Anda di halaman 1dari 22

R

HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat

BAB 2
GAMBARAN UMUM BP4 PENDAHULUAN
A. SEKILAS tentang BP4 SUMATERA BARAT

Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru atau disingkat menjadi

BP4 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kesehatan Propinsi

Sumatera Barat terletak di Korong Pungguang Kasiak Nagari

Lubuk Aluang Kecamatan Lubuk Alung Kabupaten Padang

Pariaman. BP4 Sumatera Barat terletak di Jalan Dr. M Djamil

Nomor 110 Lubuk Alung dengan kode pos 25581 telepon (0751)

96013 dan 96688 dengan kode faks 0751 96013. UPTD BP4

adalah unit fasilitas sekunder yang menyelenggarakan

pelayanan medik spesialistik Paru-Paru yang dilaksanakan

secara menyeluruh, proaktif sesuai dengan kebutuhan

masyarakat secara terpadu dengan melibatkan partisipasi

masyarakat khususnya partisipasi masyarakat Sumatera Barat

dan daerah-daerah sekitarnya.

Tidak ada bukti tertulis tentang sejarah pendirian BP4

Sumatera Barat, namun dari informasi yang ada diketahui

II-1
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
bahwa BP4 Sumatera Barat ini awalnya adalah BP4 Sumatera

Barat Bukittinggi yang didirikan oleh Alm. Prof. Ilyas H Datuak

Batuah dan pendiriannya sebagai hasil Rapat Kerja

Pemberantasan Penyakit Tuberculosa di Kaliurang Yogyakarta

pada tahun 1952. Dari sekian banyak keputusan hasil

pertemuan itu, yang terpenting dan yang terkait dengan BP4

Sumatera Barat adalah diputuskan bahwa pendirian BP4 namun

maksudnya adalah Balai Pemberantasan Penyakit Paru-

Paru di setiap ibukota propinsi dan cabangnya di setiap

kabupaten/kota. Sesuai dengan keputusan itu, maka BP4

Sumatera Barat yang sebelumnya berada di bawah pengawasan

pemerintah pusat yang berada Bukitttinggi dengan wilayah

pelayanan meliputi propinsi Sumatera Tengah. Bila dahulu

dinamakan Propinsi Sumatera Tengah, maka sekarang meliputi

propinsi-propinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan

Riau.

Dalam rapat yang diadakan sekitar tahun 1969 dan 1970 di

Ciloto Jawa Barat diputuskan lagi perubahan nama dari Balai

Pemberantasan Penyakit Paru-Paru menjadi Balai Pengobatan

Penyakit Paru-Paru, namun dengan singkatan yang sama yaitu

II-2
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
BP4 dengan fungsi mencari penderita TBC dengan radiologi

(fluoroskopi) dan juga sebagai unit Puskesmas. BP4 Bukittinggi

terus dipertahankan keberadaannya dengan menjalin kerjasama

dengan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Sejak

tahun 1986 BP4 Bukittinggi dipindahkan ke Lubuk Alung dengan

status sebagai UPT Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Sejalan dengan semangat otonomi daerah, maka pada tahun

2001 BP4 Sumatera Barat diambil alih pengelolaannya oleh

Pemerintah Propinsi Sumatera Barat menjadi UPTD Dinas

Kesehatan Propinsi Sumatera Barat.

Keberadaan BP4 Sumatera Barat tertuang dalam Surat

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 144/men.kes/IV/78

tanggal 28 April 1978 yang berada di bawah pengawasan dan

tanggungjawab Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat

Kementerian Kesehatan RI yang berfungsi pemerintah dalam

menurunkan angka morbiditas dan mortalitas penyakit paru-

paru.

B. DASAR HUKUM BP4 SUMATERA BARAT

II-3
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
Ada beberapa dasar hukum yang menjadi acuan bagi BP4

Sumatera Barat untuk menjalankan aktivitas yaitu:

1. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

2. Peraturan Presiden nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan,

Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian

Negara Republik Indonesia

3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 144/Men.Kes/SK/IV/78,

tanggal 2 April 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata

Kerja Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru

4. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kesehatan

Masyarakat Departemen Kesehatan Nomor

919/Binkesmas/DJ/VII/1978 tanggal 10 Juli 1978 tentang

Pemindahan Lokasi Kantor BP4 Bukittinggi di Kota

Bukittinggi ke Kantor BP4 Sumatera Baratdi Kabupaten

Padang Pariaman

5. Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial

Nomor 1732/Menkeskessos/XII/2000 tanggal 12 Desember

2000 perihal Pengalihan UPT BP4 Lubuk Alung ke Kabupaten

Padang Pariaman

II-4
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor

909/Menkes/SK/VIII/2001 tanggal 23 Agustus 2001 tentang

Pengalihan Kelembagaan Beberapa Unit Pelaksana Teknis di

Lingkungan Departemen Kesehatan menjadi Perangkat

Daerah. Dengan demikian BP4 Sumatera Barat menjadi

Perangkat Daerah Propinsi Sumatera Barat

7. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

62/Kep/MenPAN/7/2003 tentang Pedoman Organisasi Unit

Pelaksana Teknis di Lingkungan Departemen dan Lembaga

Pemerintah

8. Peraturan Menteri Kesehatan nomor

1575/Menkes/Per/XII/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Departemen Kesehatan

9. Peraturan Menteri Kesehatan nomor

532/Menkes/Per/IV/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Unit Pelaksana Teknis di Bidang Kesehatan Paru Masyarakat

10. Pedoman Pelayanan Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru

Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2001

II-5
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
11. Keputusan Gubernur Propinsi Sumatera Barat nomor 16

tahun 2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah

Propinsi Sumatera Barat nomor 5 tahun 2002

12. Keputusan Gubernur Sumatera barat Nomor 9 tahun 2004

tentang Perubahan atas Keputusan Gubernur Sumatera

Barat nomor 16 tahun 2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat nomor 5 tahun

2002

13. Peraturan Gubernur nomor 31 tahun 2006 tentang

Retribusi Pelayanan Kesehatan

14. Perjanjian Kerjsama antara bagian Pulmonologi Fakultas

Kedokteran Universitas Andalas dengan Balai Pengobatan

Penyakit Paru-Paru Sumatera Barat nomor KS.00.05.01.1642

dan Nomor 139.BP4.TU.IX.2003 tentang Peningkatan

Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan

15. Perjanjian kerjasama antara PT Askes Cabang Padang

dengan BP4 Sumatera Barat nomor 20/PKS/0301/2005 dan

130/BP4/Peng/VII/ 2005 tanggal 4 Juli 2005 dan diperbarui

dengan surat nomor 10/PKS/0301/ 2006 dan

131/BP4/Peng/II/2006 tanggal 7 Februari 2006, diaddendum

II-6
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
dengan surat nomor 012/Add/0301/ 2006 dan 316/BP4/TU-

X/2006 tanggal 2 Oktober 2006 dan diperbarui dengan

nomor 044/PKS/0301/2007 dan 44A/BP4/TU-UM/II/2007

tanggal 8 Februari 2007 tentang Pelayanan Kesehatan bagi

Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin

PT Askes (Persero)

C. VISI dan MISI

Berdasarkan pada kondisi yang ada maka dirumuskan visi

dan misi BP4 Sumatera Barat yaitu :

VISI : Peran sebagai Pelayan Kesehatan Paru Masyarakat

Strata Kedua semakin Nyata dan dibutuhkan

Menyongsong Masyarakat Sumatera Barat Peduli Sehat,

Mandiri, Berkualitas dan Berkeadilan

MISI :

1. Memberikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan Paru

masyarakat secara menyeluruh, terpadu, bermutu serta

merata dan terjangkau oleh masyarakat dalam membantu

upaya Pengendalian Penyakit TB Paru Nasional

II-7
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
2. Peran dan sumbangan dalam upaya peningkatan derajat

kesehatan Paru khususnya dan kesehatan pada umumnya

diinginkan semakin nyata baik dari segi kuantitas maupun

kualitas

D.TUGAS POKOK, FUNGSI dan ORGANISASI BP4

TUGAS POKOK

BP4 sebagai UPTD dari Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera

Barat mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kegiatan

teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas

Kesehatan di bidang Pengobatan Penyakit Paru-Paru.

FUNGSI

Fungsi yang diemban oleh BP4 sebagai UPTD Dinas

Kesehatan Propinsi Sumatera Barat adalah sebagai berikut:

1. Penyusunan rencana pembangunan teknis operasional

pengobatan penyakit Paru-Paru

2. Pengkajian dan analisis teknis operasional pengobatan

penyakit Paru-Paru

II-8
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
3. Pengujian dan persiapan teknologi pengobatan paru-paru di

lapangan

4. Pelaksanaan kebijakan teknis pengobatan penyakit paru-

paru

5. Pelaksanaan operasional pelayanan kepada masyarakat

sesuai dengan bidang penyakit paru-paru

6. Pelaksanaan operasional tugas teknis Dinas Kesehatan

sesuai dengan bidang pengobatan penyakit paru-paru

7. Pelaksanaan pelayanan teknis administrasi ketatausahaan

UPTD BP4

E. PROGRAM, INDIKATOR KINERJA, dan KEGIATAN

1. PROGRAM

Dalam menjalankan fungsinya Balai Pengobatan Penyakit

Paru-Paru melaksanakan kegiatan yang tercakup dalam

program-program yaitu;

Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) :

Pemeriksaan : Dokter Umum, Dokter Residen dan Dokter

Spesialis Paru

Pemeriksaan penunjang : Radiologi dan Laboratorium.

II-9
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat

Pengobatan penderita.

Rujukan : Kasus dan spesimen

Penyuluhan Kelompok

Konseling penderita & keluarganya

Pembinaan/pemantauan penderita

Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM):

Promosi kesehatan ke pasien yang berkunjung

Sosialisasi program pada masyarakat

2. INDIKATOR KINERJA/ TARGET PELAYANAN


Dalam membantu program pemberantasan dan

penanggulangan TB nasional, BP 4 Lubuk Alung sangat berperan

dalam penemuan kasus TB BTA Positif, namun karena BP4 tidak

mempunyai wilayah kerja, maka dalam pelaksanaan kegiatan

tidak sepenuhnya menggunakan indikator yang ditetapkan

nasional. Untuk melihat keberhasilan kegiatan yang

dilaksanakan, BP 4 mempunyai target yang harus dicapai setiap

tahunnya, sebagaimana yang tercantum dalam tabel pada

halaman berikut.

II-10
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
Tabel 2.1. Target BP4 Sumatera Barat tahun 2012

No Kegiatan Target
1. Jumlah Kunjungan Pelayanan Kesehatan (orang) 19.500
2. Jumlah penderita TB BTA Positif ditemukan (kasus) 1050
3. Proporsi TB BTA positif diantara semua penderita TB 65%
Paru tercatat
4. Proporsi penderita BTA Positif diantara suspect (%) 10
5. Angka konversi TB (%) 80
6. Angka kesembuhan penderita TB (%) 85
7. Error rate laboratorium < 5%
8. Frekuensi Penyuluhan kelompok (kali) 104
9. Frekuensi Konseling penderita 295
10. Frekuensi Pembinaan/ pemantauan penderita 50
11. Jumlah pembinaan ke Puskesmas 35 kali
12. Penerimaan Retribusi Daerah 825.000.0
00
13. Tersusunnya RKA/DPA tahun 2011 1 dokumen

14. Tersusunnya laporan tahunan tahun 2011 1 dokumen

15. Realisasi fisik kegiatan APBD tahun 2011 100 %


Sumber : laporan tahunan BP4 tahun 2011

3. KEGIATAN

Pelaksanaan kegiatan di BP 4 Sumatera Barat, bertujuan

untuk membantu peningkatan status kesehatan masyarakat

melalui pelayanan medis spesialistik paru secara proaktif, yaitu

dengan melakukan penjaringan/ penemuan penderita,

pengobatan, rujukan kasus serta promosi kesehatan dan

II-11
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
pemberdayaan masyarakat. Selama tahun 2011 kegiatan yang

dilaksanakan, sbb:

PELAYANAN DALAM GEDUNG

a. Pelayanan Rawat Jalan

- Poliklinik Umum : Pasien baru/lama/ulangan

- Poliklinik Spesialis Paru : Pasien baru/kontrol/rujukan

b. IGD yang dibuka selama 24 jam

c. Rawat Inap yang bersifat One Day Care (ODC)/ Perawatan

< 24 jam

d. Pelayanan Penunjang Medik & Non Medik

Laboratorium : darah, urin, sputum, kultur & sensitifiti

test

Radiologi

Farmasi

Rekam Medik

e. Promosi Kesehatan

Penyuluhan kepada pengunjung tentang perjalanan

penyakit TB paru, cara penyembuhan serta tata cara

II-12
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
minum obat, penyuluhan tentang berhenti merokok,

gizi, kesehatan lingkungan, dll.

Konseling diberikan tidak saja kepada penderita TB Paru

yang baru ditemukan, tapi juga diberikan kepada

keluarga.

f. Pelayanan Rujukan

Penderita yang telah didiagnosa oleh dokter, dapat

menjalani pengobatan di BP 4 atau di rujuk ke Puskesmas

wilayah dekat tempat tinggal, sementara penderita yang

memerlukan pemeriksaan yang lebih lanjut dirujuk ke RS.

g. Peningkatan jejaring dengan Kabupaten/Kota dan

Puskesmas melalui pertemuan koordinasi di Propinsi

maupun Kabupaten/Kota

PELAYANAN LUAR GEDUNG


Pembinaan/ Pemantauan Penderita

b. Peningkatan Penjaringan Kasus, melalui promosi kesehatan

ke Puskesmas

II-13
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat

KEGIATAN LAIN:

Jaringan kerja TB Propinsi, Kabupaten / Kota

Kerjasama dengan Bagian Pulmonologi FK Unand

Pengawasan lingkungan

Magang/ lokasi pelatihan lapangan dan puskesmas

kabupaten/kota

Administrasi penerimaan daerah dan pendanaan

Mengkoordinasikan kegiatan dengan atasan dan program terkait

Melaksanakan kerja sama dengan sektor terkait

Pencatatan, pelaporan dan pengamatan penyakit

Tabel 2.2. Jejaring Kerja BP 4 dengan Instansi/LS terkait

No Instansi Kegiatan

ins

ta

nsi
1. Dinas kesehatan Jejaring TB/Rujukan Penderita,
kabupaten/ kota se pelatihan, bimbingan Puskes
Sumatera Barat
2. Bagian Pulmonologi Fak. Pelayanan kesehatan,
Kedokteran Unand pendidikan, penelitian
3. Bagian Laboratorium Pemantapan Mutu Labor

II-14
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
Kesehatan Daerah
4. Rumah Sakit Rujukan Penderita
5. PPTI Promosi dan Pemberdayaan
Masyarakat
6 BBKPM Bandung Bimbingan Teknis
Sumber : Laporan tahunan kegiatan 2011

Sesuai Peraturan Daerah Propinsi Sumatera Barat nomor 4

tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata kerja

Dinas Daerah Propinsi Sumatera Barat dan dilengkapi dengan

Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 82 tahun 2008

tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana

Teknis Dinas Propinsi Sumatera Barat, maka susunan organisasi

UPTD BP4 Sumatera Barat terdiri dari :

a. Kepala

b. Sub Bagian Tata Usaha

c. Kelompok Jabatan Fungsional

Masing-masing struktur organisasi itu memiliki tugas pokok

dan fungsi yang berbeda dalam pelaksanaan kegiatannya,

namun tetap dalam koordinasi dan kontrol dari seorang kepala

yang memegang posisi sebagai pejabat eselon III a.

II-15
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
Selengkapnya bagan struktur organisasi BP4 tertera pada

halaman berikut ini. Sedangkan nama-nama kepala BP4

Sumatera Barat sejak berdirinya sampai sekarang tercantum

dalam tabel berikut

Tabel 2.3. Nama Kepala dan Masa Jabatan BP4 Sumatera

Barat

N Nama Masa Jabatan Ket

o
1. Prof Ilyas H dt Batoeah Sekitar thn 1970-
1986
2. dr. Zainal Rasyidin 1986-1995
3. dr. Nurleli Fatah 1995-1996 Plh
4. dr. Azizman Saad 1996-2000
5. dr. Asdi Agus 2000-2007
6. dr. Nani Suryati MKes 2007-2009
7. dr. Hj. Dasmiwarita MKes 2009-oktober 2012
8. dr. Yun Efiantina MM Nove 2012-sekarang
Sumber : Wawancara dengan staf keuangan November 2012

II-16
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat

BAGAN 2.1. STRUKTUR ORGANISASI


BALAI PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (BP4)
SUMATERA BARAT

KEPALA

SUB BAGIAN
TATA USAHA

Urusan :
Umum & Perlengkapan
Kepegawaian
Keuangan
Pelayanan Medis
KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL Penunjang Medis

II-17
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat

Dokter Spesialis
Dokter Umum
Paramedis
Analis Laboratorium
Radiografer
F. UTILITAS
Apoteker/Asisten Apoteker
Rekam
Penjelasan Medis utilitas akan membantu untuk lebih
tentang

memahami kondisi dan berbagai informasi lainnya yang terkait

dengan keberadaan BP4 Sumatera Barat ini. Berturut-turut akan

dijelaskan utilitas itu adalah tentang jaringan air bersih, listrik,

telepon, drainase dan persampahan/ limbah BP4 Sumatera

Barat.

1. JARINGAN AIR BERSIH

Lembaga pelayanan dan jasa seperti BP4 Sumatera Barat

ini sangat membutuhkan air bersih dalam jumlah tertentu.

Untuk mencukupi kebutuhan itu telah terdapat dua sumur gali

dengan kedalaman sekitar 3-5 cincin (sekitar 3-5 meter) yang

ditutupi sehingga terhindarkan dari kotoran dari atas, dan

terletak di bagian belakang BP4 Sumatera Barat. Kualitas airnya

tidak begitu jernih sehingga diperlukan penjaringan dengan

II-18
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
mempergunakan bak-bak penampungan. Untuk menaikkan air

dari sumur itu dipergunakan pompa listrik (lihat foto-foto).

Hal ini dilakukan karena

sekitar Korong Pungguang

Kasiak Nagari Lubuk Alung ini

belum dialiri oleh PDAM.

2. JARINGAN LISTRIK

Jaringan listrik sangat

membantu dalam berbagai aktivitas yang dilakukan di BP4

Sumatera Barat. Oleh sebab itu, keberlanjutan dan tidak adanya

gangguan dari jaringan PLN

sangat membantu BP4

Sumatera Barat. Dari trafo

yang dimiliki sendiri oleh BP4

ketika melakukan pemasangan

Desember 2011 diketahui bahwa daya terpasang sebesar

131.000 volt. Untuk mengantisipasi gangguang listrik itu BP4

juga menyiapkan satu unit genset dengan kekuatan 100.000

volt dengan bahan bakar berupa solar.

3. JARINGAN TELEPON

II-19
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
Jaringan telepon kabel dan selular telah terdapat di BP4

Sumatera Barat ini. Untuk telepon kabel telah terpasang dua

unit dengan nomor panggilan 0751 96013 dan 0751 96688.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi, maka

kebutuhan terhadap telepon kabel semakin berkurang karena

tergantikan dengan jaringan telepon selular. Kelebihan telepon

selular yang dapat menghubungi langsung penerimanya

menjadikan fungsi telepon kabel semakin berkurang.

4. DRAINASE

Drainase yang terdapat di lingkungan BP4 Sumatera barat ini

secara umum berkualitas baik, sehingga tidak terjadi

pengenangan air yang dapat menyebabkan banjir. Air limbah

sisa BP4 dialirkan ke parit yang lebih besar yang terdapat di

depan kantor, sedangkan aliran iar yang lain ditampung dalam

kolam-kolam ikan terdapat di sekitar lingkungan. Untuk

mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang drainase,

dapat dilihat pada foto-fotonya

II-20
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat

5. PERSAMPAHAN/LIMBA
H

II-21
R
HI
AK
AN
P OR
LA
FEASIBILITY STUDY
Pengembangan Balai Pengobatan Penyakit Paru
Paru (BP4)
Menjadi Rumah Sakit Paru Paru
Propinsi Sumatera Barat
Ada dua pola pengelolaan sampah yang telah dilakukan, yang

dibedakan berdasarkan pada

jenis sampah yang

dihasilkan. Pola pertama

adalah sampah yang berasal

dari bahan-bahan organik

akan dibakar pada dua

tempat pembakaran yang tersedia di belakang bangunan BP4

ini. Sisa pembakaran pola pertama ini dapat juga dimanfaatkan

sebagai pupuk. Pola kedua adalah sampah berasal dari sisa

pemakaian pasien TB, maka akan dilakukan pembakaran pada

alat insenerator (alat penghancur sampah-sampah). Foto

berikut diharapkan membantu memperjelas persampahan BP4.

II-22