Anda di halaman 1dari 66

1

SUSUNAN SARAF

Unsur terkecil susunan saraf : sel saraf - sitoplasma & nucleus


- lanjutan-lanjutan : neurit
dendrit
neurit hanya satu sedang dendrit lebih dari satu
bila lanjutan hanya 2 sel bipolar
\
dapat berdekatan unipolar

pseudo unipolar
lebih dari 2 sel multipolar
neurit dapat bercabang-cabang tegak lurus kolateral, umumnya panjang
dendrit dapat bercabang-cabang, umumnya pendek tetapi ada yang panjang
sel saraf disusun oleh neurit dan dendrit panjang
di dalam sitoplasma terdapat : korpuskula Nissl
kompleks Golgi
lipofusin
fibril
mitokhondria
susunan saraf pusat
perifer
susunan saraf pusat dibagi encephalon dan medulla spinalis, terdapat di dalam
rongga cranium dan canalis vertebralis
susunan saraf perifer keluar dari susunan saraf pusat
kumpulan sel saraf di luar susunan saraf pusat disebut ganglion
dikenal ganglion spinale, ganglion para vertebrale, ganglion prevertebrale
sel saraf di ganglion spinale (intervertebrale) = pseudounipolar
sel saraf ganglion paravertebrale
multipolar
sel saraf ganglion prevertebrale
sel saraf di ganglion spirale bipolar
sel saraf di ganglion vestibulare
kumpulan sel saraf di dalam susunan saraf pusat disebut nucleus
di dalam susunan saraf pusat terdapat sel penyokong disebut neuroglia, yang
dibedakan : - sel ependyma
2

- astrosit
- olgodendrosit
- sel-sel mikroglia
sel saraf mengadakan mitosis, bila rusak tidak mengadakan regenerasi
neurit dipotong bagian distal mengalami degenerasi
neurit di susunan saraf pusat bila terpotong tidak dapat regenerasi
neurit di susunan saraf perifer bila terpotong bagian yang masih berhubungan
dengan sel saraf dapat melakukan regenerasi

SUSUNAN SARAF PUSAT


(Systema Nervosum Centrale)

Bentuk dasarnya sebagai pipa, kedua ujung buntu.


Di dalam dinding pipa terdapat sel-sel saraf, serabut saraf dan sel penyokong
(neuroglia), pembuluh darah.
Dibedakan : 1) medulla spinalis di dalam canalis vertebralis
2) encephalon (otak) dalam rongga kranium

1) Medulla spinalis
meluas dari foramen occipitale magnum sampai VL.I/II di canalis vertebralis
ujung meruncing konus medullaris yang lanjut sebagai benang = filum
terminale yang melekat pada os. coccygeus I
di daerah servikal dan lumbal medulla spinalis menebal disebut
intumesentia cervicalis dan lumbalis
filum terminale dikelilingi akar n. spinalis (mulai L I) disebut kauda ekuina
di dalam medulla spinalis terdapat pipa disebut canalis sentralis
3

dibedakan : substansia grisea (abu-abu)


substansia alba
substansia grisea membentuk huruf H berisi sel saraf, serabut saraf tak
bermielin dan sedikit myelin
kaki yang menuju ke dorsal = cornu posterius, yang ke ventral = cornu
anterius
tonjolan di tengah menuju ke lateral = cornu laterale
substantia alba berwarna putih mengandung serabut saraf bermielin, berjalan
longitudinal
4

substantia alba dibagi oleh kaki-kaki tersebut menjadi funiculus posterior,


funiculus lateralis dan funiculus anterior

2) Otak (Encephalon)
Otak menempati 1) fossa cranii posterior (medulla oblongata, pons dan
cerebellum
2) fossa cranii medialis dan anterior (diencephalon
hemispherium cerebri)
medulla oblongata dan pons disebut batang otak
5

Encephalon terbagi dalam :


a) rhombencephalon myelencephalon medulla oblongata
pons
metencephalon cerebellum
b) mesencephalon pedunculus cerebelli
pedunculus cerebri
c) prosencephalon diencephalon thalamus opticus
hypothalamus
telencephalon
hemisphaerium cerebri

Medulla oblongata / pons


pusat nn. craniales V s.d. XII
penerima serabut aferen dari alat keseimbangan dan pendengaran nucleus
vestibularis dan nucleus cochlearis
dilalui serabut dari cortex cerebri ke serabut saraf perifer (melalui medulla
oblongata ke medulla spinalis)
dilalui serabut dari medulla spinalis ke otak/cerebrum
6
7
8
9
10

Cerebellum
terdapat korteks dan medulla
korteks tersusun dalam bentuk lembaran-lembaran menerima serabut aferen
dari luar cerebellum
di dalam medulla terdapat nucleus (ada 4 buah) :
nucleus dentatus
nucleus globosus
nucleus emboliformis
11

nucleus fastigii
bekerja sebagai koordinator sistem motorik
gangguan cerebellum defisiensi koordinasi gerakan motoris
dismetria gerakan melebihi tujuan (gerakan terlalu luas)
disdiadokokinesis tidak dapat melakukan gerakan agonis dan
antagonis secara lancar
berdiri dan jalan goyah
bicara terpotong-potong staccato

Di kelilingi medulla oblongata, pons dan cerebellum terdapat rongga disebut


ventriculus quartus.
Dasarnya berbentuk rhomboid disebut fossa rhomboidea
Di dalam ventriculus terdapat plexus choroideus yang berfungsi menghasilkan cairan
cerebrospinalis
12
13
14
15
16

Thalamus opticus
menerima serabut sensibel atau sensorik dari impuls sakit, panas, dingin,
taktil tekanan kinestesi, impuls gustus
serabut keluar dari thalamus opticus pergi ke gyrus centralis posterior

Gambar potongan
median Hemisferium serebri

1. Lobus frontalis
2. Girus frontalis medius
3. Lobulus parasentralis
4. Lobus oksipitalis
5. Thalamus
6. Hypothalamus
7. Vermis cerebella
8. Hemisferium serebelli
9. Medulla oblongata
10. Pons
11. Lobus temporalis
12. Hypofisis
13. Chiasma opticum
14. n. opticus
15. Bulbus olfactorius
17
18

Diantara thalamus opticus kanan-kiri terdapat ventriculus tertius yang berhubungan


dengan ventriculus lateralis melalui foramen interventriculare. Berhubungan dengan
ventriculus quartus melalui aqueductus cerebri (sylvii)
Hypothalamus
Dibagi dalam: pars supraoptica di atas chiasma
pars tuberalis ada tuber cinereum
pars mammillaris ada corpus mamilare
nucleus hypothalamicus ventromedialis
nucleus hypothalamicus dorsomedialis
19

nucleus supraopticus
nucleus paraventricularis.
nucleus hypothalamicus ant.

penghasil hormon neurohormon :


anti diuretin
vasopressin
oksitosin
melalui tractus supraopticohypophysialis, dan
tractus paraventriculohypophysialis sebagai tetesan tetesan
neurohormon
serabut yang masuk ke hypothalamus
lobus frontalis
area septalis
nucleus medialis dorsalis thalami
globus pallidus
nucleus amygdalae
tegmentum pedunculi
fungsi hypothalamus :
pengatur panas vasodilatasi, berkeringat, mempercepat pernafasan
pusat pengambilan makan
pusat kelakuan seksual
pusat ekspresi emosional
pusat susunan saraf otonom
Hemispherium cerebri
dindingnya disebut pallium
pallium melipat-lipat, lipatan ke luar disebut gyrus, lipatan ke dalam disebut
sulcus/fissura
pallium terdiri dari :
cortex cerebri tersusun oleh sel-sel saraf, dan
substantia medullaris terjadi dari serabut saraf bermielin
dengan melipatnya pallium dataran lebih luas sel-sel saraf lebih banyak
dibedakan : facies convexa
20

facies medialis
facies basalis/orbitalis
dibagi dalam lobi :
lobus frontalis
lobus parietalis
lobus occipitalis
lobus temporalis

Gambar Hemisferium serebri


(dari samping)

1. Sulkus sentralis
2. Sulkus lateralis
3. Margo inferior serebri
4. Mesensefalon
5. Pons
6. Cerebellum
7. Medulla oblongata

lobus frontalis
lobus parietalis
lobus occipitalis
lobus temporalis

antara lobus frontalis dan lobus parietalis terdapat sulcus centralis


batas lobus parietalis dan lobus temporalis dibentuk fissura lateralis cerebri
(sulcus lateralis)
di facies convexa, depan sulcus centralis terdapat gyrus centralis anterior
(di lobus frontalis), belakang sulcus centralis terdapat gyrus centralis
posterior (di lobus parietalis)
gyrus centralis anterior (=pusat somatomotoris) impuls diteruskan ke otot
skelet = otot seran lintang
gyrus centralis posterior (=pusat somestesi) menerima impuls dari organon
taktus
21

gyrus temporalis (di lobus temporalis) terdapat pusat penerima impuls dari
organon auditus (organon spirale)
kanan kiri fissura calcarina (lobus occipitalis) terdapat pusat penglihatan
uncus (lobus temporalis) terdapat pusat penerima impuls dari organon
olfactus (pembau)
pars triangularis (lobus frontalis) terdapat pusat bicara
22

otak kanan dan kiri dipisah oleh fissura longitudinalis cerebri


otak kanan dan kiri dihubungkan oleh serabut komissura
antara gyrus satu dengan yang lain atau lobus yang satu dengan yang lain di
satu belah otak dihubungkan oleh serabut asosiasi yang dibedakan serabut
asosiasi pendek dan panjang
antara cortex cerebri dan bagian truncus cerebri, medulla spinalis atau
sebaliknya dihubungkan oleh serabut proyeksi melalui capsula interna
Serabut proyeksi yang menghubungkan medula spinalis, batang otak dan
cortex cerebri terdapat di substansia grisea hemispherium cerebri membentuk
pita padat disebut capsula interna.
Di medial dibatasi oleh nucleus caudatus dan thalamus di lateral oleh nucleus
lentiformis. Capsula dibedakan crus anterius, genu dan crus posterius.
Sentrum anyaman gestur, pada bagian sulcus sircularis insulae yang di tutupi
pars opercularis gyrus centralis posterior.
Sentrum koordinasi gerakan bola mata kanan kiri daerah preoccipital lobus
parietalis = centrum optokinetis.
Sentrum koordinasi gerakan tangan/jari mis: menulis di ujung occipital gyrus
frontalis inferior. Kerusakan menimbulkan agraphia = tidak dapat
menulis/gerakan halus
Sentrum koordinasi gerakan mengucapkan perkataan orang cukup dengan
tangan kanan di pars triangularis sebelah kiri, kerusakan aphasia
motoris/verbal = mengucapkan perkataan.
Sentrum di area parastrentes = tidak dapat mengenal kembali apa yang dilihat
= agnosia visual.
Sentrum di daerah preocipital = tidak dapat membayangkan kembali kejadian-
kejadian yang pernah di lalui.
Daerah di kelilingi gyrus temporalis transversus = gyrus transversus superior.
Bila rusak tidak mengenal kembali hal yang di dengar = agnosia auditif
Daerah lobulus parietalis superior oksipital centrum somestesi rusak = tidak
dapat melakukan gerakan dipelajari = mis. Mengenakan baju, ingatan
terhadap kinesthesi terganggu = aproxia
1. Centrum somatomotoris
23

2. Centrum somaesthesi
3. Centrum pendengaran
4. Centrum penglihatan
5. Centrum optokinetis ocipital
6. Centrum optokinetis frontal
7. Centrum menulis
8. Centrum bicara motoris

Tiap hemispherium cerebri mempunyai ventriculus lateralis dengan bagian-bagian


corpus, cornu anterior, cornu posterior dan cornu inferior. Di dalamnya terdapat
plexus choroideus penghasil cairan cerebrospinalis.
Ventriculus lateralis kanan-kiri berhubungan dengan ventriculus tertius melalui
foramen interventriculare.
24
25
26

Hubungan lobus dan gyrus


1 serabut asosiasi
2,3 serabut komisura
4 serabut proyeksi
5 cortex cerebri
6 insula
7 ventriculus lateralis
8 ventriculus tertius

1. fasciculus longitudinalis superior


2. cingulum
3. fasciculus frontotemporalis
4. fasciculus longitudinalis inferior
5. fasciculus uncinatus
27

Meninges
Encephalon dan medulla spinalis dibungkus oleh meninges
1) duramater encephalis
spinalis
2) arachnoida
3) piamater

1) duramater encephali dibedakan 2 lembar


lamina meningealis
lamina endostealis = endosteum yang melekat pada tulang rongga mata =
periorbita
Lamina meningealis melipat ke dalam rongga kranium sebagai
falx cerebri di antara kedua hemispherium cerebri
falx cerebelli
tentorium cerebelli
duramater spinalis hanya 1 lembar = lamina meningealis
antara duramater spinalis dan periosteum terdapat spatium ekstradurale
mengandung pleksus venosus
28

ruangan sebelah dalam duramater spinalis disebut cavum subdurale


duramater spinalis mengikuti radiksis (radices) nn. spinales

2) piamater
selaput tipis, melekat di otak mengikuti sulkus dan fissura
membentuk tela chorioidea ventriculi quarti dan tela chorioidea
ventriculi tertii
29

3) arachnoidea
di antara duramater dan piamater
celah antara duramater dan arachnoidea = cavum subdurale
arachnoidea mengikuti duramater
celah antara arachnoidea dan piamater disebut spatium
subarachnoidale
di tempat ada sulkus dan fissura, spatium subarachnoidale membesar
membentuk cisterna
30
31
32
33
34
35
36
37

Ganglion Basalis

Terdiri dari : nucleus caudatus


putamen
globus pullidus
Terletak di bagian dalam telencephalon di bagian bawah ventriculus lateralis,
merupakan bagian dari pengatur sistem motorik terletak subcortical/sistem
extrapyramidal dan berhubungan dengan lainnya melalui tractus.
Ganglion basalis berdampingan dengan thalamus di bagi oleh capsula interna
menjadi bagian lateral dan medial.
Nucleus caudatus berbentuk huruf C, dimulai sebelah rostral, penebalan,
caput dan ke bawah sebagai cauda. Sebagai derivat telencephalon
berbatasan dengan dinding lateral ventriculus lateralis.
Nucleus caudatus mengelilingi globus pallidus dan sebelah lateralnya terdapat
putamen.
Capsula interna, perkembangan substansia alba memisah nucleus caudatus
thalamus dari globus pallidus putamen. Sebelah depan putamen dan
nucleus caudatus dipisah oleh (suatu garis) corpus striatum.
Dalam ontogeni, nucleus caudatus dan putamen berasal dari tonjolan
ganglionar, terdapat di medial basal telencephalon. Tractus naik atau turun
dari pallium, capsula interna membagi tonjolan menjadi 2 bagian (nucleus)
Globus pallidus derivat diencephalon dipisah dari putamen oleh capsula
interna.
Globus pallidus putamen disebut nucleus lentiformis.
Claustrum dan corpus amydalae di kelompokkan dengan ganglion basalis.
Claustrum, substansia grissea dari ganglion basalis, sebelah lateral putamen
di batasi oleh 2 lamela putih. dari putamen oleh capsula externa dan dari
cortex insula oleh capsula extrema.
Corpus amydalae, mengikuti akhir nucleus caudatus dan terletak sebelah
dalam lobus temporalis di depan cornu inferior ventriculus lateralis di
hubungkan dengan cortex paleopallium

Serabut Ganglion Basalis


Striatum menerima serabut aferen dari cortex cerebri, thalamus dan
substansia migra.
38

Serabut corticostriatal membawa aferen dari lobus cerebri ke striatum


sepihak, daerah sekitar sulcus centralis ke striatum lain pihak.
Serabut centrostriatal, mengatur aferen dari bagian central thalamus ke
striatum.
Serabut nigrostriatal, saraf dopaminergik sampai striatum dari subtansia nigra
(melalui pallidum)
Serabut eferen striatum kebanyakan pallidum (fibrilasi extrapiramidal) juga
dari substansia nigra.
Pallidum menerima aferen hanya dari striatum (nucleus subthalamicus).
Striatum merupakan pusat tertinggi dari pallidum.
Serabut eferen pallidum menyebar ke daerah nuclei motoris extrapyramidal
dan tractusnya.
Terdapat hubungan timbal balik antara pallidum dan nucleus subthalamicus
(nucleus antara thalamus dan substansia migra)
Serabut aferen dari striatum ke bagian internal dan external pallidum.
Didalam ansa lenticularis kelompok serabut eferen medial dan bawah
thalamus ke formatio reticularis, terus ke tractus tegmentalis centralis dan
fasciculus longitudinalis medialis.
Fasciculus pallidohypothalanicus membawa serabut efferen ke hypothalamus
Fasciculus pallidohypothalamicus membawa serabut retrograd ke thalamus.
Pallidum dan nucleus subthalamicus, serupa dengan substansia nigra,
dibedakan dengan banyaknya besi.

Sistem ekstrapiramidal
Impuls dari cortex cerebri sampai di medulla spinalis selain melalui tractus
pyramidalis juga melalui sistema extrapiramidal.
Sistem ini dibagi dalam:
< pars descendens,
< pars ascendens, dan
< hubungan cortico-corticalis
Pars descendens.
Serabut dari cortex > lobus frontalis, dan
> lobus parietalis
ke putamen, dan globus pallidus,
sebagian melalui capsula interna sebagian melalui capsula externa.
39

Yang melalui capsula externa masuk ke


putamen, dan globus pallidus, ditempat melekatnya nucleus
lentiformis pada pallidum. Semula membentuk dasar ventriculus lateralis, dan ansa
lenticularis. Dari ansa lenticularis ada yang langsung
ke nucleus ruber, dan formatio reticularis di tegmentum pedunculi.
Dari < centrum medianum, dan
< nuclei intralaminares thalami , serabut pergi ke globus pallidus
Dari nucleus medialis dorsalis thalami serabut pergi ke nucleus caudatus dan terus
ke putamen. Dari putamen dan globus pallidus serabut melewati capsula interna
atau membentuk ansa lenticularis ke nucleus ruber dan formatio reticularis tegmenti
pedunculi.
Serabut yang melewati capsula interna membentuk fasciculus lenticularis.
Dari globus pallidus serabut ke nucleus subthalamicus dan hypothalamicus
ventromedialis dan dari nuclei ini ada serabut ke tegmentum pedunculi.
Dari nucleus ruber dan formatio reticularis di tegmetum pedunculi ada serabut
membentuk < tractus rubrospinalis,
< tractus reticulospinalis berakhir di cornu anterius, dan
< fasciculus longitudinalis medialis, berakhir di nuclei motorii nn.
craniales.

Pars ascendens
Dari substansia nigra, dan nucleus subthalamicus
serabut pergi ke globus pallidus. Dari globus pallidus, serabut ke nucleus ventralis
anterior thalami. Dari nucleus ventralis anterior thalami serabut ke cortex gyrus
centralis anterior dan cortex sebelah frontalnya.

Hubungan cortico corticalis


Dari sulcus precentralis, serabut ke nucleus caudatus. Dari nucleus caudatus,
serabut ke globus pallidus. Dari globus pallidus serabut ke nucleus ventralis anterior
thalami. Dari nucleus ventralis anterior thalami serabut ke gyrus centralis anterior
dan cortex sebelah ventralnya.
40
41
42
43

Rhinencephalon

Tractus/bulbus olfactorius sudah tidak ada rongga lanjutan ventriculus lateralis


Cortex pada bulbus dari luar ke dalam
Lamina glomerulosa
Lamina granularis externa
Lapisan sel-sel mitral
Lamina molecularis interna
Lamina granularis interna
Serabut fila olfactoria masuk bulbus, bercabang-cabang membentuk sinapsis
dengan dendrit sel mitral

Neurit sel mitral membentuk tractus olfactorius

stria lateralis stria medialis

berakhir di :
uncus centrum olfactus
ncl. mygdalae
substansia perforata anterior
impuls sensoris ke cortex cerebri tanpa melewati thalamus
impuls dari indera (penglihatan, pendengaran, pengecap, dari
organon tactus lewat thalamus
neuron baru dari uncus ke gyrus hipocampi hippocampus
lewat substansia reticularis alba, menutupi gyrus hippocampi
cortex hippocampi dari luar ke dalam
- lamina molecularis
- lamina pyramidalis
- lamina multiformis
stria medialis berakhir di
- substansia perforata anterior
- nucleus amygdalae

hyppothalamus menerima impuls langsung/tidak langsung :


- olfactus
- tactus
- gustus diadakan asosiasi
- visceral
- visual auditif
kerusakan hippocampus amnesia retrograd hal yang
baru tidak diingat lagi
44

Lobus limbicus

Terdiri dari :
- gyrus cinguli
- gyrus subcallosus
- gyrus hippocampi rhinencephalon
- fascia dentate hypothalamus
- hippocampus ncl. anterior thalami sistema limbicum
gyrus cinguli
globus pallidus

Sistema Limbicum pars corticalis


lobus limbicus
insula
facies orbitalis lobus frontalis bagian occipital
cortex lobus temporalis bagian occipital

Pars subcorticalis
ncl. amygdalae
ncl. septi
hypothalamus
ncl. anterior thalami
ncl. habenulae
ganglion basalis

Formatio Reticularis

Kumpulan banyak nuclei yang berbeda dari yang kecil sampai terkecil.
Dibagi : 1. Sito arsitektonik memperhatikan bentuk dan arsitektur nuclei
2. transmister arsitektonik : memperhatikan neurotransmiter
3. Pembagian fisiologis
Sitoarsitektonik dibagi :
1. zona lateral, ukuran sel kecil
2. zona medialis, ukuran sel besar
3. zona median = nuclei Raphe
F.R : serabut aferen

serabut eferen telencephalon


diencephalon
nuclei motorik nn. craniales
medulla spinalis
Irama tidur
45

Gerakan bola mata


Tekanan darah, pernafasan
Makan
Reflek protektif, tersedak, muntah
Kontrol miksi
Regulasi tonus otot
di medulla spinalis
inhibisa rasa nyeri

Pendarahan intrakranial
A. Perdarahan ekstra cerebral
a. hematom epidural
b. hematom subdural akut
c. perdarahan subarachnoidale
46
47

B. Perdarahan intracerebral
- Perdarahan di substansia otak.

Susunan segmental medulla spinalis


48

Fasciculus gracilis dan cuneatus


49

Serabut descendeni
Tractus cortico spinalis anterior dan lateralis
50

Jaras ekstra pyramidal


51

A. vertebralis
52

Ringkasan sistem sensorik


53

Lesi di jaras sensorik


54

1. Lesi kortikal/subkortikal (1,2)


- Pareslesi (kesemutan)
- Serangan efileptik (kontra lateral)

2. Lesi subthalamik (3)


- Persepsi sub sensorik hilang (kontralateral)
(thalamus = gerbang kesadaran)
- Kerusakan parsial jaras rasa nyeri dan temparatur tetap ada (4)

3. Lesi lemniscus tegmentalis


Tractus spinothalamicus lateralis (5)
- Persepsi rasa nyeri dan temperatur di wajah dan tubuh (kontra
lateral)

4. Lesi lemniscus medialis


Tractus spinothalamicus anterior (6)
- Kualitas sensorik sisi tubuh kontralateral hilang

5. Lesi nucleus/tractus spino n. trigeminis (7)


Tractus spinothalamicus lateralis
- Persepsi rasa nyeri dan temperatur (ipsilateral wajah) hilang
- Persepsi di badan (kontralateral) hilang

6. Lesi funiculus posterior


- Persepsi rasa getar
Ipsilateral hilang
- Diskripsi dua titik
- Ataksia sensorik ipsilateral timbul

7. Lesi cornu posterior


- Persepsi rasa nyeri dan temperatur ipsilateral hilang

8. Lesi radix dorsalis


- Gangguan sensorik (ipsilateral) hilang

SARAF TEPI
SUSUNAN SARAF PERIFER
(Systema Nervorum Periphericum)
55

dibedakan : - saraf kranial (nn. craniales)


- saraf spinal (nn. spinales)
terdiri dari berkas serabut saraf parallel berupa akson eferen atau aferen, berinti
atau tidak
trunkus dibungkus epineurium. Di dalam bungkus ini terdapat berkas serabut
saraf yang dibungkus oleh perineurium dan di antara serabut saraf terdapat
endoneurium.
n. spinalis berhubungan dengan medulla spinalis melalui :
radix anterior : berkas serabut saraf yang membawa impuls menjauhi ssp
radix posterior : berkas serabut saraf yang membawa impuls menuju ssp
karena membawa informasi ke ssp disebut saraf sensibel dengan badan sel di
ganglion spinale = ganglion radix posterior
saraf tepi yang satu bergabung dengan saraf tepi lainnya membentuk pleksus
nervosus
reseptor = ujung saraf khusus : 5 tipe fungsional
mekanoseptor
termoreseptor
nosiseptor akibat kerusakan jaringan
reseptor elektro magnetik di mata
kemoseptor respon terhadap perubahan kimiawi
reseptor berdasar struktur dasar :
reseptor berkapsul : - Corpusculum Meissner
- Corpuculum Pacini
- Corpusculum Ruffini
reseptor tidak berkapsul : - ujung saraf bebas
- discus Merkel
- reseptor folikel rambut

Reseptor Sendi
ada 4 jenis tidak berkapsul di kapsula dan ligamentum sendi sinovialis
56

3 jenis darinya memiliki kapsul menyerupai corp. pacini, ruffini dan reseptor regang
tendon
informasi mengenai posisi sendi dan gerakan sendi
sensasi nyeri
Neuro muscular spindles
atau muscle spindles terdapat pada otot rangka
ditempat perlekatan tendon otot
mengontrol aktivitas otot
panjang 1-4 mm dikelilingi kapsul jaringan ikat bentuk fusiform
ada 2 tipe muscle spindle annulospiral dan flower spray

serabut intrafusal

meregang muscle spindle terangsang

rangsang ke medulla spinalis

dibawa serabut motorik halus motor end plate

serabut intrafusal kontraksi

mengaktifkan ujung-ujung sensibel
serabut ekstra fusal mendapat persarafan biasa neuron motorik besar di cornu
anterior saraf eferen motorik serabut otot ekstrafusal kontraksi otot
keadaan istirahat muscle spindle memberi impuls ke saraf aferen

informasi tidak disadari

bila aktivitas ada informasi tidak disadari

intrafusal teregang

impuls ke medulla spinalis meningkat
(begitu juga sebaliknya bila relaksasi)
impuls aferen muscle spindle menghambat neuron motorik yang ke otot antagonis
= reciprocal inhibition
di ss.saraf pusat di jumpai pusat impuls ke traktus neuron motorik di medulla
spinalis formatio reticularis
ganglia basalis
57

cerebellum
pengaruh pada aktifitas otot volunter serabut motorik meyebabkan serabut
intra fusal memendek merangsang muscle spindle kontraksi serabut
ekstrafusal
serabut eferen mengisi 1/3 seluruh serabut motorik ke otot
serabut motorik mengisi 2/3nya
Neurotendineus spindle
terletak di tendo, dekat taut tendon dan otot
terdiri dari kapsula fibrosa mengelilingi berkas serabut kolagen yang tersusun
longgar
58

sel selnya ( sel tendon ) lebih banyak


satu atau lebih saraf serabut saraf sensibel bermielin menembus kapsul
kehilangan selubung mielin, bercabang dan berakhir sebagai gada
ujung saraf terangsang oleh jepitan serabut tendo ketika tekanan tendon meningkat
muscle spindle peka terhadap perubahan panjang otot
neuro tendinous peka terhadap perubahan tegangan otot ( terhadap peningkatan
tonus otot )
serabut saraf aferen neuro tendinous ke neuron motorik besar di cornu anterior
dan menghambat kontraksi otot mencegah tegangan yang berlebihan di otot
jadi fungsi utama : memberi informasi ke ssp mengatur aktivitas otot skelet
Ujung ujung efektor
Otot rangka dipersarafi 1 atau lebih saraf
Ekstremitas, kepala dan leher tunggal
Otot otot besar: dinding perut multipal
Saraf / vasa ke otot melalui hilus neuro vasculare
Serabut motorik terdiri dari
a. serabut bermielin besar
b. serabut bermielin kecil
c. serabut tidak bermielin C halus otonom
serabut sensibel terdiri dari
a. serabut bermielin dari muscle spindle
b. serabut bermielin dari neuro tendinosus
c. serabut bermielin dan tidak bermielin dari berbagai ujung sensibel di
jaringan otot
penurunan kekuatan otot saat kontraksi akibat kurangnya ATP (adenosine tri
phosphat)
Susunan saraf perifer dibedakan menjadi 2 golongan :
A) Nn.Spinalis 31 buah : 8 cervicalis
12 thoracalis
5 lumbalis
5 sacralis
1 coccygealis
1) Nn. Cervicales rr. dorsales (I III)
rr. ventrales plexus cervicalis kutan n. occipitalis minor
59

n. auricularis magnus
motoris n. transversus colli
n. supraclavicularis
n. phrenicus

diaphragma

2) Plexus brachialis
rr. ventralis nn. spinalis - C5 TH. I
- n. axillaris (aksillaris)
- n. medianus
- n. radialis
60

- n. ulnaris

3) Plexus lumbalis - n. iliohipogastricus


- n. ilioinguinalis
- n. genitofemoralis
- n. femoralis
- n. obturatorius
4) Plexus sacralis - n. ischiadicus n. tibialis
n. peroneus
- n. glutealis superior/inferior
- n. pudendus
B) Nn. Craniales
1. N. olfactorius
2. N. opticus
3. N. oculomotorius
4. N. trochlearis
61

5. N. trigeminus a. n. ophthalmicus
b. n. maxillaris
c. n. mandibularis
6. N. abducens
7. N. facialis
8. N. vestibulocochlearis
9. N. glossopharyngeus
10.N. vagus
11. N. accessories
12.N. hypoglosus

Saraf Otonom
kranial
parasimpatis
(kraniosakral)
sakral
simpatis, T1-12 L1-2/3
(thorakolumbal)
.
62

Gangguan dalam Tonus

Tonus normal = bila ada keseimbangan antara impuls yang datang dari :
cortex cerebri
corpus striatum
cerebellum

- cortex cerebri mengatur timbulnya impuls di cerebellum.


lewat tractus corticopontocerebellaris
- cerebellum mengatur timbulnya impuls di cortex
lewat tractus cerebellothalamocorticalis

- sulcus precentralis terdapat centrum supresi (penghambat)

menghambat cortex cerebri lewat corpus striatum

-
- nucleus caudatus rusak

impuls sulcus precentralis ke globus pallidus terputus

impuls impuls dari globus pallidus tidak terhambat


63

impuls dari cerebellum ke nucleus ruber terhambat

reflex tonus cerebellar tidak terjadi

hipotonia

- Sulcus precentralis rusak tidak ada hambatan dari cortex cerebri


maupun corpus striatum

ada impuls ke nucleus ruber


menambah impuls dari cerebellum

reflex tonus bertambah

hipertonia

Kerusakan corpus striatum


impuls dari
thalamus opticus sulcus precentralis ke cortex putus

hambatan tidak ada

hipertonia

kerusakan putamen
jalan impuls
globus palidus

ke cortex putus hipertonia

kesukaran gerakan

tidak lancar terhenti-henti (coqwheel movement)

Paralisis

Gyrus centralis anterior


rusak paralisis
64

otot yang lumpuh lemah tergantung gyrus yang rusak

Bila diikuti cortex sulcus precentralis hipertomi otot yang lumpuh


Bila diikuti tractus corticospinalis putus paralise

tergantung tempat putus (tinggi rendah)


Bila kerja tractus corticospinalis putus paralisis lemah

Bila tractus rubrospinalis dalam medulla spinalis putus

Impuls-impuls dari otot-otot yang menyebabkan reflex tonus spinal tidak


diimbangi impuls dari tractus rubrospinal hipertonia
Impuls yang menimbulkan gerakan reflex spinal tidak diimbangi
gerakan reflex bertambah cepat dan luas hyperefleksi

Ataxia lokomotoris
- Kerusakan serabut panjang radix posterior nervi spinalis di radix
posterior, fasciculus gracilus, fasciculus cuneatus ataxia
locomotoris
Pada waktu jalan :
Tidak melangkah secara lancar
Menapakkan kaki dengan keras
Terus melihat saat melangkah dan menapak
Akibat kinestesi hilang tidak merasa keadaan tungkai dan kaki
Saat menapak ia harus mendengar tidak hanya melihat
Jalan waktu gelap mata tertutup jatuh
Tidak tahu kea rah mana secara pasif jari kaki di gerakkan
Perasaan taktil halus dan perasaan getar hilang

Ataxia cerebellar
- Cerebellum rusak reflek statotonus dan statokinetis putus
- Dari cerebellum tidak ada impuls pergi ke cornu anterior lewat nucleus
vestibularis
- Berjalan terhuyung-huyung seperti mabuk
- Tidak dapat mempertahankan keseimbangan

Dismetri
- Impuls yang timbul di gyrus centralis anterior tidak diimbangi (dihambat) oleh
impuls yang datang dari cerebellum
- Gerakan terlalu luas
65

- Gerakan-gerakan tidak dapat di hambat atau dilakukan berturut-turut dan


berganti-gantian dengan lancar yang disebut adiadokinesis, gerakan agonist
tidak dapat diikuti gerakan antagonis

Tremor intensi
- Bergetarnya tangan pada waktu melakukan gerakan
- Impuls ini timbul di gyrus centralis anterior tidak dapat diimbangi impuls dari
nucleus dentatus karena rusak
- Juga kerusakan nucleus ruber atau nucleus ventralis lateralis karena impuls dari
nucleus dentatus tidak datang pada gyrus centralis anterior

Tremor pada keadaan istirahat


- Kerusakan putanen, thalamus opticus, substansia migra, globus pallidus
- Tremor bertambah bila emosi.
- Rusaknya ketiga bangunan tersebut impuls dari sulcus precentralis ke cortex
putus
- Rusaknya substansia nigra tidak ada impuls yang dapat mengimbangi impuls-
impuls lain

Propulsi/retropulsi
- Gerakan maju-mundur makin lama makin cepat
- Akibat putusnya hambatan sulcus precentralis ke gyrus centralis anterior

Chorea dan athetosa


- Kerusakan nucleus caudatus terjadi chorea (badan bergetar) bila bangun
- Kerusakan putamen terjadi gerakan-gerakan ekstensi jari-jari tangan (athetose)
- Kerusakan keduanya terjadi choreo athetose
- mungkin karena jalan impuls dari sulcus precentralis ke cortex terputus
- juga dapat karena terputusnya impuls dari nucleus subthalamicus/substansia
nigra ke globus pallidus

Hemiballisme
- Kerusakan nucleus subthalamicus atau serabut dari nucleus tersebut ke
putamen mengakibatkan gerakan menggenggam-genggam , disebut
hemiballisme
- Tidak ada yang mengimbangi impuls dari cortex atau impuls lain

Sialorrhoe
- Kerusakan globus pallidus atau serabut dari ansa lenticularis ke nucleus
hypothalamicus anterior lewat fasciculus longitudinalis dorsalis ke nuclei salivarii
saliva banyak keluar disebut sialarrhoe
66

Gangguan ekspresi emosional


- Kerusakan putamen dan nucleus caudatus kanan-kiri dapat terjadi ekspresi
emosional
- Bila globus pallidus rusak, tidak timbul ekspresi emosional
- Ada ekspresi emosional harus ada impuls datang dari globus pallidus pergi ke
nucleus hypothalamicus ventromedialis
- globus pallidus dihambat oleh putamen dan nucleus caudatus,
- putamen dan nucleus caudatus dihambat oleh cortex nucleus hypothalamicus
ventromedialis dapat dihambat langsung oleh cortex

Keadaan seperti tidur


- Stimuli di caput nuclei caudati keadaan seperti tidur
- Diduga caput nuclei caudati seperti sulcus praecentralis dapat menghambat
cortex, sehingga cortex tidak aktif