Isap Menimbulkan Kevakuman

3. Venturi

Venturi adalah penyempitan suatu ruangan sehingga tekanan udara menurun, sebaliknya
kecepatan udara menjadi naik.

Tekanan Rendah Pada Venturi Menghisap Bahan Bakar dari Ruang Bakar

4
Venturi Dibentuk Berdasarkan Ketinggian Piston Valve/throtle Valve

2.2 BAGIAN-BAGIAN KARBURATOR

Komponen-komponen karburator

5
1. Ruang Pelampung Karburator ( float chamber )
Menampung sementara bahan bakar dari tangki sebelum di proses
(dialirkan ke ruang pembakaran)

Ruang Bahan Bakar

2. Pelampung ( floater )
Mengatur bahan bakar dalam ruang pelampung karburator agar
permukaannya tetap sehingga tidak meluap dan masuk ke ruang
pembakaran.
3. Jarum katup pelampung ( needle valve/floater valve )
Menutup saluran suplai bahan bakar dari tangki bila bahan bakar dalam
ruang pelampung karburator telah penuh.
4. Katup gas/skep ( throttle valve )
Mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara yang akan
dialirkan ke dalam ruang pembakaran ( silinder ).
5. Jarum gas / jarum skep ( Jet needle )
Mengatur jumlah campuran bahan bakar dengan udara yang masuk
melalui spuyer ketika motor digas dengan pembukaan katup sampai
dengan .

6. Pegas/per skep ( throttle valve spring )


Mengembalikan posisi skep pada posisi terendah saat kabel gas
dolepas (tidak digas).
7. Pemancar jarum ( main nozzle / needle jet )
Memancarkan bahan bakar waktu motor digas, besarnya diatur oleh
terangkatnya jarum skep.
8. Pemancar utama ( main jet / spooyer )

6
Memancarkan bahan bakar pada waktu putaran tinggi ( Kabel gas
ditarik penuh )
9. Pemancar kecil / stationer ( slow jet/pilot jet )
Memancarkan bahan bakar ketika motor dalam keadaan langsam /
stationer /idle.
10. Pemancar kecil / stasioner ( slow jet ). Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu
langsam / stationer.
11. Sekerup / baut udara ( air screw )
Mengatur jumlah udara yang bercampur dengan bahan bakar.
12. Sekerup / baut gas ( throttle screw )
Mengatur posisi pembukaan katup/skep untuk posisi langsam
( stationer )
13. Katup cuk ( choke valve )
Menutup saluran udara yang masuk ke karburator agar terjadi
percampuran kaya untuk sementara.

14. Piston valve


Berfungsi untuk :
Merubah putaran mesin
Mempertahankan kecepatan mesin (kendaraan) pada beban yang berbeda
Dilengkapi dengan jarum skep/jet needle untuk mengatur bahan bakar yang
keluar dari saluran utama.

Piston Valve
15. Pompa akselerasi

Berfungsi untuk menambah bahan bakar saat mesin mengalami perubahan kecepatan
putaran, dari kecepatan rendah ke kecepatan tinggi.Penambahan bahan bakar
diperlukan karena pada saat piston valve terangkat, kevakuman akan turun sehingga
suplai bahan bakar akan berkurang

7
2.3 CARA CARA MEMBERSIHKAN KARBURATOR

1. Sediakan alat alat yang diperlukan seperti obeng, tang, kunci pas,
kunci ring, pompa angin/kompresor, kain lap, dan sebagainya.
Sediakan pula tempat yang cukup untuk menampung komponen
komponen karburator itu agar tidak kotor dan tercecer.
2. Tutup kran bensin dari tangki, kamudian lepaskn semua selang dari
karburator.
3. Lepaskan karburator dari dudukannya, simpanlah mur dan ring pada
tempat yang telah disediakan.
4. Buka saluran pembuangan bensin pada karburator, dan keluarkan
bensin dari ruang pelampung. Tampunglah bensin tersebut pada tempat
yang tersedia. Hindari api terbuka.
5. Buka penamoung bensin (ruang pelampung) dengan posisi karburator
terbalik.
6. Ambil jarum pelampung dengan hati-hati, kemudian periksa apakah
aus atau tidak. Bila aus atau tergores sebaiknya diganti.
7. Lepaskan main jet, air screw, dan yang lainnya dengan hati-
hati.Bersihkan dengan udar bertekanan (kompresor) atau tiup kuat-
kuat.Simpan pada tempat yang tersedia.
8. Cucilah komponen-komponen karburator dengan bensin yang
bersih.Semprotkan setiap saluran dengan udara bertekanan, atau tiup
kuat-kuat.
9. Bila semua komponen sudah dibersihkan dan diperiksa, maka semua
komponen tersebut siap dipasang kembali dengan urutan langkah
kebalikannya dari pembongkaran.Komponen-komponen yang telah
rusak (aus, tergores, atau cacat) sebaiknya diganti.

2.4 CARA MENYETEL KARBURATOR

Menyetel Karburator berati mengatur kecepatan putaran mesin pada saat


langsam (stationer / idle) dan mengatur pencampuran bahan bakar dengan
udara.Bila kecepatan langsam disetel terlalu tinggi maka pemakaian bahan
bakar akan boros, sedangkan bila disetel terlalu rendah maka mesin cenderung
sering mati.
Penyetelan karburator harus dalam keadaan mesin hidup dan telah panas.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut.

8
1. Putarlah sekerup penahan skep (throttle) sehingga putaran mesin
meninggi.
2. Putarlah sekerup pengatur udara (air screw / pilot screw) kearah kanan
hingga putaran mesin menurun.
3. Putarlah kembali ke kiri agar putaran mesin naik kembali. (Berhentilah
memutar saat putaran mesin agak naik.
4. Dengan posisi sekerup seperti ini putaran mesin agak tinggi, maka
untuk menurunkannya putarlah sekerup penahan skep ke arah kiri
hingga putaran mesin pada kecepatan yang sesuai sengan spesifikasi.

PENYETELAN SEKERUP UDARA

Putar sekerup udara searah jarum jam sampai duduk dengan ringan kemudian
putar balik sesai spesifikasi yang diberikan.

PEMBUKAAN SEKERUP UDARA : 1,5 putaran keluar

PERHATIAN Jika sekerup udara dikencangkan dengan erat terhadap


kedudukannya, akan terjadi kerusakan pada dudukan sekerup udara.Panaskan mesin sampai
suhu operasi normal.Pasang pengukur putaran (Tachometer).Setel putaran staaioner (Idle)
dengan sekerup Idle. PUTARAN STASIONER : 1.400 100 rpm

Kebersihan dan penyetelan yang tepat pad karburator sangat berpengaruh pada kinerja
mesin secara keseluruhan. Karburator yang tidak berfungsi dengan baik dapat mempengaruhi
suplai bahan bakar, dan bila itu terjadi maka pembakaran menjadi tidak sempurna, akibatnya
sepeda motor kurang bertenaga bahkan bisa mogok. Selain itu, pembakaran yang tidak
sempurna dapat mengakibatkan mesin cepat panas dan knalpot mengeluarkan asap yang tidak
normal sehingga mengakibatkan terjadinya polusi udara.

2.5 CARA KERJA KARBURATOR PADA PUTARAN LANGSAM/IDLE SPEED

Piston valve tertutup, udara mengalir melalui slow air bleed menuju saluran
slow jet.
Udara bercampur dengan bahan bakar dari saluran slow jet menuju ruang
bakar.

9
2.6 CARA KERJA KARBURATOR PADA PUTARAN MENENGAH

Saluran venturi yang terbentuk setengah dari venturi maksimum.


Udara mengalir melalui saluran venturi dan slow air bleed.
Jarum skep/jet needle terangkat mengikuti pergerakan piston valve.
Bahan bakar mengalir melalui main jet dan slow jet.

Aliran Udara dan Bahan Bakar

Posisi Jet Needle terhadap Main Jet

2.7 CARA KERJA KARBURATOR PADA PUTARAN TINGGI

Piston valve terbuka penuh

Jarum skep terangkat seluruhnya

Udara mengalir seluruhnya melalui venturi dan main air bleed

10
Suplai Bahan Bakar Melalui Main Air Bleed

BAB III

11
METODELOGI PENULISAN

31. TEMPAT

3.2. TEKNIK PENGAMBILAN DATA

3.3. ANALISIS DATA

BAB IV

12
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari kesimpulan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa. Karburator


berfungsi mencampur bahan bakar dengan udara dalam ukuran yang tepat (sesuai
kebutuhan) untuk kemudian disalurkan ke dalam ruang pembakaran (silinder) dalam
bentuk kabut. Dapat diketahui bahwa di dalam karburator terdapat berbagai macam
komponen komponen yang ada di dalamnya, yaitu:
.
1. Ruang Pelampung Karburator ( float chamber )
2. Pelampung ( floater )
3. Jarum katup pelampung ( needle valve/floater valve )
4. Katup gas/skep ( throttle valve )
5. Jarum gas / jarum skep ( Jet needle )
6. Pegas/per skep ( throttle valve spring )
7. Pemancar jarum ( main nozzle / needle jet )
8. Pemancar utama ( main jet / spooyer )
9. Pemancar kecil / stationer ( slow jet/pilot jet )
10. Sekerup / baut udara ( air screw )
11. Sekerup / baut gas ( throttle screw )
12. Katup cuk ( choke valve )
13. Piston valve
14. Pompa akselerasi

Dengan demikian maka untuk mempelajari tentang bagaiaman cara kerja karburator dan cara
penangggulangan kerusakan pada karburator tersebut sudah bisa kita hadapi sendiri dengan
cara membaca dan memahami bagian bagian tersebut.

4.2 Saran
Penulis menyarankan kepada seluruh pembaca agar lebih memahami lebih
luas lagi tentang apa itu Karburator dan bagaimana proses dan cara kerja dari pada
karburator. Penulis menyadari bahwa dari laporan tersebut masihlah sangat jauh dari
pada kesempurnaan,maka dari itu penulis menerima kritik dan saran yang
membangun demi kesempurnaan makalah pada waktu penyusunan yang akan
datang.Sekian dan Terima Kasih.

13
DAFTAR PUSTAKA

Proyek peningkatan mutu SLB. 1999/2000. Kumpulan Materi

Pelatihan Keterampilan Otomotif. Jakarta.

Suganda, Hadi dan katsumi kageyama. 1996. Pedoman Perawatan Sepeda Motor.

Jakarta : Pradnya Paramita.

14
Suratman, M. 2002. Servis dan Teknik reparasi Sepeda Motor

Bandung : Pustaka Grafika

Yaswaki Kiyaku dan Murdhana, DM. 1998. Teknik Praktis

Merawat Sepeda Motor. Bandung : Pustaka Setia.

15