Anda di halaman 1dari 4

Santika - Titik Balik (working title)

Other suggested title, Santika Fight for the fallen; Santika Kembali; Santika Detak Jantung

Story adapation from Original Script of Santika Sweet Retribution

Script version : v.1.0

Written by Thomas Simpson

Reference : FINAL FANTASY XIV _時代の終焉_トレーラー, Diablo III Black Soulstone Cinematic, Maleficent (2014), Little Witch Academia (2013), Black Desert Online 2nd Beta Sorcerer Customization,

Babak 1

Dimulai dengan kisah yang tenang, di sebuah desa, ditepi tebing tinggi, disana tinggal para penyihir, tidak banyak, tetapi terdapat aktivitas yang cukup ramai, ada yang sedang mengambil air menggunakan ember yang terbuat dari kayu, ada yang sedang memanggul kayu panjang, memberi makan ternak, dan terlihat pandai besi yang sedang memukul-mukul sebuah pedang yang sedang ditempanya.

Terlihatlah seorang tetua desa, yang tengah duduk disebuah kedai, tersenyum dikala beberapa anak- anak berlari disekelilingnya, anak-anak tersebut memegang tongkar sihir kecil yang ditujukan untuk pemula, sambil tertawa dan meneriakkan sihir - sihir ringan. Desa yang dikelilingi oleh jurang ini terlihat damai dan tenang, namun tidak lama, suasana menjadi hening

Anak-anak yang tadinya riang berlari, tiba-tiba terdiam, ekspresi mereka tidak berubah, mereka semua seperti membatu, suasanya menjadi tenang, dan seakan-akan waktu berhenti, Tetua penyihir yang mengetahui hal tersebut, dengan sigap berdiri, mantelnya terlihat berkibar dan tongkat sihirnya yang terbuat dari kayu, terlihat kokoh dan panjang dihentakkannya kelantai, tetua itu mengambil ancang-ancang, dan berteriak dengan lantang dan membahana, "Hai kutukan hitam kelam, sihirmu tidak akan mempan pada kami, dan atas perlindungan bumi dan alam, musnahkan semua kekuatan jahat yang mengunci waktu didaerah ini !", dalam seketika, terlihat ada gelombang pusaran dibawah tongkat tetua yang terus membesar, dan lapisan udara yang kosong menjadi pecah menjadi serpihan kaca, yang kemudian menghilang.

Waktu kembali berjalan, tawa anak-anak kembali terdengar, dan riuh-riuh bunyi mulai kembali mengalir, sang tetua yang tadinya berdiri tegak, langsung terjatuh dan terduduk kembali dikursi dan kelelahan, Kemudian terdengar teriakan "Mbaaah !", beberapa orang terlihat berlari kearah tetua, mereka adalah penyihir-penyihir muda dan para petarung dengan pedang panjang dipunggung. Setelah sampai, sang tetua berkata pada mereka, "kalian telah memecahkan sihirnya ?", para pemuda itu berkata, "iya mbah, ada yang melepaskan sihir berkekuatan besar diseluruh desa,

untung kami bisa lepas dan langsung memecahkan sihirnya

itu kembali menjadi sigap, dan tatapannya menjadi serius, sembari berkata, "Sihir yang digunakan

tadi adalah sihir kutukan, sihir kuno yang sudah tidak mungkin bisa dipelajari lagi sekarang "

yang menggunakannya

dan keringat turun dari pipinya

".

Tetua yang semula terlihat kelelahan

siapa

sekilas tetua menjadi bingung, namun kembali serius, matanya terbelalak,

nyaris terbata, ia bergumam, "Shadak

?",

*Flashback scene shadak, sekilas yang sedang duduk ditahtanya*

para pemuda itu kaget dan berkata "tidak mungkin mbah, penyihir hebat, santika telah mengalahkan dan menghancurkan topengnya, bagaimana bisa dia hidup lagi ?" sambil seseorang menunjuk kearah jurang di utara.

Babak 2

"Memang

tapi bagaimana jika topeng itu ternyata tidak hancur sepenuhnya

",

kembali ucap

tetua, matanya masih terbelalak, dan ia seperti menyadari sesuatu,

*Flashback scene topeng shadak yang telah pecah dan jatuh kelantai, namun pecahan topeng tersebut kemudian menghilang*

"Jadi itu alasan kenapa Santika menjadi pendiam setelah ia kembali dari kastil shadak setelah

mengalahkannya

terdengar jeritan wanita, para pemuda dan tetua menjadi teralihkan perhatiannya, dan tetua

memerintahkan mereka untuk memeriksa, sambil memegang erat tongkatnya, ia bergumam, "dia kembali "

Tidak lama, para pemuda itu sampai dan menemukan seorang wanita yang terduduk, dan ketakutan.

".

Suasana pada saat itu menjadi suram seketika, dan berselang tidak lama,

"Hei ! kau tidak apa-apa ? Apa yang terjadi ?!" teriak para pemuda itu sambil mendekati mereka

Wanita itu telah pucat wajahnya dan berkata sambil terpatah-patah, "Aa

makhluk hitam kelam

bayang-bayang hitam dibawah kaki seorang pemuda penyihir yang bersama mereka, sosok hitam tersebut langsung keluar dan melahap pemuda penyihir itu, hingga gosong seketika, dan hancur hingga menjadi serpihan hitam yang kemudian menghilang didalam tubuh sosok hitam itu, semua pemuda menjadi pucat, kaget dan sontak berteriak, "SERANGAAAANNNN !!!!", sosok hitam yang transparan dengan sebuah topeng melayang didalamnya itu kemudian muncul dari bawah tanah satu persatu - satu, disetiap arah mata angin mengelilingi desa tersebut, tidak terlalu banyak, namun bisa puluhan jumlahnya.

Teriakan mulai terdengar dari desa, terlihat berbagai sayatan cahaya, dan sihir - sihir yang melayang diatas desa, keadaan telah berubah, perang telah dimulai, para penyihir mengeluarkan sihir-sihir yang ditujukan pada makhluk-makhluk hitam tersebut, juga para petarung yang mengangkat tinggi pedang dan mulai menyerang. Para penduduk mulai mengungsikan anak-anak dan yang tidak bisa bertarung kearah utara desa, disana adalah titik perlindungan desa terhadap serangan luar yang paling terakhir, dikelilingi oleh jurang luas, karena disanalah Santika tertidur dalam segel yang membekukan jantungnya.

Terlihat, para pemuda yang ditelan oleh sosok hitam itu, juga sihir demi sihir yang dilontarkan petarung, desa terus diserang, para petarung semakin terdesak, dan mereka terus dipukul mundur

menuju utara desa

terlihat berbagai pondok perumahan tempat para petarung yang terluka dan penduduk bersembunyi. Ada sebuah pohon yang sangat besar, yang tumbuh menjorok keluar dari tebing,

aa

mereka

mereka

",

para pemuda yang berhenti kemudian dikagetkan dengan kemunculan

Hingga mereka sampai ke sebuah lapangan rumput luas diujung tebing, disana

dengan batang-batangnya yang memeluk sesosok wanita yang terlihat seperti sedang tertidur. Ialah Santika, sosok cantik yang tertidur dalam segel yang membekukan jantungnya.

Kembali suasanya ricuh, tangisan, teriakan terdengar dimana-mana, asap terlihat tanda desa telah terbakar, para pemuda petarung yang masih bertahan, terluka dan berkata "ini semua salah mereka,

para penguasa ! jika tidak, kita tidak akan mengalami hal seperti ini yang mendengar hal itu tidak membantah apapun, sambil tetap khawatir

",

tetua yang ikut bertarung,

*Flashback, Santika yang pulang dari kastil shadak, disambut oleh warga kota, meriah dan gembira namun tidak oleh dari para penguasa dan petinggi, mereka melihat dari tempat tinggi dengan penuh rasa benci. Santika yang pulang kembali ke kediamannya, disambut oleh sosok tetua yang masih muda, ia masih kecil pada saat itu, santika tersenyum padanya, namun sesaat tetua melihat ekspresi

yang suram dan sangat kelam dari santika secara sekilas

seperti biasanya, tetua membantu santika melakukan hal-hal sehari-hari, hingga pada suatu malam dimana bulan purnama sedang terang-terangnya, Santika yang sedang membaca buku dikagetkan dengan seseorang yang mengetuk pintu rumah santika, dan berkata "Santika ! cepat larilah dari sini, para penguasa mulai mengerahkan tentara dan para penyihir bayaran untuk memburu dan membunuhmu !"

Santika kaget, dan tampak sedih, marah namun ia tidak dapat melakukan apa-apa, sehingga

langsung sigap dan mengambil mantelnya, tetua yang baru keluar dari kamarnya, masih bingung dan para pemuda yang datang tadi mengajak tetua itu untuk segera pergi. Santika menggunakan sebuah sihir bumi untuk memperkuat kekuatan sihir tetua, dan setelah itu ia langsung pergi. Dari arah desa terlihat obor-obor dan teriakan orang-orang, banyak penyihir yang ditangkap dan dibakar hidup-

hidup

mengejarnya

padang rumput tersebut dikelilingi oleh jurang yang dalam dan besar. Santika yang terdiam sempat

bingung, berjalan mendekati ujung tebing, dan sesaat setelah melihat kebawah

tidak berdasar. Dan kemudian terdengar suara yang berdenging, dan kemudian dilanjutkan lagi oleh bunyi tembakan busur, beberapa anak panah yang terikat dengan lembaran-lembaran kertas sihir, melayang ke arah santika, Santika yang kaget langsung mengeluarkan jurus sihir penangkal, beberapa anak panah berhasil dipecahkannya, namun satu anak panah lolos, dan langsung menembus jantungnya.

Sihir penyegel tersebut langsung bekerja, jantung santika membeku dalam seketika, dan seakan- akan santika pun membatu, ia tidak bisa menyeimbangkan dirinya, dan terjatuh dari tebing tersebut, namun kemudian terlihat pemandangan yang sangat mencengangkan, yaitu sebuah pohon mulai tumbuh besar dan seakan menangkap santika agar tidak jatuh ketebing tersebut, pohon besar itu terus tumbuh rimbun hingga batang-batang besarnya seakan-akan memeluk santika dengan aman.*

setelah itu waktupun berjalan kembali

Santika terus berlari, dan berlari kedalam hutan. Para penyihir dan tentara terus

hingga sampai pada ujung hutan, tidak ada tempat untuk lari lagi, karena daerah

jurang itu tampak

"Kenapa kau tidak bilang apa-apa waktu itu

"

isak tetua, sambil memegang erat tongkat sihirnya.

Para sosok hitam yang semakin dekat, mengambil ancang-ancang dan akan menyerang tetua, tetua yang ingin mengeluarkan sihir, tidak sempat karena sosok hitam itu lebih cepat, secara reflek takut, langsung mengangkat tongkat dan menutupi mukanya, dan pada saat itu juga, suasana menjadi

tenang, sangat tenang, dan kemudian terdengar suara detak jantung masih bingung, dan langsung menyadari sesuatu

Tetua yang mendengar hal itu

Babak 3

Detak jantung yang semakin terdengar, ternyata berasal dari Santika, Es dan beku dijantungnya

mulai menghilang, dan pecah

terdengar pijakan kaki, terlihat sesosok kaki yang elegan, dengan kulit yang putih dibalut dengan sepatu hak tinggi menapak udara kosong, seakan-akan berjalan diudara, menuruni pohon tersebut

Pohon besar itu mengeluarkan cahaya terang, dan kemudian

Sambil berjalan menuju arah tetua, Santika berkata, "Karena aku tidak ingin kalian khawatir ", Santika yang pada saat itu juga mengeluarkan sebuah sihir besar, mengayunkan tongkatnya, mantel yang membalut tubuhnya seakan melayang, Santika mengucap dengan lantang, "Hai kalian

kekuatan jahat yang bersemayam ditopeng tanpa tuan, kalian tidak dapat berjalan diatas tanah ini,

dan atas nama alam dan bintang, kalian harus kembali ketempat dimana kalian berasal, sekarang juga !!", santika menghentakkan tongkatnya kelantai, dan seketika itu juga terlihat lidah api yang membentuk lingkaran, keluar dibawah tongkat dan membesar, sama seperti sihir yang dikeluarkan tetua didesa sebelumnya, namun terlihat lebih besar dan jauh lebih kuat, lidah - lidah api itu menuju kelangit dan kemudian membentuk pilar api yang langsung menghanguskan semua sosok hitam itu, topeng-topeng tersebut langsung hancur dan hilang.

Terpisah ribuan kilometer dari desa itu, tempat dimana shadak membangun pusat penyerangannya, shadak yang tengah terduduk, bangun, memegang topengnya, dan langsung berteriak dengan lantang, suara yang menggaung dan mengerikan layaknya binatang buas, "SANTIKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!". Kemudian shadak yang memegang sebuah pedang besar, mengayunkannya dan menunjuk ke arah utara, dan pada saat itu juga terlihat para monster dan

prajurit-prajurit hitam kelam, jumlah mereka jutaan

api dimana-mana, berbagai monster besar keluar dari tanah, tanda bahwa perang akan dimulai

Kembali kepada santika, yang dengan percaya diri, tersenyum dan berkata dengan lantang "Ayo kita rebut kembali rumah kita !", disaat itu semuanya langsung mengayunkan tongkat dan pedang keatas serta terdengar teriakan orang-orang.

---------------------------------------------------------------- LOGO / TITLE

semua akan bergerak menuju utara, asap dan