Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur Penulis panjatkan kepada Allah SWT. Sebab dengan rahmatnya kami dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Sholawat beserta salam semoga tetap
terculah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya,sahabatnya serta
kepada kita selaku umatnya.
Makalah ini dibuat untuk membantu kita atau menambah pengetahuan mengenai
Mikrosko dan Teropong pada mata kuliah Gelombang dan Optik.
Kami menyadari bahwa tugas makalah ini banyak kekurangannya dan masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, kami berharap kepada teman-teman semuanya supaya bisa
memberikan tambahan supaya kita bisa saling membantu dan saling menambah wawasan
pengetahuan kita, dan memberikan saran atau kritik yang bersifat membangun terhadap
kesempurnaan tugas makalah ini terutama untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Semoga makalah ini berbmanfaat untuk kita semua.

Medan, 11 April 2017

Kelompok VIII

1
DAFTAR ISI

Kata pengantar...................................................................................................... 1

Daftar Isi............................................................................................................... 2

BAB I : PENDAHULUAN

Latar Belakang..................................................................................................... 3

Rumusan Masalah................................................................................................ 3

Tujuan................................................................................................................. 3

BAB II : PEMBAHASAN

Pengertian Mikroskop....................................................................................... 4

Sejarah Penemuan Mikroskop.......................................................................... 5

Perbesaran pada Mikroskop.............................................................................. 6

Pengertian Teropong/ Teleskop....................................................................... 9

Sejarah Penemuan Teleskop............................................................................. 9

Jenis-Jenis Teropong........................................................................................ 10

BAB III : PENUTUP

Kesimpulan........................................................................................................ 13

Daftar Isi ........................................................................................................... 14

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada pembahasan ini, kita akan diajak untuk dapat menerapkan konsep dan prinsip kerja alat-
alat optik dengan cara menganalisis alat-alat optik secara kuantitatif serta menerapkan alat-
alat optik dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi kualitas gambar yang dihasilkan kamera
semakin baik dan bagus. Hasil foto pun dapat diolah lagi sehingga menjadi lebih bagus. Hal
ini tidak terlepas dari berkembangnya kamera digital yang hasilnya dapat dibaca dan diolah
oleh komputer. Bukan hanya kamera yang termasuk kedalam alat optik, tetapi masih banyak
benda lain yang termasuk alat optik, contoh nya seperti lup,mikroskop dan teropong. Dalam
pertemuan sebelumnya kita sudah membahas lup, dan sekarang kita membahas mikroskop
dan teropong.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Mikroskop dan bagiannya?
2. Bagaimana sejarah penemuan Mikroskop?
3. Bagaimana bentuk bayangan perbesaran pada mikroskop?
4. Apa pengertian Teleskop dan berserta gambar?
5. Bagaimana sejarah penemuan Teleskop?
6. Apa saja jenis-jenis teleskop dan bentuk bayangannya?
C. Tujuan
1. Menegtahui pengertian mikroskop dan bagiannya
2. Mengetahui sejarah penemuan mikroskop
3. Menegtahui bentuk bayangan perbesaran pada mikroskop
4. Mengetahui pengertian teleskop dan gambarnya
5. Mengetahui sejarah penemuan teleskop
6. Mengetahui jenis-jenis teleskop dan bentuk bayangannya

BAB II

PEMBAHASAN

3
MIKROSKOP

A. Pengertian Mikroskop

Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda mikro. Pada bagian ini dijelaskan
bagaimana proses pembentukan bayangan yang dibuat oleh mikroskop, baik untuk
pengamatan mata berakomodasi ataupun tidak. Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung,
yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif terletak dekat benda dan lensa okuler
bersifat sebagai lup terletak didekat mata. Umumnya fok lebih besar daripada fob. Benda
diletakkan di ruang II lensa objektif (antara fob dan Pob). Bayangan dibentuk oleh lensa
objektif bersifat nyata, terbalik dan disperbesar, oleh lensa okuler bayangan ini akan dilihat
sebagai benda nyata, dan akan diletakkan di ruang I lensa okuler. Bayangan akhir yang dibuat
oleh lensa okuler terletak didepan lensa okuler, maya dan terbalik. Bayangan akhir yang
dibuat oleh mikroskop adalah terbalik, maya dan diperbesar.

Mikroskop Gelileo Mikroskop cahaya Binokuler

B. Sejarah Penemuan Mikroskop

Pada tahun 1590, Zacharias Janssen, ilmuwan dari belanda, beserta ayahnya berhasil
menciptakan mikroskop pertama yang digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat

4
kecil ukurannya dan sulit dijangkau bila menggunakan mata telanjang. Janssen menyadari
bahwa terdapat benda-benda dengan ukuran yang lebih kecil dan sulit dijangkau dengan kasat
mata. Ia menciptakan sebuah mikroskop dengan menggunakan lensa cembung dan cekung
untuk memperbesar tampilan benda-benda yang sangat kecil ukurannya.
Di tahun 1609, Galileo menyelesaikan pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan bahkan
mengklaim dirinya sebagai pencipta pertamanya. Mikroskop yang dibuatnya diberi nama
mikroskop Galileo, disamakan dengan nama penemunya. Mikroskop jenis ini menggunakan
lensa optik, sehingga disebut mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dari lensa optik
memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran obyek. Hal ini disebabkan oleh
limit difraksi cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombang cahaya. Secara teoritis,
panjang gelombang cahaya ini hanya sampai sekitar 200 nanometer. Oleh karena itu,
mikroskop berbasis lensa optik ini tidak bisa mengamati objek berukuran di bawah 200
nanometer.
Proses Pembentukan Bayangan: Benda OA diletakkan di ruang II (antara fob dan
Rob) didepan lensa objektif sejauh Sob, dengan menggunakan prinsip pembiasan pada lensa
cembung (sinar istimewa), maka akan dihasilkan bayangan OB dibelakang lensa objektif,
terbalik, diperbesar, nyata dan berjarak Sob dari lensa objektif. Bayangan OB ini dianggap
sebagai benda bagi lensa okuler, dan terletak di ruang I lensa okuler (antara fok dengan lensa)
dan berjarak Sok. Oleh lensa okuler, bayangan ini akan dibiaskan didepan lensa okuler, tegak,
diperbesar dan semu dan berjarak Sok. Maka bayangan yang dihasilkan oleh mikroskop
secara keseluruhan adalah OC. Sehingga sifat OC terhadap OA adalah terbalik, diperbesar
dan semu. Jadi pada mikroskop terjadi dua kali pembesaran.

5
Perbesaran Pada Mikroskop

Perbesaran lensa objektif merupakan perbesaran linier sedangkan pada lensa okuler
merupakan perbesaran anguler. Perbesaran linier merupakan perban-dingan tinggi bayangan
akhir dengan tinggi benda semula. Perbesaran total dari mikroskop adalah :

M total=M ob x M ok

S 1ob S1ok
M total= ( )
x
S ob S ok

Mata berakomodasi maksimum


Pada mikroskop, lensa okuler sebenarnya berfungsi sebagai lup, sehingga perbesaran
sudut untuk lup berlaku untuk lensa okuler mikroskop. Pada saat pengamatan dengan mata
berakomodasi maksimum, benda terletak di ruang I lensa okuler, maka bayangan akhir yang

6
dibentuk oleh lensa okuler akan jatuh dititik dekat mata, sehingga Sok = - Sn

karena perbesaran mikroskop menurut persamaan 1 adalah : Mtotal = Mob x Mok


sedangkan Mok adalah perbesaran anguler untuk lup berakomodasi maksimum sehingga
perbesaran total mikroskop adalah :
M total=M ob x M ok

S'ob
( )( )
Sob
x
Sn
f ok
+1

Dari diagram diatas, akan didapatkan bahwa jarak antara lensa objektif dengan lensa okuler
(sering disebut dengan panjang tabung mikroskop) adalah :

d=S'ob+ S ok

Sn x f ok
S 'ob +
Sn x f ok

Dengan ketentuan:

7
= Pembesaran mikroskop

= Pembesaran oleh lensa objektif

= Pembesaran oleh lensa okuler (seperti perbesaran pada lup)

Sn = Titik dekat mata

= Jarak fokus lensa okuler

= jarak bayangan oleh lensa objektif

= jarak benda di depan lensa objektif

= jarak lensa objektif dan lensa okuler

Mata tidak berakomodasi


Bayangan yang dibentuk oleh lensa obyektif jatuh tepat di fokus okuler, sehingga bayangan
akhir oleh lensa okuler akan jatuh dititik tak hingga (Sok ' = ~, Sok = fok).

Panjang tabung mikroskop untuk pengamatan tidak berakomodasi (lihat gambar dibawah)
adalah :

'
d=S ob+ f ok

8
Perbesarannya pada mikroskop untuk pengamatan tanpa akomodasi, pada perbesaran
oleh lensa okulernya menggunakan perbesaran pada lup untuk mata tidak berakomodasi
sehingga :

S 'ob S n
M tot =
( )
x
S ob f ok

TEROPONG

A. Pengertian Teropong/ Teleskop

Teropong atau teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar ukuran
sudut pandang (sudut penglihatan) benda yang jauh supaya tampak oleh mata lebih besar dan
jelas

Pada prinsipnya ada dua jenis teropong


1. Teropong lensa
2. Teropong cermin
B. Sejarah Penemuan Teleskop
Pada tahun 1608, Teleskop pertama kali ditemukan oleh Hans Lipperhey, seorang pembuat
lensa Belanda.
Ia menemukan bahwa menyusun dua lensa dengan jarak tertentu membuat benda tampak
lebih dekat. Ini merupakan pertama kalinya pembuatan teleskop didokumentasi. Ia telah
mengajukan hak paten atas penemuannya namun ditolak.

Di tahun 1609, Galileo yang mendengar kabar tentang ditemukannya teleskop langsung
membuat beberapa buah sendiri dan mengarahkannya ke langit malam. Dengan bantuan
teleskop ia menguatkan teori heliosentrisnya, yaitu bahwa seluruh planet di tata surya

9
mengelilingi matahari. Hal ini menentang kepercayaan gereja yang menyatakan semua benda
langit mengelilingi bumi. Ketika Galileo hendak menerbitkan penemuannya ia hampir
dibakar oleh para petinggi gereja namun akhirnya dipenjarakan di rumahnya seumur hidup.
Setahun setelah itu, Galileo berhasil menerbitkan penemuannya secara diam-diam pada bulan
Maret tahun 1610.
Galileo menjadi orang yang diberikan penghargaan atas penemuannya karena ialah yang
dengan detail mengungkapkan hasil-hasil penemuan teleskop lewat tulisannya walaupun ia
sendiri mengaku bahwa ia bukanlah orang yang pertama kali menciptakan teleskop.

1. Teropong Bintang

Teropong bintang menggunakan dua lensa cembung, masing-masing sebagai lensa objektif
dan lensa okuler dengan jarak fokus objektif lebih besar dari pada jarak fokus okuler (

f ob> f ok
. Diagram sinar pembentukan bayangan pada teropong untuk mata tak

terakomodasi sebagai berikut :

10
Perbesaran sudut dan panjang teropong bintang memenuhi persamaan-persamaan berikut ini :

1) Untuk mata tak terakomodasi


f
M = ob
f ok

d=f ob + f ok

'
2) Untuk mata berakomodasi maksimum S ok =Sn
f ob
M=
S ok

d=f ob + Sok

2. Teropong Bumi

Teropong bumi menggunakan tiga jenis lensa cembung. Lensa yang berada diantara lensa
objektif dan lensa okuler berfungsi sebagai lensa pembalik, yakni untuk pembalikbayangan
yang dibentuk oleh lensa objektif.

Diagram sinar pembentukan bayangan pada teropong bumi mata tak berakomodasi sebagai
berikut :

11
Perbesaran dan panjang teropong bumi untuk mata tak berakomodasi berturut-turut
memenuhi persamaan :

f ob
M=
f ok

d=f ob + f ok + 4 f p

fp
Dengan = jarak fokus lensa pembalik

3. Teropong Panggung

Teropong panggung atau teropong Galileo menggunakansebuah lensa cembung sebagai


objektif dan sebuah lensa cekung sebagai okuler. Diagram sinar pembentukan bayangan pada
teropong panggung sebagai berikut :

Perbesaran dan panjang teropong panggung untuk mata tak berakomodasi berturut-turut
memenuhi persamaan :

12
M= | |
f ob
f ok

d=f ob + f ok

f ok
Oleh karena lensa okulernya adalah lensa cekung maka bertanda negatif.

4. Teropong Pantul

Teropong pantul tersusun atas beberapa cermin dan lensa. Teropong ini menggunakan cermin
cekung besar sebagai objektif untuk memantulkan cahaya, cermin datar kecil yang
dilektakkan sedikit di depan titik fokus cermin cekung F, dan sebuah lensa cembung yang
berfungsi sebagai okuler.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda mikro. Pada bagian ini dijelaskan
bagaimana proses pembentukan bayangan yang dibuat oleh mikroskop, baik untuk
pengamatan mata berakomodasi ataupun tidak. Mikroskop terdiri dari dua lensa
cembung, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Pada tahun 1590, Zacharias Janssen,

13
ilmuwan dari belanda, beserta ayahnya berhasil menciptakan mikroskop pertama yang
digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat kecil ukurannya dan sulit
dijangkau bila menggunakan mata telanjang. Di tahun 1609, Galileo menyelesaikan
pembuatan mikroskop pada tahun 1609 dan bahkan mengklaim dirinya sebagai
pencipta pertamanya.

Teropong atau teleskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar ukuran
sudut pandang (sudut penglihatan) benda yang jauh supaya tampak oleh mata lebih besar dan
jelas

Pada prinsipnya ada dua jenis teropong


1. Teropong lensa
2. Teropong cermin
Pada tahun 1608, Teleskop pertama kali ditemukan oleh Hans Lipperhey, seorang
pembuat lensa Belanda.
Ia menemukan bahwa menyusun dua lensa dengan jarak tertentu membuat benda tampak
lebih dekat. Ini merupakan pertama kalinya pembuatan teleskop didokumentasi. Ia telah
mengajukan hak paten atas penemuannya namun ditolak.

DAFTAR PUSTAKA
Tipler.P.A. 1998.Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid 1 (Terjemahan). Jakarta. Erlangga
http://labsky2012.blogspot.co.id/2012/09/tugas-5-perkembangan-teropong-dan.html
http://adalobang.blogspot.co.id/2012/10/alat-optik-mikroskop.html
https://id.wikibooks.org/wiki/Rumus-Rumus_Fisika_Lengkap/Alat_optik
http://good-physics.blogspot.co.id/2013/05/alat-optik-teropong.html

14
15