Anda di halaman 1dari 46

Pengertian Ruang dan Lokasi

Kuliah II

Pokok Bahasan

Menjelaskan pengertian ruang

Menjelaskan pengertian lokasi

Interaksi keruangan

Menjelaskan definisi-difinisi yang terkait dengan lokasi (Kedekatan dan kejauhan serta apa dampaknya, Jarak, Gangguan : Biaya & waktu)

Metode Umum Pada Analisis Lokasi dan

Analisis Regional

Mengenal beberapa Teori Lokasi

: Biaya & waktu) • Metode Umum Pada Analisis Lokasi dan Analisis Regional • Mengenal beberapa

RUANG

??

APA ITU RUANG

??

RUANG ?? APA ITU RUANG ??

RUANG MUKA BUMI

GEOSGFERA

RUANG MUKA BUMI GEOSGFERA AKTIFITAS MANUSIA YANG BERBEDA KLASIFIKASI REGIONALISASI LOKASI ABSOLUT (FISIKAL) LOKASI

AKTIFITAS MANUSIA

YANG BERBEDA

RUANG MUKA BUMI GEOSGFERA AKTIFITAS MANUSIA YANG BERBEDA KLASIFIKASI REGIONALISASI LOKASI ABSOLUT (FISIKAL) LOKASI

KLASIFIKASI

REGIONALISASI

LOKASI

ABSOLUT

(FISIKAL)

LOKASI RELATIF

(AKTIVITAS MANUSIA

DALAM RUANG

(FISIKAL) LOKASI RELATIF (AKTIVITAS MANUSIA DALAM RUANG POLA KERUANGAN SISTEM ZONING ANALISA KETERKAITAN: Hukum

POLA KERUANGAN SISTEM ZONING

POLA KERUANGAN SISTEM ZONING

ANALISA

KETERKAITAN:

Hukum Jarak Interaksi Interelasi Interdependensi Integrasi

Hukum Jarak Interaksi Interelasi Interdependensi Integrasi ORGANISASI RUANG TEORI SENTRALITAS KEUNGGULAN LOKASI

ORGANISASI

RUANG

ORGANISASI RUANG TEORI

TEORI

SENTRALITAS

KEUNGGULAN

LOKASI

PUSAT PELAYANAN KOTA - KOTA

Interdependensi Integrasi ORGANISASI RUANG TEORI SENTRALITAS KEUNGGULAN LOKASI PUSAT PELAYANAN KOTA - KOTA

UNSUR-UNSUR RUANG

JARAK

LOKASI

BENTUK

UKURAN

UNSUR-UNSUR RUANG • JARAK • LOKASI • BENTUK • UKURAN

Pengertian lokasi

Kalau kita menyebut nama suatu tempat, kita dapat mengabstrasikan tempat tersebut sebagai suatu ruang. Tetapi kita tak akan dapat mengabstrasikan lebih jauh bagaimana karakteristik ruang tersebut sebelum

dideskripsikan tentang lokasinya.

tak akan dapat mengabstrasikan lebih jauh bagaimana karakteristik ruang tersebut sebelum dideskripsikan tentang lokasinya.

Lokasi ini akan memberikan penjelasan lebih jauh tentang tempat atau daerah yang bersangkutan.

Pada studi geografi, lokasi ini nerupakan variabel yang dapat menggungkapkan

berbagai hal tentang gejala yang kita pelajari.

studi geografi, lokasi ini nerupakan variabel yang dapat menggungkapkan berbagai hal tentang gejala yang kita pelajari.

Jadi

gejala dalam ruang dapat

Lokasi suatu benda atau suatu

Menjelaskan dan dapat memberikan kejelasan pada benda atau gejala geografi yang bersangkutan

secara lebih jauh lagi.

suatu Menjelaskan dan dapat memberikan kejelasan pada benda atau gejala geografi yang bersangkutan secara lebih jauh

Lokasi absolut

adalah posisi geografis, yang bisa di representasikan sebagai lokasi yang mempunyai lintang bujur tertentu atau berdasarkan jaring-jaring derajat. Lokasi absolut suatu tempat atau suatu wilayah dapat dibaca pada peta.

Dengan dinyatakan lokasi absolut suatu tempat atau suatu wilayah, karakteristik tempat yang bersangkutan sudah dapat diabstrasikan lebih jauh.

yang bersangkutan sudah dapat diabstrasikan lebih jauh. Sekurang – kurangnya posisi dan iklimnya sudah dapat

Sekurang kurangnya posisi dan iklimnya sudah

dapat kita perhitungkan. Untuk memperhitungkan karakteristiknya lebih jauh lagi, harus diketahui tentang lokasi relatifnya.

Lokasi relatif

mendiskripsikan lokasi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar ( karakteristik wilayah menentukan lokasi relatif)

Lokasi relatif suatu tempat atau wilayah yang bersangkutan berkenaan dengan hubungan tempat

atau wilayah itu dengan faktor alam atau faktor

budaya yang ada disekitarnya.

dengan faktor alam atau faktor budaya yang ada disekitarnya. • Lokasi relatif ini dapat mengungkapkan dinamika

Lokasi relatif ini dapat mengungkapkan dinamika

wilayah yang bersangkutan Corbin dalam Sumaatmadja, 1988).

( Thoman and

lokasi dapat pula ditinjau dari situasi

dan sitenya

lokasi dapat pula ditinjau dari situasi dan sitenya site adalah semua sifat atau karakter internal dari

site adalah semua sifat atau karakter internal dari suatu daerah tertentu. Kota yang berlokasi di

dataran tinggi, sifat dataran tinggi atau dataran

tinggi itu sendiri adalah site dari kota yang bersangkutan.

tinggi itu sendiri adalah site dari kota yang bersangkutan. situasi adalah lokasi relatif dari tempat atau

situasi adalah lokasi relatif dari tempat atau wilayah yang bersangkutan ( Thoman and corbin, 1988 ).

yang bersangkutan. situasi adalah lokasi relatif dari tempat atau wilayah yang bersangkutan ( Thoman and corbin,

faktor penentuan lokasi kegiatan

ekonomi

sumber daya manusia,

modal,

manajemen,

pasar dan mesin/ teknologi. Ini harus didukung pula dengan adanya kebijakan pemerintah, serta faktor tak terukur misalnya kebiasaan turun-temurun atau tradisi.

didukung pula dengan adanya kebijakan pemerintah, serta faktor tak terukur misalnya kebiasaan turun-temurun atau tradisi.

Analisis keruangan

adalah analisis lokasi yang menitik beratkan

• pada tiga unsur jarak (distance), kaitan (interaction) dan gerakan (movement),
pada tiga unsur jarak (distance),
kaitan (interaction) dan
gerakan (movement),
lokasi yang menitik beratkan • pada tiga unsur jarak (distance), kaitan (interaction) dan gerakan (movement),

Tujuan Analisis Keruangan

untuk mengukur apakah kondisi yang ada sesuai dengan struktur keruangan,

menganalisa interaksi antar unit keruangan yaitu hubungan antara ekonomi dan interaksi

keruangan, aksesibilitas antara pusat dan

perhentian suatu wilayah, dan hambatan interaksi, hal ini didasarkan oleh adanya tempat-tempat (kota) yang menjadi pusat

oleh adanya tempat-tempat (kota) yang menjadi pusat kegiatan bagi tempat-tempat lain, serta adanya hirakri

kegiatan bagi tempat-tempat lain, serta adanya

hirakri diantara tempat-tempat tersebut.

Interaksi Keruangan

Interaksi

Interrelasi

Interdependensi

Interaksi Keruangan • Interaksi • Interrelasi • Interdependensi

Interaksi keruangan berguna untuk

gambaran gamblang mengenai pengaruh keruangan

dari relasi yang ada antara manusia dan manusia serta antara manusia dengan lingkungannya.

Interaksi selalu bersinggungan dengan keputusandan kegiatan manusia baik yang disadarinya ataupun yang tidak

kegiatan manusia baik yang disadarinya ataupun yang tidak • Keputusan berkaitan dengan keinginan migrasi,

Keputusan berkaitan dengan keinginan migrasi, komunikasi dan transportasi

Lanjutan

Interaksi keruangan menyatakan dirinya pada arus manusia, materi , informas , dan energi

Interaksi keruangan menyajikan dasar untuk

menerangkan gejala- gejala lokasi relokasi ,

distribusi, dan difusi.

• Interaksi keruangan menyajikan dasar untuk menerangkan gejala- gejala lokasi relokasi , distribusi, dan difusi.

Konsep Interaksi dan Interdependensi :

Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala di muka bumi. Contoh : Antara desa dgn kota.

Interdependensi : • Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala di muka bumi. Contoh : Antara desa

Macam interaksi keruangan (sistem

Sistem interaksi keruanganekonomis

Sitem interaksi keruangan politik

Sistem interaksi keruangan sosial

Sistem interaksi keruangan manusia- lingkungan

interaksi keruangan politik • Sistem interaksi keruangan sosial • Sistem interaksi keruangan manusia- lingkungan

Interaksi keruangan menandakan adanya saling pengaruh antara gejala- gejala sifat keruangan yang dipengaruhi oleh sifat-sifat keruangan dan non keruangan dari gejala bersangkutann

Interkasi keruangan berwujud perpindahan manusia, materi, informasi, dan energi

berwujud perpindahan manusia, materi, informasi, dan energi • Interakasi keruangan merupakan dasar menerangkan

Interakasi keruangan merupakan dasar menerangkan lokasi, relokasi, distribusi, dan difusi pemencaran gejala-gejala.

Rumus Carrothers mengenai Interaksi

P1 P2

I = -------

j

Dimana: I = Interaksi

= Jumlah Penduduk di lokasi I

P1

= Jumlah Penduduk di Lokasi 2 = Jarak antara kedua lokasi

P2

j

• = Jumlah Penduduk di lokasi I P1 • = Jumlah Penduduk di Lokasi 2 =

Lanjutan

menyatakan tentang besarnya interaksi (perpindahan orang, barang, atau informasi)

antara dua tempat (pusat kegiatankota/negara) dalam relasinya terhadap “bobot” (jumlah penduduk, besarnya pasaran) dari dua itu dan

jarak diantaranya.

dalam relasinya terhadap “bobot” (jumlah penduduk, besarnya pasaran) dari dua itu dan jarak diantaranya.

Komponen Interaksi Keruangan

Adanya gejala dalam ruang

Distribusi ruang (pembagian dan sebaran

dalam ruang)

Difusi ruang (perpencaran dan perluasan ruang)

Interaksi untuk menjawab pertanyaan mengapa. (mengapa disitu? Mengapa disana?)

(perpencaran dan perluasan ruang) • Interaksi untuk menjawab pertanyaan mengapa. (mengapa disitu? Mengapa disana?)

Gejala Interdependensi antar wilayah

geografis

Bentuk Interaksi :

(1) Migrasi (arus manusia),

(2) Komunikasi (gagasan/informasi) (3) Transportasi (Arus Materi dan Energi) (4) CAPITAL

: (1) Migrasi (arus manusia), (2) Komunikasi (gagasan/informasi) (3) Transportasi (Arus Materi dan Energi) (4) CAPITAL

Kenapa Terjadi Interaksi ?

1.

Komplementaritas (saling melengkapi)

2.

Transferabilitas (sarana dan prasarana

interaksi)

3.

Intevening Opportunities (kesempatan antara / alternatif)

Transferabilitas (sarana dan prasarana interaksi) 3. Intevening Opportunities (kesempatan antara / alternatif)

Spatial Interaction

Komlementaritas

Transferabilitas

Intervening

opportunities

MANUSIA MATERI ENERGI INFORMASI CAPITAL (MODAL) Arus
MANUSIA
MATERI
ENERGI
INFORMASI
CAPITAL
(MODAL)
Arus

Lokasi

Distribusi

Difusi

Intervening opportunities MANUSIA MATERI ENERGI INFORMASI CAPITAL (MODAL) Arus Lokasi Distribusi Difusi Hasil

Hasil

Intervening opportunities MANUSIA MATERI ENERGI INFORMASI CAPITAL (MODAL) Arus Lokasi Distribusi Difusi Hasil

Teori Kemungkinan Antara (Intervening

Opportunities)

Terkait dengan gerakan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lainnya (mengapa orang ke tempat yang ditujunya? Bukan ke tempat yang lain?

Dasar
Dasar
“ banyaknya orang yang menempuh suatu jarak tertentu (berinteraksi), berbanding lurus dengan jumlah kemungkinan yang
“ banyaknya orang yang menempuh suatu jarak tertentu
(berinteraksi), berbanding lurus dengan jumlah
kemungkinan yang terdapat pada jarak tersebut dan
berbanding terbalik
dengan jumlah kemungkinan
antaranya (alternatif tempat lain (pekerjaan, tempat
bermain,tempat berbelanja, tempat beribadah….))
(Stouffer)
ASAL
ASAL
ASAL ++++ ------ +++++------ Intervening Opportunities TUJUAN ++++ ------ +++++------ Kedekatan dan kejauhan serta apa
++++ ------ +++++------
++++ ------
+++++------
Intervening Opportunities
Intervening Opportunities
TUJUAN
TUJUAN

++++ ------

+++++------

Intervening Opportunities TUJUAN ++++ ------ +++++------ Kedekatan dan kejauhan serta apa dampaknya, Jarak,

Kedekatan dan kejauhan serta apa

dampaknya, Jarak, Gangguan :

Biaya & waktu

Prinsip Interelasi :

diartikan adanya hubungan antara fenomena yang satu dengan fenomena yuang lain pada suatu ruang.

Contoh :Tanaman padi tumbuh bagus di

dataran rendah. Ada keterkaitan yang sangat

tinggi antara fenomena tanaman padi dengan fenomena dataran rendah

bagus di dataran rendah. Ada keterkaitan yang sangat tinggi antara fenomena tanaman padi dengan fenomena dataran

Teori Lokasi

Merupakan ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) Kegiatan ekonomi atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang langka, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya

terhadap lokasi berbagai macam

usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial.

serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap lokasi berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial.

Lokasi berbagai kegiatan seperti Rumah Tangga, Pertokoan, Pabrik, pertanian, pertambangan, sekolah tempat ibadah, dll, tidak dibuat asal-asalan saja. Namun menunjukkan pola / susunan (mekanisme)

yang dapat diselidiki dan dapat dimengerti.

tidak dibuat asal-asalan saja. Namun menunjukkan pola / susunan (mekanisme) yang dapat diselidiki dan dapat dimengerti.

Dalam dunia nyata kondisi

dan potensi setiap wilayah berbeda.
dan potensi setiap
wilayah berbeda.
Dalam dunia nyata kondisi dan potensi setiap wilayah berbeda.

Unsur-unsur Ruang

JARAK
JARAK

Dapat menciptakan “GANGGUAN“ ketika manusia berpergian dari satu tempat ke tempat lain. Jarak menciptakan “GANGGUAN” karena dibutuhkan biaya (tenaga) dan waktu untuk mencapai lokasi yang satu dari lokasi yang lain.

Jarak juga menciptakan gangguan informasi sehingga makin jauh dari suatu lokasi makin kurang diketahui potensi/karakter
Jarak juga menciptakan gangguan informasi sehingga
makin jauh dari suatu lokasi makin kurang
diketahui potensi/karakter yang terdapat pada
lokasi tersebut.

Makin jauh jarak yang ditempuh, makin menurun minat untuk berpergian.

Pengaruh jarak terhadap intensitas orang berpergian dari satu lokasi ke loksi lainnya.

Analisis ini dapat dikembangkan untuk melihat

bagaimana suatu lokasi yang memiliki

potensi/daya tarik terhadap batas wilayah pengaruhnya dimana orang masih ingin mendatangi pusat yang memiliki potensi

tarik terhadap batas wilayah pengaruhnya dimana orang masih ingin mendatangi pusat yang memiliki potensi tersebut.

tersebut.

METODE UMUM PADA ANALISIS

LOKASI DAN ANALISIS REGIONAL

1. Teori Friksi Spasial

Lokasi penduduk, industri, SDA dan jaringan

transportasi tetap (homogenitas spasial)

Jarak sebagai friksi terhadap aliran barang, modal, dan manusia

Jarak berhubungan erat dengan ekonomi

spasial) • Jarak sebagai friksi terhadap aliran barang, modal, dan manusia • Jarak berhubungan erat dengan

2. Ruang Sebagai Matrik Lokasi

Kegiatan Ekonomi

Jarak sebagai matrik (variabel) kegiatan

ekonomi

Ruang menentukan perkembangan daerah, terutama mempengaruhi penempatan lokasi

kegiatan ekonomi

Heterogenitas spasial (produksi, konsumsi, populasi tidak tersebar secara merata atau tetap)

Terdapat kecenderungan berkumpul (economic of scale dan aglomerasi)

populasi tidak tersebar secara merata atau tetap) • Terdapat kecenderungan berkumpul (economic of scale dan aglomerasi)

Teori Lokasi berkembang sejak awal

abad ke 19.

Secara empiris dapat diamati bahwa pusat- pusat pengadaan dan pelayanan barang dan jasa yang umumnya adalah perkotaan (central palace), terdapat tingkat penyediaan pelayanan yang berbeda-beda.

barang dan jasa yang umumnya adalah perkotaan (central palace), terdapat tingkat penyediaan pelayanan yang berbeda-beda.

Jakarta umpamanya menyediakan barang dan jasa yang tidak disediakan di Medan serta kota-kota lainnya yang berada [ada tingkat hirarki lebih

rendah.

• Barang atau jasa yang dihasilkan di Jakarta disebarkan ke seluruhh wilayah Indonesia.
• Barang atau jasa yang dihasilkan di Jakarta
disebarkan ke seluruhh wilayah Indonesia.

Medan menyediakan barang/jasa yang tidak

disediakan oleh Pematang Siantar atau kota-kota lainnya yang memiliki hirarki sama dengan Pematang Siantar atau lebih rendah.

oleh Pematang Siantar atau kota-kota lainnya yang memiliki hirarki sama dengan Pematang Siantar atau lebih rendah.

Jakarta tetap menyediakan barang/jasa yang dihasilkan Medan, Pematang Siantar, dan kota yang lebih kecil berikutnya.

Jadi ada barang/jasa yang disediakan Jakarta tidak disediakan oleh Medan dan Pematang

Siantar.

kecil berikutnya. • Jadi ada barang/jasa yang disediakan Jakarta tidak disediakan oleh Medan dan Pematang Siantar.

Perkembangan Teori Lokasi

1.Teori Klasik

Menurut Reksohadiprojo-Karseno (1985) Teori

sewa dan lokasi tanah, pada dasarnya merupakan bagian dari teori mikro tentang alokasi dan penentuan harga-harga faktor

produksi. Seperti halnya upah yang

merupakan “harga” bagi jasa tenaga kerja, maka sewa tanah adalah harga atas jasa sewa tanah.

Seperti halnya upah yang merupakan “harga” bagi jasa tenaga kerja, maka sewa tanah adalah harga atas

David Ricardo, berpendapat

bahwa penduduk akan tumbuh sedemikian rupa sehingga tanah-tanah yang tidak subur akan digunakan dalam proses
bahwa penduduk akan tumbuh sedemikian rupa
sehingga tanah-tanah yang tidak subur akan
digunakan dalam proses produksi, dimana sudah
tidak bermanfaat lagi bagi pemenuhan kebutuhan
manusia yang berada pada batas minimum
kehidupan.

Sehingga, “sewa tanah akan sama dengan penerimaan dikurangi harga faktor produksi bukan tanah di dalam persaingan sempurna dan akan proporsional dengan selisih kesuburan tanah tersebut atas tanah yang paling rendah tingkat

kesuburannya.

sempurna dan akan proporsional dengan selisih kesuburan tanah tersebut atas tanah yang paling rendah tingkat kesuburannya.
• Berkenaan dengan kota, biasanya tingginya nilai tanah bukanlah tingkat kesuburan tanah tersebut, tetapi lebih
• Berkenaan dengan kota, biasanya tingginya
nilai tanah bukanlah tingkat kesuburan tanah
tersebut, tetapi lebih sering dikaitkan dengan
jarak atau letak tanah (Reksohadiprojo-
Karseno, 1985:25).
tanah tersebut, tetapi lebih sering dikaitkan dengan jarak atau letak tanah (Reksohadiprojo- Karseno, 1985:25).

VonThunen,

Tanah yang letaknya paling jauh dari kota memiliki sewa sebesar 0 dan sewa tanah itu meningkat secara linear kearah pusat kota, dimana proporsional dengan biaya angkutan per ton/km.

Semua tanah yang memiliki jarak yang sama

terhadap kota memiliki harga sewa yang sama (Reksohadiprojo-Karseno, 1985:25).

Semua tanah yang memiliki jarak yang sama terhadap kota memiliki harga sewa yang sama (Reksohadiprojo-Karseno, 1985:25).

2. Teori Neo Klasik

Menyebutkan bahwa suatu barang produksi dengan menggunakan beberapa macam faktor produksi, misalnya tanah, tenaga kerja dan modal.

Baik input maupun hasil dianggap variabel.

Substitusi diantara berbagai penggunaan

faktor produksi dimungkinkan.

Agar dicapai keuntungan maksimum, maka seorang produsen akan menggunakan faktor produksi sedemikian rupa sehingga diperoleh keuntungan maksimum.

maksimum, maka seorang produsen akan menggunakan faktor produksi sedemikian rupa sehingga diperoleh keuntungan maksimum.

Beberapa Teori Lokasi Oleh Para Ahli

1. Teori Lokasi Von Thunen, Burges dan Homer Hoyt 2. Teori Tempat Sentral (Central Place
1. Teori Lokasi Von Thunen, Burges dan Homer
Hoyt
2. Teori Tempat Sentral (Central Place Theory)
dari Walter Christaller.
3. Teori Lokasi Industri (Theory of Industrial
Location) dari Alfred Weber.
4. Teori Susut dan Ongkos Transpor (Theory of
Weight Loss and Transport Cost).
5. Model Gravitasi dan Teori Interaksi (the
Interaction Theory) dari Issac Newton.

Pada pertemuan berikutnya akan kita bahas mengenai teori Lokasi dari beberapa Ahli tersebut.

• Pada pertemuan berikutnya akan kita bahas mengenai teori Lokasi dari beberapa Ahli tersebut.