Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat-Nya,
saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki
bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Manado,23 Agustus 2016

Fifin Rerung Tandi Sole

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

1
DAFTAR ISI

. 2
KASUS YANG DIANALISA

.. 3

LEMBAR PENGAMATAN(1)
.
4
LEMBAR PENGAMATAN(2)
.
5
KESIMPULAN

2
KASUS YANG DIANALISA
Dokter Serly adalah seorang dokter spesialis kandungan yang bekerja di
Rumah Sakit Kasih Ibu.selain pintar,ia juga terkenal ramah,baik hati dan
cekatan.
suatu hari,datang sekelompok orang membopong seorang wanita yang
bernama Melin yang sudah dalam keadaan sekarat dengan pendarahan yang
cukup parah dan memar pada dahi. Melin adalah seorang ibu rumah tangga
yang sedang mengandung selama 2 bulan yang mengalami hilang
kesadaran setelah jatuh dari tangga-tangga rumahnya, dengan cekatan
dokter Serly pun segera menagani.
Dokter segera memasang infus,menghentikan pendarahan. Setelah itu,
dokter melakukan pemeriksaan khusus dan memeriksa janin yang sedang di
kandung sang ibu, dari hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan bahwa janin
yang dikandung ibu Melin telah meninggal dan harus di lakukan aborsi atau
di gugurkan untuk mengeluarkan janin dan menyelamatkan nyawa sang ibu.
Dokter pun segera menemui suami dari ibu Melin dan menjelaskan
semuanya serta menjelaskan bahwa ibu Melin harus segera di operasi .
suaminya pun menyetujui . Dokter langsung segera melakukan tindakan
operasi penggangkatan janin dengan persetujuan dari suami ibu Melin.
Operasi selesai lewat tengah malam. Ke esokan harinya ibu Melin pun sadar.
Dokter segera memeriksa ibu Melin dan menjelaskan segala sesuatu yang
harus di ketahui ibu Melin dan menjelaskan bahwa dokter telah melakukan
tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawa ibu Melin dengan mengaborsi
atau mengangkat janin yang dikandung ibu Melin. Tak lupa pula dengan
penuh rasa empati dokter Serly memberikan motivasi kepada ibu Melin.

3
LEMBAR PENGAMATAN

Tidak merugikan (Non- Ada / Tidak Analisa pada kasus


Maleficence)
Menolong pasien Ada Paragraf 2 dan
emergensi 3,dimana dokter Sherly
dengan cepat
melakukan tindakan
menghentikan
pendarahan dan
memasang infus
Kondisi untuk Ada Paragraf 2 dan 3
menggambarkan ,dokter segera
kriteria ini adalah : melakukan tindakan
a. Pasien dalam untuk mencegah
keadaan amat kejadian lebih buruk
berbahaya dengan melakukan
(darurat) tindakan menghentikan
b. Dokter sanggup pendarahan.
mencegah
bahaya atau
kehilangan
tersebut
c. Tindakan
kedokteran tadi
terbukti efektif
d. Manfaat bagi
pasien >
kerugian dokter
(hanya
mengalami risiko
minimal )
Mengobati pasien yang Ada Paragraf 2. Dokter
luka segera menagani
pasien dengan
memasang
infus,menghentikan
pendarahan dan
mengobati luka memar
pada dahi pasien.
Tidak membunuh Ada Paragraf 3 dan 4.
pasien (tidak Setelah memeriksa

4
melakukan euthanasia) dokter memutuskan
untuk melakukan
tindakan operasi demi
menyelamatkan naywa
sang ibu namun
sebelumnya dokter
memintah persetujuan
suami pasien
Tidak menghina/caci Tidak ada
maki/ memanfaatkan
pasien
Tidak memandang Tidak Ada
pasien sebagai objek
Tidak mengobati secara Ada Paragraf 4. Dokter
tidak proporsional mengobati pasien
secara proporsional
dimana sebelum
operasi dokter
menjelaskan terlebih
dahulu kepada suami
sang pasien dan
meminta persetujuan.
Mencegah pasien dari Ada Paragraf 2,3 dan 4.
bahaya Dokter segera
memasang
infus,mengehentikan
pendarahan ,mengobati
memar pada dahi .
selain itu, dokter
segera mengoperasi
pasien untuk
menyelamatkan nyawa
pasien.
Menghindari Ada Paragraf 4. Dokter
misrepresentasi dari menjelaskan dan
pasien meminta persetujuan
dari suami pasien .
Tidak membahayakan Tidak ada
kehidupan pasien
karena kelalaian
Memberikan semangat Ada Paragraph 5. Setelah
hidup pasien sadar dokter
menjelaskan segala

5
sesuatu yang harus di
ketahui pasien dan
memberikan motivasi
kepada pasien.
Melindungi pasien dari Tidak ada
serangan
Tidak melakukan white Ada Paragraf 4 .dokter
collar crime dalam menjelaskan dan
bidang kesehatan/ meminta persetujuan
kerumah-sakitan yang dari suami pasien untuk
merugikan pihak pasien mengoperasi istrinya.
/keluarganya.

6
KESIMPULAN

Berdasarkan Kasus di atas, dapat di simpulkan bahwa dokter Sherly


telah Menerapkan poin-poin kaidah dasar bioetik non-maleficence dalam
kesehariannya menjadi seorang dokter dan tidak melakukan hal yang
menyimpang dari kaidah dasar biotek non-maleficence.