Anda di halaman 1dari 8

A.

5 FLORA YANG LANGKA DI INDONESIA

1. Anggrek

Bunga anggrek mempunyai nama latin Orchidaceae, yang merupakan salah satu jenis bunga
dengan spesies terbanyak di Indonesia. Habitat bunga anggrek banyak tersebar didaerah
tropika, namun terdapat juga didaerah sirkumpolar sampai kewilayah tropika basah.

Anggrek merupakan salah satu tumbuhan yang hidup menempel atau menumpang pada
pohon lain, namun anggrek bukan bunga parasit. Mereka mampu hidup mandiri meskipun
menumpang pada pohon lain. Oleh karena itu bunga anggrek banyak dijumpai di dalam hutan
dengan menempel pada pohon-pohon besar maupun dilereng-lereng pegunungan.

2. Bunga Bangkai

Bunga bangkai atau suweg (dalam bahasa lokal untuk jenis vegetatif) dengan bahasa latin
Amorphophallus titanum Becc. Merupakan tumbuhan dari jenis tals-talasan endemik dari
sumatra, yang dikenal dengan bunga majemuk terbesar. Dinamakan bunga bangkai karena
bunag ini mengeluarkan aroma bau busuk, aroma busuk tersebut sebenarkan digunakan untuk
menarik serangga kumbang atau lalat untuk menyerbuki bunganya.
Tumbuhan ini memiliki dua fase kehidupannya yang muncul secara bergantian, yaitu fase
vegetatif dan fase generatif. pada fase vegetatif muncul daun dan batang semu, Selang
beberapa waktu (tahun) organ vegetatifnya akan layu dan umbinya dorman. Dan apabila
cadangan makanan diumbi mencukupi dan lingkungannya mendukung maka bung
amajemuknya akan muncul. Namun bila cadangan makanannya kurang maka akan muncul
kembali daun.

3. Rafflesia Arnoldii

Padma raksasa dalam bahasa latin rafflesia merupakan tumbuhan parasit yang terkenal karena
ukuran bunga yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. bunga ini tumbuh
dijaringan merambat dan tidak memiliki daun sehingga tumbuhan ini tidak mampu
berfotosintetis. Bunga ini pertama kali ditemukan pada tahun 1818 dihutan tropis Bengkulu
(sumatera) didekat sungai Manna,Lubuk tapi, kabupaten Bengkulu Selatan oleh seorang
pemandui dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold dan dinamai berdasarkan
nama Thomas Stamford Rafdles, pemimpin expedisi itu.
Bunga ini terdiri dari 27 spesies dan dari semua spesiesnya ditemukan di Asia tenggara.
Tumbuha ini tidak emmiliki batang, daun atau akar yang sesungguhnya. Rafflesia merupakan
tumbuhan endoparasit pada tumbuhan merambat pada genus Tetratigma, menyebar
haustoriumnya yang mirip akar didalam jaringan tumbuah merambat itu.

Karena tanaman Rafflesia Arnoldii merupakan jenis tanaman yang langka maka Oleh
pemerintah Provinsi bengkulu bunga Rafflesia ditetapkan sebagai lambang provinsi.Dan
emnetapkannya sebagai tanaman yang dilindungi dan harus dilestarikan.

4. Kantong Semar

Kantong semar merupakan tanaman yang unik karena memangsa berbagai serangga
didekatnya yang dalam bahasa latinnya Nepenthes yang termasuk dalam familia monotipik,
terdiri dari 130 spesies. Habitat dengan spesies terbanyak beradah di puau Borneo dan
Sumatera.

Ada umumnya Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong
bawah dan kantong roset. Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, kantong atas
sering digunakan untuk menagkap hewan yang trbang seperti lalat atau nyamuk. Kantong
bawah merupakan kantong yang dihasilakn pada bagian tanaman muda yang biasa tergeletak
diatas tanah, dan memiliki dua sayap yang digunakn untuk membantu bagi serangga tanah
atau semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur kedalam cairan enzim di
dalamnya. sedangkan kantong roset tumbuh pada daun yang berbentuk roset. Namun
terkadang beberapa jenisnya mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran
kantong bawah dan kantong atas.

Tanaman ini memiliki penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi,
karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran
rendah, walau kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi.

5. Daun Payung
Daun payung atau banyak yang mengatakan daun raksasa, daun sang atau salo dengan bahasa
latin (Johannesteijsmannia altifrons) merupakan tumbuhan sejenis palem-paleman yang
mempunyai daun besar dan lebar. Daun payung adalah salah satu tanaman di Indonesia
tepatnya di Sumatera Utara. Tanaman ini dapat ditemukan dekat Taman Nasional Gunung
Leuser.

Daun payung adalah jenis tanaman yang tumbh tunggal. Mempunyai ukuran daun panjang
sekitar 3-6meter denagn lebar 1m. Tanaman ini tidak tahan terhadap paparan sinar matahari
langsung, oleh karena itu tanaman ini sering ditemukan tumbuh diantara pepohonan lebat.
Keberadaan tanaman raksasa ini semakin berkurang karena banyaknya kebakaran hutan
sehingga pohon tempatnya berlindung juga berkurang

B. 5 FAUNA YANG LANGKA DI INDONESIA

1. Komodo

Komodo adalah salah satu jenis mamalia hanya di miliki oleh Indonesia, nama latinnya
Varanus Komodensis. Komodo merupakan spesies kadal terbesar yang ada di dunia ini dan
hanya hidup di Pulau Komodo, Rinca, Gili Montang, Flores dan Nusa Tenggara (Gili
Dasami). Didaerah tersebut nama komodo lebih dikenal oleh masyarakat daerah dengan
sebutan Ora.
Saat ini Komodo menjadi salah satu hewan yang dimasukkan dalam kategori hewan yang
sangat di lindungi karena keberadaan fauna ini sangat rentan terhadap kepunahan. Kelestarian
fauna ini di jaga dengan di dirikannya taman nasional untuk fauna ini yaitu di Taman
Nasional Pulau Komodo yang khusus didirikan untuk mereka.

Fauna spesies kadal raksasa ini ditemukan pada tahun 1910 oleh seorang peneliti dari barat.
Ukuran yang sangat besar dengan panjang rata-rata 2 3 meter membuatnya sangat pantes
disebut sebagai raksasa. Hewan pemakan daging yang gemar memburu mangsa yang lebih
besar darinya ini memiliki gigitan yang beracun sehingga sangat mematikan bagi mangsanya.

2. Orang Utan

Orang utan merupakan satu-satunya spesies kera terbesar di Asia. Janis orang utan yang saat
ini ada di Indonesia yaitu spesies Pongo Pygmaeus dan Pongo Abelii. Kedua spesies ini
hanya hidup di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera.

Populasi orang utan di Indonesia mencapai 90% dan sisanya tersebar di daerah Sabah dan
Serawak Negara Malaysia. Saat ini populasi dari orang utan juga mulai masuk daftar merah
IUCN karena memiliki potensi keterancaman punah. Keadaan ini juga di perkuat dengan
tercantumnya orang utan dalam Lampiran 1 Konvensi Perdagangan Internasional Spesies
Langka Fauna dan flroa Liar (CITES). Oleh karena itu sebaga warga negara Indonesia sangat
patut untuk menjaga kelestariannya.

Tempat tinggal yang nyaman bagi orang utan berada pada ketinggian 500 m di atas
permukaan laut, namun pada beberap studi juga di temukan populasi yang berada pada
pegunungan dengan ketinggian pada 1000 mdpl.

3. Harimau Sumatera

Harimau sumatra Dalam bahasa latin disebut dengan Panthera tigris sumatrae merupakan
spesies harimau asli dari pulau sumatra yang termasuk subspesies harimau yang masih
bertahan hidup hingga saat ini. Ciri dari harimau ini adalah ukuran tubuhnya terkecil
dibandingkan jenis harimau lainnya dengan warna paling gelap di antara semua spesiesnya.

Harimau jantan memiliki panjang tubuh sekitar 92 inci dari kepala sampai ekor dan berat
sekitar 140 kg dengan tinggi 60 cm. Sedangkan pada harimau betina memiliki panjang sekitar
78 inci dan berat sekitar 91 kg.Populasi liar harimau sumatera saat ini hanya tersisa 400-500
ekor dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically
endangered). Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi ini.
Tercatat sekitar 66 ekor harimau sumatra terbunuh antara tahun 1998 2000. Selain karena
pembunuhuan liar harimau sumatra kerap juga di perdagangkan oleh orang orang tidak
betanggung jawab. Perdagangan bagian tubuh harimau di Indonesia saat ini semakin
memprihatinkan. Dari survei Profauna Indonesia yang didukung oleh International Fund fo
Animal Welfare (IFAW) pada bulan juli-oktober 2008, selama 4 bulan tim profauna
mengunjuni 21 kota/lokasi yang ada di sumatra dan jakarta. Dari 21 kota yang dikunjungi, 10
kota diantaranya ditemukan adanya perdagangan bagian tubuh harimau sekitar 48%.

Perdagangan bagian tubuh harimau di Indonesia adalah perbuatan kriminal, karena


melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam
Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan pasal 21 dalam undang-undang nomor 5 tahun 1990
poin (d) bahwa setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki,
kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat
dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke
tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat
dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimum
100 juta.

4. Badak Jawa

Badak jawa atau sering disebut badak bercula satu dalam bahasa latin disebut Rhinoceros
sondaicus adalah anggota famili Rhinocerotidae yang merupakan satu dari lima spesies yang
masih ada sampai saat ini. Badak ini memiliki genus yang sama dengan badak india dan
memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak jawa memiliki panjang sekitar 3
3,2 m dan tinggi sekitat 1,4 1,7m.

Meskipun disebut dengan badak jawa, namun binatang ini tidak terbatas dan hanya
ditemukan di pulau jawa saja. Badak ini pernah menjadi slah satu badak di Asia yang paling
banyak menyebar.Populasi badak saat ini sangat kritis, kemungkinan bdaka jawa termasuk
mamalia terlangka yang ada dibumi. Sekitar 40-50 ekor badak hidup di taman nasional ujung
kulon. Dan tidak lebih dari delapan ekor badak jawa hidup dialam bebas ditaman nasional
Cat Tien, Vietnam. Pemburuan liar dan hilangnya habitat yana aman menjadi faktor
berkurangnya populasi badak jenis ini.

Badak jawa dapat hidup selama 30-50 tahun di alam bebas. Badak ini hidup didaratan rendah,
padang rumput basah dan daerah daratan banjir. Badak jawa lebih kecil daripada sepupunya,
badak india, dan memiliki besar tubuh yang dekat dengan badak hitam. Panjang tubuh badak
Jawa (termasuk kepalanya) dapat lebih dari 3,13,2 m dan mencapai tinggi 1,41,7 m. Badak
dewasa dilaporkan memiliki berat antara 900 dan 2.300 kilogram.

5. Gajah Sumatera

Gajah sumatra merupakan mamalia terbesar di Indonesia, dengan berat mencapai 6 ton
dengan tumbuh setinggi 3,5 meter pada bahu. Gajah sumatera adalah subspesies dari gajah
asia yang hanya berhabitat dipulau sumatera. Gajah jenis ini berpostur tubuh lebih kecil
dibandingkan gajah india. Sebanyak 65% populasinya lenyap akibat ulah manusia dan 30%
akibat dibunuh atau diracuni oleh manusia dari 2000-2700 ekor. Populasinya semakin
menurun dan terancam punah.
Gajah sumatera meyukai habitat hutan dengan daratan rendah. Di masa lalu, ketika habitatnya
belum rusak, gajah mengadakan migrasi luas. Pergerakan ini pada umumnya mengikuti aliran
sungai. Gajah berpindah dari daerah gunung ke dataran rendah pantai selama musim kering
dan naik ke bukit satu kali ketika hujan datang (Van Heurn, 1929; Pieters, 1938 dalam
Satiapillai. 2007).

Gajah sumatera memiliki 5 kuku pada kaki depan dan 4 kuku pada kaki belakang. Gajah
sumatera dewasa dalam sehari membutuhkan makanan sampai 150 kilogram dan air 180
liter/hari.Namun dari jumlah itu, hanya sekitar 40% saja makanan yang diserpa oleh
pencernaannya. Dan sisa nya digunakan untuk melakukan perjalanan hingga 20 km
perharinya. Dengan kondisi hutan yang semakin berkurang akibat pembalakan liar dan
kebakaran hutan, tidak heran jika nafsu makan dan daya jelajah bintang berbelalai ini sering
terjadi konflik dengan manusia.