Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan

PT Multi Phi Beta, merupakan perusahaan jasa konsultansi yang memberikan

jasa layanan konsultansi yang meliputi berbagai bidang baik pada sektor swasta

maupun pemerintah, PT Multi Phi Beta dikelola oleh tenaga-tenaga muda professional

yang mempunyai kepedulian terhadap kemakmuran dan kesejahteraan bangsa secara

keseluruhan. Tujuan utama pendirian PT Multi Phi Beta memberikan yang terbaik

dalam bidang jasa konsultansi baik sektor swasta maupun pemerintah. PT Multi Phi

Beta, mempunyai tenaga-tenaga terbaik di bidangnya masing- masing. Dengan

ditopang oleh teknologi dan penugasan bidang manajemen, merupakan jaminan akan

layanan terbaik. Disamping itu, PT Multi Phi Beta juga membina kerjasama yang

saling menguntungkan baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka

panjang dengan perusahaan-perusahaan konsultan lainnya.

Jasa konsultansi yang dilayani diantaranya meliputi, bidang identifikasi dan

investigasi, Pra Studi Kelayakan, Persiapan Pelaksanaan Proyek, Penilaian dan Studi

Kelayakan, Disain Teknis Rinci, Pengawasan dan Evaluasi, Manajemen,

Pengembangan Kelembagaan, Sistem Informasi Geografis (GIS), Asistensi Teknis,

Transportasi dan lain-lain.

Dengan alasan tersebut diatas PT Multi Phi Beta senantiasa menjamin kepuasan

pemberi pekerjaan yang menggunakan atas semua jasa konsultansi yang ditawarkan.

Selain itu, PT Multi Phi Beta menyadari bahwa dimasa depan tuntutan akan

4
layanan jasa yang berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan meraih tujuan yang

diharapkan.

2.2. Struktur Organisasi Perusahaan

Dalam rangka efisiensi, dan efektifitas dalam melaksanakan segala kegiatan

operasionalnya, disusun struktur organisasi Perusahaan sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI PT. MULTI PHI BETA

Gambar 2.1. Struktur Organisasi Perusahaan

2.3. Geologi Regional Ende

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Ende, Nusa Tenggara Timur yang diterbitkan Pusat

Penelitian dan Pengembangan Geologi pada tahun 1989, formasi batuan yang tersusun di

Kabupaten Ende mempunyai umur yang berkisar dari Miosen Awal sampai Kuarter. Disusun

oleh batuan tertua Formasi Kiro (Tmk), berupa batuan gunungapi dan terdiri dari breksi, lava,

tufa pasiran dan batupasir tufaan bersusunan andesit dan basal. Sedangkan Formasi Tanahau

terdiri dari batuan gunung api yang berupa lava dasit, breksi, tufa, lava riolit dan tufa kaca.

5
Peta Geologi Lokasi Titik Pemboran
Coring di Aegela

Gambar 2.2 Peta Geologi Kab. Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Martua, dkk, 2013)

Menurut N. Suwarna, dkk (1990) geologi di daerah penelitian dan sekitarnya adalah

sebagai berikut :

Formation Kiro (Tmk)

Merupakan batuan tertua yang terdapat di daerah ini, berumur Miosen Awal, terdiri

breksi, warna kelabu tua-kelabu muda, komponen andesit, basal, berukuran 0,5 5 cm,

lava, bersusunan andesit- basal, kelabu muda ~ kehijauan dan kehitaman, porfir, sebagian

terkersikan, terkalsitkan dan terkhloritkan, kekar lapis, sebagian bersisipan breksi, tufa

pasiran dan batupasir tufaan, sisipan warna kelabu, berlapis 25 50 arah jurus

baratlaut-tenggara, tebal satuan sekitar 1000 meter 1500 meter. Batuan ini tersebar

terutama di sekitar Kali Kiro, Desa Walogai, Keli Wumbu, dan Mbotu Mapolo, sebagian

dijumpai dipantai selatan Ende. Formasi ini ditumpangi secara tidak selaras diatasnya oleh

Formasi Nagapanda.

6
Formasi Nangapanda (Tmn)

Terdiri dari batupasir, batu tufa berlapis, dan breksi. batupasir, hijau, halus ~ kasar,

menyudut tanggung membundar, padat, berlapis baik.; Breksi, merupakan breksi

vulkanik, bersifat andesitik-basaltik, dengan ukuran komponen bervariasi dari beberapa cm

hingga 30 cm. Tebal singkapan mencapai 30 cm. Formasi ini membentuk morfologi yang

cukup kasar dengan ketebalan diperkirakan sekitar 2000 meter dan menjemari dengan

Formasi Kiro di bagian timur.

Formasi Tanahau (Tmt)

Lava, breksi. Lava, berkomposisi dasitik, setempat struktur bantal. Breksi terdiri dari

komponen bersifat dasitik dengan semen tufa pasiran terkersikkan dan termineralkan.

Batuan Intrusi

Diorite (Tdi), dasit (Tda), dan andesit (Ta) berumur Miosen Bawah, diorite kuarsa (Tmd)

and granodiorit (Tg) Miosen Tengah. Intrusif sebagai stok, retas dan sill, pada beberapa

tempat dibuktikan dengan sifat sirkular kecil. Batuan intrusi andesit lokal terdapat di pantai

selatan Ende.

Product Volcanik tua (QTv)

Satuan ini adalah produk dari active volcanoes G. Beliling, Tedeng, dan Todo di bagian

barat Flores, di bagian tengah Flores, terutama terdiri dari sisipan breksi, lava dan tuff dengan

dominant andesit ~ basal, umur Pliosen.

Product Volcanik muda (Qhv)

Secara tidak selaras menumpangi satuan yang lebih tua, terutama terdiri dari material

vulkanik yang tidak terkonsolidasi G. Wai Sano sebagai hasil erupsi, terdiri dari lahar, breksi,

lava, bomb, lapilli, tuff, tuff pasiran dan pumice, komposisi andesit-basal berumur Holosen.

7
Endapan Teras pantai (Qct)

Satuan ini secara tidak selaras menumpangi satuan lebih tua, terdiri dari sisipan

konglomerat dan batupasir kasar agak sedikit karbonatan, umur Holosen.

Endapan Aluvial dan endapan pantai (Qa)

Terdiri dari material rombakan sungai karena pengangkatan terdiri dari kerikil, kerakal

dan pasir, terutama terjadi pada sungai besar dekat pantai berupa endapan teras.

2.3. Geologi Daerah Penelitian

Secara regional daerah penelitian memiliki formasi batuan Formation Kiro (Tmk),

Formasi Nangapanda (Tmn), Product Volcanik tua (QTv), dimana pada lokasi penelitian

ditemukan merupakan batuan tertua yang terdapat di daerah ini terdiri breksi, warna kelabu

tua-kelabu muda, komponen andesit, basal, batupasir, batu tufa berlapis, lava dan tuff dengan

dominant andesit ~ basal, umur Pliosen.

2.4. Mineralisasi

Pembentukan endapan pasir besi memiliki perbedaan genesa dibandingkan dengan

mineralisasi logam lainnya. Pembentukan pasir besi adalah merupakan produk dari proses

kimia dan fisika dari batuan yang menengah hingga basa atau dari batuan bersifat andesitik

hingga basaltik. Proses ini dapat dikatakan merupakan gabungan dari proses kimia dan fisika.

Di daerah pantai selatan Kabupaten Ende, endapan pasir pantai di perkirakan berasal

dari akumulasi hasil desintegrasi kimia dan fisika seperti adanya pelarutan, pengahncuran

batuan oleh arus bawah laut, pencucian secara berulang ulang, transportasi dan pengendapan.

Menurut Subandoro dan Pudjowaluyo (1972) di Pulau Flores secara umum terletak pada

busur batuan vulkano-plutonik yang masih aktif mirip dengan Pulau Jawa dimana endapan

8
besi mengandung titan ditemukan sepanjang pantai selatan. Agaknya batuan volkanik Flores

adalah merupakan sumber utama pasir besi pantai yang ada sekarang.

2.5. Topografi dan Morfologi

Wilayah Kabupaten Ende terletak di bagian tengah Pulau Flores dengan batas-batas sebagai

berikut :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Flores pada 122 50 41 BT dan 8 54 17 LS

di Nangaboa atau 122 BT dan 8 54 27 LS di Ngalu Ijukate (Natural Border).

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu pada 12124 27 BT dan 8 54 17

LS di Nangaboa atau 122 BT dan 8 54 27 LS di Ngalu Ijukate (Natural Border).

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sikka dari pantai Utara 121 02 BT dan

8 26 04 LS di Nangambawe ke arah tengah pada 121 55 44 BT dan 843 44 LS

di Hangamanuria ke arah selatan pada 122 BT dan 8 54 27 LS di Ngalu Ijukate

(Artificial Border).

4. Sebelah Barat berbatasan dengan kabupaten Ngada dari pantai Utara pada 121 50

41 dan 826 04 LS di Nanganiohiba ke arah tengah utara pada 121 26 04 BT dan

8 04 17di LS di Wuse ke arah tengah selatan pada 121 24 BT dan 8 42 30 di LS

di Sanggawangarowa menyusur kali Nangamboa ke arah pantai selatan pada 121 24

27 BT dan 8 54 27 LS di Nangamboa (Artificial Border).

Berdasarkan topografi dan morfologinya Kabupaten Ende mempunyai bentuk permukaan

tanah yang relatif bergelombang (rolling), hal ini dapat terlihat dari kondisi yang ada yaitu :

9
1. Bagian Utara merupakan tanah datar yang menyatu dari Pantai Barat Ende ke arah

Paupanda dan daerah perbukitan sekitar Gunung Meja dan Gunung Ia.

2. Bagian barat merupakan tanah bukit yang terjal sampai ke pinggir (pantai) kecuali

sekitar Kota Ende.

3. Pada bagian timur merupakan tanah yang landai membentang sampai ke Sungai

Wolowona

10