Anda di halaman 1dari 9

2.2

Mesin Frais

Frais adalah proses menyayat material sisa dari benda kerja dengan cara memutar pahat pemotong multi-point yang disebut dengan milling cutter. Mesin yang dipergunakan untuk mengefrais disebut mesin frais. Mesin frais pada dasarnya diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu vertikal atau horizontal untuk menunjukkan sumbu putar spindle. Mesin ini juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe yang memiliki fungsi berbeda-beda yaitu tipe knee, tipe ram, tipe bed atau manufacturing,dan tipe planer. Kebanyakan mesin frais telah

mempunyai motor penggerak listrik, sistem pendingin, variabel kecepatan dan kekuatan spindle, serta meja pemakanan. Tiga faktor utama dalam operasi frais dasar adalah kecepatan, pemakanan dan kedalaman potong. Faktor-faktor lainnya seperti jenis material benda dan jenis material pahat memiliki pengaruh besar (Naidu dkk, 2014).

2.2.1 Bagian-bagian Mesin Frais

Mesin frais mempunyai beberapa bagian utama, setiap bagian mempunyai fungsinya masing masing. Berikut adalah bagian-bagian utama dari mesin frais beserta penjelasannya. 1. Kepala Mesin Pada bagian ini spindel mesin frais berada dan pada poros ini pahat frais

dipasang menggunakan alat pencekam pahat yang sesuai jenisnya. Pada kepala mesin terdapat motor penggerak untuk menggerakkan spindel sehingga pahat berputar.

untuk menggerakkan spindel sehingga pahat berputar. Gambar 2.1 Kepala Mesin (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

Gambar 2.1 Kepala Mesin (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

2.

Badan mesin

Badan mesin berfungsi untuk menopang kepala mesin dan di dalam badan mesin. Sebagian mekanisme dan transmisi yang menjadi penggerak mesin frais ada di sini.

transmisi yang menjadi penggerak mesin frais ada di sini. Gambar 2.2 Badan Mesin Frais (Laboratorium Proses

Gambar 2.2 Badan Mesin Frais (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

3. Meja mesin

Bagian ini berfungsi untuk meletakkan benda kerja yang akan dikerjakan, terdapat ragum yang berfungsi untuk mencekam benda kerja. Meja yang digunakan pada saat praktikum adalah meja tipe bed. Meja tipe ini tidak bisa bergerak, untuk memproses benda kerja memanfaatkan gerakan pahat.

untuk memproses benda kerja memanfaatkan gerakan pahat. Gambar 2.3 Meja Mesin Frais (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.3 Meja Mesin Frais (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

2.2.2 Peralatan pada Mesin Frais

Pada proses permesinan mesin frais ada peralatan-peralatan untuk menunjang berlangsungnya proses kerja. Peralatan kerja pada mesin frais adalah sebagai berikut :

1. Pahat Frais (Cutter).

Pahat frais berupa besi/baja yang jenis materialnya lebih kuat daripada benda kerja. Berikut adalah pisau frais yang digunakan pada saat praktikum :

a. Pahat Facing Pahat jenis ini dipakai untuk menghaluskan permukaan sebuah benda kerja

ini dipakai untuk menghaluskan permukaan sebuah benda kerja Gambar 2.4 Pahat Facing (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.4 Pahat Facing (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

b. Pahat Drilling Pahat drill berfungsi untuk membuat lubang dan mempermudah ketika

akan dilakaukan penegeboran.

lubang dan mempermudah ketika akan dilakaukan penegeboran. Gambar 2.5 Pahat Drilling (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.5 Pahat Drilling (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

c. Pahat Boring

Pahat bor adalah pahat

yang digunakan untuk memperbesar lubang,

biasanya proses ini dilakukan setelah adanya proses pembuatan lubang dahulu.

ini dilakukan setelah adanya proses pembuatan lubang dahulu. Gambar 2.6 Pahat Boring (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.6 Pahat Boring (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

d. Pahat End mill Ukuran cutter ini sangat bervariasi mulai ukuran kecil sampai ukuran besar. Cutter ini biasanya dipakai untuk membuat alur pasak dan ini hanya dapat dipasang pada mesin frais vertikal.

dan ini hanya dapat dipasang pada mesin frais vertikal. Gambar 2.7 Endmill (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

Gambar 2.7 Endmill (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

2. Arbor Arbor merupakan tempat untuk memasang atau memegang pisau frais,

bisa disebut juga poros frais.

atau memegang pisau frais, bisa disebut juga poros frais. Gambar 2.8 Arbor (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

Gambar 2.8 Arbor (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

3. Collet

Digunakan untuk mencekam alat dengan tangkai silindris, dan di desain untuk mengambil sebuah diameter yang spesifik, dari alasan diatas maka standard collet (1 set) di langkahkan dengan penambahan 0,5 mm

standard collet (1 set) di langkahkan dengan penambahan 0,5 mm Gambar 2.9 Collet (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.9 Collet (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

4. Drillchuck Digunakan untung menjepit pahat drill agar tidak mudah goyang pada saat dilakukan proses drilling.

tidak mudah goyang pada saat dilakukan proses drilling. Gambar 2.10 Drillchuck (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.10 Drillchuck (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

5. Kunci Drillchuck Merupakan sebuah alat untuk mengencangkan dan juga melepas pahat dari

arbor.

alat untuk mengencangkan dan juga melepas pahat dari arbor. Gambar 2.11 Kunci Drillchuck (Laboratorium Proses, 2017)

Gambar 2.11 Kunci Drillchuck (Laboratorium Proses, 2017)

6. Kunci Baji Kunci baji merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melepas arbor

dari spindel.

sebuah alat yang digunakan untuk melepas arbor dari spindel. Gambar 2.12 Kunci Baji (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.12 Kunci Baji (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

7.

Ragum

Digunakan sebagai penjepit benda kerja dengan ukuran dan bentuk yang bermacam-macam.

benda kerja dengan ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Gambar 2.13 Ragum (Laboratorium Proses Produksi, 2017) 8.

Gambar 2.13 Ragum (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

8. Palu Karet Palu karet adalah sebuah benda yang berfungsi untuk memukul kunci baji

agar arbor dapat dilepas.

berfungsi untuk memukul kunci baji agar arbor dapat dilepas. Gambar 2.14 Palu Karet (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.14 Palu Karet (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

9. Google Google adalah kacamata penutup mata yang berfungsi untuk melindungi

mata dari percikan geram hasil proses permesinan mesin frais.

mata dari percikan geram hasil proses permesinan mesin frais. Gambar 2.15 Google (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

Gambar 2.15 Google (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

10. Bromus

Bromus adalah cairan yang berfungsi untuk mendinginkan benda kerja saat proses permesinan mesin frais.

mendinginkan benda kerja saat proses permesinan mesin frais. Gambar 2.16 Bromus. (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

Gambar 2.16 Bromus. (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

11. Kunci C

Merupakan

sebuah

alat

yang

spindel agar arbor mudah dilepas.

digunakan

untuk

mengendurkan

kunci

agar arbor mudah dilepas. digunakan untuk mengendurkan kunci Gambar 2.17 Kunci C (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

Gambar 2.17 Kunci C (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

12. Kunci L Kunci L digunakan untuk membuka baut dan setting nol pada mesin frais.

digunakan untuk membuka baut dan setting nol pada mesin frais. Gambar 2.18 Kunci L (Laboratorium Proses

Gambar 2.18 Kunci L (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

13. Kunci Pas Kunci pas digunakan untuk membuka baut pada ragum

Kunci Pas Kunci pas digunakan untuk membuka baut pada ragum Gambar 2.19 Kunci Pas (Laboratorium Proses

Gambar 2.19 Kunci Pas (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

2.2.3 Proses Kerja pada Mesin Frais

Proses kerja yang dilakukan saat praktikum PP membuat benda kerja menjadi Klem C di Laboratorium Proses Produksi Teknik Mesin Undip 2017 meliputi:

1. Facing Proses facing dilakukan untuk meratakan permukaan benda kerja dengan menggunakan pahat muka (cutter facing).

benda kerja dengan menggunakan pahat muka (cutter facing). Gambar 2.20 Proses Facing (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.20 Proses Facing (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

2.

Drilling

Proses drilling dilakukan untuk membuat lubang baru dengan diameter pahat drill 6 mm sebanyak 7 buah. Funsinya yaitu untuk membuat lubang agar mempermudah saat proses boring. Pada pembuatan klem C, pahat 2 hasil drill untuk membuat dua buah fillet pada siku bagian dalam plat besi, 5 lainya digunakan untuk mempermudah pada saat akan dilakukan proses boring.

untuk mempermudah pada saat akan dilakukan proses boring. Gambar 2.21 Proses Drilling (Laboratorium Proses

Gambar 2.21 Proses Drilling (Laboratorium Proses Produksi, 2017)

3. Boring

Proses boring dilakukan untuk memperbesar lubang hasil drilling dengan diameter 9 mm. Pada proses pembuatan klem C dari plat besi panjang 90 mm dan lebat 50 mm, perlu dibuat lubang sebanyak 5 buah agar mempermudah proses pemotongan pada proses selanjutnya di kerja bangku.

proses pemotongan pada proses selanjutnya di kerja bangku. Gambar 2.22 Proses Boring (Laboratorium Proses Produksi,

Gambar 2.22 Proses Boring (Laboratorium Proses Produksi, 2017)