Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KERJA PRAKTEK

KUALIFIKASI JURU LAS

OLEH :
KELOMPOK 3
ANGGOTA
1. Ir. EDISON N
2. AKHMAD RADING, ST
3. SUMANDO PASARIBU, ST
4. SAFRI YANTO, ST
5. MUJAFAR, ST

LABORATORIUM METALURGI DAN BENGKEL


LAS
PPSDM MIGAS
LAPORAN UJI TEST DESTRUCTIVE TEST (DT)
PADA PIPA SCHEDULE 40 MPS 6

I. Bending test (dengan methode Root Bending)


Test Bending adalah suatu cara untuk mengetahui kekuatan tekuk dan
melihat open discontinuity pada sambungan las suatu benda uji.Dimana
uji bending test ini sesuai dengan standard ASME IX.

Langkah kerja :
1. Menyiapkan Coupon Uji dengan ukuran :
- Panjang : 152 mm
- Lebar : 38 mm
2. Meratakan capping las sebelah luar
3. Melakukan uji tekuk dengan alat tekuk
4. Melihat secara visual hasil uji tekuk dari alat tekuk tersebut
5. Mengukur dan mencatat open discontinuity dengan hasil terdapatnya
crack sepanjang 2 mm.

II. Tensile test (Uji Tarik)


Test tensile adalah suatu cara untuk mengetahui kekuatan tegangan tarik
maksimum, tegangan luluh dan renggangannya/elongasi karena ketiga
nilai tersebut yang selalu tertera pada mill sertificate material. Dimana test
ini dilakukan dengan menarik benda uji dengan menggunakan alat tensile
test machine pada sambungan las benda uji sesuai dengan ASME IX.

Langkah kerja :
1. Menyiapkan Coupon Uji dengan ukuran :
- Panjang : 254 mm
- Lebar : 31 mm
2. Meratakan kedua sisi benda uji (capping dan root)
3. Melakukan uji tarik dengan alat tensile test machine
4. Melihat secara visual hasil uji tarik dari benda uji
5. Membaca grafik hasil dari layar monitor dan didapat kekuatan tarik
sebesar 520 N/mm2
6. Benda uji putus pada base metal

KESIMPULAN :
1. Hasil dari pengujian bending test (dengan metode root bending test)
terdapat crack pada sambungan las sepanjang 2 mm.
Berdasarkan standard ASME IX batas toleransi crack yang
diperbolehkan adalah sebesar 3,2 mm, dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa hasil pengelasan tersebut layak diterima karena
masih dibawah ambang batas toleransi.
2. Hasil dari pengujian Tensile test (uji tarik) didapat kekuatan tarik
sebesar 520 N/mm2 dan Benda uji putus pada base metal. Maka dapat
disimpulkan hasil pengelasan layak dikarenakan kekuatan tarik dari
filler metal dari pada base metal, terbukti benda uji putus pada base
metal.

LAMPIRAN GAMBAR HASIL PENGUJIAN


1. Bending test
2. Tensile test