Anda di halaman 1dari 16

Minggu, 02 April 2017 10:44 WIB

Ribuan Anak Yatim Hadiri Tabligh Akbar Sempena HUT ke-51 Bank Riau
Kepri

PEKANBARU - Tabligh Akbar yang merupakan salah satu rangkaian acara sempena hari
jadi Bank Riau Kepri ke-51 digelar di Mesjid Agung Annur Pekanbaru. Tabligh akbar yang
terbuka untuk umum dan mengundang masyarakat dilaksanakan pada Sabtu pagi (1/4/2017)
diisi oleh Ustads Prof. DR. Habib Ahmad A Kaff MA, Phd.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman, Sekretaris Daerah
Ahmad Hijazi , Forkopimda Provinsi Riau, Komisaris Utama Bank Riau Kepri HR.
Mambang Mit, Komisaris Taufiqqurrahman, Direktur Utama DR. Irvandi Gustari, Direktur
Operasional Denny M. Akbar, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Eka Afriadi,
Pemimpin Divisi, Pemimpin Cabang, Cabang Pembantu dan Kedai wilayah Pekanbaru serta
pegawai dan masyarakat.
Dalam sambutannya Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari mengatakan
pelaksanaan tabligh akbar sebagai wujud syukur atas kinerja Bank Riau Kepri. Selain
tabligh akbar, Bank Riau Kepri juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu dan
bantuan sembako ke beberapa panti di Pekanbaru, lanjut Irvandi dalam sambutannya.
Ahmad Hijazi dalam sambutannya mengatakan, Bank Riau Kepri memberikan contoh dan
teladan bagi masyarakat di Riau dan Kepri, karena dihari jadinya memberikan kepedulian
terhadap anak yatim piatu dan masyarakat tidak mampu dengan memberikan santunan serta
sembako.
Ads
Bank Riau Kepri merupakan salah satu BUMD yang berhasil di Riau, semoga semakin baik
terutama SDMnya maupun dari segi bisnisnya kedepan, hal ini disampaikan Gubernur Riau
Arsyadjuliandi Rachman yang memberikan sambutannya dalam acara tabligh akbar tersebut.
Setelah memberikan sambutan, Ahmad Hijazi didampingi HR. Mambang
Mit,Taufiqqurrahman, Irvandi Gustari, Denny M. Akbar dan Eka Afriadi secara simbolis
menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu yang berasal dari 5 panti asuhan di
Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sembako yang diserahkan oleh oleh
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bank Riau Kepri.
Pemberian santunan bagi anak yatim piatu diberikan kepada 1.000 lebih anak yatim piatu,
diantaranya sebanyak 400-an anak berasal dari panti asuhan di Pekanbaru, 600-an lainya dari
anak yatim pitu yang berasal dari wilayah dimana pegawai Bank Riau Kepri timggal.

Pemberian sembako yang diserahkan oleh DWP adalah Beras sebesar 1 ton total, gula pasir
sebanyak 600 kg dan minyak goreng sebanyak 1,2 ton. Nantinya sembako tersebut akan
diserahkan ke 8 panti sosial yaitu panti An Nisa, Al Fath, Al Akbar, Al Ilham, As-Sowah, At
Toyibbah, Bakhti Mufaridun dan Yayasan Lembaga Bhakti Muslimin. (rls)
Minggu, 02 April 2017 09:25 WIB

Ketahuan Konsumsi Narkoba, 3 Orang DJ Seksi Diamankan Aparat BNN


Riau dari SP Club Pekanbaru

PEKANBARU - Tiga orang wanita seksi yang berprofesi sebagai DJ, terpaksa digiring ke
Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kamis 246/2017) subuh. Hasil tes
urine mereka ternyata positif mengandung Narkoba.
Dua DJ wanita lokal serta seorang DJ tamu asal Jakarta ini terjaring razia aparat gabungan
yang digelar oleh BNN Riau, Polda dan TNI dengan sasaran hiburan malam SP Club, Jalan
Teuku Umar Pekanbaru. Setelah dicek ternyata urine mereka positif.
Awalnya ketiga orang DJ wanita tersebut enggan untuk dites urine. Bahkan pihak pengelola
hiburan tersebut sempat pula mencoba bernegosiasi dengan petugas BNN Riau agar mereka
tidak dites. Namun itu ditolak mentah-mentah, apa pun alasannya.
Ketiganya pun langsung diangkut bersama puluhan pengunjung lainnya ke Kantor BNNP
Riau, Jalan Pepaya, Minggu subuh. Mereka tampak masih muda-muda bahkan ada yang baru
berumur 21 tahun. Pakaiannya bisa dibilang sangat seksi.
Ads
Kepada petugas mereka mengaku tidak menggunakan Narkoba, melainkan hanya dikasih
minum oleh orang dalam (Pihak SP Club). Dalihnya demikian, namun hasil tes urine justru
berbanding terbalik, di mana ketiganya positif sebagai pemakai.
"Pengakuannya cuma dikasih minum orang dalam, jadi nggak tahu kalau itu dikasih
Narkoba," ungkap Kepala Bidang Pemberantasan BNN Riau, AKBP Haldun yang
diwawancarai GoRiau.com (GoNews Grupy), usai razia digelar menjelang adzan Subuh. ***

Minggu, 02 April 2017 09:20 WIB

Komplek Perumahan yang Paling Lengkap Fasilitas Premium Cluster


Hanya Sari Residence Pekanbaru

PEKANBARU - Perumahan dengan konsep hunian minimalis modern serta fasilitas


premium di dalam cluster hanya ada di Jalan Pemuda, Pekanbaru, Riau komplek Sari
Residence. Lokasi perumahannya sangat strategis tepat disamping hamparan sejuk sungai
Siak.
"Perumahan yang dibangun dengan desain arsitek rumah minimalis tropis ini dengan
penataan lingkungan yang harmonis membuat Sari Residence sebagai satu-satunya runian
yang bisa memberikan fasilitas lengkap," ujar Cici, Marketing Sari Residence kepada
GoRiau.com (GoNews Grup), Minggu (2/4/2017).
Selain itu juga, masih kata Cici, penghuni komplek Sari Residence juga akan lebih nyaman
lagi karena komplek perumahan itu dilengkapi dengan area komersial (minimall), area
rekreasi seperti waterboom, club house, area olahraga seperti jogging track, kebugaran,
lapangan tenis dan mini golf.
"Untuk fasilitas lainnya, legalitasnya sudah dengan sertifikat hak milik. Lokasinyanya di
tengah Kota, sehingga mau kemana-mana dekat, seperti ke Mall Ciputra, Sadira Plaza, Mall
SKA. Komplek perumahan ini juga hanya satu gate, sehingga lebih aman," tandasnya lagi.
Ads
Menurut Cici, keseluruhan yang dimiliki hunian ini membuatnya menjadi sebuah pilihan
yang tepat untuk mereka yang memimpikan sebuah investasi tempat tinggal bernilai tinggi
namun tetap mengedepankan kenyamanan hunian.
"Tunggu apalagi, sekarang ini ada promo bebas biaya untuk pembelian kavling. Dan diskon
sampai 100 juta untuk pembelian kavling mainroad. Sementara untuk promo pembelian
rumah, DP 10 persen dan diskon 50 persen. Masih penasaran harganya, anda bisa hubungi
saya 08117543334," terangnya lagi. ***

Minggu, 02 April 2017 05:37 WIB

Siswi SMP, Wanita Hamil Hingga PNS Kedapatan Dugem Sampai Subuh
di SP Club, Bahkan Ada Mahasiswi Sedang Nge-fly

PEKANBARU - Razia besar-besaran yang digelar aparat BNN Provinsi Riau, Polda dan
TNI, Minggu (2/4/2017) dini hari di hiburan malam SP Club membuat ratusan pengunjung
panik. Mereka tak menyangka bakal jadi sasaran operasi gabungan.
Parahnya, diantaranya mereka ditemukan oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil), anak SMP,
wanita hamil enam bulan hingga mahasiswi. Kepada petugas mereka mengaku hanyak diajak
teman untuk nongkrong sambil minum-minum.
Awalnya tak ada yang mengaku memakai Narkoba. Namun setelah menjalani tes urine,
mereka pun tak bisa mengelak lagi. Bahkan seorang mahasiswi yang terjaring masih dalam
kondisi di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. Apalagi kalau bukan pil Ekstasi.
Omongannya agak ngawur ketika ditanyai aparat. Gerak tubuhnya pun tak karu-karuan. Dia
mengaku diajak teman namun sudah hilang, akuinya. Dilihat sekilas parasnya lumayan cantik
dan dandanannya juga oke punya. Namun sayang ia pengguna Narkoba.
Ads
Beda lagi dengan siswi salah satu SMP di Pekanbaru ini, sebut saja namanya Bunga ( umur
15 tahun). Ia menangis terisak-isak saat diminta petugas untuk tes urine. Kepada GoRiau.com
Bunga mengaku hanya diajak teman-teman.
Yang mengejutkan, ternyata hasil tes urinenya, Bunga dinyatakan positif sebagai pengguna
Narkoba. Sedangkan si oknum PNS sedikit lebih beruntung lantaran bersih dari kandungan
zat terlarang itu. Ia menyebutkan kalau niatnya datang untuk mencari hiburan saja.
Selain itu ditemukan pula wanita yang sedang hamil enam bulan. Meski perutnya sudah
membesar namun tidak menghalangi niatnya untuk menikmati dentuman musik, sambil
minum-minum. Beruntung hasil tes urinenya dinyatakan negatif mengandung Narkoba.

Kepala BNN Riau, Brigjen M Wahyu Hidayat didampingi Kepala Bidang Pemberantasan
AKBP Haldun mengatakan, sedikitnya ada 32 orang pengunjung diamankan dari sana.
Mereka semua dinyatakan positif sebagai pengguna Narkoba. ***

Minggu, 02 April 2017 04:11 WIB

Ratusan Pengunjung Hiburan Malam SP Club Panik Berhamburan Dirazia Aparat


Gabungan Dinihari

PEKANBARU - Ratusan pengunjung tempat hiburan malam SP Club Pekanbaru panik


berhamburan. Lokasi ini mendadak jadi sasaran razia gabungan dari Badan Narkotika
Nasional (BNN) Riau, Polda dan TNI, Minggu (2/4/2017) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Dentuman musik yang dimainkan DJ tamu di SP Club mendadak terhenti saat puluhan
petugas gabungan merangsek masuk secara tiba-tiba. Sebagian mereka tengah asyik
menghabiskan sisa malam sambil berjoget dan minum-minum.
Ada pula yang berusaha kabur, namun sia-sia, lantaran sebagian tim menunggu di pintu ke
luar. Akhirnya mereka pun pasrah. Semuanya langsung dikumpulkan. Pria sesama pria dan
wanita sesama wanita. Satu persatu identitas pengunjung diperiksa, termasuk barang bawaan.
Keceriaan yang baru saja mereka nikmati spontan lenyap. Mereka disuruh menjalani tes
urine. Pengunjung yang mengkonsumsi Narkoba pun melancarkan berbagai modus, mulai
dari tak bisa buang air kecil hingga pura-pura sakit perut. Niatnya untuk mengakali aparat.
Ads
Hasilnya sejumlah pengunjung dinyatakan positif memakai Narkoba. Mereka langsung
dipisahkan dan dikumpulkan. Saking ramainya, tim gabungan butuh waktu berjam-jam untuk
mengecek urine mereka satu persatu. Setelah semua selesai, pengguna Narkoba itu lalu
dibawa ke kantor BNNP Riau.
Belum diketahui berapa jumlah mereka. Petugas masih melakukan penghitungan sekaligus
mendatanya. Pantauan GoRiau.com, mayoritas mereka adalah wanita malam, yang diduga
dibooking lelaki untuk menemani joget dan happy-happy.
Sebelum ke SP Club, razia juga digelar di Pertama Ktv, CE7 KTv, Karaoke di Starcity,
Terminal 8, serta tempat karaoke di Grand Central Hotel. Itu baru tim 1, belum termasuk tim
2 yang juga menggelar razia serupa, di mana salah satunya di Dragon KTv dan beberapa
tempat lainnya.

Razia itu dipimpin langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau, Brigjen M
Wahyu Hidayat beserta jajarannya. Operasi bersih-bersih Narkoba tersebut juga
menggandeng pihak Polda Riau dan TNI. ***
Minggu, 02 April 2017 01:40 WIB

Karaoke di Starcity Pekanbaru Disasar Razia, Seorang Mahasiswa Kedapatan


Kantongi Kaca Pirex Usai Konsumsi Sabu

PEKANBARU - Aparat dari BNN Riau, Polda dan TNI menggelar razia besar-besaran,
Sabtu (1/4/2017) tengah malam. Target operasi tersebut adalah sejumlah tempat hiburan
malam di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Lokasi pertama yang disasar adalah tempat Karaoke di basement Hotel Grand Central. Di sini
hasilnya nihil dan petugas tidak mendapati adanya penyalahguna Narkoba. Razia lalu
berlanjut ke tempat berikutnya.
Salah satunya tempat biliar dan Karaoke Terminal 8, Jalan Jenderal Sudirman. Saat itu
pengunjung sedang ramai-ramainya, lantaran sedang malam minggu. Petugas langsung
menyisir ruangan hingga ke lantai dua tempat area biliar.
Di sana juga nihil. Hasil tes urine tidak menemukan satu pun pemakai yang mengkonsumsi
Narkotika. Razia lalu berlanjut ke Karaoke lantai 3 Starcity. Ternyata upaya petugas
gabungan tidak sia-sia. Satu orang pengunjung kedapatan mengantongi kaca Pirex.
Ads
Kepada petugas ia mengaku baru usai mengkonsumsi Narkoba dan tak sengaja membawa
kaca Pirex tersebut ke room karaoke. Usut punya usut, pria ini ternyata seorang mahasiswa
salah satu universitas di Pekanbaru. Dia pun langsung dibawa anggota.
Hingga berita diturunkan, razia masih berlangsung. Usai dari Starcity razia aparat gabungan
kemudian dilanjutkan ke CE7 KTv di Jalan Cempaka. Namun saat petugas datang, ruangan
sudah lengang. Hanya ada beberapa saja yang masih terisi.
Para pengunjung di sini satu persatu menjalani tes urine. Selain lokasi di atas, tim juga
menyebar ke tempat hiburan malam lainnya. Mereka dibagi dua kelompok. Bahkan razia
tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN Riau, Brigjen M Wahyu Hidayat.

Menurut informasi yang dirangkum GoRiau.com dari petugas, tim lain menargetkan
sasarannya di Dragon KTv yang berada di Hotel Hollywood Jalan Kuantan Raya. ***

Minggu, 02 April 2017 00:13 WIB

Razia Narkoba di Karaoke Hotel Grand Central Pekanbaru, Petugas Dapati Mantan
Pejabat Tinggi Sedang Ngeroom

PEKANBARU - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Polda dan TNI menggelar
razia gabungan disejumlah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu
(1/4/2017) tengah malam. Sasarannya, adalah peredaran gelap Narkotika.
Lokasi yang pertama disasar adalah Central Bar & Karaoke, yang berlokasi di basement
Hotel Grand Central Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru. Satu persatu room
di sini tak luput digeledah aparat gabungan. Mereka juga dicek identitas.
Mereka semua kemudian menjalani tes urine guna memastikan tidak ada satu pun yang
mengkonsumsi Narkoba. Termasuk para wanita pendamping Karaoke yang dikenal dengan
istilah LC (Ladies Escort). Ini mengantisipasi adanya penggunaan barang terlarang.
Pantauan GoRiau.com (GoNews Grup), kebetulan tempat karaoke tersebut tengah ramai oleh
pengunjung, meski sudah larut malam. Terdengar dentuman musik dari celah pintu ruangan.
Saat anggota masuk, mereka pun sebagian kaget.
Ads
Bahkan di salah satu ruangan ditemukan ada mantan pejabat tinggi pemerintahan dari
Kabupaten Pelalawan sedang berkaraoke bersama temannya. Mereka didampingi pula oleh
beberapa wanita. Dari dandanannya, sepertinya pendamping karaoke.
Kurang dari satu jam pemeriksaan dilakukan aparat gabungan, hasilnya tak ditemukan satu
pun yang positif urinennya mengandung zat narkotika, termasuk sang mantan pejabat
pemerintahan tersebut. Sampai berita diturunkan, razia masih berlangsung.

Rencananya razia besar-besaran ini dilanjutkan ke lokasi berikutnya, namun persisnya tidak
dijelaskan, karena tim terbagi dua dan berpencar.***

Sabtu, 01 April 2017 21:45 WIB

Ikut UKW, Semua Wartawan GoRiau Lulus dan Kompeten

PEKANBARU - Sebanyak 12 wartawan GoRiau yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan


(UKW) dinyatakan lulus dan sudah kompeten. Kegiatan UKW ini diselenggarakan oleh
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Sabtu (1/4/2017).
"Alhamdulillah, semua wartawan GoRiau.com dinyatakan lulus dan sudah kompeten," ujar
Pemimpin Redaksi GoRiau.com Hasan Basril, usai acara.
Dikatakan Hasan, dengan lulusnya 12 wartawan ini, menjadikan GoRiau.com sebagai satu-
satunya media di Riau yang semua wartawannya telah lulus UKW (kompeten).
"Tiga orang dinyatakan lulus tingkat Utama, enam orang tingkat Madya dan tiga orang
tingkat Muda," ujar Hasan.
Ads
Adapun tiga wartawan tingkat utama, yakni Satria Donald selaku Redaktur Pelaksana,
Chairul Hadi Asisten Redaktur Pelaksana dan Muslikhin Effendy yang juga Asisten Redaksi
Pelaksana.
Kemudian, tingkat Madya yakni Rida Ayu Agustina selaku Redaktur Indragiri Hilir, Ratna
Sari Dewi Redaktur Pekanbaru, Barkah Nurdiansyah, Redaktur Pekanbaru, Friedrich Edward
Lumy Redaktur Dumai dan Ira Widana Redaktur Duri.
Selanjutnya, untuk tingkat muda yakni, Wirman Susandi wilayah liputan Kuantan Singingi,
Safrizal wilayah Kepulauan Meranti dan Ismail wilayah liputan Bengkalis.

"Dua wartawan GoRiau.com lainnya, yakni Farikhin Redaktur Pelalawan dan Jefri Hadi
Redaktur Indragiri Hulu sudah lebih dulu dinyatakan kompeten," urai Hasan Basril, yang
juga merupakan tenaga penguji untuk Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) di Aliansi Jurnalis
Independen (AJI) Indonesia itu.***

Jumat, 31 Maret 2017 16:20 WIB

3 Pelaku Pengeroyokan Maut di Kafe Jalan SM Amin Pekanbaru


Diringkus Polisi

PEKANBARU - Beberapa jam setelah insiden pengeroyokan di kafe jalan SM Amin,


Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau, yang menewaskan Robi (30). Tim opsnal
Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil meringkus ketiga pelaku.
Ketiga pelaku yang masing-masing berinisial, YF (23), SG (22) alias YZ (18) ditangkap
sekitar pukul 06.00 WIB, saat berada di tempat persembunyiannya di mess Total Persada,
jalan Tuanku Tambusai (Nangka), Pekanbaru.
Terungkapnya ketiga pelaku pengeroyokan tersebut, bermula dari keterangan sejumlah saksi
di lokasi kejadian. Dari penyelidikan, ketiga pelaku langsung diamankan ke Polsek Payung
Sekaki untuk pemeriksaan.
"Dari pemeriksaan, ketiga pelaku mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban
Robi yang tewas dengan luka tusuk, sedangkan rekannya Eri menderita cidera," kata Kasat
Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto, Jumat (31/3/2017) siang.
Ads
Kasat menembahkan, ketiga pelaku, saat ini telah diamankan ke Polresta Pekanbaru, untuk
menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Serta memburu pelaku lainnya yang ikut
terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
"Hasil pemeriksaan ketiga pelaku, mereka melakukannya (pengeroyokan) ada tujuh orang.
Tiga sudah kita amankan, sedangkan empat lainnya masih dalam pengejaran," terang Kasat.
Masih kata Kasat, empat pelaku pengeroyokan lainnya, sudah dikantongi identitasnya,
masing-masing berinisial HZ, MH, DZ dan DL yang saat ini sedang dalam penyelidikan.
"Kita juga masih mendalami motif para pelaku," tukasnya.
Sebelumnya, warga jalan SM Amin (Arengka II), Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru,
Kamis pagi dihebohkan dengan insiden pengeroyokan yang terjadi di salah satu kafe, sekitar
pukul 03.00 WIB.

Dalam insiden itu, seorang pria bernama Robi tewas akibat mendapat tujuh luka tusuk di
dada hingga menembus jantung dan paru-parunya. Sedangkan rekannya, Eri (32) mendapat
perawatan medis akibat luka tusuk di perut.***

jumat, 31 Maret 2017 14:39 WIB

SMP Juara Pekanbaru Terpilih Jadi Piloting Penguatan Pendidikan


Karakter

JAKARTA - SMP Juara pekanbaru terpilih menjadi salah satu sekolah piloting dalam
program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dan pada tahun 2017 kembali SMP Juara
Pekanbaru diundang oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan nasional dalam kegiatan
workshop penguatan pendidikan karakter yang dilaksanakan pada tanggal 25 - 27 Maret 2017
di Hotel Menara Peninsula Jakarta.
Dalam kegiatan ini peserta diarahkan untuk mendalami proses penguatan karakter baik
dengan 5 karakter utama yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
Dan dalam pendidikan karakter, setiap sekolah tentunya telah melaksanakan pendidikan
karakter sebagai sebuah warisan budaya berkarater sejak lama. Hanya saja saat ini, progam
pendidikan karakter ini kembali dengan sentuhan program yan terencana dalam mewujudkan
tujuan pendidikan yang tertuang dalam undang undang sistem pendidikan nasional No 20
tahun 2003 dengan ragam aktifitas yang menguatkan pendidikan karakter.
Dalam prosesnya ada gerakan yang kemudian menguat menjadi istilah Gerakan Penguatan
Pendidikan Karakter (PPK) dengan mengindahkan asas keberlanjutan dan kesinambungan.
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter menempati kedudukan fundamental dan strategis
pada saat pemerintah mencanangkan revolusi karakter bangsa. Gerakan Penguatan
Pendidikan Karakter (PPK) diharapkan dapat menata kembali transformasi pendidikan
nasional Indonesia dengan menempatkan kembali karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam
pendidikan nasional berdampingan dengan intelektualitas yang tercermin dalam kompetensi.
Ads
''Alhamdulillah SMP Juara pekanbaru terpilih menjadi salah satu sekolah piloting dalam
program ini. Dalam kegiatan ini peserta diarahakan untuk mendalami proses penguatan
karakter baik dengan 5 karakter utama yaitu religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan
integritas,'' ujar Kepala Sekolah SMP Juara Pekanbaru, Syahrul Padilah.

Kedepan untuk menunjang program ini, maka sekolah model ini akan mengayomi 5 sekolah
yang akan di berikan bimbingan terkait dengan program penguatan pendidikan karakter
(PPK) ini. ***
Jumat, 31 Maret 2017 13:40 WIB

Bulan Tertib Lalu Lintas Secara Tematik Tahap II


3 Bulan Kedepan, Satlantas Polresta Pekanbaru Bakal Terapkan Sanksi e-
Tilang

PEKANBARU - Memasuki bulan April 2017 Satuan Lalu Lintas (Satlantas)


Polresta Pekanbaru, menggelar Bulan Tertib Lalu Lintas Secara Tematik Tahap
II. Penertiban ini dilakukan terhadap kendaraan bermotor ini akan berlangsung
hingga Juni 2017 mendatang.

Adapun sasaran dari Bulan Tertib Lalu Lintas Secara Tematik Tahap II ini, yakni
kendaraan angkutan umum yang berhenti sembarangan dan juga pelanggaran
terhadap marka serta Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APIL).

Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol Budi Setiawan menyampaikan, sebelum


pelaksanaan penertiban terhadap kendaraan bermotor, pihaknya akan
melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Sosialisasi kita lakukan mulai tanggal 1 April hingga 15 April 2017, jadi ada
waktu 15 hari untuk kita lakukan himbauan dan pemberitahuan serta sosialisasi
kepada masyarakat," ucap Budi, Jumat (31/3/2017) siang.

Ads

Kasat menuturkan, dalam proses penindakan terhadap pelanggar yang terjaring


razia, pihaknya akan menerapkan sistem tilang berbasi IT (Information and
Technology), yaitu tilang elektronik atau e-Tilang.

"Untuk Bulan Tertib Lalu Lintas Secara Tematik Tahap II ini, pelanggar tidak lagi
kita berikan sanksi tilang teguran, tapi sudah sanksi tilang," terang Kasatlantas.

Untuk sasaran razia, Kasat menambahkan, masih yang berhubungan dengan


keselamatan lalu lintas dan segala bentuk pelanggaran lalu lintas yang
mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Jumat, 31 Maret 2017 10:52 WIB

Kesal Warungnya Ditutup, Pria ini Ditangkap Polisi Usai Aniaya Teman
Sesama Pedagang di Jalan Juanda Pekanbaru

PEKANBARU - Akibat menganiaya temannya sesama pedagang, karena tak terima warung
gerobak miliknya ditutup, seorang pedagang berinisial Ir, terpaksa harus mendekam di sel
tahanan Polsek Senapelan, Pekanbaru, Riau, Kamis (30/3/2017).
Pria berusia 26 tahun itu ditangkap saat berada di jalan Juanda, Kecamatan Senapelan,
Pekanbaru, sekitar pukul 22.00 WIB, setelah dari hasil penyelidikan, terbukti menganiaya
korbannya bernama Nur Fadli (30).
"Pelaku saat ini telah diamankan di Polsek Senapelan," kata Kapolsek Senapelan, Kompol
Dodi Harza melalui Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino SH MH, Jumat
(31/3/2017).
Kasubag menuturkan, kasus penganiayaan itu terjadi, Rabu (29/3/2017) sekitar pukul 01.30
WIB, saat korban sedang berjualan di jalan Juanda, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, tiba-
tiba datang pelaku langsung memukuli korban.
Ads
"Akibatnya, korban menderita luka robek di bibir, luka memar di kepala dan luka di tangan
kiri. Tidak terima dianiaya, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Senapelan," terang
Kasubag.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Senapelan, Ipda Abdul Halim, menuturkan, dari hasil
pemeriksaan. Pelaku mengakui perbuatannya telah memukuli dan menganiaya korban hingga
menderita luka-luka pada wajah dan tangannya.
"Motifnya, pelaku sakit hati, karena korban menutup warung gerobak miliknya, dan
kemudian melampiaskannya dengan menganiaya korban," ujar Kanit saat dikonfirmasi
GoRiau.com (GoNews Grup) melalui selularnya, Jumat siang.

Buah aksi nekatnya itu, pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan
mendekam di sel tahanan Polsek Senapelan, dengan dijerat pasal 352 KUHP.**

Jumat, 31 Maret 2017 06:25 WIB

Buka Kegiatan Sosialisasi Mutasi Atlet Koni Riau 2017


Kedepankan Pengembangan Prestasi Atlet Riau, Emrizal Pakis: Jangan
Hanya Tau Beres!

PEKANBARU - Menggelar kegiatan Sosialisasi Mutasi Atlet, Komite Olahraga Nasional


Indonesia (Koni) Riau lebih mengedepankan untuk mengembangkan potensi atlet Riau,
dibandingkan merekrut atlet beprestasi dari daerah lain.
Demikian ditegaskan Ketua Koni Riau, Emrizal Pakis saat membuka kegiatan Sosialisasi
Mutasi Atlet yang digelar di Hotel Pesonna, jalan Sudirman, Pekanbaru, Kamis (30/3/2017)
dan akan berlangsung hingga Sabtu (1/4/2017) mendatang.
"Mutasi atlet ini dihalalkan asal memenuhi sayarat, misalnya atlet yang mengikuti
orangtuanya pindah ke daerah lain," kata Emrizal saat ditemui GoRiau.com (GoNews Grup),
usai pembukaan Sosialisasi Mutasi Atlet, Kamis malam.
Emrizal menegaskan, jangan jadikan mutasi atlet untuk kepentingan memindahkan medali
saja. Artinya, atlet yang berprestasi di daerah lain kemudian diambil untuk memperoleh
medali, kemudian dikembalikan lagi.
Ads
"Jangan mutasi atlet hanya untuk memindahkan medali saja. Dari segi pembinaan, jelas
sudah tidak benar. Karena mengambil atlet yang sudah jadi, itu namanya tau beres, dan tidak
boleh seperti itu," tegasnya.
Emrizal melanjutkan, lebih baik untuk membentuk atlet daerah yang belum berprestasi
menjadi sebuah karya oleh pelatih sehingga menjadikan atlet tersebut menjadi berprestasi dan
memperoleh medali.
"Dan menjadikan atlet berprestasi seperti itu merupakan hasil istimewa bagi pelatih dan
memang menjadi cita-cita pelatih untuk menghasilkan atlet yang berprestasi dan menjadi
pemuncak," lanjutnya.
Emrizal pun meminta kepada para pengurus cabang olahraga (cabor) untuk tidak menjadikan
mutasi atlet untuk memperbanyak perolehan medali disetiap perlombaan. Namun, jadikan
mutasi atlet sebagai ketentuan kepindahan atlet.
"Saya ajak sama kawan-kawan, jangan jadikan ini untuk memperbanyak medali. Tapi,
jadikan mutasi sebagai ketentuan kepindahan atlet yang pindah karena orangtua, pindah
sekolah maupun pindah bekerja," rincinya.
Masih kata Emrizal, kegiatan Sosialisasi Mutasi Atlet ini, juga bersamaan dengan persiapan
pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan berlangsung pada bulan Oktober
2017 mendatang di Kabupaten Kampar.

Dalam kegiatan Sosialisai Mutasi Atlet Koni Riau ini, turut dihadiri perwakilan dari Badan
Arbitrase Olahraga Indonesia (Bori), juga para pengurus Koni Kabupaten/Kota se-Riau, serta
sejumlah perwakilan dari pengurus-pengurus Cabor Koni Riau.**

Kamis, 30 Maret 2017 23:48 WIB

Tingkatkan Soliditas Anggota, Yusril Sabri Maju Sebagai Calon Ketua DPC Peradi
Pekanbaru

PEKANBARU - Termasuk sebagai pengacara senior di Kota Pekanbaru, Yusril Sabri dengan
yakin maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat
Indonesia (Peradi) Kota Pekanbaru untuk tahun 2017-2022 mendatang.
Maju sebagai calon Ketua DPC Peradi Pekanbaru, Yusril telah menyiapkan banyak program
jika nanti terpilih. Salah satunya, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam DPC
Peradi Pekanbaru, serta adanya sinergitas antara advokat muda dan senior.
Itu disampaikan Yusril saat pendeklarasian dirinya sebagai calon Ketua Peradi Pekanbaru di
Dr's Koffie, jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Kamis (30/3/2017) siang."Hari ini saya bersama
relawan mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua DPC Peradi Pekanbaru," kata Yusril.
Dijelaskannya, keinginan maju sebagai Ketua DPC Peradi Pekanbaru untuk menghimpun
seluruh advokat yang ada di Pekanbaru agar lebih solid lagi, dan hal pertama yang
dilakukannya saat dipercaya sebagai Ketua nanti, menyatukan seluruh advokat.
Ads
"Nantinya, jika dipercaya sebagai Ketua DPC Peradi Pekanbaru. Pertama kali dilakukan,
dengan menyatukan advokat di Pekanbaru dan memperkuat soliditas anggota peradi
Pekanbaru," ucapnya.
"Masalah keuangan, manajemen saya juga ingin transparan juga. Kami juga ingin melakukan
kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi dalam bidang peningkatan SDM anggota,"
sambungnya.
Kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Yusri menambahkan, kerjasama dengan perguruan
tinggi ini, berutujuan agar anggota tidak stagnan dalam ilmu yang dimiliki, dan bisa menjadi
lebih baik.

Beberapa advokat senior pun tampak menghadiri acara tersebut, salah satunya, AB Purba
yang juga turut memberikan dukungan terhadap Yusril. "Organisasi yang baik harus ada
konsolidasi yang baik. Terpenting saya berpesan anggota Peradi Pekanbaru terus
meningkatkan eksistensinya," tutupnya.**
Kamis, 30 Maret 2017 20:49 WIB

Diduga Psikopat, Tersangka Pembunuhan dan Mutilasi di Ruko Biliar Bakal Jalani Tes
Kejiwaan

PEKANBARU - Dua dari tiga tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi di Ruko Biliar
Desa Tanjung Medang, Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau berhasil diringkus
polisi. Satu orang lainnya masih dalam pengejaran aparat.
Tiga orang itu adalah He, AN alias Gondrong dan AA (Buron, red). Aksi kejahatan yang
mereka lakukan tergolong sadis. Korban bernama Bayu Santoso ditikam puluhan kali, lalu
jasadnya dimutilasi menjadi 13 bagian dan dimasukkan dalam travel bag. Setelah itu
disembunyikan di drum.
Siapa yang tidak begidik mengetahui kesadisan ketiga tersangka itu. Padahal pengakuan
sementara, motif pembunuhan diduga dipicu karena sakit hati, serta lantaran tersangka takut
kejahatan mereka dibocorkan Bayu kepada polisi.
Inilah yang berujung dengan pembunuhan pada 24 Maret 2017 tengah malam, di Ruko biliar
milik He. Dari rentetan kasus ini, polisi menduga tersangka Psikopat. Sebab itu, tersangka
akan dicek kejiwaannya (Psikologi, red).
Ads
"Soal itu (Psikologi), kita secepatnya akan melakukan pengecekan terhadap tersangka. Patut
diduga mereka psikopat, memiliki emosi yang tidak stabil," ujar Kapolres Bengkalis, AKBP
Hadi Wicaksono, saat jumpa pers di Mapolda Riau, Kamis (30/3/2017) sore.
Beralasan memang, jika merunut sepak terjang tersangka, salah satunya He yang diduga
membunuh serta memutilasi korban. Dirinya diketahui adalah seorang residivis, bahkan
tercatat pernah terlibat kasus KDRT.

"Ini menandakan indikasinya tersangka (He) memiliki emosi yang tidak stabil, contohnya
keterlibatannya dalam kasus KDRT. Kita masih dalami dan lakukan cek psikologi (kejiwaan,
red)," singkat AKBP Hadi Wicaksono. **
Kamis, 30 Maret 2017 23:48 WIB

Tingkatkan Soliditas Anggota, Yusril Sabri Maju Sebagai Calon Ketua DPC Peradi
Pekanbaru

PEKANBARU - Termasuk sebagai pengacara senior di Kota Pekanbaru, Yusril Sabri dengan
yakin maju sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat
Indonesia (Peradi) Kota Pekanbaru untuk tahun 2017-2022 mendatang.
Maju sebagai calon Ketua DPC Peradi Pekanbaru, Yusril telah menyiapkan banyak program
jika nanti terpilih. Salah satunya, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam DPC
Peradi Pekanbaru, serta adanya sinergitas antara advokat muda dan senior.
Itu disampaikan Yusril saat pendeklarasian dirinya sebagai calon Ketua Peradi Pekanbaru di
Dr's Koffie, jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Kamis (30/3/2017) siang."Hari ini saya bersama
relawan mendeklarasikan diri maju sebagai calon Ketua DPC Peradi Pekanbaru," kata Yusril.
Dijelaskannya, keinginan maju sebagai Ketua DPC Peradi Pekanbaru untuk menghimpun
seluruh advokat yang ada di Pekanbaru agar lebih solid lagi, dan hal pertama yang
dilakukannya saat dipercaya sebagai Ketua nanti, menyatukan seluruh advokat.
Ads
"Nantinya, jika dipercaya sebagai Ketua DPC Peradi Pekanbaru. Pertama kali dilakukan,
dengan menyatukan advokat di Pekanbaru dan memperkuat soliditas anggota peradi
Pekanbaru," ucapnya.
"Masalah keuangan, manajemen saya juga ingin transparan juga. Kami juga ingin melakukan
kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi dalam bidang peningkatan SDM anggota,"
sambungnya.
Kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Yusri menambahkan, kerjasama dengan perguruan
tinggi ini, berutujuan agar anggota tidak stagnan dalam ilmu yang dimiliki, dan bisa menjadi
lebih baik.

Beberapa advokat senior pun tampak menghadiri acara tersebut, salah satunya, AB Purba
yang juga turut memberikan dukungan terhadap Yusril. "Organisasi yang baik harus ada
konsolidasi yang baik. Terpenting saya berpesan anggota Peradi Pekanbaru terus
meningkatkan eksistensinya," tutupnya.**

Kamis, 30 Maret 2017 20:49 WIB

Diduga Psikopat, Tersangka Pembunuhan dan Mutilasi di Ruko Biliar Bakal Jalani Tes
Kejiwaan

PEKANBARU - Dua dari tiga tersangka kasus pembunuhan dan mutilasi di Ruko Biliar
Desa Tanjung Medang, Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau berhasil diringkus
polisi. Satu orang lainnya masih dalam pengejaran aparat.
Tiga orang itu adalah He, AN alias Gondrong dan AA (Buron, red). Aksi kejahatan yang
mereka lakukan tergolong sadis. Korban bernama Bayu Santoso ditikam puluhan kali, lalu
jasadnya dimutilasi menjadi 13 bagian dan dimasukkan dalam travel bag. Setelah itu
disembunyikan di drum.
Siapa yang tidak begidik mengetahui kesadisan ketiga tersangka itu. Padahal pengakuan
sementara, motif pembunuhan diduga dipicu karena sakit hati, serta lantaran tersangka takut
kejahatan mereka dibocorkan Bayu kepada polisi.
Inilah yang berujung dengan pembunuhan pada 24 Maret 2017 tengah malam, di Ruko biliar
milik He. Dari rentetan kasus ini, polisi menduga tersangka Psikopat. Sebab itu, tersangka
akan dicek kejiwaannya (Psikologi, red).
Ads
"Soal itu (Psikologi), kita secepatnya akan melakukan pengecekan terhadap tersangka. Patut
diduga mereka psikopat, memiliki emosi yang tidak stabil," ujar Kapolres Bengkalis, AKBP
Hadi Wicaksono, saat jumpa pers di Mapolda Riau, Kamis (30/3/2017) sore.
Beralasan memang, jika merunut sepak terjang tersangka, salah satunya He yang diduga
membunuh serta memutilasi korban. Dirinya diketahui adalah seorang residivis, bahkan
tercatat pernah terlibat kasus KDRT.

"Ini menandakan indikasinya tersangka (He) memiliki emosi yang tidak stabil, contohnya
keterlibatannya dalam kasus KDRT. Kita masih dalami dan lakukan cek psikologi (kejiwaan,
red)," singkat AKBP Hadi Wicaksono. **

Kamis, 30 Maret 2017 20:09 WIB

1 Tersangka Kasus Pembunuhan dan Mutilasi di Ruko Biliar Alami Tekanan Jiwa Usai
Habisi Nyawa Bayu Secara Sadis

PEKANBARU - Satu terduga pelaku pembunuhan sadis dan mutilasi berinisial AN alias
Gondrong sempat mengalami tekanan jiwa, usai menghabisi nyawa Bayu Santoso, di Ruko
biliar Desa Tanjung Medang, Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Pasca pembunuhan dan mutilasi pada 24 Maret 2017 tengah malam tersebut Gondrong
mengaku sempat kabur ke hutan. Barulah tiga hari setelah itu dirinya datang ke Polsek Rupat
Utara untuk melaporkan kasus pembunuhan ini. Awalnya Gondrong berstatus sebagai saksi
waktu itu.
Namun hasil penyelidikan polisi, Gondrong ternyata juga ikut menghabisi nyawa pria 27
tahun tersebut bersama dua orang lainnya, yakni He dan AA. Selama tiga hari itu Gondrong
mengaku mengalami tekanan jiwa, hingga membuatnya melaporkan peristiwa berdarah ini.
"Kenapa tersangka AN (Gondrong) akhirnya melapor, alasannya kemungkinan ada tekanan
jiwa yang berat dialami oleh yang bersangkutan. Secara sadar kemudian ia melapor kepada
kepolisian," ungkap Kapolres Bengkalis, AKBP Hadiwicaksono kepada GoRiau.com, Kamis
(30/3/2017) sore.
Ads
Kepada polisi Gondrong menampik bila dirinya ikut terlibat memutilasi tubuh Bayu. Namun
pernyataan ini berbeda dengan yang dikatakan tersangka He, yang ditangkap tim gabungan
Rabu tadi malam, di persembunyiannya, salah satu apartemen di Jakarta Utara.
"He mengaku bahwa saat memutilasi korban si AN ini juga ikut. Sementara AN mengatakan
tidak ikut serta. Ini yang masih kita dalami," lanjut Wicaksono. Sementara untuk satu
tersangka lainnya yakni AA, berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Bengkalis.
Memang ada cukup banyak keganjilan dari keterangan mereka, salah satunya soal pengakuan
Gondrong yang katanya kabur dan sembunyi di hutan setelah korban dihabisi. Padahal ketika
itu pintu Ruko dalam keadaan dikunci.
Adapun ketiganya diduga punya peran dalam kasus ini, di mana He disebut-sebut sebagai
otak pembunuhan dan mutilasi. Dia yang ditenggarai menyuruh Gondrong untuk
menghubungi korban agar datang ke Ruko miliknya malam itu. Diduga ini sudah
direncanakan.

Di sanalah korban lalu ditikam bertubi-tubi sehingga menderita luka parah. Usai itu tubuhnya
dimutilasi menjadi 13 potongan dan dimasukkan ke dalam travel bag. Tak cukup di situ,
travel bag tersebut lalu disembunyikan di dalam drum dekat Ruko. **

Kamis, 30 Maret 2017 19:10 WIB

Buntut Pengeroyokan Maut, 3 Kafe Tenda Biru di Jalan Siak II Dibakar


Segerombolan OTK

PEKANBARU - Segerombol Orang Tak Dikenal (OTK), Kamis (30/3/2017) sore, diduga
melakukan pembakaran terhadap tiga kafe tenda biru, Jalan Siak II Kota Pekanbaru, Provinsi
Riau. Kafe itu berada tak jauh dari lokasi penikaman brutal yang dialami korban bernama
Roby.
Menurut saksi mata yang diwawancarai GoRiau.com di lokasi kejadian, ada sekitar puluhan
orang datang menggunakan sepeda motor. Mereka berhenti di depan kafe tersebut, yang
berada beberapa belas meter dari lokasi pembunuhan.
Tanpa aba-aba, mereka langsung mendekati kafe dan membakarnya. Beruntung penghuni di
dalam segera ke luar dan berhasil menyelamatkan diri. Dalam waktu singkat, tiga kafe tenda
biru hangus dan rata dengan tanah. Api pun berkobar, lantaran bangunan terbuat dari papan.
Usai itu, segerombolan OTK ini meninggalkan lokasi alias membubarkan diri. Warga
setempat tidak bisa berbuat banyak lantaran takut jadi korban. Mereka menduga aksi ini
buntut dari kasus pengeroyokan maut yang dialami Roby pada Kamis subuh tadi.
Ads
Sejumlah mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) pun dikerahkan ke lokasi untuk
memadamkan api, dibantu masyarakat setempat. Kepolisian memastikan, tidak ada korban
jiwa atas persitiwa itu. Saat ini kasusnya sedang diselidiki.
Kapolsek Payung Sekaki, AKP Benny Syah mengatakan, pihaknya sudah meminta
keterangan sejumlah saksi terkait kejadian itu. "Peristiwanya sekitar pukul 16.30 WIB tadi.
Kita masih lakukan pengusutan," sebutnya di lokasi kejadian, Kamis malam.
Benny yang diwawancarai GoRiau.com melanjutkan, dugaan sementara aksi tersebut sengaja
dilakukan. Yang jelas dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kapolsek
juga tidak menampik, bila ini ada kaitannya dengan terbunuhnya Roby.

Diberitakan sebelumnya, Roby meregang nyawa setelah dikeroyok beberapa orang. Ia


menderita tujuh luka tusukan, diantaranya dada dan lengan. Aparat berwajib sampai kini
masih melakukan perburuan terhadap pelaku penikaman itu.***