Anda di halaman 1dari 4

POSISI IBU BERSALIN UNTUK

MENGURANGI RASA SAKIT

1. Kala I Persalinan
a. Berdiri dibelakang kursi dengan rileks
letakkan tangan pada sandaran kursi

d. Duduk di kursi menggunakan bantal dan


menghadap ke belakang, letakkan lengan
pada sandaran
kursi

b. Berdiri menghadap pasangan dan


lingkarkan lengan pada lehernya dan
suami memijat punggung dengan lembut

e. Relaks dengan posisi menungging dan


rebahkan kepala pada bantal, suami
mengusap bag punggung dengan lembut

c. Sandarkan punggung secara rileks pada


suami dan dinginkan wajah menggunakan
washlap dengan bantuan suami

f. Suami duduk di kursi, sandarkan


punggung diantara kedua lututnya dengan
lengan ibu dipegang suami untuk menahan
berat tubuh ibu
g. Sandarkan punggung pada suami dengan j. Tidur dengan posisi miring dengan salah
lengan dipegang suami sehingga satu kaki diangkat oleh suami
menyangga tubuh ibu

h. Rileks pada posisi menungging, gunakan


tangan dan kaki ibu untuk menyangga
berat tubuhnya

i. Duduk dengan bersandar pada bantal,


pegang kaki dan tekan seiring kontraksi

POSISI DALAM PERSALINAN


1. posisi duduk atau setengah duduk sering kali nyaman bagi ibu dan ia bisa beristirahat dengan mudah
diantara kontraksi jika merasa lelah. Keuntungan dari kedua posisi ini adalah memudahkan melahirkan
kepala bayi.Posisi ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu turunnya bayi, memudahkan
mengamati perineum.
2. Jongkok atau berdiri dapat membantu mempercepat kemajuan kala II persalinan dan mengurangi
rasa nyeri hebat.Menggunakan gaya gravitasi untuk membantu turunnya bayi dan melebarkan
rongga panggul serta memperbesar dorongan untuk meneran.(Kontribusi pada laserasi.
3. JjMerangkak sering kali merupakan posisi yang baik bagi ibu yang mengalami nyeri punggung saat
persalinan.mengurangi haemoroid.

4. Berbaring miring kekiri merupakan posisi yang baik jika kelelahan karena ibu bisa beristirahat
dengan mudah diantara kontraksi, posisi ini juga bisa membantu mencegah laserasi perineum

TEKNIK PERNAFASAN
Pada Kala I
Setiap kali nyeri tariklah nafas dalam-dalam dan teratur mll hidung dan keluarkan mll mulut. Pada puncak
nyeri bernafaslah dengan ringan dan pendek mll mulut.
Pada Kala II
Agar ibu tidak mengejan terlalu awal, katakan:Huh-huh, pyuhsambil bernafas pendek-pendek, lalu
berbafas panjang secara perlahan dan teratur