Anda di halaman 1dari 11

BAHAN KONTRAS menimbulkan efek yang merugikan, yaitu : mual dan muntah.

Selanjutnya Dr.Swick dan kawan-kawan melanjutkan usahanya


A. Tinjauan Teoritis Bahan Kontras merupakan senyawa-senyawa dengan mengembangkan Iodopyracet yang sementara waktu bisa
yang digunakan untuk meningkatkan visualisasi (visibility) struktur- menggantikan kedudukan Neoiopax dalam pemerikasaan Urografi
struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostic medik. Bahan intra vena. Usaha mengembangkan media kontras pun terus
kontras dipakai pada pencitraan dengan sinar-X untuk meningkatkan berlanjut. Mulai pertengahan tahun 1950 semua jenis media kontras
daya attenuasi sinar-X (Bahan kontras positif) yang akan dibahas untuk pemakaian secara intravaskuler untuk pemakaian secara
lebih luas disini atau menurunkan daya attenuasi sinar-X (bahan intravaskular mulai mengalami pergantian. Mulai periode ini media
kontras negative dengan bahan dasar udara atau gas). Selain itu kontras intravaskular menggunakan molekul asam benzoat sebagai
bahan kontras juga digunakan dalam pemeriksaan MRI (Magnetic bahan dasarnya dengan mengikat tiga atom iodium. Dari hasil uji
Resonance Imaging), namun metode ini tidak didasarkan pada sinar- coba membuktikan bahwa media kontras jenis ini memiliki kelebihan
X tetapi mengubah sifat-sifat magnetic dari inti hidrogen yang dibanding dengan jenis media kontras sebelumnya. Jenis media
menyerap bahan kontras tersebut. Penggunaan media kontras pada kontras tersebut diantarannya ; acetrizoate dibuat tahun 1950,
pemerikasaan radiologi bermula dari percobaan Tuffier pada tahun diatrizoate tahun 1954, metrizoate tahun 1961, iothalamate tahun
1897, dimana dalam percobaannya ia memasukkan kawat kedalam 1962, iodamide tahun 1965 dan ioxithalamate tahun 1968. Akhirnya
ureter melalui keteter., sehingga terjadi bayangan ureter dalam media kontras yang dapat pula digunakan secara intravaskular
radiograf. Percobaan selanjutnya yaitu dengan menggunakan secara kontinyu terus mengalami penyempurnaan. Dari hasil
kontras cair untuk menggambarkan anatomi dari traktus urinarius. penelitian membuktikan bahwa ionisitas dan osmolalitas merupakan
Kontras tersebut diantaranya : koloid perak,bismut,natrium kunci utama terjadinya keracunan pada pasien. Kemudian mulai
iodida,perak iodida, stronsium klorida, dan sebagainya. Berangsur- tahun 1969 dr.Torsten Almen mengembangkan jenis media kontras
angsur metode tersebut mulai ditinggalkan karena menimbulkan non-ionik dengan osmolalitas yang cukup rendah. Mula-mula ia
komplikasi yang berbahaya. Infeksi, trauma jaringan, terjadinya mengadakan penelitian terhadap keluarga Metrizamide yang
emboli, dan deposit perak dalam ginjal merupakan akibat sampingan sebelumnya dipakai pada pemeriksaan mielografi. Dengan
yang tidak bisa dihindari. Berpijak dari pengalaman-pengalaman diciptakannya media kontras water soluble untuk pemeriksaaan
terdahulu kemudian para ahli radiologi sepakat untuk megadakan mielografi, penggunaan secara intravaskular mulai dipelajari. Hasil
pembaharuan dalam pemakaian media kontras pada pemeriksaan akhir penelitian memberikan jalan yang terbaik untuk segala macam
radiologi. Dan pada tahun 1928 seorang ahli urologi, Dr.Moses pemeriksaan radiologi yang menggunakan media kontras iodium
Swick bekerjasama dengan Prof.Lichtwitz,Binz, Rath, dan non-ionik water-soluble secara intravaskular Ada dua jenis bahan
Lichtenberg memperkenalkan penemuannya tentang media kontras baku dasar dari bahan kontras positif yang digunakan dalam
iodium water-soluble yang digunakan dalam pemeriksaan urografi pemeriksaan dengan sinar-X yaitu barium dan iodium. Sebuah tipe
secara intravena. Media kotras yang berhasil disintesa, diantranya bahan kontras lain yang sudah lama adalah Thorotrast dengan
dalah :sodium iodopyridone-N-acetic acid yang disebut Urosectan-B senyawa dasar thorium dioksida, tapi penggunaannya telah
(Iopax), dan sodium oidomethamate yang disebut Uroselectan-B dihentikan karena terbukti bersifat karsinogen. A. Pengertian
(Neoiopax). Dari segi radiograf kedua macam media kotras tersebut Kontras Media mampu membedakan jaringan-jaringan pada
memberikan hasil yang memuaskan, namun dari pasiennya masih gambar foto rontgen digunakan untuk membedakan jaringan-
jaringan yang tidak terlihat dalam radiografi biasa. Dapat tampak berhubungan dengan kekuatan yang perlukan untuk menyuntikan
karena perbedaan berat atom bagian tubuh dengan bahan kontras. yang membatasi tingkat kecepatan penyuntikan. Pada kateterisasi
a. Syarat-syarat Bahan Kontras Media : Tidak merupakan racun diperlukan penyutikan cepat dibandingkan biasanya, sehingga
dalam tubuh. Dalam konsentrasi yang rendah telah dapat membuat kontras media yang dipilih adalah yang paling rendah viskositasnya.
perbedaan densitas yang cukup. Mudah cara pemakaiannnya. Viskositas dapat dikurangi dengan merendahkan tingkat konsentrasi
Secara ekonomi tidak mahal dan mudah diperoleh dipasaran. Mudah iodium dan tentu akan berpengaruh pada opasitas gambar. Dapat
dikeluarkan dari dalam tubuh/larut sehingga tidak mengganggu juga kontras media dipanaskan pada temperatur tententu untuk
organ tubuh yang lain. b. Guna Kontras Media Memperlihatkan mengurangi viskositas dan sesuai dengan temperatur tubuh. b.
bentuk anatomi dari bagian yang diperiksa. Memperlihatkan fungsi Osmolalitas Osmolalitas adalah tekanan osmotik yang
organ yang diperiksa. c. Yang Harus Diingat : Setelah terdapat pada partikel yang dilarutkan dalam suatu larutan tertentu
kontras media masuk melalui pembuluh darah, dia tidak menetap hal ini berpengaruh terhadap toleransi kontras media pada tubuh.
disitu tetapi : 1. Difusi ke cairan tubuh, khususnya cairan Makin tinggi tekanan osmotik semakin jelek toleransi kontras media
ekstraseluler. 1. Dalam beberapa saat sampai ke arteri ginjal. tersebut terhadap tubuh. Kontras media ionik mengalami
2. Di eksresi oleh ginjal ke dalam Calic Pelvis. a. Pengaruh Ion pemecahan ion, sedangkan pada non ionik tidak terjadi pemecahan
Antara kontras media ionik dan non ionik terdapat perbedaan ion. Sehingga osmolalitas ionik jauh lebih rendah dibandingkan non
yang jelas, karena masih mengandung ion dalam pada molekulnya ionik. Ukuran satuan osmolaitas = MOSM/Kg H2O. Pengaruh
dan yang lain tidak. Ion-ion dalam cairan kontras media tersebut osmolaitas secara klinis adalah rasa panas, tidak nyaman, nyeri,
dapat terlepas dan akan mempengaruhi struktur jaringan dalam kerusakan pada otak dan pembuluh darah, kerusakan pada ginjal,
tubuh. Jika disuntikan karena terjadi ion interchange diantara sel-sel gangguan keseimbangan elektrolit pada anak-anak. c. Prinsip
tubuh dengan kontras media ionik yang masuk, hal ini berakibat efek Fisika Media Kontras Pada Imejing Timbulnya kontras
samping seperti mual dan alergi, muntah, pusing, bahkan panas dan gambaran hitam putih pada imejing dari media kontras dan jaringan
shock anafilaktik. b. Ikatan Ion Kontras Media dalam X-Ray : sekitarnya karena prinsip ATENUASI. Atenuasi terjadi bila ada
Ionik kontas media masih mempunyai ikatan dalam molekul perbedaan penyerapan radiasi sinar-X yang disebabkan karena
garamnya Non Ionik kontras media yang tidak mempunyai nomor atom yang berbeda, kerapatan organ, ketebalan objek
ion didalam molekul garamnya. c. Jenis Bahan Kontras Media berbeda. a. Penyebab Reaksi Terhadap Bahan Kontras Media
1. Ionik Monomer 3 atom yodium ion 1 gugus 1. Khemotoksisitas : Struktur kimia molekul Hidroksil
karboxil peranion osmolalitas tinggi 2. Ionik Dimer 6 banyak, reaksi rendah Ikatan dengan protein plasma/membran
atom yodium ion 1 gugus karboxil dan hidroxil sel, memblok enzim, mengubah fungsi seluler, melepas substasnsi
osmolalitas rendah 3. Non Ionik Monomer 3 atom yodium vasoaktif. 2. Osmotaksisitas : Efek Osmotik menarik air
tanpa ion tanpa gugus karboxil 4 sampai 6 gugus molekul membran dalam tubuh. Hypertonic bahan kontras
hidroxil osmolalitas rendah 1. Non Ionik Dimer 6 media terhadap plasma, menyebabkan rasa sakit (pain), vasodilitasi,
atom yodium tanpa ion tanpa gugus karboxil lebih hipotensi, kekakuan sel eristrosit. 3. Toksisitas Ion : Jumlah
dari 8 gugus hidroxil hiposmolar/isosmolar a. Viskositas ion-ion yang bersentuhan dengan fungsi seluler. 4. Dosis :
Diukur dengan tingkat mengalirnya melalui tabung kapiler Dosis besar menyebabkan terjadinya reaksi lebih besar.
kecil dalam standar tekanan dan temperatur yang ditentukan. Hal ini Sebagian besar reaksi kontras media adalah ringan kontras media
non ionik terbukti lebih sedikit reaksi anafilaktik dari pada kontras monomeric contras media Digunakan secara intra arterial dan
media ionik. Diperkirakan rekasi kontras media non ionik 3-10 kali intravenous kontras media ionik mempunyai osmolaritas yang tinggi,
lebih rendah daripada kontras media ionik. Kontras media ionik lebih maka akan bereaksi. 1. MICROBAR Merupakan nama
bereaksi dibanding non ionik karena kontras media ionik masih dagang dari barium sulfat (Ba SO4) yang memberikan opasitas pada
mengandung ion dan ketika masuk kedalam tubuh, ion-ion tersebut saluran cerna atas (farings, oesofagus), saluran cerna tengah
dilebihkan dan terjadi intercemible didalam sel-sel tubuh kita dan (lambung, duodenum) dan saluran cerna bawah (usus kecil, usus
kontras media ionik mempunyai osmolaritas yang tinggi, maka akan besar) Microbar paste 100% w/v dengan aroma buah
bereaksi. b. Contoh-contoh Kontras Media Ionik dan Non Ionik digunakan untuk pemeriksaan saluran cerna ats. Cara
1. ANGIOGRAFIN Angiografin merupakan jenis kontras pemberiannya 2-3 sdm untuk pelekatan mukosa oesofagus. Contras
media ionik. Komposisi 1 ml Angiografin mengandung 0,65 gr Media diletakkan dalam mulut dan menelannya perlahan-lahan
Meglumine Amidotrizoate (meglumine diatrizoate ) dalam setiap Microbar powder / suspension 95% w/v dengan aroma vanila
larutan. . Non Ionik Monomer 3 atom yodium tanpa digunakan untuk pemerikasaan saluran cerna bagian tengah
ion tanpa gugus karboxil 4 sampai 6 gugus hidroxil (lambung dan duodenum), dosis 30-120 ml diencerkan dengan air
osmolalitas rendah Angiografin mempunyai viskositas 80 ml. Microbar HD (kontras ganda) 100% w/v digunakan
(kekentalan) yang tinggi, serta mempunyai osmolalitas (daya larut) untuk saluran cerna bagian tengah Microbar HD merupakan
yang tinggi pula. Indikasi : Angiografin digunakan untuk kemasan gabuangan yang terdiri dari Microbar HD 300 gr, Microbar
Intravenus urografi, Retrograde Urografi, Cerebral Thoracic, gas 4 gr yang terdiri dari microbar acid 1,6 gr dan microbar base 2,4
Abdominal dan Ekstremitas angiografi, Plebografi, Computerize gr Microbar acid terdiri dari 1,4 gr asam sitrat dan asam tartarat 0,1
Tomography (CT). Kontra indikasi : Angiografin tidak baik digunakan gr. Sedangkan microbar base terdiri dari 2 gr sodium bicarbonat dan
untuk Myelografi, Ventrikulografi, Sisternografi, karena bisa 0,16 gr kalsiun karbonat Microbar RT (rapid transit) digunakan
menimbulkan neurotoksis. 1. IOPAMIRO Iopamiro merupakan untuk pemeriksaan usus kecil, waktu pemeriksaan 30 menit. Dan
jenis kontras media non ionik. Iopamiro mempunyai jenis molekul dapat menghasilkan gas CO2 selama reaksi yang disebut double
benzine dikarboxamide monomerik. Tekanan osmotik yang rendah, contrast Microbar for Enema Disposable Kit digunakan untuk
sifat non ionik dari molekul serta kemotoksitas yang rendah pemeriksaan colon melalui anus, proses pemeriksaannya bersih
merupakan toleransi dari Iopamiro. Indikasi : a. Kasus-kasus (karena menggunakan kit) 2. MICROBAR
neurologis (Myeloradikulografi, Sisternografi, dan Ventrikulografi). CAT 2 Untuk pemeriksaan CT Scan digunakan Oral Barium
b. Kasus-kasus Angiografi (Cerebral Angiografi, Untuk lambung dan usus hakus digunakan 300 ml suspensi 90
Coronoriarteriografi, Thorasic aortografi, Abdominal aortografi, DSA) menit sebelum pemeriksaan CT Scan dan 200 ml waktu
c. Kasus urografi (Intravena urografi, kontras enhancement pada pemeriksaan dimulai Untuk pemeriksaan colon berikan 500 ml
CT Scanning, Artrografi, Fistulografi) Kontra indikasi: Tidak ada larutan a. Jenis Bahan Kontras Terdapat beberapa jenis bahan
kontra indikasi yang sifatnya absolut pada pemakain Iopamiro, kontras, diantaranya : NAMA DAGANG NAMA GENERIK
kecuali waldenstroms, macroglobulinemia, multiple myeloma serta KELOMPOK Amipaque Matrizamide Non Ionik Angiografin
penyakit hati dan ginjal. 2. ULTRAVIST Ultravist Diatrizoate Ionik Conray Iothalamate Ionik Hexabrix Ioxaglate Ionik
merupakan kontras media non ionik dalam bentuk cair yang Dimer Imagopaque Iopentol Non Ionik Iopamiro Iopamidol Non Ionik
dipergunakan untuk pemeriksaan radiografi Triidinated Isovist Iotrolan Non Ionik Dimer Omnipaque Iohexol Non Ionik
Optiray Ioversol Non Ionik Telebrix Ioxithalamate Ionik Ultravist kemampuan bahan kontras menekan kholinesterase atau pelepasan
Iopromide Non Ionik Urografin Diatrizoate Ionik Urovison Diatrizoate histamin dari basofil dan mast cell 1. ALMEN & ASPELIN (1995)
Ionik Urovist Diatrizoate Ionik a. Reaksi Bahan Kontras Dalam Efek khemotoksisitas, osmotoksisitas dan toksisitas ion memacu
pengguanaan bahan kontras terdapat beberapa jenis reaksinya, efek-efek immunologik melalui: Interaksi dengan membran sel
yaitu: 1. Neutrotoksisitas Peranan susunan kimiawi bahan kontras melepaskan substansi vosoaktif (histamin), serotin, Leukotrin,
Gugus karboksil meningkatkan reaksi Gugus hidroksil tromboksan A2, prostaglandin. Interaksi dengan biomolekul
menurunkan reaksi Osmolalitas rendah mencegah reaksi 2. Nyeri komplemen, kinin, koagulatif/fibrinolitik yang mengeluarkan
dan Rasa Sakit Osmolalitas tinggi bahan kontras ionik Bahan bradikinin, nafilaktoksin, makroprotein sehingga sel lisis A.
kontras non ionik (rasa sakit rendah) 3. Efek terhadap Jantung Insidensi Reaksi 1. SHEHADI & TANIOLO (1980) Total 5 %
(Cardiac Effect) Akibat khemotoksisitas, osmotoksisitas, dan Fatal 0,006 % 2. MOORE et al (1989) Bahan kontras
toksisitas ion 4. Reaksi Pseudoalergik Gejala klinis dan terapi konvensional Angiografi, CT, Kateterisasi Jantung Ringan 45
persis sama dengan reaksi alergik Tidak disebabkan reaksi %, Sedang 5,5 %, Berat 0,4 % 3. KATAYANA et al (1990) Ionik
antigen-antibodi Aktifitas efektor-efektor imunologik a. Pasien 12,66 %, reaksi berat 0,22 % Non Ionik 3,13 %, reaksi berat 0,04
Resiko Tinggi (Pernah Mengalami Reaksi Kontras Media) Langkah- % Riwayat Alergi ionik 23,35 %, non ionik 6,85 % 4. FAISAL
langkah yang dapat dilakukan saat mendapati pasien beresiko tinggi (1992) Urografi intra vena Reaksi, Urografin 76 % : 6 %
atau pasien yang pernah mengalami reaksi kontras media 1. Re- Iopamiro 0 % 5. ALMEN & ASPELIN (1995) Reaksi
evaluasi indikasi pemeriksaan dan diskusikan alternatif pemeriksaan ringan 10 % Reaksi berat 1 : 900 1 : 3000 Reaksi fatal 1 :
2. Pilihkan bahan kontras non ionik dimer 3. Apabila reaksi 50000 1 : 100000 6. JACOBS et al (1998) Pemeriksaan CT
sebelumnya: Ringan : tanpa permedikasi Sedang : Bahan kontras ionik 10,3 % Bahan kontras non ionik 3,4 %
premedikasi Berat : premedikasi, di tunggu anesthesio logist, A. Penanganan Reaksi Contras Media 1. SHEHADI (1985)
anestesi general (umum) b. Tindakan Pencegahan Semua reaksi fatal terjadi dalam waktu 15 menit Injeksi bahan
(PREMEDIKASI) 1. LASSER et al (1987) : kontras 2. ALMEN & ASPELIN (1995) Reaksi Ringan : Tidak perlu
Methylprednisonisolon (Medrol) 32 mg peroral, 12 dan 2 jam terapi Reaksi Sedang : Perlu terapi, tidak perlu dirawat Reaksi
sebelum injeksi bahan kontras ionik 2. ALMEN & ASPELIN (1995) Berat : Rawat Intensif Alur Terapi: A :
: Prednison 50 mg, 12 dan 2 jam sebelum pemasukan bahan Assesment, Alternatif, Airway, Assistance B : Basics, Breathing,
kontras Clemastin 1 mg/ml, 2 ml i.m 1 jam sebelum pemasukan Be Wise, Be Ware C : Comfort, Circulation, CPR Terapi
bahan kontras 3. COHAN et al (1995) : Corticosteroid 10-60 Spesifik dalam Menangani Reaksi Bahan Kontras 1. Reaaksi
mg, interval 6-12 jam Diphenhydramine 25-50 mg (i.m, i.v) setiap Alergoid Akut Urticaria, edema, sakit kepala, muntah, diare, asthma
saat antara 12 jan sampai injeksi bahan kontras 4. JACOBS et al rhinoconjunctivitis Epinephrin 0,5 mg (1 mg/ml) subcutan
(1998) Pednison 50 mg peroral, 24 jam, 12 jam dan 1 jam Oksigen 2-6 liter/menit Diphenhydramine 50 mg i.m 2. Reaksi
sebelum reaksi. A. Mekanisme Reaksi Terhadap Bahan Kontras Anafilaktoid Reaksi alergoid, ditambah takhikardia, hipotensi dan
1. LALLI (1980) Semua reaksi yang timbul karena pemakaian pucat Epinephrin 0,3 0,5 mg (0,1 mg/ml i.v) Oksigen 2-6
bahan kontras intravaskuler terjadi melalui mekanisme susunan liter/menit Infus NaCl atau Ringer 3. Anafilaktoid Syok Tidak
saraf pusat (hipothalamus) MANHIRE et al (1984) Neusea dan sadar, status asthmatis, henti napas, kolaps sirkulasi, henti jantung
vomitas pada pemakaian bahan kontras ionik melalui mekanisme Epinephrin 0,3 1,0 mg (0,1 mg/ml i.v) Oksigen 2-6 liter/menit
Hidrokortison 250 mg i.v Intubasi dan ventilasi Infus NaCl dan bakteri. Teknik Aseptik merupakan keharusan saat menangani
atau ringer 4. Reaksi Vagal Hipotensi Brachikardia Letak kaki baha kontras. Buang sisa yag tidak digunakan, paling lama 10 jam
ditinggikan Infus NaCl atau Ringer Oksigen 2-6 liter/menit setelah dibuka karena kontaminasi mikrobiologi baru terlihat dengan
Atrofin 0,6-0,8 mg i.v, di ulang tiap 3-5 menit 5. Reaksi mata telanjang setelah beberapa hari. Sebelum
Bronchospastik Ringan Sedang Oksigen 3 liter/menit penggunaan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan visual terakhir
Inhalasi bronchodilator, atau Epinephrin 1 : 1000 sebanyak 0,1 bahan kontras non-ionik untuk memastikan tanggal kadaluarsa
0,2 ml subkutan, atau Epinephrin 1 : 10000 sebanyak 1 ml i.v belum terlewati, wadah masih utuh, larutan bening dan bebas
B. Penyimpanan Bahan Kontras a. Tempat penyimpanan partikel (tanpa kristalisasi, tidak ada perubahan warna, tidak keruh).
bahan kontras Media Iodine Coumpound Penyimpanan di Bila kriteria tersebut tidak terpenuhi jangan gunakan produk bahan
tempat yang terlindungi dari cahaya (misal dalam lemari) kontras tersebut dan hubungi perwakilan pihak berwenang setempat
Penyimpanan untuk jangka waktu lama sebaiknya dijauhkan dari untuk penggantian dan tindak lanjut. a. Perubahan
sumber sinar-x Penyimpanan pada suhu ruangan sebaiknya Warna/Kristalisasi Media kontras non-ionik merupakan
tidak diatas 30oC Penyimpanan jangka pendek dalam lemari larutan zat larut air. Namun konsentrasi yodium yang lebih tinggi
pemanas (37oC) Sebaiknya sebelum penggunaan kontas (300 mg l/mL) dibandingkan yang dapat dicapai pada tingkat
media diperhatikan lembar informasi produk yang disertakan dalam kelarutan biasa, membuatnya menjadi larutan yang sangat
kemasan kontras media Simpan kontras media pada suhu 15- tersaturasi. Larutan yang sangat tersaturasi memiliki
25oC Lakukan rotasi stock secara berkala b. Hal- kecenderungan intrinsik untuk mengalami kristalisasi spontan pada
hal yang perlu diperhatikan pada kemasan bahan kontras keadaan-keadaan yang jarang terjadi. Hal ini dapat diakibatkan oleh
Perhatikan tanggal kadaluarsa: Umumnya 5 tahun, produk baru salah satu kombinasi dari: Kondisi transportasi (temperatur dan
pada awalnya 2-3 tahun Periksa kembali sebelum atau stres goncangan) Kondisi penyimpanan (stres temperatur)
penggunaan: buka karton pembungkus sesaat sebelum digunakan, Butiran-butiran kecil yag berperan sebagai bibit kristalisasi
periksa kejernihan larutan, pastikan tidak ada perubahan warna, Media kontras sinar-x non-ionik telah digunakan diseluruh
tidak keruh, tidak ada endapan C. Penanganan Bahan Kontras dunia selama lebih dari 20 tahun. Merupakan zat yang sangat
Bila dijumpai kristalisasi Dapat terjadi ditempat yang sangat khusus. Dibandingkan hampir semua sediaan farmasi lain, media
dingin, panaskan larutan sesaat sebelum digunakan Larutan kontras sinar-x non-ionik secara rutin digunakan pada dosis sangat
dengan viskositas tinggi Panaskan larutan hingga 37oC untuk tinggi namun masih dapat ditolerir dengan baik. b. Penanganan
menurunkan viskositas dan memudahkan penyedotan Hindari Produk Setelah produk dikirimkan penanganan bahan kontras
risiko kontaminasi mikroba Janagn biakan vial dan ampul yang sinar-x non-ionik yang sesuai merupakan hal terpenting bagi
terbuka selama lebih dari 4 jam. Buang sisa media kontras yang keamanan pasien. Hal-hal terpenting meliputi: Kondisi
tidak terpakai pada hari itu Tindakan Re-Sterilisasi Jangan penyimpanan Pengamatan xisual sebelum penggunaan
lakukan tindakan re-sterilisasi a. Kontaminasi Mikrobiologis Meminimalisasi resiko kontaminasi mikrobiologi Mulai dari
Bahan Kontras Bahan kontrasnon ionik ditolerir sangat pembuatan hingga penggunaan, keamanan bahan kontras sinar-x
baik oleh pasien. Demikian juga halnya jamur dan bakteri dapat non-ionik sangat bergantung pada standar tertinggi pada proses
men-tolerir dengan baik bahan kontras tersebut. Sehingga bahan produksi, transportasi, penyimpanan dan penanganan produk
kontras non ionik menjadi media pertumbuhan yang baik bagi jamur (Penyimpanan, Inspeksi Visual, Teknik Aseptik)
PENATALAKSANAAN Hal-hal yang berkaitan dengan pemeriksaan dan terjadi kontraksi pada usus terutama pada colon, bila obat
radiografi dengan menggunakan bahan kontras atau dikenal dengan pencahar ini mengenai membrane mucosa usus. Ada yang
pemeriksaan radiografi khusus antara lain meliputi : Persiapan berbentuk tablet untuk diminum, dan capsul untuk digunakan melalui
pasien khusus Persiapan Trolley Perawatan pasien Beberapa jenis anus (suppositoria). Biasanya diberikan 2 tablet ( 10 mg) malam
pemeriksaan radiografi dengan bahan kontras memerlukan sebelum pemeriksaan, dan satu capsul supposituria pagi harinya.
persiapan pasien khusus untuk memvisualisasikan gambaran organ Contoh lain adalah Senna dan cascara. Rentang dosisnya 14 28
didaerah abdomen, misalnya pemeriksaan tractus urinarius, tractus mg untuk senna, dan 130 260 mg untuk cascara. Jenis ini memberi
digestivus, angiografi abdominalis, dan sebagainya. Persiapan rangsangan terhadap syaraf-syaraf otonom muscularis dari usus
pasien mencakup prosedur yang harus dilakukan pasien sebelum (Auerbachs plexus). Jenis lain yang bentuknya cair adalah Castrol
dilakukan pemeriksaan radiografi. Persiapan tersebut biasanya oil, dosisnya 5 15 ml. Di dalam colon obat pencahar ini
dilakukan antara 48 jam, 36 jam atau 24 jam sebelum pemeriksaan. memproduksi minyak bersifat asam dan menimbulkan efek
Umumnya persiapan pasien ini memerlukan pemberian obat penyerapan air di dalam colon akan terhambat, sehingga volume
pencahar, kecuali pada kondisi pasien tertentu yakni bila pasien cairan di dalam colon akan meningkat. Efek lain yaitu mendorong
mengalami resiko pendarahan atau obstruksi. Bila pasien dirawat , gerak peristaltik dan menghancurkan faeses sehingga mudah
penjelasan tentang persiapan pasien menjadi tanggung jawab dikeluarkan. Jenis ini tidak boleh diberikan kepada pasien dengan
perawat ruangan, tetapi untuk pasien berobat jalan, penjelasan indikasi terjadi inflamasi appendix karena bisa terjadi abscess atau
terhadap pasien tersebut menjadi tanggung jawab radiographer. obstruksi usus. b. Kelompok lubricant purgatives, contohnya
Yang dimaksud dengan persiapan trolley mencakup persiapan alat- Normax mengandung diotylsodium sulphosuccinate, bentuknya
alat dan bahan yang diperlukan untuk pemeriksaan dengan bahan liquid paraffin, diberikan dengan dosis 15 30 ml. Jenis ini akan
kontras, selain pesawat Rontgen dan asesoriesnya. Misalnya untuk melunakkan faeses, sehingga mudah unuk defekasi. Perlu diketahui
pemeriksaan salah satu tractus termasuk menyiapkan bahan kontras bahwa kelompok ini tidak boleh diberikan kepada pasien yang
yang akan digunakan, juga obat-obat yang diperlukan bila terjadi sedang mengkonsumsi obat anti-coagulant untuk pengobatan
sesuatu hal pada pasien. Sedangkan perawatan pasien penyakit system vascular. c. Kelompok Bulk purgatives,
dimaksudkan sebagai tindakan yang harus dilakukan sebelum dan contohnya Celevac, Isogel, Normacol X, satu sampai tiga jam
selama pemeriksaan berlangsung, misalnya pasien mengalami setelah diminum akan mendorong gerak peristaltik usus yang kuat
schok saat dilakukan pemeriksaan. A. Persiapan Pasien dan menambah volume colon, sehingga menimbulkan keinginan
Pemeriksaan bahan kontras di daerah abdomen, memerlukan defekasi. 1. Efek samping dari penggunaan obat pencahar : Efek
persiapan pasien dengan menggunakan obat pencahar (purgatives). samping yang ditimbulkan akibat penggunaan obat pencahar, ada
Sebelum membahas tentang persiapan pasien, perlu diketahui tipe- beberapa macam dan bervariasi dan kadang-kadang bisa fatal. Bila
tipe obat pencahar yang dapat digunakan untuk persiapan pasien obat pencahar ini digunakan secara regular dengan jumlah yang
sebelum pemeriksaan radiografi dengan bahan kontras dan efek banyak dan tanpa resep dokter, serta waktu yang lama, maka orang
samping yang ditimbulkannya. Adapun tipe-tipe purgatives adalah tersebut akan mengalami defisiensi elektrolit dan kehilangan protein
sebagai berikut: Irritant purgatives Lubricant purgatrives Bulk dalam tubuhnya. Hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan tugas
purgatives a. Kelompok irritant purgatives, contohnya Bisacodyl radiographer, tetapi ada baiknya untuk diingat, ketika kita
(Dulcolax) akan menyebabkan gerak peristaltik menjadi lebih kuat memberikan instruksi kepada pasien dalam hal menggunakan obat
pencahar sebagai persiapan pemeriksaan radiografi dengan bahan yang berbentuk tablet atau sirup sebanyak 20 ml 30 menit sebelum
kontras. Ketika menggunakan obat pencahar, biasanya bagian perut pemeriksaan. Cara lain adalah disuntikkan intravena dengan dosis 2
bawah akan terasa tidak nyaman, timbul udara di dalam perut dan ml 10 menit sebelum pemeriksaan atau intramuscular 15 menit
colic. Tidak dapat dielakkan pasien akan mengalami sakit, spasme sebelum pemeriksaan , fungsinya sebagai accelerator
dan diare. Oleh sebab itu bayi dan anak di bawah 12 tahun tidak ( mempercepat ) laju bahan kontras. Untuk pasien anak kecil tidak
diberikan obat pencahar per oral untuk persiapan pemeriksaan diberikan . 5. Persiapan pasien untuk pemeriksaan barium enema
radiografi, sedangkan anak yang umurnya di atas 12 bulan bisa untuk usus halus Pasien makan makanan lunak dua hari sebelum
diberikan suppositoria. 2. Penggunaan Enemata Mengosongkan pemeriksaan. Pasien dianjurkan untuk menghentikan minum
colon dari faeses dapat juga dengan cara enema. Untuk tujuan obat, dikhawatirkan dapat menimbulkan gambaran radioopak ,
tersebut, bisa digunakan sabun dan air, glycerin, dan minyak zaitun kecuali obat-obat yang esensial seperti digitalis atau steroid dan
sebagai enemata. Dewasa ini enemata yang terdiri dari larutan obat-obat kontrasepsi. Minum obat pencahar pada jam 7.00
sodium phosfat dalam jumlah kecil, dianggap efektif. Namun malam, setelah itu puasa sampai pemeriksaan radiografi dilakukan.
demikian untuk pemeriksaan radiografi khususnya pemeriksaan Minum trakhir dibolehkan jam 11.00 malam Pasien tidak boleh
colon, penggunaan enemata tidak dianjurkan, karena biasanya colon merokok dan harus mengurangi bicara. Premedikasi basanya
kurang bersih. Sisa cairan dan udara akan tertinggal, yang akan diberikan glucagon atau buscopan , untuk memperlemah gerak
mengaburkan gambaran radiografi. Untuk mengurangi terbentuknya peristaltik. 6. Persiapan pasien untuk pemeriksaan barium enema
udara di dalam colon, pasien diharuskan menghindari makan untuk usus besar (colon) Pasien makan makanan lunak dua hari
sayuran berwarna hijau, cereal dan roti, sehari sebelum sebelum pemeriksaan. Pasien dianjurkan untuk menghentikan
pemeriksaan. 3. Persiapan pasien untuk pemeriksaan barium minum obat, dikhawatirkan dapat menimbulkan gambaran radioopak
meal (per oral) Pasien harus puasa ( tanpa makan dan minum) , kecuali obat-obat yang esensial seperti digitalis atau steroid dan
paling sedikit lima jam sebelum pemeriksaan. Pasien dianjurkan obat-obat kontrasepsi. Minum obat pencahar pada jam 7.00
untuk menghentikan minum obat, dikhawatirkan dapat menimbulkan malam, setelah itu puasa sampai pemeriksaan radiografi
gambaran radioopak , kecuali obat-obat yang esensial seperti dilakukan.Boleh minum samapai jam 11. 00 malam Pasien tidak
digitalis atau steroid dan obat-obat kontrasepsi. Premedikasi boleh merokok dan harus mengurangi bicara. Premedikasi
biasanya diberikan bagi pasien untuk pemeriksaan lambung, basanya diberikan glucagon atau buscopan , untuk memperlemah
misalnya buscopan. 4. Persiapan pasien untuk pemeriksaan usus gerak peristaltik. Untuk pasien dirawat biasanya dilakukan klisma.
halus (follow through) per oral Pasien makan makanan lunak dua 7. Persiapan pasien untuk pemeriksaan tractus Urinarius
hari sebelum pemeriksaan. Pasien dianjurkan untuk Persiapan pasien untuk pemeriksaan traktus urinarius sama dengan
menghentikan minum obat, dikhawatirkan dapat menimbulkan persipan pasien untuk pemeriksaan barium enema, tetapi pasien
gambaran radioopaque , kecuali obat-obat yang esensial seperti tidak boleh minum selama dia puasa. Hal ini tujuannya agar terjadi
digitalis atau steroid dan obat-obat kontrasepsi. Minum obat konsentrasi yang baik dari kontras media di dalam pelvis renalis,
pencahar pada jam 7 malam, setelah itu puasa sampai pemeriksaan sehingga didapatkan gambaran radiografi yang lebih tajam. Miksi
radiografi dilakukan. Pasien tidak boleh merokok dan mengurangi sebelum pemeriksaan Tidak perlu premedikasi. B. Persiapan
bicara. Premedikasi metaclopromide biasanya diberikan bagi Trolley Persiapan trolley untuk setiap pemeriksaan akan berbeda
pasien untuk pemeriksaan usus halus, misalnya maxolon per oral satu sa,a lain, seperti yang akan diuraikan di bawah ini : 1.
Persiapan trolley untuk pemeriksaan barium meal Barium samping dari penggunaan barium sulfat, adalah constivasi, untuyk
yang sudah dicampur dengan air, sesuai denga jenis pemeriksaan, mengatasinya pasien diberikan lactulose (sistetis disacharida) 50 %,
misalnya untuk pemeriksaan Oesofagus, perbandingan antara bubuk misalnya duphulac dalam kemasan sirup, dengan dosis 5 10 ml ,
barium sulfat dengan air 1 : 1, untuk maag duodenum : 1 : 4. Bila tiga kali sehari . 2. Untuk pemeriksaan tractus Urinarius a.
menggunakan bahan kontras dalam bentuk suspensi, disiapkan di Sebelum dilakukan penyuntikan kontras media intravena, lakukan
dalam gelas sesuai volume yang diperlukan. Tissue paper, tes untuk mengetahui apakah pasien alergi terhadap kontras media.
dalam boks Tempat membuang muntahan (bengkok) Bisa dengan skin test atau dengan cara menyuntikkan 2 cckontras
Sedotan untuk minum Sendok makan Lap katun, untuk media secara intravena, kemudian ditunggu reaksinya. b.
membersihkan bahan kontras yang tumpah. 2. Persiapan trolley Memantau perkembangan keadaan pasien setelah penyuntikan
untuk pemeriksaan barium enema Larutan barium sulfat kontras media. Kemungkinan-kemungkinan reaksi penyuntikan
dengan kepekatan 1 : 8 dan temperature 37 derajat Celsius, bahan kontras terhadap pasien, adalah sebagai berikut : Batuk-
sebanyak 2 liter Rectal kateter Irigator set . Dewasa ini batuk , mual-mual Reaksi ini disebabkan karena penyuntikan kontras
sering digunakan Disposible bariumenema kits yang terdiri dari: media terlalu cepat. Biasanya pasien merasa panas pada
a. enema bag, biasanya dari bahan translusen dengan kapasitas permukaan kulit dan bingung. Mengatasinya dengan memberikan
3 liter. b. Dekat bagian atas kantong enema, terdapat lubang selimut hangat dan bengkok untuk muntahan. Alergi
untuk menambah larutan barium. c. Kateter yang panjangnya 1,5 (angioneurotic, bronchospasme) Keadaan alergi bisa ditandai
meter serta clip, untuk mengatur laju bahan kontras saat dilakukan dengan urticaria, timbul merah-merah dan gatal di seluruh
pemeriksaan dalam berbagai posisi. d. Rectal kateter. permukaan kulit, diawali di sekitar mata. Pasien diberikan suntikan
Glycerin Kayu pengaduk barium ( bila menggunakan irrigator intravena corticosteroid misalnya adrenaline. Untuk pasien yang
set) Receiver (ember) Kain laken ( penutup meja diduga beresiko alergi terhadap bahan kontras, walaupun tes nrgatif,
pemeriksaan ) 3. Persiapan trolley untuk pemeriksaan traktus perlu disuntikkan anti- histamine, misalnya Phenergan sebelum
urinarius a. Untuk pemeriksaan BNO-IVP Pada bagian atas disuntikkan bahan kontras. Collap Keadaan ini sangat serius ,
trolley (steril) : Spuit 20 cc dan 50 cc Jarum no 1 dan no ditandai dengan penurunan tekanan darah yang cepat, pulsa tidak
2 Neerbecken (Bengkok ) untuk meletakkan spuit dan jarum teraba . Dalam kondisi lebih buruk terserang respiratory arrest
Satu buah canule Sepasang dissecting forceps (pernafasan terhenti) dan cardiac arrest. Dokter bagian emergensi
Handuk kecil atau haas Kapas alcohol Bagian bawah trolley harus segera menanganinya. Cheap Offers:
( unsteril) Ampoule kontras media Gergaji ampoule http://bit.ly/gadgets_cheap
Sphygnomanometer atau tourniquet Botol skin cleanser,
misalnya Hibitane 0,5 % Sand bag atau bantal kecil untuk
penyangga lengan pasien saat disuntik. Obat-obat emergensi,
misalnya anti alergi. b. Untuk pemeriksaan Cystourethrografi
Knutsons clamp dan canul untukl pasien laki-laki. Kalau tidak
tersedia alat ini bisa menggunakan kateter balon. Spuit 50 cc KONTRAS MEDIA
Xylocaine antiseptic gel 2 % Bahan kontras C.
Perawatan pasien 1. Untuk pemeriksaan tractus digestivus Efek
1. Definisi kontras media Kontras media negatif (mempunyai nomor atom rendah)
Kontras media adalah suatu bahan atau media yang - Udara
dimasukkan kedalam tubuh pasien untuk membantu pemeriksaan
- CO2
radografi, sehingga media yang dimasukkan tampak lebih
radioopaque atau lebih radiolucent pada organ tubuh yang akan - Gas lainnya
diperiksa. Kontras media positif ( mempunyai nomor atom tinggi )
Bahan Kontras merupakan senyawa-senyawa yang - Barium sulfat
digunakan untuk meningkatkan visualisasi (visibility) struktur- Bahan kontras barium sulfat, berbentuk bubuk putih yang tidak larut.
struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostic medik. Bahan
kontras dipakai pada pencitraan dengan sinar-X untuk Bubuk ini dicampur dengan air dan beberapa komponen tambahan
meningkatkan daya attenuasi sinar-X (Bahan kontras positif) atau lainnya untuk membuat campuran bahan kontras. Bahan ini
menurunkan daya attenuasi sinar-X (bahan kontras negative umumnya hanya digunakan pada saluran pencernaan; biasanya
dengan bahan dasar udara atau gas). Ada berbagai macam jenis
ditelan atau diberikan sebagai enema. Setelah pemeriksaan, bahan
kontras tergantung dari muatannya, cara pemberian dan lain
sebagainya. ini akan keluar dari tubuh bersama dengan feces.
2. Fungsi kontras media
Kontras media digunakan untuk membedakan jaringan- - Golongan larut dalam air ( water soluble )
jaringan yang tidak dapat terlihat dalam radiografi. Selain itu Bahan Kontras Ionik
kontras media juga untuk memperlihatkan bentuk anatomi dari
organ atau bagian tubuh yang diperiksa serta untuk
memperlihatkan fungsi organ yang diperiksa. Ion-ion penyusun media kontras terdiri dari kation (ion bermuatan
Secara terperinci fungsi dari kontras media adalah: positif) dan anion (ion bermuatan negatif). Kation terikat pada asam
a. Visualisasi saluran kemih ( ginjal, vesika dan saluran kemih) radikal (-COO-) rantai C1 cincin benzena. Kation juga memberikan
b. Visualisasi pembuluh darah (anggota badan, otak, jantung, ginjal) karakteristik media kontras, dimana setiap jenis memberikan
c. Visualisasi saluran empedu ( kandung empedu dan saluran karakteristik yang berbeda satu sama lain. Ada beberapa macam
empedu ) kation yang digunakan dalam media kontras.
d. Visualisasi saluran cerna ( lambung dan usus ) (1). Bahan Kontras Ionik Monomer
Bahan Kontras ionik manomer merupakan bentuk bahan kontras
3. Alasan penggunaan kontras ionik yang memiliki satu buah cincin asam benzoat dalam satu
Alasan penggunaan kontras media pada pemeriksaan molekul
radiografi adalah karena organ-organ yang diperiksa seperti
pembuluh darah, organ saluran kemih, organ saluran cerna,dan
(2). Bahan Kontras Ionik dimer
saluran empedu tidak terlihat jika tidak mengunakan kontras
media. Untuk itu diperlukan kontras media sehingga organ yang Merupakan media kontras ionik yang memiliki dua buah cincin asam
dimasukkan tampak lebih radioopaque atau lebih radiolucent pada benzoat dalam satu molekul. Salah satu contoh bentuk dan susunan
organ tubuh yang akan diperiksa. kimia jenis bahan kontras ini adalah Ioxaglate (Hexabrix) yang
4. Jenis-jenis kontras media berikut contohnya
merupakan media kontras ionik dimer pertama dibuat.
Konsentrasi molekul yang secara aktif memberikan tekanan osmotik
larutan, sehingga
Bahan Kontras Non-ionik. memberikan kemampuan suatu pelarut (air) melewati suatu membran.
Dapat
Dua dalam susunan kimia media kontras non-ionik sudah tidak dinyatakan dengan milliosmol per liter (osmolaritas) atau milliosmol per
dijumpai lagi adanya ikatan ion antar atom penyusun molekul. Kalau kilogram Air
dalam media kontras ionik terdapat dua partikel penyususn molekul (H2O) pada suhu 37C (Osmolalitas).Osmolalitas tidak dipengaruhi oleh
(kation dan anion) maka dalam bahan kontras non-ionik hanya ada ukuran
satu partikel penyusun molekul sehingga memiliki karakteristik partikel namun nilainya tergantung dari ; Jumlah partikel dan konsentrasi
tersendiri. iodium. Bahan
1). Bahan kontras Non-ionik Monomer kontras ionik memiliki jumlah partikel lebih besar daripada bahan kontras
Bahan kontras ini berasal dari media kontras ionik monomer yang non-ionik
dibentuk dengan mengganti gugus karboksil oleh gugus radikal non- karena dalam media kontras ionik terdapat dua partikel (kation dan anion)
ionik yaitu amida (-CONH2). sehingga
Contoh kontras media Non-ionik Manomer : osmolalitas dua kali lebih besar. Osmolalitas berpengaruh terhadap
- Iopamidol toleransi kontras
- Iohexol media pada tubuh. Makin tinggi tekanan osmotik , maka makin buruk
- Iopromide toleransi kontras
- Ioversol media tersebut terhadap tubuh.
- Iopentol Protein Binding
2). Bahan Kontras Non-ionik Dimer Adalah daya ikat suatu bahan terhadap jaringan atau sel
tubuh (protein). Bertambah
Pembentukan struktur kimia bahan kontras ini melalui proses tinggi protein binding, maka bertambah tinggi chemotoxisity
penggantian pada gugus karboksil media kontras ionik dimer juga bahan tersebut terhadap
oleh gugus radikal non-ionik, yang pada kahir sisntesa menghasilkan tubuh atau sebaliknya.
Lipophylisity
perbandingan iodium terhadap partikel media kontras
Adalah kelarutan bahan dalam larutan organik seperti lemak ( lipid ),
bertambah tinggi lipophylisity maka bertambah tinggi kemungkinan
5. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan terjadi reaksi bahan kontras media atau sebaliknya
kontras, berikut pengaruhnya Viscosity ( kekentalan )
Diukur dengan tingkat mengalirnya melalui tabung kapiler kecil
Osmolalitas
dalam standar tekanan dan temperatur yang ditentukan. Hal ini
berhubungan dengan kekuatan yang diperlukan untuk penyuntikan
yang membatasi tingkat kecepatan penyuntikan. Pada katerisasi juga kontras media dipanaskan pada temperatur tertentu untuk
diperlukan penyuntikan cepat dibandingkan biasanya, sehingga mengurangi viscosity.
kontras media yang dipilih adalah yang paling rendah viscositynya.
Viscosity dapat dikurangi dengan merendahkan tingkat konsentrasi
iodium, dan tentu akan berpengaruh pada opasitas gambar. Dapat