Anda di halaman 1dari 9

MODUL III

Skenario 1

Seorang wanita berinisial Nn. R, berusia 21 tahun dating ke RS dengan keluhan


wajah membengkak disertai dengan kelemahan yang dialami sejak 1 bulan terakhir. Keluhan
dirasakan semakin parah sejak 2 minggu yang lalu, badan semakin melemah, sering pusing,
disertai seluruh badan tampak menghitam. Nn. R juga mengatakan tidak menstruasi sejak 5
bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik diketahui TD : 95/60 mmHg, P : 22x/menit, N :
84x/menit, S : 370 C, wajah tampak bulat, striae pada perut, dan tumbuh rambut haus di
daerah dagu dan dada.

1. Klarifikasi istilah asing

a. Wajah membengkak
b. Kelemahan
c. Pusing
d. Menstruasi
e. Striae pada perut

2. Kata kunci

1. Usia 28 tahun
2. Wajah membengkak
3. Kelemahan yang dialami sejak 1 bulan terakhir
4. Keadaan badan semakin melemah
5. Sering pusing
6. Badan tampak menghitam
7. Tidak menstruasi sejak 5 bulan terakhir
8. Tekanan darah 95/60 mmHg
9. P : 22x/menit
10. N :84x/menit
11. S : 370 C
12. Wajah tampak membulat
13. Striae pada perut
14. Tumbuh rambut halus

3. Problem tree

KULIT
MENGHITAM
ADDISO CHUSING
SINDROM

Kelelahan dan lemas


Kelelahan yang
Penurunan nafsu berlebihan
makan dan penurunan
Otot terasa lemah
berat badan
Muka membundar (moon
Kulit menjadi lebih
face)
gelap
(hiperpigmentasi) Edema

Penurunan tekanan Periode menstruasi tidak


darah teratur

4. Pertanyaan penting

1. Jelaskan pengertian dan etiologi Chusing Sindrom?


2. Kenapa pada Chusing Sindrom terjadi pembengkakan, dan tumbuh rambut halus?
3. Kenapa Chusing Sindrom terjadi kelemahan?
4. Apa yang menyebabkan badan tampak menghitam pada Chusing Sindrom?
5. Bagaimana patofisiologi pada Chusing Sindrom?
6. Bagaimana pencegahan dan pengobatan pada Chusing Sindrom?
7. Bagaimana askep pada kasus? (laporan kelompok)
8. Kenapa pada penyakit Chusing Sindrom terjadi gangguan menstruasi?
9. Kenapa pada penyakit Chusing Sindrom terjadi striae pada perut?

5. Jawaban pertanyaan

1. Pengertian dan etiologi Chusing Sindrom

Chusing Sindrom adalah hipersekresi korteks adrenal yang akan menyebabkan


timbulnya efek hormonal kompleks yang beruntun. Adapun etiologi Chusing Sindrom :

a) Sekresi ACTH yang berlebihan


b) Produksi kortisol yang berlebihan
c) Peningkatan glukokortikoid dalam waktu yang lama
d) Mobilisasi lemak dari bagian bawah tubuh.
2. Terjadi pembengkakan dan tumbuh rambut halus
Gejala penyakit CS adalah adanya mobilisasi lemak dari bagian bawah tubuh, disertai
dengan banyaknya penimbunan lemak tambahan di daerah toraks dan region abdomen
atas, sehingga tubuh tampak seperti tubuh kerbau. Sekresi steroid yang berlebihan juga
menyebabkan wajah pasien membengkak, dan adanya potensi androgenik pada beberapa
hormon kadang kala akan menimbulkan jerawat dan hirsutisme (pertumbuhan bulu wajah
yang berlebihan). Gambaran tersebut sering kali digambarkan seperti moon face.

3. Terjadinya kelemahan pada cushing sindrom


karena pada cusing sindrom terjadi sekresi kortisol yang berlimpah, sehingga dapat
menyebabkan naiknya konsentrasi glukosa darah sebanyak dua kali dari nilai normal.
Keadaan ini diakibatkan oleh meningkatnya glukoneogenesis dan penurunan pemakaian
glukosa oleh jaringan. Efek dari glukortikoid terhadap katabolisme protein sering menjadi
sangat nyata pada sindrom cushing sehingga sangat mengurangi protein jaringan diseluruh
tubuh, kecuali hati. Hilangnya protein inilah yang mengakibatkan protein dari otot-otot
secara khusus yang akan menimbulkan kelemahan otot yang parah . (Guyton & Hall,
Fisiologi Kedokteran, 2007)

4. Penyebab badan tampak menghitam pada penderita Chusing Sindrom


Hiperpigmentasi pada sindroma Chusing di mana hal ini terjadi pada pasien ini juga
disebabkan oleh adanya peningkatan sekresi ACTH di mana hal ini juga merangsang
peningkatan hormon lain seperti MSH (Melanocyte Stimulating Hormone), -endorfin,
dan -lipotropin yang memiliki bahan prekusor yang sama dengan ACTH yaitu berupa
proopiomelanokortin (POMC) Di mana melanosit ini merupakan pigmen hitam melanin
yang banyak tedapat menyebar di epidermis kulit. (Guyton dan Hall, 2007).

5. Patofisioligi Chusing Sindrom


Tumor kelenjar hipofisis akn meningkatkan produksi ACTH yang menstimulasi korteks
adrenal utuk meningkatkan sekresi hormonnya walaupun hormone tersebut telah
diproduksi dalam jumlah yang cukup. Begitu juga dengan pemberian kortikosteroid dan
adanya tumor korteks adrenal meningkatkan sekresi korteks adrenal yaitu kortisol dan
hormone seks (androgen). Peningkatan kortisol ini akan meningkatkan metabolisme
protein, karbohidrat dan lemak. Metabolisme protein yang berlebihan akan mengakibatkan
menurunnya system imun, menurunnya protein tulang sehingga dapat menyebabkan
osteoporosis, terjadinya kelemahan otot, dan penipisan kulit. Peningkatan metabolisme
karbohidrat akan menyebabkn meningkatnya kadar glukosa dara akibat glukoneogenesis.
Sedangkan peningkatan metabolisme lemak akan meningkatkan mobilisasi lemak
sehingga berkurangnya penggunaan lemk untuk metabolisme tubuh dan dapat
menyebabkan penimbunan lemak. Sedangkan meningkatnya androgen akan menyebabkan
terjadinya virinisasi pada wanita yng ditandai dengan timbulnya ciri-ciri maskulin dan
hilangnya ciri-ciri feminim.

Penyimpangan KDM

adenoma hipofisis
(memproduksi CRF terus)

ACTH

Korteks adrenal terus


Memproduksi glukokortikoid

Glukokortikoi

Kemampuan Asam glukokortiko Pembentukan Perubah


sintesis lambung,pepsin id antibody an
protein humoral,pusat psikologi
germinal limpa
Perubahan Lemak tubuh dan jaringan
Protei di jaringan mukosa jaringan Ketidak stabilan
adipose Sistem ekebalan emosional
lambung euphoria,
MK : sentral tubuh tubuh
insomnia
nyeri (moon face, episode depresi
punguk bison, singkat
obesitas
tunkus)
Matriks MK : resti MK : ggn.
kulit Katabolism
tulang infeksi Proses
e protein
menurun

Kulit tipis, Penampil


Kelemahan,
rapuh, tampak Osteoporo an
keletihan,
merah ,timbul sis, lemah chusingid
atrofi otot
strie, mudah
memar, luka- MK : deficit MK : ggn.
Resti
luka ,sembuh perawatan
MK : ggn. fraktur
lambat.
Integrasi patologis
6. Pencegahan dan pengobatan
Chusing Sindrom
kulit MK :
Ada 2 pencegahannya yaitu upaya promotif yaitu upaya untuk mencegah timbulnya
penyakit atau kondisi yang memperberat penyakit Chusing Sindrom yang meliputi
pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Pencegahan primer merupakan upaya yang
dilaksanakan untuk mencegah timbulnya penyakit pada individu-individu yang sehat.

Upaya Promotif
Pencegahan primer adalah pengendalian melalui jalur kesehatan (medical control), antara
lain :
1) Pendidikan kesehatan : gaya hidup, gizi, factor lingkungan, cara pengobatan.
2) Pemeriksaan kesehatan awal, berkala dan khusus (anamnesis, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan laboratorium).
3) Penelitian kesehatan.

Pencegahan sekunder merupakan upaya perawat untuk menemukan tanda dan gejala
penyakit Chusing Sindrom sedini mungkin mencegah meluasnya penyakit, dan
mengurangi bertambahnya penyakit diantaranya :

a) Pengawasan dan penyuluhan untuk klien Chusing Sindrom, agar klien tersebut benar-
benar mengetahui cara pengobatan dan cara mengurangi gejala yang bisa
dimunculkan dari penyakit Chusing Sindrom ini.
b) Pengamatan langsung mengenai keperawatan klien Chusing Sindrom.
c) Case-Finding secara aktif, mencakup identifikasi Chusing Sindrom pada orang yang
dicurigai dan rujukan pemeriksaan kadar kortisol yang tinggi dalam plasma darah.

Upaya kuratif dan rehabilitative


upaya ini adalah upaya pengobatan penyakit Chusing Sindrom yang bertujuan untuk
menyembuhkan penderita, mencegah kematian, dan menurunkan tingkat kejadian
penyakit Chusing Sindrom.

Pengobatan

Pengobatan Chusing Sindrom tergantung ACTH tidak seragam, bergantung apakah


sumber ACTH adalah hipofisis/ektopik.

a) Jika dijumpai tumor hipofisis. Sebaiknya di usahakan reseksi tumor tranfenoida.


b) Jika terdapat bukti hiperfungsi hipofisis namun tumor tidak dapat ditemukan maka
sebagai gantinya dapat dilakukan radiasi kobait pada kelenjar hipofisis.
c) Kelebihan kortisol juga dapat ditanggulangi dengan adrenolektomi total dan diikuti
pemberian kortisol dosis fisiologik.
d) Bila kelebihan kortisol disebabkan oleh neoplasma disusul kemoterapi pada penderita
dengan karsinoma/terapi pembedahan.
e) Digunakan obat dengan jenis metyropone, amino gluthemide yang bisa
mengsekresikan. (Silvia A. Price, Patofisiologi edisi 4, hal.1093).

7. Askwp kasus (laporan kelompok)

8. Penyebab terganggunya menstruasi pada penderita Chusing Sindrom


Dimana diketahui bahwa chusing syndrome terjadi akibat dari kortisol yang tinggi secara
abnormal karena hiperfungsi korteks adrenal (Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15 hal 1979 ).
Nah, hiperfungsi yang terjadi pada korteks adrenal ini akan mengeluarkan hormon kortisol
yang tinggi yang selanjutnya akan berdampak langsung pada beberapa hormon-hormon
yang terlibat dalam menstruasi seperti estrogen dan progesteron.

9. Penyebab timbulnya striae pada perut


Karena lemak tubuh mengalami distribusi ulang dengan cara yang khas ekstremitas
menjadi kurus tetapi lemak berkumpul di dinding abdomen, wajah dan punggung bagian
atas. Timbunan lemak tersebut menimbulkan punuk sapi atau buffalo hump. oleh karena
kulit abdomen yang tipis teregang oleh peningkatan timbunan lemak subkutis, jaringan
robek dan membentuk striae merah keunguan yang mencolok. (Ganong, William F. 2002.
Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC)

6. Tujuan pembelajaran selanjutnya


Menghindari mengkonsumsi obat penggemuk badan karena merupakan salah satu
yang bisa menyebabkan chusing sindrom dikarenakan di internet banyak ditawarkan pil
penggemuk badan dari china yang katanya berisi aneka herbal alami. Sebuah pil
penggebuk badan misalnya, di iklankan berisi herbal seperti : gingseng, semen cusculae,
fructus, crataegus, fructus hordel germinatus, fructus quisqualis, radix astragali, dan
Rhizoma Atractylodis Mak. Jika ditelusuri, herbal-herbal ini umunya berefek pada saluran
pencernaan, misalnya memperbaiki fungsi pencernaan sehingga makanan lebih banyak
yang terserap, meningkatkan nafsu makan, melancarkan peredaran darah, mengatur
metabolisme lemak, dll. Jika memang hanya berisi herbal, sebenarnya baik-baik dan
aman-aman saja. Pada umunya efek obat herbal tidak terjadi secara cepat namun bertahap
dan perlahan-lahan. Tapi jika kemudian obat tersebut mengklaim efeknya sangat manjur,
seperti yang disebutkan dalam salah satu iklan obat gemuk, bahwa dalam waktu satu
minggu berat badan anda akan bertambah 5-7 kg, maka kita perlu waspada. Jangan-
jangan pada obat herbal tersebut ada campuran obat sibtetik yang efeknya membuat
gemuk dengan cepat, tetapi efek sampingnya berbahaya. Obat yang sering dicampurkan
dalam obat penggemuk badan adalah golongan kortikosteroid. Sebuah peringatan dari
FDA menegaskan hal ini.

Apa itu obat kortikosteroid ?


Obat golongan kortikosteroid termasuk golongan obat yang penting dalam dunia
pengobatan Karena memiliki aksi farmakologi yang luas sehingga sering digunakan dalam
berbagai penyakit sampai-sampai ada yang menyebutnya obat dewa, obat segala
penyakit. Tapi disisi lain, karena tempat aksinya luas efek sampingnya pun luas dan tidak
kurang berbahayanya. Obat ini tergolong sebagai obaat anti radang yang poten, dan sering
digunakan untuk gangguan radang seperti alergi, asma, eskim dan penyekit-penyakit
autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, dll, karena efeknyabisa menekan kerja sistem
imun yang berlebihan. Contoh obatnya adalah : Deksametason, betametason,
hidrometison triancinolon, dll.

Obat ini memberikan efek kelihatan gemuk karena memiliki efek menahan air dalam
tubuh, sehingga berat badan bertambah. Kemudian ia juga mempengaruhi lemak tubuh
dan distribusinya, sehingga menyebabkan pertambahan lemak di bagian tertentu tubuh,
yaitu di wajah (jadi membulat), bahu dan perut. Wajah bulat akibat penggunan steroid
sering disebut moon face. Pada orang yang sering menggunakan steroid, wajahnya akan
tampak membulat. Orang yang kepingin gemuk mungkin akan merasa senang dengan efek
ini. Tetapi gemuk yang dihasilkan bukanlah gemuk yang sehat. Selain itu, masih banyak
pula efek samping yang bisa timbul dari pemakaian kortikosteroid.

7. Informasi tambahan
- Pada pemeriksaan fisik inspeksi penyakit chusing sindrom didapatkan pula
perubahan-perubahan warna kulit(kulit berwarna transparan)
- Pada penykit chusing sindrom terjadi pula gangguan-gangguan psikologi

8. Klarifikasi informasi
- Perubahan warna kulit dimana dari warna kulit normal menjadi abnormal dari
biasanya
- Gangguan-gangguan psikologi terjadi akibat depresi, ansietas karena mengalami
gangguan citra tubuh
9. Analisa informasi
-perubahan-perubahan pada kulit sering terjadi dan keadaan ini disebabkaan oleh
kortisol yang berlebihan. Atrofi dan jaringan ikat dibawahnya menyebabkan
penipisan (gambaran kulit yang transparan). Mudahnya terjadi memar akibat trauma
kecil saja terjadi pada 40%b kasus, striae terjadi pada 50-60% kasus. Ini kas berupa
gambaran penekanan kulit berwarna merah sampai keungguan, yang terjadi sekunder
akibat hilangnya jaringan ikat dibawah kulit, leher, (tidak jarang selebar 0,5-2cm)
dibandingkan striae putih dadu yang dapat timbul pada kehamilan atau peningkatan
berat badan yang berlangsung cepat.

-gangguan-gangguan psikologi terjadi pada sekitar sebagian besar pasien. Gejala-


gejala yang ringan mencakup labilitis emosional dan peningkatan iribilitas. Anxietas,
depresi, kosentrasi yang buruk serta ingatan yang buruk juga dapat timbul. Kadang-
kadang timbul manefestasi euphoria pada pasien pada sebagian besar juga timbul
gangguan tidur, berupa insomnia atau ternangun di dini hari akibat dari penyakit
chusing sindrom.