Anda di halaman 1dari 11

Bayi merupakan manusia yang baru lahir sampai umur 12 bulan, namun

tidak ada batasan yang pasti. Menurut psikologi, bayi adalah periode
perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan.
Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa.
Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan
seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar
sosial.[1] Pada masa ini manusia sangat lucu dan menggemaskan tetapi
juga rentan terhadap kematian. Kematian bayi dibagi menjadi
dua, kematian neonatal (kematian di 27 hari pertama hidup), dan post-
neonatal (setelah 27 hari).
Pemberian makanan dilakukan dengan penetekan atau
dengan susu industri khusus. Bayi memiliki insting menyedot, yang
membuat mereka dapat mengambil susu dari buah dada. Bila sang ibu
tidak bisa menyusuinya, atau tidak mau, formula bayi biasa digunakan di
negara-negara Barat. Di negara lain ada yang menyewa "perawat
basah" (wet nurse) untuk menyusui bayi tersebut.
Bayi tidak mampu mengatur pembuangan kotorannya, oleh karena itu
digunakanlah popok. Popok yang digunakan bayi bisa berupa popok
kain biasa atau popok sekali pakai (diapers). Dewasa ini, popok sekali
pakai menjadi lebih populer penggunaannya dibandingkan popok kain
biasa karena lebih praktis dan tidak terlalu merepotkan. Namun,
masalah baru yang utamanya timbul akibat pemakaian popok sekali
pakai adalah masalah ruam popok. Kulit bayi yang masih sensitif lebih
sering tertutup dan menjadi sulit bernapas sehingga memungkinkan
timbulnya masalah ruam dan iritasi pada kulit bayi. Meskipun masalah
ruam popok merupakan masalah yang biasa terjadi, namun bila
dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang tepat bisa timbul masalah
yang cukup serius seperti peradangan dan infeksi kulit bayi.
[sunting]Faktor-faktor
Penyebab Terjadinya Bayi
Berat Lahir Rendah
Faktor Ibu

Gizi saat hamil yang kurang


Kekurangan gizi selama hamil akan berakibat buruk terhadap janin.
Penentuan status gizi yang baik yaitu dengan mengukur berat badan ibu
sebelum hamil dan kenaikkan berat badan selama hamil. Kekurangan
gizi pada ibu hamil dapat memengaruhi proses pertumbuhan janin dan
dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati,
kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia. Intra
partum (mati dalam kandungan) lahir dengan berat badan rendah
(BBLR). Pertambahan berat badan selama kehamilan rata-rata 0,3-0,5
kg/ minggu. Bila dikaitkan dengan usia kehamilan, kenaikan berat badan
selama hamil muda 5 kg, selanjutnya tiap trimester (II dan III) masing-
masing bertambah 5 kg. Pada akhir kehamilan, pertambahan berat
badan total adalah 9-12 kg. Bila terdapat kenaikan berat badan yang
berlebihan, perlu dipikirkan adanya risiko bengkak, kehamilan kembar,
hidroamnion, atau anak besar.[rujukan?] Indikator lain untuk mengetahui
status gizi ibu hamil adalah dengan mengukur LLA. LLA adalah Lingkar
Lengan Atas. LLA kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kuat untuk
status gizi yang kurang/ buruk. Ibu berisiko untuk melahirkan anak
dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Dengan demikian, bila hal
ini ditemukan sejak awal kehamilan, petugas dapat memotivasi ibu agar
ia lebih memperhatikan kesehatannya (Hidayati, 2009).[rujukan?]

Umur
Berat badan lahir rendah juga berkolerasi dengan usia ibu. Persentase
tertinggi bayi dengan berat badan lahir rendah terdapat pada
kelompok remaja dan wanita berusia lebih dari 40 tahun. Ibu-ibu yang
terlalu muda seringkali secara emosional dan fisik belum matang, selain
pendidikan pada umumnya rendah, ibu yang masih muda masih
tergantung pada orang lain. Kelahiran bayi BBLR lebih tinggi pada ibu-
ibu muda berusia kurang dari 20 tahun. Remaja seringkali melahirkan
bayi dengan berat lebih rendah. Hal ini terjadi karena mereka belum
matur dan mereka belum memiliki sistem transfer plasenta seefisien
wanita dewasa. Pada ibu yang tua meskipun mereka telah
berpengalaman, tetapi kondisi badannya serta kesehatannya sudah
mulai menurun sehingga dapat memengaruhi janin intra uterin dan dapat
menyebabkan kelahiran BBLR. Faktor usia ibu bukanlah faktor utama
kelahiran BBLR, tetapi kelahiran BBLR tampak meningkat
pada wanita yang berusia di luar usia 20 sampai 35 tahun.[rujukan?]

Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat


Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan
janin kurang baik, persalinan lama dan perdarahan pada saat persalinan
karena keadaan rahim belum pulih dengan baik. Ibu yang
melahirkan anak dengan jarak yang sangat berdekatan (di bawah dua
tahun) akan mengalami peningkatan risiko terhadap terjadinya
perdarahan pada trimester III, termasuk karena
alasanplasenta previa, anemia dan ketuban pecah dini serta dapat
melahirkan bayi dengan berat lahir rendah.[rujukan?]

Paritas ibu
Anak lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin
sehingga melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan perdarahan
saat persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah.

Penyakit menahun ibu

Asma bronkiale:
Pengaruh asma pada ibu dan janin sangat tergantung dari sering dan
beratnya serangan, karena ibu dan janin akan kekurangan oksigen (O2)
atau hipoksia. Keadaan hipoksia bila tidak segera diatasi tentu akan
berpengaruh pada janin, dan sering terjadi keguguran, persalinan
premature atau berat janin tidak sesuai dengan usia kehamilan
(gangguan pertumbuhan janin).

Infeksi saluran kemih dengan bakteriuria tanpa gejala


(asimptomatik):
Frekuensi bakteriuria tanpa gejala kira-kira 2 10%, dan dipengaruhi
oleh paritas, ras, sosioekonomi wanita hamil tersebut. Beberapa peneliti
mendapatkan adanya hubungan kejadian bakteriuria dengan
peningkatan kejadian anemia dalam kehamilan, persalinan premature,
gangguan pertumbuhan janin, dan preeklampsia.

Hipertensi:
Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang
terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada
permulaan persalinan, hipertensi dalam kehamilan menjadi penyebab
penting dari kelahiran mati dan kematian neonatal. Ibu dengan
hipertensi akan menyebabkan terjadinya insufisiensi plasenta, hipoksia
sehingga pertumbuhan janin terhambat dan sering terjadi kelahiran
prematur. Hipertensi pada ibu hamil merupakan gejala dini dari pre-
eklamsi, eklampsi dan penyebab gangguan pertumbuhan janin sehingga
menghasilkan berat badan lahir rendah.

Gaya hidup
Konsumsi obat-obatan pada saat hamil: Peningkatan penggunaan obat-
obatan (antara 11% dan 27% wanita hamil, bergantung pada
lokasi geografi) telah mengakibatkan makin tingginya insiden kelahiran
premature, BBLR, defek kongenital, ketidakmampuan belajar, dan gejala
putus obat pada janin (Bobak, 2004). Konsumsi alkohol pada saat hamil:
Penggunaan alkohol selama masa hamil dikaitkan dengan keguguran
(aborsi spontan), retardasi mental, BBLR dan sindrom alkohol janin.

Faktor kehamilan

Komplikasi Hamil

Pre-eklampsia/ Eklampsia:
Pre-eklampsia/ Eklampsia dapat mengakibatkan keterlambatan
pertumbuhan janin dalam kandungan atau IUGR dan kelahiran mati. Hal
ini disebabkan karena Pre-eklampsia/Eklampsia pada ibu akan
menyebabkan perkapuran di daerah plasenta, sedangkan bayi
memperoleh makanan dan oksigen dari plasenta, dengan adanya
perkapuran di daerah plasenta, suplai makanan dan oksigen yang
masuk ke janin berkurang.


Ketuban Pecah Dini
Ketuban dinyatakan pecah sebelum waktunya bila terjadi sebelum
proses persalinan berlangsung. Ketuban Pecah Dini (KPD) disebabkan
oleh karena berkurangnya kekuatan membran yang diakibatkan oleh
adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan serviks. Pada
persalinan normal selaput ketuban biasanya pecah atau dipecahkan
setelah pembukaan lengkap, apabila ketuban pecah dini, merupakan
masalah yang penting dalam obstetri yang berkaitan dengan penyulit
kelahiran prematur dan terjadinya infeksi ibu.

Hidramnion
Hidramnion atau kadang-kadang disebut juga polihidramnion adalah
keadaan di mana banyaknya air ketuban melebihi 2000 cc. Gejala
hidramnion terjadi semata-mata karena faktor mekanik sebagai akibat
penekanan uterus yang besar kepada organ-organ seputarnya.
Hidramnion harus dianggap sebagai kehamilan dengan risiko tinggi
karena dapat membahayakan ibu dan anak.Prognosis anak kurang baik
karena adanya kelainan kongenital, prematuritas, prolaps funikuli dan
lain-lain.

Hamil ganda/Gemeli
Berat badan janin pada kehamilan kembar lebih ringan daripada janin
pada kehamilan tunggal pada umur kehamilan yang sama. Sampai
kehamilan 30 minggu kenaikan berat badan janin kembar sama dengan
janin kehamilan tunggal. Setelah itu, kenaikan berat badan lebih kecil,
mungkin karena regangan yang berlebihan menyebabkan peredaran
darah plasenta mengurang. Berat badan satu janin pada kehamilan
kembar rata-rata 1000 gram lebih ringan daripada janin kehamilan
tunggal. Berat badan bayi yang baru lahir umumnya pada kehamilan
kembar kurang dari 2500 gram. Suatu faktor penting dalam hal ini ialah
kecenderungan terjadinya partus prematurus.

Perdarahan Antepartum
Perdarahan antepartum merupakan perdarahan pada kehamilan diatas
22 minggu hingga mejelang persalinan yaitu sebelum bayi dilahirkan
(Saifuddin, 2002). Komplikasi utama dari perdarahan antepartum adalah
perdarahan yang menyebabkan anemia dan syok yang menyebabkan
keadaan ibu semakin buruk. Keadaan ini yang menyebabkan gangguan
ke plasenta yang mengakibatkananemia pada janin bahkan terjadi syok
intrauterin yang mengakibatkan kematian janin intrauterin (Wiknjosastro,
1999 : 365). Bilajanin dapat diselamatkan, dapat terjadi berat badan lahir
rendah, sindrom gagal napas dan komplikasi asfiksia.

Faktor janin

Cacat Bawaan (kelainan kongenital)


Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur
bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Bayi yang
dilahirkan dengan kelainan kongenital, umumnya akan dilahirkan
sebagai Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau bayi kecil untuk masa
kehamilannya. Bayi Berat Lahir Rendah dengan kelainan kongenital
yang mempunyai berat kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama
kehidupannya [2].


Infeksi Dalam Rahim
Infeksi hepatitis terhadap kehamilan bersumber dari gangguan fungsi
hati dalam mengatur dan mempertahankan metabolisme tubuh,
sehingga aliran nutrisi ke janin dapat terganggu atau berkurang. Oleh
karena itu, pengaruh infeksi hepatitis menyebabkan abortusatau
persalinan prematuritas dan kematian janin dalam rahim. Wanita hamil
dengan infeksi rubella akan berakibat buruk terhadap janin. Infeksi ini
dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah, cacat bawaan dan
kematian janin.[rujukan?]
[sunting]Pranala luar

Dan perawat mempunyai beberapa peranan dalam melaksanakan pekerjaannya. Dan


menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 terdiri dari beberapa peranan.
peranan perawat tersebut adalah :
1. Peran Perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan.Peran ini dapat dilakukan
perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang
dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan
proses keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa
direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat
kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat
perkembangannya.Peranan ini umumnya dilaksanakan oleh para pelaksana
keperawatan, baik itu dari puskesmas sampai dengan tingkat rumah sakit.
2. Peran Perawat sebagai advokat klien.Peran ini dilakukan oleh perawat dalam
membantu klien dan keluarga dalam menginterprestasikan berbagai informasi
dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan
persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga
dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi
hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak
atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima
ganti rugi akibat kelalaian.
3. Peran Perawat sebagai Edukator.Peran ini dilakukan dengan membantu klien
dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan
tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan.Biasanya bila dalam lingkungan rumah sakit
diberikan sewaktu pasien akan pulang sehingga diharapkan pasien dapat
menjalankan pola hidup sehat dan juga menjaga kesehatannya.
4. Peran Perawat sebagai koordinator.Peran ini dilaksanakan dengan
mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim
kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai
dengan kebutuhan klien.Dalam rumah sakit ataupun tempat pelayanan kesehatan
lainnya dijalankan oleh perawat sruktural atau kepala ruangan dan setingkatnya.
5. Peran Perawat sebagai kolaborator.Peran ini dilakukan karena perawat bekerja
melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain
dengan berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan
termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan
selanjutnya.Sehingga perawat tidak bisa menjalankan peranan ini bila tidak
bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang terkait.
6. Peran Perawat sebagai Konsultan.Peran ini sebagai tempat konsultasi terhadap
masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini
dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan
keperawatan yang diberikan.Dan biasanya diberikan oleh para perawat senior
dalam suatu lahan pelayanan perawatan.
7. Peran Perawat sebagai Pembaharuan.Peran ini dilakukan dengan mengadakan
perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan
metode pemberian pelayanan keperawatan.Biasanya dilakukan oleh perawat
dalam level struktural.

Demikian tadi sahabat peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun
1989.
Dan peranan seorang perawat menurut hasil lokakarya keperawatan tahun
1983 terbagi menjadi 4 yaitu :
1. Peran Perawat sebagai Pelaksana Pelayanan Keperawatan.Peran ini dikenal
dengan peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan secara langsung
atau tidak langsung kepada klien sebagai individu, keluarga, dan masyarakat,
dengan metoda pendekatan pemecahan masalah yang disebut proses
keperawatan.Dikenal sebagai perawat pelaksana.
2. Peran Perawat sebagai Pendidik dalam Keperawatan.Sebagai pendidik, perawat
berperan dalam mendidik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat serta
tenaga kesehatan yang berada di bawah tanggung jawabnya. Peran ini berupa
penyuluhan kepada klien, maupun bentuk desiminasi ilmu kepada peserta didik
keperawatan.Biasanya dalam ruang perawat dikenal dengan CI / Clinical
Instruktur.Berperan dalam memberikan pendidikan kepada para mahasiswa
keperawatan yang sedang menjalankan praktek keperawatannya di RS /
Puskesmas.
3. Peran Perawat sebagai Pengelola pelayanan Keperawatan.Dalam hal ini perawat
mempunyai peran dan tanggung jawab dalam mengelola pelayanan maupun
pendidikan keperawatan sesuai dengan manajemen keperawatan dalam kerangka
paradigma keperawatan. Sebagai pengelola, perawat melakukan pemantauan
dan menjamin kualitas asuhan atau pelayanan keperawatan serta
mengorganisasikan dan mengendalikan sistem pelayanan keperawatan. Secara
umum, pengetahuan perawat tentang fungsi, posisi, lingkup kewenangan, dan
tanggung jawab sebagai pelaksana belum maksimal.Dan dilakukan oleh perawat
dalam struktural.
4. Peran Perawat sebagai Peneliti dan Pengembang pelayanan
Keperawatan.Sebagai peneliti dan pengembangan di bidang keperawatan,
perawat diharapkan mampu mengidentifikasi masalah penelitian, menerapkan
prinsip dan metode penelitian, serta memanfaatkan hasil penelitian untuk
meningkatkan mutu asuhan atau pelayanan dan pendidikan keperawatan.
Penelitian di dalam bidang keperawatan berperan dalam mengurangi
kesenjangan penguasaan teknologi di bidang kesehatan, karena temuan
penelitian lebih memungkinkan terjadinya transformasi ilmu pengetahuan dan
teknologi, selain itu penting dalam memperkokoh upaya menetapkan dan
memajukan profesi keperawatan.Biasanya dilakukan oleh para perawat yang
terjun dalam bidang pendidikan / dosen.

Demikian tadi sahabat mengenai beberapa peran perawat.Dan semoga kita para
perawat Indonesia yang tercinta ini dapat menjalankan peranannya dengan sebaik-
baiknnya dalam memberikan pelayanan kesehatan bersama-sama dengan tenaga
kesehatan yang lainnya.Karena dalam menjalankan perannya di bidang pelayanan
kesehatan harus mencakup peran serta tenaga kesehatan yang lainnya.

Read more: http://belajaraskep.blogspot.com/2012/04/peran-seorang-


perawat.html#ixzz2II4UkhmU