Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENYIMPANGAN SOSIAL DI SEKOLAH

Di Susun Oleh :

Nama : Adena Aprilia Latupono

Kelas :X8

Tugas : Sosiologi

SMA NEGERI 3 MASOHI


TAHUN AJARAN
2016/2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Alhamdulillahirrabil alamin, Segala puji dan syukur kehadirat Allah Swt. yang masih
memberikan karunia beserta rahmat dan nikmat-Nya, sehingga kami bisa menyelesaikan
penulisan makalah Penyimpangan Sosial di Sekolah ini dengan sebaik-baiknya.

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata Pelajaran
Sosiologi dan yang lebih pentingnya yakni untuk menambah ilmu pengetahuan kepada kita
sebagai. Sebelumnya, ucapan terimakasih juga dihaturkan kepada semua pihak yang telah
membantu dan mendukung dalam proses penyelesaian makalah ini.

Didalam makalah ini tentunya tak luput dari kesalahan dan kekurangan, baik dari segi
isinya, bahasa, analisis maupun yang lainnya. Maka dari itu, komentar maupun kritik dan
saran sangat dibutuhkan oleh penulis untuk memperbaiki hasil karya kedepannya. Akhir kata,
sekian dan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Penyimpangan Sosial


B. Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Perilaku Menyimpang Pada Remaja
C. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial di kalangan pelajar ;
1. Minuman Keras (Miras)

2. Penyalahgunaan Narkotika
3. Perkelahian Antarpelajar
4. Perilaku Seks di Luar Nikah
5. Berjudi
6. Kejahatan (Kriminalitas)
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sudah begitu banyak penyimpangan sosial di Indonesia, terlebih di masyarakat.
Penyimpangan sosial dalam era modern sudah menjadi krusial bahkan memprihatinkan
banyak pihak, baik pemerintah, akademisi, mapupun kalangan masyarakat biasa.
Penyimpangan sosial terjadi akibat berbagai faktor, salah satunya lingkungan keluarga dan
pergaulan. Masalah penyimpangan sosial bukanlah masalah yang baru muncul. Masalah ini
telah lama lahir dan hadir dalam masyarakat. Namun demikian, masalah-masalah
penyimpangan sosial ini tetap saja ada dan melekat dalam kehidupan masyarakat seolah tidak
ada tindakan yang menanganinya. Ada banyak jenis dan perilaku-perilaku menyimpang yang
dilakukan oleh masyarakat dan telah banyak pula aturan-aturan yang mengatur tentang
penyimpangan tersebut. Pada kenyataannya, hingga saat ini penyimpangan sosial masih terus
terjadi meskipun aturan atau bahkan hukuman diberlakukan bagi para pelaku. Hal ini
mungkin disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan buruknya perilaku-perilaku
menyimpang, atau mungkin kurangnya sosialisasi tentang penyimpangan sosial.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah yang
akan di bahas adalah :

1. Apa pengertian dari penyimpangan sosial ?

2. Apa penyebab perilaku menyimpang?

C. Tujuan Penulisan
Dengan rumusan masalah yang telah diutarakan di atas, tujuan penulis dalam
pembuatan makalah tentang penyimpangan sosial ini adalah agar pembaca dapat :
Untuk mengetahui pengertian dari penyimpangan sosial ?
Untuk mengetahui penyebab perilaku menyimpang?
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Penyimpangan Sosial


Penyimpangan adalah segala bentuk perilaku yang tidak menyesuaikan diri dengan
kehendak masyarakat. Dengan kata lain, penyimpangan adalah tindakan atau perilaku yang
tidak sesuai dengan norma dan nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga
maupun masyarakat. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi
norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Penyimpangan terhadap nilai dan norma
dalam masyarakat disebut dengan deviasi (deviation), sedangkan pelaku atau individu yang
melakukan penyimpangan disebut divian (deviant). Berikut merupakan beberapa pengertian
penyimpangan sosial menurut para ahli:

1. James W van de Zanden, penyimpangan sosial sebagai perilaku yang oleh sejumlah
besar orang dianggap tercela dan di luar batas toleransi.

2. Bruce J. Cohen, penyimpangan sosial sebagai perbuatan yang mengabaikan norma


dan terjadi jika seseorang atau kelompok tidak mematuhi patokan baku dalam
masyarakat (dalam buku Sosiologi : Suatu Pengantar, Terjemahan).

3. Robert M.Z. Lawang, penyimpangan sosial sebagai semua tindakan yang


menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan
menimbulkan usaha dari pihak yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki
perilaku yang menyimpang (dalam buku materi pokok pengantar sosiologi).

Penyimpangan sosial terlihat dalam bentuk perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang


disebut nonkonformitas. Jadi, pada dasarnya perilaku menyimpang adalah perilaku yang
menyimpang atau sifat sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat atau
kelompok, baik secara sengaja ataupun tidak sengaja.
B. Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Perilaku Menyimpang Pada Remaja

Banyak faktor yang menyebabkan timbulnya prilaku menyimpang dikalangan para remaja.
Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. 1 . Nafsu
2. Tehnologi
3. Longgarnya pegangan terhadap agama
4. Sosialisasi sub kebudayaan yang menyimpang
5. biologis, psikologis, sosiologis
6. Malas
7. Miskin
8. Kesempatan
9. Labil
10. 10.Kebodohan

C. Bentuk-bentuk penyimpangan sosial di kalangan pelajar ;

1. Minuman Keras (Miras)

Minuman keras adalah minuman dengan kandungan alkohol lebih dari 5%. Akan tetapi,
berdasarkan ketetapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), setiap minuman yang
mengandung alkohol, berapa pun kadarnya, dapat dikategorikan sebagai minuman keras dan
itu diharamkan (dilarang) penyalahgunaannya. Adapun yang dimaksud penyalahgunaan di
sini adalah suatu bentuk pemakaian yang tidak sesuai dengan ambang batas kesehatan.
Artinya, pada dasarnya boleh digunakan sejauh hanya untuk maksud pengobatan atau
kesehatan di bawah pengawasan dokter atau ahlinya. Di beberapa daerah di Indonesia,
terdapat jamu atau minuman tradisional yang dapat digolongkan sebagai minuman keras.
Sebenarnya, jika digunakan tidak secara berlebihan jamu atau minuman tradisional yang
dapat digolongkan sebagai minuman keras tersebut dapat bermanfaat bagi tubuh. Namun,
sangat disayangkan jika jamu atau minuman tradisional yang dapat digolongkan sebagai
minuman keras tersebut dikonsumsi secara berlebihan atau sengaja digunakan untuk mabuk-
mabukan. Para pemabuk minuman keras dapat dianggap sebagai penyakit masyarakat. Pada
banyak kasus kejahatan, para pelaku umumnya berada dalam kondisi mabuk minuman keras.
Hal ini dikarenakan saat seseorang mabuk, ia akan kehilangan rasa malunya, tindakannya
tidak terkontrol, dan sering kali melakukan hal-hal yang melanggar aturan masyarakat atau
aturan hukum. Minuman keras juga berbahaya saat seseorang sedang mengemudi, karena
dapat merusak konsentrasi pengemudi sehingga dapat menimbulkan kecelakaan. Pada
pemakaian jangka panjang, tidak jarang para pemabuk minuman keras tersebut dapat
meninggal dunia karena organ lambung atau hatinya rusak terpengaruh efek samping alkohol
yang kerap dikonsumsinya.

2. Penyalahgunaan Narkotika

Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya)
adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum,
dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan
perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan
psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis
maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun
1997).
Pada awalnya, narkotika digunakan untuk keperluan medis, terutama sebagai bahan
campuran obat-obatan dan berbagai penggunaan medis lainnya. Narkotika banyak digunakan
dalam keperluan operasi medis, karena narkotika memberikan efek nyaman dan dapat
menghilangkan rasa sakit sementara waktu, sehingga pasien dapat dioperasi tanpa merasa
sakit. Pada pemakaiannya di bidang medis, dibutuhkan seorang dokter ahli untuk mengetahui
kadar yang tepat bagi manusia, karena obat-obatan yang termasuk narkotika mempunyai efek
ketergantungan bagi para pemakainya. Penyalahgunaan narkotika dilakukan secara
sembarangan tanpa memerhatikan dosis penggunaannya. Pemakaiannya pun dilakukan
dengan berbagai cara, misalnya dihirup asapnya, dihirup serbuknya, disuntikkan, ataupun
ditelan dalam bentuk pil atau kapsul. Pengguna yang kecanduan, merusak sistem saraf
manusia, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:
coba-coba
senang-senang
menggunakan pada saat atau keadaan tertentu
penyalahgunaan
ketergantungan
Bahaya bagi Remaja
Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa.
Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan
diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak
karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.Pada masa remaja, justru
keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang
besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga
memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa
jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.
Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan
menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba
melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat
banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja
sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.
Berikut adalah contoh zat-zat yang termasuk dalam kategori narkotika.
a. Heroin
Heroin adalah jenis narkotika yang sangat keras dengan zat adiktif yang cukup tinggi dan
bentuk yang beragam, seperti butiran, tepung, atau pun cair. Zat ini sifatnya memperdaya
penggunanya dengan cepat, baik secara fisik ataupun mental. Bagi mereka yang telah
kecanduan, usaha untuk menghentikan pemakaiannya dapat menimbulkan rasa sakit disertai
kejang-kejang, kram perut dan muntah-muntah, keluar ingus, mata berair, kehilangan nafsu
makan, serta dapat kehilangan cairan tubuh (dehidrasi). Salah satu jenis heroin yang banyak
disalahgunakan dalam masyarakat adalah putauw.

b . Ganja
Ganja mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan
pendengaran. Dampak penyalahgunaan diantaranya adalah hilangnya konsentrasi,
meningkatnya denyut jantung, gelisah, panik, depresi, serta sering berhalusinasi. Para
pengguna ganja biasanya melakukan penyalahgunaan ganja dengan cara dihisap seperti
halnya tembakau pada rokok.
c . Ekstasi
Ekstasi termasuk jenis zat psikotropika yang diproduksi secara illegal dalam bentuk tablet
ataupun kapsul. Jenis obat ini mampu mendorong penggunanya berenergi secara lebih bahkan
di luar kewajarannya. Hal ini menyebabkan pengguna berkeringat secara berlebih juga.
Akibatnya, pengguna akan selalu merasa haus dan bahkan dehidrasi. Dampak yang
ditimbulkan dari pengguna ekstasi, di antaranya diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif,
sakit kepala, menggigil, detak jantung tidak teratur, dan hilangnya nafsu makan.
d . Shabu-Shabu
Shabu-shabu berbentuk kristal kecil yang tidak berbau dan tidak berwarna. Jenis zat ini
menimbulkan dampak negatif yang sangat kuat bagi penggunanya, khususnya di bagian saraf.
Dampak yang ditimbulkan dari pengguna shabu-shabu di antaranya penurunan berat badan
secara berlebihan, impotensi, sariawan akut, halusinasi, kerusakan ginjal, jantung, dan hati,
stroke, bahkan dapat diakhiri dengan kematian. Shabu-shabu dihirup asapnya. Para pecandu
biasanya mengonsumsi shabu-shabu dengan menggunakan alat yang dikenal dengan sebutan
bong.
e . Amphetamin
Amphetamin merupakan jenis obat-obatan yang mampu mendorong dan memiliki dampak
perangsang yang sangat kuat pada jaringan saraf. Dampak yang ditimbulkan dari penggunaan
obat ini, di antaranya penurunan berat badan yang drastis, gelisah, kenaikan tekanan darah
dan denyut jantung, paranoid, mudah lelah dan pingsan, serta penggunanya sering bertindak
kasar dan berperilaku aneh.
f . Inhalen
Inhalen merupakan salah satu bentuk tindakan menyimpang dengan cara menghirup uap lem,
thinner, cat, atau sejenisnya. Tindakan ini sering dilakukan oleh anak-anak jalanan yang lazim
disebut dengan ngelem. Penyalahgunaan inhalen dapat memengaruhi perkembangan otot-otot
sarat, kerusakan paru-paru dan hati, serta gagal jantung.

g. Rokok
Di era globalisasi seperti ini, trend yang beredar di kalangan pelajar semakin beragam. Ada
beberapa trend yang cukup mengkhawatirkan. Salah satunya, merokok. Kini, rokok bukan
lagi barang asing di tangan pelajar. Saya bisa menjamin kalo sebagian besar pelajar pria SMP
dan SMA sudah pernah mencoba merokok. Bahkan mungkin pelajar SD sudah ada yang
mencobanya. Rokok dianggap bisa menjadi penghilang rasa penat dan stress untuk sebagian
orang. Dan yang mengkhawatirkan, benda kecil yang satu ini bisa membuat para pelajar
ketagihan layaknya narkoba. Sekali saja mencoba, maka hasrat ingin menghisap akan terus
hinggap.
Ketika rokok menjadi trend di kalangan pelajar, pihak sekolah mulai mengantisipasi trend ini.
Banyak sekolah yang memberikan sanksi tegas terhadap pelajar yang ketahuan merokok di
dalam lingkungan sekolah. Bahkan sebagian guru juga sering melakukan inspeksi ke
lingkungan sekitar sekolah. Karena biasanya banyak pelajar yang merokok sembunyi-
sembunyi di tempat-tempat sepi seperti kantin atau warung-warung kecil. Pada saat peraturan
baru ditegakkan, mungkin cukup banyak pelajar yang menghentikan aksinya. Tapi tak lama
kemudian biasanya mereka kembali merokok secara terang-terangan.
Sebenarnya aksi merokok di kalangan pelajar menjadi masalah yang cukup pelik bagi orang
tua ataupun guru di sekolah. Biasanya pelajar yang suka merokok sering mencuri-curi waktu
pada saat jam pelajaran untuk merokok di kantin sekolah. Sayangnya, para penjaga kantin
juga memberikan tempat dan fasilitas yang akan memudahkan mereka melakukan aksi
tersebut. Bahkan biasanya ada beberapa kantin yang menjual rokok secara sembunyi-
sembunyi. Maka itu bisa menurunkan konsentrasi belajar mereka. Yang lebih
mengkhawatirkan jika mereka sudah kecanduan. Maka mereka rela menghabiskan uang jajan
mereka untuk membeli sebungkus rokok setiap harinya. Bahkan sebagian pelajar berani
untuk melakukan hal-hal negatif untuk mendapatkan sebatang rokok.
Larangan merokok di sekolah sebetulnya sudah diterapkan seketat mungkin. Tapi larangan ini
hanya berlaku untuk para pelajar saja. Lalu bagaimana dengan guru? Sayangnya guru tidak
dilarang dalam peraturan sekolah. Guru dibiarkan merokok di lingkungan sekolah. Ini tentu
menjadi dilema bagi para pelajar. Di satu sisi mereka harus mematuhi peraturan yang berlaku.
Tapi di sisi lain, mereka sebagai remaja tanggung sulit untuk menghilangkan keinginan untuk
merokok, apalagi saat melihat para guru melakukannya. Mereka jadi berpikir, jika guru saja
boleh meroko di dalam sekolah, kenapa murid tidak boleh. Tentunya ini menjadi hal yang
harus dibenahi oleh para guru.Keinginan untuk merokok juga dipicu oleh kebiasaan orang tua
yang merokok di rumah. karena mereka sering melihat orang tua mereka merokok, maka
mereka juga berpikir kalau merokok itu hal yang biasa. Kadang banyak orang tua yang
melarang anak remajanya merokok, tapi mereka tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok
dalam dirinya sendiri. Maka kelakuan para orang tua juga menjadi salah satu penyebab
merebaknya trend rokok di kalangan pelajar.
Untuk mengantisipasi masalah ini, sebenarnya bukan hanya para pelajar yang harus
diperhatikan. Tapi juga kebiasaan para pendidik dan orang tua. Remaja yang masih memiliki
sifat labil akan meniru kebiasaan orang yang lebih dewasa di lingkungannya. Jika para
pendidik dan orang tua tidak bisa memberi contoh yang baik, maka jangan berharap
kebiasaan meroko di kalangan pelajar bisa berkurang atau bahkan dihentikan. Walaupun
mereka sudah mengerti bahaya dari rokok tersebut, tapi mereka juga sulit untuk
menghilangkan kebiasaan itu.
Masih adakah orang yang peduli sekarang untuk menasehati anak didik dan guru-guru untuk
tidak merokok. Terus terang bahwa merokok sebagai gaya hidup tidak memberikan manfaat
apa- apa, kecuali hanya meracuni paru- paru anak anak muda. Memilih merokok sebagai
gaya hidup sangat merugikan diri karena mendatangkan penyakit. Menjadi penghisap rokok
hanya memberikan keuntungan bagi pemilik pabrik rokok Bukankah sudah cukup banyak
jumlah orang yang meninggal karena mengalami sakit paru- paru gara- gara mejadi pencandu
rokok yang hebat dalam hidupnya? Semoga ini bisa menjadi intropeksi untuk para pelajar,
pendidik, dan para orang tua.

3. Perkelahian Antarpelajar

Perkelahian antarpelajar sering terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan kota-
kota besar lainnya. Perkelahian tersebut tidak hanya menggunakan tangan kosong atau
perkelahian satu lawan satu, melainkan perkelahian bersenjata, bahkan ada yang
menggunakan senjata tajam serta dilakukan secara berkelompok. Banyak korban berjatuhan,
bahkan ada yang meninggal dunia. Lebih disayangkan lagi, kebanyakan korban perkelahian
tersebut adalah mereka yang justru tidak terlibat perkelahian secara langsung. Mereka
umumnya hanya sekadar lewat atau hanya karena salah sasaran pengeroyokan. Kondisi ini
jelas sangat mengganggu dan membawa dampak psikis dan traumatis bagi masyarakat,
khususnya kalangan pelajar. Pada umumnya mereka menjadi was-was, sehingga kreativitas
mereka menjadi terhambat. Hal ini tentu saja membutuhkan perhatian dari semua kalangan
sehingga dapat tercipta suasana yang nyaman dan kondusif khususnya bagi masyarakat usia
sekolah. Banyak faktor - faktor yang menyebabkan mengapa tawuran marak terjadi. Mulai
dari warisan turun menurun dari seniornya, nunjukin dirinya berada, sampai hal sepele seperti
ledek - ledekkan.

4. Perilaku Seks di Luar Nikah

Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah. Pencarian jati diri seseorang terjadi
pada masa remaja. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang
punggung sebuah negara. Statement demikian memanglah benar, remaja merupakan generasi
penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan
kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. Di tangan remajalah tergenggam arah masa
depan bangsa ini.
Masa remaja memanglah masa-masa yang paling indah. Karena pencarian jati diri
seseorang terjadi pada masa remaja. Namun, di masa remaja seseorang dapat
terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan. Hal itu dapat terjadi
apabila remaja melakukan hal-hal menyimpang yang biasa disebut dengan kenakalan remaja.
Dari berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan oleh remaja, seks bebas selalu menjadi
bahasan menarik dalam berbagai tuisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. Seks bebas
merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk
tingkah laku.
Meningkatnya jumlah kasus seks bebas menyebabkan makin tingginya jumlah kehamilan
yang tidak diinginkan (KTD). Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja
menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun.
Bahkan beberapa survei yang dilakukan pada sembilan kota besar di
Indonesia menunjukkan, KTD mencapai 37.000 kasus, 27 persen di antaranya terjadi
dalam lingkungan pranikah dan 12,5 persen adalah pelajar.
Faktor penyebab remaja melakukan seks bebas, diantaranya adalah :
menonton film porno
pengaruh pergaulan bebas
kurangnya peran dan perhatian orang tua kepada anaknya
kurangnya dasar ilmu agama
pola pikir yang dangkal.
Salah satu upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja, (khususnya
penghuni kos yang biasa jadi tempat beraksi pelajar dan mahasiswa) selain perlu dilakukan
pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara proporsional, juga meningkatkan
kesadaran dari orang tua untuk memilihkan tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan
aman. Selain itu, tentu membekali putra-putri remaja dengan benteng ajaran agama yang
kokoh.

5. Berjudi

Berjudi merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial. Hal ini dikarenakan berjudi
mempertaruhkan harta atau nafkah yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Berjudi juga banyak
terjadi di kalangan pelajar. Seseorang yang gemar berjudi akan menjadi malas dan hanya
berangan-angan mendapatkan banyak uang dengan cara-cara yang sebenarnya belum pasti.
Indonesia merupakan salah satu negara yang melarang adanya perjudian, sehingga seluruh
kegiatan perjudian di Indonesia adalah kegiatan illegal yang dapat dikenai sanksi hukum.
Akan tetapi, dalam beberapa kasus, aparat keamanan masih menolerir kegiatan perjudian
yang berkedok budaya, misalnya perjudian yang dilakukan masyarakat saat salah seorang
warganya mempunyai hajatan. Langkah ini sebenarnya kurang tepat, mengingat bagaimana
pun juga hal ini tetap merupakan bentuk perjudian yang dilarang agama.
6. Kejahatan (Kriminalitas)
Kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial,
sehingga masyarakat menentangnya. Sementara itu secara yuridis formal, kejahatan adalah
bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril), merugikan
masyarakat, sifatnya asosiatif dan melanggar hukum serta undang-undang pidana. Tindak
kejahatan bisa dilakukan oleh siapa pun baik wanita maupun pria, dapat berlangsung pada
usia anak, dewasa, maupun usia lanjut. Tindak kejahatan pada umumnya terjadi pada
masyarakat yang mengalami perubahan kebudayaan yang cepat yang tidak dapat diikuti oleh
semua anggota masyarakat termasuk pelajar, sehingga tidak terjadi penyesuaian yang
sempurna. Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental atau
adanya kepincangan sosial. Oleh karena itu tindak kejahatan (kriminalitas) sering terjadi pada
masyarakat yang dinamis seperti di perkotaan. Tindak kejahatan (kriminalitas) misalnya
adalah pembunuhan, penjambretan, perampokan, korupsi, dan lain-lain.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu :

1. Perilaku menyimpang merupakan bentuk perilaku yang dilakukan oleh seseorang

siswa yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam

masyarakat, baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan mempengaruhi

belajarnya yang pada akhirnya menurutnya prestasi yang diperoleh di sekolah


2. Jenis-jenis perilaku menyimpang yang terjadi di kalangan siswa yang dapat

mempengaruhi prestasi belajarnya antara lain: tawuran, penyalahgunaan narkotika,

obat-obatan terlarang, dan minuman keras, serta tidak criminal dan penyimpangan

seksual yang dapat berakibat pada penularan penyakit HIV/AIDS.


3. Upaya pencegahan perilaku menyimpang secara khusus dapat dilakukan dalam

lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

B. Saran

Untuk menghindari perilaku menyimpang siswa yang dapat mempengaruhi prestasi

belajarnya, maka kami serahkan kepada semua pihak yang terkait, baik pemerintah,

orang tua, dan guru untuk melakukan pengawasan terhadap hal-hal yang dapat

menimbulkan munculnya perilaku menyimpang.


DAFTAR PUSTAKA

http://perilakumenyimpang208.blogspot.co.id/

http://presbaglogmandiri.blogspot.co.id/2016/08/makalah-penyimpangan-sosial.html