Anda di halaman 1dari 19

ILMU KEDOKTERAN GIGI KLINIK

KEAJAIBAN SEL

APRIDEY RANTE PARINDING


J111 16 329

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2017

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap manusia termasuk hewan maupun tumbuhan tersusun atas sel-sel.


Mulai dari semua organ-organ tubuh kita, sayap kupu-kupu bahkan mahkota
bunga yang berwarna-warni. Semua tersusun atas sel. Sebagai unit terkecil yang
ada di dunia ini, sel tergolong sangat luar biasa. Sel seperti sebuah pabrik yang
senantiasa bekerja agar proses kehidupan terus berlangsung. Setiap sel
mempunyai bagian-bagian untuk menunjang fungsi tersebut. Ada bagian sel yang
berfungsi untuk menghasilkan energi, ada yang bertanggung jawab terhadap
perbanyakan sel dan ada bagian sel yang menyeleksi lalu lintas zat masuk dan
keluar sel. Keajabaian sel yang begitu luar biasa tentunya sel tersusun atas
berbagai komponen yang perlu kita ketahui agar dapat memahami fungsi sel bagi
kehidupan

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan sel ?
2. Apa saja senyawa, bentuk dan ukuran dari sel ?
3. Bagaimana kedudukan sel dalam tubuh ?
4. Bagaimana struktur dari sel ?
5. Bagaimana transportasi lintas membran sel ?
6. Apa yang dimaksud dengan biologi molekuler ?
7. Bagaimana dogma sentral biologi molekuler ?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui definisi dari sel
2. Mengetahui senyawa, bentuk dan ukuran dari sel
3. Mengetaui kedudukan sel dalam tubuh
4. Mengetahui struktur dari sel
5. Mengetahui transprtasi lintas membran sel
6. Mengetahui definisi biologi molekuler
7. Mengetahui dogma sentral dari biologi molekuler

1.4 Manfaat Penulisan


1. Dapat menjadi tambahan pengetahuan dan wawasan dalam memahami sel.

2
2. Sebagai bekal ilmu untuk tugas pengabdian sebagai dokter gigi di masa
mendatang.

BAB II

3
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Sel

Setiap makhluk hidup di dunia pasti disusun dari sel. Sel merupakan unit
terkecil dan merupakan kesatuan dari protoplasma. Setiap sel mempunyai isi sel
sendiri sehingga setiap sel dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sesuai dengan
fungsinya masing-masing. Walaupun sel mempunyai variasi dalam bentuk dan
ukuran, prinsip dasar kerja dari semua sel adalah sama.

Teori sel mengatakan bahwa sel merupakan penyusun dari semua barang
yang hidup, sel tumbuhdari sel lainnya, semua reaksi metabolisme dari organisme
berlangsung dalam sel dan sel membawa sifat keturunan dari induk ke anaknya.

2.2. Senyawa, Bentuk dan Ukuran Sel

2.2.1 Senyawa yang terdapat dalam sel

1. Karbohidrat

Karbohidrat dalam sel berfungsi penting dalam proses fotosintesa.


Contoh dari karbohidrat antara lain: gula, pati dan selulosa

2. Lipid

Lemak digunakan sebagai cadangan makanan. Contoh dari lemak


antara lain : lemak dan minyak

3. Protein

Protein sangat berperan penting dalam proses metabolisme. Protein


biasanya berupa enzim

4. Asam Nukleat

4
Senyawa ini berperan penting dalam proses sintesa protein. Asam
nukleat terdapat dalam bentuk DNA dan RNA

2.2.2 Ukuran Sel

Ukuran dari sel sangat bervariasi. Perbedaan ukiran dari sel cenderung
berkaitan dengan peningkatan volume dan perluasan areal permukaan sel.
Ukuran sel yang sedang melakukan metabolisme cenderung mempunyai
ukuran yang lebih kecil dibanding sel yang tidak melakukan metabolisme.
Secara umum, ukuran sel hewan atau tumbuhan berdiameter 10-30 m.

2.2.3 Bentuk Sel

1. Cakram Kecil

2. Gelendong

3. Kolumner

5
4. Polihedral

2.3. Kedudukan Sel dalam Tubuh

Organisme kehidupan menggambarkan unit atau bagian-bagian sistem


kehidupan yang ada dan menyusun satu kesatuan sistem hidup pada individu.
Berturut-turut dari unit yang paling sederhana sampai kompleks adalah sel,
jaringan, organ, sistem organ, individu organisme.

Sel tumbuhan dan hewan pada dasarnya memiliki kedudukan dan fungsi yang
sama sebagai unit terkecil kehidupan tetapi keduanya mempunyai struktur
berbeda. Pada makhluk hidup tingkat timggi seperti tumbuhan hijau atau hewan-
hewan vertebrata, sel-sel yang memiliki bentuk dan fungso yang sama akan
berkumpul dan berdiferensiasi fungsi struktur bernama jaringan. Jaringan pada
hewan terdapat jaringan epitel, jaringan penyokong, jaringan otot dan jaringan
saraf. Pada tumbuhan terdiri dari jaingan epidermis, meristem, vaskuler dan
jaringan dasar.

Masing-masing jaringan yang berbeda-beda di dalam tubuh akan berkumpul


dan tertata(terorganisasi) membentuk suatu struktur yang memiliki fungsi khusus,
disebut sebagai organ. Sekelompok organ yang bekerja sama membentuk fungsi

6
khusus bagi organisme yang disebut sistem organ.Segala perkembangan mulai
dari seljaringanorgansistem organ akhirnya akan membentuk satu kesatuan
yang disebut organisme atau individu.

2.4. Struktur Sel

Struktur sel dari yang terluar ke dalam, yaitu :

1. Dinding Sel

Dinding sel merupakan struktur terluar dari sel. Dinding sel berkembang
sejalan dengan perkembangan sel. Pada sel yang relatif muda, dinding sel
bersifat lebih lentur dan tipis sedangkan sel yang sudah tua dinding sel lebih
kaku. Dinding sel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan.

2. Membran sel

Membran sel terdapat pada sel hewan dan tumbuhan. Ketebalan dari
membran sel hnaya 90. Membran sel terdiri dari phospolipid, kolesterol dan
protein.

3. Sitoplasma

Sitoplasma terdapat pada sel hewan dan tumbuhan dan di dalamnya


terdapat enzim, makromlekul, ATP, nukleotida, asam amino dan berbagai
substansi anorganik.

4. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel terdapat pada sel hewan dan tumbuhan yang berfungsi sebagai
pusat aktivitas sel. Selain itu, inti sel berfungsi sebagai pembawa sifat genetik
karena di dalam inti sel terdapat kromosom.

5. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma terdapat pada sel hewan atau tumbuhan. Retikulum


endoplasma merupakan suatu sistem atau jaringan kerja dari membran yang

7
sangat luas di dalam sel dan merupakam jalan keluarnya bahan atau material
sel.

6. Ribosom

Ribosom terdapat pada sel hewan dan tumbuhan dan merupakan organel
terkecil dalam sel. Ribosom dibentuk oleh molekul RNA dan protein.

7. Badan Golgi

Badan golgi terdapat pada sel hewan dan tumbuhan dan merupakan tempat
sintesa polisakarida dan sekresi sel. Pada hewan, badan golgi terdiri dari 1
buah sedangkan pada tumbuhan terdiri dari 100 buah.

8. Lisosom

Lisosom terdapat pada sel hewan maupun sel tumbuhan yang berfungsi
dalam mencerna makanan atau benda asing yang masuk ke dalam sel dan
turut andil dalam pengrusakan organel sel yang telah tua.

9. Mitokondria

Mitokondria terdapat pada sel hewan maupun sel tumbuhan yang


berfungsi dalam proses respirasi yang nantinya akan menghasilkan ATP.

10. Plastid

Plastid merupakan organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Pada
umumnya, plastid memiliki 3 tipe, yaitu :

1. Leukoplas

Leukoplas merupakan tempat merubah gula menjadi tepung,


menimbun lemak dan protein dan leukoplas tidak berwarna.

2. Kromoplas

8
Kromoplas berfungsi mensintesa, menampung dan bertanggung jawab
terhadap kecerahan warna buah, daun dsb.

3. Kloroplas

Kloroplas berperan penting dalam proses fotosintesis.

11. Vakuola

Vakuola terdapat pada sel hewan dan tumbuhan yang terisi oleh air dan
dikelilingi oleh membran tunggal sekaligus berfungsi sebagai penimbun
sukrosa dan bahan-bahan sisa.

12. Sentriol

Sentriol hanya terdapat sel hewan yang berbentuk silinder dan biasanya
berpasangan.

2.5. Transportasi Lintas Membran

Transportasi lintas membran secara umum terbagi 2, yaitu transport lintas


membran makromolekul dan mikromolekul yang masing-masing terbagi lagi dan
tujuan akhir dari transport lintas membran, yaitu homeostatis.

1. Transportasi Lintas Membran Makromolekul

a. Endositosis

Endositosis merupakan mekanisme pengangkutan bahan dari cairan


ekstra sel ke dalam sel dengan cara membungkus bahan tersebut dengan
sebuah kantung.

b. Eksositosis

Eksositosis merupakan mekanisme pengeluaran bahan sel dari dalam


sel ke luar sel dengan cara mengumpulkan bahan sisa dalam kantung
yang akan bergerak ke permukaan sel.

9
2. Transport Lintas Membran Mikromolekul

a. Transport Pasif

Pengangkutan zat (ion atau molekul sederhana)yang mengikuti arah


gradien konsentrasi ,sehingga tidak memerlukan ATP sebagai sumber
energi

1. Difusi

Difusi merupakan perpindahan molekul atau ion akibat gerak acak dari
cairan zat terlarut berkonsentrasi tinggi ke cairan zat terlarut
berkonsentrasi rendah.

2. Osmosis

Osmosis merupakan perpindahan molekul atau ion dari cairan zat pelarut
berkonsentrasi tinggi ke cairan zat pelarut berkonsentrasi rendah. Ada 3
bentuk dari osmosis, yaitu :

a. Hipotonik

Keadaan ini terjadi apabila konsentrasi air di luar sel lebih tinggi
dibanding konsentrasi air di dalam sel.

b. Isotonik

Keadaan ini terjadi apabila konsentrasi air di luar sel sama dengan
konsentrasi air di dalam sel.

c. Hipertonik

Keadaan ini terjadi apabila konsentrasi air di luar sel lebih rendah
dibanding konsentrasi air di dalam sel.

b. Transport Aktif

10
Transport aktif adalah gerakan ion dan molekul yang melawan suatu
perbedaan konsentrasi (gradien konsentrasi). Transport ini disebut aktif
karena sel-sel tersebut harus memerlukan energi untuk transportasi
melawan difusi yang pasif.

2.6. Biologi Molekuler

Biologi molekuler muncul sebagai kelanjutan dua cabang ilmu yang sudah
ada sebelumnya, yaitu genetika dan ilmu biokimia.Para pakar bersepakat bahwa
biologi molecular ditandai dengan penemuan struktur heliksganda DNA oleh
Watson dan Crick pada tahun 1953.Penemuan ini didahului oleh penemuan
penting sebelumnya, antara lain penemuan gen oleh Mendel (1853), pembuktian
bahwa gen terdapat dalam kromosom oleh Morgan dkk (1910-1915), dan akhirnya
penemuan bahwa gen adalah DNA oleh Avery, Mcleoddan McCarty (1944).
Genetika adalah ilmu pewarisan factor keturunan (hereditas).Ilmu genetika ini
meliputi studi tentang apa yang dimaksud dengan gen, bagaimana gen
Dapat membawa informasi genetic, gen direplikasikan dan dilewatkan dari
generasi ke ganerasi, Dan bagaimana gen dapat mengekspresikan informasi di
dalam organisme yang Akan menentukan karakteristik organisme yang
bersangkutan. Informasi genetic di dalam sel disebut genom. Genom sel di
organisasi di Dalam kromosom.Kromosom adalah suatu struktur yang
mengandung DNA, dimana DNA Secara fisik membawa informasi
herediter.Kromosom mengandung gen. Gen adalahsegmen dari DNA
(kecualipadabeberapa virus RNA), dimana gen mengkode protein. DNA adalah
makromolekul yang tersusunatas unit berulang yang disebut nukleotida.Setiap
nukleotida terdiri atas basa nitrogen adenine (A), timin (T), sitosin(cytosine, C),
atau guanine (G); deoksiribosa (suatugula pentose) dan sebuah gugus fosfat. DNA
diDalam sel terdapat sebagai rantai panjang nukleotida yang Berpasangan dan
membeli tmenjadi satu membentuk struktur helix ganda( double helix). Kedua
rantai terkai toleh ikatan hydrogen yang terdapat di antara basa Basa
nitrogennya.Pasangan basa selalu terdapat dalam pola spesifi kyaitu adenine
selalu berpasangan dengan timin, dan sitosin selalu berpasangan dengan

11
guanine.Akibat pasangan basa yang spesifi kini,maka sekuens basa pada satu
rantai menentukan sekuens basa pada rantai pasangannya, sehingga kedua rantai
dikatakan saling komplementer.Informasi genetic dikodeoleh sekuenssekuens
basa disepanjangrantai DNA.Struktur komplementer juga memungkinkan
duplikasipresisi DNA selama proses pembelahan sel.

2.7. Dogma Sentral

Sebagai pembawa informasi genetika, DNA mempunyai dua fungsi utama,


yaitu duplikasi dan meneruskan kode-kode informasi yang dimiliki ke mRNA
pada waktu proses transkripsi sehingga Mrna dapat menerjemahkan informasi
tersebut. Konsep ini merupakan dasar dari Dogma Sentral.

Namun, konsep dogma sentral ini mulai diragukan sejak tahun 1970
setelah RNA pada virus yang dipakai sebagai cetakan sintesa DNA. DNA yang
disintesa adalah komplemen daripada single-stranded RNA virus dapat dibuktikan
lewat eksperimen hibridisasi sehingga didapat RNA-DNA hibrid. Selain itu ada
satu hal lagi yang melemahkan dogma sentral, yaitu RNA pada kejadian-kejadian
tertentu dapat disintesa atas cetakan RNA.

Berbagai temuan-temuan terhadap kelemahan dari teori Crick mengenai


Dogma Sentral, Crick mulai menyempurnakan teori Dogma Sentral seperti
gambar di bawah ini

12
Gambar Konsep Dogma Sentral yang sekarang. Penjelasan-penjelasan : 1, 2, 3
adalah proses-proses yang lazim dijumpai; a= sintesa RNA dengan cetakan RNA
pada virus ; b = kerja DNA-Polimerase yang RNA-dependent; c= reaksi yang
masih perlu penelitian.

1. Replikasi dan Biosintesa DNA

Urutan dalam DNA merupakan suatu kode genetik maka sintesanya dalam
sel menarik banyak perhatian. Sifat-sifat keturunan yang ada diteruskan pada
turunannya melalui cara reolikasi. Enzim yang dibutuhkan dalam pembentukan
DNA disebut DNA-Polimerase. Terdapat 3 macam DNA-Polimerase, yaitu :

a. DNA-Polimerasi I

DNA mempunyai beberapa fungsi, antara lain :

1. Memanjangkan rantai DNA dalam arah 5'3' denga penambahan pada


ujung 3'-hidroksil mononukleotida dari deoksiribonukleosida trifosfat

2. Menghidrolisa rantai DNA dari akhir 3'-hidroksil dalam arah 3'5'


sehungga dihasilkan 5'-monofosfat

13
3. Menghidrolisa rantai DNA dari ujing 5'fosfat atau 5'hidroksil dalam
arah 5'3' sehingga terbentuk 5'-monofosfat

4. Pirofosforilisis rantai DNA dari akhir 3'

5. Menukar fosofat anorganik dengan ujung gugusan pirofosfat dari pada


deoksirinukleosida trifosfat

b. DNA-Polimerasi II

Setelah diketahui bahwa mutant E.Coli, pol A tanpa adanya DNA-Polimerase


I juga dapat mengreplikasi DNA-nya maka Knipper berhasil mengisolasi
enzim tersebut yang disebut DNA-Polimerase II. Inhibitor dari enzim ini
adalah Ara-CTP, yaitu trifosfat dari Ara-C(1--D-arabinofuranosilsitosina)

c. DNA-Polimerase III

Setelah diketahui E.Coli masih mempunyai enzim lain maka muncullah DNA-
Polimerase III yang lebih peka terhadap panas daripada DNA-Polimerase II
dan lebih mudah terinhibisi oleh garam-garam.

2. Transkripsi RNA dan Biosintesa Protein

Mekanisme sintesa protein bakteri dapat diterangkan dengan mempostulat


adanya 3 kategori RNA, yaitu: 1) mRNA yang mempunyai koda-koda genetik
berasal dari DNA dan kemudian berada di-ribosoma, 2) rRNA pada ribosoma,
yang nantinya memberl bentuk pada protein yang dislntesa dan 3) tRNA yang
membawa asamasam amino ke-tempat sintesa protein di ribosom. Pada jasad
tingkat tinggi sebenarnya masih terdapat jenis lain RNA yang tidak termasuk
dalam katagori tersebut. Adapun hingga kini masih beh:m jelas fungsinya.
Mengenai asal usul dan fungsl RNA pada jasad tingkat tinggi ada 2 anggapan,
yaitu: 1) Semua RNA jasad tingkat tinggi ikut serta dalam mekanisme sintesa
protein, 2) Semua RNA pada jasad tingkat tinggi dibuat dengan cetakan DNA inti
sel.

14
a. tRNA

Dalam sel eukariot Burdon dapat menunjukkan adanya prekursor tRNA.


Prekursor ini tidak mempunyai basa-basa yang termetilasi dan ternyata lebih
panjang darl pada mRNA. Struktur tertiernya masih kurang kompak. Proses
pembentukan tRNA terlaksana dengan jalan: 1) pemotongan enzimatis
prekursor sarnpai demensi tRNA, 2) adanya netilasi nukl-eotida oleh enzlma
tRNA-netilasi yang spesifik sehingga ada modifikasi struktur primer. Fungsi
blologi tRNA talah untuk membawa asam-asam amino dari kompleks
enzlma-amlnoasil-adenilat (aa-AMP)E ke-ribosom. Tiap-tiap asam amino
yang akan ikut serta dalam sintesa protein diaktivasi dulu dengan
pertolongan ATP dan enzim aminoasil-tRNA sintetase (E) :
ATP+ aa + E :(aa - AMP)E+PPa
(aa - AMP)E + rRNA tRNA - aa + AMP + E

b. rRNA

Sebagian besar dari RNA dalam sel adalah RNA-ribosom (rRNA). Macam-
macamm RNA dibagi menurut konstanta sedimentasinya ke dalam golongan
28S, 18S, 75 dan 55. Pembuatan rRNA dijalankan di inti dengan cetakan
DNA. Pada sel-sel hewan yang rnenyusun prekursornya adalah RNA 45S
yang ada di dalam nukleolus. Setelah dimetilasi dan mengalami pemecagan
maka terbentuklah 8S dan 28S r-RNA dan RNA lain(43, 44). Fungsi rRNA
adalah diduga bahwa Ia ikut serta dalam pemberian bentuk ruang protein
yang disi-ntesa di ribosom.

c. mRNA

mRNA yang urutan basanya merupakan kode genetlk, memegang peranan


penting dalam sintesa protein di ribosom. Tiap-tiap urutan 3 basa (triplet)
rnerupakan 1 kodon yang dapat mengkode satu asam amino tertentu saja.
Dari 64 triplet yang dapat mengkode asam amino adalah 61. Tiga triplet

15
lainnya (UAA, UAG dan UGA) tidak mengkode asam amino dan terkenal
sebagai nonsense codons. Mereka merupakan kodon isyarat yang
merupakan chain terminating signals.

16
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

1. Sel merupakan unit terkecil yang menyusun makhluk hidup


2. Senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel antara lain: karbohidrat,
protein, lipid dan asam nukleat.
3. Ukuran dari sel sangat bervariasi
4. Bentuk dari sel antara lain : cakram kecil, gelendong, kolumner dan
polihedral
5. Sel berdiferensiasi menjadi jaringan, jaringan terorganisasi menjadi organ
dan kemudian membentuk sistem organ yang akhirnya membentuk
organisme atau indivudu.
6. Sturuktur sel dar luar ke dalam, yaitu dinding sel, membran sel,
sitoplasma, inti sel, retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi,
lisosom, mitokondria, plastid, vakuola, sentriol
7. Transport lintas membran terbagi 2, yaitu transport lintas membran
makromolekul dan transport lintas membran mikromolekul.
8. Transport lintas membran makromolekul terbagi 2, yaitu eksositosis dan
endositosis
9. Transport lintas membran mikromolekul terbagi 2, yaitu transport pasif
dan transport aktif.
10. Transport pasif adalah transport yang tidak memerlukan energi. Contoh
dari transport pasif, yaitu difusi dan osmosis.
11. Transport aktif adalah transport yang melawan gradien konsentrasi
sehingga memerlukan energi.
12. Biologi molekuler adalah ilmu yang memadupadankan cabang ilmu
genetika dan biokimia
13. Dogma sentral merupakan prinsip dasar dari proses genetika.

3.2. Saran

Setelah membaca makalah ini, diharapkan pembaca serta penulis dapat


memahami materi ini lebih dalam lagi, dan ilmu yang diperoleh dapat
diaplikasikan dalam kehidupan nyata

17
DAFTAR PUSTAKA

1. Wijaya A, Suryatin B, Salirawati D.IPA Terpadu.2008. Jakarta: Grasindo

18
2. Yudiarti T, Widiastuti E, Pratikno H.Buku Ajar Biologi.2006. Semarang :
Universitas Diponegoro

3. Soedigdo. Tinjauan Ulang Mengenai Biokomia dan RNA Serta Biosintesa


Protein. 1973. Vol.VII.No.2. Yogyakarta : ITB

4. Wolpert L. The Miracle Of Cells. 2011. Bandung : Canita

19