Anda di halaman 1dari 11

BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Alat dan Bahan
Alat dan Bahan yang digunakan pada saat praktikum CNC TU-3A adalah
sebagai berikut :
3.1.1 Alat
Pada saat akan melaksanakan praktikum proses produksi menggunakan
mesin frais CNC TU-3A, ada beberapa alat-lat yang perlu dipersiapakan terlebih
dahulu agar semua proses pengerjaan dapat berjalan dengan lancar. Berikut ini
adalah beberapa alat yang dibutuhkan.
1. Mesin CNC TU-3A
Mesin yang digunakan adalah CNC TU-3A yang merupakan buatan Emco
Austria, berupa mesin perkakas CNC untuk simulasi proses pengefraisan.

Gambar 3.1 Mesin CNC TU-3A


2. Ragum
Ragum adalah alat yang berfungsi untuk mencekam benda kerja pada saat
setting nol maupun saat pengeksekusian benda kerja.

Gambar 3.2 Ragum


3. Kunci Mesin
Kunci mesin digunakan untuk menghidupkan dan mematikan mesin CNC.

Kunci mesin

Gambar 3.3 Kunci mesin


4. Arbor
Arbor adalah alat yang berfunsi sebagai tempat untuk menjepit pahat agar
dapat berputar dengan baik.

Arbor

Gambar 3.4 Arbor


5. Pahat Facing
Pahat facing berfungsi untuk meratakan dan menghaluskan permukaan
dari benda kerja.

Gambar 3.5 Pahat facing


6. Pahat Alur
Pahat Alur berfungsi untuk membuat alur lingkaran dan pocket pada
permukaan atas benda kerja.

Gambar 3.6 Pahat alur


7. Pahat Drill
Pahat drill adalah pahat yang berfungsi untuk membuat lubang pada benda
kerja.

Gambar 3.7 Pahat drill


8. Papan Plot
Papan plot adalah papan yang berfungsi sebagai alas dari kertas plot saat
melakukan proses plotting.

Gambar 3.8 Papan plot


9. Plat Paralel
Plat paralel adalah plat yang berfungsi sebagai alas dari benda kerja ketika
di cekam di ragum.

Gambar 3.9 Plat paralel

10. Kertas Plotting


Kertas plotting berfungsi sebagai media plotting guna mengetahui proses
eksekusi benda kerja melalui simulasi sebelum dilakukan proses eksekusi yang
sebenarnya.

Gambar 3.10 Kertas plotting


11. Pahat Plotting
Pahat plotting berfungsi menuliskan proses eksekusi melalui simulasi,
biasanya terdiri dari arbor yang di dalamnya dijepit pena.

Gambar 3.11 Pahat plotting


12. Kunci Ragum
Kunci ragum berfungsi untuk melonggarkan ragum sehingga benda kerja
bisa dipasang.

Gambar 3.12 Kunci ragum


13. Palu Nilon
Palu nilon berfungsi untuk membantu kunci ragum ketika mengencangkan
atau mengendurkan ragum.

Gambar 3.13 Palu nilon


14. Vernier Caliper
Vernier caliper (jangka sorong) adalah alat yang berfungsi untuk
mengukur dimensi dari benda kerja.

Gambar 3.14 Vernier caliper


15. Kuas
Kuas digunakan untuk membersihkan mesin dari sisa gram ketika
pembuatan benda kerja telah selesai.

Gambar 3.15 Kuas


3.1.2. Bahan
Di bawah ini diberikan data produk yang akan dibuat dengan
menggunakan mesin CNC TU-3A. Adapun data datanya adalah sebagai berikut:
Material : Aluminium
Dimensi benda kerja : 50 x 50 x 25 mm

Gambar 3.16 Benda kerja


3.2 Cara Pengoperasian
Cara pengoperasian mesin CNC TU-3A mempunyai dua macam proses
yaitu sebagai berikut :
3.2.1 Sistem Permesinan
1. Sistem permesinan vertikal
Sistem permesinan vertikal pada mesin frais adalah sistem permesinan
yang berdasarkan pada sumbu putar spindle pada arah vertikal. Biasanya sistem
ini diterapkan untuk proses pemotongan benda kerja atau pembuatan roda gigi.

Gambar 3.17 Sistem permesinan vertical

2. Sistem permesinan horizontal


Sistem permesinan horizontal pada mesin frais adalah sistem permesinan
yang berdasarkan pada sumbu putar spindle pada arah horizontal. Biasanya sistem
ini diterapkan untuk proses dilling , boring, dan facing.

Gambar 3.18 Sistem Permesinan horizontal


3.1.2 Sistem acuan absolut
Pada mesin CNC TU-3A sistem acuan yang dipakai untuk menyatakan
informasi geometri/ukuran benda kerja terdiri dari 2 sistem yaitu :
1. Sistem acuan absolut
Sistem acuan absolut adalah sistem untuk menentukan referensi ukuran
benda kerja dari titik yang tetap atau titik awal. Pada mesin frais TU-3A , sistem
absolute dinyatakan dengan kode G90 atau G92. Untuk G90 titik referensinya
(titik nol) adalah posisi awal pahat saat program mulai dijalankan, sedang G92
titik referensinya diberikan oleh programmer, dimana posisi awal pahat sudah
berada dalam harga koordinat tertentu yang akan dijelaskan kemudian.
2. Sistem acuan inkremental
Sistem acuan inkremental adalah sistem untuk menentukan referensi
ukuran adalah dari titik sebelumya atau titik yang didtinjau berlaku sebagai
referensi untuk titik berikutnya. Pada mesin frais TU-3A, sistem absolute
dinyatakan dengan kode G91. Untuk G91 titik referensinya (titik nol) adalah
posisi awal pahat saat program mulai dijalankan.
Dalam membuat program kadang dijumpai sebuah program menggunakan
kedua sistem tersebut (absolut dan inkremental), sehingga sebagian langkah
pemesinanmenggunakan sistem absolut, sedangkan sebagian langkah yang lain
menggunakan sistem inkremental.
3.1.3 Cara Memasukkan dan Menjalankan Program
Cara memasukkan dan menjalankan program mesin CNC TU-3A adalah
sebagai berikut:
1. Menyimpan tiap langkah penulisan program (atau word) ke mesin, menulis
word kemudian menekan tombol INP. Perlu diketahui bahwa program
terdiri dari beberapa baris, dan tiap baris terdiri dari satu atau beberapa
word.
2. Menghapus word dengan menekan tombol DEL
3. Menggeser cursor ke baris berikutnya dengan menekan tombol FWD
4. Menggeser cursor ke baris scbelumnya dengan menekan tombol REV
5. Menyisipkan baris dengan menekan hersama-sama tombol ~ dan INP
6. Menghapus baris dengan menekan bersama-sama tombol ~ dan DEL
7. Memeriksa program dengan menekan terus tombol M.
8. Menghapus alarm dengan menekan bersama-sama tombol INP dan REV
9. Menjalankan program, tekan tombol START
10. Menghentikan sementara saat program sedang berjalan dengan menekan
bersama-sama tombol INP dan FWD. Untuk meneruskan jalannya
program dengan menekan tombol START
11. Menghentikan atau mengagalkan program saat sedang berjalan dengan
menekan bersama-sama tombol INP dan REV
12. Menghapus program dari mesin dengan menekan bcrsama-sama tombol
DEL dan INP.
3.3 Proses Kerja
Dalam membuat produk dengan mesin Frais TU-3A ini harus melalui
beberapa proses kerja, yaitu:
1. Pembuatan program yang dilakukan sehari sebelum proses praktikum.
2. Menyalakan mesin CNC dengan memutar saklar utama.
3. Setelah mesin berjalan, maka kita masuk ke mode CNC dengan menekan
tombol H/C., lalu kita memasukkan program-program yang telah dibuat.
4. Setelah mengecek program, caranya yaitu dengan menekan tombol M.
5. Jika program salah maka diperbaiki, namun jika benar maka lanjut ke
proses plotting. Proses plotting dimulai dengan menekan tombol START.
Jika hasil plotting tidak sesuai, maka program ada kesalahan input dan
harus diperbaiki.
6. Setelah dilakukan pembenaran, maka dilakukan pengecekan.
7. Setelah itu tekan tombol START lagi untuk menjalankan proses plotting.
Pada proses plotting, kecepatan pemakanan (F) yang dipakai harus cepat.
8. Jika hasil plotting sesuai, maka kita bisa melakukan proses eksekusi.
9. Lalu kita rubah kembali kecepatan (F) ke posisi awal yaitu 50 dan 25.
10. Proses selanjutnya adalah memasang benda kerja pada ragum. Lalu
hidupkan spindel agar diketahui spindel berputar dengan baik.
11. Setelah selesai, maka matikan spindle. Dan kita mulai melakukan setting
nol pada arah X, Y dan Z.
12. Setelah itu, masuk ke mode CNC kembali dan tekan tombol START untuk
menjalankan program.
13. Memasuki proses facing atau tahap penghalusan permukaan benda kerja.
14. Setelah itu pahat diganti untuk proses membuat profil huruf cnc.
15. Kemudian proses pembuatan pocket, sebelumnya ganti pahat dahulu.
16. Setelah itu proses pembuatan lubang sebelum membuat lubang gantilah
pahat dengan pahat drill.
17. Bersihkan geram-geram pada mesin sisa pembubutan.
18. Lalu kita hapus program dengan menekan tombol DEL dan INP.
19. Selanjutnya matikan mesin dengan memutar saklar utama.
3.4 Diagram Alir (flow chart)
Diagram alir pembuatan produk pada mesin frais CNC-TU 3A adalah :

START

HIDUPKAN MESIN

INPUT PROGRAM

CEK M TIDAK
KOREKSI

YA

SIAPKAN PLOTTER

TIDAK
PLOTTING
YA

PELETAKAN PAHAT

PEMASANGAN BENDA KERJA

SETTING NOL BENDA KERJA

MENJALANKAN PROGRAM

BERSIHKAN MESIN

FINISH

Gambar 3.19 Diagram Alir