Anda di halaman 1dari 3

Apa sajakah yang perlu diperhatikan untuk safety seorang petugas fogging?

Fogging dengan Insektisida

Pengasapan (fogging) akan dilakukan sesuai dengan kesimpulan analisis dari kegiatan
penyelidikan epidemiologi penyakit DBD di tempat tinggal penderita dan lingkungan sekitarnya.
Apabila kesimpulan akhir harus dilaksanakan pengasapan (fogging ) , maka Pengasapan
(fogging) dilakukan oleh petugas puskesmas atau bekerjasama dengan dinas kesehatan
kabupaten/kota. Petugas penyemprot adalah petugas puskesmas atau petugas harian lepas yang
terlatih. Kegiatan fogging focus ini bertujuan memutus rantai penularan dengan membunuh
nyamuk dewasa yang sudah mengandung virus dengue dengan radius 100 M dari rumah
penderita. Tetapi kegiatan fogging ini bukan merupakan solusi utama untuk pencegahan DBD
selain itu fogging tersebut harus dilakukan oleh tenaga khusus dan terampil karena obat
(insektisida) yang digunakan mempunyai efek samping berbahaya bagi lingkungan dan orang
yang melaksanakannya serta terjadinya resistensi terhadap nyamuk itu sendiri.

Persyaratan Fogging dengan insektisida :

Adanya penderita positif DBD berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan laporan (SO)
dari Rumah Sakit/Klinik/BP/Puskesmas.

Didukung hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah
terlatih dengan ditemukannya penderita demam tanpa sebab minimal 3 orang dan atau tersangka
penderita DBD serta ditemukan positif jentik Aedes ( 5 % ) dari rumah/bangunan disekitar
rumah penderita.

Kompetensi petugas fogging


Jumlah Petugas yang dibutuhkan pada pelaksanaan Fogging sedikitnya 5 Orang yang
meliputi 1 orang Supervisor dan 4 orang petugas Fogging
Petugas pelaksana harus sudah mengikuti Pelatihan / on the job trining Operasional
Mesin Fogg yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten / Propinsi
Klasifikasi Pendidikan Petugas Pelaksana Fogging minimal SD/Sederajat.

Sarana Dan Prasarana Fogging


Sarana dan prasarana fogging antara lain:

1. 1 buah kendaraan roda 4 untuk mengangkut petugas, alat, bahan ke lokasi


2. 1 buah megaphone untuk menyampaikan pesan-pesan pada masyarakat

3. 1 set perlengkapan operasional yang terdiri dari : Baju lengan panjang ( katle pack );
Masker pelindung,; Topi lapangan; Sarung tangan; Sepatu Lapangan
4. Insektisida untuk 2 siklus fogging
5. 1 Set bahan pembantu operasional yang terdiri dari : 3 Buah jerigen 20 lt untuk solar
yang digunakan hari itu; 2 buah jerigen 5 lt untuk cadangan premum; 1 buah jrigen 2 lt
untuk cadangn insektisida; 8 buah baterai untuk 2 unit mesin fogging; 2 buah corong
besar bersaring; 2 buah corong kecil bersaring; 4 lembar kain lap:

Persyaratan waktu penyemprotan


Kondisi yang Kondisi Kondisi yang
Paling baik rata-rata tidak baik
Waktu Pagi hari Pagi sampai tengah Pertengahan pagi
(06.30-08.30) hari atau sore hari, awal sampai
malam hari pertengahan sore hari

Kecepatan Tetap 0-3 km/jam Medium sampai


angin (3-13 km/jam) kuat, diatas 13km/jam

Hujan Tidak adahujan Gerimis kecil Hujan lebat

Suhu udara Dingin Sedang Panas

Pemeriksaan Laboratorium petugas fogging

Perlu dilakukan pemeriksaan dara untuk mengetaui aktiitas kolinesterase petugas fogging seara
berkala baik sebelum maupun sesuda penyemprotan. Hal ini dilakukan karena dalam kegiatan
penyemprotan (fogging) biasa digunakan pestisida golongan organofosfat seperti malation yang
apabila terpapar tubu manusia dapat menyebabkan penurunan aktiitas kolinesterase di dalam
tubu terutama pada petugas penyemprot. Pestisida ini dapat diserap melalui pernafasan,
makanan, dan penetrasi kulit. Beberapa diantaranya menjadi intermediate yang lebi toksik
sebelum dimetabolisisir, dimana semuanya mengalami degradasi idrolisis di ati dan jaringan-
jaringan lainnya yang biasanya dalam waktu berjam-jam diabsorbsi dan gejalanya (sakit kepala
dan pusing) dapat timbul kira-kira 30 menit setela pemaparan.
Pada petugas fogging perlu diketaui aktiitas normal kolinesterase pada waktu sebelum
penyemprotan untuk dipakai sebagai pedoman apabila kemudian timbul keraunan. Pada
umumnya gejala keraunan baru akan tampak jika aktiitas kolinesterase dara menurun 30 %-50%.
Hal ini perlu dilakukan sebagai batas untuk mengentikan sementara petugas dari pekerjaannya
sebagai tindakan pengamanan.

Alat pelindung diri petugas fogging


Diperlukan sejumla alat pelindung diri untuk petugas fogging untuk mengindari paparan zat
kimia pada pekerja seperti :

- Masker
- Pelindung mata
- Penutup kepala
- Sarung tangan
- Sepatu boot
- Celemek / Baju lengan panjang
- Celana yang tebal
Sumber

Indra Chahaya S. dan Evi Naria. Faktor- faktor yang berubungan dengan aktiitas
olinesterase dara petugas penyemprot pestisida jenis malation di kota Medan.
Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Sumatera Utara