Anda di halaman 1dari 5

GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

GBPP : Sasaran Keselamatan Pasien


Nomor : Materi Inti
Materi : Sasaran Keselamatan Pasien
Waktu : 2 jpl (T = 2, P = 0, PL = 0)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu menjelaskan sasaran keselamatan pasien di
Rumah Sakit sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI.
Tujuan Pembelajaran Pokok Bahasan/Sub Pokok Metode Media/ alat Referensi
Khusus Bahasan bantu
Setelah mengikuti sesi ini ,
peserta dapat :
1. Menjelaskan konsep Konsep dasar sasaran keselamatan CTJ Laptop a. Peraturan Menteri
dasar sasaran pasien diskusi LCD/Proyektor Kesehatan RI Nomor
keselamatan pasien a. pengertian sasaran keselamatan buzz group Whiteboard 1691/ Menkes/ Per/
pasien Simulasi Flipchart VIII/ 2011.
b. Tujuan sasaran keselamatan spidol b. Modul pelatihan utuk
pasien alat bantu pelatih keselamatan
sound systems pasien
2. Menjelaskan Pelaksanaan 6 sasaran keselamatan CTJ Laptop
pelaksanaan sasaran pasien di Rumah sakit diskusi LCD/Proyektor
keselamatan pasien di a. Ketepatan identifikasi pasien buzz group Whiteboard
Rumah sakit b. Peningkatan komunikasi yang Simulasi Flipchart
efektif spidol
c. Peningkatan keamanan obat yang alat bantu
perlu diwaspadai (high-alert) sound systems
d. Kepastian tepat-lokasi, tepat-
prosedur, tepat-pasien operasi
e. Pengurangan risiko infeksi
terkait pelayanan kesehatan
f. Pengurangan risiko pasien jatuh
SATUAN ACARA PEMBELAJARAN
SASARAN KESELAMATAN PASIEN

Nama Diklat : Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi


Mata Diklat : Sasaran Keselamatan Pasien
Waktu : 20 menit
TPU : Setelah mengikuti materi ini peserta mampu menjelaskan sasaran keselamatan
pasien di Rumah Sakit sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan RI.
TPK : Setelah mengikuti sesi ini peserta mampu:
1. Menjelaskan konsep dasar sasaran keselamatan pasien
2. Menjelaskan pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di Rumah sakit
Pokok Bahasan dan subpokok bahasan :
1. Konsep dasar sasaran keselamatan pasien
a. Pengertian sasaran keselamatan pasien
b. Tujuan sasaran keselamatan pasien
2. Pelaksanaan 6 sasaran keselamatan pasien
a. Ketepatan identifikasi pasien
b. Peningkatan komunikasi yang efektif
c. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert)
d. Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi
e. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
f. Pengurangan risiko pasien jatuh

Proses Pembelajaran
Media/alat
Fasilitator Peserta Metode Waktu
bantu
1. Pendahuluan a. Menjawab salam CTJ Laptop 2 menit
a. Menyampaikan salam b. Menyiapkan perhatian diskusi LCD/Proyekto
b. Memperkenalkan diri c. Menyiapkan alat tulis r
c. Menyampaikan d. Mendengarkan dan Whiteboard
mencatat Flipchart
apersepsi
e. Bertanya jika diminta spidol
d. Menyampaikan tujuan sound systems

2. Penyampaian Materi a. Menyimak CTJ Laptop 15 menit


a. Menyampaikan materi b. Bertanya diskusi LCD/Proyekto
1) Konsep dasar c. Menyampaikan buzz group r
sasaran keselamatan pengalaman Simulasi Whiteboard
pasien d. Melakukan buzz group Flipchart
a. pengertian sasaran e. Berdiskusi spidol
keselamatan pasien f. Menjawab pertanyaan yg alat bantu
b. tujuan diajukan fasilitator sound systems
keselamatan pasien g. Mendengar dan mencatat
2) Pelaksanaan enam
sasaran keselamatan
pasien
b. Peningkatan
komunikasi yang
efektif
b. Membagi kelompok
untuk buzz group
c. melakukan simulasi
komunikasi yang efektif
d. Memberi kesempatan
bertanya
e. Menjawab pertanyaan
dan melakukan diskusi
dengan peserta
f. Memberi kesempatan
sharing
3. Penutup a. Mendengarkan dan CTJ Laptop 3 menit
a. menyampaikan mencatat, diskusi LCD/Proyekto
rangkuman dan b. Menjawab pertanyaan dari r
kesimpulan fasilitator, Whiteboard
b. Evaluasi c. Mengajukan pertanyaan, Flipchart
c. Salam penutup d. Menuliskan komentar spidol
sound systems
yang diminta
e. Menjawab salam

EVALUASI (Uji tulis )


A. Untuk Soal nomor 1 dan 2 pilihlah benar atau salah pernyataan berikut.
1. Kepmenkes No 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal RS merupakan salah satu dasar
hukum sasaran keselamatan pasien. B S (B)
2. Insiden keselamatan pasien adalah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang
mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang tidak dapat dicegah pada pasien. B S (S)

B. Untuk soal nomor 3 7, pilihlah jawaban yang paling benar.


3. Meningkatnya akuntabilitas Rumah Sakit terhadap pasien dan masyarakat nerupakan salah satu (b)
a. Manfaat sasaran keselamatan pasien
b. Tujuan sasaran keselamatan pasien
c. Langkah keselamatan pasien
d. Sasaran keslamatan pasien
4. Penempatan alat defibrillator standby di IGD tapi ternyata rusak dan tidak dapat digunakan merupakan
contoh insiden.. (a)
a. Kondisi Potensial Cedera (KPC)
b. Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
c. Kejadian Tidak Cedera (KTC)
d. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)
5. Kejadian yang sudah terpapar ke pasien tetapi tidak menimbulkan cedera merupakan insiden ... (c)
a. Kondisi Potensial Cedera (KPC)
b. Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
c. Kejadian Tidak Cedera (KTC)
d. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)
6. Berikut ini yang termasuk dalam langkah keselamatan pasien adalah(a)
a. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien;
b. Mengembangkan komunikasi efektif
c. Meningkatkan aktivitas pengelolaan risiko;
d. Melakukan surveilans
7. Berikut merupakan sasaran keselamatan pasien, yang tidak termasuk adalah. (d)
a. Ketepatan identifikasi pasien
b. Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi
c. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
d. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien;

C. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dibawah ini untuk soal no 8 10
a. Kondisi Potensial Cedera (KPC)
b. Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
c. Kejadian Tidak Cedera (KTC)
d. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)
e. Kejadian Sentinel
8. Suatu KTD yang mengakibatkan cedera yang serius, kehilangan fungsi secara permanen yang tidak
berhubungan dengan perjalanan alamiah penyakit atau kondisi yang mendasari. (e)
9. Transfusi darah yang hampir dilakukan pada pasien yang salah identifikasi, namun kesalahan tersebut
diketahui sebelum transfusi dimulai.(b)
10. Insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien, misalnya transfusi darah yang telah dilakukan pada
pasien yang salah identifikasi dan menyebabkan reaksi hemolitik. (d)

REFERENSI
1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691/ Menkes/ Per/ VIII/ 2011 tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit, 2011.
2. Kolaborasi Bidang Pendidikan Proyek Pengembangan Pusat Pendidikan & Penelitian dan Dua
Rumah Sakit Pendidikan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI, Modul pelatihan utuk pelatih keselamatan pasien,
Jakarta, 2015.
Fasilitator,

(dr. Hilma Yuniar Thamrin, MKes,SpPK)