Anda di halaman 1dari 16

Energi terbarukan

Energi terbarukan energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga
surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi.

Defenisi Energi
Energi adalah daya kerja atau tenaga. Energi berasal dari bahasa Yunani yaitu Energia
yang merupakan kemampuan untuk melakukan usaha. Energi merupakan besaran yang kekal,
artinya enegi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke
bentuk yang lain.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia membutuhkan energi. Energi disebut
juga sebagai tenaga. Definisi energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Tindakan
berangkat ke sekolah, mengayuh sepeda, bermain, dan berolahraga memerlukan energi.
Manusia membutuhkan energi untuk bergerak dan melakukan aktivitas. Sehingga
tidak heran bila iklan suplemen minuman dan makanan penambah energi sangat marak di
berbagai media massa baik koran maupun televisi karena energi merupakan kebutuhan utama
manusia. Dengan memiliki energi, manusia bisa melakukan berbagai aktivitas mulai dari
aktivitas ringan sampai aktivitas berat.
Energi adalah Faktor Utama Tingginya Kinerja, bukan waktu
Begitulah pendapat Jim Loehr dan Tony Schwartz yang mengemukakan bahwa Energi
merupakan Faktor yang lebih penting untuk meningkatkan kinerja daripada waktu. Karena
setiap pemikiran, emosi dan perilaku kita membawa konsekuensi energi, baik atau buruk.
Ukuran terpenting dalam hidup kita bukanlah seberapa waktu yang kita gunakan di dunia,
tetapi lebih pada seberapa banyak energi yang kita investasikan dalam waktu kita. Dengan
demikian kita akan dapat berkinerja baik, sehat, dan bahagia bila kita terampil mengelola
energi kita
Definisi "terbarukan"

Konsep energi terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an, sebagai upaya untuk
mengimbangi pengembangan energi berbahan bakar nuklir dan fosil. Definisi paling umum
adalah sumber energi yang dapat dengan cepat dipulihkan kembali secara alami, dan
prosesnya berkelanjutan. Dengan definisi ini, maka bahan bakar nuklir dan fosil tidak
termasuk di dalamnya.

Energi berkelanjutan
Dari definisinya, semua energi terbarukan sudah pasti juga merupakan energi berkelanjutan,
karena senantiasa tersedia di alam dalam waktu yang relatif sangat panjang sehingga tidak
perlu khawatir atau antisipasi akan kehabisan sumbernya. Para pengusung energi non-nuklir
tidak memasukkan tenaga nuklir sebagai bagian energi berkelanjutan karena persediaan
uranium-235 di alam ada batasnya, katakanlah ratusan tahun. Tetapi, para penggiat nuklir
berargumentasi bahwa nuklir termasuk energi berkelanjutan jika digunakan sebagai bahan
bakar di reaktor pembiak cepat (FBR: Fast Breeder Reactor) karena cadangan bahan bakar
nuklir bisa "beranak" ratusan hingga ribuan kali lipat.

Sumber utama energi terbaharui

Berikut besar potensi energi terbarukan di Indonesia:

Perbandingan
Potensi Kapasitas (Kapasitas
Terpasang Terpasang /
potensi)
Hydro 75.67 GW 3854 MW 5,09%
P. Bumi 27.000 GW 807 MW 3,84%

Mini/Microhydro 458.75 MW 67 MW 14,17%


Biomassa 49.81 GW 302.4 MW 0,61%
Surya 4.8 8 MW
kWh/m2/hr
Angin 3-6 m/detik 0.6 MW
Energi panas bumi
Energi panas bumi berasal dari peluruhan radioaktif di pusat Bumi, yang membuat Bumi
panas dari dalam, serta dari panas matahari yang membuat panas permukaan bumi. Ada tiga
cara pemanfaatan panas bumi:

Sebagai tenaga pembangkit listrik dan digunakan dalam bentuk listrik

Sebagai sumber panas yang dimanfaatkan secara langsung menggunakan pipa ke


perut bumi

Sebagai pompa panas yang dipompa langsung dari perut bumi

Panas bumi adalah suatu bentuk energi panas atau energi termal yang dihasilkan dan
disimpan di dalam bumi. Energi panas adalah energi yang menentukan temperatur suatu
benda. Energi panas bumi berasal dari energi hasil pembentukan planet (20%) dan peluruhan
radioaktif dari mineral (80%). Gradien panas bumi, yang didefinisikan dengan perbedaan
temperatur antara inti bumi dan permukaannya, mengendalikan konduksi yang terus menerus
terjadi dalam bentuk energi panas dari inti ke permukaan bumi.

Temperatur inti bumi mencapai lebih dari 5000 oC. Panas mengalir secara konduksi menuju
bebatuan sekitar inti bumi. Panas ini menyebabkan bebatuan tersebut meleleh, membentuk
magma. Magma mengalirkan panas secara konveksi dan bergerak naik karena magma yang
berupa bebatuan cair memiliki massa jenis yang lebih rendah dari bebatuan padat. Magma
memanaskan kerak bumi dan air yang mengalir di dalam kerak bumi, memanaskannya
hingga mencapai 300 oC. Air yang panas ini menimbulkan tekanan tinggi sehingga air keluar
dari kerak bumi.

Energi panas bumi dari inti Bumi lebih dekat ke permukaan di beberapa daerah. Uap panas
atau air bawah tanah dapat dimanfaatkan, dibawa ke permukaan, dan dapat digunakan untuk
membangkitkan listrik. Sumber tenaga panas bumi berada di beberapa bagian yang tidak
stabil secara geologis seperti Islandia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Filipina, dan Italia.
Dua wilayah yang paling menonjol selama ini di Amerika Serikat berada di kubah
Yellowstone dan di utara California. Islandia menghasilkan tenaga panas bumi dan
mengalirkan energi ke 66% dari semua rumah yang ada di Islandia pada tahun 2000, dalam
bentuk energi panas secara langsung dan energi listrik melalui pembangkit listrik. 86% rumah
yang ada di Islandia memanfaatkan panas bumi sebagai pemanas rumah.

Pembangkit Listrik tenaga geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1.5
KM atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas. Beberapa
pembangkit listrik ini menggunakan panas dari cadangan untuk secara langsung
menggerakan turbin. Yang lainnya memompa air panas bertekanan tinggi ke dalam tangki
bertekanan rendah. Hal ini menyebabkan "kilatan panas" yang digunakan untuk menjalankan
generator turbin. Pembangkit listrik paling baru menggunakan air panas dari tanah untuk
memanaskan cairan lain, seperti isobutene, yang dipanaskan pada temperatur rendah yang
lebih rendah dari air. Ketika cairan ini menguap dan mengembang, maka cairan ini akan
menggerakan turbin generator.

Pembangkit listrik tenaga Panas Bumi hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas
rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan. Pembangkit listik tenaga
geothermal menghasilkan listrik sekitar 90%, dibandingkan 65-75 persen pembangkit listrik
berbahan bakar fosil.

Sayangnya, bahkan di banyak negara dengan cadangan panas bumi melimpah, sumber energi
terbarukan yang telah terbukti ini tidak dimanfaatkan secara besar-besaran.

Energi surya
Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi
dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia
saat ini dalam waktu yang lebih lama. Matahari dapat digunakan secara langsung untuk
memproduksi listrik atau untuk memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi masa
depat energi surya hanya dibatasi oleh keinginan kita untuk menangkap kesempatan.Ada
banyak cara untuk memanfaatkan energi dari matahari. Tumbuhan mengubah sinar matahari
menjadi energi kimia dengan menggunakan fotosintesis. Kita memanfaatkan energi ini
dengan memakan dan membakar kayu. Bagimanapun, istilah tenaga surya mempunyai arti
mengubah sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk kegunaan
kita. dua tipe dasar tenaga matahari adalah sinar matahari dan photovoltaic (photo-
cahaya, voltaic=tegangan)Photovoltaic tenaga matahari: melibatkan pembangkit listrik dari
cahaya. Rahasia dari proses ini adalah penggunaan bahan semi konduktor yang dapat
disesuaikan untuk melepas elektron, pertikel bermuatan negative yang membentuk dasar
listrik.

Bahan semi konduktor yang paling umum dipakai dalam sel photovoltaic adalah silikon,
sebuah elemen yang umum ditemukan di pasir. Semua sel photovoltaic mempunyai paling
tidak dua lapisan semi konduktor seperti itu, satu bermuatan positif dan satu bermuatan
negatif. Ketika cahaya bersinar pada semi konduktor, lading listrik menyeberang sambungan
diantara dua lapisan menyebabkan listrik mengalir, membangkitkan arus DC.Makin kuat
cahaya, makin kuat aliran listrik.

Sistem photovoltaic tidak membutuhkan cahaya matahari yang terang untuk


beroperasi.Sistem ini juga membangkitkan listrik di saat hari mendung, dengan energi keluar
yang sebanding ke berat jenis awan. Berdasarkan pantulan sinar matahari dari awan, hari-hari
mendung dapat menghasilkan angka energi yang lebih tinggi dibandingkan saat langit biru
sedang yang benar-benar cerah.

Saat ini, sudah menjadi hal umum piranti kecil, seperti kalkulator, menggunakan solar sel
yang sangat kecil. Photovoltaic juga digunakan untuk menyediakan listrik di wilayah yang
tidak terdapat jaringan pembangkit tenaga listrik. Kami telah mengembangkan lemari
pendingin, yang bernama Solar Chill yang dapat berfungsi dengan energi matahari. Setelah
dites, lemari pendingin ini akan digunakan oleh organisasi kemanusiaan untuk membantu
menyediakan vaksin di daerah tanpa listrik, dan oleh setiap orang yang tidak ingin
bergantung dengan tenaga listrik untuk mendinginkan makanan mereka. Penggunaan sel
photovoltaic sebagai desain utama oleh para arsitek semakin meningkat. Sebagai contoh, atap
ubin atau slites solar dapat menggantikan bahan atap konvsional. Modul film yang fleksibel
bahkan dapat diintegrasikan menjadi atap vaulted, ketika modul semi transparan
menyediakan percampuran yang menarik antara bayangan dengan sinar matahari. Sel
photovoltaic juga dapat digunakan untuk menyediakan tenaga maksimum ke gedung pada
saat hari di musim panas ketika sistem AC membutuhkan energi yang besar, hal itu
membantu mengurangi beban maskimum elektik.Baik dalam skala besar maupun skala kecil
photovoltaic dapat mengantarkan tenaga ke jaringan listrik, atau dapat disimpan dalam
selnya.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Matahari

Kaca-kaca besar mengkonsetrasikan cahaya matahari ke satu garis atau titik. Panas yang
dihasilakan digunakan untuk menghasilkan uap panas. Panasnya, tekanan uap panas yang
tinggi digunakan untuk menjalankan turbin yang menghasilkan listrik. Di wilayah yang
disinari matahari, Pembangkit Listrik Tenaga matahari dapat menjamin pembagian besar
produksi listrik.

Berdasarkan proyeksi dari tingkat arus hanya 354MW, pada tahun 2015 kapasitas total
pemasangan pembangkit tenaga panas matahari akan melampaui 5000 MW. Pada tahun 2020,
tambahan kapasitas akan naik pada tingkat sampai 4500 MW setiap tahunnya dan total
pemasangan kapasitas tenaga panas matahari di seluruh dunia dapat mencapai hampir 30.000
MW- cukup untuk memberikan daya untuk 30 juta rumah.

Tenaga Angin
Perbedaan temperatur di dua tempat yang berbeda menghasilkan tekanan udara yang berbeda,
sehingga menghasilkan angin. Angin adalah gerakan materi (udara) dan telah diketahui sejak
lama mampu menggerakkan turbin. Turbin angin dimanfaatkan untuk menghasilkan energi
kinetik maupun energi listrik. Energi yang tersedia dari angin adalah fungsi dari kecepatan
angin; ketika kecepatan angin meningkat, maka energi keluarannya juga meningkat hingga ke
batas maksimum energi yang mampu dihasilkan turbin tersebut. Wilayah dengan angin yang
lebih kuat dan konstan seperti lepas pantai dan dataran tinggi, biasanya diutamakan untuk
dibangun "ladang angin".

Teknologi tenaga angin, sumber energi paling cepat berkembang di dunia, sepintas terlihat
sederhana. Namun dibalik menara tinggi, langsing dan bilahan besi putar terdapat pergerakan
yang kompleks dari bahan-bahan yang ringan seperti desain aerodinamis dan komputer yang
dijalankan secara elektronik. Tenaga ditransfer melalui baling-baling, kadang dioperasikan
pada variable kecepatan, lalu ke generator (meskipun beberapa turbin menghindari kotak
peralatan dengan menjalankan langsung)

Tenaga Angin saat ini

Perkembangan teknologi dalam dua dekade terakhir menghasilkan turbin angin yang modular
dan mudah dipasang. Saat ini sebuah turbin angin modern 100 kali lebih kuat daripada turbin
dua dekade yang lalu dan ladang angin saat ini menyediakan tenaga besar yang setara
dengan pembangkit listrik konvensional. Pada awal tahun 2004, pemasangan tenaga angin
secara global telah mencapai 40.300 MW sehingga tenaga yang dihasilkan cukup untuk
memenuhi kebutuhan sekitar 19 juta rumah tangga menengah di Eropa yang berarti sama
dengan mendekati 47 juta orang.

Dalam 15 tahun terakhir ini, seiring meningkatnya pasar, tenaga angin memperlihatkan
menurunnya biaya produksi hingga 50%. Saat ini di wilayah yang anginnya maksimum,
tenaga angin mampu menyaingi PLTU batu bara teknologi baru dan di beberapa lokasi dapat
menandingi pembangkit listrik tenaga gas alam.

Tenaga Angin pada tahun 2020

Selama beberapa tahun terakhir pemasangan kapasitas angin meningkat melebihi 30%. Hal
tersebut membuat target untuk menjadikan tenaga angin mampu memenuhi kebutuhan energi
dunia hingga 12 persen pada tahun 2020 menjadi realistis. Di saat bersamaan hal tersebut
juga akan membuka kesempatan terbukanya lapangan pekerjaan hingga dua juta dan
mengurangi emisi CO2 hingga 10.700 juta ton.

Berkah terus meningkatnya ukuran dan kapasitas rata-rata turbin, pada tahun 2020 biaya
pembangkit listrik tenaga angin pada wilayah yang menunjang akan turun hingga 2.45 sen
per KWh- lebih murah 36 persen dari biaya pada tahun 2003 yang mencapai 3.79 euro/KWh.
Sambungan kabel listrik tidak termasuk dalam biaya ini.

Tenaga angin setelah tahun 2020

Sumber angin dunia sangat besar dan menyebar dengan baik di semua kawasan dan negara.
Menggunakan teknologi saat ini, tenaga angin diperkirakan dapat menyediakan 53.000
Terawat/jam setiap tahunnya. Yang berarti dua kali lebih besar dari proyeksi permintaan
energi pada tahun 2020-meninggalkan tempat yang penting untuk tumbuhnya industri bahkan
dalam 1 dekade kedepan. Amerika Serikat sendiri mempunyai potensi angin yang cukup
untuk menyediakan pasokan kebutuhan energinya bahkan tiga kali lebih besar daripada
kebutuhannya.
Kelebihan Tenaga Angin

Ramah lingkungan- keuntungan terpenting dari tenaga angin adalah berkurangnya level emisi
karbon dioksida penyebab perubahan ikilm. Tenaga ini juga bebas dari polusi yang sering
diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir.

Penyeimbang energi yang sangat baik -emisi karbon dioksida berhubungan dengan proses
produksi. Pemasangan dan penggunaan turbin angin selama rata-rata 20 tahun siklus hidup
'membayar kembali' terjadinya emisi setelah 3-6 bulan pertama-yang berarti lebih dari 19
tahun produksi energi tanpa ongkos lingkungan.

Cepat menyebar-pembangunan ladang angin (wind farm) dapat diselesaikan dalam waktu
seminggu. Menara turbin, badan dan bilahan besi di pasang di atas permukaan beton
bertulang dengan menggunakan alat pemindah besar.

Sumber energi terbarukan dan dapat diandalkan- angin yang menjalankan turbin selalu gratis
dan tidak terkena dampak harga bahan bakar fosil yang fluktuatif. Tenaga ini juga tidak butuh
untuk ditambang, digali atau dipindahkan ke pembangkit listrik. Seiring meningkatnya harga
bahan bakar fosil, nilai tenaga angin juga meningkat dan biaya keseluruhan pembangkit akan
menurun.

Selanjutnya, dalam proyek besar yang menggunakan turbin ukuran medium yang sudah
disetujui, tenaga angin mampu beroperasi hingga 98% secara konstan. Artinya hanya dua
persen waktu turun mesin untuk perbaikan- catatan yang jauh lebih baik dari yang bisa
diharapkan dari pembangkit listrik konvensional.

Variable Angin

Variable angin menimbulkan masalah manajemen sistem jaringan listrik lebih sedikit
daripada yang diharapkan oleh pihak-pihak yang skeptis. Ketidakstabilan permintaan energi
dan kebutuhan untuk melindungi gagalnya pembangkit listrik konvensional memenuhi
kebutuhan tersebut, sesungguhnya membutuhkan sistem jaringan listrik yang lebih fleksibel
daripada tenaga angin, dan pengalaman dunia nyata telah menunjukan bahwa sistem
pembangkit listrik nasional mampu menjalankan tugas tersebut. Pada malam berangin,
sebagai contoh, turbin angin 50% pembangkit listrik di bagian barat Denmark, tapi
kekuatannya telah terbukti dapat diatur.
Penciptaan jaringan listrik yang super mengurangi masalah ketidakstabilan angin. Caranya
dengan membiarkan perubahan pada kecepatan di wilayah-wilayah berbeda untuk
diseimbangkan satu sama lain.

Bergerak ke depan

Perkembangan tenaga angin berkembang dengan pesat saat ini, namun demikian masa depan
tenaga ini belum terjamin. Saat ini tenaga angin telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 negara di
dunia. Namun sejauh ini kemajuan itu disebabkan oleh usaha segelintir pihak, yang dipimpin
oleh Jerman, Spanyol dan Denmark. Negara-negara lain perlu untuk memperbaiki industri
tenaga angin secara dramastis jika target global ingin dicapai. Oleh karena itu prediksi untuk
menjadikan tenaga angin dapat memasok energi dunia sebesar 12 persen pada tahun 2020
sebaiknya tidak dilihat sebagai hal yang pasti, tapi sebagai tujuan-satu kemungkinan masa
depan yang kita bisa pilih jika kita mau.

Tenaga air
Energi air digunakan karena memiliki massa dan mampu mengalir. Air memiliki massa jenis
800 kali dibandingkan udara. Bahkan gerakan air yang lambat mampu diubah ke dalam
bentuk energi lain. Turbin air didesain untuk mendapatkan energi dari berbagai jenis
reservoir, yang diperhitungkan dari jumlah massa air, ketinggian, hingga kecepatan air.

Energi ini dapat dimanfaatkan dan dikonversikan menjadi listrik, dan pembangkit listrik
tenaga air tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca. Ini juga merupakan sumber energi
terbarukan karena air secara terus menerus mengisi ulang melalui siklus hidrologi bumi.
Semua sistem hidroelectrik membutuhkan sumber air mengalir tetap, seperti sungai atau anak
sungai, tidak seperti tenaga matahari dan angin, tenaga ini dapat menghasilkan tenaga terus
menerus selama 24 jam setiap harinya.

Energi air dimanfaatkan dalam bentuk:

Bendungan pembangkit listrik. Yang terbesar adalah Three Gorges dam di China.

Mikrohidro yang dibangun untuk membangkitkan listrik hingga skala 100 kilowatt.
Umumnya dipakai di daerah terpencil yang memiliki banyak sumber air.
Run-of-the-river yang dibangun dengan memanfaatkan energi kinetik dari aliran air
tanpa membutuhkan reservoir air yang besar.

Tenaga Ombak

Dewan Energi Dunia memprediksikan bahwa tenaga ombak dapat menghasilkan dua
terawatts energi setiap tahunnya. Ini dua kali lipat dari produksi listrik dunia saat ini dan
setara dengan energi yang dihasilkan oleh 2000 pembangkit listrik bertenaga minyak, gas,
batu bara dan nuklir. Total energi terbarukan di dalam laut, jika dapat dimanfaatkan, akan
dapat memenuhi kebutuhan energi dunia lebih dari 5000 kali. Tapi hingga kini pemanfaatan
tenaga ombak masih bersifat teori. Bahkan teknologinya masih belum dikembangkan, dan
masih sangat awal untuk memprediksikan secepat apa ini akan berkontribusi pada gambaran
energi global.

Tenaga Sungai

Pada tahun 2003, 16 persen listrik dunia diproduksi oleh pembangkit listri tenaga air. Tenaga
air memanfaatkan energi air yang bergerak dari tingkat tinggi ke tingkat rendah

(contoh, air mengalir kebawah) makin besar jatuhnya air, makin cepat aliran air maka makin
besar listrik dapat dihasilkan, Sayangnya, bendungan yang dapat beroperasi untuk tenaga air
dapat menenggelamkan ekosistem. Air membutukan komunitas hilir, petani dan ekosistem
seharusnya juga dihitung sebagai bagian komunitas.

Lebih lanjut, energi air dari bendungan tidak bisa diandalkan selama musim kering yang
panjang dan musim kemarau ketika sungai kering atau volumenya berkurangBagaimanapun
juga, sistem hidro skala kecil dapat menghasilkan listrik cukup besar tanpa membutuhkan
bendungan yang besar. klasifikasi sebagai kecil, Mini, mikro, tergantung pada berapa
banyak listrik yang diproduksinya, sistem hidro kecil menangkap energi sungai tanpa
mengambil banyak air dari aliran alaminya. Tenaga air berskala kecil merupakan sumber
energi yang ramah lingkungan dengan perkembangan yang potensial, tapi ini tidak akan
mencapai potensialnya kecuali kita memberikannya kesempatan.
Biomassa
Tumbuhan biasanya menggunakan fotosintesis untuk menyimpan tenaga surya, udara, dan
CO2. Bahan bakar bio (biofuel) adalah bahan bakar yang diperoleh dari biomassa - organisme
atau produk dari metabolisme hewan, seperti kotoran dari sapi dan sebagainya. Ini juga
merupakan salah satu sumber energi terbaharui. Biasanya biomass dibakar untuk melepas
energi kimia yang tersimpan di dalamnya, pengecualian ketika biofuel digunakan untuk
bahan bakar fuel cell (misal direct methanol fuel cell dan direct ethanol fuel cell).

Biomassa dapat digunakan langsung sebagai bahan bakar atau untuk memproduksi bahan
bakar jenis lain seperti biodiesel, bioetanol, atau biogas tergantung sumbernya. Biomassa
berbentuk biodiesel, bioetanol, dan biogas dapat dibakar dalam mesin pembakaran dalam
atau pendidih secara langsung dengan kondisi tertentu.

Biomassa menjadi sumber energi terbarukan jika laju pengambilan tidak melebihi laju
produksinya, karena pada dasarnya biomassa merupakan bahan yang diproduksi oleh alam
dalam waktu relatif singkat melalui berbagai proses biologis. Berbagai kasus penggunaan
biomassa yang tidak terbarukan sudah terjadi, seperti kasus deforestasi jaman romawi, dan
yang sekarang terjadi, deforestasi hutan amazon. Gambut juga sebenarnya biomassa yang
pendefinisiannya sebagai energi terbarukan cukup bias karena laju ekstraksi oleh manusia
tidak sebanding dengan laju pertumbuhan lapisan gambut.

Ada tiga bentuk penggunaan biomassa, yaitu secara padat, cair, dan gas. Dan secara umum
ada dua metode dalam memproduksi biomassa, yaitu dengan menumbuhkan organisme
penghasil biomassa dan menggunakan bahan sisa hasil industri pengolahan makhluk hidup.

- Bahan bakar bio cair


Bahan bakar bio cair biasanya berbentuk bioalkohol seperti metanol, etanol dan biodiesel.
Biodiesel dapat digunakan pada kendaraan diesel modern dengan sedikit atau tanpa
modifikasi dan dapat diperoleh dari limbah sayur dan minyak hewani serta lemak. Tergantung
potensi setiap daerah, jagung, gula bit, tebu, dan beberapa jenis rumput dibudidayakan untuk
menghasilkan bioetanol. Sedangkan biodiesel dihasilkan dari tanaman atau hasil tanaman
yang mengandung minyak (kelapa sawit, kopra, biji jarak, alga) dan telah melalui berbagai
proses seperti esterifikasi.
- Biomassa padat
Penggunaan langsung biasanya dalam bentuk padatan yang mudah terbakar, baik kayu bakar
atau tanaman yang mudah terbakar. Tanaman dapat dibudidayakan secara khusus untuk
pembakaran atau dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti diolah di industri tertentu dan
limbah hasil pengolahan yang bisa dibakar dijadikan bahan bakar. Pembuatan briket biomassa
juga menggunakan biomassa padat, di mana bahan bakunya bisa berupa potongan atau
serpihan biomassa padat mentah atau yang telah melalui proses tertentu seperti pirolisis untuk
meningkatkan persentase karbon dan mengurangi kadar airnya.Biomassa padat juga bisa
diolah dengan cara gasifikasi untuk menghasilkan gas.

- Biogas
Berbagai bahan organik, secara biologis dengan fermentasi, maupun secara fisiko-kimia
dengan gasifikasi, dapat melepaskan gas yang mudah terbakar.

Biogas dapat dengan mudah dihasilkan dari berbagai limbah dari industri yang ada saat ini,
seperti produksi kertas, produksi gula, kotoran hewan peternakan, dan sebagainya. Berbagai
aliran limbah harus diencerkan dengan air dan dibiarkan secara alami berfermentasi,
menghasilkan gas metana. Residu dari aktivitas fermentasi ini adalah pupuk yang kaya
nitrogen, karbon, dan mineral.

Masalah

1. Estetika, membahayakan habitat, dan pemanfaatan lahan


Beberapa orang tidak menyukai estetika turbin angin atau mengemukakan isu-isu konservasi
alam ketika panel surya besar dipasang di pedesaan. Pihak yang mencoba memanfaatkan
teknologi terbarukan ini harus melakukannya dengan cara yang disukai, misal memanfaatkan
kolektor surya sebagai penghalang kebisingan sepanjang jalan, memadukannya sebagai
peneduh matahari, memasangnya di atap yang sudah tersedia dan bahkan bisa menggantikan
atap sepenuhnya, juga sel fotovoltaik amorf dapat digunakan untuk menggantikan jendela.

Beberapa sistem ekstrasi energi terbarukan menghasilkan masalah lingkungan yang unik.
Misalnya, turbin angin bisa berbahaya untuk burung yang terbang, sedangkan bendungan air
pembangkit listrik dapat menciptakan penghalang bagi migrasi ikan - masalah serius di
bagian barat laut pasifik yang telah mengurangi populasi ikan salmon. Pembakaran biomassa
dan biofuel menyebabkan polusi udara yang sama dengan membakar bahan bakar fosil,
meskipun karbon yang dilepaskan ke atmosfer ini dapat diserap kembali jika organisme
penghasil biomassa tersebut secara terus menerus dibudidayakan.

Masalah lain dengan banyak energi terbarukan, khususnya biomassa dan biofuel, adalah
sejumlah besar lahan yang dibutuhkan untuk usaha pembudidayaannya.

2. Keekonomian

Energi terbarukan masih perlu meningkatkan daya saing, karena sumber energi yang
terbarukan masih membutuhkan subsidi untuk tetap kompetitif dengan bahan bakar fosil
dalam hal biaya (meskipun harus juga disebutkan bahwa perkembangan teknologi pada
energi terbarukan terus menurunkan harganya dan hanya masalah waktu energi terbarukan
akan memiliki harga yang kompetiti tanpa subsidi dibandingkan bahan bakar tradisional.)

Selain dalam hal biaya, energi terbarukan juga perlu meningkatkan efisiensinya. Sebagai
contoh, panel surya rata-rata memiliki efisiensi sekitar 15% yang berarti banyak energi akan
terbuang dan ditransfer menjadi panas, bukan menjadi bentuk lain energi yang bermanfaat
untuk digunakan. Namun, ada banyak penelitian yang sedang berlangsung dengan tujuan
untuk meningkatkan efisiensi teknologi energi terbarukan, beberapa darinya benar-benar
menjanjikan, meskipun kita belum melihat solusi energi terbarukan yang sangat efisien dan
bernilai komersial tinggi.

3. Konsentrasi
Masalah lain adalah variabilitas dan persebaran energi terbarukan di alam, kecuali energi
panas bumi yang umumnya terkonsentrasi pada satu wilayah tertentu namun terdapat pada
lokasi yang ekstrim. Energi angin adalah yang tersulit untuk difokuskan, sehingga
membutuhkan turbin yang besar untuk menangkap energi angin sebanyak-banyaknya.
Metode pemanfaatan energi air bergantung pada lokasi dan karakteristik sumber air sehingga
desain turbin air bisa berbeda. Pemanfaatan energi matahari dapat dilakukan dengan berbagai
cara, namun untuk mendapatkan energi yang banyak membutuhkan luas area penangkapan
yang besar.

Sebagai perbandingan, pada kondisi standar pengujian di Amerika Serikat energi yang
diterima 1 m2 sel surya yang memiliki efisiensi 20% akan menghasilkan 200 watt. Kondisi
standar pengujian yang dimaksud adalah temperatur udara 20 oC dan irradiansi 1000 W/m2.
4. Jarak ke penerima energi listrik
Keragaman geografis juga menjadi masalah signifikan, karena beberapa sumber energi
terbarukan seperti panas bumi, air, dan angin bisa berada di lokasi yang jauh dari penerima
energi listrik; panas bumi di pegunungan, energi air di hulu sungai, dan energi angin di lepas
pantai atau dataran tinggi. Pemanfaatan sumber daya tersebut dalam skala besar kemungkinan
akan memerlukan investasi cukup besar dalam jaringan transmisi dan distribusi serta
teknologi itu sendiri dalam menghadapi lingkungan terkait.

5. Ketersediaan
Salah satu kekurangan yang cukup signifikan adalah ketersediaan energi terbarukan di alam;
beberapa dari mereka hanya ada sesekali dan tidak setiap saat (intermittent). Misal cahaya
matahari yang hanya tersedia ketika siang hari, energi angin yang kekuatannya bervariasi
setiap saat, energi air yang tak bisa dimanfaatkan ketika sungai kering, biomassa memiliki
masalah yang sama dengan yang dihadapi dunia pertanian (misal iklim, hama), dan lain-lain.
Sedangkan energi panas bumi bisa tersedia sepanjang waktu.

Daftar Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbarukan
http://www.greenpeace.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/Energi-Bersih

http://sumberilmudun.blogspot.com/2012/08/pengertian-energi-terbarukan.html

ENERGI TERBARUKAN
Disusun oleh:

NAMA : Evan F.O. Manurung (090402051)

Nanda Eka Perkasa (090402033)

Rianto Pakpahan (090402023)

Bambang Hidayat (100402006)

Rizky Kurniawan (100402037)

Hendrik Hutagalung (110402080)

Departemen Teknik Elektro

Fakultas Teknik

Universitas Sumatera Utara