Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Pada era moderen ini, banyak yang gemar menanam tanaman hias.

Tanaman hias tersebut di antranya kaktus hias, bonsai dan lain sebagainya.

Kebanyakan dari mereka orang yang sibuk, sehingga mereka tidak punya waktu

untuk merawat tanaman hias, ada jga karna terlalu capek sehingga lupa untuk

mengatur seberapa banyak mereka untuk menyiram tanaman hias tersebut.

Akibatnya tanaman hias yang rentan terhadap jumlah air yang banyak jadi mati.

Dari sinilah saya mempunya ide untuk mebuat alat yang bisa mengkur tingkat

kelembapan tanah, sehingga ketika tanah terlalu lembab makan alarm akan

berbunyi.

Tanaman hias sebagai salah satu produk pertanian merupakan salah satu

tanaman rumahan yang mampu menambah keindahan, juga mampu menambah

pendapatan jika dikelola dengan baik dan benar. Tanaman hias saat ini merupakan

produk primadona khususnya bagi masyarakat perkotaan baik untuk hiasan

rumahnya maupun untuk hadiah pada acara acara tertentu.

Tanaman Hias umumnya sengaja ditanam dengan tujuan untuk

memberikan kesan indah baik untuk dalam ruangan maupun untuk dluar ruangan.

Tanaman hias tidak hanya memberikan unsur keindahan saja namun juga

memberikan berbagai manfaat bagi pemelihara tanaman seperti menhilangkan

1
kejenuhan dan stress setelah bekerja sehari penuh. Selain itu juga dapat

menambah pendapatan jika dikelola dengan serius.

salah satu jenis tanaman hias adalah tanaman kaktus. Tanaman kaktus

biasa ditemukan di daerah daerah kering terutama di daerah gurun. Namun,

dewasa ini tanaman kaktus sudah tersebar di seluruh dunia, khususnya di

Indonesia.. tanaman kaktus banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias yang

bersifat rumahan maupun yang bersifat profit atau untuk dijual. Teknis dan

struktur tanaman kaktus yang mudah hidup dan mengkonsumsi sedikit air

memudahkan dalam pembudidayaannya.

Budidaya tanaman kaktus sangat mudah untuk dilaksanakan, tidak

memerlukan lahan yang luas dan tanaman kaktus mudah untuk hidup. Tanaman

kaktus yang sebenarnya adalah tanaman kering namun juga dapat tumbuh pada

daerah lembab dengan sama baiknya. Sedikit perlakuan khusus akan membuat

tanaman kaktus dengan baik dan indah sebagai tanaman penghias pekarangan

rumah.

Tingkat kelembapan tanah bisa di deteksi dengan menggunakan moisture

sensor. Pada alat ini tidak menggunakan sensor getar ataupun sensor jarak untuk

mengukur tingkat kelembapan, tetapi menggunakan moisture sensor untuk

mendeteksinya, moisture sensor yang ada akan di tanam pada tanah yang di

tentukan. Sensor kelembapan nantinya akan kita set agar dapat di control atau di

monitorig dari device android dengan menggunakan aplikasi yang disediakan,

dalam aplikasi tersebut akan di tampilkan kadar air yang di kandung di tempat

2
dimana moisture sensor di tanam dan juga menampilkan tingkat kelembapannya.

Di harapkan dengan adanya alat ini bisa mengurangi dampak negatif dari

kelalaian dan juga di harapkan agar alat ini bekerja secara optimal dan harganya

bisa di jangkau oleh masyarakat sekitar.

I.2. Tujuan penelitian

Tujuan dapat di rumuskan sebagai berikut:

1. Merancang dan membangun alat untuk kelembaban tanah pada tanaman

hias kaktus melalui jaringan wifi, agar perawatan akan tanaman hias

dapat di lakukan secara teratur dan efektif


2. Mepermudah pendeteksian secara dini akan perubahan kelembaban

tanah pada pot tanaman hias kaktus

I.3. Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana membangun dan merancang alat untuk mendeteksi

kelembaban tanah pada tanaman hias kaktus?


2. Bagaimana cara pendeteksian secara dini akan terjadinya perubahan

kelembaban tanah pada pot tanaman hias kaktus ?


3. Seberapa besar potensi alat sehingga berguna dalam mengurangi

dampak negatif yang takan mempengaruhi pertumbuhan tanaman hias

kaktus?

I.4. Batasan Masalah

Tugas akhir ini akan membatasi masalah pada point-point berikut:

3
1. Sistem software maupun hadware yang digunakan adalah arduino.
2. Mikrokontroler yang akan digunakan adalah mikrokontroler arduino.
3. Area lingkup dan pengujian alat terbatas.
4. Pengujian alat secara langsung belum di lakukan hanya berbentuk

miniatur.
5. Alat ini hanya menguji pada tingkat kelembapan tanah.