Anda di halaman 1dari 23

Art

Of
Therapy

Obstetri

PERDARAHAN POST PARTUM


DEFINISI:
Perdarahan lebih dari 500 ml (pada persalinan pervaginal) atau lebih dari 1000 ml
(pada persalinan caesar) setelah bayi lahir.
Perdarahan dapat terjadi sebelum, selama, dan setelah plasenta lahir.
Menurut terjadinya dibagi atas dua bagian:
1. Perdarahan Postpartum Dini ( Early Pospartus Hemorrhage) : terjadi dalam 24
jam pertama setelah bayi lahir.
2. Perdarahan Postpartum Lanjut ( Late Postpartus Hemorrhage) : terjadi setelah
24 jam sampai dengan 6 minggu setelah bayi lahir.

KRITERIA DIAGNOSIS:
1. Palpasi uterus : bagaimana kontraksi uterus dan tinggi fundus uterus.
2. Memeriksa plasenta dan ketuban : apakah lengkap atau tidak
3. Lakukan eksplorasi kavum uteri untuk mencari:
! Sisa plasenta dan ketuban
! Robekan rahim
! Plasenta suksenturiata
4. Inspekulo: untuk melihat robekan pada serviks, vaginal, dan varises yang pecah
5. Pemeriksaan laboratorium :
Hb, hematokrit, golongan darah, Clot Observation Test (COT)

Diagnosis Banding:
1. Perdarahan Postpartum Dini
4 T (Tone, Tissue, Trauma, Trombin)
! Atonia uteri (Tone)
! Retensi Plasenta (Tissue)
! Laserasi jalan lahir (Trauma)
! Gangguan koagulasi (Trombin)
2. Perdarahan Postpartum Lanjut
! Subinvolusi uteri
! Retensi sisa plasenta

204
Art
Of
Therapy

Obstetri

Kompetensi : tindakan pertama


Tindakan pertama:
! Segera tentukan ada shock atau tidak. Bila shock segera berikan cairan/ (lakukan
akses vaskuler, sebaiknya digunakan tranfusi set, pilih jarum no.16 ), cairan RL
adalah pilihan utama, cairan Normal Saline adalah pilihan kedua, diberikan
dengan secepatnya, 1-2 liter (guyur/loss klem),
! Amati respon terhadap pemberian cairan dan berikan O2.
! Bila tidak ada shock, atau keadaan umum telah optimal segera lakukan
pemeriksaan untuk mencari sebab perdarahan.
! Bila terjadi atonia uteri, lakukan masase uterus dan berikan oxitosin, dan
ergometrin i.v., bila ada perbaikan dan perdarahan berhenti oxitosin per infus
tetap diteruskan (lihat tatalaksana atonia uteri)
! Bila tidak ada perbaikan lakukan konpresi bimanual, dan kemudian dipasang
tampon uterovaginal padat, bila cara ini berhasil pertahankan selama 24 jam
! Jika tidak ada perbaikan dapat diberikan prostaglandin F2 (250 ug) dapat
diberikan intramuskuler atau intamural di myometrium.
! Bila diperlukan perberiannya dapat diulang dalam 5 menit dan setiap 2 atau 3 jam
setelahnya.
! Tatalaksana sesuai dengan penyebab seperti yang akan dijabarkan pada bagian
selanjutnya

Transpor:
Waktu transpor bergantung atas fakta berikut:
1. Apakah mungkin menghentikan perdarahan sebelum transpor?
Kehidupan penderita mungkin tergantung pada hal ini! Dalam banyak kasus,
hemostasis dapat dicapai di tempat praktek dokter. (Laserasi serviks, laserasi
vagina, retensio plasenta, perdarahan sekunder atonik), tetapi bukan pada yang
lain (kehamilan ektopik, solusio plasenta, ruptura uteri, hematoma
supralevatoria)
2. Apakah penderita dapat ditranspor?
Tidak pernah ditranspor dalam keadaan shock berat.
Mula-mula berikan oksigen, berikan infus, bungkus-cegah agar tidak kedinginan,
dan tinggikan tungkai.
Bila perlu kompresi aorta abdominalis

205
Art
Of
Therapy

Obstetri

Transpor disertai oleh dokter!

Referensi

Kompresi aorta abdominalis:


Tekan aorta terhadap kolumna vertebralis
pada interval 5-7 menit,
lepaskan tekanan 30-60 detik

Algoritma tatalaksana PPH

206
Art
Of
Therapy

Obstetri
Decherney, A.H. dan Pernoll, M.L. Current, Obstetric dan Gynecologic Diagnosis and
Treatment. Appleton & Lange. 1994
Heller, Luz. Emergencies in Gynecology and Obstetrics. EGC. 1997
Morrison, E.H. Common Peripartum Emergencies.American Family Physician.
Journal of The American Academy of family Physician. 1998
Smith, J.H. Postpartum Hemorrhage.eMedicine. 2006
Standar Pelayanan Medis RSUP dr.Sardjito

ATONIA UTERI
DEFINISI:
Kondisi dimana myometrium tidak dapat berkontraksi segera setelah melahirkan.
Atonia uteri terjadi jika uterus tidak berkontraksi dalam waktu 15 detik setelah
dilakukan rangsangan taktil (massage) fundus uteri, segera setelah lahirnya plasenta.

DIAGNOSIS:
Tanda dan gejala yang selalu ada:
1. uterus tidak berkontraksi dan lembek
2. perdarahan segera setelah anak lahir
Tanda dan gejala yang kadang-kadang ada shock.

Penatalaksanaan:
1. bersihkan bekuan darah dan atau selaput ketuban dari vagina dan lubang serviks
2. pastikan bahwa kandung kemih ibu kosong
3. lakukan Kompresi Bimanual Internal (KBI) selama 5 menit

jika muncul kontraksi uterus :


! teruskan KBI selama 2 menit
! keluarkan tangan perlahan dan pantau kala empat dengan ketat
4. Bila kontraksi belum muncul,
! Anjurkan keluarga untuk membantu melakukan Kompresi Bimanual
Eksternal (KBE)
Berikan ergometrin 0.2 mg IM(kontraindikasi pada hipertensi)
atau ergometrin 0.125 mg IV (1/2 Ampul), dosis maksimal 1,25 mg (5 Ampul)
atau misoprostol 600-1000 mcg per rektal (tablet 200 mg)
! Pasang infus menggunakan jarum ukuran 16 atau 18 dan berikan 20 IU
oksitosin dalam 500cc Ringer Laktat. Habiskan 500cc pertama secepat

207
Art
Of
Therapy

Obstetri

mungkin
! ulangi KBI
5. Bila kontraksi telah ada pantau ibu dengan seksama selama persalinan kala
empat
6. Bila kontraksi belum juga timbul dalam 1 sampai 2 menit, hal ini bukan atoni
sederhana
! Segera rujuk
! Dampingi ibu ke tempat rujukan
! Lanjutkan infus RL 500cc + 20 IU oksitosin dengan kecepatan 500 cc/jam
hingga tempat rujukan atau hingga menghabiskan 1.5 L infus (maksimal 60
IU oksitosin). Kemudian berikan 125 cc/jam. Jika tidak tersedia cairan yang
cukup, berikan 500 cc kedua dengan kecepatan sedang dan berikan
minuman untuk rehidrasi.

Nama obat Sediaan DosisQ Paten


Oxytosin Cairan injeksi 10 Pencegahan perdarahan post Decatosin 10 IU/ml
IU/ml partum 5 IU i.v. atau i.m. Pitogin 10 IU/ml
10 IU/2ml, setelah pelepasan plasenta Piton-S 10 IU/ml
1 mg/ampul Syntocinon 10 IU/2ml,
1mg/ampul
Metilergometrin Tablet 0,125 Atoni uterus 1 ml i.v., atau 0,5-1 Methergin Tablet 0,125
mg/tablet ml i.v. mg/tablet
Caira injeksi 0,2 Bila perdarahan tetap Caira injeksi 0,2 mg/ml
mg/ml berlangsung dosis dapat Mergotrin tablet 0,125
diulang tiap 2-4 jam. mg/tablet
Perdarahan post partum 0,250-
0,500 mg per hari, dalam dosis Metherinal tablet 0,125
terbagi mg/tablet, Caira injeksi 0,2
mg/ml
Methovin tablet 0,125
mg/tablet
Metilat tablet 0,125
mg/tablet
Myomergin Caira injeksi
0,2 mg/ml
Pospagin Tablet 0,125
mg/tablet
Caira injeksi 0,2 mg/ml
Misoprostol Tablet 200 mcg Gastrul 200 mcg/tablet
Cytotec 200 mcg/tablet

208
Art
Of
Therapy

Obstetri

A B
Gambar Kompresi bimanual internal (A) dan
Kompresi bimanual eksternal (B)

A. Memasukkan tangan menyusuri tali pusat B. Menahan fundus sewaktu melepas plasenta

C. Mengeluarkan tangan dari uterus


Gambar . Manual Plasenta

209
Art
Of
Therapy

Obstetri

RETENSI PLASENTA
DEFINISI:
Keadaan dimana plasenta belum lahir dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir.
Penyebabnya:
1. plasenta belum terlepas dari dinding rahim karena villi choriales tumbuh melekat
lebih dalam.
! Plasenta adhesiva (melekat lebih dalam di endometrium)
! Plasenta inkreta (menembus desidua sampai ke myometrium)
! Plasenta akreta (menembus lebih dalam ke myometrium namun belum
mencapai serosa)
! Plasenta perkreta (mencapai serosa atau peritoneum dinding rahim)
2. plasenta sudah lepas tetapi belum keluar karena atonia uteri dan akan
menyebabkan perdarahan yang banyak atau karena adanya lingkaran kontriksi
pada bagian bawah rahim akibat kesalahan penanganan kala 3 (plasenta
inkarserata)

DIAGNOSIS:
Tanda dan gejala yang selalu ada:
1. plasenta belum lahir setelah 30 menit
2. perdarahan segera
3. kontraksi uterus baik
Tanda dan gejala yang kadang-kadang ada:
1. tali pusat putus akibat tarikan berlebihan
2. inversio uterus akibat tarikan
3. perdarahan lanjutan

Penatalaksanaan:
1. Hal yang penting diperhatikan dalam penatalaksanaan retensi plasenta adalah
ada tidaknya tanda perdarahan.
2. Retensi tanpa tanda perdarahan rujuk segera.
3. Sedangkan retensi dengan tanda perdarahan segera lakukan manual plasenta.

Lakukan tahapan penanganan sebagai berikut:

210
Art
Of
Therapy

Obstetri

1. 15 menit setelah bayi lahir, plasenta belum lahir:


! berikan 10 IU oksitosin IM dosis kedua (dosis pertama diberikan sesaat
setelah bayi lahir berdasarkan management aktif kala 3)
! pastikan kembali kandung kemih kosong
2. ulangi peregangan tali pusat terkendali dengan tekanan dorso kranial, bila dalam
30 menit plasenta belum lahir siapkan pasien untuk dirujuk
3. namun, bila terjadi tanda perdarahan segera lakukan manual plasenta
! pasang set dan infus cairan dekstrosa 5 %
! melakukan anestesi verbal atau analgesia per rektal
! berikan Pethidine 1 mg/kg IV dan Diazepam 5-10mg IV atau Ketamine
2mg/kg IV perlahan dalam waktu 2 menit
! menyiapkan dan menjalankan prosedur pencegahan infeksi
! setelah manual plasenta dilakukan secara lege-artis.
! periksa kelengkapan plasenta.
Plasenta terdiri atas 2 bagian:
Pars maternal (kotiledon): letakkan plasenta bagian kotiledon pada kedua
telapak tangan dengan posisi seolah dalam kavum uteri. Periksa
kelengkapan dengan memutar plasenta searah jarum jam mulai pukul 12,
perhatian tetap ditujukan ke arah jam 12.
Pars fetal (selaput ketuban, arteri dan vena umbilikalis): tentukan letak
insersi plasenta
! jika setelah manual plasenta masih terjadi perdarahan maka:
lakukan kompresi bimanual internal/eksternal atau kompresi aorta. Beri
oksitosin 10 IU dosis tambahan atau misoprostol 600-1000mcg per rektal.
Tunggu hingga uterus berkontraksi kuat dan perdarahan berhenti, baru
hentikan tindakan kompresi.
! Beri antibiotik jika plasenta dikeluarkan secara manual: Ampisilin 2 g IV
satu dosis

211
Art
Of
Therapy

Obstetri

Nama obat Sediaan Dosis Paten


Diazepam cairan injeksi 10 Oral : Dewasa 2-5 mg Stesolid cairan injeksi 10
mg/2ml, syrup 2mg/5 setiap 8 jam (dapat mg/2ml, syrup 2mg/5 ml,
ml, dinaikan hingga 10 mg Tablet 2 mg, tablet 5 mg, tube
Tablet 2 mg, tablet 5 tiap 8 jam) 5 mg/2,5 ml, 10 mg/2,5 ml
mg, tube 5 mg/2,5 Usia lanjut : 2-2,5 mg, 1-2 Valium tablet 2 mg, tablet 5
ml, 10 mg/2,5 ml x sehari, mg, cairan injeksi 10 mg/ ml
Injelsi : setiap Valisanbe tablet 2 mg, tablet 5
pemberian 10-20 mg mg, cairan injeksi 10 mg/ ml
Decazepam tablet 2 mg
Ketamine Vial 100 mg/10 ml, 50 Disesuaikan dengan Ketalar Vial 100 mg/10 ml, 50
mg/10 ml keadaan mg/10 ml
Ampisilin Tablet 250 mg, 500 Dewasa 4 x 250 mg, 2 x Ampi Kapsul 250 mg. 500 mg,
mg, syr 250/5 ml, 500 mg, (diminum 0,5 botol 60 ml,125mg/5ml syrop,
Cairan injeksi 1 g/ 1 jam sebelum makan) botol 60 ml 250/5ml syrop
vial, 500 mg/ vial Parenteral i.m atau i.v Arcocilin vial 500 mg per vial,
250-500 mg tipa 6 jam kapsul 250 mg, suspensi
125/5ml
Sanpicilin kapsul 250 mg,
kapsul 500 mg, syrop kering
125 mg/5ml, 250mg/5ml, injelsi
1g/vial
Varicilin kapsul 250 mg, 500
mg.
Viccilin kapsul 250 mg, 500
mg, injeksi 1g/vial, syrop
kering 125 mg/5 ml, 250 mg/5
ml.
Xepacillin kapsul 259 mg, 500
mg, syrop 60 ml, 125 mg/ml,
250 mg/ml.

Referensi:

Asuhan Persalinan Normal. 2007


Kumbi, Solomon. Guideline on Active Third Stage of Labor .The Ethiopian
society of obstetrician and gynecologists. 2004
Saifuddin, A.B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2002

LASERASI JALAN LAHIR


DEFINISI:
Robekan yang terjadi pada perineum, vagina, serviks, atau uterus, dapat terjadi
secara spontan maupun akibat tindakan manipulatif pada pertolongan persalinan
DIAGNOSIS:
Bila perdarahan masih berlangsung meski kontraksi uterus baik dan tidak didapatkan

212
Art
Of
Therapy

Obstetri

adanya retensi plasenta maupun adanya sisa plasenta, kemungkinan telah terjadi
perlukaan jalan lahir.
Pemeriksaan:
Inspeksi dengan teliti terhadap vagina, serviks,
Laserasi diklasifikasikan berdasarkan luasnya robekan:

Derajat satu: Derajat dua:


! Mukosa vagina ! Mukosa vagina
! Komisura posterior ! Komisura posterior
! Kulit perineum ! Kulit perineum
Tidak perlu dijahit jika tidak ada ! Otot perineum
perdarahan dan aposisi luka baik Jahit menggunakan teknik yang
dijelaskan

Derajat tiga: Derajat empat:


! Mukosa vagina ! Mukosa vagina
! Komisura posterior ! Komisura posterior
! Kulit perineum ! Kulit perineum
! Otot perineum ! Otot perineum
! Otot sfingter ani ! Otot sfingter ani
! Dinding depan rektum

Penolong asuhan persalinan normal tidak dibekali keterampilan untuk reparasi


laserasi perineum derajat tiga atau empat. Segera rujuk ke fasilitas rujukan.

PENJAHITAN:
1. tahap pertama: perbaiki introitus vagina

Jahit dari sudut atas luka menuju ke dasar.


Pegang otot dengan tiap jahitan untuk mencegah
pembentukan kantong.
Bila diperlukan, ikat atu kauterisasi pembuluh darah yang
menjadi sumber perdarahan.
Jahitan terakhir menyatukan jahitan berjarak sekitar 1 cm
satu sama lain cincin himen dan komisura posterior

213
Art
Of
Therapy

Obstetri
2. tahap kedua: perbaiki perineum!

Satukan otot dengan mempersatukan jahitan yang


masuk ke dalam dari atas ke bawah, tempat pemegangan
jarum vertikal biasanya cukup 3-4 jahitan.
Kemudian kulit dijahit dari atas ke bawah denagn jahitan
terputus atau jahitan intradermal kontinu

Referensi:

Asuhan Persalinan Normal. 2007


Saifuddin, A.B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2002
Heller, Luz. Emergencies in Gynecology and Obstetrics. EGC. 1997

GANGGUAN KOAGULASI
DEFINISI:
Kelainan pembekuan darah misalnya afibrinogenemia atau hipofibrinogenemia yang
sering dijumpai pada : perdarahan yang banyak, solusio plasenta, kematian janin yang
lama dalam kandungan, pre-eklampsia dan eklampsia, infeksi, hepatitis, dan septik
syok

DIAGNOSIS:
! Koagulopati harus dipikirkan bila tidak ditemukan kelainan yang lain sebagai
penyebab perdarahan (kontraksi uterus baik, plasenta lengkap, dan tidak
ditemukan adanya trauma pada jalan lahir setelah eksplorasi manual)
! Darah tidak membeku
Cacat koagulasi harus selalu dicurigai, bila darah yang keluar dari genitalia tidak
membeku atau sangat lambat membeku
! Lakukan uji pembekuan darah sederhana jika perdarahan terus berlangsung.
Pemeriksaan penunjang : trombosit dan faktor-faktor pembekuan darah
Jumlah trombosit harus dinilai untuk menyingkirkan trombositopenia akibat infeksi
virus atau penyakit-penyakit sumsum tulang

214
Art
Of
Therapy

Obstetri

Penatalaksanaan:
! Tangani kemungkinan penyebab kegagalan pembekuan ini, seperti : solusio
plasenta, eklampsia
! Gunakan produk darah untuk mengontrol perdarahan
o Berikan darah lengkap segar jika tersedia, untuk menggantikan faktor
pembekuan dan sel darah merah
o Jika darah lengkap segar tidak tersedia, pilih salah satu di bawah ini
berdasarkan ketersediaannya:
o Plasma beku segar untuk menggantikan faktor pembekuan (15 ml/kBB)
o Sel darah merah packed (atau yang tersedimentasi) untuk penggantian
sel darah merah
o Kriopresipitat untuk menggantikan fibrinogen
o Konsentrasi trombosit (jika perdarahan berlanjut dan konsentrasi
trombosit < 20.000)

Catatan: pada banyak kasus kehilangan darah yang akut, perkembangan menuju
koagulopati dapat dicegah jika volume darah dipulihkan segera denagn cairan infus (NaCl
atau Ringer Laktat)

Referensi
Saifuddin, A.B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2002

UJI MASA PEMBEKUAN SEDERHANA:


Nilai status pembekan dengan menggunakan uji
pembekuan seerhana:
" Ambil 2 ml darah vena ke dalam tabung reaksi kaca yang
bersih, kecil, dan kering (kira-kira 10mmx75mm)
" Pegang tabung tersebut dalam genggaman anda untuk
o
menjaganya tetap hangat ( 37 C)
" Setelah 4 menit, ketuk tabung secara perlahan untuk
melihat apakah pembekuan sudah terbentuk, kemudian
ketuk setiap menit sampai darah membeku dan tabung
dapat dibalik
Kegagalan terbentuknya pembekuan setelah 7 menit atau
adanya bekuan lunak yang dapat pecah dengan mudah
menunjukkan adanya koagulopati.

215
Art
Of
Therapy

Ginekologi

LEIOMIOMA
DEFINISI
Merupakan neoplasma jinak dari otot uterus dan jaringan ikat.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
perdarahan uterus abnormal: menorhagia, metrorarghia, premenstrual spotting
terdapat benjolan pada perut bagian bawah
nyeri, terutama jika terjadi torsio pada mioma bertangkai
efek penekanan: konstipasi (penekanan terhadap rektum), retensi urine
(penekanan terhadap kandung kemih, ureter, urethra), edema tungkai, varises
bila tumor berada di serviks, bisa menyebabkan dispareunia, infertilitas
abortus spontan (risiko 2 x lipat pada wanita dengan mioma)
Pemeriksaan Fisik
Palpasi abdomen: teraba massa di daerah pubis atau abdomen bagian bawah
dengan konsistensi padat kenyal, bulat, berbatas tegas, sering berbenjol atau
bertangkai, mudah digerakkan, tidak nyeri
Pemeriksaan bimanual: didapatkan tumor tersebut menyatu atau berhubungan
dengan uterus, ikut bergerak pada pergerakan serviks
Pemeriksaan Penunjang
USG: tampak massa hiperekoik berbatas tegas intra/akstra uterin
Darah: Hb dan Hct
Tatalaksana
Rujuk kepada ahli kebidanan dan penyakit kandungan.
Bila terjadi perdarahan hebat: stabilisasi hemodinamik (lihat tatalaksana syok),
kemudian segera rujuk ke RS dengan fasilitas operasi.
Iindikasi miomektomi: ukuran tumor yang besar, timbul penyulit (mengganggu
fungsi organ sekitarnya), mioma bertangkai

KARSINOMA ENDOMETRIUM
DEFINISI
Karsinoma endometrii merupakan keganasan primer endometrium berdasarkan
pemeriksaan PA.

216
Art
Of
Therapy

Ginekologi

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
faktor predisposisi: usia perimenopouse, obesitas, DM, hipertensi, nuliparitas,
menopouse terlambat, usia menarche yang terlalu awal, riwayat pemakaian
estrogen jangka panjang, sindroma ovarium polikistik.
Perdarahan uterus abnormal: hipermenore, perdarahan intermenstrual atau
post-menopousal.
Pemeriksaan Fisik
Jarang diperoleh penemuan yang bermakna
Inspekulo: untuk konfirmasi adanya perdarahan; tetapi untuk perdarahan yang
minimal atau intermitten, darah mungkin tidak ditemukan.
Pemeriksaan bimanual: pada stadium awal tidak ditemukan kelainan. Jika kanker
sudah ekstensif, uterus akan membesar, ini bisa dikelirukan dengan tumor jinak
seperti leiomioma.
Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang yang perlu kita lakukan sebagai dokter umum adalah darah
rutin. Untuk pemeriksaan lanjutan (onkologi lengkap: urinalisis, RFT, LFT, gula darah,
rontgent thorak, IVP, sitologi swab vagina dan swab endoservik serta biopsi )
dilakukan di fasilitas rujukan.
Tatalaksana
Rujuk kepada ahli kebidanan dan penyakit kandungan.

ADENOMIOSIS
DEFINISI
Terdapatnya kelenjar dan stroma endometrium di dalam miometrium
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Dismenore
Hipermenore
Benjolan/ pembesaran pada perut bagian bawah yang difus
Pemeriksaan Fisik

217
Art
Of
Therapy

Ginekologi

Palpasi abdomen: nyeri tekan abdomen bagian bawah; teraba uterus yang
membesar, globuler
Pemeriksaan bimanual: dilakukan pada saat premenstrual, uterus agak melunak
( Halban's sign), massa ikut bergerak pada pergerakan serviks.
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium: darah rutin (Hb , Hct )
Pemeriksaan lanjutan: USG, CA 125
Penegakan diagnosis dengan laparoskopi
Tatalaksana
Rujuk kepada ahli kebidanan dan penyakit kandungan

TUMOR JINAK OVARIUM


PEMBAGIAN
Menurut morfologinya, dapat dibagi menjadi 2:
Kistik
dengan pemeriksaan histopatologi bisa dibedakan menjadi:
- kistoma ovarii simpleks
- kistoma ovarii serosum
- kistadenoma ovarii serosum
- kista endometrioid
- kista dermoid
Solid
dengan pemeriksaan histopatologi bisa dibedakan menjadi:
- fibroma, fibroadenoma, angioma
- tumor Brenner
- tumor sisa edrenal (maskulinovo blastoma)
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
- Timbul benjolan di perut bagian bawah dalam waktu yang relatif lama, kadang
disertai gangguan haid
- Efek penekanan pada organ sekitarnya: konstipasi, retensi urine
- Nyeri perut bila terinfeksi

218
Art
Of
Therapy

Ginekologi

Pemeriksaan Fisik:
- Palpasi abdomen: teraba massa kistik (untuk tumor kistik)/ padat (untuk tumor
solid), permukaan biasanya rata, batas tegas, mobile
- Pemeriksaan bimanual: teraba massa kistik (untuk tumor kistik)/ padat (untuk
tumor solid) pada parametrium yang ikut bergerak pada pergerakan serviks
Pemeriksaan Penunjang
- Laboratorium: Hb , Hct
- USG: tampak massa hipoekoik dengan batas heperekoik (tumor kistik), massa
hiperekoik berbatar tegas (tumor padat)
Talalaksana
Rujuk kepada ahli kebidanan dan penyakit kandungan

ABSES TUBO-OVARIAL
DEFINISI
Yang termasuk abses tubo-ovarial adalah radang yang mengalami pustulasi yang
terjadi pada ovarium dan atau tuba Fallopii satu sisi atau kedua sisi adneksa.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
tipikal pasien: muda dan paritas rendah, dengan riwayat infeksi panggul
sebelumnya
onset gejala sekitar 2 minggu atau lebih setelah menstruasi
nyeri panggul dan perut bagian bawah dalam berbagai tingkatan
demam
mual dan muntah
Pemeriksaan fisik
nyeri tekan abdomen pada 4 kuadran
pemeriksaan bimanual: nyeri pada pergerakan porsio (slinger pain); teraba
massa kistik pada parametrium yang ikut bergerak pada pergerakan serviks;
kavum Douglasi menonjol (jika abses pecah)
pada abses yang pecah, bisa mengakibatkan syok septik dengan tanda: demam
(kadang hipotermi), menggigil, takikardi, disorientasi, hipotensi, takipneu dan
oliguria
Pemeriksaan Penunjang

219
Art
Of
Therapy

Ginekologi

Laboratorium: AL (kurang khas, bisa leukopeni maupun leukositosis), KED,


hitung jenis leukosit, urinalisis (pyuria tanpa bakteriuria)
USG: gambaran massa hipoekoik
X-ray dilakukan jika terdapat gejala ileus
Tatalaksana
abses utuh: rujuk kepada ahli kebidanan dan penyakit kandungan
abses pecah dengan tanda-tanda syok: stabilisasi hemodinamik, kemudia segera
rujuk ke RS dengan fasilitas operasi

Referensi:
Garcia AA et al, 2006, Gynaecologic Tumour, cite from URL[
th
http://www.emedicine.com] 2007 August 8 .
Joedosepoetro MS, 2005, Ilmu Kandungan Jilid 2 Cetakan Keempat, YBP-SP,
Jakarta.
Mardjikoen P, 2005, Ilmu Kandungan Jilid 2 Cetakan Keempat, YBP-SP, Jakarta.
Pitkin J et al, 2003, Obstetrics and Gynaecology- an Illustrated Colour Text,
Churchill Livingstone, Philadelphia.
Wexler AS et al, 1991, Current Obstetric & Gynaecologic Diagnosis & Treatment,
Appleton and Lange, USA.

220
Art
Of
Therapy

Ginekologi

TRIKOMONIASIS
DEFINISI
Trikomoniasis adalah infeksi saluran genital yang dapat bersifat akut atau kronis yang
disebabkan oleh Tricomonas vaginalis
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
- Faktor risiko
- Discar vagina berwarna kekuning-kuningan atau kuning kehijauan, berbusa
dan berbau busuk
- Daerah genital terasa gatal dan terbakar. Kadang terdapat gejala urethritis
ringan seperti frekuensi dan disuria
Pemeriksaan fisik
- Pada inspekulo ditemukan: gambaran strawberry cervix yaitu dinding
vagina dan dinding serviks (terutama forniks posterior) berwarna kemerahan
dan sembab, kadang terbentuk abses kecil tampak sebagai granulasi berwarna
merah; discar seropurulen kuning kehijauan, berbuih , dan yang khas berbau
busuk
- Discar yang banyak dapat menimbulkan iritasi pada daerah genital eksterna
sampai lipat paha
Pemeriksaan penunjang
- Pemeriksaan mikoroskopik sediaan basah dengan NaCl 0,9%; discar diambil
dari forniks posterior. Ditemukan gambaran T.vaginalis, parasit berbentuk
lonjong dengan 5 flagel yang motil.
- Pemeriksaan mikroskopik sediaan apus dengan pewarnaan Gram atau
Giemsa, T.vaginalis bersifat Gram negatif.
- Kultur dengan media yang mengandung serum lebih sensitif, tetapi ini jarang
sekali dilakukan.
Tatalaksana
- Setelah pemberian terapi selama 7 hari, pasien diminta kembali untuk
dilakukan pemeriksaan mikroskopik. Pasien dinyatakan sembuh bila gejala telah
menghilang dan parasit tidak lagi ditemukan pada pemeriksaan mikroskopik
- Karena ini merupakan PMS, maka pasangan seksual juga harus diterapi
dengan dosis yang sama.

221
Art
Of
Therapy

Ginekologi

Nama obat DosisQ Sediaan (generik, paten) Keterangan


Hidrogen 1 -2% Larutan irigasi
peroksida
# Asam laktat # 4% # Larutan irigasi topikal
Metronidazol 500 mg 1g tiap malam, Flagyl suppositoria 500mg, 1g;
selama 7 hari berturut-turut
! Metronidazol ! 2x500mg/hari, selama 5 7 ! Metronidazol (Gen) tab 250mg,
hari atau 2gram dosis 500mg
tunggal (p.o.) ! Corsagyl tab 250mg, 500mg
sistemik
o 2 gram dosis tunggal (p.o.) o Flatin tab 500mg
o Tinidazol

GONORE
DEFINISI
Gonore adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoea, suatu
kuman diplokokus gram negatif.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamneis
- Riwayat koitus suspectus (koitus dengan individu berisiko) 2 5 hari sebelum
timbul gejala
- Pada wanita jarang timbul gejala infeksi, meskipun bisa juga pada infeksi akut
timbul disuria, frekuensi, gatal pada vulva, discar vagina yang kental.
- Lower abdominal discomfort, demam subfebril dan kadang disparenia
menunjukkan keterlibatan korpus uteri
- Keterlibatan tuba menimbulkan gejala seperti nyeri yang lebih hebat pada perut
bagian bawah dan demam yang tidak teratur
- Pada gonore kronis (menahun) genital interna, penderita sering tidak pernah
merasa sembuh betul. Siklus haid sering terganggu karena radang ovarium;
umumnya siklus haid menjadi pendek tetapi lama perdarahan memanjang. Haid
sering disertai dismenore, dan dapat juga terjadi dispereunia.
Pemeriksaan fisik
- Inspekulo: serviks tampak merah dengan erosi dan discar mukopurulen. Discar
akan lebih banyak bila terjadi servisitis akut.
- Jika telah terjadi penyebaran ke korpus uteri, terdapat nyeri tekan perut bagian
bawah.
Pemeriksaan Penunjang
- Sediaan langsung

222
Art
Of
Therapy

Ginekologi

Discar diambil dari serviks, urethra, muara kelenjar Bartholini, dan rectum.
Dengan pewarnaan Gram, ditemukan diplokokus (biji kopi) Gram (-) intra dan
ekstraseluler. Merupakan gold standar
- Kultur
Media yang digunakan:
Media transport: media Stuart dan media Transgrow
Media pertumbuhan: agar coklat Mc Leod's, Thayer Martin
- Tes definitif
Tes oksidasi: semua memberikan reaksi positif
Tes fermentasi: hanya meragikan glukosa
- Thomson (menampung urin pagi dalam 2 gelas), untuk mengetahui sampai
di mana penyebaran infeksi.
Pada sarana kesehatan di luar RS (Puskesmas, praktik pribadi), pemeriksaan
Gram saja sudah cukup memadai
Tatalaksana
Nama obat Dosis Sediaan (generik, paten) Keterangan
$ Penisilin G + $ 4,8 juta IU (i.m.) + $ benzatin penisilin G serbuk inj. 1,2 juta IU/ vial;
$ 1g (p.o) 2,4 juta IU/ vial; i.m.
Probenesid $ Probenecid (gen) tab SS 500mg PPNG rendah
2g dosis tunggal $ Probenid tab 500mg (resistensi
Ampicillin+ (p.o.) Ampicillin (gen) kapsul 250mg; kaptab 500mg terhadap
Probenecid (sda) Viccilin kapsul 250mg, 500mg Penisilin
# Amoxycillin+ # 3g dosis tunggal # Amoksisilin kapsul 250mg; kaptab 500mg rendah)
Probenecid (sda) (p.o.) # Amoxsan kapsul 250mg, 500mg

! Tiamfenikol ! 3,5mg dosis ! Tiamfenikol (gen) kapsul 250mg, 500mg


(DOC) tunggal (p.o.) ! Biothicol kapsul 250mg, 500mg; sirup kering
125mg/ 5ml
PPNG tinggi
o Ciprofloxacin (gen) tab 250mg, kaptab 500mg
o Ciprofloxacin o 500mg dosis o Baquinor kaptab 250mg, 500mg, 750mg
tunggal (p.o)
$ Ciprofloxacin $ 500mg/hari ,
selama 5 hari
(p.o) GO denagn
Ceftriaxone 250mg/hari, Ceftriaxone (gen) serbuk inj. 0,5g/vial; 1g/vial komplikasi
selama 3 hari Tricefin serbuk inj. 250mg/vial; 0,5g/vial; 1g/vial
(i.m.)

Pasien diminta kembali setelah pemberian terapi minimal selama 3 hari, untuk
dilakukan evaluasi pemeriksaan mikroskopik

SIFILIS
DEFINISI
Adalah penyakit infeksi dengan penyebab Treponema pallidum.
Disebut juga raja singa, Mal de Naples, morbus gallicus, lues venerea.

223
Art
Of
Therapy

Ginekologi

PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Sifilis primer:
- Ulkus yang tidak nyeri, bisa terdapat pada labium, vulva, anus bibir atau
puting susu
Sifilis sekunder:
- riwayat sifilis sebelumnya (biasanya 6 8 minggu setelah sifilis primer)
- sering didahului atau disertai oleh gejala sistemik: demam subfebril, nyeri
kepala, anoreksia, athralgia.
- ulkus yang luas
- benjolan pada daerah selangkangan
Pemeriksaan Fisik
Sifilis primer:
- Ditemukan lesi berupa papul erosif, umumnya hanya satu, ukuran beberapa
mm sampai 1 2 cm, bentuk bulat atau lonjong, dasarnya bersih, merah,
tidak terdapat tanda radang di kulit sekitarnya, teraba indurasi, tidak nyeri
(indolen), kadang disertai dengan aksudat serous. Selain pada vulva,
kelainan tersebut juga bisa ditemukan pada vagina dan serviks (dengan
inspekulo)
- Terdapat pembesaran limfonodi inguinal yang teraba padat, soliter, mobile,
tidak nyeri
Sifilis sekunder
- UKK berupa makula, papula, pustula dan rupia yang simetris bilateral
- Manifestasi sistemik: limfadenopati generalisata, alopesia mouthen eat
appearance
Pemeriksaan penunjang
- pemeriksaan dengan mikroskop medan gelap: gambaran bentuk spiral yang
motil
sampel berupa eksudat ulkus, kemudian ditetesi NaCl 0,9% (3 kali
pemeriksaan berturut-turut)
- tes serologi: spesifik (treponemal), non-spesifik (nontreponemal)
Tatalaksana

224
Art
Of
Therapy

Ginekologi
Stadium Nama obat Dosis Sediaan (generik, paten)
Primer dan Benzatin Penisilin G 2,4 juta, 1x seminggu, total Benzatin penisilin G serbuk inj. 1,2 juta
sekunder IU 4,8 juta IU; IU/ vial; 2,4 juta IU/ vial; i.m.
o Prokain Penisilin o 600.000 IU , selama 10 hari o Prokain penisilin G serbuk inj. 3 juta IU/
Prokain Penisilin + 1,2 juta IU/ mimggu, 2x vial; i.m.
2% Alumunium seminggu, total 7,2 juta Penadur LA serbuk inj. 1,2 juta IU/ vial;
monostearat 2,4 juta IU/ vial; i.m.

Laten Benzatin Penisilin G 600.000 IU/ hari, total 9,6 i.m.


% Prokain Penisilin juta IU
! Prokain Penisilin + % 600.000 IU/ hari, total 18 i.m.
2% Alumunium juta IU
monostearat ! 1,2 juta IU/ mimggu, 2x i.m.
seminggu, total 9,6 juta

HERPES SIMPLEKS
DEFINISI
Adalah infeksi akut oleh HSV tipe I atau tipe II, yang dapat berlangsung primer atau
rekuren.
Disebut juga fever blister, cold score, herpes febrilis, herpes labialis, herpes
progenitalis (genitalis).
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis
Infeksi primer
- sering disertai gejala sistemik: demam, malaise, anoreksia
- dapat ditemukan pembesaran kelenjar limfe regional
fase laten
- tidak ditemukan gejala klinis, tetapi penularan bias terjadi pada fase ini
infeksi rekuren
- reaktivasi VHS pada ganglion dorsalis, sehingga menimbulkan gejala klinis
- pemicu: trauma fisik (demam, infeksi, kurang tidur, hubungan seksual),
trauma psikis, obat-obatan (kortikosteroid), menstruasi, makanan dan
minuman yang merangsang.
Pemeriksaan Fisik
Infeksi primer:
- vesikel berkelompok di atas kulit yang sembab dan eritematosa, berisi
cairan jernih dan kemudian menjadi seropurulen, dapat menjadi krusta,
dangkal, biasanya sembuh tanpa sikatrik
- kadang disertai infeksi sekunder sehingga memberikan gambaran yang tak
jelas

225
Art
Of
Therapy

Ginekologi

- daerah predileksi: VHS tipe 1 di daerah pinggang ke atas terutama mulut dan
hidung; VHS tipe 2 di daerah pinggeng ke bawah terutama di daerah genital.
Fase laten
- Tidak ditemukan kelainan klinis
Infeksi rekuren
- gejala klinis yang timbul lebih ringan dibanding infeksi primer, biasanya
berlangsung 7 10 hari
- sering diawali dengan gejala prodromal local berupa rasa panas, gatal dann
nyeri pada kulit
- bias timbul pada tempat yang sama (loco) atau berbeda (non loco).
Pemeriksaan Penunjang
- percobaan T-zank dengan pewarnaan Giemsa pada bahan vesikel, ditemukan sel
datia berinti banyak.

Tatalaksana

Nama obat DosisQ Sediaan (generik,paten)


Asiklovir 5 x 200 mg/ hari, selama 7 hari Danovir, tab 200mg, 400mg
Poviral, tab 200mg, 400mg

# 5mg/kgBB/hari, terbagi 3, selama 7 hari (bila


gejala sistemik berat) Famvir tab 250 mg
Famsiklovir primer: 3 x 250mg, selama 5 hari
rekuren: 3 x 125mg, selama 5 hari Valtrex tab 500mg
Valasiklovir primer: 2 x 500mg, selama 5 hari; 10 hari bila
berat
rekuren: 2 x 500mg, selama 5 hari

Referensi:
Chan PD et al, 2004, Current Clinical Strategies Gynaecology & Obstetri New
ACOG Treatment Guidelines, site from URL[http://www.ccspublishing.com/ccs].
Hamilton D, 2004, Lecture Notes Obstetrics and Gynaecology 2nd Edition,
Blackwell Publishing, London.
Hutabarat H, 2005, Ilmu Kandungan Jilid 2 Cetakan Keempat, YBP-SP, Jakarta.
Mansjoer A dkk, 2000, Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 Edisi Ketiga, FKUI,
Jakarta.
Informatorium Obat Nasional Indonesia 2002

226