Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRATIKUM FISIKA DASAR

HUKUM ARCHIMEDES

KELOMPOK : 08

Nama : Ni Putu Sintha Maharani

NIM : 1613521005

Dosen : I Gede Hendrawan, S.Si., M.Si., Ph.D

I Wayan Gede Astawa Karang, S.Si., M.Si., Ph.D

Asisten Dosen : Putu Yudi Aditya Putri

MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

UNIVERSITAS UDAYANA

2016
I. Tujuan :
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah :
1. Mahasiswa dapat menghitung volume benda yang dicelupkan pada zat cair.
2. Mahasiswa mampu menghitung massa jenis benda yang dicelupkan pada zat cair.
3. Mahasi swa mampu menghitung rata - rata massa jenis benda yang dicelupkan pada
zat cair.

II. Dasar Teori

II.1. Pengertian Hukum Archimedes


Hukum Archimedes adalah sebuah hukum tentang prinsip pengapungan di atas zat
cair. Ketika sebuah benda tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair, zat cair akan
memberikan gaya ke atas (gaya apung) pada benda, dimana besarnya gaya keatas (gaya
apung) sama dengan berat zat cair yang dipindahkan (Halliday, 1987). Adapun bunyi hukum
Archimides adalah:Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat
cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan oleh benda tersebut. Pada prinsip Archimedes, sebuah benda akan mengapung
di dalam fluida jika massa jenis suatu benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair
(Jewwet, 2009).
Massa jenis adalah kuantitas yang menggambarkan massa per satuan volume
suatu zat. Massa jenis juga merupakan salah satu sifat dari suatu zat karena setiap zat
memiliki massa jenis yang berbeda-beda (Giancoli, 2001). Zat cair yang biasa diukur
massa jenisnya yaitu produk susu, minyak goreng atau oli. Susu, minyak goreng, dan
pelumas umumnya telah mempunyai standar massa jenis yang telah ditetapkan untuk
menunjukkan kualitas dari zat cair tersebut (Sutiah dkk, 2008 ).
Ketika kita menimbang batu di dalam air, berat batu yang terukur pada timbanggan
pegas menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ketika menimbang batu di udara (tidak di
dalam air). Massa batu yang terukur pada timbangan kecil karena ada gaya apung yang
menekan batu ke atas. Efek yang sama akan dirasakan ketika kita mengangkat benda apapun
dalam air. Batu atau benda apapun akan terasa lebih ringan jika diangkat dalam air. Hal ini
bukan berarti bahwa sebagian batu atau benda yang diangkat hilang sehingga berat batu
menjadi menjadi lebih kecil, tetapi karena adanya gaya apung. Arah gaya apung ke atas, alias
searah dengan gaya angkat yang kita berikan pada batu tersebut sehingga batu atau benda
apapun yang diangkat di dalam air terasa lebih ringan (Tipler, 2001).
Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan fluida pada kedalaman yang
berbeda.Tekanan fluida bertambah terhadap kedalam. Semakin dalam fluida (zat cair),
semakin besar tekanan fluida tersebut. Ketika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida,
maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian atas benda dan tekanan
fluida pada bagian bawah benda. Fluida yang terletak pada bagian bawah benda memiliki
tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada dibagian atas benda.
Apabila benda yang dimasukkan ke dalam fluida terapung, di mana bagian benda
yang tercelup hanya sebagian, maka volume fluida yang dipindahkan sama dengan volume
bagian benda yang tercelup dalam fluida tersebut. Tidak peduli apapun benda benda dan
bagaimana bentuk benda tersebut, semuanya akan mengalami hal yang sama. Ini adalah buah
karya Archimedes yang saat ini diwariskan kepada kitaa dan lebih dikenal dengan julukan
Prinsip Archimedes. Prinsip Archimedes menyatakan bahwa :Ketika sebuah benda
tercelup seluruhnya atau sebagian di dalam zat cair, zat cair akan memberikan gaya ke atas
(gaya apung) pada benda, dimana besarnya gaya ke atas (gaya apung) sama dengan zat cair
yang dipindahkan (Giancolli, 1989).
Alat ukur massa jenis suatu zat cair adalah hidrometer. Prinsip kerja dari
hidrometer didasarkan pada prinsip Archimedes. Semakin rendah kerapatan zat cair,
maka hidrometer akan semakin tenggelam (Giancoli, 2001). Dalam perkembangannya,
hingga saat ini alat ukur hidrometer sangat langka keberadaannya. Kalaupun ada,
pemakaiannya terbatas untuk keperluan industri dan penelitian di laboratorium.
Sehingga, pengukuran nilai massa jenis masih banyak yang menggunakan metode
konvensional (menghitung massa dibagi volume) dan dengan menerapkan hukum
Archimedes.

II.2. Rumus Prinsip Hukum Archimedes


Berikut adalah rumus prinsip hukum archimedes :

FA = . g . V
Keterangan:
FA = Tekanan Archimedes (N/m2)
= Massa Jenis Zat Cair (kg/m3)
g = Percepatan Gravitasi (N/kg)
V = Volume Benda Tercelup (m3)
Menurut Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila diukur di dalam air daripada di
udara karena di dalam air, benda mendapat gaya ke atas. Sementara ketika di udara, benda
memiliki berat yang sesungguhnya. Gaya angkat ke atas ini yang disebut juga gaya apung.
Dalam Persamaan :
Wb = mb . g
Ketika dalam air, dikatakan memiliki berat semu, dinyatakan dengan:
Wdf = Wb Fa
Keterangan :
Wdf : berat dalam fluida, dikatakan juga berat semu (N)
Wb : berat benda sesungguhnnya atau berat di udara (N)
Fa : gaya angkat ke atas (N)

Berdasarkan Hukum Archimedes, sebuah benda yang tercelup ke dalam zat cair akan
mengalami dua gaya, yaitu gaya gravitasi atau gaya berat (W) dan gaya ke atas (F a) dari zat
cair itu. Dalam hal ini ada tiga peristiwa yang berkaitan dengan besarnya kedua gaya tersebut
yaitu seperti berikut.
a) Tenggelam
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan tenggelam jika berat benda (W)
lebih besar dari gaya ke atas (Fa).
W > Fa
b . Vb . g > f . Vf . g
b > f
Volume bagian benda yang tenggelam bergantung dari rapat massa zat cair ().
b) Melayang
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan melayang jika berat benda (W)
sama dengan gaya ke atas (Fa) atu benda tersebut tersebut dalam keadaan setimbang.
W = Fa
b . Vb . g = f . Vf . g
b = f
c) Terapung
Sebuah benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan terapung jika berat benda (W) l
ebih kecil dari gaya ke atas (Fa).
W > Fa
b . Vb . g > f . Vf . g
b > f

III. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah :
1. Tabung ukur
2. Neraca
3. Air
4. Paku ( 1,18gr, 2,8gr, dan 7,39gr. )
5. Kayu ( 1,55gr, 2,90gr, dan 3,55gr. )
6. Batu ( 1,7gr, 3,47gr, dan 6,85gr. )

IV. Prosedur Kerja


Berikut adalah prosedur kerja dalam praktikum ini :
1. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum disiapkan terlebih dahulu.
2. Dituangkan air ke dalam tabung ukur dan diukur volumenya.
3. Dimasukan benda ke dalam tabung ukur.
4. Dihitung volume akhirnya dan hasilnya dicatat.

V. Data Pengamatan
Data hasil percobaan praktikum hokum Archimedes
1. Percobaan I dengan menggunakan paku

No Jenis Massa Volum Volume Volume Keterangan Massa


Benda Benda e Awal Akhir Benda Jenis
( gr ) ( V0 ) ( V1 ) ( V1 - V0 ) ( = gr/L )
( ml ) ( ml ) ( L)
1 Paku 1 1,18 30 31 0,001 Tenggelam 1.180
2 Paku 2 2,8 30 31 0,001 Tenggelam 2.800
3 Paku 3 7,39 30 31 0,001 Tenggelam 7.390
Rata - rata 3.790

2. Percobaan II dengan menggunakan kayu


No Jenis Massa Volum Volume Volume Keterangan Massa
Benda Benda e Awal Akhir Benda Jenis
( gr ) ( V0 ) ( V1 ) ( V1 - V0 ) ( = gr/L )
( ml ) ( ml ) ( L)
1 Kayu 1 1,55 30 32 0,002 Mengapung 775
2 Kayu 2 2,90 30 33 0,003 Mengapung 966
3 Kayu 3 3,55 40 44 0,004 Mengapung 887
Rata - rata 876

3. Percobaan III dengan menggunakan batu


No Jenis Massa Volum Volume Volume Keterangan Massa
Benda Benda e Awal Akhir Benda Jenis
( gr ) ( V0 ) ( V1 ) ( V1 - V0 ) ( = gr/L )
( ml ) ( ml ) ( L)
1 Batu 1 1,7 30 32 0,002 Tenggelam 850
2 Batu 2 3,47 30 32 0,002 Mengapung 1.735
3 Batu 3 6,85 30 34 0,004 Tenggelam 1.712
Rata - rata 1.432

VI. Analisa Data


6.1 Massa Jenis
Berat benda

Massa jenis Volume benda

Contoh perhitungannya pada percobaan II data ke - 1


Diketahui : Berat benda = 1,55gr
Volume benda = 0,002 L
Jawab :
1,55 gr

Massa jenis 0,002 L

Massa jenis = 775 gr/L

VII. Pembahasan
Hukum Archimedes merupakan tercelupnya seluruh atau sebagian
benda ke dalam zat cair, zat cair akan memberikan gaya ke atas atau
gaya apung. Baik benda tersebut terapung, melayang ataupun
tenggelam. Massa benda ketika di udara berbeda ketika benda tersebut
dicelupkan ke dalam zat cair.Pada percobaan kali ini kami menggunakan 3
jenis benda untuk dicelupkan ke dalam tabung ukur yang berisi air.
Adapun benda yang digunakan ialah paku, kayu, dan batu. Dari hasil yang
diperoleh volume benda diperoleh dari pengungaran jumlah volume akhir
dengan volume awal. Semakin besar massa benda , maka semakin besar
volumenya. Pada percobaan pertama dengan menggunakan paku yang
bermassa 1,18gr, 2,8gr, dan 7,39gr diperoleh volume dengan hasil yang
sama yaitu 0,001 L. Pada percobaan kedua dengan menggunakan kayu
yang bermassa 1,55gr, 2,90gr, dan 3,55gr diperoleh volume dengan hasil
0,002 L, 0,003 L, dan 0,004 L. Dan pada percobaan ketiga dengan
menggunakan batu yang bermassa 1,7gr, 3,47gr, dan 6,85gr diperoleh
volume dengan hasil 0,002 L, 0,002 L, dan 0,004 L.
Gaya apung terjadi karena adanya perbedaan tekanan fluida pada kedalaman yang
berbeda.Tekanan fluida bertambah terhadap kedalam. Semakin dalam fluida (zat cair),
semakin besar tekanan fluida tersebut. Ketika sebuah benda dimasukkan ke dalam fluida,
maka akan terdapat perbedaan tekanan antara fluida pada bagian atas benda dan tekanan
fluida pada bagian bawah benda. Fluida yang terletak pada bagian bawah benda memiliki
tekanan yang lebih besar daripada fluida yang berada dibagian atas benda sehingga
mengakibatkan volume benda menjadi bertambah. Perhitungan massa jenis pada benda dapat
diperoleh dengan membagi massa benda dengan volumenya. Pada percobaan pertama
diperoleh hasil massa jenisnya yaitu : 1.180 gr/L, 2.800 gr/L, dan 7.390 gr/L sehingga
diperoleh rata - rata massa jenisnya sebesar 3.790 gr/L. Pada percobaan kedua diperoleh hasil
massa jenisnya yaitu : 775 gr/L, 966 gr/L, dan 887 gr/L sehingga diperoleh rata - rata massa
jenisnya sebesar 876 gr/L. Pada percobaan ketiga diperoleh hasil massa jenisnya yaitu : 850
gr/L, 1.735 gr/L, dan 1.712 gr/L sehingga diperoleh rata - rata massa jenisnya sebesar 1.432
gr/L.

VIII. Kesimpulan
Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diperoleh pada praktikum ini adalah :
1) Volume benda yang diperoleh pada masing - masing percobaan yaitu :
Percobaan I : diperoleh volume yang sama yaitu sebesar 0,001 L.
Percobaan II : diperoleh volume sebesar 0,002 L, 0,003 L, dan 0,004 L.
Percobaan III : diperoleh volume sebesar 0,002 L, 0,002 L dan 0,004 L.
2) Massa jenis benda pada setiap percobaan yaitu :
Percobaan I : diperoleh massa jenis benda sebesar 1.180 gr/L, 2.800gr/L,
dan 7.390 gr/L.
Percobaan II : diperoleh massa jenis benda sebesar 775 gr/L, 966 gr/L, dan
887 gr/L.
Percobaan III : diperoleh massa jenis benda sebesar 850 gr/L, 1.735 gr/L, dan
1.712 gr/L.
3) Rata - rata massa jenis pada setiap percobaan adalah pada percobaan I
diperoleh rata - rata massa jenisnya sebesar 3.790 gr/L, pada percobaan II
diperoleh rata - rata massa jenisnya sebesar 876 gr/L, dan pada percobaan II
diperoleh rata - rata massa jenisnya sebesar 1.432 gr/L.

DAFTAR PUSTAKA

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika. Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga
Giancolli.1989.FISIKA.Jakarta:Erlangga
Halliday, Resnick. 1984. Fisika Jilid 1(Terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Serway, Raymond, dan John W. Jewett, Jr. Penerjemah Chriswan Sungkono. 2009. FISIKA
Untuk Sains dan Teknik Buku 1 Edisi 6. Jakarta: Salemba Teknika.
Sutiah, Firdausi K Sofjan, Budi Wahyu Setia. 2008. Studi Kualitas Minyak Goreng dengan
Parameter Viskositas dan Indeks Bias. Jurnal Berkala Fisika Volume 11 No 2, April
2008, hal.5358.
Tipler.2001.FISIKA UNTUK SAINS DAN TEKNIK.Jakarta:Erlangga
LAMPIRAN

( Benda tenggelam ) ( Benda mengapung )

( Benda tenggelam )