Anda di halaman 1dari 19
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO DDIINNAASS PPEEKKEERRJJAAAANN UUMMUUMM DDAANN PPEENNAATTAAAANN
PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO
DDIINNAASS PPEEKKEERRJJAAAANN UUMMUUMM DDAANN PPEENNAATTAAAANN
SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa
RRUUAANNGG
BBIIDDAANNGG BBIINNAA MMAARRGGAA
Jl. Imam Bonjol Komplek Perkantoran PEMDA Kabupaten Mukomuko Telp. (0737) 71048
KERANGKA ACUAN KERJA
( K A K )
Judul Paket
: PENGAWASAN PENINGKATAN JALAN PAKET XXV
Nama Kegiatan
: Peningkatan Jalan PT. Maju – Talang Arah
-
-
Peningkatan JalanSimpang Air Hitam – Desa
Trans Air hitam
Lokasi Kegiatan
Dana Kegiatan
: Kabupaten Mukomuko
: (DAK PENUGASAN)
Tahun Anggaran :
2017
KERANGKA ACUAN KERJA
H A L A M A N
1

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Program

:

Jasa Konsultansi Pengawasan Bidang Bina Marga

Kegiatan

:

Pengawasan Peningkatan Jalan Paket XXV (DAK Penugasan)

Lokasi

:

Kabupaten Mukomuko

T.Anggaran

:

2017

1. Latar Belakang

Jalan dan jembatan merupakan salah satu infrastruktur yang penting dalam

pengembangan jalan dan jembatan memegang penanan penting sebagai saran

distribusi dari dan menuju sesuatu daerah dalam suatu wilayah, oleh karena itu

pembangunannya harus selalu diawasi sehingga sesuai dengan kaidah dan standar

yang berlaku.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk, perluasan dan pertambahan penggunaan

lahan, seyogyanya koreksi atas fungsi dan keberlakuan jalan dan jembatan harus

dilakukan melalui upaya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang optimal.

Sehingga dalam pelaksanaannya pembangunan jalan dan jembatan harus

dilaksanakan secara menyeluruh agar penangan jalan dan jembatan tersebut dapat

dilakukan dengan baik.

Agar hasil dari konstruksi fisik pembangunan ini sesuai dengan standar mutu yang

ada, maka diperlukan pengawasan yang professional terhadap penanganan

pekerjaan tersebut yang tercantum dalam kerangka acuan kerja (KAK). Kerangka

acuan kerja ini akan dapat membantu mengarahkan pencapaian dari tahap-tahap

pekerjaan konsultan dalam melaksanakan kegiatan tersebut seperti diuraikan pada

bagaian-bagian dibawah ini.

2. Maksud dan Tujuan

Jasa pelayanan ini dimaksudkan untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten

Mukomuko dalam pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan pada Tahun

Anggaran 2017. Dengan dilaksanakannya pengawasan ini diharapkan akan dapat

diperoleh data berupa :

1. Identifikasi permasalahan yang timbul dilapangan, selama masa pelaksanaan

pekerjaan konstruksi fisik, serta memberikan alternative dari pemecahan

masalah (problem solving)

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

2. Laporan Kemajuan pekerjaan pelaksanaan konstruksi fisik sehingga dapat

sesuai dengan jadwal pelaksanaan, penggunaan bahan dan material yang

sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.

3. Menjamin bahwa pekerjaan pengawasan teknis pelaksanaan dilaksanakan

sesuai rencana dengan menggunakan standard an persyaratan yang berlaku

guna tercapainya mutu pekerjaan fisik.

3. Sasaran

1. Terlaksananya pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan yang

tepat waktu serta memenuhi syarat dari spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

2. Tersedianya jalan dan jembatan agar dapat berfungsi dengan baik, dan sesuai

dengan sasaran yang telah ditetapkan.

4. Nama dan Organisasi Pengguna Jasa

PPK

:

Muktarudin, Sip

SKPD

:

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabapaten Mukomuko

Alamat

:

Jl. Imam Bonjol Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Mukomuko

5. Sumber Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dengan Dana DAK Penugasan Kabupaten Mukomuko Tahun

Anggaran 2017 dengan nilai Pagu anggaran Rp. 212.000.000,- (Dua Ratus Dua Belas

Juta Rupiah) dan nilai HPS Rp. 198.237.000,- (Seratus Sembilan Puluh Delapan Juta

Dua Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu Rupiah)

6. Ruang Lingkup Pekerjaan

Pengawasan Teknis Pembangunan Jalan dan Jembatan dapat dibagi dalam

beberapa tahapan yaitu :

a) Pihak penyedia jasa pengawasan ini harus memenuhi syarat Sub-Kualifikasi

Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Teknik Sipil Transportasi (RE 202).

b) Membantu dalam pelaksanaan pengawasan mutu

c) Membantu dalam design reveiw.

d) Memeriksa dengan sungguh-sungguh bahwa pengukuran volume pekerjaan

dilaksanakan dengan benar, teliti dan sempurna.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

e) Menjamin bahwa semua laporan yang diserahkan tepat pada waktunya dan

dibuat sesuai dengan aturan yang benar, teliti dan memuat semua catatan

kemajuan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan di

lapangan.

7. Lokasi Pekerjaan

Lokasi Pekerjaan diwilayah Kabupaten Mukomuko (data terlampir)

8. Waktu Pelaksanaan

Pada kerangka acuan tugas dijelaskan waktu yang disyaratkan untuk menyelesaikan

pekerjaan ini selama 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kalender.

9. Pemahaman Terhadap KAK

1. Pekerjaan yang akan ditangani adalah Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan dan Jembatan yang memerlukan spesifikasi khusus dan memerlukan penanganan yang serius dan cermat sehingga harus didukung dengan tenaga ahli dan peralatan yang memadai serta pengawasan terstruktur yang terorganisir dengan baik dan metodologi kerja yang baik.

2. Selain itu pengalaman perusahaan dalam menangani pekerjaan pengawasan pembangunan jalan sangat diperlukan , hal ini untuk memberikan jaminan bahwa penanganan terhadap hal hal yang bersifat penting dapat diantisipasi dan selalu memberi dorongan dan teguran pada para personil agar dapat melaksanakan prinsip prinsip pekerjaan pengawasan dengan baik dan tidak menyimpang dari aturan.

3. Metodologi pengawasan benar benar menjadi dasar pengawasan yang merupakan pedoman langkah kerja yang baik dan terarah.

4. Untuk menghasilkan out put yang baik maka tugas dan wewenang para personil harus jelas sehingga dapat dihasilkan mutu kerja yang dapat dipertanggung jawabkan.

5. Struktur organisasi yang jelas , jadwal penugasan yang terarah akan memberikan jaminan kualitas pangawasan yang memenuhi syarat dan memberikan masukan yang baik bagi hasil kerja pelaksanaan fisik.

6. Kualitas tenaga ahli dan staf pendukung sangat menentukan suksenya pekerjaan Pengawasan Peningkatan Jalan ini , sehingga tugas dan wewenang harus disusun dengan rapi dan tidak terjadi dualisme yang kontra produktif dan harus terjadi kerjasama yang baik sehingga mencapai hasil yang terbaik.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

10. Pendekatan dan Metodologi

1. Pendekatan Umum Pada Bab ini akan konsultan akan menjelaskan pendekatan metodologi maupun rencana kerjanya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sesuai lingkup pekerjaan yang terdapat dalam Kerangka Acuan Tugas (KAK). Dengan pendekatan bisa diperkirakan macam pekerjaan yang akan dikerjakan, selanjutnya bisa dibuat metodologi penanganan pekerjaan yang pada akhirnya akan dituangkan dalam program implementasi.

2. Metodologi Penanganan Tugas Pada sub Bab ini akan dijelaskan urutan penanganan tugas utama Konsultan secara terinci dari pengembangan sub bab sebelumnya sebagai hasil pemahaman dan uraian rinci tehadap pendekatan umum dan metodologi yang akan ditetapkan dalam program implementasi.

Tugas-tugas utama Konsultan secara rinci terdiri dari pelaksanan Supervisi.

Tugas I

:

Persiapan Teknis Pengawasan

Tugas II

:

Pengawasan Teknis Pekerjaan Fisik

Tugas III

:

Pelaporan

3. Penanganan Tugas Persiapan Teknis Pengawasan Pada tahap ini dilakukan segala aspek yang menyangkut teknik managerial yang akan dikerjakan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik.

4. Penanganan Pelaksanaan Teknis Supervisi Sebelum kegiatan sepervisi/pengawasan dilakukan, Konsultan akan melengkapi personil yang ditugaskan dengan material dan peralatan lapangan beserta tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan di lapangan. Konsultan akan membuat catatan harian pada setiap lokasi pengawasan menyangkut tenaga kerja, kegiatan pekerjaan, kondisi lokasi dan kondisi cuaca Konsultan bertanggung jawab terhadap seluruh hasil pengujian yang dilakukan sebelum, selama dan setelah kegiatan konstruksi. Kontrol kualitas yang akan dilakukan meliputi pengujian, penggunaan peralatan dan pemakaian material mengikuti standar yang sudah disyahkan. Pelaksanaan Quality Control dilakukan oleh Team Supervisi yang dikoordinir oleh Supervisi Engineering, untuk menjamin bahwa mutu dari material yang dipakai oleh Kontraktor memenuhi persyaratan spesifikasi.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

a. Mengikuti petunjuk teknis dan perintah dari supervisi Engineer, senantiasa memberikan informasi kepada Supervisi Engineer serta Pejabat Pembuat Komitmen Fisik tentang kendali mutu.

b. Melakukan supervisi penyusunan organisasi dan tata letak dari laboratorium di lapangan milik kontraktor, membantu mobilisasi pengujian, serta menjamin bahwa semua keperluan laboratorium suda siap bila pekerjaan konstruksi dimulai dan memenuhi persyaratan yang diminta dalam spesifikasi.

c. Melakukan supervisi terhadap pemasangan Stone Crusher dan peralatan pendukung lainnya dan menjamin semua peralatan yang dipakai sudah memenuhi syarat.

d. Melaksanakan supervisi kegiatan harian dari semua pekerjan yang harus dilakukan oleh kontraktor untuk kendali mutu dari material/bahan ataupun tenaga teknis laboratorium serta segera memberikan laporan tertulis kepada Supervision Engineer/Pemimpin Pelaksana Kegiatan Pekerjaan Fisik bila ditemukan adanya penyimpangna dalam prosedur pengujian atau kekurangna baik untuk material/bahan ataupun tenaga.

e. Menganalisa semua data pengujian kendali mutu dan usulan formula campuran yang diajukan Kontraktor untuk material beton, dan merumuskan serta mengirimkan kepada Supervision Engineering rekomendasi tertulis untuk dapat menerima atau menolak bahan/material, proses pelaksanaan maupun formula untuk campuran yang dipergunakan untuk dikerjakan.

f. Evaluasi terhadap ketetapan prosedur pekerjaan pengujian yang dilaksanakan kontrkator, memeilih sumber material, pengawasan mutu bahan maupun tenaga, dan segera melaporkan secara tertulis pada Pemimpin Pelaksana Kegiatan Fisik bila terdapat kekurangan dalam prosedur pengujian yang dilaksanakan, atau kekurangan dari bahan pekerjaan-pekerjaan pada paket kontrkator tersebut.

g. Memeriksa dan meringkas semua data tentang kendali mutu serta memberi usulan dalam menerima atau menolak usulan kontaktor tentang campuran material beton, dan bahan-bahan digunakan.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

h. Membantu tugas-tugas laboratorium khususnya dalam penyiapan laporan kendali mutu yang harus dikirimkan kepada Pemimpin Pelaksana Kegiatan Fisik.

i. Bekerja sama dengan proyek mempersiapkan petunjuk dan latihan semua personil lapangan dalam menentukan metode design campuran beton. Dan menjamin bahwa formulir baku untuk pengujian di laboratorium telah digunakan dengan baik sesuai dengan buku 4 dari dokumen kontrak pekerjaan fisik guna catatan data mengenai pengujian design campuran.

j. Menyiapkan rencana kerja detail untuk pekerjan penyelidikan (investigation) termasuk pemboran atau sondir bila diperlukan, dan mengkoordinasikan semua kegiatan team supervisi lapangan dalam melaksanakan rencana kerja di lapangan.

k. Mengirim ke Supervision Engineer sebelum tanggal 10 setiap bulan ringkasan hasil pengujian dari bulan sebelumnya, untuk dikirim kepada Pejabat Pembuat Komitmen , laporan harus terisi semua data ringkasan pengujian laboratorium

Material yang akan digunakan untuk pekerjaan konstruksi jalan akan diperiksa oleh Konsultan sebelum diterima di lapangan, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penolakan setelah material siap digunakan di lapangan. Kondisi permukaan jalan yang telah disiapkan untuk ditingkatkan harus memenuhi persyaratan "bersih dan rata", demikian juga pada tahap pelapisan permukaan akan diamatai agar dicapai ketebalan, lebar, kemiringan dan sistem pemadatan sesuai persyaratan teknis yang ditetapkan.

Pada tahap penebaran/pelapisan aspal, standar suhu dan pemerataan pengahamparan aspal dalam tiap meter persegi akan diukur untuk mencapai kualitas hasil yang diharapkan.

Pada dasarnya cara pemeriksaan kualitas yang akan dilakukan oleh Konsultan terdiri dari 3 (tiga) tahap yaitu :

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

a. Pemeriksaan sebelum pelaksanaan Untuk pemeriksaan kegiatan lapangan, Kontraktor harus mengajukan permohonan untuk disetujui Konsultan atas gambar kerja, data, lokasi kerja, metode pelaksanaan, tenaga kerja, dan sebagainya. Untuk pemeriksaan bahan/material, Kontraktor akan mengajukan permohonan untuk persetujuan pendahuluan atas sumber material, contoh dan hasil uji material dari tempat penyimpanan dan sumber pengambilan material.

b. Pemeriksaan pada saat pelaksanaan Pada saat pelaksanaan, inspector akan melaksanakan pengawasan secara rutin di lapangan untuk menjaga agar palaksanaan pekerjaan menggunakan metode dan tata cara yang telah disetujui, melakukan pengujian terhadap material yang digunakan dan memberikan instruksi kepada pelaksana lapangan mengenai prosedur teknis pelaksanaan, mengkoreksi penyimpangan dan kesalahan yang dilakukan secepat mungkin, memeriksa suhu aspal penetrasi atau saat penyemprotan.

c. Pemeriksaan setelah pelaksanan Bila pelaksanaan sebagai atau satu paket pekerjaan telah diselesaikan, maka Kontraktor akan mengajukan pemohonan pemeriksaan/pengujian pekerjaan. Berdasarkan pengujian di lapangan dan mengambil sample dari lapangan untuk pengujian di laboratorium. Semua pemeriksaan yang dilakukan akan dijadikan bahan catatan untuk dokumen pengawasan kualitas. Catatan ini yang meliputi jenis dan sifat pemeriksaan, adanya penyimpangan/kesalahan atau kekurangan, sebab-sebab adanya penolakan, usulan perbaikan, tindakan koreksi yang diambil, dan sebagainya akan dijadikan bukti bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengujian. Pada saat pelaksanaan konsultan akan mengadakan pengendalian mutu, baik pelaksanan maupun mutu bahan. Pengendalian mutu adalah aspek yang terpenting dari pengawasan Konsultan tidak semata sebagai pengawas, tetapi juga penasehat atau mencarikan jalan penyelesaian setiap masalah yang dihadapi Kontraktor, sehingga pekerjaan sesuai dengan spesifikasi.

Secara garis besar program pengendalian mutu yang konsultan usulkan diuraikan sebagai berikut :

1)

Pematokan dan Pengontrolan Patok Referensi Pengukuran

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

Pada saat awal pelaksanaan pekerjaan, konsultan akan memeriksa semua patok Bench Mark secara Vertikal dan Horizontal yang mengacu pada perencanaan. Tambahan patok Bench Mark jika diperlukan akan dibuat dengan cara yang sama demi kemudahan pelaksanan konstruksi. Konsultan akan memeriksa semua ketetapan pematokan dari Kontraktor. Setiap penyimpangan akan dicatat dan diselesaikan bersama antara Konsultan dengan Kontraktor. Data yang ada kaitannya dengan pematokan dan pekerjaan Survey akan direkam ke dalam buku lapangan yang akan dikirm ke Pejabat Pembuat Komitmen.

2)

Pengujian Bahan Konsultan akan melakukan pengujian rutin yang diperlukan untuk pengendalian bahan dengan peralatan laboratorium sesuai dengan dokumen kontrak sebagai data penunjang dari konsultan jika diperlukan. Pengujian laboratorium dan test lapangan yang secara ketat dan sesuai dengan standar seperti yang tercantum dalam dokumen kontrak. Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, konsultan akan menyiapkan langkah-langkah secara terinci yang menyatakan test-test apa yang harus ditempuh berikut jumlah sampel. Sistem pengujian yang berdasarkan pada pengambilan contoh secara acak dan secara stastik akan dipakai jika memenuhi syarat dan tidak bertentangan dengan spesifikasi.

3)

Program Inspeksi Salah satu tanggung jawab Konsultan adalah program inspeksi dan monitoring. Konsultan akan melaksanakan program ini untuk menjamin bahwa pelaksanaan pekerjaan Kontraktor diinspeksi oleh tanaga-tanaga yang handal dan diawasi oleh tenaga profesional.

Inspeksi ini merupakan dasar untuk menjamin mutu pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan jika dijumpai bahwa tidak sesuai dengan spesifikasi, Kontraktor secara resmi akan diberitahu secara tertulis agar diadakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Dalam hal ini, harus dijelaskan bahwa Konsultan akan membuat setiap usaha untuk membantu Kontraktor memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat. Dengan demikian mengurangi sebanyak mungkin pengeluaran biaya dan penggunaan waktu yang percuma untuk perbaikan pekerjaan.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

Konsultan akan menyiapkan prosedur untuk inspeksi yang harus diikuti pada setiap kegiatan lapangan yang meliputi pelaporan, pemberian perintah-perintah secara tertulis kepada Kontraktor, ijin Kontraktor agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan menyetujui permohonan kerja, dan lain sebagainya. Konsultan juga akan meminta Kontraktor menyususn metode pelaksanaan yang disiapkan dan disetujui untuk setiap butir pembayaran yang menerangkan bagaimana pelaksanaan pekerjaan termasuk jenis pekerjaan yang dibutuhkan dan tes-tes yang harus dilaksanakan.

Selain dari metode pelaksanaan yang sudah disetujui untuk pekerjaan tertentu akan diberikan kepada pelaksana dari Kontraktor, juga Inspektor dari Konsultan sebagai pedoman sehingga dapat membantu melancarkan proses pekerjaan dan memberikan mutu yang diinginkan. Inspektor diminta untuk menyiapkan laporan-laporan harian sebagai penyajian kepada Supervision Engineer yang menguraikan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan, lokasi kerja, kondisi cuaca, jumlah tenaga yang bekerja di lapangan, jenis dan jumlah peralatan yang digunakan di lapangan, perkiraan hasil pekerjaan yang diperoleh dan setiap kondisi yang tidak umum yang terjadi yang masih ada kaitannya dengan pekerjaan. Program inspeksi ini juga memberikan jaminan bahwa tenaga kerja yang memadai dan peralatan yang kondisinya baik telah digunakan selama pelaksanaan pekerjaan. Konsultan akan secara beraturan memeriksa peralatan Kontraktor dan memberitaukan tentang kekurangan-kekurangan, kerusakan-kerusakan yang dijumpai atau perbaikan-perbaikan harus segera diambil. Tingkat produksi harus sebanding dengan jadwal yang diserahkan oleh Kontraktor untuk memastikan apakah kemajuan pekerjaannya sudah sejalan atau belum.

Konsultan akan melakukan inspeksi yang teratur terhadap bahan konstruksi di lapangan untuk menjamin bahwa bahan-bahan tersimpan dengan baik dan bebas dari kerusakan akibat pencahayaan cuaca buruk, bebas dari pencemaran atau hal-hal yang merusak. Bahan-bahan konstruksi tersebut akan masih diinspeksi dan diuji sebelum dipakai pada pekerjaan tetap.

Konsultan akan meringkas hasil dari program inspeksi kedalam laporan bulanan. Jika ada hal-hal khusus yang muncul, Pejabat Pembuat

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

Komitmen akan diberitahu dengan surat, laporan-laporan atau rapat- rapat yang meliputi perincian-perincian dan usulan-usulan pemecahan permasalahan yang masih ada hubungannya dengan pekerjaan.

4)

Persetujuan atau Penolakan dari Pekerjaan Pada setiap bagian pekerjaan yang sudah selesai, Konsultan akan mengadakan inspeksi untuk menerima hasil pekerjaan secara tepat. Jika pekerjaan sudah dilakukan secara memuaskan dan sesuai dengan spesifikasi dan bagian lain dari dokumen kontrak, Konsultan akan merekomendasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen untuk penerimaan pekerjaan.

Pekerjaan yang tidak dapat diterima yang tidak sesuai dengan spesifikasi, apakah yang disebabkan oleh hasil dari pelaksanaan yang buruk, pemakaian bahan-bahan yang rusak, rusak oleh ketidakhati-hatian atau sebab-sebab lainnya, akan ditolak dengan catatan secara tertulis alasan-alasan penolakan tersebut, tetapi sebelumnya Pejabat Pembuat Komitmen akan diberitahu tentang hal-hal yang berkaitan dengan setiap pekerjaan yang ditolak.

1. Pengukuran Volume Pengukuran volume merupakan pengukuran terhadap volume-volume yang dilaksanakan pada Pekerjaan Pengawasan Teknis Peningkatan Jalan, Tahun Anggaran 2017. baik berupa pekerjaan Drainase, Tanah, Perkerasan, Struktur, atau pekerjaan utama lainnya. Hasil pengukuran akan dibandingkan dengan volume rencana/kontrak sesuai desain teknis pada lokasi dan dengan referensi yang sama.

Hasil pengukuran akan dievaluasi oleh Inspector dan perhitungan hasil pengukuran dilakukan terpisah terhadap hasil perhitungan Kontraktor. Dasar ini yang digunakan Konsultan untuk penyusunan konsep sertifikasi pembayaran bulanan.

2. Pengesahan Hasil Pekerjaan Tugas lain Konsultan Pengawas adalah membantu Pelaksana Kegiatan dalam pengesahan desain dan menandatangani sertifikat pembayaran bulanan.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

Setiap pembayaran terhadap item pengadaan bahan / material harus diketahui oleh Konsultan dan memenuhi kesesuaian menyangkut biaya dan kualitas. Konsultan melalui Supervision Engineer akan menandatangani Berita Acara Kemajuan Pekerjaan dan Berita Acara Pembayaran sebagai arsip termasuk pengesahan terhadap kemajuan fisik pekerjaan.

11. Rencana Kerja Supervisi

Sebelum kegiatan Supervisi Teknis dimulai, Konsultan akan menyiapkan rencana kerja secara terinci agar tercapai hasil pekerjaan yang baik dan sesuai dengan waktu yang disediakan. Rencana Kerja dan pengaturan waktu yang baik akan memperlancar proses pelaksanaan kegiatan sekaligus alat pemantau pekerjaan agar dilaksanakan dengan benar, dengan demikian rutinitas pengawasan dapat dilakukan dan setiap penyimpangan/kesalahan dapat diantisipasi secepatnya. Secara garis besar urutan kerja yang akan diterapkan terinci sebagai berikut :

a. Penyusunan Personil dan Formasi Tim

b. Mobilisasi Tim Supervisi

c. Pelaksanaan Supervisi Lapangan

d. Evaluasi Periodik

e. Evaluasi Akhir

f. Demobilisasi

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

12.

Koordinasi

Koordinasi dengan Kontraktor akan dilaksanakan sepenuhnya oleh Pejabat Pembuat Komitmen dan tim supervisi dan membantu mereka dalam permasalahan yang menyangkut kontrak-kontrak bilamana diperlukan. Tim supervisi di lapangan bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan dan bantuan pada Kontraktor selama masa pelaksanaan pekerjaan dan memberikan saran-saran tentang bagaimana cara menyesuaikan spesifikasi-spesifikasi yang diperlukan. Persiapan untuk pelaksanaan sejumlah penyempurnaan desain penting yang timbul, akan didiskusikan antara Pejabat Pembuat Komitmen, tim supervisi dan Kontraktor. Dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen harus memberikan persetujuan sebelum pelaksanaan di lapangan. Pertemuan periodik sekurang-kurangnya sekali dalam seminggu dengan Kontraktor dalam menangani pemecahan/penyelesaian terhadap masalah-masalah yang ada selama dalam pelaksanaan pekerjaan.

Pada sub Bab ini akan dijelaskan urutan Pelaksanaan Pekerjaan utama Konsultan secara terinci dari pengembangan sub bab sebelumnya sebagai hasil pemahaman dan uraian rinci tehadap pendekatan umum dan metodologi yang akan ditetapkan dalam program implementasi.

Pelaksanaan Pekerjaan utama Konsultan secara rinci terdiri dari pelaksanan Supervisi di lapangan adalah sebagai berikut :

Tugas

I

:

Persiapan Teknis Pengawasan Melaksanakan penelaahan dan pengesahan terhadap persiapan teknis pekerjaaan Pemeliharaan Berkala jalan. Persiapan ini dilakukan kurang lebih selama satu minggu pada minggu pertama .

Tugas

II

:

Pengawasan Teknis Pekerjaan Fisik Bertindak sebagai Pengawas/Supervisor untuk kontrak pekerjaan Pembangunan jalan yang secara teknis/administratif ditangani oleh Kepala Unit Kerja. Pengawasan Teknis ini dilakukan kurang lebih selama minggu pertama hingga pada minggu terakhir.

Tugas

III

:

Pelaporan Menyiapkan laporan kemajuan pekerjan yang meliputi laporan khusus, laporan bulanan, dan laporan akhir.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

Pelaporan ini dilakukan secara simultan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan , missal laporan bulanan diterbitkan setiap bulan , laporan khusus diterbitkan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan dan laporan akhir harus sudah siap pada akhir serah terima pekerjaan atau berakhir masa tugas konsultan .

13. Tenaga Ahli dan Tanggung Jawabnya

Koordinasi dengan Kontraktor akan dilaksanakan sepenuhnya oleh Pemimpin Personil yang ditempatkan pada pekerjaan pengawasan ini

Supervision Engineer ( SE ). Supervision Engineer adalah seorang sarjana teknik sipil, berpengalaman di bidang

Pengawasan Teknis Jalan dan Jembatan minimal 5 (Lima) tahun, serta menguasai dan mampu menjalankan metoda Supervisi dan Monitoring, mimiliki curiculum vitae/ riwayat hidup, referensi kerja. Tugas dan tanggung jawabnya mencakup, tapi tidak terbatas hal-hal sebagai berikut :

a. Mengikuti petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan, terutama sehubungan dengan :

Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk malakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan - perbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan.

Pengertian yang benar tentang spesifikasi

Metode pelaksanaan untuk setiap jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan

Metode pengukuran volume pekerjaan yang benar sesuai dengan pasal-pasal dalam dokumen kontrak tentang caracara pengukuran dan pembayaran.

Rincian teknis sehubungan dengan "Change Order" yang diperlukan.

b. Membuat Pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan (Rejection) atas material dan produk pekerjaan.

c. Melakukan pemantauan dengan ketat atas prestasi kontraktor. Segera melaporkan kepada pemimpin bagian proyek fisik apabila kemajuan pekerjaan ternyata mengalami kelambatan lebih dari 15 % dari rencana. Membuat saran-saran penanggulangan serta perbaikan.

d. Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran pekerjaan, dan secara khusus akan ikut serta dala proses pengukuran akhir pekerjaan.

e. Menyusun laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan financial, serta menyerahkan kepada Pemimpin Pelaksana Kegiatan fisik.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

f. Menyusun justifikasi teknis, termasuk gambar dan perhitungan, sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.

g. Mengecek dan menanda tangani dokumen pembayaran bulanan ( Monthly Certificate ).

h. Mengecek dan menanda tangani dokumen tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan

Inspector Inspector bertanggung jawab atas pengawasan pekerjaan dan bertanggung jawab langsung kepada Supervision Engineer dan berkoordinasi dengan personil lainnya. Inspector yang ditempatkan di lapangan adalah yang mempunyai pengalaman yang cukup bidang Konstruksi Jalan dan Jembatan. Dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun, dengan pendidikan minimal SMK/STM Bangunan/Sipil, mimiliki curiculum vitae/ riwayat hidup, referensi kerja.

Tugas dan tanggung jawab Inspector mencakup, tapi tidak terbatas, hal-hal sebagai berikut:

a. Mengikuti petunjuk Supervision Engineer dalam melaksanakan tugasnya.

b. Mengadakan pengawasan yang terus menerus dilokasi proyek yang sedang dikerjakan dan memberikan laporan kepada Supervision Engineer atas pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak dokumen. Semua hasil Pengamatan akan dilaporkan secara tertulis pada hari itu juga.

c. Terus menerus mengawasi dan mencatat serta mengecek hasil pengukuran.

d. Menyiapkan pengawasan yang terus menerus di lapangan setiap harinya, termasuk menyiapkan catatan harian untuk peralatan, tenaga dan bahan yang digunakan oleh kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan harian.

e. Setiap hari senantiasa meringkas semua kegiatan konstruksi, mencatat cuaca, material yang dikirim kelapangan, perubahan dan kebutuhan tenaga kerja peralatan dilapangan, jumlah pekerjaan yang telah selesai, dan pengukuran lapangan, hal-hal khusus dan sebagainya, dengan formulir laporan yang standar dan dikirim ke Supervision Engineer

f. Membantu direksi lapangan untuk meng"opname" hasil pekerjaan atas pekerja pekerjaan yang telah selesai.

Surveyor Seorang Surveyor/Juru Ukur adalah yang mahir dalam mempergunakan alat ukur (Theodolite, Waterpass, dan alat ukur lainnya) dan berpengalaman dalam hal pengukuran minimal 4 (empat) tahun dengan pendidikan minimal SMK/STM Bangunan/Sipil. (mimiliki curiculum vitae/ riwayat hidup, referensi kerja).

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

Tugas dan tanggung jawab Surveyor adalah mengumpulkan semua data yang dibutuhkan dari lapangan dan bertanggung jawab atas ketelitian hasil yang didapat.

Laboratorium Teknisi Berpendidikan minimal SLTA sederajat, berpengalaman minimal 4 (empat) tahun mempunyai pengalaman dalam pekerjaan pengujian tanah dilaboratorium khusus (mimiliki curiculum vitae/ riwayat hidup, referensi kerja) dalam pelaksanaan pekerjaan pengujian tanah dilaboratorium khususnya untuk pekerjaan antara lain analisa saringan, compaction, Test Atterberg Limit, CBR Test, Slump Test, Marshal Test dan sebagainya. Tugas dan tanggung jawabnya adalah melaksanakan dan mengevaluasi hsil test tersebut dan bertanggung jawab terhadap ketelitian dan kebenaran hasil yang diproses.

Administrasi & Kekuangan Mempersiapkan segala urusan korespondensi dan membantu Supervision Engineer dalam mempersiapkan laporan-laporan yang akan diserahkan ke Pihak Owner.

Mempunyai SLTA/sederajat.

Operator Computer Mempersiapkan segala urusan korespondensi dan membantu Supervision Engineer

dalam mempersiapkan laporan-laporan yang akan diserahkan ke Pihak Owner.

Mempunyai Pendidikan SLTA/sederajat.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

14.Jadwal Penugasan Personil

Dalam pelaksanaan kegiatan Pengawasan Peningkatan Jalan Paket II DAK-IPD Kabupaten Mukomuko ini ditetapkan selama 120 (Seratus dua Puluh) hari kalender atau selama 4 (Bulan) bulan, dengan rincian penugasan sebagai berikut:

15. Struktur Organisasi Proyek Untuk menangani pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya Struktur Organisasi agar jelas diketahui jalur/garis operasional penanganan.

16.Struktur Organisasi Tim Supervisi Agar pelaksanaan pekerjaan pengawasan berjalan dengan baik, maka Konsultan membuat suatu struktur organisasi pelaksanaan yang jelas dan memadai.

17. Susunan Tim Personil yang ditempatkan pada pekerjaan pengawasan ini adalah yang telah berpengalaman dalam menangani pekerjaan pengawasan khususnya bidang jalan, yang terdiri atas :

Professional Staff :

Supervision Engineer

1 orang

Technician :

Inspector

2 orang

Surveyor

1 orang

Lab. Technician

1 orang

Supporting Staff :

Administrasi

1 orang

Oprator Komputer

1 Orang

Untuk lebih jelasnya konsultan dapat menguraikan Struktur Organisasinya dalam bentuk Bagan Alir.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

18. Laporan Konsultan Supervisi harus mempersiapkan/menyusun laporan-laporan yang diperlukan berupa :

Laporan Mingguan Berupa laporan progress fisik mingguan selama pekerjaan berlangsung. singkat, dibuat dengan menggunakan bentuk standar sesuai yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Laporan Mingguan ini harus dibuat dalam 10 copy

Laporan Bulanan Berupa laporan singkat, dibuat dengan menggunakan bentuk standar sesuai yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga , menunjukan kemajuan fisik dan

keuangan. Isi statistik yang utama dari laporan bulanan dan dikirimkan secara langsung atau apabila diperlukan dapat dikirim melalui e-mail ke Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mukomuko Bidang Bina Marga dalam waktu 5 ( lima ) hari dihitung akhir bulanyang berisikan :

Ringkasan konstruksi yang telah dilaksanakan.

Rekomendasi untuk pemeliharaan yang akan datang.

Segala permasalahan yang teknis muncul selama pelaksanaan.

Persoalan yang mungkin akan timbul bila ada.

Kendali mutu (quality control).

Kuantitas pekerjaan terpasang (final quantity).

Gambar terlaksana (as built drawing) dan berbagai macam perbaikan yang diperlukan dimasa datang bagi proyek-proyek sejenis. Laporan Bulanan ini harus dibuat dalam 10 copy

19. Fasilitas Pendukung Untuk mendukung pelaksanaan pekerjan, maka konsultan harus mempersiapkan

fasilitas pendukung demi kelancaran berlangsung pengawasan.

KERANGKA ACUAN KERJA

SSaattuuaannKKeerrjjaaDDiinnaassPPeekkeerrjjaaaannUUmmuummKKaabbuuppaatteennMMuukkoommuukkooBBiiddaannggBBiinnaaMMaarrggaa

20. Penutup Setelah Kerangka Acuan Kerja ini diterima, konsultan hendaknya memeriksa semua

masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan.

Berdasarkan bahan-bahan tersebut, maka selanjutnya konsultan agar segera

menyusun program kerja untuk dibahas dengan pejabat pembuat komitmen (fisik dan

pengawasan)

Mengetahui / Menyetujui :

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)

MUHAMMAD YUSUF, ST. NIP. 19811005 200502 1 002

Mengetahui/Menyetujui:

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang Kabupaten Mukomuko Pengguna Anggaran (PA)

APRIANSYAH, ST, MT NIP. 19760404 200312 1 003

KERANGKA ACUAN KERJA

Mukomuko, April 2017 Disiapkan Oleh :

Pejabat Pembuat Komitmen ( P P K )

MUKTARUDIN, Sip

NIP.196212021992011001