Anda di halaman 1dari 21

TUGAS INDIVIDU

LAPORAN PENDAHULUAN
STASE MANAJEMEN KEPERAWATAN
ROLL PLAY KEPALA RUANG DI RUANG KANTHIL
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS

Disusun Oleh :
GUMILANG BAYU SEKTI
1611040091

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai
suatu fenomena yang harus mendapat respons segera dari perawat. Respons dimaksud
terutama yang bersifat dedukatif dengan selalu meningkatkan kemampuan diri dalam hal
belajar lebih banyak tentang konsep pengelolaan pelayanan keperawatan dan langkah-
langkah konkrit dalam pelaksanaannya. Langkah-langkah konkrit tersebut dapat berupa
penataan model pemberian asuhan keperawatan, penataan tenaga keparawatan dan
perbaikan sistem pendokumentasian keperawatan.
Manajemen keperawatan saat ini perlu mendapat perhatian dan prioritas utama
dalam pengembangan keperawatan ke depan. Hal ini sangat berkaitan dengan tuntutan
profesi maupun tuntutan global tentang kualitas pelayanan keperawatan, sehingga
diperlukan pengelolaan secara profesional, khususnya kemampuan profesional
manajerial perawat dalam melaksanakan peran perawat sebagai manajer. Sekarang ini,
sebagaimana kita ketahui bahwa sistem pelayanan kesehatan khususnya sistem
pelayanan keperawatan mengalamin perubahan sangat pesat. Perubahan tersebut selain
karena semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan, juga
sebagai dampak dari situasi politik dan sistem sosial, ekonomi yang sering mengalami
perubahan. Dari ketiga aspek perubahan itu berimplikasi terhadap perubahan sistem
pelayanan keperawatan sekaligus menjadi tantangan bagi tenaga perawat profesional
(Nursalam, 2002).
Manajemen keperawatan harus dapat diaplikasi dalam tatanan pelayanan nyata,
baik di rumah sakit maupun di masyarakat, sehingga perawat perlu memahami konsep
pengelolaan pelayanan keperawatan, terutama tentang penerapan peran perawat manajer.
Konsep yang harus dikuasai adalah konsep perubahan, konsep manajemen keperawatan,
penyusunan perencanaan (rencana strategi) dan langkah-langkah penyelesaian masalah.
Manajemen keperawatan merupakan pelayanan keperawatan professional
dengan pengelolaan sekelompok perawat dengan menggunakan fungsi manajemen
sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan secara optimal kepadaklien,
untukitumanajemenkeperawatanpelumendapatprioritasutamadalampengembangankepera
watan di masadepan.
Pelayanan keperawatan dapat mengikuti cepatnya perubahan yang terjadi pada
sistem pelayanan kesehatan yang berarti juga tetap menjaga dan selalu mengkatkan
kinerja perawat pelaksana dalam memberikan pelayanan keperawatan maka fungsi
manajemen dalam pelayanan keperawatan harus terlaksana dengan baik khususnya yang
berkaiatan dengan supervisi.
Mengimplementasikan ketrampilan manajerial yang harus dimiliki kepala
ruangan sebagai manajer antara lain adalah supervisi pelayanan keperawatan dan
melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan sesuai dengan tanggung jawab dalam
mengatur dan mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan di ruang rawat inap
(Depkes,1999). Sedangkan menurut Kron (1987) dalam melaksanakan supervisi kepala
ruangan harus mempunyai kemampuan sebagai perencana, pengarah, pelatih,
pengamat,penilai. Kron ( 1981), menyatakan juga supervisi sangat diperlukan pada
pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat pelaksana yang belum profesional,
agar unit pelayanan keperawatan menjadi baik. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi
pelayanan keperawatan di Indonesia.
Era globalisasi dan kemajuan ilmu serta teknologi mengakibatkan masyarakat
dengan mudah mengakses sumber informasi. Informasi yang banyak diterima oleh
masyarakat membuat mereka semakin kritis dalam menggunakan jasa pelayanan.
Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas merupakan masukan bagi
pemberi pelayanan yang harus direspon bila ingin tetap bertahan. Bersamaan dengan hal
tersebut di atas, kebijakan pasar bebas menciptakan iklim kompetisi terhadap pelayanan
kesehatan yang diadakan Rumah sakit baru dengan berorientasi pada kepuasan klien
yang menjadi tujuan penggunaan jasa pelayanan Rumah sakit (Dep.Kes, 2000).
Rumah sakit merupakan subsistem pelayanan kesehatan yang mempunyai fungsi
penyediaan pelayanan kesehatan yang paripurna sekaligus sebagai pusat latihan bagi
tenaga kesehatandan pusat penelitian. Rumah sakit sebagai organisasi sistem terbuka
pada hakekatnya akan terkena imbasan dari perubahan supra sistem yang lebih besar.
Imbasan tersebut berdampak pada keinginan Rumah sakit untuk memenangkan
persaingan melalui pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan
klien.Pelayanan yang berkualitas merupakan jaminan rasa aman dan nyaman bagi klien.
Kualitas pelayanan kesehatan yang dihasilkan oleh Rumah sakit sangat dipengaruhi oleh
kinerja pemberi pelayanan kesehatan. Kinerja pemberi pelayanan kesehatan khususnya
perawat pelaksana dapat dipengaruhi oleh supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan
(Schmele, 1996). Menurut Ilyas (1996),bahwa supervisi yang baik 2dan terencana dapat
meningkatkan kinerja personel. Dalam sebuah proses supervisi dari kepala ruangan
terhadap perawat pelaksana akan terjadi bimbingan, pengarahan, perbaikan dan umpan
balik, sehingga melalui supervisi dapat meningkatkan kinerja perawat.
Sejalan dengan teori Hezberg dalam Siagian (1999), bahwa kepuasan personel
(perawat) dapat dipengaruhi oleh supervisi. Lebih jauh Bitel (1995),mengatakan bahwa
kompetensi supervisi kepala ruangan (entrepreneurial, intelektual, emosi dan
interpersonal). Dapat mempengaruhi kepuasan kerja perawat. Hasil penelitian Refilita
(2001),didapatkan hubungan yang signifikan antara supervisi kepala ruangan dengan
kinerja perawat. Sari (1998), juga menemukan ada perbedaan kinerja perawat secara
signifikan antara perawat yang disupervisi dengan baik dengan perawat yang disupervisi
kurang baik. Teori dan hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa supervisi yang
dilakukan oleh kepala ruangan berhubungan dengan kepuasan kerja perawat yang
selanjutnya mempengaruhi kinerja perawat.
Kepuasan kerja perawat pelaksana terhadap supervisi kepala ruangan dapat
meningkatkan motivasi untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik sehingga tercapai
kualitas pelayanan keperawatan (Hasibuan, 1996). Bitel (1995), mengemukakan bahwa
kualitas supervisi dapat dipengaruhi oleh kompetensi kepala ruangan dalam melakukan
supervisi. Berdasarkan uraian di atas maka kompetensi supervisi kepala ruangan
mempunyai peran strategis dalam menghasilkan kualitas pelayanan kesehatan.

B. Tujuan Menjadi Kepala Ruang Keperawatan


Mengimplementasikan tugas Kepala Ruang sebagai perencana, pengorganisasian,
penggerakan atau penggarahan, dan pengawasan di Ruang Rawat Inap Kanthil.

C. Visi Dan Misi Ruang Rawat Inap Kanthil


a. Visi Ruang Kanthil
Menjadi Ruang Model Pelayanan Keperawatan yang bermutu tinggi, seimbang dan
komprehensif
b. Misi Ruang Kanthil
a. Menyelenggarakan asuhan keperawatan dan pelayanan yang bermutu tinggi dengan dilandasi
sentuhan manusiawi dan terjangkau bagi masyarakat
b. Menyelenggarakan asuhan keperawatan dan pelayanan yang senantiasa mengacu pada
standar pelayanan yang sudah ditetapkan
c. Mengembangkan profesionalisme SDM Ruang Kanthil secara berkesinambungan dan
terintegrasi
d. Meningkatkan kesejahteraan karyawan Ruang Kanthil.

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Aspek Manajemen Kepala Ruang (Sesuaikan dgn tugas di ruang Kanthil)


1. Pengertian
Kepala ruang adalah seorang tenaga keperawatan professional yang diberikan
tanggung jawab serta kewenangan dalam mengelola/mengatur kegiatan pelayanan
keperawatan di ruang rawat (Depkes, 2000).
2. Persyaratan Kepala Ruang
Berdasarkan Depkes (2000), syarat menjadi kepala ruang yaitu: pendidikan
minimal Ahli Madya Keperawatan/Kebidanan, pernah mengikuti kursus/pelatihan
manajemen pelayanan keperawatan ruang atau bangsal, memiliki pengalaman kerja
sebagai perawat pelaksana 3-5 tahun, serta sehat jasmani dan rohani.
Persyaratan sebagai kepala ruang memberikan gambaran kepada kita bahwa
jabatan kepala ruang diberikan bukan berdasarkan kesenioran tetapi lebih pada
kemampuan seseorang dalam mencapai tujuan melalui orang lain.
3. Tanggung Jawab Kepala Ruang
Kepala ruang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada
instansi perawat/ kepala instansi terhadap hal-hal seperti kebenaran dan ketepatan
rencana kebutuhan tenaga keperawatan dan program pengembangan pelayanan
keperawatan, menilai kinerja tenaga keperawatan secara objektif dan benar,
melakukan orientasi bagi perawat baru, memastikan kebenaran dan ketepatan
protap/SOP pelayanan serta laporan berkala pelaksanaan pelayanan keperawatan,
kebenaran dan ketepatan kebutuhan dan penggunaan alat, kebenaran dan ketepatan
pelaksanaan program bimbingan siswa/mahasisa mahasiswa institusi pendidikan
keperawatan (Depkes, 2000).
4. Wewenang Kepala Ruang
Dalam menjalankan tugasnya, kepala ruang mempunyai wewenang sebagai
berikut: meminta informasi dan pengarahan kepada atsan, member petunjuk dan
bimbingan pelaksanaan tugas staf keperawatan, mengawasi, mengendalikan dan
menilai pendayagunaan tenaga keperawatan, peralatan dan mutu asuhan keperawatan
di ruang rawat, menanda tangani surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi
wewenang kepala ruang, menghadiri rapat berkala dengan kepala instansi/kasi/kepala
rumah sakit untuk kelancaran pelaksanaan pelayanan keperawatan (Depkes, 2000).
5. Uraian Tugas Kepala Ruang
Berdasarkan Peraturan RSUD Banyumas (2015), uraian tugas kepala ruang di Ruang
Kanthil adalah:
Tugas Pokok
Memberikan asuhan keperawatan pada pasien di ruang rawat yang menjadi tanggung
jawabnya sejak pasien masuk untuk rawat inap dengan aman sesuai standar
keselamatan pasien di rumah sakit.
B. Peran Kepala Ruang Dalam Metode Tim
Tahapan peran kepala ruang, meliputi:
1. Pengkajian: mengidentifikasi masalah terkait fungsi manajamen.
2. Perencanaan:
Fungsi perencanaan dan fungsi ketenagaan
a. Menunjuk ketua tim.
b. Mengikuti serah terima klien.
c. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan.
d. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan
kebutuhan klien.
e. Merencanakan strategi pelaksanaan keeperawatan.
f. Merencanakan lgistik ruangan/fasilitas ruangan.
g. Melakukan pendokumentasian.
3. Implementasi :
Fungsi pengorganisasian, meliputi:
a. Merumuskan sistem penugasan.
b. Menjelaskan rincian tugas ketua tim.
c. Menjelaskan rentang kendali di ruang rawat.
d. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan di ruang rawat.
e. Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan/fasilitas ruangan.
f. Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktik.
g. Mendelegasikan tugas kepada ketua tim.
Fungsi pengarahan:
a. Memberikan pengarahan kepada ketua tim.
b. Memberikan motivasi dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan
sikap anggota tim.
c. Memberi pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik.
d. Membimbing bawahan.
e. Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim.
f. Melakukan supervisi.
g. Memberikan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan
keperawatan di ruangan.
h. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.
4. Evaluasi
Fungsi pengendalian, meliputi:
a. Mengevaluasi kinerja ketua tim.
b. Memberikan umpan balik pada kinserja ketua tim.
c. Mengatasi masalah di ruang rawat dan menetapkan tidak lanjut.
d. Memperhatikan aspek legal dan etik keperawatan.
e. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.
BAB III

RENCANA IMPLEMENTASI

A. Tugas Dan Tanggung Jawab Kepala Ruang


Tugas Pokok
Memberikan asuhan keperawatan pada pasien di ruang rawat yang menjadi tanggung
jawabnya sejak pasien masuk untuk rawat inap dengan aman sesuai standar keselamatan
pasien di rumah sakit.
Uraian Tugas Umum:
1) Menerangkan kepada pasien dan keluarga mengenai peraturan yang berlaku
dirumah sakit atau unit, keadaan pasien pada situasi tertentu
2) Mengusahakan dan memelihara hubungan kerja yang harmonis dan berdaya guna
antara perawat dengan perawat, perawat dengan dokter atau petugas lain, pasien
dan keluarga.
3) Mengatur dan mengendalikan kegiatan keperawatan atau pegawai lain atau siswa
dalam kegiatan pelayanan keperawatan
4) Mengatur dan mengawasi pelaksanaan pelayanan rumah sakit yang berlaku di
unit keperawatan
5) Mengenal jenis dan penggunaan barang, serta mengusahakan pengadaan sesuai
kebutuhan di unit perawatannya agar tercapai pelayanan perawatan yang optimal
6) Merencanakan, melaksanakan dan menilai pelayanan perawatan sesuai dengan
kebutuhan pasien berdasarkan proses keperwatan
7) Mengklarifikasi pasien menurut tingkat kegawatan atau infeksi dan non infeksi
untuk memudahkan cara merawatnya.
8) Mengawasi dan meneliti pelaksanaan pemberian obat, makanan atau diit dengan
perhatian khusus terhadap pasien yang perlu di bantu.
9) Mengawasi dan meneliti pencatatan medik dan catatan perawatan pasien
10) Membimbing tenaga keperawatan dalam melaksanakan teknik perawatan
11) Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat untuk megetahui
keluhan atau masalah yang di hadapi
12) Memelihara dan meningkatkan sistem pencatatan dan pelaporan secara teratur
dan berkesinambungan tentang keadaan pasien untuk kepentingan perawatan
13) Mengisi buku catatan pribadi dan menandatangani buku catatan dari pelaksana
perawatan di unitnya
14) Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarganya sesuai dengan
penyakitnya.
15) Mengadakan penilain pelayanan perawatan dan petugas lainnya secara merata
dan seefektif mungkin
16) Menyusun jadwal dinas dari perawatan dan petugas lainnya secara merata dan
seefektif mungkin
17) Membantu mengawasi dan membimbing siswa atau mahasiswa perawat untuk
mendapatkan pengalaman beajar di unitnya
18) Menjaga rahasia yang menyangkut penyakit dan keadaan pasien di unitnya sesuai
sumpah jabatan
19) Menjaga terpeliharanya kebersihan, kerapihan dan keindahan di unitnya serta
lingkungan.
20) Menjaga perasaan nyaman bagi pasien dan petugas selama melaksanakan
kegiatan perawatan
21) Mengadakan rapat berkala dengan pelaksana perawatan dan petugas lainnya
druang perawatan.
22) Mengusahakan kesejahteraan dan keselamatan kerja petugas.
23) Memberikan orientasi kepada tenaga perawat baru.
24) Menyusun kebijakan operasioanl yang diperlukan di unit.
25) Menyusun rencana operasional unit
26) Menyelenggarakan administrasi umum dan ketatausahaan serta logistik unit
sesuai peraturan yang berlaku
27) Menyusun rencana pengembangan unit
28) Menyusun rencana kegiatan pemberdayaan SDM dahlia dalam rangka
peningkatan SDM
29) Melaksanakan tugas pelimpahan dari kepala instalasi
Uraian Tugas Khusus/spesifik
a. Melakukan kompetensi dasar perawat
b. Melakukan kompetensi inti PK III di Keperawatan Anak.

B. Kebutuhan Jumlah Perawat


Menurut Douglas (1992) pada suatu layanan profesional jumlah tenaga yang
dibutuhkan bergantung pada jumlah pasien dan derajat ketergantungan pasien terhadap
keperawatan yaitu minimal, partial dan total.
Tingkat kebutuhan pasien hari Sabtu, 22 April 2017
KLASIFIKASI KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT
PASIEN PAGI SORE MALAM
Minimal Care 0,17x 0 = 0 0,14x 0 = 0 0,07x = 0
Intermediet care 0,27x3 = 0,81 0,15x 3= 0,45 0,10x 3 = 0,3
Total care 0,36x 0 = 0 0,30x 0 = 0 0,20x 0 = 0
Jumlah 0,81 0,45 0,3
Dengan jumlah pasien 3 orang maka perhitungan tenaga adalah :
0,81+0,45 + 0,3 = 1,56 di bulatkan menjadi 2 orang perawat ditambah kepala ruang
menjadi 3 orang perawat.
C. SDM di ruang Kanthil
Jumlah SDM di Ruang Kanthil pada hari Sabtu, 22 April 2017 sebanyak 3 orang
perawat (1 sebagai Karu dan katim 1, 2 sebagai PA), 1 orang Administrasi serta
mahasiswa praktek sebanyak 8 orang .

D. Pembagian Tim
Jumlah pasien pada hari Sabtu, 22 April 2017 sebanyak 15 pasien. Dibagi menjadi 2
Tim yaitu Tim 1 dan Tim 2 :
Tim 1 : Ketua Tim : Djuwariyahi, S.Kep., Ners
Anggota Tim : 1. Siti Rohmah,Amk
2. Siti Rohimah,Amk
3. Septiana Candra,Amk
4. Judi,S.Kep.,Ns

Tim 2 : Ketua Tim : 2 Kusriati,Amk


Anggota Tim: 1. Kukuh Amk
2. Anggit, Amk
3. Lina B, Amk
4. Ita A, Amk
5. Dian Eko, Amk
6. Citra Riski, Amk
7. Yuanis, Amk
8. Uli Alfi, Amk

Anggota Tim :
1. Maya Mulyana
2. Muhamad Lukman Azizi

E. Penggerakan/ Pengarahan
Dari hasil observasi wawancara mengenai penggerakan dan pelaksanaan di Ruang
Kanthil. Kepala Ruang telah melaksanakan tugasnya dalam pengarahan dan pelaksanaan.
Kepala Ruang memberikan arahan, komando dan bimbingan kepada seluruh staf. Ada
pula bentuk pengarahan rutin yang ada diruang Kanthil adalah sebagai berikut :
1) Meeting Morning
a) Salam
b) Membaca doa
c) Membacakan hasil apel pagi.
2) Serah terima tugas jaga
a) Karu/Pj sift membuka acara dengan salam (dilakukan setelah meeting moorning
dipimpin oleh Karu, jika pagi)
b) Pj sift yang mengoperkan/menyampaikan:
(1) Kondisi/keadaan pasien: Diagnosa medis, keluhan, dan program-program
yang belum dilaksanakan.
(2) Tindak lanjut untuk sift berikutnya.
c) Perawat sift berikutnya mengklarifikasi penjelasan yang sudah disampaiakan.
d) Karu/Pj sift memimpin doa bersama dan menutup acara.
e) Kemudian dilanjutkan dengan operan keliling ruangan.
3) Pre Confrence
a) Katim/Pj Tim membuka acara
b) Katim/Pj Tim menanyakan rencana harian masing-masing perawat pelaksana.
c) Katim/Pj Tim memberikan masukan dan tindak lanjut terkait dengan asuhan yang
diberikan saat itu.
d) Katim/Pj Tim memberikan Reinforcement
e) Katim/Pj Tim menutup acara.
4) Post Confrence
a) Katim/Pj Tim membuka acara
b) Katim/Pj Tim menanyakan hasil asuhan masing-masing pasien
c) Katim/Pj Tim menanyakan kendala dalam asuhan yang telah diberikan.
d) Katim/Pj Tim menanyakan tindak lanjut asuhan pasien yang harus dioperasikan
kepada perawat sift berikutnya.
e) Katim/Pj Tim menutup acara
5) Pelaksanaan informasi tentang Orientasi pasien baru.
Orientasi pasien baru merupakan proses interaksi dengan pasien, kelurga dan
petugas lain dalam kegiatan serah terima pasien baru yang baru masuk diruang
perawatan. Evaluasi proses pelayanan keperawatan di Ruang Dahlia sebenarnya
sudah sesuai prosedur dan form yang tersedia, akan tetapi belum optimal. Hanya
disampaikan secara garis besarnya saja. Informasi yang lengkap yang seharusnya
disampaikan meliputi:
a) Orientasi ruangan
b) Hak-hak dan kewajiban pasien
c) Tim yang memberikan perawatan/pengobatan/dokter
d) Informasi tentang catatan perkembangan kondisi pasien dan rencana asuhan
keperawatan
e) Informasi tentang waktu konsultasi
f) Informasi tentang persiapan pasien pulang (discharge planning)
g) Peraturan ruangan
h) Administrasi
i) Petugas yang dapat dihubungi apabila perawat jaga tidak ada
j) Pasien atau keluarga telah memahami penjelasan yang diberikan.

F. Pengawasan
Kepala Ruang sebagai pengontrol secara langsung dan tidak langsung, penanggung
jawab pelayanan diruang dilakukan langsung oleh Kepala Ruang dan pada kondisi
tertentu Katim dapat mengambil alih tugas dari Kepala Ruang untuk fungsi pengawasan
bila Kepala Ruang berhalangan melaksanakan tugas, misalnya rapat dinas. Pengawasan
secara tidak langsung dengan mendengarkan masukan dan laporan perawat pelaksana
atau petugas non medis. Pengendalian dilakukan dengan pembinaan segera setelah
adanya masalah atau disampaiakan pada pertemuan rutin, selain dilakukan pembinaan
juga dilakukan arahan dan teguran bila ada kesalahan pada perawat.
Dalam proses manajemen pengendalian didalam ruangan diharapkan dengan
menggunakan 3 macam model pengawasan, yaitu :
1) Pengendalian pendahuluan (berfokus pada pencegahan masalah).
2) Current control/ (berfokus pada pengawasan dan pengontrolan pada masalah yang ada
ketika masalah terjadi).
3) Feed Back (diberikan ketika telah selesai pengawasan saat kerja untuk memberikan
solusi).

G. Pasien Kelolaan
Pasien TIM 1
Sabtu , 22 April 2017
NO. IDENTITAS PASIEN KM KETERANGAN
R
1. Nama Pasien : An.S C1 Dx. Medis: Typoid
No. RM : 810640

2. Nama Pasien : An. G C2 Dx. Medis: Bronchiolitis infeksi sekunder


No. RM : 810504

3. Nama Pasien : An.N C3 Dx. Medis: Enchepalitis, KD


No. RM : 810731

4. Nama Pasien : An. N C4 Dx. Medis: Enchepalopati, hepatitis


No. RM : 810651
5. Nama Pasien : An. Z C6 Dx. Medis: Enchepalitis
No. RM : 809549

6. Nama Pasien : An. I B3 Dx. Medis: GNA


No. RM : 809966

7. Nama Pasien : An. T C5 Dx. Medis: Bronchiolitis


No. RM :
H. Struktur Organisas

Kepala ruang

Ns. Erma Dwi Kristiyastanti, S.Kep

Gumilang Bayu Sekti,S.Kep

Ketua TIM I
Ketua TIM 2
Djuwariyah, S.Kep, Ns Fitria Rakhmawati,S.Kep

Kusriyati, Amk

PERAWAT PERAWAT
PELAKSANA I : PELAKSANA II :
SITI ROKHAMAH, AMK ITA A , AMK
SITI ROKHIMAH, AMK LINA BUDIARTI, AMK
KUKUH, AMK
JUDI, S.KEP, NS
Rusti RIA K, AMK
SEPTINA C, S.KEP
DIAN EKO, AMK
ANGGIT, AMK
ULI ALFI, AMK
YUANIS, AMD.KEP
Fitria Rahmawati, S.kep

Ummy Apita N, S.kep


I. RENCANA IMPLEMENTASI

Hari/Tanggal/Jam Kegiatan Keterangan


Sabtu, 22 April 2017 Planning

07.15 - 07.30 WIB Apel pagi


07.30-07.45 WIB Memimpin jalannya meeting morning yang
meliputi:
Salam
Membaca doa
Membacakan hasil apel pagi
Memberikan kesempatan kepada perawat
lain untuk menyampaikan pendapatnya.
PJ Sift mengoperkan / menyampaikan
kondisi/keadaan pasien: Diagnosa medis,
keluhan, dan program-program yang
belum dilaksanakan. Tindak lanjut untuk
sift berikutnya.
Perawat sift berikutnya mengklarifikasi
penjelasan yang sudah disampaiakan.
Karu/Pj sift memimpin doa bersama dan
menutup acara.
07.45 08.00 WIB Keliling ke pasien untuk cek kondisi pasien
08.00 08.30 WIB Memantau jalannya pre confrence dan pembagian
beban kerja
08.30 09.00 WIB Mengatur dan mengendalikan kegiatan
keperawatan kepada anggota tim
09.00 10.00 WIB Mengawasi pelaksanaan pemberian pelayanan
kesehatan
10.00 11.00 WIB Melakukan supervisi
11.00 12.30 WIB Mengenal/mengetahui kondisi pasien dan dapat
menilai tingkat kebutuhan pasien
12.30 13.30 WIB Melakukan evaluasi
13.30 14.00 WIB Memantau jalannya post confrence
14.00 14.15 WIB Memantau jalannya operan jaga dengan jaga sore

BAB IV
LAPORAN PELAKSANAAN

A. Pelaksanaan Kegiatan
1. Memimpin jalannya meeting morning
2. Mengucapkan Salam assalamualaikumwr.wb
3. Membaca doa untuk melaksanakan kegiatan
4. Membacakan hasil apel pagi
5. Memberikan kesempatan kepada perawat lain untuk menyampaikan pendapatnya.
6. PJ Sift mengoperkan / menyampaikan kondisi/keadaan pasien: Diagnosa medis, keluhan,

dan program-program yang belum dilaksanakan. Tindak lanjut untuk sift berikutnya.
7. Perawat sift berikutnya mengklarifikasi penjelasan yang sudah disampaiakan.
8. Karu/Pj sift memimpin doa bersama dan menutup acara.
B. Program Pelaksanaan
Pada hari ini Sabtu 22 April 2017, saya melaksanakan tugas sebagai Kepala Ruang

dengan struktur organisasi sebagi berikut:

Kepala Ruang : Gumilang Bayu Sekti, S.Kep


Erma Dwi Kristiastanti, S.Kep., Ns.
Ketua Tim 1. : Djuwariyah,Amk.
Anggota :

1. Siti Rohmah,Amk
2. Siti Rohimah,Amk
3. Septiana Candra,Amk
4. Judi,S.Kep.,Ns

Ketua Tim 2 : Kusriyati, S.Kep., Ners


Anggota :
1. Ita,A. Amk
2. Lina Budiarti,Amk
3. Kukuh,Amk
4. Citra Rizki,Amk
5. Dian Eko,Amk
6. Anggit, Amk
7. Uli Alfi, Amk
8. Yuanis, Amk

Perawat Pelaksana 1 : Kukuh, Amk


Perawat Pelaksana 2 : Anggit, Amk

Tugas dan tanggung jawab saya sebagai Kepala Ruang sudah saya laksanakan dengan

baik dan lancar tanpa ada halangan suatu apapun. Adapun agenda yang sudah saya

laksanankan, yaitu pada tabel sebagai berikut:


Hari/Tanggal/Jam Kegiatan Keterangan
Sabtu, 22 April 2017 Planning

07.15 - 07.30 WIB Apel pagi V


07.30-07.45 WIB Memimpin jalannya meeting morning yang V
meliputi:
V
Salam
V
Membaca doa V
Membacakan hasil apel pagi V
Memberikan kesempatan kepada perawat
lain untuk menyampaikan pendapatnya. V
PJ Sift mengoperkan / menyampaikan
kondisi/keadaan pasien: Diagnosa medis,
keluhan, dan program-program yang
belum dilaksanakan. Tindak lanjut untuk V
sift berikutnya.
Perawat sift berikutnya mengklarifikasi V
penjelasan yang sudah disampaiakan.
Karu/Pj sift memimpin doa bersama dan
menutup acara.
07.45 08.00 WIB Keliling ke pasien untuk cek kondisi pasien V
08.00 08.30 WIB Memantau jalannya pre confrence dan pembagian V
beban kerja
08.30 09.00 WIB Mengatur dan mengendalikan kegiatan V
keperawatan kepada anggota tim
09.00 10.00 WIB Mengawasi pelaksanaan pemberian pelayanan V
kesehatan
10.00 11.00 WIB Melakukan supervisi V
11.00 12.30 WIB Mengenal/mengetahui kondisi pasien dan dapat V
menilai tingkat kebutuhan pasien
12.30 13.30 WIB Melakukan evaluasi V
13.30 14.00 WIB Memantau jalannya post confrence V
14.00 14.15 WIB Memantau jalannya operan jaga dengan jaga sore V

Keterangan:
: Sudah dilaksanakan dengan baik

C. Evaluasi Kinerja Dan Kegiatan

1. Kinerja

Ka.Tim I : Melaksanakan perannya dengan baik.

Ka.Tim II : Melaksanakan perannya dengan baik.

PA I : Melaksanakan perannya dengan baik.


PA II : Melaksanakan perannya dengan baik.

2. Kegiatan

a. Proses timbang terima berjalan dengan baik.

Ka.Tim dan PA melaksanakan masukan dari Ka.Ru pada saat supervisi.

b. Proses post conference berjalan dengan baik tentang rencana Ka.Tim I dan Ka.Tim

II terhadap pasien kelolaannya dan PA melaksanakannya dengan baik tentang

rencana yang telah dibuat oleh Ka.Timnya.

Banyumas, Sabtu 22 April 2017

Kepala Ruang

Gumilang Bayu Sekti, S. Kep


NIM.1611040091

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Ada 4 tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh seorang Kepala Ruang,

antara lain:
1. Perencanaan
Fungsi perencanaan, meliputi:
a. Menunjuk ketua tim.
b. Mengikuti serah terima klien.
c. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan.
d. Mengidentifikasi jumlah perawat yang dibutuhkan berdasarkan aktifitas dan

kebutuhan klien.
e. Merencanakan strategi pelaksanaan keeperawatan.
f. Merencanakan lgistik ruangan/failitas ruangan.
g. Melakukan pendokumentasian.
2. Pengorganisasian

Fungsi pengorganisasian, meliputi:


a. Merumuskan sistem penugasan.
b. Menjelaskan rincian tugas ketua tim.
c. Menjelaskan rentang kendali di ruang rawat.
d. Mengatur dan mengendalikan tenaga keperawatan diruang rawat.
e. Mengatur dan mengendalikan logistik ruangan/fasilitas ruangan.
f. Mengatur dan mengendalikan situasi lahan praktik.
g. Mendelegasikan tugas kepada ketua tim.

3. Penggerakan/pengarahan

Fungsi pengarahan:

a. Memberikan pengarahan kepada ketua tim.


b. Memberikan motivasi dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap

anggota tim.
c. Memberi pujian kepada anggota tim yang melaksanakan tugas dengan baik.
d. Membimbing bawahan.
e. Meningkatkan kolaborasi dengan anggota tim.
f. Melakukan supervisi.
g. Memberikan informasi tentang hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan

keperawatan diruangan.
h. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.
4. Pengawasan

Fungsi pengawasan, meliputi:

a. Mengevaluasi kinerja ketua tim.


b. Memberikan umpan balik pada kinserja ketua tim.
c. Mengatasi masalah di ruang rawat dan menetapkan tidak lanjut.
d. Memperhatikan aspek legal dan etik keperawatan.
e. Melakukan pelaporan dan pendokumentasian.

B. Saran
1. Kepala Ruang

Sebaiknya Kepala Ruang bisa lebih mengkondisikan anggotanya lagi apa bila saat

dalam forum meeting morning, masih terdapat anggota perawat yang masih

berdiskusi sendiri, agar pada nantiny apesan yang disampaikan dapat tersalurkan

dengan baik dan meeting berjalan dengan seksama.


2. Perawat dan Mahasiswa

Perawat ataupun Mahasiswa bisa lebih focus memperhatikan pesan-pesan yang

disampaikan oleh Kepala Ruang.

DAFTAR PUSTAKA

Huber. (2006). Leadhership and nursing care management. (3 rd. Ed). USA: Elsevier.
Kozier, Erb, Berman, Synder. (2010). Buku ajar fundamental keperawatan konsep, proses
& praktik. Jakarta: EGC.
Kuncoro, Agus. (2010). Buku ajar menegement keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Nursalam. (2002). Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta: Salemba Medika.
Sitorus, Ratna. (2006). Model praktik keperawatan professional dari rumah sakit: penataan
struktur dan proses (system pemberian keperawatan di ruang rawat.
Jakarta:EGC.
Swanbrug, Russel C. (2000). Pengantar kepemimpinan dan keperawatan. Alih Bahasa:
Suharyati. Jakarta: EGC.