Anda di halaman 1dari 4
EKUIVALEN LOGIS Tujuan • Menjelaskan bahwa dua ekspresi logis dapat ekuivalen dan dapat dibuktikan dengan
EKUIVALEN LOGIS
Tujuan
• Menjelaskan bahwa dua ekspresi logis dapat ekuivalen dan
dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran
• Menjelaskan bahwa dua ekspresi logis yang ekuivalen dapat
mempunyai sifat komutatif dan atau asosiatif dengan melihat
fungsi yang penting dari fpe
• Menjelaskan hukum-hukum dalam logika yang diperoleh dari
ekuivalen berbagai ekspresi logika
EKUIVALEN LOGIS Bentuk ekspresi logika : A = Dewi cantik (1). A  B B
EKUIVALEN LOGIS
Bentuk ekspresi logika :
A = Dewi cantik
(1). A  B
B
= Dewi peramah
(2). B  A
Tabel Kebenaran :
A
B
A  B
B A
(A  B)  (B  A)
F
F
F
F
T
F
T
F
F
T
T
F
F
F
T
T
T
T
T
T
(A  B)  (B  A)
ATAU
(A  B) 
(B  A)

28/06/2011

EKUIVALEN LOGIS Pada tautologi, dan juga kontradiksi dapat dipastikan bahwa jika dua buah ekspresii logika
EKUIVALEN LOGIS
Pada tautologi, dan juga kontradiksi dapat dipastikan bahwa jika dua
buah ekspresii logika adalah tautologi, maka kedua buah ekspresi
logika tersebut ekuivalen secara logis, demikian juga jika keduanya
kontradiksi.
Pada contingent yang memiliki nilai T dan F (1 dan 0), jika urutan T
dan F atau sebalknya pada tabel kebenaran tetap pada urutan yang
sama, maka tetap disebut ekuivalen secara logis.
Contoh :
(1). Dewi cantik dan peramah
(2). Dewi peramah dan cantik
EKUIVALEN LOGIS Pembuktian dengan tabel kebenaran , walaupun setiap ekspresi logika memiliki nilai T dan
EKUIVALEN LOGIS
Pembuktian dengan tabel kebenaran , walaupun setiap ekspresi logika
memiliki nilai T dan F, tetapi karena memiliki urutan yang sama,
maka secara logis tetap dikatakan ekuivalen. Tetapi jika urutan T dan
F tidak sama, maka tidak bisa dikatakan ekuivalen secara logis.
Contoh Lain:
(1). Badu tidak pandai, atau dia tidak jujur
(2). Adalah tidak benar Badu pandai dan jujur
EKUIVALEN LOGIS KOMUTATIF (A  B)  (B  A) (A  B)  (B
EKUIVALEN LOGIS
KOMUTATIF
(A  B)  (B  A)
(A  B)  (B  A)
(A  B)  (B  A)
ASOSIATIF
((A  B)  C)  (A  (B C))
((A  B) C )  (A  (B C))
((A  B)  C)  (A  (B  C))
EKUIVALEN LOGIS Hukum-Hukum Logika Contoh : (1). Jika Anda tidak belajar, maka anda akan gagal
EKUIVALEN LOGIS
Hukum-Hukum Logika
Contoh :
(1).
Jika Anda tidak belajar, maka anda akan gagal
(2). Anda harus belajar atau anda akan gagal
Bentuk ekspresi logika :
A = Anda belajar
B = Anda gagal
A
B
A
A  B
A B
Kesimpulannya :
F
F
T
F
F
( A  B)  (A  B)
F
T
T
T
T
A  B
A  B
T
F
F
T
T
T
T
F
T
T

28/06/2011

EKUIVALEN LOGIS Remove Parentheses (Menghilangkan tanda kurung) Contoh : (A  B)  (A 
EKUIVALEN LOGIS
Remove Parentheses (Menghilangkan tanda kurung)
Contoh :
(A  B) 
(A  C)
(A  B)  A  C
Add Parentheses (Menambah tanda kurung)
Contoh :
(A  B)  A  C
 A  (A  B)  C
komutatif
 (A  (A  B))  C
tambah tanda kurung
EKUIVALEN LOGIS Hukum De Morgan (De Morgan’s Law) : (A  B)  A 
EKUIVALEN LOGIS
Hukum De Morgan (De Morgan’s Law) :
(A  B)  A  B
Buktikan dengan tabel
kebenaran
(A  B)  A  B
Seperti hukum-hukum lainnya, sebuah hukum dapat diberlakukan terbalik,
misalnya (A  B)  (A  B) tetap akan sama dengan (A  B)  (A  B)
Contoh Lain:
(1). Jika Andrew tidak sekolah, maka Andrew tidak akan pandai
(2). Jika Andrew pandai, maka Andrew pasti sekolah
EKUIVALEN LOGIS Dengan perangkai  (ekuivalensi) atau if and only if , ekuivalen antara dua
EKUIVALEN LOGIS
Dengan perangkai  (ekuivalensi) atau if and only if , ekuivalen
antara dua ekspresi logika dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran.
Contoh :
1. A  B
2. (A  B)  (B  A)
A
B
A  B
A  B
B  A
(A  B)  (B  A)
F
F
T
T
T
T
F
T
F
T
F
F
T
F
F
F
T
F
T
T
T
T
T
T
Kesimpulannya : (A  B)  ((A  B)  (B  A))
EKUIVALEN LOGIS Dalam Tautologi, nilai kebenaran dapat diganti menjadi : True (T)  1 False
EKUIVALEN LOGIS
Dalam Tautologi, nilai kebenaran dapat diganti menjadi :
True (T)  1
False (F)  0
A
1
0
A  1
A  0
F
T
F
F
F
T
T
F
T
F
Kesimpulannya :
(A
 1)  A
(A  0)  0

28/06/2011

EKUIVALEN LOGIS (A  B)  ((A  B)  (B  A))  ((A
EKUIVALEN LOGIS
(A  B)  ((A  B)  (B  A))
 ((A  B)  (B  A))
Hukum De Morgan dapat dimodifikasi menjadi seperti berikut :
(A  B)  (A  B)
(A  B)  (A  B)
Hukum De Morgan
Pertama
(A  B)  (A  B)
(A  B)  (A  B)
(A  B)  (A  B)
Hukum De Morgan
Kedua
(A  B)  (A  B)
Ekuivalen Logis Nama (A  1)  A Identity of  (Identity Laws) (A 
Ekuivalen Logis
Nama
(A  1)  A
Identity of  (Identity Laws)
(A  0)  A
Zero of  (Identity Laws)
(A  1)  1
Identity of  (Dominition Laws)
(A  0)  0
Zero of  (Dominition Laws)
(A  A)  1
Tautology (Excluded Middle Laws)
(A  A)  0
Laws of Contradiction (Kontradiksi)
(A  A)  A
Idempotence Laws
(A  A)  A
Idempotence Laws
(A  B)  (B  A)
Commutativity (Commutative Laws)
(A  B)  (B  A)
(A  (B  C))  ((A  B)  (A  C))
Distributivity (Distributive Laws)
(A  (B  C))  ((A  B)  (A  C))
A  A
Law of Double Negation
Ekuivalen Logis Nama (A  (A  B))  A Absorption (A  (A 
Ekuivalen Logis
Nama
(A  (A  B))  A
Absorption
(A  (A  B))  A
(A  (A  B))  (A  B)
(A  (A  B))  (A B)
(A  B)  A  B
(A  B)  A  B
De Morgan’s Law
((A  B)  (A  B))  A
((A  B)  (A  B))  A
A  B A  B
A  B  (A  B)
A  B  ((A  B)  (A  B))
A  B  ((A  B)  (B  A))
((A  B)  (A  B))  B
((A  B)  (A  B))  B

28/06/2011

EKUIVALEN LOGIS SOAL-SOAL LATIHAN Buktikan bahwa ekspresi-ekspresi logika berikut ini ekuivalen dengan menggunakan
EKUIVALEN LOGIS
SOAL-SOAL LATIHAN
Buktikan bahwa ekspresi-ekspresi logika berikut ini
ekuivalen dengan menggunakan tabel kebenaran !
(1) A  B  (A  B)  (B  A)
(2)A  (A  B)  1
(3)(A  B)  C  (A  B)  C
(4) A  (B  C)  (A  B)  C
(5) A  B  (A   B)
(6) ( (A  B)  B)  0
(7)((A  (
B  C))  (A 
( B
  C)))  A  1